Rabu, 11 Maret 2026
Beranda blog Halaman 13857

Ini Isi Pesan Ibu Korban Pembunuhan Geng Motor

0
Ilustrasi. Foto: pixabay
Ilustrasi. Foto: pixabay

batampos.co.id – Keluarga besar Laode Agus Tamin, 26 korban penikaman dari kelompok geng motor di depan ruko Tunas Regency, Sagulung, Selasa (28/6) lalu, berharap agar polisi segera menangkap para pelaku penikaman Laode. Kelurga tak terima jika kematian Laode sia-sia dan para pelaku tetap bebas berkeliaran di luar.

baca juga : Mabuk-mabukan, Geng Motor Tikam Pekerja Kapal

Ditemui di rumah duka di keveling Bahagia, Kaveling Lama, Sagulung, keluarga besar Laode tampak cemas. Mereka semua terus menanti kabar baik dari kepolisian.

Laode Jasmin dan Laode Ardiamin dua kakak korban bersama Harifah ibu mereka tampak murung dalam suasana duka yang mendalam. Mata Harifah masih tampak bengkak. Awak media yang menanyakan kelanjutan kasus kematian sang anak, hanya dibalas dengan deraian air mata. “Iya nak, belum ada kabar lagi dari polisi,” kata Harifah kepada awak media.

Dengan tatapan mata yang dalam, Harifah hanya bisa mengutarakan keinginanya agar pelaku pembunuh putra bungsunya itu segera ditangkap dan diadili seadil-adilnya oleh aparat penegak hukum. “Itu aja harapan ibu,” kata dalam tangisan.

Hal senada juga keluar dari mulut Laode Jasmin dan Laode Ardiamin dua kakak korban. Mereka menyerahkan sepenuhnya kasus pembunuhan sang adik ke pihak kepolisian.”Kami percaya pada polisi untuk ungkap kasus ini secepatnya,” kata Laode Jasmin.

Dijelaskan Jasmin, kematian adik bungsungnya memang sudah dikhlaskan pihak keluarga dan jenazah sang adik sudah dimakamkan di pemakaman umum Seitamiang, namun keluarga tetap berharap agar polisi secepatnya menangkap para pelaku pembunuhan adiknya.”Siapapun mereka (pelaku) harus ditangkap, agar adik kami tak meninggal sia-sia,” tuturnya.

Kapolsek Sagulung AKP Chrisman Panjaitan mengaku masih terus memburu para pelaku. Dia tetap berharap agar keluarga korban bersabar sebab sampai saat ini anggotanya masih terus bekerja untuk melacak dan memburu para pelaku.

Sebelumnya, Laode Agus Tamin bersama empat rekan sebayanya yang sedang lari pagi di depan ruko Tunas Regency mendadak ditariakin kata-kata kotor oleh enam orang pria yang berboncengan dengan dua sepeda motor. Tariakan kata-kata kotor itu dibalas oleh kelompok Laode Agus, sehingga terjadilah keributan yang berujung pada aksi pengeroyokan. Perkelahian yang tak seimbang itu membuat Laode tumbang bersimbah darah karena dua tikaman senjata tajam di lambung dan punggungnya. Laode Agus sempat dilarikan ke RSUD Embung Fatimah, namun nyawanya tak tertolong lagi. (eja)

Perkara Korupsi Alkes RSUD Embung Fatimah Miliki Tersangka Baru

0
Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Batam, Muhammad Iqbal,  menunjukkan dokumen pengadaan alkes sebagai barang bukti. foto:eggy idriansyah
Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Batam, Muhammad Iqbal, menunjukkan dokumen pengadaan alkes sebagai barang bukti. foto:eggy idriansyah

batampos.co.id – Proses pengembangan perkara korupsi alat kesehatana (Alkes) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah yang dilakukan tim pidana khusus (Pidsus) Kejari Batam, mulai mengarah pada penetapan tersangka baru, selain dua tersangka yang telah ditetapkan sebelumnya.

