Anggota Polsek Batuampar saat razia preman di Jodoh. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
batampos.co.id – Jajaran Polsek Batuampar menggelar razia cipta kondisi di kawasan Batuampar, Minggu (5/6) dini hari. Razia ini dilakukan untuk menciptakan situasi kondusif selama Ramadan.
Razia yang dipimpin Kapolsek Batuampar, Kompol Arwin tersebut mengamankan 8 orang preman dan 7 sepeda motor tanpa dilengkapi dokumen.
“Ini kegiatan rutin. Untuk menciptakan situasi kondusif selama Ramadan,” ujar Arwin.
Dia menambahkan razia tersebut dengan target membubarkan tongkrongan para preman, narkotika, sajam dan miras. Dimana keberadaan preman tersebut sangat meresahkan.
“Preman-preman ini kerap menimbulkan keributan dan berujung pada perkelahian dan pengeroyokan,” terang Arwin.
Menurut Dia, keberadaan kios yang menjual miras di kawasan Batuampar tersebut dinilai mengundang keberadaam preman. Miras-miras dengan berbagai kadar alkohol itu dengan mudah didapatkan.
“Miras ini awal dari keributan. Preman-preman yang dipengaruhi alkohol itu sering membuat onar,” tuturya.
Arwin juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk sama-sama menjaga keamanan saat bulan Ramadan. Hal itu dilakukan agar ibadah khususnya pada malam hari bisa berjalan khidmat.
“Kalau ada yang mencurigai segera laporkan kepada kita. Atau ada tongkrongan anak-anak muda yang meresahkan,” pungkasnya. (opi)
Gubernur kepri Nurdin Basirun saat menghadiri ulang tahun Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Batam. foto:humas pemprov
batampos.co.id – Gubernur Nurdin Basirun menegaskan pendidikan dan kesehatan masyarakat pesisir menjadi perhatian utama dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia. Dengan pendidikan dan kesehatan yang terus membaik, baik secara langsung maupun tidak, akan membawa pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Hal itu ditegaskan Nurdin sesaat sebelum melepas Lomba Jong, sempena ulang tahun Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) ke-43 di bawah Jembatan I Barelang, Batam.
Nurdin sendiri cukup yakin dengan kecerdasan anak-anak pesisir di Kepri. Dia memberi contoh bahwa saat ini ada beberapa anak-anak pesisir yang sudah bisa menghafal Al Quran ber-juzz-juzz.
“Kalau sudah dengan mudah menghafal Al Quran, rasanya hafalan pelajaran yang lain Insya Allah, dipermudahkan,” kata Nurdin.
Menurut Nurdin, sektor pendidikan memang menjadi prioritas unggulan Pemprov Kepri. Nurdin ingin anak-anak Kepri mengeyam pendidikan setinggi mungkin.
“Jadi adik-adik, jangan takut tak sekolah, tak kuliah, Bang Din jamin,” kata Gubernur, yang lebih akrab jika dipanggil Bang Din ini.
Nurdin seperti ingin menjadi abang, yang ingin memastikan adik-adiknya mendapat pendidikan yang baik.
Selain masyarakat, dalam acara itu hadir juta tokoh sentral pembentukan Provinsi Kepri H Huzrin Hood, Ketua DPD HNSI Kepri Timat Rahmad, Ketua DPC HNSI Kota Batam Awang Herman, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Raja Ariza.
Kepada Raja Ariza, Gubernur memerintahkan agar masyarakat pesisir di Kepri diberi perhatian yang lebih lagi dari selama ini. Agar hasil perikanan mereka lebih meningkat.(jpg/bpos)
Ini lah kapal TB Tirta Samudra XXVII yang masih dalam sengketa antara PT Bandar Abadi Tanjunguncang dengan PT Usda Seroja Jaya. Foto: Ist
batampos.co.id – Pengusaha shipyard PT Bandar Abadi Tanjunguncang bersitegang dengan PT Usda Seroja Jaya selaku pemilik kapal TB Tirta Samudra XXVII. Pasalnya karyawan PT Usda berusaha menarik TB Tirta Samudra XXVII yang telah selesai docking dan perbaikan bodi (sandblast dan painting), Kamis (2/6) lalu sekira pukul 07.30 WIB.
