Foto Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan latar belakang bendera merah di SDN 38 Kototangah Padang yang diturunkan Pemuda Panca Marga (PPM) Kota Padang Sumatera Barat. / (Foto: KHAIRIAN HAFID/Padang Ekspres)
batampos.co.id – Pemuda Panca Marga (PPM) Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) dikejutkan adanya foto Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang tidak menggunakan latar belakang merah putih.
Foto yang ditemukan di SDN 38 Kototangah Padang itu malah menggunakan latar belakang warna merah. Tak ayal, foto yang dianggap tidak sesuai dengan ketentuannya tersebut diturunkan.
Ketua PPM Padang, Yudha Putra mengatakan, foto tersebut tidak sesuai dengan aturan sehingga tak seharusnya dipajang di sarana pendidikan.
“Kita dapatkan informasi dari PPM Kototangah, setelah dilakukan pengecekkan di lapangan memang benar adanya. Kami bersama rekan-rekan memohon izin kepada pihak sekolah untuk menurunkan foto-foto tersebut,” sebut Yudha yang dilansir Padang Ekspres (Jawa Pos Group), Rabu (3/1).
Lebih lanjut diungkapkannya, ketika dirinya dan aktivis dari PPM melakukan sidak di SD 38 Koto Tangah itu, ditemukan 6 ruang belajar yang memajang foto presiden berlatar belakang bendera warna merah.
Sehingga pihaknya menurunkan foto tersebut dan menggantinya dengan foto Presiden dan Wapres yang berlatar bendera merah putih.
Yudha menuturkan, tindakannya itu dilakukan sebagai bentuk antisipasi menghadapi kelompok radikal yang mulai berkembang di Indonesia saat ini.
“Antisipasi sangat perlu, seperti yang kita lihat pemberitaan belakangan mulai munculnya neokomunis. Jangankan foto seperti ini, gambar palu arit (lambang PKI) sudah bebas sekarang bahkan ada yang memakai bajunya. Jadi hal-hal kecil seperti ini harus diwaspadai,” tegasnya Yudha.
Dia menegaskan semua pihak harus mendukung tindakan menjaga Indonesia ini, jangan sampai bangkit sejarah PKI 1965. “Ini harus kita dukung, apapun itu komunis tidak ada tempat, dan sejarah pernah mencatat,” tandasnya. (cr17/iil/JPG)
Oliver Giroud menyumbangkan dua assist dan satu gol saat menyelamatkan Arsenal dari kekalahan di kandang AFC Bournemouth, di laga ke-20 Premier League, Rabu (4/1/2017) dini hari WIB. Foto: AFP
batampos.co.id – Arsenal nyaris saja dipermalukan oleh AFC Bournemouth dalam lanjutan Premier League, Rabu (4/1/2017).
The Gunners mendapatkan perlawanan sengit, sehingga sempat tertinggal 0-3 terlebih dulu, sebelum mampu menyamakan kedudukan 3-3.
Hasil ini memang tak terlalu maksimal karena Arsenal gagal memperpendek jarak dengan Liverpool yang juga bermain imbang, tapi setidaknya memuaskan karena mereka tak jadi dipermalukan.
Sejak awal Bournemouth tampil sangat agresif dan Arsenal terlihat kaget menghadapi itu.
Baru menit ke-16, Charlie Daniels mampu membuka keunggulan tuan rumah lewat gol indah setelah sebelumnya membuat dribble menawan.
Lima menit kemudian, Arsenal malah membuat kecerobohan ketika Granit Xhaka mengganjak Ryan Fraser di dalam kotak penalti. Callum Wilson pun dengan sempurna mengeksekusi penalti.
Setelah gol ini The Gunners baru bangun dari tidurnya dan pelan tapi pasti mulai menaikkan tempo permainan sendiri.
Alih-alih bisa menyamakan kedudukan, The Cherries malah mencetak gol ketiga pada menit ke-58. Kali ini serangan balik cepat mereka mampu diakhiri dengan sempurna oleh Fraser.