Kepala seksi pidana khusus (Kasi Pidsus) Kejari Batam, Muhammad Iqbal mengatakan, pihaknya masih mendalami perkara dengan membidik pihak-pihak lain yang terlibat dalam korupsi tahun 2014 dengan merugikan uang negara itu.

“Jika alat bukti cukup, kami tak ragu menetapkan tersangka baru. Doakan usai lebaran ini sudah ditetapkan,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, titik terang perkara akan semakin terungkap di fakta persidangan. Jaksa yang menangani perkara, siap membongkar tuntas bagaimana modus yang dilakukan para tersangka, begitu juga dengan siapa-siapa yang terlibat.

“Perkara korupsi ini pasti akan terus ditindak lanjuti. Bagaimana pengembangan berikutnya, pasti akan diberitahu kembali,” pungkas Iqbal. (cr15)

Akhirnya Dua Sejoli Penyabu Ini Menikmati 5 Tahun Hidup di Hotel Prodeo

0
Kasus ini telah dilaporkan ke polisi dan pelaku bakal di penjara. Foto: ilustrasi pixabay
Kasus ini telah dilaporkan ke polisi dan pelaku bakal di penjara. Foto: ilustrasi pixabay

batampos.co.id – Terdakwa Ramli bin Kasuan (WN Malaysia) dan pacarnya, terdakwa Dewi Astuti, harus menikmati perjalanan hidup yang cukup panjang dalam sel tahanan. Keduanya, terlibat dalam perkara narkotika jenis sabu seberat 0,87 gram.

Berniat untuk bersenang-senang dengan sang pacar, terdakwa Ramli yang datang dari Malaysia melalui Tanjungbalai Karimun memesan sabu kepada Adi (DPO). Sabu itu untuk dipakainya bersama kekasih yang berdomisili di Batam.

Setelah mengantongi barang yang diminta, terdakwa Ramli menuju Batam untuk bertemu terdakwa Dewi. Mereka melakukan check in di hotel Batam Star kamar 406, Desember tahun lalu. Disana, keduanya menikmati sabu yang telah dimiliki terdakwa Ramli dari Adi (DPO) itu.

Tidak lama berselang, Polda Kepri saat itu tengah melakukan program Razia Cipta Kondisi, termasuk memeriksa hotel Batam Star tersebut. Tanpa disangka, kedua terdakwa tertangkap basah usai memakai sabu dengan ditemukannya botol yang dibuat seperti bong, alat penghisap sabu.

Hingga pengembangan perkara, kedua terdakwa menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Batam, dan divonis majelis hakim yang dipimpin hakim Syahrial, Kamis (30/6). Kedua terdakwa yang dituntut 7 tahun oleh JPU Imanuel Tarigan, justru mendapat keringanan dari majelis hakim.

“Sesuai perbuatan terdakwa dan pertimbangan majelis hakim, masing-masing terdakwa dijatuhkan hukuman pidana penjara selama 5 tahun dan denda Rp 1 miliar. Jika denda tidak bisa dibayarkan, dapat diganti dengan kurungan selama 6 bulan,” ucap hakim Syahrial membaca putusannya.

Dari putusan itu, baik kedua terdakwa dan JPU, menerimanya. Tanpa raut penyesalan, kedua terdakwa sepertinya sudah menikmati kehidupan dalam penjara. (cr15)

Petugas Kebersihan Tak Bekerja, Sampah Berserakan

0
Warga melintas di depan tumpukan sampah dekat Ruko GMP Tanjungpiayu, Seibeduk, Minggu (8/5). Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Warga melintas di depan tumpukan sampah dekat Ruko GMP Tanjungpiayu, Seibeduk. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Satu hari petugas kebersihan tidak bekerja mengangkut sampah, karena melakukan aksi unjukrasa di Kantor Wali Kota, Kamis (30/6). Akibatnya sampah bertumpuk disejumlah Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di wilayah Sagulung dan Batuaji.

