Rabu, 8 April 2026
Beranda blog Halaman 13882

Rahma-Rahmi Harus Jalani 60 Kali Fisioterapi

0
Meliari Lantika merawat bayi kembar siam, Rahmi saat menjalani terapi  sinar infrared  bertahap paska operasi pemisahan yang dilakukan Tim Kembar Siam Kepri di ruang Fisioterapi Rumah Sakit Awal Bros, Lubukbaja, Selasa (13/9/2016). Foto:Rezza Herdiyanto/Batam Pos
Meliari Lantika merawat bayi kembar siam, Rahmi saat menjalani terapi sinar infrared bertahap paska operasi pemisahan yang dilakukan Tim Kembar Siam Kepri di ruang Fisioterapi Rumah Sakit Awal Bros, Lubukbaja, Selasa (13/9/2016). Foto:Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Paska-operasi pemisahan, bayi kembar Nur Rahma Fairuz Manuniyyah dan Nur Rahmi Fahira Nahlannisa rutin menjalani fisioterapi.

Selasa (13/9/2016) kemarin menjadi kali kedua bayi kembar itu menjalani terapi di RS Awal Bros.

“Kalau di kertas ini (kertas rekomendasi fisioterapi) tertulis perlu 60 kali fisioterapi,” kata Ibu Bayi Kembar, Warmin Bahruddin, Selasa (13/9/2016).

Fisioterapi itu dilakukan untuk menghilangkan dahak yang masih bersarang di saluran pernafasan kedua bayi kembar. Keduanya terserang batuk tepat setelah operasi selesai dilakukan.

Warmin mengatakan, fisioterapi sudah mulai dilakukan sejak mereka dirawat di ruang NICU, paska-operasi.

“Kemarin Sabtu (10/9/2016) diperiksa lagi sama dr Fisher Iwan, SpKFR. Katanya, masih ada dahak di dada depan,” ujarnya.

Proses terapi tidak berlangsung lama. Masing-masing bayi mendapat tiga perlakuan. Yakni, penyinaran, penepukan, dan penguapan. Penyinaran dan penguapan berlangsung, masing-masing, tujuh menit.

Rahma-Rahmi menangis ketika proses terapi berlangsung. Junaidi Bakri Ratulolly, ayah keduanya, mengatakan, mereka kepanasan. Di rumah, keduanya juga kerap menangis karena panas.

Ini mungkin proses adaptasi, katanya. Sebab, udara di rumah tidak sama dengan di rumah sakit. Di rumah sakit dingin karena mesin pendingin ruangan. Sementara di rumah, ia hanya mendinginkan ruangan dengan kipas angin.

“Dia juga suka ngucek-ngucek mata kalau kepanasan,” tuturnya.

Junaidi menggunakan BPJS Kesehatan untuk perawatan fisioterapi ini. Seluruh biaya ditanggung. Begitu juga untuk biaya kontrol rutin ke dokter spesialis jantung dan dokter spesialis anak.

“Untuk yang kemarin kontrol, kami masih ikut BPJS waktu UGD lalu. Tapi kalau untuk kontrol besok, kami sudah harus minta rujukan dari klinik,” ujarnya lagi.

Warmin Bahruddin kini tak lagi bekerja. Ia mengundurkan diri sejak Rabu (7/9/2016) lalu. Ini dilakukan supaya ia bisa fokus menjaga bayi kembar.

Katanya, si kembar masih kerap menangis. Terutama karena kepanasan. Rahma lebih keras menangis ketimbang adiknya, Rahmi.

“Kurang tidur juga saya karena mereka juga sering bangun malam, minta susu,” ujar Warmin.

Ditanya tentang operasi lanjutan untuk Rahma, Warmin mengaku masih belum tahu. Dokter Spesialis Bedah Thorax Kardio Vaskular RSAB, dr Victor J Nababan, SpB-TKV mengatakan, kepastian operasi lanjutan itu akan ditentukan setelah Rahma berusia enam bulan.

Rahma akan genap berusia enam bulan pada Kamis (29/9/2016) nanti. Dokter meminta Warmin dan Junaidi membawanya lagi ke RSAB untuk diperiksa.

“Apakah nanti akan dioperasi atau tidak tergantung hasil pemeriksaan itu,” tuturnya.

