Jumat, 24 April 2026
Beranda blog Halaman 13891

Pegawai PLN Batam Ancam Mogok, Awal 2017 Batam-Bintan Bisa Gelap Gulita

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pulau Batam dan Bintan terancam blackout di awal tahun 2017. Ini tidak boleh terjadi karena bisa melumpuhkan perekonomian Batam dan Bintan. Para pengambil kebijakan harus segera turun tangan!

Tapi ancaman itu telah dilontarkan dan bakal menjadi kenyataan. Aksi yang dilakukan selama tiga hari itu sebagai bentuk protes pegawai PLN Batam atas ketidakpastian penyesuaian Tarif Listrik Batam (TLB) yang diajukan sejak awal tahun 2016 lalu.

“Bila penyesuaian tak direalisasikan hingga akhir tahun, 480 karyawan dari sistem pembangkit hingga pelayanan akan mogok kerja di awal tahun nanti,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Serikat Pekerja PLN Batam, Bukti Panggabean.

Sebelum melakukan aksi unjuk rasa, mereka akan melayangkan surat pemberitahuan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri serta instansi terkait. “Tanggal pastinya masih kita koordinasikan dengan pengurus yang lain,” ungkap Bukti.

Bila aksi tersebut berhasil direalisasikan, suplai listrik dari PLN Batam yang sudah mencapai Pulai Bintan, Belakangpadang, hingga Sembulang akan terhenti. “Tidak ada lagi yang mengoperasikan pembangkit maupun pelayanan,” beber Head of Revenuew Assurance PLN Batam ini.

Ia mengatakan, upaya bright PLN Batam membuat tangguh listrik di Batam menemui banyak hambatan. Pengajuan penyesuaian tarif setara Tarif Listrik Nasional belum menemui titik terang.

Lambannya pembahasan menyebabkan keuangan anak perusahaan PT PLN Persero itu terus memburuk, menanggung kerugian akibat menjual listrik di bawah Biaya Pokok Produksi (BPP).

“BPP PLN Batam Rp 1.388, namun harus kita jual Rp 900-an Rupiah per kWh,” ungkapnya.

Sedangkan persero yang mendapatkan subsidi dari pemerintah saja, sudah menetapkan tarif Rp 1.459 per-kWh. “Padahal BPP nya sama, kita juga menggunakan pembangkit gas, solar, dan batubara” ungkap dia.

Sebelumnya, PLN bisa menutupi kerugian harga jual listrik rumah tangga dengan subsidi silang dari golongan industri, ditopang deposito dari tabungan yang saat itu mencapai Rp 1 triliun.

Kini, subsidi silang makin sulit dilakukan, karena persentase pelanggan rumah tangga terus menanjak dari 32 persen menjadi 37 persen. Sebaliknya, sektor industri terus menurun, dari 32 persen menjadi 25 persen.

Simpanan PLN pun terus tergerus, hingga keuangan mereka terseok-seok. Berdasarkan hasil audit Price Waterhouse Coopers (PWC), dari Januari hingga Juni 2016, keuangan PLN Batam sudah minus Rp 26 miliar.

Ketua Serikat Pekerja PLN Batam, Mulnawarman menambahkan, bila kondisi keuangan terus berlangsung, keandalan listrik di Batam akan terancam. Dengan keadaan ini, jangankan investasi pembangkit listrik untuk kebutuhan jangka panjang warga Batam, untuk membeli bahan baku saja mereka mulai kesulitan.

Jika tak disikapi dengan bijak, krisis energi seperti yang terjadi di dearah-daerah lainnya di Indonesia akan terjadi di Batam. Bila listrik sudah terganggu, otomatis perekonomian di Batam dan pulau Bintan  akan tersendat. Karena seluruh industri dan sektor perekonomian membutuhkan setrum.

Hal tersebut membuat 480 karyawan PLN Batam resah. “Kalau PLN kolaps, bukan nasib kami saja yang terancam, sistem kelistrikan di Batam, Bintan dan pulau sekitarnya juga akan terganggu,” katanya.

