Kamis, 16 April 2026
Beranda blog Halaman 13330

Alisa Khadijah ICMI Hadir di Kepri

0
Para Pengurus Alisa Khadijah Kepri berfoto bersama. Foto: Dewi Socowati untuk Batam Pos

batampos.co.id – Asosiasi Muslimah Pengusaha Indonesia atau sering disingkat Alisa Khadijah ICMI adalah organisasi berkumpulnya pengusaha muslimah yang didirikan oleh Departemen Pengembangan Peranan Wanita (DPPW) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat.

Alisa Khadijah diresmikan sebagai Badan Otonom ICMI oleh mantan presiden ketiga Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie pada 6 Juni 1997 lalu. Asosiasi ini dipelopori oleh Almarhumah Hasri Ainun Habibie. Alisa Khadijah menggunakan jaringan organisasi wilayah dan organisasi pusat untuk mengirimkan pengusaha-pengusaha dari daerah ke Jakarta untuk mengikuti pelatihan/training P3T. Alumni pelatihan P3T nantinya diharapkan akan membuat lapangan kerja bagi pengangguran di daerahnya masing-masing.

Lalu bagaimana di Kepri? Ketua umum DPP Alisa Khadijah ICMI Ina Marlina S. Sos, MM mengatakan, kedatangan kami ini adalah dalam rangka menyerahkan SK Dewan Pimpinan Wilayah Alisa Khadijah ICMI Kepri, yang telah diterbitkan DPP kepada pengurus DPW Kepri Alisa Khadijah ICMI terpilih pada Kamis, (25/5) kemarin.

Dalam pembentukan pengurus Kepri tersebut ditunjuk Gunawan Satary dan Ariski Novi untuk menjadi tim formatur, melalui proses seleksi terpilihlah Susilawati dan Siti Aisyah terpilih sebagai ketua dan sekretaris Alisa Khadijah Kepri.

“Kedatangan kami kali ini adalah yang kedua kalinya setelah kehadiran pada 12 Mei lalu,” kata Ina Marlina.
Kedatangan kali ini didampingi Nandang Najmul Munir, rektor universitas Islam 45, yang siap menjabat sebagai konsultan dalam program Desa Mandiri Sejahtera Alisa Khadijah Icmi. “Yang insaallah akan berkolaborasi dengan HKTI Kepri sebagai dasar pembentukan DPD (Kota/kabupaten) yang ada di Kepri,” tuturnya.

Ia menambahkan, mengapa kepengurusan Kepri baru dibentuk. Karena selama ini kepemimpinan sebelumnya mengangap bahwa dengan telah terbentuknya kepengurusan Riau telah mewakili Kepri. Sementara sekarang ini bahwa provinsi Kepri terpisah dengan provinsi Riau, dan Alisa Khadijah ICMI melihat potensi yang ada di Kepri. “Khususnya Batam baik dari segi sumber daya manusia maupun sumber daya alam yang dapat dipromosikan melalui wirausaha yang berkualitas,” paparnya.

Alisa Khadijah Pusat berharap, para pengusaha khususnya muslimah yang berada di Kepri dapat berusaha untuk mengangkat potensi kearifan lokal, sehingga bisa lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat kepri. Sekaligus meningkatkan kualitas SDMnya. “Sehingga secara makro dapat dilihat dalam indeks pembangunan manusia menuju Indonesia emas,” jelasnya.

Usai menyerahkan SK pengurus DPW Alisa “Khadijah” ICMI Kepri, dilanjutkan dengan silaturahmi dengan Kadin Kepri. (rng)

Bea Cukai Batam Sita Ratusan Ribu Batang Rokok dan Ribuan Botol Miras 

0
Petugas Bea dan Cukai tipe B Batam menunjukkan rokok dan minuman sitaan hasil hasil Operasi Ampadan di kawasan FTZ Batam. Foto: Eggi Idriansyah/ Batam Pos

batampos.co.id – Kantor Bea dan Cukai tipe B Batam menggrebek tiga toko sembako di kawasan Bengkong, Selasa (30/5) siang, penggerebekan tersebut dilakukan berdasarkan operasi Ampadan yang dilakukan Bea dan Cukai sejak tanggal 15 Mei hingga 10 Juni mendatang.