Keunggulan 3-0 ini harusnya membuat Bournemouth fokus untuk bertahan. Tapi, Arsenal ternyata tak patah arang begitu saja.
Sejak menit ke-70, mereka mampu mendapat tempo yang diinginkan. Diawali oleh gol tandukan Alexis Sanchez yang memompa semangat para pemain.
Hanya selang lima menit, Lucas Perez berhasil membuat jarak semakin tipis dengan tendangan voli.
Tapi, pemain yang patut dipuji adalah Olivier Giroud. Selain membuat assist untuk kedua gol di atas, dia juga menjadi penentu dengan gol penyama kedudukan di menit ke-92.
Lewat tandukan terukur, Giroud tak bosan-bosannya menjadi sorotan dan terus mempertahankan performa gemilang. Gol ini terjadi sembilan menit setelah Bournemouth bermain 10 pemain karena Simon Francis mendapat kartu merah. Laga pun berakhir dengan skor 3-3.
AFC Bournemouth (4-2-3-1): 1-Artur Boruc; 11-Charlie Daniels, 5-Nathan Ake, 3-Steve Cook, 2-Simon Francis; 4-Dan Gosling, 8-Harry Arter; 24-Ryan Fraser (15-Adam Smith 68′), 17-Joshua King (6-Andrew Surman 63′), 19-Junior Stanislas; 13-Callum Wilson (14-Brad Smith 92′)
Warga saat melakukan perekaman e-ktp. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
batampos.co.id – Kekosongan blangko e-KTP di Batam sudah empat bulan terakhir. Puluhan ribu warga yang sudah melakukan rekaman e-KTP belum bisa mendapatkan e-KTP-nya hingga saat ini. Padahal, e-KTP tersebut sangat dibutuhkan untuk pengurusan berbagai dokumen lainnya.
Di Kecamatan Batuampar contohnya, tercatat ada 2.416 berkas e-KTP yang belum dicetak karena blangko kosong sejak September hingga Desember 2016.
Camat Batuampar Tukijan merinci data berkas e-KTP tersebut yakni; September 859 berkas, Oktober 596 berkas, November 490 berkas, dan Desember 471 berkas.
“Yang banyak, berkas perpanjangan sebanyak 2.111 berkas,” kata Tukijan.
Menurutnya, menumpuknya berkas akan terus berlanjut mengingat belum ada kejelasan terkait ketersedian blangko dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). “Ya begitu (akan terus menumpuk), belum lagi Januari ini,” ucapnya.
Namun demikian, dia berharap warga agar tetap mengajukan berkas karena untuk mengatasi kekosongan blangko pemerintah menyiapkan surat keterangan pengganti e-KTP yang diterbitkan dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).
“Jadi kalau ada yang urus datang saja, nanti kalau butuh surat itu (pernyataan) bisa diambil di Disdukcapil,” pungkasnya.
Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Sekupang. Camat Sekupang, Muhammad Arman mengatakan untuk jumlah pengajuan e-KTP yang belum dicetak periode Setember-Desember 2016 mencapai 7.393 pengajuan. Sedangkan untuk Kartu Keluarga (KK) mencapai 405 KK. Di hari pertama kerja tahun 2017 ini, pelayanan e-KTP masih menjadi primadona.
“Setiap hari terus ada pengajuan, seperti hari ini pelayanan e-KTP masih diserbu warga yang ingin membuat e-KTP,” kata Arman, Selasa (3/1/2016).
Dia menambahkan untuk pelayanan di hari pertama berjalan dengan lancar. Pihaknya tetap melayani pengajuan e-KTP yang masuk. Setiap hari rata-rata ada 25-30 pengajuan permohonan pembuatan e-KTP.Dia berharap blanko segera tersedia, karena batas pembuatan e-KTP tinggal beberapa bulan lagi.
“Pertengahan tahun ini berakhir masa pengajuan, kami takutkan jumlahnya semakin menumpuk. Semoga secepatnya bisa ada blankonya,” harap pria yang baru dilantik Desember 2016 ini.
