batampos.co.id – Haliza Pita Norazlina, siswi SD Al Kaffah meraih nilai tertinggi ujian sekolah tingkat SD/Sederajat tahun pelajaran 2015-2016 se Kepri dengan nilai 296,0.
batampos.co.id – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Sekolah Menengan Kejuruan (SMK) Negeri 1 Batam, tahun ini membuka sebanyak 17 ruang belajar.
Tujuh belas ruang belajar tersebut terdiri dari total daya tampung sebanyak 448 siswa, terdiri dari
Teknik Elektronika Industri 3 ruang belajar dengan jumlah siswa 96,
Teknik Pengelasan 1 ruang belajar dengan jumlah siswa 20,
Teknik Permesian 3 ruang belajar dengan jumlah siswa 96,
Teknik Mekatronika 3 ruang belajar dengan jumlah siswa 60,
Teknik Otomasi Industri 3 ruang belajar dengan jumlah siswa 96,
Teknik Otomasi Industri (kelas industri schneider) 1 ruang belajar dengan jumlah siswa 20,
Teknik Komputer Jaringan (kelas industri axioo) 1 ruang belajar dengan jumlah siswa 20,
Teknik Komputer Jaringan 2 ruang belajar dengan jumlah siswa 40.
“Ada enam Jurusan dan dua kelas Industri, total ada delapan pilihan,” ujar Waka Humas SMK N 1 Batam Junaidi, Jumat (10/6) di Batuaji.
Junaidi mengatakan, pendaftaran PPDB Online di SMKN I Batam mulai Senin (13/6) sampai dengan Jumat (17/6). Kemudian untuk tes fisik, tes tertulis, dan tes wawancara dimulai Senin (13/6) sampai dengan Jumat (17/6) juga. Pegumuman kelulusan akan disampaikan pada Sabtu (18/6).
“Pendaftaran ulang dilakukan pada Senin (20/6) dan Rabu (22/6) tahun 2016,” ungkap Junaidi.
Lanjut Junaidi, untuk penerimaan siswa baru tidak jauh berbeda dengan penerimaan pada tahun sebelumnya. Jumlah penerimaan telah disesuaikan dengan jumlah siswa yang sudah keluar.
“Penerimaan sesuai jumlah yang keluar dan yang masuk sama,” tutur Junaidi.
Dalam tahap seleksi akan ditentukan berdasarkan nilai rapor dari empat mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia, Matematika, IPA dan Bahasa Inggris, di mana yang dinilai adalah nilai rapor semester I, III dan V. Minimal nilai rata-ratanya 70,75. Kalau untuk SMA minimal 80. (cr14)
Sadam, Yaser dan Dedi pelaku pengeroyokan terhadap Dodi Hermanto hingga tewas saat diamankan polisi. Foto: Egi/ batampos.co.id
batampos.co.id – Tim gabungan yang terdiri dari jajaran Polda Kepri, Polres Tanjungpinang, Polresta Barelang, dan Polsek Sekupang berhasil membekuk 3 orang pelaku penganiayaan terhadap Dodi Hermanto (28) hingga tewas.
Adapun tiga orang pelaku yang berhasil dibekuk, yakni Sadam (26), Yaser (20) dan Dedi (46). Ketiga orang pelaku yang berhasil dibekuk polisi itu merupakan saudara kandung.
Kanit Reskrim Polsek Sekupang, Ipda Buhedi Sinaga mengungkapkan kronologi penangkapan ini berawal dari penyelidikan yang cukup panjang, hingga akhirnya tertangkapnya dua orang pelaku Sadam (26) dan Yaser (20).
“Awalnya pada Rabu (8/6) sekira pukul 20.00 WIB di KM 15 Tanjungpinang kami berhasil membekuk dua orang pelaku di bedeng bangunan. Karena mereka bekerja sebagai buruh bangunan,” ungkap Buhedi, Jumat (10/6).
Setelah tertangkapnya Sadam (26) dan Yaser (20), kemudian polisi juga berhasil menangkap Dedi (46) tidak jauh dari penangkapan Sadam dan Yaser pada Kamis (9/6) malam.
“Dia ditangkap tidak jauh dari tangkapan sebelumnya. Waktu penangkapannya juga kita lakukan pada malam hari juga,” katanya.
Dalam penangkapan ini, salah satu pelaku yang bernama Dedi terpaksa dilumpuhkan polisi dengan timah panas karena berusaha melawan saat mau dibekuk.