Kabid Kepatuhan Sarana dan Operasi Kantor Bea dan Cukai, Raden Revy mengatakan, sejak tanggal 15 Mei hingga 10 Juni mendatang jajarannya akan menggelar operasi Ampadan di kawasan FTZ Batam.

Hari ini, ada tiga toko yang digrebek karena melakukan pelanggaran barang kena cukai (BKC). “Dari tiga toko itu kita berhasil menegah 192.224 batang rokok jika dirupiahkan sekitar Rp 101.878.720 dan 105 botol minuman keras jika dirupiahkan Rp 2.252.250 rupiah,” ujarnya.

Penangkapan kali ini, sambung Revy, merupakan tangkapan kedua sejak operasi Ampadan dilakukan, yang pertama operasi di daerah Tiban, dari empat toko berhasil diamankan 1.385.800 batang rokok dan jika dirupiahkan rokok itu nilainya Rp 734.474.000 dan 1.368 botol minuman keras jika dirupiahkan sekitar Rp 36.148.200. “Operasi ini akan terus kita lakukan, hingga tanggal 10 Juni mendatang. Untuk lokasinya, kita akan mencari informasi dari masyarakat,” katanya.

Tujuan Operasi Ampadan ini, kata Revy, untuk menegakkan hukum agar tidak ada lagi barang yang beredar tanpa cukai, selain itu juga akan menertibkan agar pengusaha patuh akan cukai. Karena, pendapatan negara didapat dari pembayaran cukai. “Kita ingin semua barang yang beredar di kawasan FTZ telah membayar cukai, kita akan rutin melakukan operasi ini,” ujarnya.

Pantauan diruang P2 Kantor Bea dan Cukai, beberapa petugas nampak sibuk menghitung jumlah rokok dan minuman yang baru saja ditangkap. Terlihat, beberapa merek rokok seperti Luffman, H Mild, Up Mild, Esse, Nise yang dibuat di Batam dengan fasilitas FTZ diamankan.

Kabid P2 Kantor Bea dan Cukai Akhiyat Mujayin menambahkan, target operasi Ampadan ini adalah terhadap BKC yang beredar di Batam, tetapi tidak mendapatkan kuota di FTZ Batam. Atau, mendapat kuota tetapi belum pernah mengajukan CK FTZ. “Jika ada dua barang tersebut beredar, dipastikan ilegal,” ujarnya.

Selain itu, sambung Akhiyat, BKC yang keluar dari FTZ Batam tanpa menggunakan dokumen yang resmi, juga merupakan target dari operasi ini. Misalkan, barang FTZ tetapi beredar di daerah yang tidak di kawasan FTZ. “Kita akan terus menegah barang yang tidak memenuhi kriteria BKC,” katanya.

Saat ditanya dari mana rokok FTZ itu diproduksi, Akhiyat mengatakan, dari berbagai merk yang beredar di kawasan FTZ ada yang diproduksi di Batam dan ada juga yang di produksi di Jawa Timur dan Jawa Tengah. “Tetapi kita juga mendapatkan laporan kalau ada pemalsuan rokok di Batam, kita masih menelusurinya,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi perederan rokok dan mikol yang melanggar aturan, Akhiryat mengaku telah memberikan stiker ke beberapa toko akan bahaya barang selundupan atau barang palsu. Sementara jutaan rokok dan ribuan botol miras yang diamankan sejak operasi, akan disita dan nantinya akan dimusnahkan.

“Untuk pelaku saat ini belum ada yang kita diamankan, tetapi akan kita kembangkan untuk mengetahui hulu dan hilir peredaran rokok dan miras ini. Saat ini masih kita selidiki,” katanya. (egi)

Ayo Hadiri Kenduri Pesona Ramadan Batam

0
. F Cecep Mulyana/Batam Pos

Kenduri Ramadan Kota Batam berpotensi mendatangkan wisatawan dari negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam. 

