batampos.co.id – Kapolresta Barelang, Kombes Pol Helmy Santika berjanji akan mengungkap pelaku yang melakukan keributan di Tiban Kampung, Sekupang. Dia juga berjanji akan menindak tegas pelaku penikaman terhadap Syahrial ketua RT03/RW01.
“Kami akan bekerja untuk menangkap pelaku. Beri kami waktu untuk bekerja,” ujar Helmy di Mapolresta Barelang.
Helmy mengaku sudah memeriksa dan meminta keterangan empat orang saksi. Selain itu, pihaknya sudah mengantongi ciri-ciri pelaku.
“Ciri-cirinya kami sudah tahu. Langkah pertama jajaran Polsek, Binmas dan intel sudah melakukan upaya pencarian,” tegasnya.
Menurutnya, Syahrial merupakan korban kebrutalan pelaku. Pelaku saat itu bersama rekan wanitanya mencari seseorang yang sudah menggoda rekannya.
“Sepertinya ada persoalan rekan kelompok. Kelompok perempuan diganggu kelompok lain dan pelaku mengejar. Di TKP ada sekolompok orang nongkrong,” terangnya.
Dia juga menghimbau pelaku untuk segera menyerahkan diri. Sebab pelaku telah menyerang orang yang tak bersalah dan melakukan pengrusakan di pemukiman penduduk.
Sementara Suhadi salah seorang warga mengaku sempat mencegat pelaku memasuki kawasan Tiban Kampung. Saat itu pelaku berjumlah puluhan orang, namun beberapa diantaranya berhasil menyerang.
“Sebagian mereka (pelaku) menunggu di luar. Mereka mengaku mengejar jambret,” ujarnya. (opi)
Pengurus Preti Batam, APVA Batam dan Tim Dokter Kepri bersama bayi kembar siam Rahma-Rahmi dan orangtua bayi Warmin Bahrudin dan Junaidi Bakri Ratu Loli di RSAB Batam, Sabtu (28/5). Foto: Iman Wachyudi/ Batam Pos
batampos.co.id – Bayi kembar siam dempet perut Rahma-Rahmi mengundang keprihatinan warga. Banyak warga Batam yang menjenguk dan memberikan bantuan dana.
Seperti Sabtu (28/5), Yayasan Perkumpulan Perempuan Tionghoa (Preti) Batam, mereka datang memberikan dukungan moril dan sumbangan kepada Rahma-Rahmi dan orangtua bayi Warmin Bahrudin dan Junaidi Bakri Ratu Loli yang diketahui dari keluarga tidak mampu.
Warmin Bahrudin, sang ibu, seorang buruh pabrik garmen dengan gaji UMK. Sementara Junaidi Bakri Ratu Loli, sang ayah, buruh bangunan yang baru bekerja ketika proyek memanggil. Saat ini, tidak ada proyek yang mempekerjakannya. Pemenuhan biaya kehidupan murni bergantung pada gaji Warmin.
“Kami tahu setelah baca koran Batam Pos, makanya kami kemari untuk memberikan bantuan kepada mereka. Kami harap dengan bantuan ini dapat meringankan sedikit beban mereka. Dan kami bersyukur bisa melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi orang banyak. Apalagi kami baca orangtuanya dari keluarga tidak mampu,” ujar Sekretaris Preti Batam, Vonny
Selain Yayasan Perkumpulan Perempuan Tionghoa (Preti) Batam, terlihat juga rombongan dari Asosiasi Pedagang Valuta Asing (APVA) Batam yang pada hari itu ikut membesuk bayi ini.
Penasehat APVA Batam, Datok Amat Tantoso menyatakan, butuh partisipasi segala pihak untuk membantu terwujudnya operasi yang pertama kalinya ini di wilayah Kepulauan Riau, khususnya Batam.
“Kita sebagai pengusaha di Batam ikut terpanggil untuk melibatkan diri. Kita harus tunjukkan kalau Batam bisa. Makanya, kita merasa perlu datang ke sini memberi dukungan bersama kawan-kawan sesama pengusaha money changer untuk membantu,” ujar Datok Amat.
Amat pun berharap agar masyarakat atau siapapun bisa membantu meringankan beban keluarga Rahma-Rahmi. “Mudah-mudahan semuanya berjalan baik. Saya juga akan ajak semua pengusaha money changer maupun pengusaha lainnya di Batam untuk membantu. Karena bagaimanapun, mereka adalah saudara kita juga,” jelasnya.
