Kamis, 16 April 2026
Beranda blog Halaman 13935

Sastra Indonesia Terkenal ke Berbagai Belahan Dunia Loh, Simak Deh Ini

0
MADAH POEDJANGGA: Dosen Senior Institute Des Langues et Civilization Orientales - Inalco  Sorbones University Group France Dr Etienne Naveau bacakan Puisi Taufik Ismail ke dalam bahasa Perancis pada malam Madah Poedjangga di  Graha Pena Riau pada  Kamis malam (8/9/2016) Malam Madah Poedjangga hadirkan dosen senior dari Perancis dan Kritikus Sastra Indonesia Maman S Mahyana dan Fakhrunnas MA Jabbar. ft: MHD AKHWAN/RIAUPOS
Dosen Senior Institute Des Langues et Civilization Orientales – Inalco Sorbones University Group France Dr Etienne Naveau bacakan Puisi Taufik Ismail ke dalam bahasa Prancis pada malam Madah Poedjangga di Graha Pena Riau pada Kamis malam (8/9). Madah Poedjangga hadirkan dosen senior dari Prancis dan Kritikus Sastra Indonesia Maman S Mahyana dan Fakhrunnas MA Jabbar. Foto: MHD AKHWAN/RIAUPOS

PEKANBARU – Pekanbaru kedatangan dua pakar sastra Indonesia dan Melayu, Kamis hingga Jumat (8-9/9) kemarin. Keduanya adalah Maman S Mahayana yang juga dosen senior Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (UI) dan Dr Etienne Naveau dosen senior Institut des Langues et Civilization Orientales (Inalco) Surbone University Grou, Perancis.

Selain hadir dan menjadi narasumber di Madah Poedjangga, Kamis malam, keduanya juga menjadi pembicara di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unilak, Jumat pagi.

Pada kesempatan tersebut, Maman dan Etienne membahas tentang perkembangan bahasa dan sastra Indonesia di Prancis dan Indonesia sendiri. Sastrawan, seniman, penyair dan pekerja seni turut meramaikan kegiatan tersebut, khususnya Madah Poedjangga yang dilaksanakan di laman Madah Poedjangga depan gedung Graha Pena.

‘’Bahasa Indonesia sudah dipelajari di Prancis sejak abad 18. Kami di Prancis mempelajari Bahasa Indonesia dan sastra Indonesia,’’ kata Etienne yang fasih berbahasa Indonesia seperti diberitakan Riau Pos (Jawa Pos Group) hari ini (10/9).

Selain mengajar bahasa dan sastra Indonesia di Inalco, Etienne juga penerjemah karya-karya sastra Indonesia ke dalam Bahasa Perancis. Banyak karya yang diterjemahkannya seperti cerpen, puisi, sonata dan beberapa lainnya. Tak heran, jika Etienne sangat akrab dengan sastra dan juga budaya orang Indonesia yang didapat dari karya-karya sastra Indonesia tersebut.

Sementara itu, Maman S Mahaya memaparkan tentang bagaimana luas dan terkenalnya sastra Indonesia di berbagai belahan dunia, termasuk Prancis. ‘’Orang-orang luar mepelajari kesusasteraan Indonesia, kita harus tahu itu. Kita harus tahu bahwa kesusasteraan Indonesia itu berpengaruh, terkenal dan dipelajari banyak orang. Luas da nada di mana-mana,’’ kata Maman.

Diskusi dan perbincangan semakin hidup. Sastrawan Riau, Fakhrunnas MA Jabbar yang bertandang sebagai moderator malam itu, terus menyambut pertanyaan-pertanyaan dari hadirin yang dipenuhi mahasiswa, komunitas sastra dan juga sastrawan Riau tersebut.

Di antara mereka adalah, Taufik Ikram Jamil, Kazzaini Ks, Mosthamir Thalib, Dheni Kurnia, A Aris Abeba, Tin Marni, Kunni Masrohanti, Hermawan (Sumbar), Herman Rante, TM Sum, Alam Terkembang dan masih banyak lainnya. Madah Poedjangga juga dimeriahkan dengan pembacaan puisi, musikalisasi puisi oleh kelompok Gendul, pembacaan syair oleh Idawati dan tamu lainnya.