Di Kecamatan Batam Kota juga ada ribuan berkas e-KTP menumpuk. “Ini bukan kehendak kami, maunya kami cepat, tapi lelang blangko e-KTP di Kemendagri belum selesai, kemungkinan Juli-Agustus baru bisa cetak,” ujar petugas kecamatan yang melayani pertanyaan warga yang mengurus e-KTP, Jumat (30/12/2016) lalu. (cr13/cr17/cr20/nur)
batampos.co.id – Unah, 60, seorang nenek di Desa Kelarik Natuna menjadi korban mangsa seekor buaya muara di sungai Selahang, Senin (2/1/2016).
Beruntung nenek ini masih selamat dan terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) karena mengalami luka robek serius di bagian paha dan dan perut.
Menurut pengakuan Rohani (anak korban, red) kejadiannya sekitar pukul 05.00 WIB. Rumah orangtuanya memang berada di pinggir sungai. Ketika air laut pasang, sungai naik lebih tinggi.
Saat itu orangtuanya baru bangun tidur dan hendak berwudu dan sempat buang air. Ketika sedang posisi jongkok, buaya langsung menyerangnya dan menyambar dari bawah jamban.
“Saya kebetulan tadi malam nginap di rumah emak. Kan mau wudu salat subuh, tiba-tiba emak teriak. Saya terperajat, lihat emak sudah terduduk dan ada darah,” tutur Rohani di RSUD.
Unah sempat dirawat di Puskesmas Kelarik. Namun kondisi luka robek yang parah, akhirnya dirujuk ke RSUD.
Dokter yang melakukan evaluasi kondisi korban menyatakan harus dioperasi. Untuk memastikan seberapa parah luka robek yang dikawatirkan mengenai organ usus.
Nenek ini sesampainya di IGD RSUD dalam keadaan sadar. Ia mengaku saat itu tidak menyangka ada buaya sepertinya sudah mengintai dirinya di bawah jamban rumahnya.
Saat itu sebelum wudu, baru jongkong untuk buang air. Hanya hitungan detik buaya langsung menyambar dan merobek paha bagian belakang dan perutnya. Betisnya juga luka karena kuku.
“Saya kaget. Saya lagi jongkok, mau sekalian wudu. Sempat tarik menarik celana saya karena tersangkut giginya buaya. Waktu itu tidak terasa kalau ada robek di perut dan paha,” tutur Unah.
Dokter spesialis bedah RSUD Subchaan Arga Bahtiar mengatakan, luka robek korban cukup panjang. Bagian perut sekitar 10 centi meter dan pahanya. Namun korban harus dioperasi. Untuk menjahit luka robek bagian dalam.
“Kita berharap luka robek bagian perut tidak merusak bagian usus. Memang diagonasa sementara organ vital tidak rusak. Hanya saja pasien mengalami darah tinggi. (arn)
batampos.co.id – Sikap Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang hingga saat ini belum mengeluarkan surat pemberhentian sementara kepada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok membuat Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, merasa heran.
Padahal, Ahok saat ini sudah resmi menjadi terdakwa dalam kasus dugaan penistaan agama.
“Kemendagri harus tegakkan hukum seadil-adilnya, ketika UU Pilkada menegaskan bahwa siapapun kepala daerah status terdakwa diberikan surat keputusan pemberhentian sementara,” tegas HNW, Selasa (3/1).
Bukan tanpa alasan, HNW menegaskan bahwa Kemendagri harus segera menerbitkan surat pemberhentian Ahok.
“Ahok sudah jelas terdakwa dan bahkan eksespsi kemarin ditolak. Apa yang dilakukan Kemendagri terhadap kepala daerah lain harus juga dikenakan kepada Ahok. Sehingga baik di pengadilan maupun di Kemendagri semuanya membuktikan mereka tidak masuk angin, buktikan hukum masih bisa ditegakkan kepada siapapun,” kata HNW.
