batampos.co.id – Sekretaris Kecamatan dan lurah se- Kecamatan Sekupang beserta ibu-ibu PKK mengikuti lomba cipta rasa sate dengan kuah tempe di rusun Pemerintah Kota Batam, Sekupang (21/9).
Acara ini langsung dibuka oleh ibu Walikota Batam, Marlin Agustina Rudi didampingi Camat Sekupang, Zurniati. Acara memasak ini diikuti oleh 20 kelompok, satu kelompok beranggotakan 10 anggota.
“19 kelompok ibu-ibu, sedangkan satu kelompok merupakan sekretaris camat dan lurah dari tujuh kelurahan yang ada di Sekupang, biar ramai kami sertakan satu kelompok terdiri dari bapak-bapak,” kata Camat Sekupang, Zurniati.
Sementara itu, Marlin Agustina Rudi mengatakan kegiatan ini merupakan lanjutan roadshow yang dilakukan selama satu bulan. Sate dengan kuah dari olahan tempe memang sengaja dipilih untuk menghemat biaya.
“Dengan biaya produksi yang rendah, sate tetap bisa dihidangkan dengan rasa yang enak,” ujarnya.
Dia menambahkan, melalui kegiatan masak-memasak ini diharapkan bisa memotivasi ibu-ibu untuk bisa lebih mandiri, mungkin bisa dibuat jadi usaha.
“Harapannya nanti mereka bisa buat usaha sendiri, dan bisa membantu keadaan ekonomi keluarga,” kata dia.
Sekretaris Camat Sekupang, Arman mengatakan sangat antusias mengikuti perlombaan ini. Bersama dengan lurah lainnya, dia berusaha untuk menyajikan sate dengan kuah tempe yang enak.
“Kami bagi tugas, saya bagian potong memotong, yang lain ngolah bumbu dan penyajian. Kita pasti bisa,” serayanya bersama bapak lurah se Kecamatan Sekupang.
Antusias bapak-bapak terlihat ketika, resep dan bahan mulai dibagikan. Masing-masing mulai berbagi peran untuk menyelesaikan masakan sate dengan kuah tempe tersebut.(cr17/koran bp)
Fadil Caniago membimbing Afrizal naik ferry Blue Seajet di pelabuhan Pemda Tarempa saat akan dipulangkan ke Batam. foto:syahid/batampos
batampos.co.id – Pengemis asal Batam diamankan Satpol PP Anambas saat sedang meminta-minta d isejumlah kedai kopi di Tarempa dan sekitarnya pada Kamis (16/9) malam. Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Anambas Awaluddin mengatakan mereka sempat ditanya sebelum akhirnya dipulangkan ke Batam.
Dari keterangannya, kata Awaluddin, mereka baru beroperasi sesaat setelah tiba di Anambas. Sejak sore hari hingga malam. Setelah itu tidak bisa lagi beroperasi karena sudah ditangkap di salah satu kedai kopi di Tanjung, Desa Tarempa Barat.
“Kita tidak tahu pengehasilan mereka perhari kerena mereka belum lama beroperasi. Tapi pengakuan mereka, jika beroperasi di Batam, dalam satu hari bisa mendapatkan uang Rp250 ribu hingga Rp 500 ribu perhari,” ungkapnya.
Uang hasil meminta-minta itu Afrizal bagi dua dengan pemandunya Fadil Caniago. Oleh Afrizal, setelah mendapatkan bagian itu, Afrizal gunakan untuk membayar sekolah anaknya.
“Afrizal dan Sijon istrinya itu memiliki enam anak tiga diantaranya sudah sekolah di salah satu sekolah menengah di Batam sementara itu tiga lainnya masih kecil,” ungkapnya lagi.(sya/bpos)
Warga RT02/RW03 Poging di Komplek RT02, Bengkong Abadi Satu Tanjungbuntung. F.Ahmad Yani/Batam Pos
batampos.co.id – Menindaklanjuti dua orang warga positif demam berdarah dengue (DBD), warga RT02 RW03 Bengkong Abadi Satu Tanjungbuntung adakan foging komplek, Rabu (21/9) pukul 16.00WIB.
