Senin, 6 April 2026
Beranda blog Halaman 13959

Wanita 43 Tahun Terjun dari Lantai 3 Rukonya di Seraya

0
DI dirawat di RDUD Embung Fatimah. Foto: istimewa
DI dirawat di RDUD Embung Fatimah. Foto: istimewa

batampos.co.id – Seorang wanita berinisial DI (43) nekat melakukan aksi bunuh diri dengan cara melopat dari lantai 3 rukonya di Komplek Seraya Mas, Batuampar, Jumat (15/7/2016).

Kapolsek Batuampar, Kompol Arwin A Wientama mengungkapkan aksi bunuh diri yang dilakukan DI ini dikarenakan permasalahan yang terjadi dalam keluarganya.

“Dia melakukannya karena ada permasalahan sama keluarganya,” ungkap Arwin.

Lebih lanjut, Arwin menerangkan kronologis kejadian ini bermula saat korban dan abang kandungnya sedang berbicara di dalam kamar lantai 2 untuk membicarakan permasalahan bisnis.

“Pada saat berbicara itu, terjadi perselisihan dan korban turun ke lantai dasar sambil menurunkan barang-barangnya dan akan berangkat meninggalkan Batam,” lanjutnya.

Saat korban turun ke lantai dasar dan ingin pergi, abang korban kemudian mengikuti korban ke lantai dasar untuk mengajak berbicara baik-baik. Namun korban tidak mau di ajak berbicara.

“Pada saat sampai dibawah itu, abangnya langsung menutup pintu dan menguncinya karena abangnya mengetahui korban saat itu akan pergi,” katanya lagi.

Dikarenakan pintu utama langsung dikunci oleh abangnya, korban pun memutuskan kembali lagi ke lantai atas rukonya.

“Kemudian saksi naik lagi ke atas untuk mencari korban, namun korban tidak ditemukan di lantai 2 dan ternyata korban menuju lantai atas. Saat dilantai 3 itu saksi mencoba untuk membujuk korban, namun korban langsung melompat ke bawah,” terangnya.

Akibat kejadian ini, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Harapan Bunda dan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah karena mengalami patah tangan kiri dan luka robek di tangan kiri.

Beruntung nyawanya masih bisa diselamatkan, namun ia harus lama di runah sakit untuk menyembuhkan luka-lukanya.

“Saat ini korban telah di rumah sakit umum dan renacananya akan langsung di operasi,” pungkas Arwin. (eggi)

Nurdin Dorong Penyelesaian Lahan di Batam

0
Gubernur Kepri Nurdin Basirun saat bertemu dengan Walikota Batam Rudi dan Wawako Amsakar Ahmad membahas persoalan lahan di Batam. Pada kesempatan itu Gubernur juga menyerahkan bantuan  mobil. foto:humas pemprov
Gubernur Kepri Nurdin Basirun saat bertemu dengan Walikota Batam Rudi dan Wawako Amsakar Ahmad membahas persoalan lahan di Batam. Pada kesempatan itu Gubernur juga menyerahkan bantuan mobil. foto:humas pemprov

batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mendorong penyelesaian karut-marut persoalan lahan di Kota Batam. Nurdin yakin sejumlah masalah yang muncul bisa diselesaikan dengan baik. Penyelesaiannya bisa cepat atau lambat tergantung keinginan para pihak untuk menyelesaikannya.

“Insya Allah tidak persoalan yang tidak bisa kita selesaikan. Kalau ada keinginan bersama-sama untuk menyelesaikannya, cepat atau lambat tentu akan selesai,” ujar Nurdin disela-sela pertemuan dengan Pemko Batam di Kantor Walikota Batam, Kamis (14/7).

Dalam pertemuan itu, Nurdin memang menyimak sejumlah permasalahan dari Pemko Batam, baik yang disampaikan Kepala Bappeko Batam, Wan Darussalam ataupun oleh Wali Kota Batam, Rudi. Mantan Bupati Karimun tersebut menegaskan, karut-marut yang terjadi tidak lepas dari masing-masing pihak yang terlibat.

“Mari kita duduk bersama menyelesaikannya. Kalau sudah ada keinginan kita bersama-sama untuk menyelesaikannya, tentu akan selesai,” papar Nurdin.

Masih kata Nurdin, seperti masalah sampah, lahan akan selesai jika para pihak berkeinginan kuat untuk menyelesaikannya. Koordinasi, kata Nurdin harus terus dilakukan, baik dalam pertemuan-pertemuan formal, maupun informal seperti di kedai kopi.