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui program Pesona Wisata Religi mendukung kegiatan itu menjadi kegiatan Pesona Indonesia Wisata Religi yang patut dikembangkan.

Ketua Panitia Muhlis bin Machin menjelaskan, Kenduri Ramadan dilaksanakan dengan melibatkan seluruh lapisan Masyarakat dan FKTW (forum Komunikasi RT dan RW) para jamaah, santri, lembaga dakwah Islam serta instansi pemerintahan setempat.

“Kenduri Ramadan ini bertujuan mengungkapkam rasa syukur kami atas nikmat umur yang telah Allah berikan hingga kami bisa dipertemukan dengan Ramadan tahun ini. Acara ini nanti dimeriahkan pembuatan tumpeng yang disajikan oleh setiap RT dan Majlis Taklim sehingga setiap tahunnya terkumpul lebih dari 20 tumpeng dan 1.000 nasi kotak yang didapat dari Jamaah,” jelas Muhlis, Senin (29/5).

Muhlis menambahkan, dalam rangkaian Kenduri Ramadan ini juga menghadirkan berbagai acara seperti Pesantren Kilat Anak, Bazar Ramadan, Buka Puasa Warga dan pemberian santunan.

“Sehingga dengan ini, terkadang dari ribuan jamaah yang hadir ada saudara kita dari Malaysia dan Singapura ikut hadir dalam khidmat acara Kenduri Ramadan,” tambah Muhlis.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuti menambahkan, setiap Ramadan tiba, di Batam akan tumbuh pasar-pasar tradisional yang menjajakan masakan-masakan khas bulan Ramadhan. Di kota yang dihuni oleh mayoritas umat muslim ini, juga memunculkan fenomena kemunculan pasar kaget yang menyediakan kue-kue tradisional atau biasa disebut jajanan pasar.

“Jajanan pasar ini dicari orang untuk berbuka puasa. Kebanyakan yang dijual adalah kue-kue yang berasa manis yang memang cocok untuk orang yang seharian berpuasa. Ada banyak keseruan lain yang bisa dinikmati bersama Pesona Ramadan di Batam,” ungkap Esthy Reko Astuti yang didampingi Kabid Promosi Wisata Budaya Asdep Segmen Pasar Personal Kemenpar Wawan Gunawan.

Salah satu pasar kaget Ramadan yang sangat ramai adalah di SP Plaza Batuaji. Ada puluhan pedagang yang menjajakan makanan berbuka puasa di sini. Di antaranya adalah aneka macam kue tradisional, aneka macam es buah dan es kelapa tak ketinggalan juga es rumput laut, selain itu juga ada yang menjual aneka macam lauk pauk bagi keluarga yang tidak memasak.

Lokasi pasar tradisional yang berada tepat di depan salah satu mall terbesar di Batuaji yaitu SP Plaza, memang sangat strategis.

Posisinya yang tepat di pinggir jalan raya utama yang menghubungkan Mukakuning–Batuaji memang sangat dipadati pemakai jalan terutama karyawan di kawasan industri di Mukakuning dan juga dari kawasan industri galangan kapal di Tanjung Uncang.

“Karena lokasinya yang sangat strategis dan di area pusat perbelanjaan maka banyak warga yang berjalan-jalan atau “ngabuburit” sambil berbelanja di tempat ini. Pada bulan Ramadan maka tempat ini bisa menjadi salah satu pilihan untuk berwisata kuliner dan berbelanja di Kota Batam,” tukas Esthy.(*)

Brand Wonderful Indonesia Menghiasi Dua Kota Besar Korea Selatan

0

Brand Wonderful Indonesia terus menghiasi tempat-tempat keramaian di negara-negara yang berpotensi mendatangkan wisatawan ke Indonesia. Kali ini Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mancing di Negeri Gingseng, Korea Selatan (Korsel) yang memang akhir-akhir ini kunjungan wisatawannya ke Indonesia terus meningkat.