Sebelumnya, Mendagri Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu nomor register perkara dugaan penistaan agama oleh Ahok yang harus dikeluarkan oleh pengadilan. Hal itu sesuai Pasal 83 Ayat (2) UU 23/2014 tentang Pemda. (ra/pst)
Basuki Tjahja Purnama alias Ahok dalam persidangan kasus penistaan agama. / Foto: JPG
batampos.co.id – Petugas kepolisian mengamankan seorang pria yang mencoba menerobos masuk saat sidang dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok digelar di Auditoarium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan.
Pria itu coba merangsak masuk ke dalam Gedung Auditorium Kementan melalui pintu gerbang yang terletak di Jalan RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, yang mana diketahui pada saat bersamaan tengah dilakukan juga unjuk rasa oleh massa pro dan kontra Ahok.
“Dia mau menerobos di pintu gerbang sini (Pintu Gerbang Kementan Jalan RM Harsono). Dia nerobos,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di lokasi, Selasa (3/12).
Argo belum dapat membeberkan siapa pria itu, dan apakah pria itu memiliki hubungan dengan salah satu massa aksi yang tengah melakukan aksi di depan Gedung Auditorium Kementan.
Lebih lanjut, dirinya mengatakan, pria itu tidak membawa senjata tajam (sajam) dalam aksi nekatnya itu. Namun, polisi mencium bau alkohol dari dalam mulutnya, diduga, pria itu tengah dalam kondisi di bawah pengaruh alkohol.
“Dia main nerobos aja tapi ada bau-bau alkohol. Enggak bawa sajam,” terang Argo. (elf/JPG)
batampos.co.id – Libur panjang perayaan Natal dan Tahun Baru berakhir sudah. Kini para pegawai negeri sipil (PNS) di Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali disibukan dengan rutinitas kerja sehari-hari.
Namun, tidak sedikit para PNS yang terlambat di hari pertama setelah libur panjang usai. Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono mengatakan, pihaknya tidak akan segan-segan akan menurunkan jabatan PNS itu.
“Kalau ada yang (terlambat) ya di demosi atau diturunkan jabatan,” ujar Sumarsono di kawasan Monas, Jakarta, Selasa (3/1).
Pria kelahiran Tulungagung, Jawa Timur itu menambahkan, pihaknya pasti akan tahu kalau ada PNS yang terlambat. Karena setiap terlambat masuk kerja akan terekam dalam sebuah catatan khusus.
“Mereka-mereka ini tercatat pasti punya trek record jelek,” tegasnya. (cr2/JPG)
batampos.co.id – Tertawa merupakan luapan ekspresi kebahagian yang muncul secara spontan tanpa bisa direkayasa.
Jika senyuman hanya menarik sudut bibir ke samping, tertawa umumnya mengeluarkan suara unik dan berbeda pada masing-masing orang.
Manfaat tertawa untuk kesehatan dikenal sebagai obat herbal alami selama ratusan tahun, karena efek fisiologis humor yang bermanfaat bagi mental atau jiwa setiap manusia.
Dilansir laman Care2, berikut ini beberapa manfaat tertawa untuk kesehatan:
1. Meningkatkan aliran darah dari pembuluh darah dan oksigenasi dari darah.
2. Memberikan latihan ke diafragma dan perut, pernapasan, wajah, kaki dan otot punggung.
3. Mengurangi hormon stres tertentu seperti kortisol dan adrenalin.
4. Meningkatkan respon sel tumor dan penyakit membunuh seperti Gamma-interferon dan T-sel.
5. Mengurangi frekuensi pilek.
6. Meningkatkan memori dan pembelajaran.
7. Meningkatkan kewaspadaan, kreativitas dan memori.
batampos.co.id – Kekeurangan guru produktif di SMK cukup besar, mencapai 18 ribu orang. Pemerintah berupaya menutupnya dengan beberapa skenario. Diantaranya membuka akses yang luas kepada lulusan politeknik.
Syaratnya mereka harus mengikuti pendidikan profesi guru (PPG) sebelum menjadi guru,”ujar Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Sumarna Surapranata di Jakarta, Senin (2/1/2017).
Ia mengatakan, tidak ada larangan bagi lulusan politeknik untuk menjadi guru. Apalagi menjadi guru produktif di SMK sesuai dengan jurusan kuliah di politeknik.