“Ini upaya dari pencegahan penularan DBD,” ujar Ketua RW 03, Mustofa, kemarin.
Mustofa mengatakan, yang mana dua orang warganya di RT02/RW03 sudah ada yang positif DBD, yakni Maifa, 5, Sutarno, 28. Keduanya merupakan warga RT 02. “Bulan ini kenanya, sekarang sudah keluar,” kata Mustofa.
Sebelumnya pada Agustus lalu warga RT 02/RW03 juga sudah ada yang positif DBD. “Anak-anak juga,” ucap Mustofa.
Untuk menindak lanjuti dari penularan penyakit tersebut, warga kemudian mengajukan permohonan kepada Dinas Kesehatan Batam untuk mengadakan foging.
“Ini sebagai langkah awal,” ungkap Mustofa.
Foging ini akan berkelanjutan di RW03 di lima RT. Tapi tetap selalu kita imbau warga agar hidup bersih. “Kesadaran dari warga juga penting,” ucap Mustofa.
Setiap minggu warga selalu melakukan gotong royong massal. “Kita selalu ajak warga untuk menjaga kebersihan,” bebernya.
Sementara itu, ketua RT02 Zulkarnain mengaku berterima kasih telah menindak lanjuti keinginan warga melakukan foging. “Takut korban DBD akan bertambah,” kata Zulkarnain.
Dia berharap foging dan pencegahan lain atas penyakit menular DBD ini dapat dilakukan dari instansi pemerintah. (cr14/koran bp)
Saksi Desi (depan) dan saksi Cencen (belakang) usai memberikan keterangan dipersidangan terdakwa Hendri Yansah Saputra dalam perkara pencurian (jambret) yang terjadi di lokalisasi Sintai, Juni lalu. Persidangan ini digelar di Pengadilan Negeri Batam, Rabu (21/9/2016). Foto:Febby Anggieta Pratiwi/Batam Pos
batampos.co.id – Suasana sidang di ruang sidang II Pengadilan Negeri Batam agak sedikit berbeda, Rabu (21/9). Sidang yang biasanya berlangsung menegangkan, hari itu mendadak riuh dengan gelak tawa pengunjung sidang.
Sebenarnya, sidang tersebut merupakan perkara biasa yakni pencurian, yang dilakukan terdakwa Hendri Yansah Saputra. Namun saksi yang dihadirkan JPU Yogi Nugraha Setiawan, adalah saksi mata dan saksi korban yang merupakan warga lokalisasi Sintai.
Keriuhan bermula saat hakim ketua Zulkifli, didampingi hakim anggota Hera Polosia dan Iman Budi Putra Noor, mempertanyakan identitas kedua saksi.
Dengan keahlian menggoda yang dimiliki para saksi, keduanya berbisik menyebutkan pekerjaannya sebagai PSK di Sintai, walaupun dari jarak yang cukup jauh antara saksi dengan majelis hakim.
Saksi korban Desi, dan saksi mata Cencen, lanjut menceritakan peristiwa pencurian yang terjadi (30/6) lalu di lokalisasi Sintai. Aksen Jawa yang kental, dan bahasa yang polos dari keduanya kembali membuat kehebohan.
“Kami ndak kenal sama ini orang. Waktu itu saya lagi duduk di teras Bar sama Desi. Si Desi lagi main hp, tiba-tiba cowok ini (terdakwa,red) langsung rampas hp-nya Desi, terus dia pergi pakai motor,” ujar Cencen asal Indramayu ini.
Lanjut Cencen, saya sama Desi ya teriak-teriak. “Jambret-jambret,” ucapnya mempraktekkan.
Mendengar perkataan itu, penjaga keamanan Sintai dan beberapa orang disekitarnya langsung menghalangi terdakwa untuk bisa keluar dari gerbang masuk lokalisasi Sintai.
“Kami ikut ngejar. Terdakwanya dapat. Huh, untung gak dihakimi,” kesal Cencen yang kembali mengundang tawa akibat logat bahasanya.
