Selasa, 10 Maret 2026
Beranda blog Halaman 13862

KPPAD Kepri Minta Polisi Basmi Miras dan Peredaran DVD Porno

0
Polisi mengamankan 350 keping DVD porno beserta 3 orang penjualnya di Mapolresta Barelang. Foto: Eggi/ batampos.co.id
Polisi mengamankan 350 keping DVD porno beserta 3 orang penjualnya di Mapolresta Barelang. Foto: Eggi/ batampos.co.id

batampos.co.id – Komisioner Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepri, Erry Syahrial meminta pihak kepolisian untuk membasmi seluruh peredaran video porno di Batam. Sebab, keberadaan video tersebut sebagai pemicu terjadinya kekerasan seksual.

“Memang ini (video porno) pemicu tindak pidana seksual terhadap anak dan perempuan,” ujar Erry di Mapolresta Barelang, kemarin (7/6).

Menurut Erry, pembasmian DVD porno tersebut tak hanya dikalangan pedagang. Melainkan pembasmian dilakukan di lokasi pendistribusian dan pencetakan DVD.

“Kalau lokasi distribusi dan percetakannya dibasmi, otomatis video-video ini tak akan beredar,” tuturnya.

Menurut Erry, pihak kepolisian dan Pemko juga harus membasmi minuman keras (miras). Miras tersebut sangat mudah didapatkan di kios-kios liar.

“Miras termasuk faktor lainnya yang mempengaruhi kekerasan seksual,” terangnya.

Erry juga menegaskan kepada Pemko Batam untuk giat melakukan razia ke lokasi warung internet (warnet). Dimana sampai saat ini banyak warnet yang tetap mengoperasikan konten situs porno.

“Kita harap Pemko dalam hal ini Sat Pol PP merazia. Dan jika melanggar izinnya harus dicabut,” tegasnya.

Sebelumnya, Wakasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Aryo Prasetyo menegaskan pihaknya akan menindak seluruh pedagang video porno di Batam, termasuk distributornya.

“Kita akan tindak distributornya. Karena rata-rata pelecehan seksual dipengaruhi video porno.” tutupnya. (opi)

Baca juga:

Jual DVD Porno, ZN Mengaku Untung Rp 5000 per Kepingnya

Tiga Penjual DVD Porno Ditangkap Polresta Barelang

Pemko Batam Tak Digubris, Reklamasi Jalan Terus di Malam Hari

0
Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Pemko Batam memasang pita segel PPNS pada alat berat di reklamasi Pulau Janda Berhias Sekupang Batam, Foto: istimewa
Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Pemko Batam memasang pita segel PPNS pada alat berat di reklamasi Pulau Janda Berhias Sekupang Batam. Tapi yang di Kota Batam dibiarkan saja. Foto: istimewa

batampos.co.id – Keputusan Tim Sembilan Pemko Batam menghentikan seluruh kegiatan reklamasi di 14 titik di Batam tak digubris. Pengembang tetap saja melanjutkan kegiatan penimbunan di sejumlah lokasi pada malam hari.

Seperti yang terlihat di kawasan Ocarina, Batamcentre. Puluhan truk sarat dengan muatan tanah silih berganti masuk ke kawasan tersebut. Truk-truk itu mengangkut tanah dari Simpangjam.

Menurut warga setempat, Antoni, aktivitas pengangkutan tanah tersebut hanya dilakukan di malam hari. “Siangnya digunakan untuk meratakan tanah di lokasi reklamasi,” katanya.

Selain mengganggu, hilir mudik truk tanah ini juga kerap menimbulkan polusi udara karena debunya beterbangan ke mana-mana. Sementara jika hujan, tanah yang tercecer dari truk sering membuat jalan berlumpur dan licin.

Kondisi serupa terjadi di kawasan Kampung Belian. Hampir setiap malam truk tanah berukuran besar mengangkut tanah untuk menimbun kawasan bibir pantai di daerah itu.

Lalu lintas truk tanah ini kerap diprotes warga Perumahan PLN Batamcentre. Namun hingga kini aktivitas truk yang mengangkut tanah reklamasi untuk Kampung Belian itu masih terus berjalan.

Menanggapi hal ini, anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Budi Mardianto mengaku kasus reklamasi ini bisa dikategorikan ilegal. Karena selain distop oleh Pemko Batam melalui Tim Sembilannya, aktivitasnya dilakukan pada malam hari dan lebih mengarah sembunyi-sembunyi.