Kementerian di bawah komando Arief yahya itu memasang branding Wonderful Indonesia di dua kota besar di Korsel, yakni Seoul dan Busan. Promosi di Korsel disajikan dengan menggunakan 2 unit Digital Media Tunnel LED. Tidak hanya itu, 1 unit Subway dan beberapa Subway Screen door yang berada di Seoul Metro juga dibalut brand wonderful Indonesia.

“Kami melakukan pemasangan dari tanggal 14 Mei hingga 15 Juli. Selama satu bulan penuh, Wonderful Indonesia akan menjadi pusat perhatian publik. Maklum, rute yang dilalui menyentuh pusat-pusat aktivitas warga Seoul. Ditambah lagi, desainnya enak dilihat. Pesannya mudah ditangkap,” ujar Deputi Pemasaran Mancanegara Kemenpar I Gde Pitana didampingi Kepala Bidang Komunikasi Media Ruang Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar Elizabet Hutagaol di Jakarta, Selasa (30/5).

Alhasil, subway yang di-wrapping sejumlah culture dan nature keren Wonderful Indonesia menjadi pusat perhatian publik di Seoul, Korea Selatan. “Begitu ada peluang, kita langsung agresif berpromosi. Curi peluang untuk merayu warga Seoul berwisata ke Indonesia,” ucap Elizabeth.

Serupa dengan kota Seoul, Kota Busan juga akan dipromosikan dengan 1 unit Billboard dan 1 unit One Vision Way. Sejumlah destinasi andalan Indonesia ikut ditampilkan. Ada yang di-wrapping dengan nuansa culture Borobudur, Prambanan-Joglosemar, Surfing di Sumbawa, keindahan Danau Toba di Sumatera Utara. Ada juga yang di-wrapping panorama nature kelas dunia di Nusa Penida, Nusa Lembongan, Balangan Beach, Mengening Beach, Uluwatu dan Gili Tepekong di Bali.

“Di Busan, kami lakukan dengan waktu pemasangan pada periode Mei-Oktober 2017. Lokasi yang dipilih pun, adalah tempat yang potensial yang berada di Busan Indonesia Centre (BIC), merupakan lokasi yang tidak pernah sepi di wilayah Kota Busan. Promosi ini diharapkan mampu mendatangkan wisman asal Korsel dan juga mampu menarik minat wisatawan mancanegara lainnya yang berada disana,” ujar Elizabet.

Menteri Pariwisata Arief Yahya memang serius mendatangkan wisatawan asal Korsel. Menurut data, saat ini jumlah wisman Korea (Selatan) pada tahun 2015 adalah 338.671 orang. Sedangkan target tahun 2016 yakni 400 ribu orang (wisman Korsel) atau naik 18 persen. Tahun ini, Kementerian Pariwisata telah menargetkan sebesar 514.000 wisatawan asal Korea Selatan, untuk itu promosi perlu dilakukan untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

Kementerian Pariwisata Indonesia akan gencar berpromosi di Negara yang terkenal dengan budaya K-Pop-nya itu. “Bali dan Yogya destinasi favorit bagi wisman asal Korsel, wisatawan Korsel akan ditargetkan untuk lebih banyak datang ke Indonesia. Dengan mengundang langsung warga Korea Selatan ke Indonesia dan mengenalkan budaya nusantara pada mereka,” ujar Menpar Arief Yahya. (*)

Kemenpar Temu Bisnis Wisata Family Friendly

0
ilustrasi

Tahun ini Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bekerjasama dengan Keluarga besar Halal Travel Konsorsium (HTK) dan Asoasiasi Travel Halal Indonesia ( ATHIN ) kembali akan menggelar Temu Bisnis Wisata Halal Ke-2.

Tahun lalu acara serupa dihadiri lebih dari 120 pelaku bisnis wisata family friendly nasional dan internasional.

Acara ini akan dilaksanakan pada tanggal 10 Juni di Hotel Balairung, Jakarta. Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang Penguatan Jejaring Asdep Bisnis dan Pemerintah Kemenpar Hidayat mengatakan, perhelatan ini juga akan melibatkan delegasi international diantaranya adalah delegasi Turki, Jepang, Indonesia dan masih banyak negara lainnya.