Lantaran sudah tak lagi bekerja, Warmin harus mengalihkan keanggotan BPJS Kesehatan kedua bayinya menjadi keanggotaan mandiri. Ia menggantungkan semuanya biaya kebutuhan pada suami. Suaminya, Junaidi Bakri Ratulolly, kini bekerja sebagai pengemudi ojek online.

“Sekarang belum lagi terima orderan karena masih bantu saya jaga Rahma-Rahmi. Nanti kalau saya sudah bisa ditinggal sendiri, dia terima orderan lagi,” tuturnya. (ceu/koran bp)

Siap-Siap, Bangunan di Zona Penyangga Bakal Ditertibkan

0
Deretan kios liar yang lagi proses pembangunan di Bengkong Sadai dekat Kantor Camat Bengkong, Selasa (21/3). Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Deretan kios liar yang lagi proses pembangunan di Bengkong Sadai dekat Kantor Camat Bengkong, Selasa (21/3). Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Keberadaan bangunan di Right of Way (ROW) jalan dan buffer zone semakin menjamur dan sangat mengganggu pembangunan serta merusak estetika Kota Batam.

Bangunan-bangunan yang tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) ini harus segera ditertibkan, namun sampai saat ini Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam terkesan lambat melakukan penertiban.

Wali Kota Batam, Rudi pernah memerintahkan agar lurah di kawasan Jodoh-Nagoya untuk mengecek izin penetapan lahan (PL) bangunan di sekitar proyek pembangunan jalan. Hal tersebut penting untuk mengetahui apakah masih ada bangunan yang berdiri di ROW jalan.

“Jika ada yang menambah bangunannya sampai ROW jalan, ini akan ditertibkan,” kata Rudi saat meninjau proyek pembangunan jalan Jodoh-Nagoya, Agustus lalu.

Masyarakat yang memiliki bangunan di atas ROW jalan dan buffer zone selalu beralasan telah menerima PL dari oknum BP Batam sehingga berani membangunnya. Banyak lahan yang diberikan secara asal-asalan sehingga membuat Kota Batam semraut.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Publikasi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono mengatakan BP Batam akan segera menertibkan bangunan di atas ROW jalan dan buffer zone dengan mengkoordinasikannya dengan Direktorat Pengamanan (Ditpam) yang tergabung dalam Tim Terpadu.

“Perlu diketahui ROW di Batam itu lebar-lebar dan satu hal lagi ROW itu berbeda dengan buffer zone,” ungkapnya, Selasa (13/9/2016).

Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2011, hanya ada 4 jenis zona penyangga. “Pertama, dalam zona kawasan industri yang berbatasan dengan kawasan lain,” ungkapnya.

Kemudian zona dalam kawasan pertahanan dan keamanan yang berbatasan dengan kawasan budidaya terbangun. Lalu, zona dalam kawasan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang berbatasan dengan kawasan lain dan terakhir zona dalam kawasan perdagangan dan jasa yang berbatasan dengan kawasan hutan lindung.

“Buffer zone itu adalah istilah orang awam saja. Bahasa kerennya adalah zona penyangga bukan peruntukan, dan mesti ada peruntukannya dan di luar ROW,” katanya.

Fungsi utama zona penyangga adalah sebagai transisi dengan peruntukan bersebelahan yang secara kaidah tidak bisa bersebelahan. Dengan kata lain, zona penyangga memprioritaskan para pemilik lahan di sebelahnya. Contohnya ketika kawasan industri berniat melebarkan usahanya, maka mendapat prioritas.

“Peruntukannya sesuai nomenklatur Perpres Nomor 87 tahun 2011, bisa untuk penghijauan, jasa, perumahan, wisata, dan sebagainya.” jelasnya. (leo/koran bp)

Bertemu 5 Perwakilan Satpol PP, Wako Batam Rudi: Saya Tak Tahu Ada Perekrutan

0
Wali Kota Batam Rudi bersama Wakil Wali Kota Batam Amsakar didampingi Sekda dan sejumlah petugas kepolisian menerima 5 perwakilan 825 Satpol PP yang demo memperjuangkan status mereka yang jelas, Rabu (14/9/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
Wali Kota Batam Rudi bersama Wakil Wali Kota Batam Amsakar didampingi Sekda dan sejumlah petugas kepolisian menerima 5 perwakilan 825 Satpol PP yang demo memperjuangkan status mereka yang jelas, Rabu (14/9/2016). Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhamad Rudi akhirnya bersedia menerima lima orang perwakilan anggota Satpol PP, dari 825 orang yang demoi di depan kantor Wali Kota Batam, Rabu (14/9/2016).