Sementara itu, Tim Kembar Siam Kepri mengharapkan uluran tangan semua pihak baik pemerintah, pengusaha juga masyarakat untuk memberikan donasi terkait tindakan operasi pemisahan bayi kembar siam Rahma-Rahmi.
Hingga kemarin dana yang terkumpul masih jauh dari kata cukup dari kebutuhan operasi sekitar Rp 1,1 miliar, kebutuhan ini mencangkup kebutuhan habis pakai seperti obat-obatan serta peralatan medis yang tak bisa dipakai secara rutin dalam setiap operasi hingga kedua bayi tersebut pulih.
“Terakhir kita cek pada Rabu (25/5) dana yang terkumpul baru 21 juta rupiah, ini masih jauh dari kata cukup. Untuk itu kita sekarang sedang menggerakkan semua unsur baik itu dari pemerintahan, pengusaha, maupun masyarakat agar memberikan bantuan kepada kedua bayi ini,” ujar Ketua Tim Operasi Pemisahan Kembar Siam Kepri, dr. Indrayanti, SpA, Mars.
Menurut Indrayanti, kini keadaan Rahma Fairuz Maknuniyyah dan Rahmi Fahira Nahlannisa dalam kondisi stabil sambil menunggu rencana operasi yang direncanakan awal atau pertengahan Juli mendatang. “Untuk operasi ada persyaratan fisik minimal setiap bayi 5 kilogram, kini beratnya baru 6,6 kilo jika ditimbang bersama kedua bayi tersebut. Hitungan kami di awal juli atau pertengahan juli rencana operasi,” ungkapnya.
Lebih lanjut Indrayanti mengatakan, untuk memisahkan bayi kembar dempet dengan diameter 10 centimeter itu dibutuhkan waktu 10 sampai 12 jam, sedangkan untuk tingkat keberhasilannya Indrayanti menjelaskan tergantung pada case bayi tersebut, untuk hal ini karena salah satu bayi yakni Rahma Fairuz Maknuniyyah mengalami kelainan jantung.
“Memang memisahkan kasus bayi kembar siam merupakan tantangan yang besar dan butuh penanganan yang ekstra. Namun dengan fasilitas yang lengkap dan tim yang solid kita yakin operasi ini akan berhasil,” katanya.
Direktur RS Awal Bross Batam, Widya mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan ruangan dan peralatan operasi terkait pemisahan kembar siam Rahma dan Rahma yang saat ini berumur 2 bulan itu.
Ia mengatakan ini merupakan yang pertama kali dilakukan operasi pemisahan bayi kembar siam di sini untuk seluruh biaya rumah sakit dan dokter digratiskan.
“Awal Bros (RSAB) bahkan dalam hal ini, ruang perawatan free, dokter free. Kami sama sekali tak mencari profit dari kasus ini. Selain itu tim dari rumah sakit dr. Sooetomo Surabaya yang sudah berapa kali ke sini, mereka pun tak dibayar,” jelasnya.
Bagi yang ingin memberikan sumbangan dapat dikirim ke Bank Rakyat Indonesia (BRI) nomor rekening 0331-01-006402-53-8 atas nama Kembar Siam Kepulauan Riau. (iwa/cr13)
batampos.co.id – Kelak bandara Hang Nadim bukan sekadar sebuan bandara. Hang Nadim akan berubah menjadi airport city. Sebuah bandara yang menggabungkan antara bandara dengan pusat bisnis seperti kargo udara, logistik, perkantoran, retail dan hotel.
Hal ini terungkap dalam paparan menyambut kunjungan rombongan Angkasapura 1 ke bandara Hang Nadim, Sabtu (28/5).
Rombongan Angkasapura 1 berjumlah 70 orang. Terdiri dari 5 direktur, GM bandara-bandara dibawah Angkasa Pura 1, dan direktur-direktur anak perusahaan.
Hang Nadim sangat cocok sebagai airport city sebab berada di lahan seluas 1.762 hektar.
Kedepan, potensi ariport city akan dikembangakan menjadi aerotropolis.
“Sebagai tahap awal Hang Nadim akan mengembangkan kegiatan utama terlebih dulu sepert terminal kargo dan terminal penumpang,”ujar Kabid Komersil, Dendi Gustinandar saat memberi pemaparan.