“Salah satu pelaku itu saat mau ditangkap dia berusaha kabur. Jadi terpaksa kita lumpuhkan,” pungkas Buhedi. (egi)
Pengurus Lembaga Amil Zakat (LAZ) Masjid Jabal Arafah saat membagikan sembako gratis kepada warga Kampung Tua Batu Besar. Foto: Ist
batampos.co.id – Lembaga Amil Zakat (LAZ) Masjid Jabal Arafah melakukan kegiatan program Sembako Gratis Batam Peduli pada Minggu (5/6) lalu, sehari jelang Ramadan 1437 H.
Pemberian 120 paket sembako gratis ini, dilaksanakan di tiga kampung tua, yaitu 60 paket untuk warga Kampung Tua Batu Besar Kampung Tengah dan sekitarnya, 50 paket untuk Kampung Tua Tanjung Riau kawasan industri dan 10 paket untuk warga di Kampung Tua Seitering. Total donasi yang disalurkan dalam bentuk sembako gratis adalah Rp 12 juta.
Penyerahan secara simbolis dilakukan di Mushalla Baitul Jannah Kampung Tua Batu Besar didahului acara makan bersama dengan perangkat RT/RW setempat. Program pembagian sembako gratis jelang Ramadan ini sudah dijalankan LAZ Masjid Jabal Arafah dalam dua tahun ini dengan spirit untuk berbagi kegembiraan bersama kaum dhuafa menjelang datangnya bulan suci Ramadan.
“Sudah menjadi komitmen pengurus LAZ Masjid Jabal Arafah untuk meringankan dan berbagi keceriaan, kegembiraan bersama warga dhuafa, lansia, maupun jompo dalam menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan 1437 H, yaitu melalui pembagian sembako gratis ini,” ujar Bendahara LAZ Masjid Jabal Arafah, Sudyanto SE.
Ditambahkan Nur Ali Novia, Sekretaris LAZ Jabal Arafah, selain kegiatan pembagian sembako gratis, selama bulan Ramadan ini, LAZ Jabal Arafah juga telah menyediakan konter penerimaan zakat fitrah di beberapa titik yang tersebar di seluruh kota Batam untuk memudahkan para donatur membayarkan zakat fitrahnya.
Diantaranya, sebut Ali berada di Kantor Badan Pengusahaan Batam (Otorita Batam), RSUD Embung Fatimah, RS Harapan Bunda, Nagoya Hill Mall, Avava Mall, BCS Mall, Top 100 Penuin, Ramayana, Kepri Mall, Khazanah Plaza, Fanindo Batu Aji, Plaza Botania, Pelabuhan Nongsa Pura dan Panbil Mall.
Tahun lalu LAZ Masjid Jabal Arafah menyalurkan zakat fitrah sebesar Rp 184 juta dengan potensi penerimaan zakat fitrah di 9 titik selain di masjid Jabal Arafah.
“Untuk tahun ini kami targetkan ada peningkatan penerimaan zakat fitrah melalui LAZ Jabal Arafah. Kami berdoa supaya target penyaluran zakat fitrah mencapai Rp 400 juta,” kata Ali.
Pihaknya terus berupaya melakukan pendataan bagi para penerima zakat. LAZ Masjid Jabal Arafah juga menerima permohonan para penerima zakat. Namun tetap akan dilakukan survei terlebih dulu.
Ali juga mengucapkan rasa terimakasihnya mewakili pengurus LAZ Jabal Arafah kepada para donatur yang telah mengamanahkan donasi zakat, infak dan sedekahnya ke LAZ Masjid Jabal Arafah sehingga semakin besar dirasakan manfaatnya bagi umat.
“Kami juga membuka pintu dan berbagi kepedulian di bulan mulia ini untuk ikut serta berbagi dan berdonasi,” katanya. (umy)
Gubernur Kepri Nurdin Basirun membuka konfrensi Putra Putri Hakka Indonesia, Kamis (9/6). foto:humas pemprov
batampos.co.id – Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun meminta para putra-putri Hakka untuk memegang teguh 4 pilar kebangsaan dalam berkegiatan, baik dalam bisa organisasi maupun dalam bidang usaha.
Hal itu disampaikan Nurdin sebelum membuka secara resmi Konferensi Putra-Putri Hakka Indonesia ke-3, Kamis (9/6) di Hotel Swissbell, Batam.
“Kita sudah mempunyai landasan berbangsa dan bernegara, hal itu saja yang dihayati dan dilaksanakan oleh Putra-Putri Hakka. Yakni 4 pilar Kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinika Tunggal Ika. Empat pilar ini harus dipertahankan dengan cara mengisi peradaban.
