batampos.co.id – Ketua DPRD Batam Riky Indrakari menilai, banyaknya perusahaan yang tutup selama tahun 2016 tidak lepas dari tidak sinerginya hubungan antara Pemerintahan Kota (Pemko) Batam dan BP Batam.
“Terutama dalam perizinan, sehingga ketidaknyamanan investor menanam saham di Batam,” turur Riky, menanggapi penganguran dan tutupnya 67 perusahaan selama tahun 2016 di Batam, Kamis (22/12).
Ia mengaku sudah seharusnya Wali Kota Batam mengambil alih perizinan yang ada di Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM-PTSP). Baik yang ada di pemko dan BP Batam dilebur, dijadikan satu. Sehingga ketika investor datang ke Batam mengurus perizinan lebih mudah dan tidak lagi ribet.
“Hanya di Batam, BPM-PTSP nya dua. Berbicara penganguran berhubungan dengan lapangan pekerjaan. Bagaimana investor bisa masuk kalau BPM-PTSP dua, dan mempersulit investor berinvestasi,” tuturnya.
Riky mencontohkan, Ketika izin fatwa planologi, investor datang ke BP Batam. Sementara untuk Izin Mendirikan Bangunan (IMB) malah di Pemko Batam.
“Inikan mempersulit investor untuk berinvestasi, Harusnya kita sebagai kota industri memberikan kemudahan, termasuk juga perizinannya,” sebut Riky.
Minimal peleburan itu dimulai dari menyatukan seragam resepsionis di setiap BPM-PTSP. Walaupun bertahap, urusan dapur pemko dan BP Batam dilebur menjadi satu. Yang menjadikan lagi Batam menarik bagi investor.
“Ini yang terus kita dorong. Karena kalau masih seperti ini. Tak dipungkiri mereka (investor) memilih Vietnam, yang segala sesuatunya di beri kemudahan, agar investor masuk,” imbuhnya. (rng)
Ratusan warga antri yang akan membuat paspor dikantor Imigrasi Batam, Kamis (22/12). Meskipun kantor Imigrasi belum buka namun warga rela antri dari pagi untuk melakukan pendaftaran pembuatan paspor. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Ratusan warga yang hendak membuat paspor memadati kantor imigrasi kelas I Batam, Kamis (22/12).
Dalam beberapa hari terakhir permohonan pembuatan paspor membludak. Ini dikarenakan libur panjang, banyak warga yang berlibur ke luar negeri seperti Singapura dan Malaysia.
“Anak sekolah telah libur, lalu ada libur natal dan tahun baru. Makanya terjadi lonjakan untuk pergantian paspor baru, maupun pembuatan paspor baru,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Batam, Teguh Prayitno.
Teguh mengatakan padahal Imigrasi Batam sudah memiliki sistim paspor online. Sistim memberikan banyak kemudahan kepada masyarakat, baik dari segi waktu dan juga tenaga. “Masyarakat tidak perlu mengantri, karena sudah tau kapan jadwal wawancara atau ambil foto. Isi online, jadwal keluar. Datang sesuai jadwal,” ungkapnya.
Ia menyebutkan bahwa pihak imigrasi sudah mensosialisasikan dengan semaksimal mungkin, mengenai pembuatan paspor online ini. Tapi respon masyarakat masih minim.
“Namun kami tak akan bosan, untuk mensosialisasikannya. Bila ada masyarakat tak bisa buat secara online, ada petugas yang membantu,” tuturnya.
Ke depannya, Teguh mengungkapkan pihaknya akan menerapkan sistem E-Goverment. Sistim ini mengurangi intensitas pertemuan petugas dengan warga. Sehingga dapat meminimalisir terjadinya hal-hal yang tak diinginkan.
“Semuanya akan dilakukan secara online,” ucapnya.
Paspor online ini, menghindari masyarakat dari para calo yang masih mencari keuntungan disaat kesusahan warga.
“Saya minta jangan buat paspor dengan para calo,” ujarnya.
Pantauan Batam Pos dilapangan pada Kamis (22/12) pukul 07.00, sekitar seratus orang sudah mengantri di Imigrasi Kota Batam.
Hingga pukul 08.00, antrian ini tak jua bergerak. Beberapa warga yang curang, mencoba memotong antrian. Sehingga hal ini menimbulkan kericuhan.