Mereka khawatir, nasib PLN Batam akan seperti saudara mereka di PLN Tarakan.
Karena tidak ada dukungan pemerintah, per 1 Januari 2017 pelayanan listrik tarakan diambil alih PLN Persero.

“Kalau Batam diambil alih persero, tarifnya bisa lebih tinggi dari tarif yang diajukan PLN Batam,” bebernya.

Di tangan persero, pengembangan jaringan ke pulau yang belum teraliri listrik akan semakin sulit, akibat birokrasi yang panjang. Setiap kebijakan yang diambil, harus ada persetujuan pusat.

“Contohnya Pulau Bintan dan Belakang Padang, akhirnya PLN Batam juga yang suplai listriknya,” ungkapnya.

Sebelum hal tersebut terjadi, para pekerja mengambil sikap untuk melakukan aksi mogok massal. “Kita tak ingin keandalan listrik di batam terganggu,” ungkapnya.

Karena itu, ia meminta seluruh pihak memahami kondisi PLN Batam. “Kami berharap, penyesuaian tarif bisa segera direalisasikan,” ungkapnya. (cew)

67 Perusahaan di Batam Tutup Selama Tahun 2016

0
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Sakyakirti. Foto: Wijaya Satria/ Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam mencatat sepanjang tahun 2016 ini terdapat sebanyak 67 perusahaan yang tutup. Jumlah ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2015 yang hanya 54 perusahaan.

Kepala Disnaker Kota Batam, Rudy Sakyakirti mengatakan tutupnya perusahaan ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya masalah finansial, abis kontrak, dan proyek selesai.

“Itu jumlah yang melapor ke kami, kebanyakan karena proyek sudah selesai,” kata Rudy.

Bertambahnya perusahaan yang tutup ini, tentunya mempengaruhi angka pencari kerja di Batam. Data Disnaker hingga November ini menyebutkan terdapat 13 ribu pencari kerja yang terdaftar.

Saat ditanyai masalah perusahaan yang buka pada tahun 2016 ini, dia menyebutkan belum mengetahui ada berapa perusahaan yang telah buka.

“Kemarin informasinya ada yang buka di Mukakuning, tapi hanya butuh tenaga kerja 50 orang, yang daftar ribuan orang,” sebut mantan kadisperindag Batam ini.

Dia berharap perusahaan yang buka mampu mengakomodir jumlah pencari kerja yang ada di Batam, karena menurut dia hingga saat ini Batam masih menarik bagi pencari kerja dari luar.

“Harapannya tentu investasi terus berjalan, demi terciptanya lapangan kerja. Dan angka pencari kerja bisa menurun,” ujar pria asal Sumatera Barat ini. (cr17)

Berharap Kepentingan Diakomodir, Pengesahan APBD Batam 2017 Masih Tarik Ulur

0
Jefri Simanjuntak. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Batam tahun 2017 masih terjadi pro dan kontra di tubuh DPRD Batam.

Sebagian anggota dewan menarik ulur pembahasan, dengan harapan agar pokok-pokok pikiran mereka melalui reses diakomodir Pemerintah Kota (Pemko) Batam, tapi sebagian lagi malah meminta agar Badan Anggaran (Banggar) DPRD Batam segera mengesahkan pembahasan APBD 2017.

Anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Muhammad Jefri Simanjuntak misalnya. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, meminta Banggar DPRD Batam segera membahas APBD Batam 2017.

“Kita berharap (APBD 2017) segera dibahas. Kasihan rakyat karena dengan tertundanya pembahasan, akan menunda pembangunan,” ujarnya.

Ketua DPC PKB Batam itu juga menilai, apabila awal tahun tidak disahkan, Wali Kota jelas akan mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwako). Namun begitu, semua kegiatan tahun 2017 akan mengikuti anggaran lama, yakni sesuai APBD tahun 2016.