”Untuk pelaksanaan yang diprakarsai oleh HTK dan ATHIN yang kedua ini akan lebih banyak lagi melibatkan pebisnis wisata halal dunia,” ujar Esthy yang juga diamini Chairman HTK Cheriatna. Lebih lanjut Esthy menambahkan, acara ini menjadi bagian perjuangan Kemenpar dan industri pariwisata untuk terus memajukan wisata halal yang saat ini disebut family friendly di Indonesia dan dunia sehingga makin mendunia.

Kata Esthy, peserta yang hadir di acara yang kedua ini adalah vendor dan reseller wisata halal dari Indonesia dan Luar Negeri seperti Malaysia, Thailand, Jepang, China, Korea, Australia dan Eropa, yang direncanakan akan hadir 300 peserta. Acara ini juga sekaligus perayaan hari ulang tahun yang pertama untuk forum HTK dan ATHIN.

”Transaksi wisata family friendly Indonesia dan dunia yang terus mengalami peningkatan disertai kemajuan digital marketing menjadi tantangan yang harus dihadapai semua palaku wisata ini, semoga ajang temu bisnis ini jadi momentum kemajuan pariwisata family friendly di Indonesia,” kata Esthy didampingi Hidayat.

Cheriatna menambahkan, dalam rangka memperkenalkan dan lebih mensosialisasikan konsep Wisata Family Friendly dan Travel Konsorsium ini maka panitia dan Kemenpar mengadakan acara ini. ”Poinnya adalah untuk mempererat jalinan silaturahim para vendor dan anggota, agar kerjasama antar sesama rekan-rekan vendor dan reseller HTK dan ATHIN dapat terbina seterusnya. Selain itu, kami juga ingin menjelaskan tentang konsep wisata halal secara lebih mendalam sehingga para vendor dan reseller lainnya semakin paham akan penerapan wisata halal,” kata Cheriatna.

Selain itu, imbuh Cheriatna, acara tersebut mampu menghasilkan terjalinnya kersama yang saling menguntungkan dan terjadinya peningkatan sales transaksi perusahaan peserta. ”Terutama dalam hal peserta mengetahui perkembangan dan kemajuan wisata halal dalam dunia digital marketing, menambah wawasan para peserta acara yang merupakan anggota forum Halal, travel konsorsium karena wisata halal memiliki banyak manfaat dan membawa keberkahan yang melimpah untuk pariwisata Indonesia,” katanya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Indonesia telah berhasil naik satu peringkat dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2017, dari posisi ke tiga dari posisi empat. Ke depannya ia meyakini Indonesia bisa melampaui Malaysia dan UEA yang kini di peringkat dua teratas.Tapi, kata Menpar, Indonesia masih punya pekerjaan rumah.

”Kekuatan yang jadi kelemahan kita adalah halal. Kita yakin halal tapi tidak mau sertifikasi, padahal itu daya tarik konsumen,” kata pria asal Banyuwangi itu.

Menurut Menpar, untuk benar-benar bisa meraih potongan besar pasar wisata halal, Indonesia harus benar-benar menyiapkan wisata halal. Panduan industri wisata halal dunia seperti GMTI bisa jadi acuan Indonesia untuk membenahi wisata halal. “Semua PR wisata halal Indonesia termasuk infrastruktur, kebersihan dan higienitas, harus bisa dikuantifikasi sehingga arah perbaikannya jelas,” ujar Arief.

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Family Friendly, Riyanto Sofyan menyebutkan, untuk menggaet pangsa pasar tersebut pihaknya telah menyiapkan empat pilar pengembangan wisata ini. Pilar pertama yakni terkait kebijakan dan regulasi. Berbicara kedua hal tersebut tentu sangat berkaitan dengam pemerintah pusat dan daerah.

Pilar kedua yaitu pemasaran. Menurut Riyanto,  destinasi wisata harus melihat kebutuhan pasar. Adapun pilar ketiga dan keempat terkait dengan pengembangan aneka atraksi dan akses transportasi.