Dari pantauan dilapangan tumpukan sampah yang tidak diangkut terlihat terjadi di TPS Fanindo, TPS Simpang Base Camp, dan TPS Simpang Nato.

Jenis sampah tersebut berupa plastik, kain, kayu, dan sampah rumah tangga yang lainnya. Selain mengganggu kenyamanan pengguna jalan, sampah itu juga ada yang berbau busuk.

“Biasanya pagi-pagi petugas kebersihan sudah mulai bekerja, tapi pagi ini tidak terlihat,” ujar Maryana seorang pemulung di TPS Fanindi Batuaji, Kamis (30/6).

Maryana mengatakan kalau sampah di lokasi tersebut sangat cepat menumpuk, apa lagi dalam bulan suci Ramadan ini biasanta volume sampah rumah tangga lebih banyak dibandingkan hari-hari biasanya.
“Satu hari saja sudah berserakan,” ucap Maryana.

Sementara itu, Sebelumnya, Kabid Kebersihan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Batam Yudi Admaji mengatakan memang saat ini petugas tidak ada yang bekerja sedang melakukan aksi unjuk rasa di kantor Pemerintah Kota Batam, mereka menuntut pembayaran THR. “Semuanya mendatangi kantor walikota,” kata Yudi.

Yudi mengaku tidak bisa memastikan kapan anggotanya turun dan bekerja dilapangan, hingga pukul 12.00 WIB petugas kebersihan masih melakukan aksi protes di Kantor Wali Kota. “Semuanya masih di Kantor Wali Kota,” tutur Yudi singkat. (cr14)

Kecelakaan Mudik Tiap Tahun Meningkat, Ayo Tingkatkan Kewaspadaan!

0

mudikbatampos.co.id – Angka kecelakaan lalu lintas selama libur Lebaran memang terbilang tinggi. Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Kepulauan Riau mencatat, selama 16 hari pra- dan pasca-Lebaran, terjadi 19 kecelakaan di tahun 2014. Dari 19 kecelakaan tersebut, 14 orang meninggal dunia, 11 orang luka berat, dan 27 lainnya luka ringan.

Angka itu meningkat di tahun 2015. Dalam jangka waktu yang sama, terjadi 38 kecelakaan. Dari kecelakaan-kecelakaan itu, 19 orang meninggal dunia, 22 orang luka berat, dan 20 orang luka ringan.

Mengantisipasi meningkatnya angka kecelakaan di tahun ini, Polda Kepri akan menurunkan 435 anggota dalam operasi bertajuk Ramadania Seligi 2016. Polda Kepri mendirikan 22 pos pengamanan di titik-titik rawan kecelakaan di seluruh wilayah Kepri. Di Batam ada lima titik.

“Wilayah Barelang salah satunya. Kegiatan kami ini akan berjalan selama 16 hari mulai 30 Juni hingga 15 Juli,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Kepri melalui Kepala Sub-Direktorat Penegakan Hukum Polda Kepri, AKBP Eko Kurniawan. (ceu)

Pemudik, Simak Ini; Korban Laka Lantas Ditanggung Jasa Raharja dan BPJS

0

mudikbatampos.co.id – Biaya perawatan korban kecelakaan lalu lintas, baik darat maupun laut, akan ditanggung Asuransi Jasa Raharja dan BPJS Kesehatan. Jasa Raharja menjadi penjamin utama. Namun, besarnya jaminan berbatas di angka Rp 10 juta.

“Kalau lebih dari itu, jika korban peserta aktif (JKN-KIS), akan dilanjutkan oleh BPJS Kesehatan melalui rumah sakit,” kata Kepala Jasa Raharja Cabang Kepulauan Riau, Haryo Pamungkas.

Jasa Raharja, kata Haryo, sudah bekerja sama dengan seluruh rumah sakit se-Kepri dalam mengeluarkan jaminan kecelakaan lalu lintas. Pihak rumah sakit biasanya akan langsung menghubungi Jasa Raharja setiap kali mereka mendapatkan korban kecelakaan lalu lintas.

