Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 13555

Dua Anak Wako Khataman Alquran Bersama

0
Dhiya Shafa Abila dan Dhiya Rio Khanza Nabila sedang melantunkan ayat suci Alquraan di kediamannya, Jalan Hang Lekir, Kelurahan Batu 9, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Sabtu (11/3). F.Humas Pemko Tanjungpinang

batampos.co.id – Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah bersama istrinya, Yuniarni Pustoko Weni (Anggota DPRD Kepri) menggelar Khatam Alquran untuk kedua putrinya, Dhiya Shafa Abila dan Dhiya Rio Khanza Nabila di kediamannya, Jalan Hang Lekir, Kelurahan Batu 9, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Sabtu (11/3).

Pantauan di lapangan, ratusan rombongan pembawa arak-arakan mengikuti Lis dan Weni mendampingi kedua putrinya yang cantik jelita itu berjalan sejauh 100 meter menuju kediamannya. Setibanya di ruangan acara, Shafa dan Nabila langsung menjalani berbagai proses khataman. Dimulai dari marhaban, melantunkan ayat suci Alquran sampai melakukan tepuk tepung tawar.

Ritual adat istiadat Melayu itu dimulai oleh Lis dengan memercikkan air dengan daun sirih lalu menaburkan beras kuning kepada kedua putrinya tersebut. Kemudian ritual itu dilanjutkan oleh Weni, Neneknya, Raja Noi Kamariah, Wakil Walikota Tanjungpinang, Syahrul, Sekda Provinsi Kepri, Tengku Said Aris Fadillah, Sekda Pemko Tanjungpinang, Riono, Mantan Walikota Tanjungpinang, Suryatati Amanan, Mantan Wakil Walikota Tanjungpinang, Edward Mushalli, dan Ketua LAM Kepri, Abdul Razak.

Lis mengaku sangat senang dan bahagia bisa menyaksikan kedua buah hatinya itu khataman. Diharapkan putri-putrinya mampu menjadikan alquran sebagai pedoman hidupnya kelak menuju kebahagiaan baik didunia maupun akhirat.

“Anak saya sudah menginjak usia 17 tahun. Diusia mereka yang beranjak dewasa, saya ingin mengantarkannya untuk berpegang teguh dan berpedoman hidup dengan Alquran,” ujar Lis.

Lis berpesan kepada kedua anaknya, bahwa kehidupan bukan semata-mata mengurus duniawi saja. Akan tetapi ada kehidupan yang lebih abadi yaitu diakhirat. Jadi janganlah menilai sebuah posisi atau jabatan suatu kebahagian yang mutlak. Sebab itu semua hanyalah titipan sementara sedangkan yang kekal adalah ketakwaan kepada sang pencipta.

“Selaku orang tua saya ingin mereka (putrinya-red) hidup tanpa meninggalkan ibdah. Jadikanlah Alquran untuk menuju sebuah kebahagiaan yang mutlak,” sebutnya.

Perlu diingat juga, kata Lis kepada kedua putrinya, meskipun Shafa dan Nabila merupakan anaknya Walikota Tanjungpinang dan anggota DPRD Kepri. Diinginkannya dalam menjalani kehidupan harus tetap bersahaja. Kemudian harus murah senyum serta bersilahturahmi kepada siapapun.

Lis bersama Weni juga meminta maaf kepada seluruh tamu undangan yang hadir dalam acara bahagia ini. Apabila selama menjalankan amanah sebagai kepala daerah dan perwakilan masyarakat memiliki kesalahan ketika bertindak. Dimohonkan ampunannya serta doakanlah dirinya beserta keluarga agar selalu menjalankan amanah itu dengan penuh tanggungjawab.