“Woiii, ngantri dong. Kami dari pagi menunggu, jangan menerobos,” kata salah satu warga yang berada dua meter diantrian depan.
Tapi wanita paruh baya dengan menggunakan baju kaos kuning ini, tak mengindahkan teriakan tersebut. Dengan cepat ia menyelip masuk disela-sela para pengantri. wanita tersebut sudah menghilang dan memasuki loket imigrasi.
Beberapa warga yang sudah bosan menunggu, mencoba melakukan yang diperbuat ibu berbaju kuning itu. Satu persatu baik laki-laki maupun wanita, masuk tanpa harus mengantri.
Akibatnya hal ini menimbulkan kemarahan warga yang masih setia untuk mengantri.
“Budayakan antri lah, jangan macam tak beradat,” ungkap seorang laki-laki berkepala plontos.
Teriakan ini memicu kemarahan beberapa warga. Sehingga mereka mulai mendorong dan merangsek maju. Akibatnya pintu masuk ke loket menjadi rusak. Hal ini juga menyulut emosi petugas imigrasi. Seorang petugas keluar, dengan nada kesal meminta warga agar tak berdesak-desakan atau memaksa masuk.
“Sabar, jangan seperti ini. Kami harap antri,” ungkapnya.
Kericuhan ini mereda, setelah petugas tersebut bicara. Warga kembali diantrian, dan satu per satu masuk ke dalam loket.
“Warga yang syarat tak lengkap atau membawa dokumen seperti KTP, ijazah atau kartu keluarga yang asli segera keluar antrian. Sebab tidak akan kami layani,” ujar petugas.
Mendengar pemberitahuan ini, satu persatu warga keluar antrian dan berbalik ke arah gerbang imigrasi.
Salah satu pedagang di sekitar imigrasi mengatakan, keadaan ini sering terjadi.
Nyanyang Haris Pratamura foto: iman wachyudi / batampos
batampos.co.id – Tahun 2017 tinggal seminggu lagi. Tapi belum ada tanda-tanda APBD 2017 Batam bakal disahkan pada akhir tahun sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014. Pasalnya, banyak anggota dewan yang kunjungan keluar daerah.
Ketua Komisi I DPRD Batam, Nyanyang Haris Pratamura membenarkan bahwa ia bersama anggota Komisi I lainnya tengah melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Bandung.
“Iya, lagi ke Bandung kunjungan kerja,” ujar Nyanyang, singkat, Kamis (22/12).
Senada, Anggota Komisi II, Aman mengaku Komisi II juga melakukan kunjungan kerja ke Jakarta. Tujuannya adalah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), guna berkonsultasi mengenai struktur APBD sekaligus bagaimana menyusun APBD yang baik.
“Susunan APBD baik menyangkut kepentingan masyarakat dan sekaligus mempertanyakan sanksi-sanksi apa saja ke kemendagri bila pembahasan APBD terlambat,” kata Aman.
Namun demikian, Aman mengatakan, secara teknis belum diatur apa konsekuensinya. lantaran Peraturan Pemerintah (PP) yang merupakan turunan dari UU Nomor 23 tahun 2014 mengenai pembahasan APBD masih dilakukan pembahasan di kemendagri.
“Makanya kita konsul kesini. Sehingga kita di Batam tidak ragu nanti. Namun yang jelas, saya berharap lebih cepat dibahas tentu lebih baik,” ujarnya.
Di kemendagri, pihaknya juga berkonsultasi mengenai pokok-pokok pikiran DPRD melalui reses. Bagaimana reses bisa diakomodir di setiap kegiatan pemerintahan. Sehingga pemko tak ragu mengambil pokok-pokok DPRD ini menjadi sebuah program.
“Intinya kita ingin mendengar langsung dari kemendagri dan tak ingin ada sanksi. Serta yang paling penting bagaimana program bisa berjalan dan kepentingan masyarakat bisa direalisasikan,” ungkap politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu.
Terkait masalah kungker apa masih bisa atau tidak mengingat deadline pembahasan tinggal menunggu hari, Aman menilai bisa. Pasalnya, masih ada program beberapa komisi yang harusnya berangkat bulan lalu, tetapi diundur di bulan berikutnya.