Pejabat yang akrab disapa Pranata itu menjelaskan di Pasal 9 UU 14/2005 tentang Guru dan Dosen dinyatakan bahwa lulusan S1 maupun D4 bisa jadi guru.
’’Dengan catatan harus mengikuti PPG terlebih dahulu,’’ katanya.
Namun menurut Pranata pemerintah tidak bisa memaksakan lulusan politeknik untuk menjadi guru. Praktik di lapangan lulusan politeknik cenderung memilih berprofesi di perusahaan sesuai bidang kuliahnya. Diantara penyebabnya adalah gaji yang diterima lebih besar.
Direktur Politeknik Negeri Jember Nanang Dwi Wahyono menyambut baik jika lulusan politkenik diberi kesempatan menjadi guru.
’’Tidak masalah meskipun harus mengikuti PPG untuk menanamkan ilmu kependidikan atau keguruannya,’’ katanya kemarin.
Bahkan Nanang menjelaskan sekitar 3 tahun lalu pernah dilaksanakan uji coba lulusan politeknik mengikuti PPG untuk menjadi guru. Saat itu Politeknik Negeri Jember menjadi tempat pelaksanaan PPG. Sayangnya program yang baik itu tidak berlanjut sampai saat ini.
Nanang menjelaskan jika akses itu dibuka, dia optimis minat dari lulusan politeknik menjadi guru produktif di SMK akan tinggi. Apalagi jika sejak masuk sudah ada program penggiringan mahasiswa politeknik untuk kelak menjadi guru produktif di SMK. Di Poltek Negeri Jember saja jumlah mahasiswanya ada 7.000 orang.
’’Kebijakan seperti ini efektif mengisi kekurangan guru produktif di SMK,’’ pungkasnya.
Di sejumlah kesempatan, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir mengatakan pemerintah sedang menggalakkan program revitalisasi pendidikan vokasi. Kemenristekdikti terlibat dalam penyediaan sumber daya gurunya.
’’Saya ingin lulusan dari politeknik dan jurusan non keguruan juga bisa ikut PPG untuk jadi guru,’’ katanya.
Di dalam setrategi Kemenristekdikti, ada tiga cara untuk menyiapkan guru produktif di SMK. Yakni dari lulusan politeknik, prodi keguruan, dan prodi teknik di universitas atau institut teknologi. (wan)
Kepala BP Batam Hatanto bersama Menkeu Sri Mulyani. Foto: Bp
batampos.co.id – Tahun 2017, Batam sudah harus mendapatkan arah pembangunan yang tepat. Masyarakat menuntut agar kedua institusi pemerintahan, yakni Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Pemerintah Kota (Pemko) Batam menetapkan target yang harus dicapai.
Salah satu fokus yang diminta adalah agar segera membenahi infrastruktur terutama pelabuhan Batuampar yang masih dianggap sebelah mata oleh dunia internasional dan kalah bersaing dengan Singapura.
“Batam sebenarnya sudah memiliki senjata sakti yakni konsep Free Trade Zone (FTZ) dan pembebasan sejumlah pajak seperti Pajak Penghasilan (PPh),” ujar Ketua Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri, Ibnu Halim, Senin (2/1/2017).
Menurut pria yang sudah malang melintang di dunia oil and gas ini, dengan segala senjata sakti yang dimilikinya, Batam seharusnya dapat meraup investasi sebesar 2 Miliar Dollar Amerika pertahun. Dan itu kurang dimanfaatkan secara maksimal oleh pemegang regulasi di Batam yang punya kewenangan untuk menjalankannya.
“Namun, pada kenyataannya Batam hanya berada di posisi 17 untuk kota tujuan investasi di Indonesia hingga saat ini. Padahal kota lainnya tidak memiliki keistimewaan seperti di Batam,” jelasnya.
Ibnu kemudian menyarankan agar pemerintahan di Kota Batam jangan hanya menguras energinya untuk membereskan masalah lahan saja. Karena tujuan utama awal pembentukan kota Batam adalah sebagai kota investasi berbasis industri.