“Jika ada kesalahan baik disengaja maupun tidak, kami sekeluarga mohon ampunan maaf. Semoga dihari bahagia ini bisa menjadikan rasa persaudaraan antar sesama semakin erat,” ungkapnya. (ary)

Masyarakat Masih Suka Buang Sampah Sembarangan

0
Petugas kebersihan membersihkan sampah di kawasan Coastal Area. Foto: Batampos.

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Karimun, terus melakukan upaya untuk menyadarkan masyarakat agar tidak sembarangan membuang sampah. Namun, kenyataannya saat ini masih banyak masyarakat yang belum sadar terhadap lingkungannya sendiri. Masih sering ditemui masyarakat membuang sampah sembarangan.

”Saya akui, masyarakat saat ini masing sangat rendah kesadarannya menjaga lingkungan. Buktinya, masih banyak membuang sampah sembarangan. Terutama di wilayah-wilayah tempat rekreasi, biasanya mereka membuang sampah di jalan,” kata Bupati Karimun Aunur Rafiq, beberapa waktu lalu.

Namun demikian, pihaknya terus berupaya melakukan sosialisasi mulai dari lingkungan sekolah, desa, kelurahan, kecamatan maupun ditempat-tempat strategis. Untuk menjaga pola kebersihan, setiap hari Sabtu di galakan gotong royong membersihkan lingkungan masing-masing.

”Komitmen saya, ingin menjadi Karimun Beriman Sehat Indah dan Harmonis (Karimun Bersih). Memang merubah mindset di tengah-tengah masyarakat sangat sulit, tapi tetap diusahakan terus,” tuturnya.

Sementara Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Kebersihan Rosmawati ketika dikonfirmasi mengatakan, bahwa pihaknya terus melakukan pembenahan dibeberapa titik objek wisata. Dan setiap hari, petugas kebersihan melakukan tugasnya menyapu jalan.

”Ada petugas kita sedang menyapu jalan, seenaknya saja masyarakat yang menggunakan mobil buang sampah dijalan,” ungkapnya.

Pantauan di lapangan, di Coastal Area setiap pagi para petugas kebersihan melakukan aktivitasnya membersihkan jalan dari sampah makanan maupun daun-daun yang berguguran. (tri)

Infak Rp1000, Mampu Renovasi Musala

0
Bupati Karimun Aunur Rafiq didampingi Kepala SMPN 2 Tebing Binaan R Hernayati ketika melihat musala yang sudah direnovasi dari pengumpulan infaq Rp1000. F. Tri Haryono/batampos.co.id.

batampos.co.id – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Tebing Binaan, terus melakukan inovasi untuk melengkapi fasilitas sekolah. Supaya memberikan kenyamanan bagi para pelajar maupun tenaga pendidik, dengan lahan sekitar enam hektare dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan ekstrakulikuler. Dan yang menjadi menarik, dengan infak Rp 1.000 mereka bisa merehab musala yang sederhana menjadi permanen dalam waktu sekitar satu tahun.

Berawal dari keluhan siswa, saat hujan mushala tersebut bocor atapnya. Kondisi tersebut menyebabkan siswa yang melaksanakan ibadah maupun aktivitas belajar agama Islam tidak nyaman. Dan setelah dilakukan rapat, maka diputuskan untuk menerapkan secara sukarela infak Rp 1.000 setiap hari. Yang diberlakukan, secara merata baik untuk para siswa maupun majelis guru.

Bahkan, dari orangtua muridpun sangat merespon terhadap infak Rp 1.000. Dari hasil infak Rp1000 yang sudah terkumpul, maka dimulailah renovasi musala yang diawali pembongkaran atap dengan diganti baja ringan dan atap. Dengan memberanikan diri, pihak sekolah menjamin kepada toko bangunan untuk mengambil bahan bangunan dengan dibayar secara angsuran setiap bulan.

”Alhamdulillah, dalam waktu tidak lama musala ini sudah selesai direnovasi yang awalnya 6×6 meter. Setelah dilakukan renovasi dengan menambah ruangan menjadi 6×9 meter. Dan baru lunas sekitar 6 bulan yang lalu pembayaran bahan bangunan ke toko bangunan,” ungkap Kepala SMPN 2 Tebing Binaan R Hernayati.