“Gaji bisa, tetapi kegiatan pembangunan seperti infrastruktur dan hal-hal lainnya diluar gaji itu tidak diperbolehkan,” tuturnya.

Dengan demikian, sambungnya, Batam akan dipastikan kehilangan insentif sebesar Rp 25 miliar dari pemerintah pusat terhadap pengesahan APBD.

“Jadi saya berharap teman-teman di Banggar dan DPRD bersama Pemko harus segera membahas. Masalah pokok-pokok pikiran, saya rasa semua yang sudah tertuang di musrembang (musyawarah rencana pembangunan, red), baik itu tingkat kelurahan dan kota semua sudah menyangkut pokok-pokok pemikiran DPRD,” sebut Jefri.

Sekarang, kata Jefri, bagaimana disini harus dibuka ruang serius, jangan sampai APBD tidak diketok sampai akhir 2016.

“Kasihan, masyarakat tidak bisa pakai BPJS, karena tidak ada lagi pembiayaan untuk kesahatan, honor-honor juga. Bayangkan kalau sempat tertunda, ini menjadi sejarah pertama,” terangnya.

Namun demikian, Jefri mengaku masih tetap optimis pembahasan APBD bisa terkerjar sebelum tahun 2016 berakhir. Tapi, kembali dia mengingatkan bahwa sekarang tergatung DPRD dan Pemko sama-sama mengedepankan masyarakat, membuka hati dan sama-sama memulai pembahasan APBD.

“Pagi dan siang masih bisa kita kejar. Kalau kita masih punya pikiran dan hati yang jernih untuk memikirkan masyarakat Batam,” ungkapnya.

Sementara itu, sejumlah anggota DPRD Batam beberapa waktu lalu masih tetap memaksakan agar semua usulan hasil reses diakomodir dalam APBD Kota Batam tahun 2017.

“Ya, semua harus masuk. Punya saya tidak ada sama sekali. Itu permintaan dari warga. Harusnya Pemko bisa mengakomodir,” kata Harmidi, anggota Komisi I dari Fraksi Gerindra, Jumat (23/12) lalu. (rng)

Penikam Ketua RW 05 Kampung Harapan Menyerahkan Diri

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pelaku penusukan terhadap Ketua Rw 05 Kampung Harapan, Kelurahan Bengkong Sadai, Iswandi akhirnya menyerahkan diri ke Mapolresta Barelang, Sabtu (24/12/2016) sore.

Saat menyerahkan diri ke Polresta Barelang, ia didampingi oleh Ketua Ketua umum Ikatan Keluarga Besar Sumatra Selatan (IKBSS) Kota Batam, Rizan Nika Astaga.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian membenarkan bahwa pada saat ini pihaknya telah mengamankan pelaku penusukan terhadap Bustanul pada Sabtu sore kemarin.

“Pada saat ini pelaku sudah menyerahkan diri dan kita sudah kita amankan sejak Sabtu sore kemarin sekitar jam setengah tujuh. Ia didampingi sama ketua IKBSS, Nika Astaga,” ujarnya Minggu (25/12/2016) siang.

Namun, saat ditanyakan tentang motif penusukan yang dilakukan oleh pelaku, Memo belum bisa menjelaskan lebih jauh. Sebab, hingga Minggu sore pihaknya masih memintai keterangan dari pelaku.

“Saat ini sedang kita proses dan masih dimintai keterangan,” imbuhnya.

Sementara, dari keterangan Kapolsek Bengkong AKP Buala Harefa, penusukan terhadap Bustanul bermula dari pertengkaran antara pelaku dengan korban terkait permasalahan air bersih.

“Informasinya dulu pelaku ini merupakan mantan Rt di daerah itu (Kampung Harapan, red),” katanya.

Setelah masa jabatan pelaku berakhir, masyarakat tidak pernah lagi melihat pelaku dalam beberapa bulan. Namun, masyarakat baru melihat pelaku kembali pasca kejadian penusukan ini.