Selain Dendi rombongan Angkasa Pura 1 direima oleh Kabag Umum suwarso; Plh Kabid Opsdar, Setyo Utomo dan
Internal Quality Control Bandara Hang Nadim Setyani Mahendra. (ptt)
Warga berkerumum di lokasi kejadian. Foto: eggi/batampos.co.id
batampos.co.id – Syahrial Koto, ketua RT 03 Tiban Kampung, Kelurahan Tiban Lama, Kota Batam, yang ditusuk lehernya hingga tewas, Minggu (29/5/2016) dini hari WIB, pelaku yang terkibat diduga mencapai 20-an orang.
Rombongan yang mengenakan sepeda motor ini sebenarnya sasarannya bukan ketua RT, tapi seorang pemuda yang berselisih dengan salah satu kelompok ini.
Namun naas bagi Syahrial saat terjadi ribut-ribut, ia mencoba melerai, namun dia yang menjadi sasaran.
Menurut beberapa saksi di lapangan, ketua RT yang sehari-hari bekerja sebagai sopir taksi ini sempat dianiaya lalu dipegang hingga tak bisa bergerak. Seorang lainnya mengambil pisau dari jok motornya lalu menghujamkan ke leher Syahrial.
Karena mengenai organ vital di leher, Syahrial pun tewas. Sementara pelaku langsung melarikan diri.
Salah seorang keponakan korban pembacokan di Tiban Kampung, Ade mengungkapkan sebelumnya ia telah mempunyai firasat yang tidak mengenakkan terhadap pamannya.
Ade yang ditemui di lokasi kejadian menceritakan bahwa saat itu Syahrial (54), berperilaku tidak seperti yang biasanya. Ia mendatangi warung bandrek langsung menyalami seluruh warga yang saat itu sedang minum bandrek.
“Bahkan ada salah seorang warga yang duduknya agak jauhpun di panggilnya, kemudian di salaminya,” cerita Ade.
Dalam berita sebelumnya, kejadian ini berawal dari Syahrial (54) yang melintas di Simpang Empat Madrasah Tiban Kampung dan melihat adanya perkelahian sekelompok orang tak dikenal (OTK).
Diduga aksi penyerangan ini berawal dari gagalnya sekelompok OTK yang sedang mengejar pemuda lainnya. Hingga akhirnya menyerang ketua RT. (eggi)
batampos.co.id – Salah seorang supir taksi menjadi korban penusukan orang tak dikenal (OTK) saat membantu melerai perkelahian antar dua kelompok OTK di Simpang Empat Madrasah Tiban Kampung, Minggu (29/5) dini hari. Pelaku menusuk korban dengan benda tajam di bagian leher kiri.
Kejadian ini berawal dari Syahrial, 54, yang melintas di Simpang Empat Madrasah Tiban Kampung dan melihat adanya perkelahian antar sekelompok OTK.
Korban pun bermaksud melerai perkelahian tersebut. Ternyata, salah seorang dari sekelompok OTK tersebut langsung melakukan penusukan terhadap Syahrial dengan benda tajam.
“Saat itu korban sedang melintas. Kemudian menemukan adanya perkelahian antara orang tak dikenal. Namun disaat mau meleraikan perkelahian itu, salah satu dari mereka langsung menusuk korban,” ungkap salah seorang saksi di lokasi kejadian, Iwan.
Iwan menjelaskan kejadian tersebut berlangsung begitu cepat. Pelaku yang saat itu bejumlah sekitar 20 orang langsung melarikan diri.
“Siap lakukan penusukan itu, mereka langsung kabur membawa sepeda motornya,” lanjut Iwan.
Saksi lainnya yang bernama Daniza Bakri menjelaskan sempat terjadi perkelahian antara segerombolan OTK tersebut dengan Ziko, yang merupakan salah satu warga Tiban Kampung.
“Segerombolan pelaku itu langsung memarkirkan kendaraannya dan memukuli warga yang ada di sekitar simpang empat tersebut sambil berkata
“Kalian yang tadi ya,” ungkap Ziko menirukan perkataan salah seorang pelaku.
Akibat peristiwa tersebut, korban langsung menghembuskan nafas terakhirnya akibat tusukan di bagian leher kirinya. Saat ini, korban telah dibawa ke Rumah Sakit Otorita Batam. (egi)
batampos.co.id – Kelurahan Pulau Karas saat ini sudah mempunyai Polsubsektor baru. Polsubsektor ini di resmikan secara langsung oleh Kapolda Kepulauan Riau (Kepri), Brigjen Pol Sam Budigusdian.