Rio, salah seorang perwakilan Satpol PP menyampaikan, ada 825 orang anggota Satpol PP yang direkrut gelombang ketiga pada tahun 2014, hingga gelombang ketujuh tahun 2016 yang belum diangkat menjadi honor daerah.

“Kami rekrutan gelombang ketiga sampai tujuh yang 825 orang ini mempertanyakan kejelasan status kami kepada bapak, karena rekrutan gelombang pertama dan kedua sudah masuk, kenapa kami belum?” tanya Rio.

Rio mengaku ia dan 825 satpol lainnya sudah sempat mengikuti tes urine sebagai salah satu syarat untuk diterima honor daerag. Akan tetapi, sampai sekarang mereka tak kunjung mendapatkan kejelasan.

“Lembaga pemerintah sendiri sendiri bisa mengeluarkan tes ini, berarti disitukan sudah ada kejelasan bagi kami, tapi nyatanya tidak,” lanjutnya.

Selain itu, Rio mengungkapkan kalau Wali Kota Batam Rudi mengetahui perekrutan Satpol PP.

“Pak Yadi (pegawai Satpol PP) membawa 900 lebih berkas untuk diberikan ke bapak atas instruksi Kasat ke Hotel Golden Prawn. Berartikan selama ini bapak tahu. Dia kan bawahan bapak,” ujarnya lagi.

Mendengar hal itu, Wali kota Batam Muhammad Rudi langsung membantah dan mengaku tidak tahu sama sekali tentang perekrutan anggota Satpol PP yang jumlahnya mencapai 825 orang itu. Ia juga menegaskan tak terlibat dalam perekrutan tersebut.

“Saya jelaskan, perekrutan Satpol PP saya tidak tau menahu. Dari isu yang berkembang ada saya disana, saya tak ada di sana dan tidak ada pimpinan (di Pemko ini) yang tahu, apalagi tes urine tadi,” ungkapnya.

Rudi juga menegaskan, ia tak bisa mengakomodir permintaan 825 Satpol itu yang meminta mereka diakui keberadaanya dan bisa bergaji dari anggaran daerah. Rudi mengaku tidak bisa pihaknya semena-mena memasukkan dalam anggaran untuk mengakui 825 Satpo PP itu dengan mengalokasikan anggaran tahun depan untuk penggajiannya.

“Anggaran itu tidak semena dimasukkan. Saya dengar ada yang lapor polisi dan itu yang saya sarankan,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kejelasan nasib 825 Satpol PP ini. Apakah mereka diakui sebagai honorer daerah atau tidak. Juga termasuk soal gaji mereka. Perundingan masih berlangsung. (eggi/nur)

Status Tak Jelas, 800 Satpol PP Demo di Kantor Wali Kota Batam

0
Ratusan Satpol PP yang tak dianggap Pemko Batam mencoba masuk ke Kantor Wali Kota Batam, Rabu (14/9/2016). Foto: Eggi/batampos.co.id
Ratusan Satpol PP yang tak dianggap Pemko Batam mencoba masuk ke Kantor Wali Kota Batam, Rabu (14/9/2016). Foto: Eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Sekitar 800-an anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mendatangi Kantor Wali Kota Batam, Rabu (14/9/2016). Mereka mempertanyakan nasib dan status mereka yang tak kunjung diakui oleh Pemko Batam.

Pantauan batampos.co.id, aksi ini sempat ricuh saat mereka mencoba masuk ke dalam kantor Pemko Batam dengan menggoyangkan pagar. Namun mereka dihalau Satpol PP resmi dan Polisi.

“Tolong kami pak, rumah kami sudah disita sama bank,” teriak salah seorang anggota Sat Pol PP.

Setelah beberapa lama melakukan aksi demo, perwakilan Satpol PP akhirnya diterima Wali Kota Batam Rudi dan langsung menggelar pertemuan dilantai 5 Pemko Batam. Hadir juga Wakil Walikota Batam Amsakar, Sekda Kota Batam Agussahiman, Kabag Ops Polresta Barelang, dan Kapolsek Batamkota.

Hingga berita ini diturunkan pertemuan masih berlanjut.

Seperti di ketahui, di Batam ada sekitar 800-an Satpol PP yang direkrut dan dipekerjakan, namun tidak terdaftar di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemko Batam. Mereka tidak diakui karena BKD karena BKD merasa tidak pernah mengeluarkan kebijakan perekrutan satpol sebanyak itu.