“Masih kita dalami motif penusukan yang dilakukan oleh pelaku,” ujarnya. (cr1)

Libur, Pelayanan Puskesmas di Batam Tetap Jalan

0

batampos.co.id – Cuti bersama yang berlangsung dari (24/12) hingga (26/12) ini, tidak menghalangi aktifitas pelayanan publik seperti Puskesmas untuk melayani masyarakat setempat.

Diakui Kepala Puskesmas Sei.Langkai Batam, Adrial mengatakan, pihaknya tetap membuka pelayanan berobat, namun yang bersifat darurat.

“Yang bertugas adalah tim emergency,” ujarnya, kemarin.

Ia menjelaskan, selama cuti bersama berlangsung setiap Puskesmas yang ada harus tetap bisa melayani pasien.

“Walaupun tidak semua bagian yang buka, tetapi setidaknya masyarakat masih tetap bisa berobat,” ungkapnya.

Untuk tim medis darurat juga siaga, jika mendadak ada pasien yang mengalami kondisi cukup parah. “Jika tidak bisa tertangani oleh kami (puskesmas), langsung bisa dirujuk ke Rumah Sakit (RS) karena RS juga buka saat cuti bersama,” tegas Adrial. (cr15)

Target Wisman Meningkat, Anggaran Minim

0
Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Batam menargetkan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Batam sekitar 1,9 juta jiwa.

Target itu naik sekitar 300 ribu wisman jika dibandingkan tahun 2016. Disparbud sempat pesimis dikarenakan anggaran promisi dan event kegiatan yang minim.

Kepala Disparpud, Yusfa Hendri mengatakan secara keseluruhan anggaran untuk tahun depan hanya Rp 8,5 miliar, termasuk Dana Alokasi Khusus (DAK) dan belanja wajib kantor.

Angka ini dirasa minim jika akan menggelar event bertaraf internasional untuk memancing wisma mau datang ke Batam. Namun pihaknya sudah menyampaikan ke Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terkait event dan promosi.

“Kalau untuk promosi dan event Rp 3 miliar. Pusat siap sokong, SKPD lain juga diminta untuk melihat event-event yang ada dari pusat,” kata Yusfa.

Meski begitu, Yusfa tetap optimistis untuk mencapai target kunjungan tahun depan. Terlepas dari itu, Yusfa mengaku untuk kunjungan tahun ini bisa dipastikan melebih target, data terakhir per Oktober lalu, kata Yusfa jumlah kunjungan wisman sudah mencapai 1,3 juta.

“Akhir bulan banyak kegiatatan, biasanya masa panen untuk Batam selain akhir pekan juga saat akhir tahun,” katanya.

Secara keseluruhan target tahun ini sebanyak 1,6 juta, dalam perhitungan setiap bulannya kedatangan wisman ke Batam sebanyak 100 ribu angka ini tertinggi ke tiga setelah Bali dan Jakarta. “Sampai akhir bulan, target 1,6 juta tahun ini bisa tercapai,” sebutnya.

Secara keseluruhan jumlah wisman ke Batam memang berkurang lantaran wisatawan asal Singapura, Malaysia cenderung ingin merasakan destinas lain.

“Kalau saya bilang, wisatawan bukan berkurang tapi berpindah, sekarang ke Bandung dan sebagainya, yang jelas ini menyokong target kunjungan nasional 20 juta wisman,” ujarnya.

Untuk kunjungan wisman ke Batam sebagian besar wisman yang kerap bolak balik Batam-Singapura. Sementara untuk pengunjung pertama datang ke Batam hanya akhir pekan. “Mereka datang tak perlu persiapan, dan untuk memancing mereka harus dengan event-event,” ungkapnya.

Beberapa even sudah tak lagi diselenggarakan di Batam seperti Asean Jazz, Sea Eagle, event. Untuk itu, ia berharap ada peran swasta dalam menggelar event-event bertarap internasional serupa.