Namun, tidak sampai di sini saja, infak Rp 1.000 setiap hari terus berjalan, dengan ide baru dibikin program pembuatan tempat wudhu yang lebih baik dari sebelumnya. Dimana tempat wudhu yang biasanya antri cukup lama, sekarang sudah tidak begitu lagi dengan jumlah tempat wudhu mencapai 17 titik untuk putra dan putri.

Yang saat ini jumlah siswa di SMPN 2 Tebing Binaan mencapai 304, dengan 290 siswa yang beragama Islam terus melakukan infaq Rp1000 setiap harinya. Dan tidak terasa penerapan infak Rp 1.000 tersebut, saat ini sudah menghasilkan tempat ibadah yang cukup nyaman bagi warga di SMPN 2 Tebing Binaan.

”Saya tidak memaksa, hanya mengingatkan kepada semua pihak baik itu siswa maupun guru untuk berinfak Rp 1.000. Bangunan musala yang sudah jadi, bisa dinikmati untuk anak-anak kita yang belajar di sini kedepannya. Dan melalui infak Rp1.000 ini bisa mengajak keluarga, saudara untuk beramal,” ujarnya.

Sedangkan Bupati Karimun Aunur Rafiq ketika meninjau musala SMPN 2 Tebing Binaan yang diberi nama Al Hidayah sangat kagum, dengan berinfak Rp 1.000 bisa melakukan renovasi mushola menjadi lebih besar. Dengan berbagai fasilitas yang cukup lengkap.
”Bagus Bu Erna, ditambah kaligrafinya pas. Saya dukung, inovasi-inovasi baru di sekolah ini,” singkatnya. (tri)

Wujudkan Bintan Sehat, Mulai Tingkat Keluruhan Rutin Senam

0

batampos.co.id– Bupati Bintan Apri Sujadi, terus mendorong program hidup sehat demi menuju Bintan sehat. Salah satunya dengan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk rutin mengikuti kegiatan senam sehat.

“Dalam rangka menuju Bintan Sehat, kami ingin pelaksanaan senam sehat di tingkat kelurahan bisa rutin dilakukan setiap minggu. Kalau bisa kegiatan ini dijadikan agenda khusus untuk masyarakat, agar aktivitas olahraga dapat hidup sehat ini bisa menjadi kebiasaan yang dilakukan masyarakat,” jelas Apri, di dampingi Ketua PKK Bintan, Deby Apri Sujadi, saat mengikuti acara senam sehat dan donor darah di Kantor Kelurahan Teluk Lobam, Minggu (12/3) pagi.

Menurutnya selain mengutamakan pola hidup sehat, kegiatan tersebut juga mengajarkan kepada masyarakat untuk bisa memupuk rasa kebersamaan, serta menjaga selalu jalinan tali silaturahmi diantara sesama.

“Tentunya ini sangat penting, sebab nantinya apapun program kesejahteraan yang akan direncanakan di Kelurahan Teluk Lobam, ke depan jika masyarakat saling bekerja sama maka semua dapat berjalan sesuai dengan yang di inginkan,” ungkapnya.

Selain itu, politisi partai Demokrat ini menuturkan, pemkab Bintan juga akan fokus mendukung penuh terhadap perkembangan olahraga lainnya untuk mewujudkan Bintan sehat. Salah satunya dengan rencana penyediaan fasilitas pendukung olahraga, berupa pembangunan stadion dan gelanggang olahraga yang sudah dianggarkan di tahun 2017, yang akan dibangun di Kecamatan Seri Kuala Lobam.

“Semoga apa yang menjadi harapan masyarakat dan pemerintah daerah dalam mewujudkan Bintan sehat dapat terpenuhi secara maksimal,” harapannya. (cr20)

250 Petugas Kebersihan Masuk BPJS

0
Bupati Karimun menyerahkan kartu BPJS kepada perwakilan petugas kebersihan. Foto : Sandi/batampos.

batampos.co.id – Untuk memberikan jaminan terhadap nasib tenaga kerja, seperti petugas kebersihan, Pemerintah Kabupaten Karimun bekerja sama dengan Bank Mandiri mendaftarkan 250 petugas kebersihan ke dalam BPJS Tenaga Kerja yang pada Sabtu (11/3) resmi telah diserahkan kartunya kepada petugas kebersihan. .