Sementara, manajemen dan karyawan PT Bandar Abadi tak membiarkan kapal tersebut ke luar sebelum dilunasi biaya docking dan perbaikan bodi dan biaya lainnya sebesar Rp 10 miliar lebih atau 1,2 juta dolar Singapura.
“Kami tidak menghalangi kapal tersebut ditarik asal administrasi sudah diselesaikan dan sesuai dengan prosedur hukum. Kapal tersebut belum ada keputusan pengadilan yang tetap (inkrah) boleh ditarik ke luar, serta pihak PT Usda belum melunasi kewajibannya yang dibuktikan dengan tagihan, invoice, dan denda keterlambatan lainnya,” ujar HRD PT Bandar Abadi, Nalurita DH Arini kepada wartawan di Kepri Mall, Jumat (3/6) malam.
Diakui Nalurita, kapal tersebut sedang sengketa di pengadilan. Pada pengadilan pertama di Pengadilan Negeri (PN) Batam dimenangkan PT Usda. Pada putusan provisi PN Batam, mengakui pemilik kapal PT Usda dan berhak menarik.
Akan tetapi, pihak PT Bandar Abadi banding atas putusan provisi tersebut ke Pengadilan Tinggi (PT) Riau di Pekanbaru. PT Riau mengeluarkan penetapan No 1/Pen.pdt/2016/PT PBR, mengingat pasal 191 ayat (1) Rbg, pasal 332 Rv, SEMA No 3 Tahun 2000 dan peraturan per UU menetapkan menolak memberikan izin untuk melaksanakan eksekusi putusan provisi PN Batam tanggal 31 Maret 2016 Nomor 267/Pdt.G/2015/PN.Btm.
“Itu yang kami sayangkan, pihak PT Usda berusaha menarik paksa kapal tersebut memakai TB Samudra Sindo IX dengan mendatangkan massa. Selain itu, ada pula tiga boat berisi oknum aparat mengawal penarikan kapal tersebut. Bukti foto-foto dan video lengkap kami punya. Itukan belum putusan yang tetap, pihak PT Usda masih bisa kasasih ke Mahkamah Agung (MA). Kalau penarikan itu berdasarkan hukum, kami persilakan,” ujar Nalurita.
“Kita hormati hukum, kami siap dengan konsekuensi apapun kalau itu sudah ada putusan hukum tetap atas objek yang disengketakan,” terangnya.
Masih jelas Nalurita, bahwa kapal tersebut sudah tiga kali keluar masuk docking di perusahaan Bandar Abadi, tapi hingga saat ini belum satu persenpun kewajibannya dibayarkan sejak kontrak kerjasama dimulai pada Desember 2014 lalu.
Sementara itu, dihubungi terpisah, High Legal PT Usda Seroja, Beni membantah pihaknya mengambil paksa kapal tersebut. Tapi katanya sudah diminta baik-baik tapi tak dikasih, karenanya mereka akhirnya mundur karena tidak dikasih.
“Itu milik kami (USJ), kalau ambil paksa tentu kami tidak mundur apapun resikonya, buktinya kami mundur karena tidak dikasih,” ungkap Beni.
Beni juga membantah pihaknya melibatkan oknum aparat untuk memback up penarikan tugboat kala itu. Meski menurutnya pihaknya sudah mengantongi izin olah gerak dari Syahbandar.
Masih kata Beni, bahwa pihaknya juga membantah dibilang terhutang hingga Rp 10 miliar, tapi dalam hitungan USJ hanya sekitar Rp200 juta. “Bahkan kami rugi sekian miliar karena tugboat tidak boleh keluar dan beroperasi,” terangnya.
Kemudian, Beni mengklaim putusan provisi PN Batam telah memenangkan PT Usda. Adapun yang dibandingkan PT Bandar Abadi adalah putusan perkara soal ganti rugi.
“Darimana itu tagihan Rp 10 miliar. Tagihan sesuai kontrak Rp200 juta. Betul kami belum bayar Rp 200 juta itu, tapi pihak PT Bandar Abadi tak menyelesaikan kewajibannya,” ujar Beni.