“Kita selesaikan dengan ikhlas untuk kepentingan rakyat, bangsa dan negara,” jelas Nurdin.

Nurdin yakin di bawah kepemimpinan Rudi-Amsakar akan semakin berkembang lebih baik. Baik penataan kota maupun yang lainnya. Dalam kesempatan itu, Nurdin juga menyerahkan mobil kepada Pemko Batam. Mobil yang diserahkan itu antara lain dua mobil tangki air, dua truk sampah dan tiga mobil jenazah.

Hadir dalam pertemuan itu Wali Kota Batam HM Rudi, Wakil Wali Kota Batam Amsakar Ahmad, Sekretaris Kota Batam Agussahiman dan sejumlah kepala SKPD Kota Batam. Turut mendampingi Nurdin adalah Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Guntur Sakti, Kepala Dishub Kepri, Muramis, Kepala Biro Perlengkapan, Martin Maromon, dan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Buralimar. (jpg/bpos)

Gubernur Janji Prioritaskan Pembangunan Kanal di Melcem

0
Seorang warga Melcem, Batuampar berusaha menyelamatkan barang dari air yang masuk ke dalam rumah, Rabu (13/7/2016).  Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Seorang warga Melcem, Batuampar berusaha menyelamatkan barang dari air yang masuk ke dalam rumah, Rabu (13/7/2016). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengaku prihatin atas musibah yang diderita warga Melcem Batuampar setiap hujan turun. Kawasan tersebut selalu terendam banjir hingga sepinggang orang dewasa.

“Saya sudah kabar dan saya turut prihatin,” kata Nurdin, kemarin.

Nurdin mengaku akan melanjutkan tugas Pemerintah sebelumnya (Almarhum M Sani) untuk membangun kanal di daerah tersebut. Apalagi hal tersebut demi kepentingan masyarakat.

“Apa janji pemerintah lama pasti kita laksanakan,” terang Nurdin.

Namun, lanjut Nurdin, proses untuk pembangunan itu harus melalui sistem pengeluaran anggaran mulai dari musrembang, persetujuan DPRD hingga perencanaan.

“Ini sistem anggaran pemerintah tak bisa seperti mengambil kocek dalam saku. Tapi untuk yang ini, akan kita prioritaskan,” jelas Nurdin.

Menurut dia, dalam pembangunan pihaknya juga akan mengikutsertakan Pemerintah Kota (Pemko).”Kota juga akan membangun,” pungkas Nurdin. (she/bpos)

Atasi Banjir, Pemko Harus Benahi Drainase

0
Banjir di perempatan lampu merah Nagoya Hill. Foto: adam/FB/WB
Banjir di perempatan lampu merah Nagoya Hill. Foto: adam/FB/WB

– Memasuki musim hujan, sejumlah warga di Batam dihantui banjir. Sedikit saja hujan turun, warga yang rumahnya langganan banjir, sudah was-was rumahnya teredam air. Apalagi diperparah dengan banyaknya sistem drainase buruk di Batam.

Anggota Komisi III DPRD Kota Batam Rohaizat mengatakan, sudah seharusnya Pemko Batam memprioritaskan penanggulangan banjir. Salah satunya pembenahan dan normalisasi sistem drainase, mengingat saat ini sudah banyak titik-titik banjir di Kota Batam.

“Titik banjir ini terjadi karena banyaknya drainase yang tak optimal. Baik itu karena pendangkalan atau drainasenya yang buruk,” ujar Rohaizat, kemarin.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengaku, persoalan banjir harus menjadi tolak ukur pemko dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum (PU). Mengingat, setiap kali banjir akan merembes kepada kondisi jalan yang direndam akan cepat rusak.

“Jadi selain merugikan masyarakat juga berdampak kepada infrastruktur jalan,” terangnya.

Anggota Komisi III lainnya, M Yunus Muda mengaku drainase memiliki peran penting sebagai jalan bagi air untuk sampai ke laut. Baik itu master plan harus ditinjau kembali. Mana drainase yang tak berfungsi dengan baik harus segera diperbaiki.

Begitu juga dengan drainase yang tak mampu menampung debit air juga harus diperhatikan. Sehingga titik-titik banjir tak ikut bertambah.