Berbekal surat keterangan kecelakaan dari kepolisian, Jasa Raharja akan menerbitkan surat jaminan. Korban tidak akan mengeluarkan biaya apapun di rumah sakit.

“Mekanisme sudah berjalan. Bukan lagi korban yang melakukan klaim, tetapi kami yang langsung datang ke rumah sakit,” katanya.

Di tahun 2016, hingga bulan Mei lalu, Jasa Rahara telah mengeluarkan santunan sebesar Rp 3,2 miliar. Jumlah tersebut untuk 290 korban. Di periode yang sama di tahun lalu, santunan yang diberikan sebesar Rp 2,4 miliar. Jumlah itu untuk 189 korban.

“Santunan memang meningkat. Tapi yang lebih signifikan adalah peningkatan penerbitan surat jaminan. Ini bentuk peningkatan pelayanan kami,” kata pria yang baru tiga minggu berada di Batam itu.

Menjelang Lebaran nanti, Jasa Raharja akan menyediakan petugas pemantau kecelakaan. Mereka akan bekerja setiap hari mulai H-7 hingga H+7 Lebaran.

“Kami akan lebih intens untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di jalanan,” tambahnya. (ceu)

Otak Penggasak Uang Brankas Rp 20 Juta Ditangkap

0

berita-curi-uang-dalam-brankas-mantan-karyawati-diamankan-21686_abatampos.co.id – Jajaran Polsek Batuampar mengamankan Sugeng Priadi, warga Bengkong, Senin (27/6). Pria 24 tahun ini merupakan otak pencurian brangkas di PT Pelayaran Kurnia Samudra, Batuampar.

Informasi yang didapatkan pencurian itu dilakukan pelaku pada 25 Juni lalu. Pelaku membobol pintu perusahaan dan membawa kabur brangkas berisikan uang tunai Rp 20 juta.

Kapolsek Batuampar, Kompol Arwin A.W mengatakan penangkapan pelaku berdasarkan laporan korban. Pihaknya kemudian melakukan olah TKP termasuk menyelidiki hasil rekaman CCTv.

“Kita langsung melakukan penyelidikan dan mendapatkan identitas pelaku,” ujar Arwin, kemarin.

Dijelaskan Arwin, pelaku saat itu beraksi bersama rekannya Jn Jn diketahui bertugas mengawasi lokasi, sedangkan Sugeng bertugas membobol perusahaan.

“Pelaku ini otaknya dan mengajak Jhon melakukan pencurian. Uangnya sudah dihabiskan,” tutur Arwin.

Dari pengakuan pelaku, usai melancarkan aksinya, mereka membuang barang bukti brangkas ke Jembatan V Barelang. Dari tangan pelaku, polisi turut mengamankan barang bukti berupa 2 unit obeng dan uang tunai Rp 1,1 juta.

“Brangkasnya sudah dibuang pelaku ke Barelang,” papar Arwin.

Arwin menegaskan masih melakukan pengejaran terhadap Jn. Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman 7 tahun penjara. (opi)

Ini Lahan di Batam yang Sudah Dialokasikan Namun Belum Dikelola

0
Dam Baloi dilihatdari udara. Foto: dokumentasi PT ATB
Dam Baloi dilihatdari udara. Foto: dokumentasi PT ATB

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam memanggil sedikitnya 20 perusahaandi Batam yang sudah lama mendapatkan alokasi lahan namun tidak dimanfaatkan alias mangkrak.