“Kalau sudah begini berati mereka tak memandang hukum lagi,” ujar Budi.

Untuk itu, Budi juga meminta Tim Sembilan tidak terkesan abai terhadap situasi ini. Jika memang mereka serius menghentikan sementara kegiatan reklamasi bibir pantai di Batam, Tim Sembilan harus memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang melanggar.

“Jika berjalan, aparat juga harus tegas, karena jelas ada unsur pidanannya,” sambung politikus PDI Perjuangan itu.

Ia menambahkan, hampir seluruh lahan di Batam sudah direklamasi. Baik itu bibir pantai, hutan bakau, bahkan kawasan laut dengan terumbu karang sudah banyak ditimbun.

”Lahan mana yang belum direklamasi, Kalau Batamcenter sudah habis,” sambungnya.

Namun Budi tak bisa memastikan, apakah perusahaan yang melakukan itu sudah mengantongi izin dari pemerintah atau tidak.

“Yang jelas, kalau memang ada yang beroperasi saat ini, pemerintah juga harus tegas mencabut bagi yang berizin,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal) Kota Batam, Dendi Purnomo mengatakan pihaknya telah mengecek semua kegiatan reklamasi di Ocarina, Batamcentre dan ternyata sudah berhenti.

“Saya sudah cek, tidak ada kegiatan reklamasi lagi, yang ada hanya kegiatan leveling saja,” katanya.

Sementara Sekda Batam yang juga Ketua Tim Sembilam Kota Batam, Agussahiman tak membantah adanya perusahaan nakal yang masih melakukan kegiatan reklamasi meski sudah dilarang.

“Kita memang sudah berupaya, namun kalau ada berarti itu di luar pengawasan kita. Apalagi yang melakukan itu di malam hari,” terang Agussahiman kepada wartawan, Senin (6/6/2016).

Untuk itu, Tim Sembilan akan menggelar rapat evaluasi pada hari ini, Selasa (7/6/2016).  “Rencananya hari ini (kemarin, red), namun karena Pak Dendi (Kadis Bapedalda) di Jakarta jadi kita tunda besok. Rapat terkait evaluasi selama ini, seperti apa perkembangannya,” jelas Agussahiman.

Dikatakan Agussahiman, setiap anggota Tim Sembilan wajib memberikan perkembangan informasi terkait 14 titik reklamasi yang dihentikan sementara tersebut.

“Tim Sembilan sudah bekerja, sekarang di sekretariat diminta penjelasan masing-masing setiap titiknya. Jadi nanti setelah rapat kita baru tahu seperti apa hasil evaluasi itu,” beber Agussahiman.

Agussahiman berjanji akan memberikan sanksi tegas jika ada perusahaan atau pengembang yang terbukti melanggar ketentuan Tim Sembilan. “Sanksinta sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Agussahiman, diplomatis. (she/rng/koran batampos)

Pembahasan Kenaikan Tarif PLN Batam Tetap Jalan, Diketok Usai Lebaran

0
Pembangkit listrik. Foto: istimewa
Pembangkit listrik. Foto: istimewa

batampos.co.id – Meski menuai pro dan kontra di masyarakat, DPRD Kepri tetap memberikan sinyal akan menyetujui rencana kenaikan tarif listrik PLN Batam. Hanya saja, dewan mengusulkan kenaikan diberlakukan setelah Lebaran Idul Fitri.

“Akan lebih baik, jika memang nanti harus naik, menunggu setelah Lebaran,” ungkap anggota Komisi II DPRD Kepri, Asmin Patros, Senin (6/6/2016).

Baca Juga: Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Pertama di Indonesia Dibangun di Batam

Menurut Asmin, ada banyak pertimbangan yang harus dikaji ulang terkait rencana kenaikan tarif ini. Sehingga DPRD Kepri tidak serta merta merta setuju dengan usulan kenaikan tarif listrik PLN Batam, khususnya untuk pelanggan rumah tangga dan sosial golongan menengah ke atas.

“Kami juga masih pelajari, usulan PLN ini rasional atau tidak,” katanya.