Tidak sulit sebenarnya kalau memang berniat memegang teguh keempat pilar kebangsaan tadi,” ungkap Nurdin.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Hakka Pusat Edi Kusuma, Pembina Hakka Provinsi Kepri Abidin Hasibuan, Ketua Hakka Kepri Bobby Jayanto, Ketua Hakka Batam Hox Sin, dan Danlantamal.
Nurdin yakin dengan memegang teguh 4 Pilar Kebangaan sebagai genarasi penerus Putra-Putri Hakka bisa menghadapi berbagaman terhadap Indonesia mulai maupun Kepri, dari perubahan politik, meningkatnya harga barang kebutuhan hingga lunturnya nilai kebangsaan.
“Saya punya harapan besar pada Putra-Putri Hakka dalam membangun negeri ini. Karena perubahan besar itu dimulai oleh generasi muda, termasuk sejarah bangsa ini. Maka itu pegang 4 pilar kebangsaan serta pupuk terus kebersamaan. Karena itu modal dasar dalam membangun Kepri. Lihat dan pelajarilah, potensi apa saja yang bisa digarap untuk Kepri lebih baik ke depan,” pinta Nurdin.
Nurdin juga menjamin, sebagai pemerintah, dirinya siap bekerjasama dan menjaga kebersamaan dengan suku apa saja asal untuk kemajuan Kepulauan Riau. Apalagi dengan etnis Thionghoa yang dikenal Nurdin mempunyai etos kerja tinggi, kejujuran, dan kerja keras.
“Hakka wajib menolong dan membantu Saya dalam membangun Kepri ini. Persaingan sangat ketat kalau tidak ada kebersamaan antara Pemerintah dan masyarakat, dipastikan tidak akan bisa memanfaaatkan potensi daerah dengan baik. Tidak akan ada kemajuan daerah tersebut,” jelas Nurdin.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Hakka Pusat, Edi Kusuma mengatakan Konferensi Putra-Putri Hakka dilaksanakan untuk menjaga kebersamaan dan memberikan kontribusi untuk Hakka dan Indonesia, termasuk untuk daerah dimana ada organisasi Hakka berdiri.
Edi juga menyampaikan beberapa rencana Hakka untuk generasi mudanya, diantaranya akan ada Duta Hakka untuk berkeliling Indonesia melihat potensi ekonomi dan budaya untuk kemudian dijadikan peluang usaha.
“Tidak itu saja, kami juga punya rencana untuk membuka kesempatan kepada Putra-Putri Hakka untuk mengajarkan Bahasa Indonesia kepada anggota Hakka yang belum menguasai Bahasa Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Ketua Hakka Provinsi Kepri, Bobby Jayanto mengatakan sangat optimis pada Putra-Putri Hakka untuk memberikan kontribusi bagi Kepri. Menurutnya, hal itu sudah terbukti selama ini, yakni salah satunya terpilihnya Ketua DPRD dari Hakka, yang pertama di Kepri dan juga Indonesia.
“Apalagi kalau kebersamaan makin diperkuat. Saya yakin kita semakin bisa memajukan daerah di mana kita berada,” tegasnya.
Konferensi Putra-Putri Hakka dihadiri 35 daerah dari 56 Kabupaten/Kota. Saat ini tercatat ada sekitar 8 juta etnis Tionghoa yang tergabung dalam Hakka.(jpg/bpos)
Pesawat TNI yang tergelincir di Bandara Hang Nadim Batam, Jumat (10/6/2016) pagi berhasil dievakuasi. Penerbangan di Hang Nadim kembali normal. Foto: Agus Siswanto/detikcom
batampos.co.id – Pesawat TNI AL jenis Casa U-621 tergelincir keluar landasan saat mendarat di Bandara Hang Nadim, Jumat pagi (10/6/2016).
Pesawat tersebut terbang dari Tanjungpinang tujuan Batam. Akibat insiden ini, sejumlah penerbangan di hang Nadim tertunda.
Namun, penundaan penerbangan itu hanya berlangsung beberapa saat, karena pesawat TNI yang tergelincir keluar landasan dengan cepat dapat ditarik ke area parkir pesawat.
“Delay-nya sekitar 1 jam,” ujar Manajer Lion Air Batam, M Zaine Bire, kepada wartawan.
Pihak Bandara Hang Nadim juga mengakui ada beberapa penerbangan tertunda baik terbang maupun mendarat karena insiden pesawat TNI AL tergelincir keluar landasan. Namun tidak berlangsung lama.
“Salah satunya pesawat Garuda yang sempat tak bisa terbang,” ujar Kabid Komersil di Bandara Hang Nadim Batam, Dendi Gustinandar.