Kewajiban yang dimaksud beni yaitu, saat kapal tersebut diambil membentur dinding docking hingga menyebabkan kerusakan seperti propelar, bodi, dan lainnya. “Itu saja belum mereka selesaikan,” kata Beni.
Soal kerusakan itu, kata Lulu, pihaknya hanya docking dan sandblast painting. Ia menyebut kerusakan yang dimaksud Beni terlalu didramatisir.
“Kalau kapal mau ke luar dari docking tentu pelan-pelan. Plat kapal itu sangat tebal. Kalaupun keluar pelan-pelan menabrak dinding, tidak akan rusak parah. Kami sudah cek, bodinya sama sekali tidak mengalami kerusakan,” jelasnya. (iwa/ash)
Tiga WN Cina yang diamankan karena mencuri uang di Money Changer di Batam dengan modus hipnotis. Foto: istimewah
batampos.co.id – Tiga warga negara asing (WNA) asal Cina diciduk polisi usai menghipnotis karyawan money changer di Komplek Bumi Indah, Nagoya, Sabtu (4/6/2016) sore.
Dalam aksinya, para pelaku bernama Chen Bing Kun, Ye Feina, Luo Yoezhen berhasil membawa kabur uang dalam bentuk dolar AS senilai Rp 131 juta.
Aksi ketiga pelaku ini terungkap setelah karyawan money changer tersadar dari pengaruh hipnotis pelaku.
Beruntung, aksi para pelaku terekam kamera CCTv. Dalam rekaman terlihat mereka mengambil ribuan uang dalam pecahan dolar AS di money changer tersebut dan kabur menggunakan mobil Daihatsu Xenia BP 1196 HG.
Pelaku akhirnya ditangkap anggota Sat Sabhara Polresta Barelang yang bertugas mengamankan money changer di BCS Mall. Bahkan pelaku nyaris menjadi bulan-bulanan warga sekitar.
WN Cina saat beraksidengan pura-pura ingin menukarkan uang terekam CCTV Money Changer. Foto: istimewa
Ketua Dewan Penasihat Asosiasion Kegiatan Usaha Pedagang Valuta Asing (KUPVA) Batam, Amat Tantoso mengatakan penangkapan pelaku berdasarkan informasi pemilik money changer yang menjadi korban. Dari rekaman CCTv tersebut diketahui identitas pelaku.
“Identitas pelaku didapatkan dari Whatsapp group KUPVA. Dan pelaku diketahui akan beraksi di sekitar BCS,” ujar Amat.
Menurutnya, pelaku sudah meresahkan para pengusaha penukaran valuta asing (valas) di Batam. Sebab mereka diduga spesialis pencuri money changer dan sudah beraksi di beberapa negara.
“Saya apresiasi kinerja polisi dan saya harap polisi bisa menghukum seberat-beratnya,” tegasnya.
Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya pelaku baru saja tinggal di Batam dan tercatat sudah melancarkan aksinya sebanyak dua kali di money changer kawasan Nagoya, Selasa (17/5/2016) lalu.
“Mereka sudah dua kali beraksi. Dan kita masih menginterogasi mereka,” ujar Memo.
Dalam aksinya tersebut, ketiga pelaku mempunyai peran yang berbeda. Chen Bing Kun bertugas menghipnotis karyawan, Ye Feina bertugas mengawasi situasi, sedangkan Luo bertugas sebagai sopir.
“Mereka memiliki peran yang berbeda. Dan kasus ini masih kita dalami karena dugaan ada korban lainnya,” paparnya.
Sementara itu, Kapolsek Lubukbaja, AKP I Putu Bayu Pati menegaskan pihaknya akan meningkatkan pengamanan dan penjagaan di lokasi money changer yang ada di wilayah hukumnya.
“Mereka sebelumnya pernah melakukan. Dan saya minta kepada pemilik money changer untuk meningkatkan pengamanannya,” tutup Putu. (opi/bp)
Pasar Induk Jodoh, Batam. Foto: Suprizal Tanjung/batampos
batampos.co.id – BP Batam menghibahkan 6 asetnya kepada Pemko Batam. Keenam aset itu ialah
TPA Telaga Punggur
Masjid Agung Batam Center
Masjid Baiturrahman Sekupang
Pasar Induk Jodoh.