“Hal itu bertujuan supaya wisatawan merasa nyaman dan sesuai dengan tujuan wisata family friendly,” tutur Riyanto.

“Peningkatan kapasitas untuk jaminan kontrol supaya wisman bisa kembali lagi. Kita harus cocokan atraksi yang sesuai dengan wisata halal,” tambahnya. (*)

Pengelolaan PI, Sehari Hasilkan Rp 1 Miliar

0

batampos.co.id – Ketua Komisi II DPRD Kepri, Iskandarsyah mengatakan keluarnya Surat Keputusan (SK) Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) adalah bentuk dukungan Pemerintah Pusat bagi Kepri untuk mengelola Participating Interest(PI) 10 persen di Blok Northwest Natuna. Sekarang ini Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kepri menunggu respon dari gubernur.

“Kondisi BUMD sekarang ini masih terbelit dengan utang. Penyebabnya bukan di manajemen yang sekarang ini, tetapi yang sebelumnya,” ujar Iskandarsyah, Selasa (30/5) di Tanjungpinang.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut menjelaskan, dimana-mana BUMD selalu memberikan kontribusi bagi Pemerintah Daerah (Pemda). Tetapi bertolak belakang dengan BUMD milik Pemerintah Provinsi Kepri. Sehingga Pemerintah Daerah (Pemda) melakukan pembinaan. Sehingga BUMD punya kekuatan untuk terus bergerak.

“Kita sangat apresiatif dengan manajemen BUMD sekarang ini. Meskipun terpuruk, tetap semangat untuk bekerja,” jelas Iskandarsyah.

Legislator dapil Karimun memaparkan, keluarnya persetujuan SKK Migas tidak lepas dari perjuangan BMUD Kepri. Tentu ini menjadi progres yang menjanjikan bagi Pemprov Kepri. Karena ada peluang untuk meningkatkan PAD dari sektor migas.

“Kita tahu, pembagian Dana Bagi Hasil (DBH) Migas cendrung menurun belakangan ini. Artinya dari pada kita berpangku tangan menunggu DBH tersebut, ada baiknya berkorban untuk mendapatkan yang lebih besar,” jelasnya lagi.

Mantan Wakil Ketua DPRD Kepri priode 2009-2014 itu mengakui, untuk terlibat langsung dalam pengelolaan Migas memang butuh sedikit berkorban. Menurutnya, BUMD membutuhkan penyertaan modal sebesar Rp 30 miliar.

“Kalau dipikirkan tentang modal 10 persen, APBD kita tidak cukup. Tetapi kabar baiknya ada suport dari Santos selaku pengelola Blok Northwest Natuna,” tutup Iskandarsyah.

Terpisah, Direktur BUMD PT. Pembangunan Kepri, Rudianto Ruben mengatakan perhitungan kotor yang didapat Pemda perhari adalah sekitar Rp 1 miliar. Pendapatan tersebut dibagi tiga, yakni Pemprov Kepri, Kabupaten Natuna dan Kabupaten Anambas.

“Blok Northwest Natuna akan berproduksi pada semester kedua 2018 nanti. Tentu sangat disayangkan kalau peluang yang sudah di depan mata dilewatkan,” ujar Rudianto Ruben. (jpg)

TP4D Tarik Pendampingan di Salah Satu Dinas

0
Efan Apturedi. F.Wijaya Satria/ Batam Pos.

batampos.co.id – Kepala Seksi Intelijen (Kasintel) Kejaksaan Negeri Lingga Efan Apturedi memastikan Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan, Pembangunan dan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Lingga memastikan mencabut pendampingan kepada salah satu dinas yang disinyalir bermain curang.

“Kami mengendus adanya perbuatan di luar koridor yang tidak mengedepankan komitmen dan intregritas sesuai undang-undang yang ada,” ujar Efan menjelaskan pencabutan pendampingan TP4D kepada salah satu Dinas di Pemkab Lingga ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (30/5) siang.

Selain itu, Efan juga meminta kepada seluruh Dinas yang ada agar melaporkan kepada Kajari Lingga Puji Triasmoro atau langsung kepadanya yang juga sebagai Ketua TP4D, jika ada oknum tertentu yang mengatasnamakan TP4D. Hal ini diperuntukkan mengantisipasi tindakan yang tidak diinginkan.