Politikus Golkar ini menjelaskan, saat ini pembahasan rencana kenaikan tarif listik PLN Batam di DPRD Provinsi Kepri masih berjalan. Pembahasan digelar oleh lintas komisi, yakni komisi II dan komisi III.

Baca Juga: Wako Batam Ingin Dilibatkan Pembahasan Kenaikan Tarif PLN Batam

Namun DPRD belum membahas teknis pengusulan kenaikan tarif PLN Batam lebih rinci dan detil. Sebab para legislator akan mengkaji ulang landasan dan latar belakang pengajuan tarif tersebut. Sehingga dia memastikan, pembahasannya akan memakan waktu yang tidak sebentar.

Jika alasan PLN Batam karena merugi, maka perlu ada audit dan penyampaian laporan keuangan perusahaan secara transparan dan terbuka.

“Kalau merugi ya pasti kami sikapi dengan bijak. Kalau keuntungan tidak cukup besar, kami harus lihat berapa keuntungan itu yang riil sekarang. Kita mohon maaf juga ingin lihat audit keuangan PLN. Supaya fair,” tegas Asmin.

Sebelumnya, anggota Komisi II DPRD Provinsi Kepri lainnya, Rudy Chua meminta kepada PLN Batam agar melakukan kajian kenaikan tarif listrik ini lebih mendalam. “Yang tidak boleh lupa, mereka harus benar-benar transparan. Jangan ada dusta antara kita,” katanya.

Baca Juga: DPRD Kepri Setuju PLN Batam Naikkan Tarif, Ini Syaratnya

Tak dipungkiri Rudy, kajian kenaikan tarif bakal sangat berat. Lantaran mesti menimbang-nimbang akankah tarif baru ini begitu membebani ekonomi masyarakat Batam atau tidak. Rudy memberikan gambaran, misalnya kenaikan total dalam pengeluaran sebulan hanya Rp 200 ribu menjadi sangat kecil bagi mereka yang biasa membayar tagihan tinggi. Namun, lain cerita bilamana melibatkan ekonomi kecil.

“Kalau mereka biasa sebulan Rp 400 ribu dan tiba-tiba diminta membayar Rp 600 ribu tentu jadi tinggi hitungannya,” papar Rudy.

Seperti diberitakan sebelumnya, salah satu alasan mendasar PLN Batam mengajukan kenaikan tarif adalah untuk investasi. Jika disetujui DPRD dan Pemprov Kepri, prinsip kenaikan tarif ini adalah pencabutan subsidi bagi pelanggan rumah tangga dan sosial golongan menengah ke atas.

PT PLN Batam mengklaim akan mampu menyelamatkan subsidi sebesar Rp 200 miliar per tahun jika kebijakan tarif baru ini disetujui dan diberlakukan. Nantinya, subsidi yang terselamatkan itu akan digunakan untuk membangun jaringan dan pembangkit baru. (aya/koran batampos)

Sat Nusapersada Batam Produksi Smartphone Paling Tangguh di Dunia

0
Smartphone Hisense Kingkong II saat ujicoba ketahanan dalam air dan suhu dingin. Foto: youtube
Smartphone Hisense Kingkong II saat ujicoba ketahanan dalam air dan suhu dingin. Foto: youtube

batampos.co.id – Hisense, perusahaan elektronik asal Cina makin memperkuat keberadaan mereka di pasar Indonesia.

Minggu (5/6/2016), Hisense meluncurkan produk unggulan mereka yang diberi nama Hisense Kingkong II di ajang Indonesia Cellular Show 2016 di Plenary Hall JCC, Jakarta.

Menariknya, di Indonesia, produksi smartphone ini dipercayakan kepada di PT Sat Nusapersada Tbk, Batam. PT Sat Nusapersada merupakan perusahaan electronic manufacturing services (EMS) terbaik di Indonesia.

Presiden Direktur PT Sat Nusapersada, Abidin, mengaku bangga dengan kepercayaan yang diberikan Hisense kepada perusahaan yang ia dirikan itu.

“Itu artinya perusahaan manufaktur di Batam levelnya sudah tinggi. Dipercaya perusahaan-perusahaan dunia,” ujarnya.

Hisense merupakan perusahaan kelima yang mempercayakan produksinya kepada Sat Nusapersada. Merek lain di antaranya adalah Vivo dan Asus.