Kantor Walikota Batam dan
Kantor DPRD Batam
Hibah itu merupakan hasil rapat Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam pada tanggal 2 Juni 2016, lalu.
Rapat DK Batam dipimpin oleh Menteri Koprdinator Bidang Perekonomian dan dihadiri oleh seluruh anggota DK Batam yaitu;
Menteri Dalam negeri,
Menteri Hukum dan Ham,
Menteri Perdagangan,
Menteri Keuangan ( diwakili ),
Menteri ATR&BPN (diwakili),
Panglima TNI ( diwakili ),
Kapolri (Diwakili),
Gubernur Kepri ( diwakili ),
Wali Kota Batam dan
Ketua DPRD Provinsi Kepri.
Kepala dan seluruh pimpinan BP Batam.
Rapat DK Batam ini adalah Rapat yang pertama setelah pengangkatan pimpinan BP Batam yang baru pada tanggal 5 April 2016 yang lalu.
Dewan Kawasan juga sangat menghargai langkah yang diambil BP-Batam sebelum rapat ini diadakan karena telah menjawab permintaan Pemko Batam secara positif dan ini telah membantu tugas DK-Batam dalam menyelesaikan masalah, lanjut Darmin Nasution. (ptt)
Ketua Umum DPP Hidayatullah, Dr. H Nasirul Haq, MA membuka Daurah Alquran angkatan II di Pondok Pesantren Hidayatullah Batam II, Tanjunguncang. Minggu (5/6). Foto: Ahmad Yani/ Batam Pos
batampos.co.id – Bulan Ramadan adalah bulan di mana Alquran diturunkan di dalamnya. Karena itu, bulan Ramadan disebut juga dengan Syahrul Quran yaitu bulannya Alquran, kata Ketua Umum DPP Hidayatullah, Dr. H Nasirul Haq, MA dalam sambutannya ketika membuka Daurah Alquran angkatan II di Pondok Pesantren Hidayatullah Batam II, Tanjunguncang. Minggu (5/6).
“Di bulan Ramadan ini mari kita jadikan Alquran sebagai program kita untuk meraih kemenangan di hadapan Allah. Kita gerakkan dakwah mengajar, menghafal dan menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup kita sehari-hari. Mari kita isi puasa kita dengan membaca dan menghafal Alquran sekaligus menghayati makna dari kandungan Alquran itu,” kata Nasirul Haq.
Kerena, tambah Nashirul Haq, di dalam sebuah hadis dikatakan bahwa pada hari kiamat kelak puasa dan Alquran akan menjadi syafaat buat mereka-mereka yang telah menunaikan puasa dan membaca Alquran.
“Bacalah Alquran karena orang yang membacanya akan didatanginya di hari kiamat kelak. Juga berpuasalah karena kelak di hari kiamat nanti puasa itu akan datang dan memohon kepada Allah dan berkata Yaa Allah bebaskanlah hamba mu ini dari api neraka sebab karena aku (puasa, red) dia telah mengekang nafsu makan, minum dan syahwatnya,” jelas Nashirul.
Lebih lanjut Nashirul mengatakan, Alquran itu mukjizat makanya orang-orang bisa menghafal dan memahami isinya. “Alquran itu mukjizat, kalau dipikir secara logika tidak mungkin orang dapat menghafalnya sebanyak 30 juz tapi bagi Allah tidak ada yang mustahil bagi orang yang sungguh sungguh dan tekad yang kuat pasti akan bisa menghafal Alquran,” katanya.
Pendiri Yayasan Hidayatullah, Jamaludin Nur mengatakan bahwa dauroh ini adalah upaya untuk menciptakan generasi-generasi yang qurani, generasi yang selalu berpedoman pada Alquran dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
“Ini merupakan cita-cita besar, melalui daurah ini nantinya akan lahir generasi-genarasi yang qurani, yaitu generasi yang dekat dengan Alquran dalam kehidupannya sehari-hari. Tentu, cita-cita dan impian yang mulia ini harus ditopang dengan langkah yang nyata. Kita buktikan bahwa orang beriman itu mudah menghafalkan Alquran. Setelah itu jangan lupa untuk ditadabburi dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” kata jamal.