Sementara itu, untuk menggenjot kunjungan wisman tahun 2017, Disparbud akan tetap menggelar event internasional. “Contohnya, Seni Kenduri Melayu juga Tour De Barelang,” kata Yusfa, siang kemarin.

Bahkan menurutnya, anggaran untuk beberapa kegiatan tersebut telah diajukan Pemko Batam untuk dibahas di DPRD Batam. “Sudah, sudah diajukan, tinggal pembahasannya saja,” tambahnya.

Dia menambakan tujuan penyelenggaran event internasional ini memang dalam rangka peningkatan kunjung wisman ke Batam. “Ini sejalan dengan target pemerintah pusat 20 juta kunjungan wisman pada tahun 2019,” terangnya. (she/cr13)

Status Kasus Ketua Kadin Kepri Maulana Naik ke Penyidikan

0
Kapolda Kepri memberi ketarangan pers terkait kasus yang menjerat Maaruf (baju putih kanan).
foto: cecep mulyana / batampos

batampos.co.id – Polda Kepri telah memeriksa enam saksi, terkait kasus Ketua Kadin Kepri Ahmad Maaruf Maulana yang diduga melecehkan kinerja Densus 88.

Saat ini penyidik sudah menaikan status kasus Maaruf  dari penyelidikan menjadi penyidikan.

Status Maaruf pun sewaktu-waktu bisa menjadi tersangka. “Nanti akan digelar perkara dulu (terkait status penyidikan dan saksi Akhmad Maaruf Maulana,red),” kata Direktur reskrimsus Polda Kepri Kombes Pol, Budi Suryanto pada Batam Pos, Jumat (23/12/2016) lalu.

Gelar perkara terkait meme yang diposting Akhmad Maaruf ini, kata Budi akan dilakukan dalam waktu dekat. Mengenai kemungkinan naiknya status Akhmad Maaruf, Budi mengatakan pihaknya tak bisa memperkirakan.

“Kami tak bisa berandai-andai, nanti setelah gelar perkara. Apa ada pelanggaran tindak pidana atau tidak,” ungkapnya.
Hingga kini pihak penyidik masih terus mengumpulkan bukti-bukti serta keterangan dari para saksi.

Budi menyebutkan saksi yang telah diminta keterangan, tak hanya dari orang-orang yang berada dalam grup whatsapp itu saja. Namun juga saksi dari ahli tata bahasa. Saksi ahli ini, sangat penting bagi penyidik. Untuk menilik bahasa yang digunakan oleh Akhmad Maaruf di gruop tersebut.

“Kami masih melakukan pendalaman,” ucapnya

Sebelumnya diberitakan, akibat perbuatan Ketua Kadin Kepri ini terancam hukuman penjara enam tahun penjara. Dimana Akmad Maaruf dijerat dengan mengunakan undang-undang ITE.

Kasus Maaruf ini bermula pada Selasa (13/12) lalu. Dimana Maaruf menulis pernyataan “kalau pengalihan isu pake bom panci masih gagal”. Pada bagian bawah tulisan ini, ada postingan foto yang bertuliskan “coba alihkan isu dengan bom termos”.

Foto bom termos ini digambarkan seorang laki-laki yang memikul sebuah termos dan beberapa alat berupa remote layaknya bom menempel pada dada lelaki itu.

Foto ini diposting, diduga polisi berkaitan dengan bom panci yang terjadi di Bekasi pada Sabtu (10/12) lalu.(ska)

Wisatawan Singapura Mendominasi, Target Wisman Masih Minus 7 Persen

0
Wisman dari berbagai negara berdatangan ke Batam untuk liburan akhir pekan melalui Pelbuhan Fery Internasional Sekupang, Batam, Sabtu (10/11/2016). Foto: cecep mulyana/batampos

batampos.co.id – Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Batam optimis target wisatawan asing ke Batam mencapai target. Meski data publikasi resmi pemerintah pusat menyebutkan angka kunjungan ke Batam masih minus 7 persen.