Ia sangat menyayangkan bahwa dunia industri mandek dan bahkan dunia properti yang tumbuh berkembang pesat. Namun, ditengah situasi ekonomi global yang tengah lesu, pasar properti pun menjadi taruhan karena menurunnya daya beli masyarakat pribumi.
“Kita sering marah karena banyak warga asing yang beli properti di Batam. Padahal kita itu sebenarnya marah atas ketidakmampuan kita sendiri,” ungkapnya.
Kelemahan lainnya yang ada di Batam adalah buruknya kualitas Pelabuhan Batuampar. Pelabuhan yang berada di tepi Selat Malaka ini bukan menjadi pilihan utama kapal-kapal yang lewat di selat strategis dunia ini.
“Perlu diakui bahwa kecepatan penanganan Handling di Singapura sangat bagus. Sedangkan di Batam, belum memiliki alat seperti itu,” jelasnya.
Bahkan untuk proses pemindahan kargo dari satu kapal ke kapal lainnya atau yang sering disebut dengan proses transhipment, pelabuhan Batuampar tidak memiliki peralatan yang lengkap.
“Mimpi untuk bersaing dengan Singapura sebenarnya masih jauh. Yang bisa kita lakukan dalam 10 atau 50 tahun kedepan adalah menjadi pendukung saja,” tambahnya.
Masih dengan Ibnu, sebenarnya Batam masih memiliki peluang jika mampu membangun terminal-terminal pengisian minyak. Pasalnya di Singapura sendiri, terminal minyak sudah banyak yang penuh dan harga minyak di Indonesia lebih murah dari Singapura.
“Ya poin-poin penting seperti itu sangat strategis. Kami tidak ingin pemerintah mengurus masalah lahan saja dan melupakan peran strategis pembangunan infrastruktur,” tambahnya.
Senada dengan Ibnu, Ketua Kadin Kepri, Achmad Makruf Maulana menyarankan agar pemerintah membenahi infrastruktur seperti bandara dan pelabuhan.
“Tolong tingkatkan dan fasilitasi kembali bandara dan pelabuhan. Karena merupakan hal terpenting untuk menarik investor dan memperlancar kegiatan ekonomi,” ungkapnya.
Pemerintah juga harus memikirkan kebijakan yang berkaitan langsung dengan kepentingan UKM mengingat peran sertanya dalam mempertahankan ekonomi Indonesia pasca krisis moneter tahun 1998.
“Keseimbangan ekonomi harus menjadi perhatian. Jangan hanya memikirkan investor dari luar saja, tapi pikirkan juga UKM yang telah banyak berjasa menyelamatkan ekonomi Indonesia saat terpuruk,” ungkapnya.
Di tempat yang berbeda, Kepala BP Batam, Hatanto Reksodipoetro juga angkat bicara terkait masa kepemimpinannya di instansi ini.
Banyak perisitiwa yang telah dialmi dimulai dari pertemuan dengan investor, kedatangan sejumlah menteri dan duta besar asing, meluncurkan program Izin Investasi 3 Jam (i23J dan yang paling membuat pusing adalah penolakan terhadap tarif Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) sehingga mendapat omelan dari Ketua Dewan Kawasan (DK), Darmin Nasution.
Untuk masalah UWTO, ia mengungkapkan sudah mendapatkan rekomendasi dari Badan Pengawas Keuangan (BPK) untuk segera menaikkan tarif lahan karena sudah 20 tahun tidak berubah.
“Dan masalah lahan tidur dimana banyak orang tak bertanggungjawab yang menelantarkan pembangunannya sampai 28 tahun dan campur tangan dari pihak asing yang ingin menghambat pembangunan Batam,” jelasnya.
Untuk tahun 2017, BP Batam sudah mempersiapkan tiga rencana. Pertama, mengembangkan daerah pariwisata dan beragam kegiatan-kegiatan budaya di dalamnya.
Kedua membangun pelabuhan laut transit dengan konsep logistik dan teakhir membangun bandar udara Hang Nadim menjadi bandar udara Aerotropolis.(leo)