Berbeda dengan diskusi yang digelar di FIB Unilak pagi harinya. Kegiatan yang dilaksanakan di ruang seminar FIB ini tidak banyak dihadiri sastrawan, tapi dipadati oleh mahasiswa. Beberapa sastrawan yang hadir itu antara lain Kazzaini Ks, Mosthamir Thalib dan Kunni Masrohanti. Tidak kursi yang kosong. Penuh sesak. Mahasiswa itu juga sangat antusias mempertanyakan dan berdiskusi seputar kesusasteraan Melayu di Indonesia dan belahan dunia.

‘’Pak Maman dan Etienne ke Pekanbaru memang untuk hadir di Unilak dan Madah Poedjangga. Ya, ini berkat kerjasama semua pihaklah. Tidak hanya FIB, Yayasan Sagang dan Riau Pos juga sangat berperan. Jarang-jarang ada orang hebat dan ke Riau apalagi di bidang sastra, makanya kita semua sangat antusia,’’ ungkap Dekan FIB Unilak, Herman Rante.(jpg)

Kisah Imigran Lakukan Aksi Prostitusi di Batam

0
foto: eegi / batampos
foto: eegi / batampos

batampos.co.id – Polisi Batam berhasil membekuk Bonny dan Sarah yang terkait dalam kasus prostitusi yang melibatkan imigran asal Afganistan pada Jumat (9/9) malam.

Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Memo Ardian mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap salah seorang imigran berinisial J (17).

Dari keterangan J, didapatkan keterangan bahwa Bonny mengimingi J untuk pembuatan KTP sebesar Rp 20 juta.

“Kemarin kami lakukan introgasi J, diketahui bahwa Bonny mengimingi pembuatan KTP sebesar 20 juta,” ungkap Memo, Sabtu (10/9).

Karena uang diminta oleh Bonny dianggap terlalu besar oleh J, Bonny pun mengenalkan kepada Sarah. Setelah terjadinya perkenalan itu, hubungan Sarah dengan J pun semakin dekat hingga terjadinya hubungan badan di antara mereka.

“S ini dia penikmat J, sehingga S ditetapkan tersangka sesuai undang-undang perlindungan anak pasal 81 telah karena melakukan pencabulan terhadap anak dibawah umur,” jelasnya.

Sementara untuk Bonny, ia dikenakan pasal 87 undang-undang perlindungan anak, dan J saat ini statusnya ditetapkan sebagai korban dalam kasus eksploitasi terhadap anak di bawah umur.

“Orang asing ini adalah korban karena dibawah umur, karena setiap orang yang berada di Indonesia di lindungi oleh undang-undang,” lanjut Memo.

Ditempat terpisah, Bonny tidak mengakui bahwa ia yang telah mengenalkankan Sarah terhadap J. Ia mengenal Susan justru dari J sendiri mengenalkan terhadapnya.

“Saya kenal J itu di tempat gym. Justru saya kenal sama mbak ini dari dia (J). Karena sebelumnya J udah pernah berhubungan sama mbak ini sebelum kenal sama saya,” ungkapnya.

Selain itu, Bonny juga mengakui bahwa Sarah pernah mengirimkan uang kepada J sebesar Rp 2 juta untuk membeli ponsel.

“Saya gak ada dapat duit, dia cuma numpang rekening saya aja untuk mengambil uang yang digunakan untuk membeli hape,” katanya.

Selain Bonny, Sarah juga mengakui telah berhubungan badan dengan J sebagai imbalan dari uang yang telah ia berikan selama ini.

“Transaksi uang ada. Imbalannya hubungan badan di hotel, saya yang biayakan,” ujarnya.

Sarah juga mengakui bahwa selama ini ia tidak begitu mengetahui jika J merupakan anak dibawah umur. Ia baru mengetahui jika J anak dibawah umur detelah terkuaknya kasus ini.

“Awalnya gak tahu kalau dia dibawah umur. Baru tahu dibawah umur baru sekarang ini. Status saya selama ini sama dia pacaran,” ungkapnya. (egi)

Kunjungan Wisman ke Batam Mulai Membaik

0
Wisatawan asing saat mengunjungi Tanjungpinang. foto: yusnadi/batampos
Wisatawan asing. foto: yusnadi/batampos

batampos.co.id – Sempat merosot karena isu terorisme dan merebaknya virus Zika di Singapura, kunjungan wisatawan di Batam berangsur membaik.