“Semoga dengan berdirinya Polsubsektor ini, kedepannya akan timbul hubungan yang baik antara masyarakat dengan polisi. Sehingga nantinya bisa terwujud kenyamanan dan keamanan ditengah-tengah masyarakat,” ungkap Sam Budigusdian, Jumat (28/5).
Ia juga berharap dengan terbentuknya Polsubsektor baru ini, jajarannya bisa lebih solid lagi dalam hal keamanan dan kenyamanan masyarakat setempat, hal ini juga diharapkan bisa membantu masyarakat.
“Banyak yang bisa dihasilkan dengan adanya Polsubsektor ini, salah satunya dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat akan kejahatan,” katanya.
Sementara Lurah Karas, Ute Rambe, memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya dengan didirikannya pos polisi tersebut. Pasalnya, Ute Rambe saat ini banyak menemukan kenakalan remaja.
“Saat ini, di Pulau Karas jumlah remaja sudah cukup banyak. Setiap malam saya keluar keliling untuk memantau situasi, banyak ditemukan kenakalan remaja. Bahkan narkoba juga sudah merambah pulau ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut Ute Rambe juga memberikan apresiasi yang besar terhadap seluruh masyarakat Pulau Karas. Karena masyarakat juga telah mulai membuka diri dengan menghibahkan tanahnya untuk pembangunan Polsubsektor ini.
“Dengan berdirinya pos ini juga berkat bantuan masyarakat yang mau mengibahkan tanahnya untuk mendirikan pos ini. Tentu saja, hal ini membuktikan bahwa masyarakat sudah mulai membuka diri,” pungkasnya. (egi)
batampos.co.id – Alex Candra dan Ervina melangsungkan resepsi pernikahan mereka di Swiss-Bellhotel, Harbour Bay Batam, Sabtu (28/5) malam.
Ribuan undangan menghadiri resepsi putra pengusaha di Batam, Abidin Hasibuan dan Mei She.
Pejabat Batam nampak hadir pada resepsi pernikahan ini. Nampak Walikota Batam, Rudi; Kepala BP Batam, Hatanto Reksodipoetro; Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak; Pengusaha Batam, Kris Wiluan; Kapolda Kepri, Sambudi Gustian, dan lainnya.
Alex dan Ervina terlihat bahagia sekali ketika menyalami para tamu undangan. (leo)
batampos.co.id – Jajaran Sat Reskrim Polresta Barelang mengamankan empat orang pelaku tindak pidana illegal logging (pembalakan liar) di daerah rangkapan air Hutan Lindung DAM Nongsa Kota Batam, Kamis (26/5) lalu sekitar pukul 18.00 WIB.
Adapun empat orang pelaku yang berhasil diamankan polisi yakni Boy Setiadi (46), Arif Wiyanto (40), Yusup (32) dan Subagio (35).
Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian membenarkan adanya penangkapan terhadap empat orang pelaku yang diduga melakukan tindak pidana iIlegal Logging di daerah tangkapan Hutan Lindung DAM Nongsa.
Memo menjelaskan penangkapan ini bermula dari adanya laporan dari pelapor yang mendapatkan informasi dari masyarakat yang memberitahukan adanya kegiatan illegal logging di daerah tangkapan air Hutan Lindung DAM Nongsa.
“Kemudian kita lakukan pengecekan di lapangan ternyata benar telah terjadi illegal logging,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian, Sabtu (28/5).
Dari penangkapan ini, polisi berhasil menyita barang bukti berupa 3 unit sepeda motor, 20 batang kayu, 6 unit handphone, 2 kartu ATM, dan 3 buah tas yang berisi peralatan kunci chainsaw.
Saat ini keempat orang pelaku dan barang bukti telah diamankan oleh jajaran Unit Reskrim Polresta Barelang, untuk diproses lebih lanjut.
“Saat ini pelaku dan barang bukti telah kita amankan untuk dilanjutkan,” pungkas Memo.(eggi)
Tiga pelaku Curas dan satu penadah saat diamankan di Polsek Nongsa. Foto: Eggi/ batampos.co.id
batampos.co.id – Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan Unit Resrim Polsek Nongsa terhadap empat orang pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas), diketahui bahwa sepeda motor hasil curas tersebut akan dikirimkan pelaku ke Flores.
Empat orang yang berhasil diamankan tersebut ialah MBK (23) sebagai pelaku curas dan residivis dalam kasus ranmor, KD (22) sebagai pelaku curas dan residivis dalam kasus penganiayaan, FD (23) sebagai pelaku curas, dan IS (49) yang sebagai penadah.