Diduga Satpol PP itu korban penipuan yang melibatkan sejumlah kalangan di Pemko Batam. Sebab, mereka direkrut dan diberi pelatihan, namun belakangan tidak diakui dan tidak digaji.

Kasus ini pun bergulir ke Polisi. Sejumlah anggota Satpol yang merasa ditipu melapor ke polisi. Bahkan, sejumlah pihak sudah diperiksa, termasuk Kepala BKD, M Sahir, dan Kepala Satpol PP Hendri.

“Pastinya ada keterlibatan pejabat atau staffnya. Karena para rekrutan ini diberi pelatihan,” ujar Wakasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Aryo Prastyo Seno, belum lama ini. (eggi/nur)

Kepala BP Batam Lantik 62 Pejabat Struktural

0

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Hatanto Reksodipoetro melantik sebanyak 62 pejabat struktural tingkat II,III dan IV, di lantai 3 Gedung Balairungsari BP Batam pada jumat 9 September 2016

Pelantikan tersebut tertuang dalam Keputusan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam Nomor  192 Tahun 2016, Tanggal 9 September 2016.

Dalam pengarahannya, Hatanto mengatakan BP Batam agar dapat melakukan perubahan , terutama perubahan pada mind set kerja dimana perubahan ini dikatakan cukup membutuhkan proses namun lebih baik dalam menuju perubahan BP Batam. Selain itu pelantikan pejabat struktural ini diharapkan menjadi panutan bagi karyawan-karyawati lainnya dalam mewujudkan visi dan misi BP Batam.

Di akhir pengarahannya Hatanto mengucapkan selamat bertugas dalam mengemban jabatan baru dengan berbagai penugasan dan pengalaman yang dimiliki, Ia yakin dapat menjadi bekal dalam membawa kemajuan yang lebih baik bagi BP Batam.

Turut hadir Anggota 1/Deputi Bidang Administrasi dan Umum, Anggota 2/Deputi Bidang Perencanaan dan Pengembangan, Anggota 5/Deputi Bidang Pelayanan Umum dan pejabat eselon II,III,IV BP Batam. (rilis)

Yuk! Ikutan Batam Pos Funwalk, Hadiahnya Mobil

0
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Berbagai hiburan akan disuguhkan untuk memeriahkan Batam Pos Funwalk 2016, 9 Oktober mendatang di halaman Graha Pena Batam. Selain hiburan, akan ada undian mobil Toyota Agya, dua unit motor, dan puluhan hadiah menarik lainnya.

“Funwalk ini akan dimeriahkan dengan berbagai hiburan dan hadiah yang luar biasa untuk peserta,” Kata Pemimpin Perusahaan Koran Batam Pos (grup batampos.co.id), Herman Mangundap.

Selain mobil dan dua sepeda motor, panitia juga menyediakan hadiah berupa sepeda, kulkas, tv, dan smartphone.

Sebelum jalan santai, peserta akan mengikuti senam sehat zumba. Selanjutnya, alunan musik dari marching band akan mengiringi acara jalan santai. Kemudian, hiburan demi hiburan akan meramaikan suasana fun walk ini.

“Ada konser band akustik dan masih banyak kejutan lainnya,” ucapnya.

Bagi peserta yang ingin mendaftarkan diri, bisa langsung menghubungi nomor kontak panitia yang tertera di koran Batam Pos.

“Bagi yang mendaftar dengan minimal lima orang, tim kami akan mendatangi calon peserta dan memuat foto mereka untuk diterbitkan di berita funwalk Batam Pos,” jelasnya.

Dengan membayar Rp 100 ribu, peserta akan mendapatkan snack, kaos dan kupon undian.

“Ayo ramaikan dan menangkan mobil Toyota Agya untuk peserta yang beruntung,” ajak Herman. (cr18)

Gedung DPRD Batam Jadi Tempat Tidur Imigran

0
foto: cecep mulyana / batampos
foto: cecep mulyana / batampos

batampos.co.id – Banyaknya imigran di Batam terus memunculkan persoalan baru. Setelah kasus  imigran yang terlibat prostitusi, kini pemerintah dipusingkan degan maraknya imigran yang tidur di gedung DPRD Kota Batam.

Sekretaris DPRD Kota Batam, Marzuki, mengatakan para imigran tersebut tidur di gedung dewan sejak pertama mereka menginjakkan kaki di Batam, beberapa bulan lalu. Namun saat ini jumlahnya terus bertambah. Umumnya mereka merupakan imigran asal Afganistan dan Pakistan.