“Sudah mulai membaik, sekarang beberapa travel salah satunya menjadikan Engkuputri itu sebagai destinasi, lalu akhirnya ke objek-objek lain,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Batam Yusfa Hendri, Jumat (9/9).

Dia mengatakan kunjungan wisman merosot sejak Juli lalu. Hal ini karena beberapa hal yakni isu bom, penagkapan terduga teroris hingga kasus Zika di Singapura.

“Sampai Juli itu, kunjungan wisman kita minus 6 persen dibanding tahun 2015,” terangnya.

Soal virus Zika yang merebak di Singapura,bahkan beberapa negara seperti Singapura, Malaysia hingga korea mengeluarkan travel warming. Kebijakan ini berimbas pada jumlah wisatawan yang ke Batam.

“Harapannya pemerintah singapura cepat lakukan pemulihan,” pungkasnya.

Merosotnya wisman tersebut, otomatis menganggu target capaian wisman 2016 sebanyak 1,7 juta wisman.

Namun Yusfa mengatakan hingga akhir tahun akan banyak even yang akan digelar guna mencapai target itu, diantaranya Kepri yang akan menjadi akan menjadi tuan rumah even Sail Selat Karimata di wilayah Barat.

“Desember ada juga kenduri melayu,” pungkasnya. (cr13/koran)

Ingat Dengan Bocah Bunuh Pacar? Kini Ia Terancam 10 Tahun Penjara

0
Kasus ini telah dilaporkan ke polisi dan pelaku bakal di penjara. Foto: ilustrasi pixabay
Kasus ini telah dilaporkan ke polisi dan pelaku bakal di penjara. Foto: ilustrasi pixabay

batampos.co.id – Masih hangatnya pemberitaan percobaan pembunuhan Mda, 17, terhadap pacarnya Na, 16, Agustus lalu di Batubesar Nongsa, akibat sang pacar didapati telah hamil tiga bulan, kini perkara tersebut telah masuk ke ranah persidangan di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (8/9).

Baca juga:

Pak Walikota, Ini Kejadian di Nongsa, Bocah 17 Tahun Coba Bunuh Pacarnya

Sidang yang beragendakan pembacaan dakwaan serta pemeriksaan saksi itu, dilaksanakan dalam ruang sidang anak PN Batam serta berlangsung tertutup.

Saksi yang dihadirkan JPU yakni Rz, 17, merupakan rekan Mda yang melihat peristiwa dan membantu Mda untuk menghabisi nyawa Na. Terdakwa maupun saksi didampingi pihak balai pemasyarakatan (Bapas).

Melalui Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rosmarlina Sembiring yang menangani perkara mengatakan, terdakwa Mda didakwakan dengan pasal berlapis tentang pelanggaran hukum terhadap anak.

“Didakwa dengan pasal 340 KUHPidana jo pasal 53 ayat (1) KUHPidana jo Undang-undang nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak, primair pasal 80 ayat (3) Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak jo pasal 53 ayat (1) KUHPidana jo Undang-undang nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak, subsidair pasal 80 ayat (2) Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak jo Undang-undang nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak,” ujar JPU Rosmarlina di ruang kerjanya, Jumat (9/9).

Dalam hal ini, ketiga pasal yang dikaitkan tersebut mengarah pada perbuatan terdakwa yang adanya permulaan rencana merampas nyawa orang lain, melakukan kekerasan terhadap anak yang menyebabkan cidera atau mati, serta melakukan tindak pencabulan terhadap korban.

“Ancaman pidananya sampai 10 tahun,” sebutnya.

Ia menambahkan, saksi Rz juga terbukti terlibat dalam perkara Mda.

“Oleh karena itu, saksi Rz telah ditetapkan sebagai tersangka dan dalam proses pelimpahan ke PN Batam,” jelas Rosmarlina.