Jumlah petugas kebersihan di seluruh wilayah kabupaten ada 322 orang. Hanya saja, yang bisa didaftarkan ke BPJS hanya 250 orang. Sedangkan, sisanya 72 orang lagi tidak bisa diikutkan dalam program ini. Hal ini disebabkan batas usia maksimal untuk bisa mengikuti BPJS tenaga kerja di bawah 55 tahun.

”Namun, tidak berarti 72 orang lagi kita biarkan begitu saja, yang tidak bisa didaftarkan ke BPJS akan didaftarkan ke jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat (JPKM) yang sumber dananya dari APBD,” ujar Bupati Karimun, Aunur Rafiq kepada Batam Pos.

Terealisasinya BPJS tenaga kerja untuk ratusan petugas kebersihan karena adanya kerja sama dari Bank Mandiri yang menanggung pembayaran iuran BPJS selama 6 bulan yang dananya berasal dari corporate social responsibility (CSR). Namun, Bupati berharap setelah 6 bulan dapat dilanjutkan kembali iurannya.

”Apa yang dilakukan Bank Mandiri merupakan salah satu langkah positif yang patut di tiru. Sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dibidang perbankan di Karimun ikut peduli dengan masyarakat yang ada ditempatnya, khususnya petugas kebersihan yang kita tahu setiap hari membersihkan jalanan. Setelah ini, saya berharap akan ada perusahaan lain yang ada di daerah kita melakukan hal yang sama,” ungkapnya.

Dikatakannya, diharapkan pembayaran iuran BPJS ini tidak hanya selama enam bulan. Meski demikian, pemerintah daerah tetap akan mengupayakan bagaimana caranya BPJS tenaga kerja untuk ratusan petugas kebersihan ini bisa dibayar iurannya sampai 12 bulan atau setahun. Artinya, setelah selesai 6 bulan sudah ada lagi dana yang digunakan untuk membayar iuran tersebut. (san)

Masuk Bulan Ketiga, Syibilia Masih Dirawat di Puskesmas

0
Anggota DPRD Karimun Komisi I Rohani saat menjenguk Syibilia bayi temuan di Puskesmas Tanjungbatu, kemarin.

batampos.co.id – Bayi yang diberi nama Syibilia oleh bidan ini, masih menjalani perawatan di Puskesmas Tanjungbatu. 17 Maret nanti usianya genap tiga bulan sejak ditemukan 17 Desember 2016 lalu. Ironisnya, sampai sekarang belum ada kejelasan siapa orangtua asuh bayi tersebut.

Kinerja Dinas Sosial yang dianggap bertele-tele, membuat Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Karimun Hj. Rohani mengaku kecewa. Sebab, sudah banyak yang ingin menjadi orang tua asuh bayi tersebut, namun hingga kini nasib bayi malang itu masih terkatung-katung di Puskesmas Tanjungbatu.

“Jujur saya kecewa dengan sikap Dinas Sosial Kabupaten Karimun yang terkesan bertele-tele menangani bayi temuan tersebut. Masalah seperti inikan memang menjadi tugas dan tanggungjawab Dinas sosial, kenapa sudah tiga bulan nggak tuntas. Siapapun nantinya orang tua asuh, yang terpenting bayi segera mendapatkan kasih sayang tidak terkurung di puskemas,” kata Rohani, Sabtu (12/3) lalu.

Seharusnya, lanjut Rohani, Dinas Sosial bertindak cepat mengurusi masalah bayi yang ditemukan pertengahan Desember 2016 lalu. Bayi yang ditemukan merupakan anak negara, sehingga menjadi tugas dan tanggungjawab Dinas Sosial.