Setiap bulan Sat Nusapersada memproduksi Hisense sebanyak 100 ribu unit, dan sudah berlangsung selama lebih kurang satu setengah tahun.

Kingkong II diklaim sebagai smartphone paling tangguh di dunia karena telah memiliki sertifikasi IP67 yang berarti tahan terhadap air, debu, dan bantingan.

Sales Director Hisense, Stanly Wijaya, mengungkapkan Kingkong II memiliki ketahanan di dalam rendaman air selama 30 menit dan tidak bisa ditembus oleh debu.

Namun untuk klaim “anti jatuh”, ia mengaku belum ada data mengenai seberapa besar maksimal tekanan agar smartphone tersebut tak pecah atau rusak.

Namun ia menyarankan agar tidak membanting smartphone tersebut dari ketinggian lebih dari satu meter.

“Kami telah menguji smartphone ini. Tapi untuk tahan jatuh, memang belum ada data mengenai seberapa besar tekanan yang aman. Tapi kami sarankan tidak lebih dari satu meter,” ungkap Stanly.

Hisense membekali Kingkong II dengan layar IPS HD berukuran 5 inci, prosesor quad-core, RAM 2GB, memori internal 16GB dan baterai 3.100 mAh. Smartphone dengan dukungan dual SIM ini memiliki kamera belakang 13MP dan kamera depan 5MP.

Sama seperti sejumlah smartphone lain, Kingkong II kompatibel dengan jaringan 4G LTE. Selain itu, smartphone ini memiliki konsep unibody. Hisense Kingkong II menggunakan sistem operasi (OS) Android 5.1 Lollipop.

Smartphone Hisense King Kong II. Foto: istimewah
Smartphone Hisense King Kong II. Foto: istimewah

Di pasaran, Kingkong II dibanderol Rp 2,7 juta. Untuk merayakan kehadirannya, Hisense akan memberikan voucher diskon untuk pembelian Hisense Kingkong II selama ICS 2016 digelar.

Rencana kehadiran Kingkong II sebelumnya telah diumumkan oleh President Director Hisense Indonesia Stephen Qu, pada bulan lalu. Ia berharap, kesadaran masyarakat terhadap merek Hisense di pasar smartphone akan meningkat seiring dengan peluncuran berbagai produk.

“Kami berencana meningkatkan awareness pengguna dengan dukungan servis dan ketersediaan produk, peningkatan kualitas, termasuk keunikan produk yang ditawarkan,” ujar Stephen.

Ayuni, Promotor Sales Hisense, menjelaskan, secara desain tampilan Kingkong II terlihat menarik dan gahar meninggalkan kesan elegan karena sudah waterproof (tahan air), tahan debu dan benturan.

Kameranya juga bagus dan untuk melindungi ponsel dari risiko tergores benda runcing, sisi depan dan belakang sudah dibalut dengan material kaca tangguh Gorilla Glass 3. Sedangkan sisi kanan dan kiri perangkat dilapisi dengan bahan full metal,” ungkap Ayuni.

Sementara agar tahan benturan ketika terjatuh, Hisense membungkus sisi atas dan bawah dengan karet bertekstur. Sehingga tahan terhadap benturan, air dan debu. (cr14/jpgrup)

Sudah 80 Pegawai Pemko Batam Melapor Dapat SK Bodong

0
Sejumlah pegawai Honorer Badan Kominfo Pemko Batam saat melakukan aktifitas kerja di ruangan  Media Center. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Sejumlah pegawai Honorer Badan Kominfo Pemko Batam saat melakukan aktifitas kerja di ruangan Media Center. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Pemko Batam terus menindaklanjuti beredarnya surat keputusan (SK) honorer palsu di sejumlah dinas di lingkungan Pemko Batam.

“Penyelidikan masih berjalan. Karena ini sangat merugikan, terutama kami yang dirugikan,” kata Kepala BKD Kota Batam, M Sahir, Senin (6/6/2016) seperti diberitakan koran Batam Pos (grup batampos.co.id).

Baca Juga: Amsakar : Bobi Rian Sudah Tak Masuk Lagi

Sahir juga berjanji akan memberikan sanksi tegas kepada pelaku. Karena mereka telah mencatut nama BKD Batam dalam menipu para korbannya.

Hingga Senin (6/6/2016), Sahir mengatakan pihaknya sudah menerima 80 laporan dari korban SK honorer bodong ini. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah.