Diketahui, korban Na bersama terdakwa Mda kerap melakukan hubungan intim layaknya hubungan suami-istri tanpa ikatan yang sah. Hingga dalam tiga bulan, Na mengetahui kalau dirinya hamil dan menuntut Mda untuk bertanggung jawab.

Terdakwa yang merasa belum siap untuk menghidupi Na, melakukan berbagai cara agar kandungan Na bisa gugur. Namun hasilnya gagal. Takut janin buah hubungan cinta mereka berkembang, terdakwa berniat membunuh Na.

Sesuai waktu yang direncanakan, terdakwa mengajak korban bertemu malam hari di belakang rumah makan Bahagia Batubesar, (15/8) lalu. Disana, terdakwa telah menyiapkan tanah yang telah digali untuk mengubur korban, serta batu gilingan cabe yang dibawa dari rumah terdakwa.

Untuk mengalihkan perhatian korban, terdakwa mengajak korban bercerita dan seketika langsung memukul bagian kepala belakang korban berulang kali. Setelah korban pingsan, terdakwa memanggil rekannya Rz untuk membantunya menguburkan korban.

Mirisnya lagi, terdakwa masih sempat untuk menyetubuhi korban kala itu. Tak disangka korban pun terbangun sehingga Rz lari ketakutan. Mda pun panik melihat rekannya tersebut lari. Disanalah, Na berusaha untuk menyelamatkan diri dan meminta bantuan warga sekitar. Akan kejadian itu, Mda pasrah dan langsung dibawa pihak kepolisian keesokan harinya. (cr15)

Dengar Rekan Jadi Gigolo, ‘Kalau Ketemu Kupukul!’

0
Lima dari 10 imigran diamankan Imigrasi Batam karena diduga melakukan pekerjaan haram, Kamis (8/9/2016). Foto: anggie/batampos
Lima dari 10 imigran diamankan Imigrasi Batam karena diduga melakukan pekerjaan haram, Kamis (8/9/2016). Foto: anggie/batampos

batampos.co.id – Kabar tertangkapnya imigran yang nyambi gigolo mengagetkan imigran lain di Taman Aspirasi Batamcenter. Rasa tidak percaya muncul, apalagi mereka berstatus ‘numpang’.

“Kalau ku lihat dia (imigran gigolo) aku pukul. Apalagi kalau muslim, tidak boleh,” kata imigran asal Afghanistan, Ismail Husain, Jumat (9/9).

Menurutnya jika hal itu terjadi di Afghanistan, pelaku gigolo atau zina bisa dihukum mati, agama tidak memperkenankan hal itu dilakukan.

“Di Afghanistan dibunuh, digantung, di negara muslim tidak boleh (hubungan suami istri luar nikah),” ucapnya.

Walau demikian Ismail mengaku tidak mengenal apalagi akrab dengan 10 imigran gigolo yang dimaksud, sembilan diantaranya asal Afghanistan sementara satu orang asal Pakistan.

“Mukanya memang Afghanistan, tapi tidak kenal. (Tinggal) beda tempat (daerah) seperti Jakarta dan Batam,” terangnya.

Imigran lain yang juga Afghanistan, Khadim Husain memilih tak ingin berkomentar tentang kasus tersebut. Namun demikian dia mengaku kasus yang dilakukan 10 imigran adalah hal yang terlarang.

“Sana (Afghanistan, red) bisa di sel (tahan), cambuk, gantung,” pungkasnya. (cr13/koran)

Mensos Buka e-warong Pertama di Batam

0
20160801antarafoto-peluncuran-e2-wa
ilustrasi f. antara

batampos.co.id – Demi menghindari penyelewengan penggunaan dana Bantuan Sosial, Kementrian Sosial membuka 74 e-warong Kelompok Usaha Bersama Program Keluarga Harapan (KUBE-PKH) di Kabupaten/ kota yang ada di Indonesia.

Salah satu kota yang beruntung menjadi percontohan adalah Kota Batam.

Kepala Dinas Sosial dan Pemakaman Kota Batam, Raja Kamarulzaman mengatakan e-warong atau warung nontunai merupakan program dari pemerintah untuk mereka penerima bantuan sosial melalui Program Keluarga Harapan (PKH).