Selanjutnya Efan menjelaskan, TP4D Lingga saat ini hanya menjalin kerjasama dengan empat Dinas di Pemkab Lingga yakni Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan Perindustrian, Dinas Pasar dan satu lagi yakni pembangunan Bandara.

“Bagi empat dinas dan bandara yang masuk dalam pengawalan TP4D kami pastikan tidak ada indikasi bermain mata atau sebagainya,” ujar Efan.

Pria berambut lurus ini juga menginginkan agar LSM, Wartawan dan lapisan masyarakat lainnya untuk turut memantau proyek yang masuk dalam pendampingan TP4D. Dengan tujuan agar terciptanya pembangunan yang berkualitas dan sesuai aturan yang ada.

“Jika masyarakat mendapati pelanggaran atau apa saja yang tidak sesuai aturan silahkan lapor ke saya,” ujar Efan

Agar fungsi TP4D berjalan dengan proporsional, Efan memastikan akan mencabut pendampingan TP4D kepada dinas terkait jika ditemukan kesalahan besar atau tindakan korupsi. Selain itu, akan dilakukan tindakan hukum.

Namun Efan memastikan keberadaan TP4D untuk mengawal dan mengamankan pembangunan di Kabupaten Lingga agar dapat terlaksana dengan baik dan berkualitas sesuai dengan aturan yang berlaku. Dia juga mengatakan hingga saat ini belum ada laporan indikasi kesalahan.

“Yang pasti tugas TP4D ingin memastikan bahwa pekerjaan yang didampingi telah bekerja sesuai dengan aturan, TP4D bukan untuk mengatur proyek, untuk itu kami meminta ULP bekerjalah secara profesional, transparan, akuntabel dan independen, supaya pembangunan di Lingga ini berjalan dengan baik tanpa korupsi,” tutup Efan. (wsa)

Ngesti : Jaga dan Hormati Bulan Puasa

0

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Natuna mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar membatasi berbagai kegiatan yang dapat mengurangi kerukunan umat beragama di bulan puasa.

Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti mengatakan, imbauan masyarakat ini dikhususkan pada rumah makan agar membatasi kegiatan disiang hari. Agar tetap menjaga kerukunan umat beragama.

“Rumah makan harus dibatasi di bulan puasa. Kalau buka harus memahami aturan. Jangan terlalu pulgar,” ujar Ngesti, Selasa (30/5).

Tidak hanya itu, selama bulan Ramadan ini Pemerintah Daerah melarang beroperasinya tempat hiburan malam. Agar tidak mengurangi nuansa Ramadan, dan tentu dapat menjaga kerukunan umat beragama.

“Tempat hiburan malam, juga harus tutup selama bulan Ramadan ini. Kami harap, masyarakat saking menjaga dan menghormati kerukunan umat beragama,” harap Ngesti.

Camat Bunguran Timur Samara Juana mengatakan, pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran kepada perangkat kecamatan, kelurahan, RT dan RW agar rumah makan, kedai kopi dan sejenis dapat membatasi kegiatan disiang hari.

“Surat edaran imbauan ini sudah disebar melalalui kelurahan. Supaya diteruskan kepada RT, RW dan warga,” ujar Camat.

Sementara pantauan di lapangan, sejak memasuki puasa, tidak terlihat tempat hiburan malam masih beroperasi. Mereka lebih menutup usaha sebelum menerima edaran.(arn)

Kolak Pisang Pelepas Dahaga kala Berbuka

0

Kolak pisang merupakan menu takjil paling murah. Biasanya untuk satu porsi, hanya memerlukan biaya Rp 20 ribu.

Sejumlah kreasi juga seringkali dihidangkan dengan pelengkap lainnya seperti kolang-kaling atau ubi. Kolak pisang sangat tepat untuk menu berbuka puasa setelah minum air putih dan menyantap tiga buah kurma. Dengan begitu, energi akan kembali pulih.