“Rencananya mereka akan membawa sepeda motor ini menuju Flores melalui Pelabuhan Kijang, dengan menggunakan kapal Pelni,” ungkap Kapolsek Nongsa, Kompol S Dalimunthe, Sabtu (28/5).
Untuk mengelabui petugas, para pelaku mempereteli sepeda motor hasil kejahatannya menjadi beberapa bagian. Pelaku menyimpan sepeda motor tersebut didalam sebuah kardus yang ditimbun dengan baju.
“Sepeda motornya sudah dipreteli oleh pelaku menjadi beberapa bagian. Motor yang sudah di preteli itu mereka packing di dalam kotak, yang ditimbun dengan baju,” ungkapnya lagi.
Dari penangkapan ini polisi berhasil mengamankan barang bukti satu unit handphone jenis Oppo, satu unit sepeda motor jenis Yamaha Vega yang telah di bongkar, dan parang yang digunakan pelaku dalam melakukan aksinya.
Atas perbuatannya, tiga orang pelaku Curas berinisial MBK (23) KD (22) dan FD (23) dikenakan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, diancam 9 tahun penjara. Sementara itu, IS (49) dikenakan pasal 480 KUHP karena terbukti sebagai penadah, diancam hukuman 4 tahun penjara.(eggi)
Tiga pelaku Curas dan satu penadah saat diamankan di Polsek Nongsa. Foto: Eggi/ batampos.co.id
batampos.co.id – Jajaran Satuan Reskrim Polresta Barelang bersama Unit Reskrim Polsek Nongsa membekuk 3 orang pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Curas) yang beraksi di Jembatan Pelabuhan Nongsa Pura, pada Minggu (8/5/2016) lalu.
Tiga orang yang berhasil diamankan tersebut yakni MBK (23) sebagai pelaku Curas dan residivis dalam kasus Curanmor, KD (22) sebagai pelaku Curas dan residivis dalam kasus Penganiayaan, FD (23) sebagai pelaku Curas, dan IS (49) sebagai penadah.
Kapolsek Nongsa, Kompol S Dalimunthe, mengungkapkan penangkapan ini berawal dari adanya laporan dan kecurigaan masyarakat yang melihat seorang pria yang mirip dengan pelaku Curas di Jembatan Nongsa Pura beberapa waktu yang lalu.
“Awalnya kita mendapat laporan, kemudian kita lakukan penyelidikan hingga kita berhasil membekuk salah satu tersangka berinisial MB di Perumahan Tunas 1 Batamcenter,” ungkapnya, Sabtu (28/5).
Setelah mendapatkan salah seorang tersangka, Jajaran Sat Reskrim Polresta Barelang bersama Unit Reskrim Polsek Nongsa kembali melakukan pengembangan hingga didapati 2 orang tersangka dan 1 penadah.
“Dari empat orang yang kita amankan, dua diantara mereka merupakan residivis kasus Curanmor dan penganiayaan,” katanya.
Dalam penangkapan ini, polisi terpaksa menghadiahi pelaku dengan timah panas karena berusaha kabur saat dilakukan penangkapan.
“Dua dari mereka, terpaksa kita lumpuhkan karena berusaha melakukan perlawanan saat ditangkap,” lanjutnya lagi.
Selain itu, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti satu unit ponsel merek Oppo, satu unit sepeda motor Yamaha Vega yang telah dibongkar, dan parang yang digunakan pelaku dalam melakukan aksinya.
Menurut Kapolsek Nongsa, Kompol S Dalimunthe pelaku akan membawa sepeda motor ini menuju Flores melalui pelabuhan Kijang, Bintan dengan menggunakan Kapal Pelni.
Untuk mengelabui petugas, para pelaku mempereteli sepeda motor hasil kejahatannya menjadi beberapa bagian kemudian memasukkan sepeda motor tersebut ke dalam sebuah kardus yang ditimbun dengan baju.
“Sepeda motornya sudah dipreteli oleh pelaku menjadi beberapa bagian. Motor yang sudah dipreteli itu mereka masukkan ke dalam kotak, yang ditimbun dengan baju,” katanya.
Atas perbuatannya, tiga pelaku Curas yaitu MBK (23) KD (22) dan FD (23) dikenakan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, diancam 9 tahun penjara. Sementara itu, IS (49) dikenakan pasal 480 KUHP karena terbukti sebagai penadah, diancam hukuman 4 tahun penjara. (eggi)