“Hari ini, Kamis (22/12) DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) pemko tengah rapat menyatukan persepsi beberapa hal dulu. Makanya besok, Jumat (23/12) pagi-pagi kita sudah kembali ke Batam karena akan ada paripurna,” ucapnya. (rng)
Mantan Wali Kota Batam dua periode Ahmad Dahlan saat menjadi saksi padapersidangan kasus dugaan korupsi dana Bansos Batam 2011-2012 untuk PS Batam di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Kamis (22/12/2016). Foto: yusnadi/batampos
batampos.co.id – Mantan Wali Kota Batam Ahmad Dahlan yang menjadi saksi dalam sidang kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) ke Persatuan Sepakbola (PS) Batam mengatakan penyaluran dana hibah dilakukan oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam hal ini Sekda Agussahiman.
Dirinya mengaku tidak memahami secara persis teknis dan penyalurannya karena dilaksanakan langsung oleh Sekda bersama SKPD terkait sesuai dengan tupoksinya.
”Saya berikan disposisi kepada KPA. Semua mekanisme saya delegasikan ke Sekda. Saya hanya tandatangan saja,” ujar Dahlan.
Dahlan menegaskan, terkait Peraturan Perwako yang mengatur penyaluran dana hibah. Jika penerima hibah adalah lembaga, harus merupakan lembaga yang berbadan hukum. Saat itu ia tidak mengetahui secara persis apakah PS Batam berbadan hukum atau tidak.
“Saya tidak mengetahui satu persatu lembaga yang menerima dana hibah, karena laporan yang datang kepada saya adalah laporan secara keseluruhan, atas penyaluran dana hibah tahun 2011 sebesar Rp 66 miliar. Saat itu penerima bansos sangat banyak, termasuk perorangan juga dan bukan hanya lembaga-lembaga saja,”kata Dahlan.
Selain itu, sambung Dahlan, dirinya juga tidak mengetahui terkait laporan pertanggungjawaban PS Batam yang tidak pernah ada atas penggunaan dana hibah tersebut. (ias)
Kapolda Kepri Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian memberi keterangan pers terkait kasus yang menjerat Maaruf (baju putih kanan). foto: cecep mulyana / batampos
batampos.co.id – Ketua Kadin Kepri Akhmad Maaruf Maulana, terancam hukuman enam tahun penjara.
Sebabnya ialah sebuah meme yang dipostingnya di grup WhatsApp beberapa waktu lalu. Maaruf memposting meme yang berkaitan dengan penanganan kasus terorisme oleh pihak kepolisian.
“Sedari pagi (22/12), kami sudah melakukan pemeriksaan kepada yang bersangkutan,” kata Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian, kemarin.
Sam mengatakan pihaknya menggunakan tiga pasal pada Maaruf Maulana, karena dinilai menyepelekan dan melecehkan tugas pihak kepolisian.
“Kami gunakan UU ITE pasal 45 ayat 3 nomor 19 tahun 2016 atas perubahan undang-undang nomor 11 tahun 2008. Bersangkutan dijerat pasal 27, pasal 45 dan pasal 207, dengan ancaman enam tahun penjara,” ungkap Sam.
Sam sangat menyayangkan perbuatan Maaruf, karena dinilai sebagai tokoh masyarakat yang harusnya menjadi panutan, malah melakukan perbuatan yang tak terpuji.
Mantan Wakakorlantas itu menyatakan akibat postingan tersebut, banyak pihak yang terluka hatinya.
“Dan sangat tak menghargai kinerja dan jerih payah pihak kepolisian dalam mengamankan NKRI,” ungkapnya.
Maaruf Maulana yang baru saja keluar dari ruang pemeriksaan Ditreskrimsus, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jajaran kepolisian. Ia menyesal telah memposting meme tersebut.
“Saya khilaf, saya mohon beribu-ribu maaf terhadap korp kepolisian,” ujarnya.
Maaruf mengatakan tak bermaksud untuk melukai dan tak menghargai kerja pihak kepolisian. Ia mengatakan sangat mendukung penindakan, penegakan hukum dalam pemberantasan terorisme di Indonesia.
“Saya bangga dengan kinerja kepolisian,” ucapnya.