Sementara saksi Desi asal Jakarta yang baru empat bulan bekerja di Sintai ini, terlihat agak risih. Nada bahasanya juga ketus ketika ditanyai pihak JPU maupun Hakim.
“Iya, dia ambil hp saya. Waktu itu malam Jumat, jadi sepi gak ada tamu. Makanya bisa main hp di luar (teras bar,red),” tegas Desi.
Akibat jawaban-jawaban yang keluar dari wanita PSK ini, suasana persidangan layaknya seperti suasana hiburan yang mengundang tawa.
Ditambah lagi, usai memberikan kesaksian, Desi sempat meminta kepada majelis hakim agar tidak disuruh datang lagi ke PN Batam.
“Pak, kami gak disuruh datang kesini lagi kan? jauh kali soalnya Pak,” sebut Desi kepada hakim yang harusnya dipanggil dengan kata yang mulia.
Namun begitu, majelis memaklumi dengan atitude yang ditunjukkan kedua saksi. Keduanya dipersilahkan pulang, dan sidang berlanjut dengan pemeriksaan terdakwa.
Sesuai pemaparan kedua saksi, terdakwa membenarkannya. Ia beralasan, mencuri hp itu untuk membayar uang kos. Padahal, terdakwa bukanlah seorang pengangguran, melainkan seorang buruh bangunan.
“Buat bayar uang kos yang mulia. Gaji jadi buruh tidak pernah mencukupi biaya sehari-hari,” kata terdakwa.
Tapi, terdakwa juga mengaku telah melakukan lima kali pencurian hp sbelumnya.
“Tiga kali berhasil, tiga kali lagi gagal termasuk yang sekarang ini. Tapi yang berhasil itu cuma hp biasa yang dicuri, hp senter yang mulia,” ungkapnya, yang mengundang tawa pengunjung di ruang sidang.
Terdakwa pun langsung mengutarakan permohonan maaf dan menyesali perbuatannya. “Tolong ringankan hukuman saya nanti yang mulia, saya nyesal,” tuturnya saat tuntuan belum dibacakan.
Majelis hakim selanjutnya menjadwalkan sidang berikutnya terhadap terdakwa Hendri Yansah Saputra beragendakan tuntutan, Rabu (28/9).(cr21/koran bp)
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam. Foto: Wijaya Satria/ Batam Pos
batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam belum bisa melantik pejabat baru rumah sakit umum daerah (RSUD) Embung Fatimah Batuaji. Hingga saat ini jabatan Direktur RSUD masih dijabat oleh pelaksanatugas (plt).
“Kita tak punya dokter yang ada di eselon IIB, jadi harus menunggu lelang dulu,” ujar Wali Kota Batam Muhamma Rudi di kantor DPRD Batam, Rabu (21/9/2016).
Dikatakan Rudi, di Pemko hanya terdapat dua orang PNS bergelar dokter yang telah menjadi eselon IIB. Mereka adalah Candra Rizal dan Fadilah Malarangan, mantan Direktur RSUD yang kini menjadi terdakwa kasus dugaan korupsi Alkes.
“Pak Candra itu menjabat Kadis Kesehatan, kalau kita ambil, nanti siapa yang menjabat disana. Makanya tunggu lelang dulu,” jelas Rudi.
Ia berharap pejabat yang akan duduk di RSUD nantinya adalah orang yang benar-benar paham terhadap tugas. Sehingga tak tersangkut kasus hukum seperti yang sebelumnya.
“Pastinya menginginkan PNS yang profesional. Harus bekerja sesuai prosedur dan aturan,” terang Rudi.
Menurut dia, lelang jabatan Direktur RSUD Batam rencananya juga akan menunggu penyelesaian organisasi perangkat daerah (OPD) Pemko yang tengah dibahas di DPRD Batam.
“Kalau lelang sekarang kan nanggung, kita tunggu selesai SOTK (OPD) dulu. Nanti semua kita lelang,” pungkas Rudi. (she)
Kanit Jatanras Polresta Barelang Ipda Afuza menginterogasi Debt collector yang melakukan perampasan kepada nasabahnya saat ekspos di Mapolresta Barelang, Rabu (21/9). F. Dalil Harahap/batam Pos
batampos.co.id – Tiga debt colector dari koperasi bodong ditangkap polisi di kawasan Aviari, Batuaji, Senin (19/9). Mereka masing-masing Mhurum, Hotber serta Jermanto.