Kepala Disparbud Kota Batam Yusfa Hendri mengatakan minusnya angka kunjungan dikarenakan berbagai faktor. Salah satunya adanya beberapa kali penangkapan terduga teroris di Batam. Padahal, pihaknya sendiri memiliki target kunjungan untuk tahun 2016 sebanyak 1,6 juta wisman.

“Hingga Oktober angka wisman asing sekitar 1,3 juta. Masih minus tujuh persen dari target kita,” kata Yusfa kepada Batampos.

Meski begitu, lanjut Yusfa pihaknya optimis angka 1,6 juta kunjungan wisman itu akan tercapai. Sebab, pada bulan November lalu Pemko Batam maupun pihak swasta banyak menggelar kegiatan. Kegiatan itu diyakini mampu menarik jumlah wisawatan ke Batam.

“November banyak event, salah satunya Festival Bahari Kepri yang banyak digelar swasta. Dan saya yakin itu berpengaruh terhadap kunjungan,” jelas Yusfa.

Apalagi akhir tahun ini pihaknya akan menggelar beberapa kegiatan. Yang tak hanya dapat menarik wisatawan mancanegara, namun juga wisatawan domestik.

“Hingga akhir tahun akan banyak event di Batam. Kita juga menggelar malam pergantian tahun baru di Dataran Engku Putri,” sebut Yusfa.

Yusfa menyebutkan angka kunjungan wisman masih didominasi warga negara Singapura. Hal itu terlihat dari data resmi pemerintah pusat, yang mana dari Januari hingga Oktober sudah ada 754.384 wisman Singapura yang ke Batam.

“Bulan Oktober saja jumlah mereka sudah hampir 70 ribu orang. Yang kemudian disusul wisman Malaysia, Filipina, India dan Taiwan,” terang Yusfa.

Sementara untuk wisman asal Cina juga mengalami peningkatan meski tidak signifikan. Pada bulan Oktober saja, wisman yang Cina yang berkunjung ke Batam mencapai angka 3 ribu lebih.

“Untuk wisman Cina memang tidak terlalu banyak. Namun meningkat dibandingkan tahun lalu,” pungkas Yusfa. (she)

Lapangan Kerja Terbatas, Pencaker di Batam Terus Meningkat

0
Suasana di Pujasera Batamindo Ribuan para pencaker mencari kerja, F-Ahmad Yani/ Batam Pos

batampos.co.id – Batam masih tetap menarik bagi pencari kerja dari luar daerah. Meski lapangan kerja terbatas, namun warga luar Batam tetap banyak yang nekat mencari kerja di Batam.

Lihatlah Multi Purphose Hall (MPH) Pujasera Batamindo, Mukakuning. Setiap hari kawasan ini ini dipadati ribuan pencari kerja.

Setiap pukul 7.00 WIB, kawasan itu sudah padat. Ribuan pencari kerja sudah menyiapkan berkas lamaran, jika sewaktu-waktu ada pengumuman lowongan kerja di MPH tersebut.

Tika, 19, salah satu pencaker asal Bukit Tinggi ini, saat ditemui Jumat (23/12/2016) mengatakan, sejak pagi sudah berada di MPH. Ia mengaku untuk mendapatkan info lowongan pekerjaan ia rela untuk bangun pagi.

“Kata orang-orang sih, lowongan kerja biasanya ada pagi-pagi, makanya saya dan dua kawan saya pagi-pagi sekali datang ke sini,” katanya.

Ia mengatakan tiba di Batam sudah tiga pekan lalu. Ia ingin mencoba peruntungkan di Batam yang dinilainya memiliki peluang pekerjaan yang lebih tinggi dibandingkan kota kelahirannya sendiri.

“Di sini banyak pekerjaan, gak seperti di kampung,” katanya.

Senada juga dengan Lya. Perempuan asal Aceh ini mengaku sudah lima bulan berada di Batam. Ia sempat bekerja sebagai karyawan di salah satu toko di Aceh, namun hanya bertahan tiga bulan saja karena alasan gaji yang sangat kecil.