“Tak perlu jauh-jauh kita belajar. Lihat saja drainase kawasan industri Batamindo atau Mc dermot. Dari pertama kali dibangun sampai sekarang tak pernah kena banjir, karena mereka berfikir jangka panjang,” pungkasnya. (rng/bpos)

Pedagang Rujak Dilarang Berjualan di Row Jalan

0
Wali Kota Batam, Muhamad Rudi saat berbincang dengan pedagang rujak di Seraya. Foto: Eggi/ batampos.co.id
Wali Kota Batam, Muhamad Rudi saat berbincang dengan pedagang rujak di Seraya. Foto: Eggi/ batampos.co.id

batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam melarang pedagang rujak berjualan di lahan penyangga (row) jalan di depan Batam Motor Cente (BMC), Bengkong. Sebab, hal itu dinilai akan menyebabkan kemacetan panjang, apalagi terletak di dekat lampu merah.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pasar, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (PMPK-UKM) Kota Batam, Pebrialin mengatakan Tim Terpadu menolak permintaan pedagang rujak yang menginginkan row jalan sebagai tempat relokasi.

“Hasil rapat tim tetap tidak boleh,” kata Pebrialin, Kamis (14/7).

Dikatakannya, Tim Terpadu telah memutuskan relokasi pedagang rujak ke kios yang ada di dalam kawasan BMC. Karena itu, pihaknya akan meminta tenda yang telah dipasang agar segera dibongkar.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Satpol PP dan Ditpam. Kalau tak juga dibongkar akan kita bongkar paksa,” imbuh Pebrialin.

Dari 36 pedagang hanya 12 pedagang rujak yang bersedia direlokasi ke kios tersebut. Sementara yang lain ingin berjualan di row jalan. Namun hasil rapat memutuskan tak ada yang boleh berjualan di row jalan.

“Kita anjurkan mereka kalau mau silahkan menempati kios. Hasil rapat mutlak, inilah keputusannya. Jadi yang mau buka silahkan tempati kios,” terang Pebrialin.

Menurut dia, alasan Tim Terpadu tetap melarang, mengingat lokasi yang diminta dianggap akan sama seperti tempat sebelumnya. Dan akan menimbulkan kemacetan yang sama.

“Kalau kita berikan, apa bedanya dengan tempat lama,” pungkas Pebrialin. (she/bpos)

Keselamatan Penumpang Tidak Terjamin di Pelabuhan Batuampar

0
Kapolda Kepri Brigjen Sam Budigusdian bersama Kapolresta Barelang Kombes Helmy Santika dan jajarannya saat meninjau pengoperasian terminal baru pelabuhan Batuampar yang khusus untuk melayani arus mudik warga Batam yang menggunakan kapal Pelni, Jumat (24/6/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
Kapolda Kepri Brigjen Sam Budigusdian bersama Kapolresta Barelang Kombes Helmy Santika dan jajarannya saat meninjau pengoperasian terminal baru pelabuhan Batuampar yang khusus untuk melayani arus mudik warga Batam yang menggunakan kapal Pelni, Jumat (24/6/2016). Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Pemindahan pelabuhan kapal PT Pelni dari Sekupang ke Batuampar dinilai terburu-buru tanpa memperhatikan aspek keselamatan bagi para penumpang.

“Polisi harus bekerja ekstra karena harus memeriksa secara manual, kita kan tidak tahu jika ada yang bawa narkoba dari Medan atau tempat lainnya,” ujar anggota DPRD Kepri, Ruslan Kasbulatov.

Ia menilai keputusan untuk memindahkan pelabuhan kapal PT Pelni sangat terburu-buru sekali. Ia menyoroti masalah keamanan, dimana di pelabuhan tersebut tidak dilengkapi detektor pengaman.

Menanggapi hal tersebut, Deputi V BP Batam, Gusmardi Bustami mengatakan pelabuhan Sekupang saat ini tengah dibangun, dan jika sudah selesai maka kapal Pelni akan kembali kesana.

“Sifatnya hanya sementara, setelah selesai Pelni akan di Sekupang lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Kota Batam, Jadi Rajagukguk mengatakan “Dalam peraturan kepelabuhan, tidak boleh pelabuhan penumpang disatukan dengan pelabuhan bongkar muat”.

Ia menilai keselamatan penumpang sangat terabaikan. Pasalnya jalur penumpang menuju kapal bersinggungan dengan rute bongkar muat.

“Penumpang yang turun juga harus berjalan kaki menuju pintu keluar yang cukup jauh, belum lagi kalau hujan,” ujarnya.

Kadin Batam juga mendapat pengaduan dari sejumlah pengusaha yang mengeluh karena waktu bongkar muat barang-barang mereka tertunda akibat hal ini.