Layanan e-warong KUBE PKH yang dinaungi oleh Koperasi Masyarakat Indonesia Sejahtera (KMIS) akan didukung oleh perangkat dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Nantinya, sebanyak 3.200 penerima PKH akan menerima bantuan yang langsung ditransfer ke rekening masing-masing. Penerima bisa membelanjakan saldo yang ada pada kartu yang dirancang sebagai ATM dengan kebutuhan sembilan bahan pokok (Sembako).

“Untuk besar bantuan, langsung dari Kemensos, kita hanya pendataan PKH saja,” ujarnya.

Pembukaan e-warong pertama di Batam ini langsung dibuka oleh Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di Kelurahan Tanjungpiayu, Kecamatan Seibeduk, Sabtu (10/9).

Dia berharap dengan adanya e-warong akan memberikan kemudahan bagi penerima, seperti tidak membuat antre saat pencairan, juga terhindar dari pemotongan yang biasa saja dilakukan oleh oknum tertentu.

“Tujuannya memudahkan,” sebut mantan camat Sekupang ini.

Dia menambahkan kedepannya, pemerintah melalui Kemensos akan membangun satu e-warong di setiap kelurahan yang ada di Batam.

“Kita rencanakan akan ada 64 e-warong yang akan beroperasi kedepannya,” tukasnya.(cr17/koran)

Karyawan Bank Patungan Bangun Mushola

0
Enam dari kanan baju batik, Kakanwil V Medan BCA, Lukman dan kepala cabang utama BCA Batam foto bersama dengan warga usai peresmian   Musholla Al-Hikmah di Kavling Pandawa Mandiri, Kelurahan Seibinti, Sagulung, Jumat (9/9). F. Dalil Harahap/Batam Pos
Enam dari kanan baju batik, Kakanwil V Medan BCA, Lukman dan kepala cabang utama BCA Batam foto bersama dengan warga usai peresmian Musholla Al-Hikmah di Kavling Pandawa Mandiri, Kelurahan Seibinti, Sagulung, Jumat (9/9). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Warga kavling Pandawa Mandiri, kelurahan Seibinti, Sagulung patut bersyukur sebab Mushola yang diidamkan bertahun-tahun akhirnya selesai dibangun. Adalah Mushola Al Hikmah yang berdiri di RT01/RW16 sudah resmi mulai digunakan umat Muslim setempat untuk menjalankan ibadah.

Mushola yang dibangun dari dana bantuan swadaya karyawan Bank Cabang Asia (BCA) sekota Batam itu diresmikan oleh kepala kantor wilayah (Kakanwil) V BCA Medan Lukman dan pimpinan KCU BCA Batam Lim Kok Hwa bersama lurah Seibinti Jhon Lee, Jumat (9/9) pagi.

Lim Kok Hwa mengatakan, pembangunan Mushola tersebut memang merupakan bantuan dari karyawan BCA sekota Batam yang sudah disalurkan sejak sebelum puasa kali lalu.

Karyawan BCA Batam merasa tersentuh untuk membantu pembangunan Mushola itu karena memang sebelumnya Mushola yang sudah dibangun oleh warga baru berupa fondasi awal sempat terbengkalai selama dua tahun.

“Karyawan BCA sepakat untuk mengumpulkan sedikit uang pribadi mereka termasuk saya juga, untuk sama-sama meringankan beban warga di sini yang ingin membangun Mushola ini,” ujarnya.

Bantuan tersebut berupa pembelian material pembangunan Mushola hingga rampung serta perlengkapan isi Mushola.

“Kami lakukan bertahap dan sekarang sudah rampung semuanya,” ujar Lim Kok Hwa.

Total karyawan BCA sekota Batam mencapai 300 orang dan semuanya terlibat dalam sumbangan pembangunan Mushola itu.

BCA Batam kata Lim selama ini memang sudah aktif dalam kegiatan sosial seperti menyambangi panti asuhan, gotong royong dan lain sebagainya. Namun untuk pembangunan fisik rumah ibadah baru kali ini dilakukan.

Sehingga dia berharap agar masyarakat kota Batam tetap setia menjadi nasabah BCA agar program-program sosial serupa terus berlangsung baik dari sumbangan karyawan ataupun BCA sendiri.