Namun, tak semua kolak bisa memiliki cita rasa yang enak. Dari mulai jajanan kelas kaki lima, hingga ala chef hotel, tentu berbeda rasanya. Seperti resep yang ditawarkan Chef Hotel Aston Marina, Abubakar ini.

Abubakar mengungkapkan, rahasia mengapa setiap kolak pisang memiliki rasa yang berbeda. Rahasianya ada di santan dan pisang tanduk yang digunakan.

“Sebetulnya setiap kolak sama saja, yang membedakan itu di santan. Semakin kental santan, semakin enak. Dan pisang tanduk yang digunakan sebaiknya pilih yang tua, sehingga pisangnya manis,” kata Abubakar kepada JawaPos.com.

Bahan-bahan:

  • Pisang tanduk 1 buah atau 300 gram
  • Santan kelapa 150 ml
  • Gula Jawa 200 gram
  • Daun pandan satu helai
  • Air secukupnya
Kolak pisang ala Hotel Aston Marina (DERY RIDWANSYAH/JAWA POS)

Cara memasak :

Tuang air ke dalam panci kemudian masak sampai mendidih. Setelah itu masukkan pisang yang sudah dikupas dan dipotong-potong sesuai selera.

Lantas, tambahkan juga gula Jawa yang sudah dipotong-potong. Untuk lebih sedap dan wangi, tambahkan daun pandan. Tunggu sampai mendidih.

Kemudian masukkan santan. Akan lebih baik jika memasaknya dengan api kecil agar santan tidak pecah. Aduk dan kolak pisang siap disajikan. (cr1/JPG)

Ramadan, Pengrajin Songkok Banjir Pesanan

0
Syafran membuat songkok di Kios Gurindam Songkok Tanjungpinang, Rabu (24/5). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Bulan Ramadan menjadi bulan yang penuh berkah bagi siapapun tanpa terkecuali pelaku usaha kecil dan menengah seperti Syafran, 46, salah seorang pengerajin songkok atau peci di jalan Ahmad Yani Batu 5 Tanjungpinang.

Jumlah pesanan songkok buatannya yang diberi merek Gurindam Songkok ini permintaannya meningkat tidak seperti hari biasa. “Alhamdulillah banyak yang beli, apalagi jelang lebaran, tak lengkap rasanya hari raya pake baju kurung tapi tak pake songkok.” ujar Syafran, Selasa (30/5).

Gurindam Songkok milik Syafran juga menerima pesanan pembuatan songkok sesuai model, bentuk dan warna pilihan pemesan. “Pemesan tinggal sesuai selera mereka, saya akan membuatnya,” katanya.

Proses pembuatan songkok ini terbilang cukup rumit. Proses pertama adalah menjahit beberapa lembar kertas karton, lalu dibentuk lingkaran bulat telur. Setelah itu kertas karton yang berbentuk telur tersebut dijahit dengan dilapisi kain belundru.

Setelah dilapisi kain belundru, tinggal proses akhir atau finishing yaitu menjahit ujung bawah songkok dan merapikannya. “Ya begitulah pekerjaan dan aktivitas saya sehari-hari, ujar Syafran yang bisa membuat 10 hingga 20 songkok perhari.

Tidak hanya itu, selain banyak pesanan songkok, syafran juga menjajakan songkok buatannya dari rumah ke rumah dan juga dari kantor satu ke kantor yang lainnya di Tanjungpinang. “Kalau ada waktu luang, biasanya saya menjual songkok keliling Tanjungpinang,” ungkapnya.

Harga songkok yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari harga Rp50ribu, Rp75ribu hingga harga Rp120ribu tergantung bahan kain beludru dan tingkat kerumitan saat pembuatan songkok pesanan. “Harga sangat beragam, tergantung pemilihan bahan kain dan kerumitan saat membuatnya,” katanya.

Syafran menambahkan, tidak hanya songkok, dirinya juga membuat tanjak melayu dan baju kurung. “Kalau mau bikin tanjak, datang saja ke Gurindam Songkok,” katanya berpromosi. (odi)