“Waktu bongkar muat sekitar 7 jam, jadi ketika kapal PT Pelni merapat, maka terpaksa ditunda, sehingga rugi biaya,” katanya. (leo/bpos)

Usai Lebaran, Warga Ramai-Ramai Gadai Barang

0
Nasabah  melakukan transaksi pengadaian emas dengan petugas kantor pengadaian Batamcenter, Kamis (14/7). Semenjak tanggal 11-13 Juli nilai harga gadai naik hingga 400 juta untuk wilayah Batamcenter. F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos
Nasabah melakukan transaksi pengadaian emas dengan petugas kantor pengadaian Batamcenter, Kamis (14/7). Semenjak tanggal 11-13 Juli nilai harga gadai naik hingga 400 juta untuk wilayah Batamcenter. F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Jumlah transaksi tebus barang di Pegadaian Cabang Syariah Seipanas, Komplek Ruko Raflesia Blok B Nomor 3 meningkat signifikan saat sebelum lebaran sebulan lalu. Uniknya saat lebaran usai transaksi gadai barang kembali mengalami kenaikan.

“Tiap menjelang lebaran banyak nasabah yang menebus barang yang mereka gadai. Setelah lebaran usai, justru transaksi gadai barang kembali ramai,” jelas Pimpinan Cabang Pegadaian Syariah Sei Panas, Muhammad Arif Dasril, Kamis (14/7).

Puncak pelunasan atau penebusan barang terjadi dari 31 Mei hingga 30 Juni. Berdasarkan data Pegadaian Syariah, tercatat nilai tebus naik mencapai 1,7 Miliar. “Bahkan dua hari dari tanggal 1-2 Juli kemarin tercatat turun nilai tebus bertambah 500 juta,” ungkapnya.

Usai lebaran tepatnya tanggal 11, 12 dan 13 Juli, transaksi gadai kembali naik sebesar 400 juta. “Hal ini mungkin akan terus naik dalam beberapa minggu kemudian,” ucapnya.

Sekedar informasi, Pegadaian memiliki 9 Cabang di Batam. Tujuh cabang adalah Pegadaian Konvensional dan dua cabang merupakan Pegadaian Syariah. Tercatat per 31 Mei, nilai barang yang ada pada Pegadaian Area Batam mencapai 710 Miliar. Per 30 Juni nilai mencapai 680 Miliar. “Jadi ada penurunan sebanyak 30 Miliar dalam satu bulan, artinya senilai inilah telah Nasabah telah melunasi barangnya” jelasnya. (cr18/bpos)

Dengan Program Pelayanan Izin Tiga Jam BP Batam Optimis Lowongan Pekerjaan Kian Terbuka

0
Ribuan pencari kerja antri untuk melamar kerja ke PT Epcos di Asrama Haji Batamcenter,  Jumat (22/4/2016). Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Ribuan pencari kerja antri untuk melamar kerja ke PT Epcos di Asrama Haji Batamcenter, Jumat (22/4/2016). Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam sangat optimis program pelayanan izin investasi 3 jam yang akan diluncurkan Agustus mendatang dapat membuka lowongan pekerjaan seluas-luasnya bagi masyarakat Batam.

“Izin tiga jam itu untuk investasi senilai Rp 50 miliar keatas dan syarat lainnya harus mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 300 orang,” ujar Direktur Publikasi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono, kemarin (14/7).

Saat ini, pelayanan izin 3 jam tersebut pelaksanaannya baru untuk delapan jenis izin saja, diantaranya izin prinsip, izin angka pengenal import, baik umum maupun produsen. Lalu dua jenis izin tenaga kerja, NPWP, dan NIK.

“Sebelumnya untuk mendapatkan 8 izin tersebut bisa makan waktu tiga minggu, sekarang hanya 3 jam,” ungkapnya.

Persyaratan ini cukup ringan jika dibandingkan dengan persyaratan izin 3 jam di daerah lain.”Di tempat lain, izin ini hanya berlaku untuk investasi senilai Rp 100 miliar keatas dan mampu menyerap 1000 tenaga kerja,” ujarnya.