Secara kasat mata, lahan mangkrak tersebar di berbagai kecamatan di Batam. Di kawasan Batam Centre, Kecamatan Batam Kota, ada banyak lahan mangkrak, antara lain:

  1. Lahan di depan Mega Mall atau di belakang kantor GrhaPARI Telkomsel Batam Centre
  2. Lahan di depan kantor BP Batam,
  3. Lahan di samping Lotte Mart,
  4. Lahan di samping dan belakang Hotel Harmoni One Batam Centre,
  5. Lahan di Belakang Saung Sunda sawargi,
  6. Lahan di Samping Graha Pena,
  7. Lahan di kaki bukit Clara,
  8. Lahan di Belakang Perumahan Center Park atau di belakang Palm Spring,
  9. Lahan di seberang jalan Palem Spring deretan Edukits,
  10. dll

Sementara di kawasan perkotaan yang masuk wilayah Kecamatan Lubukbaja, paling luas lahan mangkrak di eks Hutan Lindung Dam Baloi atau disebut juga Baloi Kolam. Luasnya mencapai 119,6 hektare.

Lahan tersebut sudah dialihfungsikan menjadi area peruntukan lain (APL) untuk menjadi kawasan bisnis, jasa, properti, dan fasilitas umum lainnya. Dengan kata lain, akan jadi Land Mark Kota Batam.

Status Hutan Lindung Baloi, resmi dicabut di era Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan. Ditandai erbitnya dua Surat Keputusan (SK) Menteri Kehutanan (Menhut) No. 724/menhut-II/2010 tentang penetapan kawasan Hutan Lindung Sei Tembesi seluas 838,8 hektar sebagai pengganti hutan lindung Baloi.

Kemudian SK No. 725/menhut-II/2010 tentang pelepasan kawasan Hutan Lindung Baloi seluas 119,6 hektar.

Kedua SK tersebut ditekenm tertanggal 30 Desember 2010. SK Menhut itu diserahkan Menteri Kehutanan RI, Zulkifli Hasansaat itu kepada Walikota Batam Ahmad Dahlan dan Ketua Badan Pengusahaan (BP) Batam Mustofa Widjaja pada 25 April 2011 di Graha Kepri, Batam.

Siapa pemilik lahan seluas 119,6 hektare itu? Data batampos, sedikitnya ada 10 perusahaan yang tergabung dalam satu konsorsium yang menjadi pemilik lahan di eks Dam Baloi. Kesemuanya pengusaha besar di Batam, termasuk perusahaan properti di Batam.

Persoalan terbesar yang dialami pemilik lahan di eks Dam Baloi itu adalah pemukiman liar (ruli). Kawasan itu dihuni ribuan ruli sehingga menjadi tantangan serius bagi pengembangn yang ingin mengelola lahan tersebut. (nur)

Lega, Batam Bebas dari Vaksin Palsu

0
Ilustrasi vaksin bayi. Foto: istimewa
Ilustrasi vaksin bayi. Foto: istimewa

batampos.co.id – Kapolda Kepri, Beigjend Sam Budi Gusdian menegaskan Kepri khususnya Batam bersih dari peredaran vaksin palsu untuk balita. Diduga, vaksin berbahaya ini telah beredar dibeberapa wilayah.

“Saya sudah intruksikan unit Intelkam dan Krimsus (kriminal khusus) untuk mendalami hal ini (peredaran vaksin palsu,” ujar Sam di Mapolresta Barelang.

Dia menyebutkan pemeriksaan vaksin palsu tersebut akan dilakukan ke seluruh rumah sakit dan klinik. “Kita akan lakukan pemeriksaan,” tegasnya.

Menurut Dia, dari pemeriksaan sementara, vaksin tersebut tak pernah masuk ke wilayah Kepri. Hal itu diketahui dari daftar pemesanan distributor yang sudah diamankan Jajaran Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

“Tidak ada pesanan langsung (ke Kepri). Jadi kemungkinan tidak akan masuk,” tutur lulusan Akpol 1986 ini.

Seperti diketahui, vaksin palsu ini susah dibedakan dengan aslinya. Vaksin dikemas dari botol bekas dari rumah sakit. Sementara penggunanya akan mengalami gangguan imunitas hingga menyebabkan kematian.