Kasus Maaruf ini bermula pada Selasa (13/12) lalu. Dimana Maaruf menulis pernyataan “kalau pengalihan isu pake bom panci masih gagal”.
Pada bagian bawah tulisan ini, ada postingan foto yang bertuliskan “coba alihkan isu dengan bom termos”.
Foto bom termos ini digambarkan seorang laki-laki yang memikul sebuah termos dan beberapa alat berupa remote layaknya bom menempel pada dada lelaki itu.
Foto ini diposting, diduga polisi berkaitan dengan bom panci yang terjadi di Bekasi pada Sabtu (10/12) lalu. (ska)
batampos.co.id – Mantan Walikota Batam, Ahmad Dahlan dan mantan Sekretaris Pemko Batam, Agussahiman, kembali menjadi saksi di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Kamis (22/12/2016).
Mereka berdua menjadi saksi untuk tiga terdakwa perkara korupsi dana Bansos Batam sebesar Rp 66 miliar tahun 2011-2012 atas pengucuran dana hibah ke Persatuan Sepakbola (PS) Batam senilai Rp 715 juta.
Agussahiman dan Dahlan bersaksi untuk tiga orang terdakwa, masing – masing Aris Hardy Halim selaku Ketua Umum PS Batam, Manager PS Batam Rustam Sinaga, serta Kabag Keuangan Sekretariat Daerah Kota Batam Khairullah.
Dalam keterangannya, Agussahiman, yang juga sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) atas dana Bansos tahun 2011, menyampaikan tugas pokok dan tanggung jawabnya melakukan pengawasan atas mekanisme pencairan anggaran kepada penerima dana Bansos berdasarkan peraturan Walikota.
Untuk PS Batam pihaknya mencairkan sebesar Rp 715 juta dengan tiga tahap. Pencairan pertama dilakukan pada bulan Maret, kedua bulan Juni dan pencairan ketiga pada bulan Desember tahun 2011.
“Sampai sekrang dari tiga item pencairan dana hibah tersebut, tidak ada Laporan Pertanggungjawabannya (LPJ) kepada kami,” ujar Agussahiman.
Dikatakan Agussahiman, PS Batam menerima aliran dana Bansos tanpa ada Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). Tidak hanya itu, PS Batam juga bukan merupakan lembaga berbadan hukum yang tidak sesuai dengan peraturan walikota terkait penerima dana bansos.
“PS Batam bukan lembaga berbadan hukum. Yang berhak mendapatkan dana hibah adalah lembaga yang berbadan hukum. Selain, tidak memiliki LPJ juga tak ada naskah yang saya sebutkan tadi,” kata Agussahiman.
Meski demikian, terang Agussahimman, pencarian dana bansos tersebut tetap dicairkan secara keseluruhan karena mendapat desakan dari berbagai organisasi kemasyarakatan dan anggota dewan saat itu, karena pencairan saat itu sempat terlambat.
Namun, menurutnya pencairan yang dilakukan pihaknya sudah sesuai dengan mekanisme dan prosedur dan peraturan Walikota. (ias)
Enam siswa SMA Taruna Nusantara di Magelang bersama Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian di Mapolda Kepri pada Rabu (21/12) lalu. Foto: Humas Polda Kepri untuk Batam Pos
batampos.co.id – Enam siswa-siswi SMA Nusantara, secara khusus mendatangi Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian, untuk mengetahui penerapan kepemimpinan. Pemilihan Kapolda Kepri yang baru naik pangkat ini, karena dinilai sosok yang sangat dikenal luas masyarakat.
Kedatangan Ryan Dilla Maynasha, Fabiola VT, Trecy Clarissa Gea, Ribka Risma Silalahi, Muhammad Abiel Dewa Pratama, dan Dimas Aditya Zulkaranain, disambut dengan tangan terbuka oleh Kapolda Kepri.
“Mereka ada calon pemimpin terbaik bangsa nantinya,” kata Irjen Pol Sam Budigusdian pada koran Batam Pos, Kamis (22/12).
Ia mengatakan sangat senang sekali, dengan kedatangan ke enam siswa SMA Taruna Nusantara. Dalam pertemuan itu, Sam menyebutkan dirinya mengajarkan kepemimpinan yang baik dan penerapannya dilapangan. “Semuanya hebat-hebat, saya bangga,” ungkapnya.