Hingga akhirnya, ia hijrah ke Batam dengan mengandalkan ijazah SMA-nya.

“Disuruh sama kakak ke sini, katanya cari kerja di Batam saja, gaji di sini lumayan,” ujar Lya.

Meskipun demikian, ia mengaku mencari kerja di Batam sangatlah susah.

“Sudah banyak surat lamaran kerja saya kirim ke perusahaan, tapi sampai sekarang belum ada panggilan,” ungkapnya.

Sementara itu, tingginya pencari kerja di Batam juga bisa dilihat dari permintaan pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yangjuga meningkat di kepolisian. Salah satynya di Mapolsek Seibeduk.

Karyawan yang  melengkapi persyaratan untuk perpanjangan kontrak kerja di awal tahun 2017 mendatang, ramai mengurus dan mendatangi Polsek untuk mendapatkan SKCK yang baru. Terhitung mulai 1 hingga 23 Desember sudah 143 berkas yang telah diterima.

“Iya lumayan tinggi permintaan pembuatan SKCK untuk beberapa hari ini, karena banyak yang ingin perpanjangan kontrak kerja,” ujar bagian Admin Intelkam Mapolsek Seibeduk, Herlina Manurung, Jumat (23/12/2016).

Setiap harinya berkas  yang masuk sekitar 30 hingga 35. Berkas-berkas ini umumnya dari pekerja yang ingin perpanjang masa berlaku SKCK.

“Saya mau perpanjangan kontrak kerja, syaratnya SKCK juga harus diperpanjang,” ujar Rita salah satu pemohon.

Selain perpanjangan, warga yang ingin membuat SKCK juga tampak ramai. Untuk hari saja ada sekitar 18 pemohon yang datang. Mereka merupakan pendatang baru yang ingin mencari kerja di kota Batam.

“Saya baru datang lima hari yang lalu. Mau cari kerja di sini, syaratnya harus ada SKCK,” ungkap Wanda. (cr19)

Kalau Ngantuk Dipaksakan Nyetir, Begini Akibatnya

0
Ilustrasi lakalantas. Foto:/grafis: istimewa

batampos.co.id – Jangan pernah memaksakan diri menyetir kendaraan ketika sedang ngantuk berat. Akibatnya bisa fatal, nyawa pengemudi dan nyawa orang lain terancam.

Seperti yang dialami Muhammad Ramlan, 48, pedagang kaki lima di depan Pacific Palace Hotel. Ia tewas di tempat setelah ditabrak mobil Daihatsu Luxio BP 1216 FE, Jumat pagi (23/12/2016) sekitar pukul 05.00 WIB.

Kasat Lantas Polresta Barelang Kompol Andar Sibarani menjelaskan, pada pagi itu mobil yang dikemudikan oleh Sun Kiak datang dari arah Bundaran Nantonga hendak menuju ke Dc Mall.

“Sesampainya di depan Pacific Palace Hotel, mobil lepas kendali dikarenakan supirnya mengantuk, sehingga keluar ke bahu jalan dan menabrak pedagang kaki lima,” ujarnya.

Andar menjelaskan, pada saat ditabrak pagi itu, Ramlan sedang menutup warungnya dibahu kiri jalan dari arah Simpang Nantongga menuju ke Dc Mall. Namun nahas, Ramlan yang sedang membereskan barang dagangannya langsung ditabrak oleh mobil jenis pick up tersebut.

“Akibat dr kecelakaan tersebut, korban mengalami benturan pada dadanya hingga meninggal dunia. Sementara, supir mobil mengalami luka ringan dan  kendaraan mengalami kerusakan serta kerugian materil,” jelasnya.

Andar melanjutkan, saat ini pihaknya telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), memintai keterangan saksi, mengecek korban ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan, dan mengamankan kendaraan ke Unit Laka Lantas Polresta Barelang.

“kita juga membuat Laporan Polisi dan melakukan koordinasi dengan pihak Jasa Raharja,” imbuhnya. (cr1)