“Kami meminta ketegasan Dinas Sosial segera mengurus masalah administrasi. Sebab kasihan melihat nasib bayi yang membutuhkan kasih sayang, dan biaya perawatan untuk tumbuh kembang bayi tersebut,” paparnya.

Syerly, Bidan Puskesmas Tanjungbatu yang merawat Syibilia mengaku kasihan melihat nasib bayi tersebut. Terlebih usianya terus bertambah, dan kebutuhan pun semakin besar.
“Kebutuhan bayi selama ini hanya mengharapkan belas kasihan dari masyarakat, dan sumbangan pegawai puskesmas. Bayi Syibilia membutuhkan susu, pakian bayi, dan perlengkapan mandi,” paparnya. (ims)

 

Meresahkan Warga, Pemkab Kurangi Anjing Liar

0

batampos.co.id – Pemkab Anambas membasmi anjing liar yang ada di sekitar kota Tarempa dan sekitarnya. Pembasmian anjing liar ini dikarenakan beberapa faktor, diantaranya karena sudah meresahkan warga.

Sejumlah anjing liar tersebut seringkali mengacak-acak sampah yang ada di dalam bak sampah. Kaki depan anjing liar itu naik di bak sampah sehingga tak jarang bak sampah yang sudah berisi penuh, sering kali tumpah dan berserakan di jalan.

Bukan hanya itu, sebagian anjing itu juga galak, tak jarang anjing liar itu mengejar anak-anak maupun orang dewasa. Meski bukan untuk dimangsa, namun hal itu cukup menakutkan dan membuat trauma anak-anak.

“Keberadaan anjing liar itu menghawatirkan, kemarin kita dengar anjing itu mengejar anak sekolah, memang belum sempat menggigit tapi itu sudah merupakan ancaman yang membahayakan,” ungkap Sekertaris Dinas Perikanan, Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Anambas Yusmadi kepada wartawan Minggu (12/3).

Dirinya sendiri tidak menargetkan berapa jumlah yang akan dimusnahkan namun paling tidak mengurangi keberadaan anjing liar itu. Apalagi saat ini sebentar lagi pemkab Anambas juga akan mengadakan acara Seleksi Tilawatil Quran, maka hal ini harus cepat dilakukan supaya kondisi di lapangan juga lebih nyaman.

“Kita tak menargetkan harus berapa ekor yang sudah mati tapi target kita mengurangi anjing liar yang berkeliaran, waktu kita untuk
membasmi anjing itu hingga Minggu (12/3) sebelum pelaknsanaan STK dimulai,” ungkapnya lagi.

Dirinya menambahkan, jika untuk pemusnahan ini hanya dikhususkan di Tarempa kecamatan Siantan dulu karena akan adanya acara STK, kemungkinan setelah acara selesai baru akan dilaksanakan pemusnahan di kecamatan lain. “Kita hanya fokus dulu di kecamatan Siantan, kecamatan lainnya nanti menyusul,” jelasnya.

Dewi, salah satu warga Tarempa mengakui jika anjing-anjing liar yang ada di Tarempa memang meresahkan karena seringkali berkeliaran di pemukiman warga. Dirinya juga membenarkan jika anjing liar itu sering mengacak-acak tempat sampah. “Anjing liar itu sering bongkar tempat sampah, meraka cari sisa-sisa nasi atau sisa ikan,” ungkapnya.

Bukan hanya itu, yang membuat menjengkelkan itu ketika anjing itu sering kencing dan buang air sembarangan disekitar rumahnya. “Kalau makan sisa makanan dan bongkar-bongkar tempat sampah masih lumayan, yang paling tak suka kalau berak sembarangan,” tukasnya. (sya)

Ini Empat Penyebab Gangguan Jiwa di Pinang

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tanjungpinang, Rustam mengatakan selama 2016 sampai 2017 tercatat sebanyak 200 warga Kota Tanjungpinang telah mengalami gangguan jiwa. Dari hasil penanganan tenaga medis, ditemukan ada empat faktor penyebab berkembangnya penyakit tersebut dikalangan masyarakat.