Sahir memastikan, seluruh pemegang SK honorer bodong ini belum sempat bekerja di dinas dan badan di lingkungan Pemko Batam. Sebab pihak dinas atau satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang kedatangan SK bodong itu langsung mengkonfirmasi BKD Batam melalui Bagian Umum dan Kepegawaian Pemko Batam.

“Saya langsung bilang itu palsu, karena BKD tak pernah mengeluarkan SK honorer baru,” terangnya.

Sayangnya, Sahir enggan merinci dinas apa saja yang kedatangan SK bodong tersebut. “Saya tak bawa data, yang pasti sekitar 80 SK,” katanya lagi.

Sahir berharap, para korban SK bodong segera melapor ke BKD Kota Batam. Sehingga BKD akan semakin mudah menelusuri jejak pembuat SK bodong tersebut. Termasuk jika para korban dimintai uang dari pelaku, Sahir berharap mereka terbuka kepada BKD Kota Batam.

“Kami masih berharap adanya laporan dari korban atau pihak lain yang merasa dirugikan,” harap Sahir.

Baca Juga: Kadistako Ngaku Tertekan, Bakal Buat Perhitungan dengan Bobi

Kasus SK honorer bodong ini terungkap sejak pekan lalu. Koran Batam Pos pertama kali mendapat informasi dari pegawai BKD dan Dinas Perindag. Setelah ditelusuri, SK bodong ternyata masuk ke banyak dinas dan badan di Pemko Batam, seperti Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan.

Namun saat itu baru ada sekitar 20 korban yang terungkap. Mereka terdeteksi di Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam sebanyak lima orang, dan di Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan ESDM Kota Batam sebanyak 15 orang.

Dalam kasusnya mereka mendatangi dinas-dinas tertentu sambil membawa SK penempatan honorer. Dalam SK tersebut memang terdapat tanda tangan Kepala BKD Kota Batam, M Sahir. Namun SK tersebut ternyata palsu dan BKD Batam membatah telah mengeluarkan SK honorer tersebut.

Kasus honorer di lingkungan Pemko Batam ini sebenarnya bukan hal baru. April lalu, Pemko Batam sempat dihebohkan oleh aksi honorer di Dinas Tata Kota (Distako) Batam, Bobi Rian, yang mengungkap adanya penerimaan honorer secara ilegal di dinas tersebut.

Melalui situs youtube.com, Bobi mengungkap ada 20 honorer baru yang masuk di Distako Batam sejak awal 2016. Padahal, Pemko Batam telah memberlakukan moratorium honorer seak 2014 lalu. Bobi menuding, ke-20 honorer itu merupakan titipan pejabat, termasuk pejabat di internal Distako Batam.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemko Batam juga tak luput dari masalah honorer ini. Satpol PP Batam diduga menerima 825 orang tenaga harian lepas (THL) tanpa sepengetahuan Pemko Batam. Bahkan beberapa di antara mereka membayar hingga belasan juta rupiah untuk bisa bekerja sebagai THL di Satpol PP Batam.

Sejumlah dinas lain juga terindikasi menerima honorer baru setelah pemberlakuan moratorium honorer Pemko Batam. Itulah sebabnya, saat dilakukan verifikasi pada awal 2016 lalu, jumlah honorer di Pemko Batam membengkak dari 4.131 orang menjadi hampir 7.000 orang.

Kasus ini kemudian menimbulkan masalah baru. Sekitar 3.000 honorer tersebut terancam tak gajian karena anggarannya tidak masuk dalam APBD murni Kota Batam 2016. Sebab verifikasi dilakukan setelah DPRD mengesahkan APBD Kota Batam 2016 yang hanya mengakomodir gaji untuk 4.131 honorer saja. (she/koran bp)

Baca Juga:

> Seluruh Honorer Baru di Batam Akan Dirumahkan
> Bobi, THL yang Bongkar Kebusukan Pejabat Distako Batam Menenangkan Diri di Bali
> Unggah Video Kelicikan Pejabat Distako Batam, Bobi Malah Dipecat
> THL Distako Batam Bobi Rian Juga Vokalis Band Kufaku, Cantiknya Bule di Video Klipnya
> Wawako Batam: Tak Mungkin Anak Ini (Bobi) Bohong
> Ada Anak Kepala Dinas dan Sekretaris di THL Baru Distako Batam
> 10 Tahun Kerja di Distako, 11 Tahun Pendidikan hingga S2, Dikasi SK Satpam Rusunawa, Ape Gune?
> Pak Wali, Ini Video Protes Pegawai Harian Lepas Dinas Tata Kota Batam.
> Lebih 20 THL Baru di Distako Batam SK-nya Dimanipulasi