Jamaludin menanggapi bahwa akhir-akhir ini banyak sekali anak-anak muda yang terlibat tindak kriminal seperti pencurian, pembunuhan, narkoba bahkan pemerkosaan. Namun kata Jamal anak-anak yang dididik dengan Alquran akan terhindari dari hal tersebut.
“Mari kita bentengi anak-anak kita dengan Alquran. Alquran adalah mukjizat yang di dalamnya terkandung hukum, sejarah, dan firman Allah Subhanahu Wata’ala yang harus diimani. Sibukkan anak-anak kita dengan Alquran jika dari sekarang tidak kita sibukkan dengan Alquran maka anak-anak kita akan sibuk dengan game online dan ipadnya. Semoga setelah dauroh ini para peserta bisa minimal menghafal 3 juz Alquran,” kata dia.
Dauroh Alquran yang mengambil tema ‘Meraih Kemenangan dengan Kemuliaan Alquran’ ini diikuti oleh 73 peserta yang terdiri dari siswa SD, SMP, SMA dan Mahasiswa yang dilaksanakan selama 25 hari di Pondok Pesantren Hidayatullah Batam II, Tanjunguncang.
Di sini peserta daurah akan dibimbing oleh sang pembimbing yang tidak hanya mengurusi hafalan peserta, namun juga mengurusi makan (sahur dan buka puasa) para peserta.
Mereka digembleng selama daurah untuk fokus menghafal Alquran, mulai dari pagi sampai menjelang buka puasa. Para pembimbing menyaratkan agar target minimal hafalan perhari seperempat juz per hari. Namun tetap tidak membebani bagi yang tidak mampu, karena kemampuan anak-anak dalam menghafal berbeda-beda. (cr14)
batampos.co.id – Satu dari dua pelaku buron yang menyerang dan membunuh ketua RT03/RW01, Tiban Lama berhasil diciduk. Pelaku berinisial Rb ini diamankan ditempat persembunyiannya di Kavling Ruli Nangka Baru, Sagulung.
Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian mengatakan penangkapan pelaku berdasarkan kecurigaan warga sekitar. Pelaku terlihat memasuki ruli tanpa berbaur dengan warga sekitar.
“Dari laporan itu kita telusuri dan anggota buser langsung datang ke lokasi. Pelaku diamankan tanpa adanya perlawanan,” ujar Memo, kemarin.
Memo menjelaskan dari pemeriksaan dan keterangan saksi Rb tersebut turut menganiaya warga sekitar dan merusak kios bandrek. Bahkan pria 18 tahun ini ikut memukul dan menganiaya Syahrial.
“Memang dari pemeriksaan sementara pelaku ikut serta. Saat ini masih kita mintai keterangan,” tegas Memo.
Sementara salah seorang pelaku lainnya yang masih buron diketahui hanya berada di lokasi. Pelaku tersebut hanya berada di persimpangan bersama 8 orang rekannya.
“Sekarang kita masih fokus mencari pelaku satu ini. Sesuai keterangan yang kita dapat ia tak terlibat dan hanya sebagai saksi,” tuturnya.
Menurut Memo, dari pungungkapan tersebut diketahui sekolompok orang tersebut berjumlah 16 orang. 7 diantaranya melakukan pengrusakan dan menganiaya warga bahkan menikam Syahrial. Sedangkan 9 diantaranya ditetapkan sebagai saksi.
“Kemarin kita juga melakukan pra rekontruksi untuk menyesuaikan kejadian dengan keterangan saksi dan pelaku,” pungkasnya.
Sat Reskrim Polresta Barelang sejauh ini mengamankan 15 orang yang diduga terlibat sebagai pelaku penyerangan dan membunuh Syahrial, ketua RT03/RW01 Tiban Lama. Dari 15 orang tersebut, 7 ditetapkan sebagai tersangka, dan 1 orang yang sebagai saksi masih buron. (opi)
Ketua Umum DPP Hidayatullah, Dr. H Nasirul Haq, MA melepas para dai ditandai dengan penyematan sorban disaksikan oleh Pendiri Yayasan Hidayatullah Batam, KH Jamaludin Nur dan Ustaz Khoirul Amri. Foto: Ahmad Yani/ Batam Pos
batampos.co.id – Suara takbir menggema di Masjid Pondok Pesantren Hidayatullah Batam, Batuaji, Sabtu (4/6). Takbir itu sengaja dikumandangkan para ustaz dan para santri yang hadir untuk mengiringi pelepasan dai dan dai’ah lulusan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Hidayatullah Batam untuk berdakwah ke penjuru Nusantara.