Lebih lanjut, kata Sam, pihaknya terus memperketat pengawasan terhadap barang ilegal yang masuk ke Kepri. Seperti penyelundupan daging ilegal.

“Tugas kita hanya mengawasi dan tidak ada wewenang untuk menindak. Yang menindak instansi terkait (Bea dan Cukai),” tutupnya. (opi)

Miris, Orangtua Rela Beli Kursi dan Meja Sendiri Belajar Asal Anak Bisa Sekolah

0
Orang Tua Siswa Datangi Disdik
Orang Tua Siswa Datangi Disdik

batampos.co.id – Ratusan anak di wilayah kecamatan Sagulung terancam putus sekolah tahun ini. Pasalnya PPDB untuk sekolah menengah umum (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri tak bisa mengakomodir semua calon siswa yang hendak melanjutkan jenjang pendidikan menengah atas.

Orangtua yang anaknya sudah tamat dari sekolah menengah pertama (SMP) kebingungan saat ini. Upaya mereka untuk memasukan anaknya di sekolah negeri seolah-olah sia-sia.

Setelah mengetahui anaknya tak lolos pada PPDB on line untuk SMA atau SMK negeri, para orangtua sudah berulang kali mendatangi sekolah terkait, dinas pendidikan kota Batam termasuk ke kantor wali kota Batam, namun sampai Kamis (30/6) belum ada solusi sama sekali.

Para orangtua pun pasrah dan mereka tak tahu lagi harus berbuat apa. Untuk masuk ke sekolah swasta, mereka mengaku tak punya cukup biaya.

“Mungkin tak bisa lanjut tahun ini. Terpaksa tunggu tahun depan kalau memang mau lanjut sekolah. Jujur saja tak sanggup saya biayai anak ke sekolah swasta,” ujar Heni salah satu orangtua siswa yang anaknya tak diterima di SMAN 5 Batam.

Sebelumnya kata Heni berbagai upaya sudah dilakukan termasuk mendaftar anaknya di tiga pilihan sekolah yakni SMAN 5, SMAN 17 dan SMAN 19, namun tiga-tiganya tak lolos. Dia bahkan sudah mendatangi kantor Disdik Batam dan kantor wali kota Batam namun tak ada solusi sama sekali.

Heni mengaku sangat kecewa keterbatasan sekolah negeri di wilayah tempat tinggalnya. Padahal sebagai orang kurang mampu, sekolah negeri adalah satu-satu harapan bagi dia agar anaknya bisa melanjutkan pendidikan.

“Kecewa berat dengan pemerintah. Setiap tahun selalu begini, tapi sepertinya tak ada solusi. Mau kemana lagi anak kami sekolah pak,” katanya.

Safri, warga lainnya yang anaknya tak diterima di SMKN 5 Batam, mengaku rela membelikan kursi dan meja sendiri untuk anaknya belajar di SMKN 5, jika memang alasan pihak sekolah daya tampung sekolah terbatas sehingga anaknya tak lolos pada seleksi PPDB reguler kali lalu.

“Mau belajar di luar kelas ataupun harus beli kursi dan meja sendiri tak apa-apa asalkan anak saya diterima dan bisa lanjut sekolah,” ujar warga dapur 12, Sagulung itu.

Safri mengaku SMKN 5 adalah satu-satunya harapan bagi sang anak untuk tetap melanjutkan pendidikan, sebab di lokasi tempat tinggalnya itu hanya satu sekolah negeri yakni SMKN 5 itu.

“Kalau di swasta tak mampu saya. Saya cuman buruh bangunan. Kenapa orang-orang yang mampu malah diterima sementara anak saya yang benar-benar tak mampu tidak diterima,” protes Safri.

Para orangtua yang anaknya tidak lolos pada PPDB kali lalu tetap berharap kepada Pemko Batam agar memberikan solusi yang tepat agar anak-anak mereka bisa lanjut di sekolah negeri. (eja)