Wabub Lingga Pastikan Kebutuhan Masyarakat Selama Ramadan Aman

0
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Wakil Bupati Lingga, Muhammad Nizar pastikan kebutuhan masyarakat selama bulan suci Ramadhan akan aman. Sebab, mengantisipasi persoalan kelangkaan bahan pokok dan sebagainya, Nizar telah kumpulkan jajaran SKPD terkait untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya hambatan pada regulasi kebutuhan tersebut.

Ia mengatakan, SKPD nya akan bekerja ekstra, menjamin kebutuhan masyarakat lancar.

“Seluruh instansi terkait yang memiliki hubungan dengan kebutuhan selama Ramadhan sudah dikoordinasi. Mudah-mudahan semuanya terkendali dengan baik di bulan suci ini,” papar Nizar, Senin (6/6).

Nizar menambahkan, hasil dari laporan Kepala Bagian Ekonomi pemerintah Kabupaten Lingga yang ia terima, kebutuhan sembilan bahan pokok selama ramadhan aman. Antisipasi terhadap kendala regulasinya juga sudah disiapkan.

Selain itu, untuk kebutuhan listrik juga telah dipastikan lancar. Pihak PLN memastikan, tidak terjadi pemadaman bergilir sepanjang bulan suci Ramadhan.

“Kalau kemarin sering dilakukan pemadaman bergilir, tapi selama ramadhan itu kita minta untuk tak terjadi lagi,” tambahnya.

Sementara terkait antisipasi lonjakan mudik lebaran, pihak Dishubkominfo Lingga sudah menyiapkan beberapa antisipasi diantaranya, penambahan armada transportasi laut, dan membuka akses pelayaran Batam-Sei Tenam.

Akses dari dan ke Sungai Tenam kata Nizar,  diharapkan dapat menjadi pengurai kepadatan arus mudik lebaran di satu titik yang biasanya terfokus dipelabuhan Tanjung Buton saja.

“Upaya pemerintah ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat Kabupaten Lingga, dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan,” tutupnya. (mhb)

Soal Aset yang Diserahkan BP Batam ke Pemko, Walikota masih Belum Bisa Komentar

0
Suasana salatdi Masjid Raya Batam Centre, Foto: muhammad nur/batampos.co.id
Suasana salatdi Masjid Raya Batam Centre, Foto: muhammad nur/batampos.co.id

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam telah setuju menyerahkan enam asetnya kepada Pemko Batam. Namun ternyata Pemko Batam mengaku belum mendapat kabar ataupun informasi resmi terkait hal itu dari BP Batam.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengaku belum bisa bicara banyak terkait informasi penyerahan 6 aset BP Batam ke Pemko. Ia enggan bicara banyak terkait rencana akan difungsikan seperti apa aset-aset tersebut

”Saya belum bisa kasih komentar, belum masuk ke saya. Tanya pak Sekda, mungkin beliau sudah tahu,” terang Rudi yang ditemui, kemarin.

Sementara itu, Sekda Pemko Batam, Agussahiman menegaskan belum dapat kabar resmi dari BP Batam terkait penyerahan aset tersebut. Apalagi beberapa waktu lalu, pihaknya masih membicarakan permasalahan itu dengan rapat bersama Walikota dan SKPD Batam.

”Saya tak mau berkomentar mengenai itu, karena belum ada informasi resmi. Karena pada rapat sebelumnya kita telah mengajukan dan belum ditindaklanjuti,” kata Agussahiman.

Diberitakan sebelumnya, hibah itu merupakan hasil rapat Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam pada tanggal 2 Juni 2016, lalu.