Kanit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polresta Barelang, Iptu Afuza Edmond mengatakan penangkapan pelaku berdasarkan laporan korban yang menjadi nasabah. Pelaku merampas motor milik korban jenis Honda Beat.
“Korban tak bisa membayar uang yang sudah dipinjam. Lalu pelaku merampas sepeda motor milik korban,” ujar Afuza, kemarin.
Dia menjelaskan korban meminjam uang ke koperasi tersebut sebesar Rp 7 juta. Namun, korban tak menyanggupi membayar pinjaman tersebut.
“Mereka (pelaku) sempat mengancam korban. Hingga sepeda motornya dirampas,” terangnya.
Dari tangan pelaku polisi turut mengamankan satu unit motor Yamaha Vixion, motor Honda Beat serta Mobil Toyota Rush yang digunakan pelaku.
“Dari pemeriksaan koperasinya tak ada izin,” pungkasnya.
Dari pengakuan Mhurum, korban sama sekali tak berniat membayar pinjaman uang tersebut. “Sudah saya hubungi dan didatangi. Tetapi tidak ketemu,” ujarnya.
Dia membantah telah merampas motor korban. Motor tersebut sengaja diserahkan korban untuk melunasi hutangnya.
“Saya bawa motor itu dengan kesepakatan bersama. Saya ketemu dan minta ganti uangnya,” pungkasnya. (opi/koran bp)
Walikota Batam MUhammad Rudi saat memimpin rapat SKPD, belum lama ini. foto:cecep mulyana/batampos
batampos.co.id – Pejabat dan pegawai negeri sipil (PNS) Pemko Batam belakangan ini ramai-ramai menolak terlibat dalam kegiatan proyek Pemko Batam. Alasannya takut terjerat kasus hukum.
Melihat kondisi itu, Wali Kota Batam, Rudi, turun tangan. Rudi mengancam akan memberikan sanksi pada bawahannya yang menolak tugas.
Rudi menegaskan seseorang diangkat menjadi PNS untuk melaksanakan tugas yang diberi pimpinan. Seluruh tugas rutin maupun tugas kegiatan yang dianggarkan telah diatur oleh pimpinan.
“Mereka digaji untuk melaksanakan tugas, bukan untuk duduk. Jadi tugas rutin maupun kegiatan untuk mereka telah diatur oleh pimpinan,” ujar Rudi saat menghadiri rapat paripurna di gedung DPRD Batam, Rabu (21/9/2016) siang.
Dikatakan Rudi, tak ada alasan bagi seorang PNS untuk menolak tugas yang telah diberi. Apalagi takut untuk melaksanakan tugas sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) dan Panitia Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).
“Mereka wajib menjalankan tugas. Apa sih yang mereka takutnya. Selagi mereka bekerja sesuai aturan dan standar kegiatan, mereka tak akan bermasalah,” terang Rudi.
Menurut dia, jika tak ingin bermasalah dikemudian hari, mereka harus belajar bagaimana prosedur kegiatan tersebut. Jangan sampai, proyek yang mereka pegang menguntungkan diri sendiri atapun orang lain.
“Kita juga akan minta pada level yang diatas, bahwa ada kebijakan tidak menguntungkan dia dan lain-lain, jangan dipidanakan lah. Karena mereka sudah bekerja sesuai prosedur,” jelas Rudi.
Karena itu, Rudi berharap tak ada PNS yang takut saat diberikan tugas. Apalagi untuk memegang satu proyek kegiatan. Sebab, jika mereka bekerja sesuai aturan, tak ada sanksi untuk mereka.
“Jangan takutlah, kalau bicara risiko, besaran saya lah. Karena kebijakan di saya. Tapi karena pelaksanaan anggaran, maka saya berikan ke PNS. Intinya, jangan takut. Laksanakan tugas sesuai aturan,” beber Rudi.