“Kita tetap berkomitmen agar bantuan dan bakti sosial seperti ini tetap dilakukan. Bapak ibu juga harus dukung kami dengan menjadi nasabah BCA ya,” ujarnya.

Sementara itu Lukman dalam arahannya berharap agar bantuan dari karyawan BCA itu bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat setempat baik untuk kepentingan keagamaan.

“Harapan kami semoga masyarakat di sini menjadi masyarakat yang lebih beriman dan semakin dekat dengan Allah. Jangan ada alasan masjid atau mushola jauh lagi kedepannya karena kita sudah punya sendiri. Manfaatkan dengan baik Mushola yang sudah ada ini,” ujarnya.

Baryono perwakilan tokoh masyarakat setempat menghaturkan banyak terima kasih atas kemurahan hati dari karyawan BCA itu. “Bantuan ini sangat berarti bagi kami di sini,” ujarnya.

Baryono membenarkan jika awal rencana pembangunan Mushola itu sempat terbengkalai karena keterbatasan dana. Namun berkat bantuan karyawan BCA, Mushola yang diidam-idamkan warga setempat akhir rampung juga. ”

Kami akan jaga amanah ini. Kami akan pergunakan sebaik-baiknya untuk kegiatan keagamaan di sini,” ujarnya.

Baryono juga apresiasi kepada warga setempat yang telah bersama-sama membangun mushola tersebut dalam jangka waktu hanya dua bulan. “Ini hasil kerja sama yang baik antara warga dan pihak BCA sehingga cepat selesai pembangunan Mushola ini,” ujarnya.

BCA sendiri di Batam terdiri dari delapan kantor cabang pembantu, tiga kantor khas dan satu kantor cabang. Total nasabah BCA sekota Batam termasuk Karimun sekitar 200 ribu nasabah.

Program unggulan yang ditawarkan BCA saat ini adalah Tahaka atau tabungan berjangka yang mana nasabah bisa nabung secara rutin untuk berinvestasi.

“Program ini sedang dalam tahap louching dan istimewahnya ada proteksi kepada nasabah. Jadi yang penasaran segera datangi kantor BCA terdekat,” ujar Lukman. (eja/koran)

Awas! Pembobol Rumah Beraksi. Ditinggal Kerja, Isi Ruko Ludes

0

malingbatampos.co.id – Maling pembobol rumah kembali beraksi. Kali ini apes dialami keluarga Wati penghuni salah satu ruko Citra Indomas II, Tanjunguncang, Batuaji. Ruko tersebut dibobol maling, Jumat (9/9) pagi.

Sejumlah alat elektronik seperti Laptop, Kamera dan uang tunai sekitar Rp 1 juta berhasil dibawa kabur oleh maling yang diketahui menggunakan sepeda motor itu.

Aksi pencurian dan pembobolan itu terjadi saat penghuni rumah sedang bekerja. Ruko yang dijadikan tempat tinggal itu tak berpenghuni sejak pagi sampai siang kemarin.

Maling diduga masuk ke dalam rumah dengan cara membobol pintu belakang ruko. Wati yang hendak pulang makan siang dari tempat kerjanya terkejut saat melihat pintu belakang sudah terbuka dengan kondisi gembok rusak.

“Kami lagi kerja semua. Rumah kosong,” ujarnya.

Saat mengecek isi rumah, ternyata satu unit laptop, kamera dan uang yang ada di dalam kamar sudah tak ada lagi.

“Kondisi rumah juga berantakan,” ujar Wati.

Maling diduga membobol rumahnya sekitar pukul 10.00 WIB, sebab saat itu ada tetangganya yang melihat ada seorang pria yang mengendarai sepeda motor berhenti di samping ruko mereka.

“Ada tetangga lihat orang pakai sepeda motor datang pagi tadi, tapi mereka tak curiga karena pikir keluarga kami,” ujar Wati.

Pria yang diduga maling itu memiliki ciri-ciri berbada kurus dan tidak terlalu tinggi serta menggunakan helm. Diduga pelaku adalah orang yang sudah mengenal situasi ruko kediaman keluarga Wati sebab maling tersebut tahu tempat penyimpanan uang keluarga Wati.