“Ada empat faktor yaitu karena gagal menjalankan bisnis, hubungan asmara, tidak harmonisnya hubungan keluarga, dan dampak dari penggunaan narkoba,” ujar Rustam, kemarin.

Dari total yang menderita gangguan jiwa, kata Rustam, sebesar 30 persen disebabkan gagal menjalankan bisnis. Kemudian 25 persen disebabkan dari dampaknya penggunaan narkoba dan 20 persen disebabkan hubungan asmara. Sedangkan yang diakibatkan tidak harmonisnya hubungan keluarga hanya menyumbang 15 persen.

Mereka semua, lanjut Rustam, masih dalam penanganan tenaga medis. Namun penanganan yang diberikan hanya dari rumah ke rumah saja. Sebab Provinsi Kepri belum memiliki Rumah Sakit Jiwa (RSJ).

“10 persennya lagi disumbangkan oleh faktor lainnya. Seperti utang piutang, pekerjaan, dan kekerasan. Kami sudah mengerahkan tenaga medis untuk menangani mereka,” bebernya.

Meskipun penanganannya hanya mengandalkan tenaga medis kerumah masing-masing pasien, sambung Rustam, hasilnya sangat membanggakan. Sebab sekitar 5 persen penderita gangguan jiwa dapat disembuhkan secara total. Bahkan mereka sudah bisa bersosialisasi dengan masyarakat umum.

“Sudah ada beberapa orang yang sembuh total. Bahkan mereka sudah kembali normal dan menjalankan aktivitas hidupnya seperti orang lain,” ungkapnya.

Diberitaakan sebelumnya, Dinkes Kota Tanjungpinang mencatat ada sekitar 200 lebih warga Tanjungpinang yang mengalami gangguan jiwa. Dari total itu, 90 persen kondisinya tidak terlalu parah atau hanya mengalami guncangan batin.

Penderita gangguan jiwa terpaksa ditangani tenaga medis dirumahnya masing-masing. Namun penanganan medis yang diberikan tetap secara intensif. Bahkan agar mereka bisa segera terobati, Dinkes menggandeng dr Saiful (dokter spesialis) yang menangani penyakit tersebut. Kemudian juga meminta bantuan ke Dinkes Pemprov Kepri untuk mengerahkan beberapa dokter spesialis lagi.

“Mereka semua sudah kami tangani dengan baik. Diharapkan dalam waktu dekat ini dokter spesialis dari Kepri bisa segera dikerahkan untuk tangani 200 penderita gangguan jiwa tersebut,” ujar Kepala Dinkes Tanjungpinang, Rustam ketika dikonfirmasi, Rabu (8/3). (ary)

Kenzie Tewas Tertabrak Mobil Mundur di Parkiran

0

batampos.co.id – Kenzie Vistara Nugroho Putra, 2, tewas secara tragis.

Bocah yang lagi lucu-lucunya itu meninggal setelah tertabrak mobilmilik Harsono, 39.

Balita asal Desa Kacangan, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk, itu terlepas dari pengawasan orangtua di areal parkir Kediri Town Square (Ketos) Minggu, (12/3).

Kenzie meninggal saat dirawat di RS Bhayangkara Kota Kediri.

Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, kecelakaan tersebut terjadi pukul 09.30 saat Ketos belum buka. Pagi itu Kenzie datang ke pusat perbelanjaan tersebut bersama orangtua dan kakaknya dengan mobil Isuzu Panther bernopol AG 1XX8 VM. Karena belum buka, ayah Kenzie memarkirkan mobilnya di depan Ketos menghadap ke selatan, tepatnya di depan pintu masuk.

Mobil itu terparkir di sebelah Toyota Fortuner bernopol AG X JS milik Harsono. Ya, Harsono pagi itu sudah darang terlebih dahulu.