Meski terkesan mengganggu, Marzuki mengaku tak bisa berbuat banyak. Pihaknya juga tak bisa melarang para imigran itu tidur di gedung wakil rakyat itu, saat malam hari.

“Karena kalau hujan, kasihan juga mereka. Jadi tidak bisa kami larang karena ini demi kemanusiaan juga,” ujar Marzuki tadi malam (13/9).

Marzuki menjelaskan, saat siang hari, para imigran tersebut tinggal di Taman Aspirasi yang lokasinya hanya berjarak belasan meter dengan gedung DPRD. Namun saat malam, sebagian besar dari mereka pindah ke gedung DPRD untuk beristirahat.

Selain menempati lobi gedung, mereka tersebar di beberapa titik di area gedung DPRD. Seperti musala dan tangga gedung dewan.

“Ada anak-anak, pria dan wanita dewasa yang tidur di sini,” kata Marzuki.

Menurut Marzuki, mereka mulai berbondong-bondong ke gedung dewan pada pukul 19.00 WIB setiap malamnya. Kecuali jika cuaca hujan, mereka bisa datang lebih cepat.

Mereka membawa serta perlengkapan tidur. Seperti kasur, tenda, dan kelambu. Sekitar pukul 06.00 pagi, mereka sudah kembali ke Taman Aspirasi. Perlengkapan tidur juga dipindahkan.

Selain tidur, para imigran tersebut juga kerap menggunakan beberapa fasilitas lainnya di gedung dewan. Misalnya air siap minum yang berada di dekat pintu masuk gedung.

“Mereka juga sering salat di musala DPRD,” katanya.

Terkait keberadaan para imigran ini, Marzuki mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi Kelas IA Khusus Batam.

“Jawaban Imigrasi, tunggu saja karena sebagian juga ada di Hotel Kolekta,” ujar Marzuki.

Meskipun sejauh ini tidak ada persoalan yang berarti, Marzuki berharap kasus imigran menginap di gedung dewan ini tak berlarut-larut. Untuk itu dia meminta pemerintah dan instansi terkait segera menyelesaikan masalah tersebut.

“Harapan kami agar para imigran ini segera ditangani. Supaya mereka tidak berlama-lama tanpa tempat tinggal yang layak,” ujarnya. (spt)

Jamaah Haji Rawan Zika, Dinkes-KKP Perketat Pengecekan Kesehatan

0
Jutaan umat Islam dari berbagai negara tawaf di masjidil Haram, Makkah. Foto: Amr Abdallah Dalsh/reuters
Jutaan umat Islam dari berbagai negara tawaf di masjidil Haram, Makkah. Foto: Amr Abdallah Dalsh/reuters

batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepri akan memperketat pengawasan kesehatan jamaah haji debarkasi Batam yang akan kembali ke Tanah Air mulai Minggu (18/9/2016) mendatang. Sebab para jamaah haji rawan terjangkit virus, khususnya virus Zika.

Kepala Dinkes Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana, mengungkapkan dalam hal ini pihaknya akan bekerjasama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Batam.

“Pengecekan kesehatan kami mulai saat para jamaah tiba di Bandara Internasional Hang Nadim Batam,” kata Tjetjep, Selasa (13/9/2016).

Dia menambahkan, untuk antisipasi awal jamaah yang baru datang akan diarahkan untuk masuk ke ruangan yang telah dipasang alat thermal scanner atau pengukur suhu tubuh. Jika ditemukan jamaah yang suhu tubuhnya melebihi suhu normal akan dilakukan tindakan.

Menurutnya, suhu yang berbeda antara Indonesia dan Arab Saudi membuat tubuh jamaah menjadi rentan terkena virus seperti meningitis ataupun Zika.

Sementara itu, Kepala KKP Kelas I Batam, Anas Maruf mengatakan untuk menyambut kepulangan jamaah haji dari Tanah Suci, pihaknya akan meningkatkan pengawasan mulai dari bandara hingga asrama haji.

“Pemeriksaan awal di bandara dan akan dilanjutkan di asrama,” kata dia.

Pemeriksaan kesehatan ini sebenarnya sudah dilakukan pada tahun sebelumnya. Hanya saja mengingat saat ini dunia sedang dilanda virus Zika, Dinas Kesehatan bersama KKP lebih meningkatkan lagi pengawasan terhadap mereka yang baru kembali dari negara luar. Termasuk Arab Saudi, meski hingga saat ini negara tersebut bukan endemis Zika.