Sementara itu salah satu siswa yang mengunjungi Kapolda Kepri yakni Muhammad Abiel Dewa Pratama, sangat antusias bertemu dengan sosok yang telah memimpin korps Kepri selama satu tahun lebih ini.
“Tadi kami wawancara tentang pengalamannya, riwayat hidup sampai suka duka pak Kapolda sebagai seorang pemimpin. Kami juga meminta nasehat dari beliau,” ujar remaja yang akrab disapa Abiel itu.
Abiel dan kelima temannya, begitu terkesan dengan cara Sam memimpin Polda Kepri selama ini. Menurut mereka sosok Sam Budigusdian bisa menjalankan manajemen di tubuh kepolisian secara kekeluargaan. Namun di sisi lain penuh ketegasan serta disiplin.
“Itukan sulit, di satu sisi harus kekeluargaan, ramah kepada anggota. Tapi juga harus tegas,” ucap Abiel.
Ia mengatakan, kesempatan melakukan wawancara formal dengan Kapolda, merupakan peristiwa yang paling berkesan baginya.
“Biasanya kami wawancara itu nggak formal. Tapi hari ini kami melakukan wawancara formal. Agak susah, karena kami harus bisa menjaga sikap. Ini tantangan dan jadi pengalaman baru untuk kami,” tuturnya.
Pada saat kunjungan ini, ke enam siswa ini berkesempatan berkunjung langsung ke rumah dinas Kapolda. Tak hanya itu saja, mereka juga diajak berkeliling melihat fasilitas yang ada di Mapolda Kepri. (ska)
Manajemen Allium Batam Hotel berbagi paket sembako ke sejumlah ibu-ibu yang jadi pejuang kebersihan, keamanan, dan pekerjaan lainnya untuk para keluarganya di kawasan Allium di Nagoya dan sekitarnya, tepat di Hari Ibu 22 Desember 2016. Foto: dok. Allium Batam Hotel
batampos.co.id – Memperingati Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember 2016, Allium Batam Hotel menggelar aksi berbagi bersama para Ibu.
Aksi ini merupakan bentuk kepedulian Allium Batam Hotel kepada Ibu–Ibu yang telah bekerja keras untuk keluarganya.
Aksi berbagi ini dilaksanakan di area Nagoya, Jodoh, dan sekitar Allium Batam Hotel.
Tim Allium Batam Hotel memberikan 25 set sembako yang berisi minyak, sarden, gula, dan bahan kebutuhan pokok lainnya kepada Ibu–Ibu pekerja jalanan yang sehari–harinya telah berjuang untuk keluarganya.
“Mulai dari penjual koran, petugas kebersihan, petugas keamanan, dan pekerja lainnya,” ujar Citra Puspita,
Assistant Public Relations Manager Allium Batam Hotel melalui siaran persnya.
Rencananya, momen berbagi di Hari Ibu ini akan menjadi agenda tahunan bagi Allium Batam Hotel. Harapannya, agar semain banyak para Ibu di Batam khususnya area Nagoya dan sekitarnya yang terbantu.
Aksi spesial seperti ini sudah sepatutnya diadakan untuk memperingati perjuangan para Ibu hebat di Indonesia,”ujar Citra.
Sekadar informasi, Allium Batam Hotel, adalah bagian dari Samali Hotels & Resorts Upscale Collection, yang memadukan sambutan hangat dan layanan penuh perhatian, serta menawarkan pilihan untuk perjalanan bisnis maupun liburan yang layak dan sepadan.
Allium Batam Hotel terletak di salah satu bagian pusat kota, Nagoya, dan hanya beberapa langkah dari kawasan bisnis dan pusat perbelanjaan Batam.
Allium Batam menawarkan 211 kamar dengan fasilitas Wifi gratis, ruang meeting, Paris-Lyon Café and lounge, pusat kebugaran dan kolam renang outdoor, dan lainnya. (nur)
Suasana penjemputan Gigih yang disebut-sebut terkait jaringan terorisme di Perumahan Mediterania Batam Centre, Jumat (5/8/2016). Foto: istimewa/grup WA
batampos.co.id – Gigih Rahmat Dewa yang ditangkap Densus 88 pada awal Agustus lalu, saat ini, masih menjalani proses hukum di Jakarta.