Pemerintah memberi kemudahan karena Batam adalah kawasan perdagangan bebas dengan harapan dapat mendorong kenaikan realisasi investasi.(leo/bpos)

WN Singapura Pemilik KTP dan Paspor Indonesia Dihukum Penjara Satu Tahun

0
Teo Boon Tiak alias Tommy sat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Batam. foto:anggie/batampos
Teo Boon Tiak alias Tommy sat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Batam. foto:anggie/batampos

batampos.co.id – Seorang warga negara Singapura bernama Teo Boon Tiak alias Tommy, menangis usai divonis ringan oleh Majelis Hakim, Kamis (14/7) siang. Ia hanya dikenakan hukuman pidana selama 1 tahun dan denda Rp 10 juta subsider 6 bulan kurungan, atas perkara yang sengaja memberikan data tidak sah atau keterangan tidak benar untuk memperoleh dokumen perjalanan Rebublik Indonesia (paspor) bagi dirinya sendiri.

“Terdakwa secara sah terbukti melakukan pelanggaran sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 126 huruf c Undang-Undang nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian,” kata Hakim Ketua, Endi.

Dari putusan itu, terdakwa yang didampingi penerjemah tersebut sempat mengajukan permohonan agar hukuman diringankan lagi. Namun Majelis Hakim menolak karena sudah menjadi putusan akhir. Terdakwa kemudian menerima putusan tersebut.

Sementara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Arie Prasetyo yang menuntut terdakwa dengan pidana 1 tahun 6 bulan, menyatakan pikir-pikir.

Pria lansia yang berusia 65 tahun berkewarganegaraan Singapura ini, nyatanya juga diakui resmi sebagai WNI atas kepemilikan KTP Indonesia. Tidak sampai disitu, ia juga telah mendapatkan dokumen perjalanan (pasport) resmi dari Pemerintah Indonesia.

Hal ini diperolehnya akibat memberikan identitas palsu kepada petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan, dan petugas Imigrasi Kelas I Khusus Batam yang dikeluarkan sejak tahun 2012 lalu.

Hingga Februari 2016, terdakwa dicegat keberangkatannya di pelabuhan ferry Sekupang yang hendak menuju Singapura, karena aksinya telah diketahui berdasarkan penelitian dan pengecekan akta kelahiran terdakwa yang tersimpan di Disduk Kota Medan.

Selain itu, berdasarkan surat keterangan dari Kedutaan Besar Republik Singapura mengenai konfirmasi status kewarganegaraan terdakwa, dijelaskan bahwa terdakwa adalah benar WN Singapura dengan nomor NRIC S1008559D. (cr15/bpos)

Minggu Depan, Camat Sekupang Lanjutkan Penertiban Kios Liar

0
Tim terpadu Kota Batam saat menertibkan kios liar di depan Perumahan Batara Batam Kota beberapa waktu lalu. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Tim terpadu Kota Batam saat menertibkan kios liar di depan Perumahan Batara Batam Kota beberapa waktu lalu. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Meskipun masih disibukkan dengan permasalahan sampah di kecamatan yang dipimpinnya, Camat Sekupang telah mempersiapkan rencana untuk melanjutkan penertiban beberapa kios liar yang masih ada di Kecamatan Sekupang.

“Minggu ini masih masalah sampah, mungkin minggu depan kita mulai lagi penertiban,” kata dia, Kamis (14/7).

Tim Kecamatan juga telah memetakan wilayah yang akan ditertibkan dalam waktu dekat ini seperti kios yang berada di Tanjungriau, Pujasera depan Bright PLN, dan carwash yang berada di Taman Gajah Mada, Tibanbaru.

“Khusus yang carwash sama pujasera itu dari Mako, tinggal eksekusi saja karena sudah sampai pada SP3,” jelasnya.

Penertiban ini diharapkan bisa selesaikan dengam cepat. Sejauh ini, lanjutnya Tim Kecamatan sudah menertibkan ratusan kios yang berada disepanjang jalan, dan ruang terbuka hijau.

Tapi ada beberapa tempat yang menjadi pusat penjualan yang belum bisa ditertibkan karena masih menunggu kebijakan. Seperti yang terlihat di depan Taman Internet, Sekupang.

“Semua pedagang ditampung dalam satu tempat, kita masih bicarakan dulu. Nanti kita koordinasikan dengan Dinas PMP- KUKM untuk relokasi mereka,” tukasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Wali Kota Batam, Rudi telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran termasuk di tingkat kecamatan untuk menindak tegas pendirian kios liar baru.

Kios yang baru berdiri di tahun 2016 akan langsung ditindak dan ditertibkan. Sedangkan yang telah lama berdiri akan ditertibkan secara bertahap oleh Pemerintah Kota Batam. Seperti kios yang berada di Simpang Kara, Simpang Frengki, dan kios yang berada dekat Cahaya Garden, Bengkong. (cr17)