“Ini untuk antisipasi, penanganan lebih cepat akan membantu menekan beredarnya penyati-penyakit tersebut,” jelasnya.

Dia menambahkan, kelompok terbang (kloter) pertama jamaah haji debarkasi Batam akan tiba di Tanah Air melalui Bandara Hang Nadim Batam pada Minggu (18/9/2016). Pihaknya akan mulai memasang pengukur suhu tubuh di bandara pada Jumat (16/9/2016).

“Dua hari sebelum kedatangan jamaah sudah harus terpasang,” katanya. (cr17/koran bp)

Pembunuh Mikel Masih Diburu

0
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Unit Reskrim Polsek Batuampar hingga saat ini masih melakukan pengejaran terhadap pelaku pembunuhan Mikel di belakang Hotel Nite & Day pada Senin (12/9/2016) lalu.

Baca Juga: Mikel Tewas Ditikam di Parkiran Hotel

Kapolsek Batuampar, Kompol Arwin mengungkapkan sejauh ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang untuk mengejar pelaku.

“Dari lokasi kejadian, kita bawa ke Polsek untuk dimintai keterangannya,” ungkapnya, Selasa (13/9/2016).

Sejauh ini Arwin menjelaskan bahwa pihaknya juga telah mangamankan seseorang yang diduga pelaku penikaman terhadap Mikel.

“Sampai saat ini kita belum menetapkan siapa tersangkanya. Diduga pelakunya lebih dari satu orang. Sejauh ini kita masih mintai keterangan dari terduga pelaku,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk motif penikaman tersebut sampai saat ini ia belum bisa berkomentar banyak. Karena seseorang yang diduga menjadi pelaku memberikan keterangan yang berbelit-belit.

“Untuk motif pembunuhannya masih kita dalami. Karena, keterangan dari terduga pelakunya berbelit-belit,” pungkasnya. (eggi)

Tabrak Trailer, Terlempar ke Kolong, Dilindas, Wafat

0
Polisi mengevakuasi motor korban yang nabrak trailer, Selasa (13/9/2016). Foto: istimewa/eggi
Polisi mengevakuasi motor korban yang nabrak trailer, Selasa (13/9/2016). Foto: istimewa/eggi

batampos.co.id – Sepeda motor jenis Suzuki Satria FU BP 6452 GF terlibat kecelakaan dengan sebuah truk trailer BP 9205 DE di jalan Jendral Ahmad Yani Panbil sekitar pukul 13.14 WIB.

Kecelakaan tepatnya di depan Pos Pemadam Kebakaran mengakibatkan Jun, penumpang sepeda motor yang dikemudikan oleh Ujang Makmur tewas di tempaat.

Petugas Lantas Polresta Barelang, Bripka Hendrik menjelaskan kronologi kecelakaan ini bermula dari truk trailer yang dikemudikan oleh Fikton Sirumapea hendak putar arah balik dari Simpang Kabil.

“Kontainer ini dia dari simpang kabil mau putar, kan kejadiannya itu tepat di U Turn. Sedangkan sepeda motor ini dia arah Panbil,” ungkapnya, Selasa (13/9/2016).

Sepeda motor Satria FU yang melaju kencang dari Panbil, tidak sempat lagi melakukan pengereman hingga akhirnya kecelakaan pun tak terhindarkan.

“Pas tabrakan, penumpang sepeda motor ini telempar ke depan kemudian masuk ke kolong kontainer dan dilindas dengan roda belakang kiri,” lanjutnya.

Akibat dilindas dari ban truk trailer, Jun mengalami penyok dibagian kepala, luka robek di kaki kanan, memar di bagian kaki kiri, lecet lutut kaki kiri, dan mengeluarkan darah dari hidung dan mulut.

Sementara itu, Ujang Makmur mengalami patah di bagian tulang iga kanan, lecet kaki kanan/kiri dan lecet tangan kiri kanan.

Saat ini, Ujang Makmur masih dirawat secara insentif di IGD Rumah Sakit Casa Medika dan Jun telah dipindahkan dari IGD ke kamar mayat Rumah Sakit Casa Medika.

Sedangkan Fikton Sirumapea dan barang bukti berupa truk dan sepeda motor telah dibawa ke Mapolresta Barelang untuk dimintai keterangannya. (eggi)