Dilanjutkan Rudi, seorang PNS memiliki hak untuk menolak tugas dari pimpinan. Namun dengan sanksi yang telah disiapkan. Meski begitu, ia sudah mempersiapkan calon penganti PNS yang menolak tugas. Apalagi mengingat jumlah pejabat eselon III dan IV masih banyak yang siap mengemban tugas tersebut.
“Itu hak mereka. Tapi siap-siap kena sanksi karena menolak tugas. Sanksi aturan. Kalau mereka tak bisa, tinggal ganti PNS lain. Jumlah PNS kita banyak,” pungkas Rudi. (she)
batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam mengundang Syekh Ali Saleh Muhammad Ali Jaber untuk memberikan ceramah pada Peringatan 1 Muharram 1438 Hijriyah, Sabtu (1/10/2016), di Masjid Agung Batam.
“Acara ini diawali zikir dan doa oleh Ustaz Asep Rabbani,” kata Kepala Bagian Humas Setdako Batam, Ardiwinata, usai rapat persiapan, Selasa (20/9/2016).
Syekh Ali Saleh Muhammad Ali Jaber merupakan penceramah yang mengasuh beberapa program religi di televisi swasta nasional. Seperti misalnya, ‘Nikmatnya Sedekah’ dan ‘Indonesia Menghafal’. Ia juga menjadi pengajar di sejumlah majelis taklim. Pria kelahiran Madinah, Arab Saudi itu pernah menjadi Guru Tahfiz Quran di Masjid Nabawi.
“Ceramah agama akan dimulai pukul 19.30 WIB atau setelah salat Isya,” ujarnya.
Usai ceramah agama, Peringatan 1 Muharram itu akan dilanjutkan dengan hiburan musik dari bang Gigi. Arman dkk akan membawakan sepuluh lagu religi yang akrab di telinga para pendengar.
“Apalagi di kalangan warga Batam, lagu-lagu religi Gigi pasti sudah banyak yang kenal,” ujarnya.
Masih dalam rangkaian peringatan 1 Muharram 1438 H, Pemko Batam juga menggelar lomba manasik haji tingkat Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) dan pelajar sekota Batam. Lomba akan digelar di Dataran Engku Puteri selama dua hari, Sabtu (15/10) dan Minggu (16/10).
Pada hari pertama, lomba akan diikuti peserta dari majelis ta’lim, ormas islam, remaja masjid, dan pelajar SMP-SMA sederajat. Sementara hari kedua khusus pelajar tingkat TK/RA, PAUD, SD/MI, dan taman pendidikan Al-Quran.
Pemko menargetkan lomba ini diikuti hingga 3.000 peserta. Tiap regu terdiri dari, minimal, 11 orang dan, maksimal, 15 orang. Pakaian peserta putra wajib ihram. Sementara peserta putri mengenakan pakaian muslmah berwarna putih.
“Bagi yang berminat mendaftar lomba bisa langsung datang ke Kantor Kementerian Agama Kota Batam di Jalan Ir. Sutami Sekupang (samping kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil). Pendaftaran dibuka 3-12 Oktober pukul 13.00-16.00 WIB,” pungkas Ardiwinata. (she)
Fadil Caniago membimbing Afrizal naik ferry Blue Seajet di pelabuhan Pemda Tarempa saat akan dipulangkan ke Batam. foto:syahid/batampos
batampos.co.id – Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Anambas sudah memulangkan enam pengemis asal Batam. Mereka dipulangkan dengan menggunakan ferry cepat Blue Sea Jet 1, pada Minggu(18/9).
Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Anambas Awaluddin, mengakui mereka sempat menginap satu malam di hotel kemudian dua malam berikutnya mereka menginap di kantor Dinas Sosial. “Mereka sempat menginap di hotel tapi setelah ditangkap Satpol PP mereka diserahkan kepada kita dan menginap dua malam di kantor,” ungkapnya kepada wartawan Rabu (21/9).