Rapat DK Batam dipimpin oleh Menteri Koprdinator Bidang Perekonomian dan dihadiri oleh seluruh anggota DK Batam yaitu;

Menteri Dalam negeri,
Menteri Hukum dan Ham,
Menteri Perdagangan,
Menteri Keuangan ( diwakili ),
Menteri ATR&BPN (diwakili),
Panglima TNI ( diwakili ),
Kapolri (Diwakili),
Gubernur Kepri ( diwakili ),
Wali Kota Batam
Ketua DPRD Provinsi Kepri.
Kepala dan seluruh pimpinan BP Batam. (she)

Lapor Pak Kapolres, Jalan Marina City masih Dijadikan Area Balap Liar

0

batampos.co.id – Kawasan Jalan Marina City, tepat di depan Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Tanjunguncang dan kawasan Tunasregensi Sagulung, masih menjadi tempat tongkrongan Anak  Baru Gede (ABG). Di lokasi tempat tongkrongan itu juga kerap dijadikan tempat mabuk dan balap liar.

Dari informasi yang diperolah, di jalan Marina City Tanjunguncang para ABG mulai memadati lokasi tersebut sekitar pukul 15.00 WIB hingga larut malam.  Jalan itu kerap dijadikan area balap liar (standing, red). Bahkan parahnya lagi sebagian dari mereka ada yang mekonsumsi minuman beralkohol.

”Kadang sering tauran sesama mereka,” ujar Riki warga Prumahan Jupiter, Senin (6/6).

Tak heran jika aksi ugal-ugalan mereka kerap membuat pengendara lain yang menggunakan jalan tersebut untuk berpergian kerap menjadi terganggu. “Kadang orang lewat jadi takut,” ungkapnya.

Seperti diketahui kejadian bulan lalau pada Minggu (22/5) sore, yang mana para ABG tersebut sempat tauran hingga berujung dua unit sepeda motor milik sesama mereka dibakar. “Motor anak Cungting dibakar oleh anak Vegas Marina,” kata Riki.

Hingga akhirnya kedua unit sepeda motor yang sudah dibakar pun dibawa ke Mapolsek Batujai.

Sementara itu, di wilayah Sagulung tempat tongkrongan juga masih saja terjadi di Taman Tunas Regency.  Para ABG yang nongkrong pun hingga larut malam. Bahkan di tempat tersebut kerap juga dijadikan tempat mabuk. Tak heran sebagian warga kerap menjadi korban rampok dan pemalakan di daearah sana.

“Kalau sudah mabuk, terus tak ada lagi uang buat beli minim mereka malak. Minta uang paksa ke warga di sini. Kalau tak di kasi diancam,” ujar Imron salah satu warga di sana. (cr14)  

Warga Batuaji Dijambret, Pelaku Dikejar, Terpojok, Eh, Keluarkan Benda Mirip Pistol

0

batampos.co.id – Teti, warga Kavling Seroja, Sagulung berkisah dirinya dijambret di Jalan Raya Brigjen Katamso, Batauji, persisnya di depan SPBU Tanjunguncang atau sekitar 500 meter dari Polsek Batuaji, Minggu (5/6) sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Wanita 23 tahun yang dibonceng Hengky, suaminya, menggunakan sepeda motor dijambret oleh dua orang pria yang mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion. Kalung Teti dirampas oleh salah satu pelaku yang dibonceng.

”Kalung saya putus jadi dua bagian. Setengahnya tertinggal, setengahnya dibawa mereka (pelaku jambret),” kata Teti.

Melihat sang istri dijambret, Hengky dan beberapa warga pengguna jalan lainnya mencoba mengejar dua pelaku yang langsung tancap gas ke arah Pasar Fanindo itu.

”Suami saya teriak jambret, kebetulan jalanan lagi ramai orang-orang galangan yang baru pulang kerja ikut kejar mereka ke arah Fanindo,” ungkap Teti.

Namun saat kedua pelaku jambret itu terpojok di jalan raya depan Pasar Fanindo, salah satu pelaku mengeluarkan sebuah benda yang mirip seperti senjata api jenis pistol dan mengancam akan menembaki Hengky dan warga yang mengejar mereka.

”Jadi suami saya takut, warga yang bantu kejarpun tak berani dekat. Padahal sudah terpojok mereka,” ujar Teti.

Kedua pelakupun lolos dari kejaran warga karena mengeluarkan benda yang mirip pistol tersebut. Sementara akibat kejadian itu, Teti mengaku bukan saja mengalami kerugian setengah kalung yang dijambret pelaku, tapi juga trauma karena ditodong pakai pistol oleh pelaku jalanan itu.