“Para dai dan dai’ah yang kita lepas ini sudah mendapatkan pembekalan. Baik itu bekal ilmu juga bekal semangat, nilai ketauhidan, iman dan Islam serta keyakinan dan tekad yang kuat,” kata Pendiri Yayasan Hidayatullah Batam, KH Jamaludin Nur.
Lebih lanjut Jamaludin mengatakan, bahwa bekal tersebut merupakan bekal utama bagi setiap kader yang berdakwah di seluruh pelosok negeri ini.
“Yakin kan pada diri apabila kita menolong agama Allah, maka Allah pasti akan menolong kita. Bertahan saja di tempat tugas, Insha Allah, janji Allah pasti akan nyata hasilnya. Para dai dan dai’ah hendaknya memiliki loyalitas yang tinggi. Jangan khawatir serahkan semuanya pada Allah. Berkaryalah di sana, jaga kepercayaan, berikan penguatan, keteladanan dan contoh yang baik. Lakukan yang terbaik untuk umat, agama, dan bangsa. Yakin bisa sukses,” pesan Jamal.
Jamaludin mengungkapkan, bahwa penugasan para dai dan dai’ah ini merupakan wujud kepedulian Pesantren Hidayatullah untuk ikut meningkatkan pengetahuan-pengetahuan agama kepada umat di pelosok Nusantara dalam usaha mencerdaskan anak-anak Indonesia yang santun dan berakhlak mulia.
“Kita membawa misi dakwah yang sejuk, familiar. Kalau memang belum paham tentang Islam, kita ajak sharing. Kita tidak boleh asal menuduh orang lain kafir atau bid’ah karena bisa jadi informasi tentang Islam memang belum sampai padanya. Untuk itu kita hadir sebagai perantara dengan penuh kesejukan untuk sampainya hidayah itu,” ujarnya
Sementara itu, Ketua Umum DPP Hidayatullah, Dr. H Nasirul Haq, MA mengungkapkan, setiap dai dan dai’ah Hidayatullah yang akan ditugaskan harus benar-benar siap di manapun mereka ditugaskan.
“Saya yakin para dai dan dai’ah yang ditugaskan benar-benar sudah siap untuk mengemban tugas dakwah ini. Insha Allah dengan pertolongan Allah serta diiringi dengan kemampuan akademis yang baik, memiliki karakter berkualitas, para dai dan dai’ah akan mampu menjadi pemimpin yang bisa diteladani umat,” ujarnya.
Pelepasan para dai dan dai’ah tersebut ditandai dengan pembacaan ikrar dan penyematan sorban kepada para dai. adapun para dai tersebut akan ditugaskan di Batam, Lampung, Aceh, Lingga, Bintan, Anambas, Tanjungbalai Karimun, Kalimantan, Lubuk Linggau, dan Papua.
Nashirul berpesan bahwa dalam berdakwah jangan pernah menyerah sebelum berjuang. Sebab, katanya, Allah bersama umat yang bertawakal.
“Tidak usah sedih terutama yang ditempatkan di wilayah Papua. Meski banyak bayangan bahwa Papua keras, tetapi itu tergantung manusianya yang bisa menempatkan diri dengan baik. Islam di Papua adalah agama minoritas. Tetapi, Islam bisa diterima disana,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Kepri Nurdin Basirun yang diwakili oleh Kepala Biro Kesra Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, Tarmidi dalam sambutannya berpesan kepada para dai dan dai’ah yang ditugaskan agar membangun silaturahmi antar umat dalam rangka ukhuwah sehingga terjamin ketertiban, kelancaran dan keamanan di dalam bertugas, membangun kerjasama dengan bergotong-royong demi majunya daerah.