“Kalau nggak orang yang kenal rumah ini, pasti sudah lama dia intai, karena kata tetangga memang belakangan ini sering orang lihat-lihat ruko kami itu,” katanya.

Pembobolan dan pencurian yang menyebabkan kerugian sekitar Rp 10 juta itu sudah dilaporkan ke Mapolsek Batuaji agar ditindak lanjuti. (eja/koran)

Puluhan Nelayan Demo DPRD, Tuntut Kembalikan Terumbu Karang

0
Demo Nelayan
Demo Nelayan

batampos.co.id – Puluhan massa dari Forum Masyarakat Peduli Nelayan Pulau Kasu, menggeruduk gedung DPRD Batam, Jumat (9/9).

Mereka resah dengan aktifitas pendalaman alur laut yang dilakukan PT Pertamina di Pulau Sambu.

Dalam orasinya, massa membawa spanduk yang bertuliskan kembalikan terumbu karang, dan hak-hak nelayan Pulau Kasu. Mereka juga menganggap DPRD Batam, selaku wakil rakyat, tidak berpihak kepada para nelayan.

“Padahal kami sampaikan sejak 21 juni 2016, namun tak ditanggapi,” ujar Askarmin, salah seorang pendemo.

Ia menilai, DPRD lebih berpihak kepada PT Pertamina yang melakukan pengerukan alur laut, yang menyebabkan kerusakan lingkungan hidup biota laut sehingga mengakibatkan tangkapan ikan nelayan terus menurun.

Menanggapi unjuk rasa tersebut, Werton Panggabean anggota Komisi III DPRD Batam menyambut warga nelayan Pulau Kasu. Ia mengajak warga untuk membicarakan masalah ini dengan anggota komisi III lain di ruangannya.

“Sejauh ini, kita belum tahu apa dampak dari aktifitas itu. Kita akan pelajari,” ujar Werton.

Menurutnya, permasalahan ini akan dibawa dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), pada 16 September ini. Komisi III akan memanggil pihak terkait, seperti Pertamina, Bapedal, camat, lurah, untuk mencari kebenarannya.

“Apa saja kerusakannya kita belum tahu. Makanya harus ada hearing. Supaya jelas akar masalahnya,” beber politisi Gerakan Indonsia Raya (Gerindra) tersebut. (rng/koran)

Polda Kepri Kerahkan 3 Ribu Personel Untuk Pengamanan Idul Adha

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Polda Kepri gelar apel pasukan pada Jumat (9/9), dalam rangka persiapan pengamanan Hari Raya Idul Adha.

Sebanyak 3044 personel Polda Kepri dari berbagai jajaran dikerahkan, untuk mengamankan jalannya perayaan umat muslim ini.

“Tempat ibadah (umat muslim,red), lalu pusat keramaian menjadi fokus pengamanan,” kata Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian, kemarin.

Ia meminta pada setiap anggota polisi, agar dapat segera mengantisipasi sekecil apa pun gangguan Kambtibmas. Sebab gangguan kecil, bisa berkembang menjadi besar bila tidak dipadamkan.

“Hal-hal yang menimbulkan kerawanan, segera selesaikan. Agar tak berkembang menjadi gangguan nyata,” ujarnya.

Perwira tinggi Polri angkatan 1986 ini, meminta empat target yang telah ditetapkan terealisasi semua. Empat target tersebut yakni, memujudkan rasa aman dan nyaman di masyarakat selama pelaksanaan Sholat Idul Adha.

Selain itu pengamanan saat pembagian hewan kurban, mudik, tempat wisata dan pemukiman masyarakat.

Sam juga meminta terwujudnya ketertiban, kelancaran, dan keselamatan lalu lintas. Baik itu melalui moda angkutan darat, laut, maupun udara. Selain itu, polisi harus siap siaga menghadapi segala kemungkinan yang ada.

“Dan dapat mengantisipasi dan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana yang mungkin terjadi,” ungkapnya.

Dalam kegiatan pengamanan ini, kata Sam pihak kepolisian juga dibantu oleh TNI, pemerintah daerah serta seluruh senkom mitra polisi.

“Pergelaran pasukan pengamanan ini, dalam rangka mengabdikan diri pada masyarakat,” pungkasnya. (ska/koran)