“Karena Ketos belum buka, pengemudi Fortuner pun meninggalkan tempat parkir,” terang Anang, 31, petugas parkir Ketos.

Menurut Anang, Harsono langsung memacul mobil tersebut keluar dari barisan parkir, berbelok kiri ke menuju ke arah keluar. Nahasnya, di saat bersamaan, Kenzie keluar dari mobilnya dan berlari ke arah pintu masuk mal. Brakkkk… tubuh bocah imut itu tertabrak mobil Fortuner yang begitu besar.

Bahkan yang bikin miris, sebagian tubuhnya terlindas mobil tersebut.

Melihat peristiwa mengerikan itu, Anang langsung memberikan pertolongan.

“Langsung saya angkat ke mobil Fortuner untuk dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.

Sesampainya di UGD RS Bhayangkara, korban mendapatkan perawatan. Tapi nasib berkata lain. Sekitar 30 menit kemudian, Kenzie dinyatakan meninggal dunia.

Awalnya, kasus kecelakaan tersebut ditangani anggota Unit Laka Satlantas Polres Kediri Kota. Namun, karena TKP kecelakaan tidak terjadi di jalan raya, yaitu di areal parkiran Ketos, kasus itu akhirnya dilimpahkan ke Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Kediri Kota.

“Kasus ini tidak kami tangani, ditangani reskrim langsung,” terang Kanitlaka Lantas Polres Kediri Kota Iptu Arif Efendi.

Mendapatkan informasi tersebut, tim identifikasi dari Reskrim Polresta Kediri langsung datang ke areal parkir Ketos untuk melakukan olah TKP. Kendaraan Harsono juga telah diamankan di Mapolres Kediri Kota sebagai barang bukti. Hingga kemarin siang, Harsono menjalani pemeriksaan di ruang pidana umum (pidum) satreskrim.

Harsono terancam dijerat pasal 359 KUHP tentang kealpaan atau kelalaian yang mengakibatkan meninggalnya seseorang. “Kasus ini masih dalam penyelidikan kami,” tegas Anwar. (fiz/c24/end)

Kala Gigi Nyeri Tak Bisa Langsung Cabut Gigi

0
ilustrasi

batampos.co.id – Saat nyeri menyerang gigi, cabut gigi bukanlah solusi.

Guru Besar Tetap Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia Dewi Fatma Suniarti menjelaskan saat gigi terasa nyeri, jika ada infeksi dan harus dicabut, maka harus diobati terlebih dahulu.

Lalu infeksi harus diatasi terlebih dahulu, baru kemudian pasien diberi obat.

“Ya betul, kalau ada infeksi kita cabut maka obat tak akan bekerja, karena itu diagnosa harus tepat. Kalau diagnosanya indikasi cabut, tetapi infeksinya harus ditangani dulu karena obat anastesinya tak akan bekerja. Kedua, terjadi penyebaran infeksi lebih luas. Atasi dulu infeksi baru diberi obat,” kata Dewi, Minggu (12/3).

Dewi menegaskan tak semua sakit gigi disebabkan infeksi. Jika tak infeksi, maka tak perlu diberi obat. Lakukan saja tindakan lokal pada gigi.

“Tapi kalau sakit hanya karena ganjel makanan atau tambalan itu tak perlu dikasih obat, lakukan sesuatu di lokal pada mulut. Pembersihan karang gigi, tambalannya tingginya diperbaiki sendinya, atau hanya karena ada tajam karena gigi palsu,” jelas Dewi.

Saat ini dokter lebih sibuk memberi obat. Padahal semestinya tindakan lokal di rongga mulut harus diatasi dulu baru kemudian dilanjutkan dengan tindakan medis.

“Bengkak oke saya kasih obat, obat kumur, analgesik lalu antibiotik. Tetapi infeksi di dalamnya tak diatasi. Lokalnya mesti dibersihkan, kalau ada lubang dibersihkan dulu lubangnya. Baru dikasih obat kalau masih sakit,” ungkapnya. (cr1/JPG)