“Dan yang paling penting sampaikan dakwah ini dengan santun dan penuh hikmah, jadilah dai dan dai’ah yang melayani dan mengayomi masyarakat dengan tidak menggurui, hindari sekecil mungkin akan khilafiyah dan jidal (perbedaan dan perdebatan, red). Dakwah ini adalah amanah yang mulia maka harus diiringi dengan hati yang tulus , ikhlas dan tanpa pamrih. Saya selaku pribadi dan mewakili pemerintah sangat mendukung program ini, semoga kita semua senantiasa dalam kebaikan dan bimbingan Allah,” ujarnya. (cr14)
Suasana galangan kapal di Batuampar yang padat, Jumat (15/4). Pengusaha Shipyard di Batam berharap penerapan KEK tak akan berdampak negatif bagi industri tersebut. F.Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos
batampos.co.id – Industri maritim di Batam benar-benar harus dikembangkan untuk mewujudkan pembangunan ekonomi yang optimal. Contohnya industri galangan kapal yang sudah lama eksis di Batam.
“Pemerintah memiliki rencana jangka panjang sampai tahun 2025 untuk pengembangan industri maritim,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (Ilmatek), I Gusti Putu Suryawirawan, belum lama ini.
Target tersebut antara lain pada tahun 2020 adalah industri galangan kapal di seluruh Indonesia termasuk di Batam mampu memproduksi semua tipe dan jenis kapal termasuk kapal komersil, kapal penumpang, kapal industri sampai dengan 200.000 dwt, sedangkan pada tahun 2025 diharapkan dapat mencapai 300.000 dwt.
“Dua cara untuk mewujudkannya adalah dengan membangun infrastruktur maritim melalui program tol laut dan peningkatan keamanan dan wilayah Indonesia,” ucapnya lagi.
Saat ini ada 114 perusahaan galangan kapal di Batam dan 48 industri penunjang galangan kapal dengan total pekerja hanya 11.900 orang, jumlah pekerja yang hampir sama dengan yang dimiliki perusahaan Drydock pada 2013 lalu.
Sekretaris Batam Shipyard Offshore Association (BSOA), Suri Teo mengungkapkan para pengusaha galangan kapal hanya meminta kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam agar segera meningkatkan infrastruktur untuk mempermudah akses dan mendorong pemerintah pusat memberikan order pengerjaan kapal lebih banyak ke industri galangan kapal yang ada di Batam.
“Saat ini memang kondisi galangan kapal di Batam lagi sepi orderan akibat pengaruh krisis global yang melanda, dimana harga minyak turun drastis,” katanya. (leo)
Industri Galangan kapal di Tanjunguncang, Batam. Foto: http://worldmaritimenews.com
batampos.co.id – Himpunan Kawasan Industri (HKI) berharap Batam nantinya dibangun menjadi kawasan ekonomi terpadu yang kondusif untuk meningkatkan daya saing Batam.
“Dewan Kawasan (DK) harus bisa menciptakan kepastian hukum agar terjadi sinkronisasi perizinan di pusat dan di daerah,” kata Ketua Umum HKI, Sanny Iskandar, belum lama ini.
Sesuai dengan UU Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian dan PP Nomor 142 Tahun 2015 tentang Kawasan Industri yang isinya mengenai kewajiban industri untuk berlokasi di dalam Kawasan Industri.
“Supaya dapat mengoptimalkan peran dan fungsi Kawasan Industri (Industrial Estate) sebagai instrumen untuk meningkatkan daya saing Batam,” tegasnya.
Di Batam, industri pengolahan atau manufaktur mendominasi 56 persen dari struktur ekonomi Batam. “Dan sudah sepantasnya dijadikan usaha unggulan Batam sehingga harus diperkuat,” tambahnya.
Untuk memudahkan langkah membangun konsep kawasan ekonomi terpadu menjadi kenyataan maka diperlukan penyelenggaraan perizinan dalam konsep one stop service artinya hanya melewati satu pintu saja.
Pembangunan infrastruktur, proses pengadaan tanah yang tidak birokratif, kenyamanan berusaha dan promosi yang gencar menjadi syarat mutlak untuk kemajuan Batam.
“Masalah keamanan perlu ditegakkan sebagai kunci utama pembangunan ekonomi Batam,” ungkapnya. (leo)