”Gemetaran saya. Jadi trauma. Jalanan sudah tak aman lagi saat ini,” terangnya.

Kejadian itu memang tak dilaporkan ke kepolisian, hanya saja besar harapan Teti dan warga pada umumnya agar polisi lebih giat lagi melakukan patroli dan pencegahan terhadap keberadaan pelaku kriminal jalanan mulai dari Jambret, begal dan kelompok geng motor kriminal.

Sementara itu, Kepolisian Sektor (Polsek) Batuaji mengaku tak tahu kejadian itu sebab korban tak melapor.

”Tak ada laporan,” ujar Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu M Said.

Kapolsek Batuaji, Kompol Andi Rahmansyah kepada wartawan lebih mengimbau agar masyarakat lebih waspada lagi ke depannya. Masyarakat diminta untuk bisa menjadi polisi bagi diri sendiri. ”Caranya ya pastikan rumah aman saat ditinggal pergi, di jalan raya saat berkendaraan jangan membawa barang berharga yang mencolok, kendaraan parkir di tempat yang aman dan kunci ganda,” ujar Andi.

Tindakan preventif, sambung Andi, kepolisian gencar melakukan patroli rutin di semua lokasi di wilayah hukum Mapolsek Batuaji.

”Tim lapangan masih standby mulai dari patroli, anggota intel dan buser. Tapi kadang pelaku kriminal ini pandai. Mereka beraksi saat tak ada polisi, jadi peran aktif masyarakat untuk jadi polisi bagi diri sendiri itu penting,” ujar Andi.

Khusus selama bulan puasa ini, sambung Andi, anggota patrolinya akan fokus melakukan pengawasan di semua lokasi yang dianggap rawan baik di jalan raya maupun di komplek perumahan.

”Patroli akan dipadati dimulai pukul 16.00 WIB hingga tarawih, tengah malam, serta subuh sampai pagi,” kata Andi lagi.

Kepada pengurus masjid, Andi juga mengimbau agar menempatkan tenaga pengaman khusus di sekitar lokasi masjid agar menjaga areal masjid dan parkir masjid untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tak diinginkan. (eja)

Lim Bi Hien belum Bisa Dimintai Keterangan

0

batampos.co.id – Kecelakaan dua sepeda motor di Simpang Jam antara anggota polisi dan warga sipil hingga kini belum diketahui penyebabnya. Korban bernama Lim Bi Hien yang dirawat intensif di Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) dan anaknya Nini sampai saat ini belum bisa dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

”Penyebabnya belum diketahui secara pasti, karena korban sampai saat ini belum bisa dimintai keterangan,” ujar Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Andar Sibarani, Senin (6/6).

Menurutnya, sejauh ini, ia hanya mengantongi keterangan anggotanya dan rekaman CCTv. Dari pengakuan anggotanya dan rekaman CCTv diketahui Nini bersama ibunya mengendarai sepeda motor saat lampumerah baru saja berubah merah.

”Saya tidak mau komentar dulu. Kami harus minta keterangan mereka yang di rumah sakit,” tegasnya.

Nini, anak korban yang ditemui di RSAB tak berkomentar dengan kejadian yang menimpa dirinya dan ibunya. Ia tampak terpukul dengan kejadian tersebut.

Sementara itu, Jhonson, kerabat korban mengatakan kecelakaan itu terjadi saat Nini dan Lim Bi Hien pulang berbelanja dari kawasan Nagoya. Keduanya hendak pulang menuju Pancur, Seibeduk dan melalui Simpang Jam.

”Setelah ditabrak mereka langsung dibawa ke rumah sakit. Kalau masalah polisi yang bertanggung jawab saya kurang tahu juga,” ujarnya.

Informasi yang didapatkan, kecelakaan itu terjadi pada Minggu (29/5) lalu. Saat itu Lim Bi Hien bersama anaknya Nini mengendarai sepeda motor Honda Scopy. Mereka melaju dari arah Nagoya menuju Simpang Kabil dan berencana menuju rumah di Pancur, Seibeduk. Tapi, di Simpang Jam terlibat tabrakan dengan pengendara lainnya yang ternyata anggota polisi. Lim Bi Hien dan anaknya dievakuasi ke RSAB karena mengalami luka serius. (opi)