Ia menambahkan, mereka memilih untuk datang ke Anambas setelah mendapatkan informasi di pelabuhan-pelabuhan yang ada di Batam. Mereka benar-benar ingin pindah ke Anambas karena di Batam sudah susah untuk mencari pendapatan dengan mengemis dan menjadi tukang urut. “Di Batam Afrizal menjadi pengemis dan tukang urut, tapi karena sudah sepi, dia membawa anak istrinya ke Anambas,” ungkapnya.
Pemulangan pengemis ini pun diakuinya didasari akan keresahan masyarakat yang meminta kepada Dinas Sosial untuk mengambil tindakan terkait kehadiran pengemis tersebut. “Dalam waktu dekat ini, Perbup yang mengatur mengenai kehadiran pengemis ini akan kami rancang. Mengenai Perda trantib memang sudah ada dan sudah disahkan,” ungkapnya.
Pada satu bulan sebelumnya Anambas juga kedatangan tamu yang sama. Namun mereka sudah dipulangkan lagi ke daerah asal di salah satu daerah di Sumatera Barat. (sya/bpos)
Rumah Nurcahyani di Kavling Saguba Blok N Nomor 42, Terbakar Akibat Tetesan Bensi. Foto: Ahmad Yani Batam Pos
batampos.co.id – Nasib malang menimpa Nurcahyani warga Kavling Saguba Blok N Nomor 42, gara-gara tetesan bensin yang mengenai lilin, dirinya beserta rumah terbakar, Selasa (20/9) pukul 20.00 WIB.
Akibat kebakatan itu, Nurcahyani mengalami luka bakar yang cukup serius dikedua kakinya, kini masih mendapatkan perawatan intensif di ruang Anggrek Nomor 314, Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah (RSUD EF).
Sementara itu, rumah dan barang berharga miliknya pun juga ludes dilalap sijago mereah. Kerugian ditafsirkan mencapai puluhan juta rupiah.
Menurut pengakuan dari Nurcahyani (korban) saat dijumpai Batam Pos di RSUD mengatakan, kejadian itu sangat cepat, bermula ketika ia hendak mengisi bensin kesebuah motor becak untuk persiapan berjualan sayur di pasar kaget. Bensin yang ditantengnya itu tiba-tiba menetes ke sebuah lilin milik Suniah yang sedang bekerja di rumahanya membungkus tempe. “Netes ke api dan merembes kekaki,” ujar Nurcahyani, Rabu (21/9).
Merasa panik, melihat ada api di kakinya, Nurcahyani akhirnya melepaskan botol berisi minyak bensin dan kemudian api pun mejarah ke rumah miliknya.
“Baju dan celana saya buka. Rumah saya terbakar, semuanya habis,” ungkap Nurcahyani.
Beruntung, kata Nurcahyani kedua anaknya berada di dalam rumah saat itu berhasil keluar dengan selamat. “Saat kebakaran dua anak saya Yuyun dan Wanto belajar di kamar, di selamatkan melalui pintu belakang oleh warga,” kata Istri Wito ini.
Ibu empat anak ini mengaku sempat panik atas kejadian itu, awalnya kaki yang terbakar tak dihiraukannya memang saat itu diakuinya belum ada terasa apa-apa. “Saya sempat bantu memadamkan api waktu itu, pas senggol dengan warga kaki saya terasa sakit, kemudan saya dibawa ke rumah sakit,” ucapnya.
Api yang membakar rumah Nurcahyani berhasil dipadamkan selama 30 menit oleh warga setempat dengan menggunakan alat seadanya. “Kita tahu ada yang teriak minta tolong pas keluar api sudah besar,” ucap Nila Wati tetangga korban.
Nila mengatakan api yang besar itu belum sempat merambah ke rumah tentangga. “Karena cepat dipadamkan warga,” tuturnya.
Satu unit mobil kebakaran sempat diturunkan. Namun setiabanya di lokasi api sudah dipadamkan. “Jadi pihak pemadam hanya memadamkan sisa api saja,” tungkasnya.
Pantauan Batam Pos di rumah korban kemarian terlihat warga dan kedua anaknya sedang membersihkan puing sisa bangunan yang jatuh akbat kebakaran. (cr14)