Dendi merinci pesawat yang sempat delay, yakni:
GA 151 BTH JKT 07.05
GA 152/153 JKT BTH JKT O8.00/08.30
GA 270 MES BTH TKG 08.55/09.30
JT 970 MES BTH SUB 08.20/09.00
JT 232 PDG BTH JOG 08.55/09.40
JT 279 JOG.BTH SRG 09.00/09.45
JT 246/237 PLM BTH PKU 08.30/10.00
QG 840/841 JKT BTH JKT 08.10/08.40
QG 921/920 SUB BTH SUB 08.30/09.05
Setelah pukul 09.20 WIB, kata Dendi, penerbangan kembali berjalan normal.
Belum diketahui secara pasti penyebab pesawat TNI AL itu tergelincir, namun diduga akibat landasan yang licin setelah diguyur hujan. (eggi/nur/kon1)
Ilustrasi korupsi dana bantuan sosial (Bansos). Sumber: rmol
batampos.co.id – Wakil Kepala Kejati (Wakajati) Kepri, Asri Agung Putra menjelaskan, pengusutan kasus dugaan korupsi dana bansos dan hibah Pemko Batam akan terus berlanjut.
Sebab dari Rp 66 miliar anggarannya, baru sekitar Rp 7 miliar yang masuk proses penyidikan. Yakni di organisasi Persatuan Sepakbola (PS) Batam.
Seperti diketahui, Kejati telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini yang terlibat dalam penyaluran dana bansos dan hibah untuk PS Batam. Ketiganya adalah mantan Ketua PS Batam Aris Hardy Halim, mantan Bendahara PS Batam Rustam Sinaga, dan mantan Kabag Keuangan Pemko Batam, Khairullah.
”Masih ada sekitar Rp 59 milliar lagi, dana itu dikucurkan melalui beberapa SKPD,” kata dia.
Selain disalurkan untuk insentif guru TPQ dan PS Batam, Rp 66 miliar dana bansos dan hibah Pemko Batam juga dikucurkan ke beberapa pihak lainnya. Mulai dari instansi semi pemerintahan, instansi vertikal, dan kelompok masyarakat berbentuk organisasi.
“Ada juga yang disalurkan ke masyarakat perorangan,” katanya.
Rahmat merinci, Rp 66 miliar dana bansos dan hibah itu sebanyak:
Rp 11,2 milliar lebih dihibahkan ke instansi vertikal,
Rp 3,2 milliar lebih dihibahkan ke organisasi semi pemerintahan, s
Rp 15,6 milliar lebih dihibahkan ke sekolah-sekolah swasta di Batam.
Rp 22, 6 milliar lebih dihibahkan ke kelompok masyarakat berbentuk organisasi dan sebanyak Rp 14,8 milliar lebih dihibahkan ke masyarakat perorangan. (ias/bp)
Ilustrasi korupsi dana bantuan sosial (Bansos). Sumber: rmol
batampos.co.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri berjanji akan mengumumkan tersangka baru kasus dugaan korupsi dana bansos dan hibah Pemko Batam, pekan depan.
Meski tak merinci identitasnya, Kejati mengisyaratkan calon tersangka baru itu berasal dari internal Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam dan Biro Kesra Pemko Batam.
Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kepri, N Rahmat, mengatakan Disdik Batam dan Biro Kesra memegang peran penting dalam penyaluran dana hibah untuk membayar insentif guru Taman Pendidikan Alquran (TPQ) di Batam.
“Disdik dan Biro Kesra juga yang menentukan nama-nama guru TPQ yang menerima dana hibah,” kata Rahmat, Kamis (9/6/2016).
Namun menurut Rahmat, dari Rp 66 miliar dana hibah pada tahun anggaran 2011 tidak semuanya bisa dipertanggungjawabkan. Bahkan ada dana hibah yang digunakan untuk membangun taman.
Rahmat mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan kepada pihak-pihak terkait untuk melengkapi berkas penyidikan.
“Kalau tidak Senin, ya Selasa pekan depan sudah penetapan tersangka,” katanya.
Ketika ditanya siapa saja pejabat di Disdik Kota Batam dan Biro Kesra Pemko Batam yang berpotensi menjadi tersangka, Rahmat enggan berkomentar. Dia hanya menyebut, dalam kasus ini pimpinan di kedua instansi tersebut merupakan orang yang paling bertanggungjawab.
“Pastinya proses penyidikan akan mengerucut kepada pejabat tinggi yang paling bertanggungjawab,” ujar Rahmat. (ias/bp)