Menurut kakak kandung Gigih, Intan, saat ini berkas adiknya itu sudah lengkap atau P-21. Namun dia tidak tahu, kapan berkas Gigih akan dilimpahkan ke kejaksaan.
Intan mengaku sering mengunjungi adiknya itu di tahanan Densus 88 Mabes Polri. Kepada dia, Gigih tetap membantah terlibat jaringan teroris.
“Keukeuh dia membantah,” kata Intan, kemarin (22/12) kepada koran Batam Pos.
Ditanya soal hubungan Abisya dengan Gigih, Intan mengaku tidak tahu. Sebab adiknya itu sama sekali tak pernah cerita soal Abisya.
“Gigih punya banyak teman, tapi gak pernah (cerita). Coba nanti saya tanyakan ke Gigih,” katanya.
Abisya sendiri kini dibawa ke Jakarta bersamaan dengan tiga terduga teroris lainnya yang ditangkap di Sumatera Utara dan Sumatera Barat di hari yang sama, Rabu (21/12) lalu. Mereka disebut-sebut masuk jaringan teroris kelompok Bahrun Naim dan Katibah Gonggong Rebus (KGR) pimpinan Gigih. (eja/ska/cr17)
Wisman dari berbagai negara berdatangan ke Batam untuk liburan akhir pekan melalui Pelbuhan Fery Internasional Sekupang, Batam. Foto: cecep mulyana/batampos
batampos.co.id – Jajaran kepolisian memperketat pengamanan di seluruh bandara dan pelabuhan di Kepri menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Bandara dan pelabuhan menjadi titik sentral keluar masuk masyarakat dari satu tempat di Kepri.
“Jalur-jalur itu membutuhkan perhatian lebih,” kata Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian, Kamis (22/12).
Sam mengatakan, pihaknya menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat selama mudik Natal dan merayakan Tahun Baru. “Saya ingin menciptakan keadaan yang kondusif bagi masyarakat Kepri, agar bisa bernatalan dan Tahun Baru dengan tenang,” ungkapnya.
Mengenai SOP yang akan diterapkan, disebut Sam lebih sempurna dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pihak kepolisian bersinergi dengan instansi lainnya. “TNI, imigrasi, Bea Cukai, tentu dari BP Batam dengan Avsec-nya,” ujar Sam.
Untuk bandara maupun pelabuhan internasional, Sam mengatakan pihak-pihak terkait akan memberlakukan sistem seperti di Singapura. Dimana warga negara asing yang masuk ke Indonesia melalui Batam, akan melalui serangkaian pemeriksaan dan pengawasan yang ketat.
“SOP masuknya WNA akan lebih ketat,” ucapnya.
General Manager Umum Bandara Hang Nadim Batam, Suwarso menyebutkan jumlah penumpang sudah mulai melonjak sejak Minggu (18/12) lalu.
“Diperkirakan jumlah penumpang akan terus naik drastis. Kami prediksi naiknya diantara 18-21 persen hingga setelah tahun baru nanti,” ucapnya.
Di Jakarta, Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga memberi jaminan keamanan bagi masyarakat merayakan Natal dan Tahun Baru. Dia meminta masyarakat tidak khawatir dan merayakan Natal secara normal. Dia menjamin perayaan Natal dan Tahun Baru bakal berlangsung aman dengan pengawasan penuh dari aparat.
Dia menjelaskan, target tradisional terorisme di Indonesia adalah Jakarta dan Bali. Dua kawasan itu mendapat perhatian utama, selain kawasan lain yang belum lama ini mulai muncul potensi teror. Seperti Jawa Tengah, NTB, termasuk juga Batam. Sejauh ini, belum ada kelompok lain yang muncul dari hasil pemeriksaan para tersangka.
Mengenai pengamanan tempat ibadah selama Natal, Tito memastikan tidak hanya melibatkan jajarannya.
’’Kami akan libatkan pihak lain, seperti Banser, Pemuda Gereja, dan lainnya,’’ tambah Tito.
’’Masyarakat silakan berlibur dengan tenang, biarkan kami yang menjamin keamanan,’’ katanya. (eja/ska/cr17)