Rabu, 29 April 2026
Beranda blog Halaman 14066

Antisipasi Kerusuhan di Tanjung Balai Asahan, Polda Gelar Pertemuan Tokoh Agama

0

Sam Budigusdian Kapolda Kepri-F Cecep Mulyana (3)batampos.co.id – Jajaran Polda Kepri menggelar pertemuan bersama tokoh masyarakat, tokoh agama dan mahasiswa, Sabtu (30/7). Pertemuan ini guna mengantisipasi merambatnya kerusuhan di Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara.

Kapolda Kepri, Brigjen Sam Budigusdian mengatakan pertemuan itu untuk melakukan koordinasi terkait kemanan Kepri, khususnya Batam.

“Kita berkumpul bersama membuat komitmen bersama untuk menjaga Kepri tetap aman,” ujar Sam, kemarin.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolda mengajak para undangan untuk menjaga kerukunan diantara masyarakat. Termasuk memantau situasi agar kejadian serupa di Tanjung Balai Asahan tidak terulang.

“Kita terus memantau dan meminta seluruh element untuk bisa memastikan kalau di Kepri khususnya Batam kerukunan beragama tetap terjaga,” tegasnya.

Tidak hanya para tokoh masyarakat yang diundang, Kapolda juga mengaku terus berkordinasi dengan aparat TNI untuk tetap mengamankan Kepri dari gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

” Kami ingin menunjukan kepada masyarakat bahwa kami TNI dan Polri solid dan terus bekerja untuk keamanan dan kenyaman bersama,” pungkasnya. (opi)

Orangtua Angkat Al Kabur Pindah Rumah

0
Bunga, 12, korban penganiayaan oleh ibu tirinya menunjukkan bekas penganiayaan kepada polisi di Mapolresta Barelang, Selasa (26/7/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
Al, 9 tahun, korban penganiayaan oleh ibu tirinya menunjukkan bekas penganiayaan kepada polisi di Mapolresta Barelang, Selasa (26/7/2016). Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Keluarga Sp dan Yt orangtua angkat Al di perumahan Griya Batuaji Asri sudah tak kelihatan lagi. Rumah mereka tampak kosong saat didatangi wartawan siang kemarin.

Tetangga sekitar mengaku tak tahu keberadaan orangtua angkat Al itu. “Sudah tiga hari ini mereka tak ada. Nggak ada yang tahu kemana mereka,” ujar seorang wanita tetangga orangtua angkat Al.

baca juga: Al Pernah 2 Hari Tak Dikasih Makan

Meskipun tak tahu keberadaan orangtua angkat Al itu, warga sekitar yakin bahwa, Sp dan Yt orangtua angkat Al telah kabur untuk menghindari laporan kasus penganiayaan itu. “Tak biasanya mereka tinggalkan rumah kosong seperti ini,” ujar wanita itu lagi.

Kepada wartawan, beberapa tetangga sekitarnya mengakui memang laporan kasus penganiayaan terhadap Al itu memang benar adanya. Sebab selama mereka mendengar dan melihat langsung bahwa Al kerap dipukul hingga menangis tersedu-sedu. Bahkan Al juga sering disekap di dalam rumah. “Anak itu jarang dibiarkan bermain. Di dalam rumah saja. Seperti disekap setiap hari,” ujar tetangga itu lagi.

Kejadian yang menimpa Al itu diakui warga sekitar memang sudah lama terjadi sejak Al datang dan tinggal bersama keluarga Sp dan Yt itu. “Sudah dua tahunan anak itu bersama mereka. Sejak awal datang sudah dikekang anak itu,” kata warga.

Warga selama ini masih bisa maklumi sebab bisa saja karena Al bandel atau berulah sebagai anak yang belum mengerti apa-apa. Namun belakangan melihat dan mendengar langsung atas apa yang dialami Al, baru warga bersuara. “Mulanya ada yang share ke media sosial dan ternyata langsung direspon baik oleh polisi dan KPPAD sehingga kasus ini mencuat dan Yp diamankan oleh KPPAD,” papar warga yang tak mau namanya disebutkan itu.

Al sendiri merupakan anak angkat dari keluarga Sp dan Yt. Keluarga Sp dan Yt mendapat Al dari ayah tiri Al di Jakarta. Sebelumnya Al tinggal bersama ibu kandung dan ayah tirinya di Jakarta. Namun entah kenapa ayah tiri Al menyerahkan Al ke keluarga Sp dan Yt.

Prosedur pengangkat Al sebagai anak angkat disinyalir tidak sesuai prosedur sebab sampai saat ini keluarga angkat Al belum bisa menunjukan dokumen adopsi yang sah, sehingga pengangakatan Al sebagai anak angkat ini terindikasi masuk kasus perdagangan manusia (trafficking). (eja)

Hari Ini Al Kembali Mulai Sekolah

0
Bunga, 12, korban penganiayaan oleh ibu tirinya menunjukkan bekas penganiayaan kepada polisi di Mapolresta Barelang, Selasa (26/7/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
Al, 9 tahun, korban penganiayaan oleh ibu angkatnya menunjukkan bekas penganiayaan kepada polisi di Mapolresta Barelang, Selasa (26/7/2016). Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Al bocah perempuan sembilan tahun yang menjadi korban penganiayaan dan penyekapan dari orangtua angkatnya di perumahan Griya Pratama, Batuaji akan kembali menjalani rutinitas sekolahnya mulai hari ini (Senin, 1/8).

Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepri telah menyediakan sekolah baru bagi Al yang berkeinginan kuat untuk melanjutkan pendidikannya.

Komisioner KPPAD Kepri Ery Syahrial mengatakan, paska mencuatnya kasus penganiayaan itu kondisi kesehatan Al dibawah pengawasan pihak KPPAD sudah kembali membaik.

Al yang saat ini dititipkan pada salah seorang warga yang sudah melalui prosedur penitipan yang sah, dikatakan Ery sudah kembali ceria. Kondisi kesehatan dan mentalnya mulai berangsur membaik.

Bahkan Al yang sempat terhenti dari bangku sekolahnya sejak kasus penganiayaan itu mencuat kembali ingin melanjutkan pendidikannya. “Keinginan belajarnya sangat kuat, makanya kami carikan dia sekolah dan alhamdulilah ada sekolah yang mau menerima dia,” ujar Ery, kemarin (31/7).

Hari ini jika tak ada halangan, Al sudah kembali melanjutkan pendidikannya yang sudah sampai di bangku kelas lima tingkat sekolah dasar.

Untuk sementara kata Ery pihaknya akan merahasiakan alamat tempat tinggal dan alamat sekolah Al yang baru demi keselamatan Al sendiri. “Karena kami dengar orangtua angkatnya ini terus mencari keberadaan Al. Dan Al sendiri sudah tak mau lagi balik ke orangtua angkatnya itu,” ujar Ery.

Untuk itu Ery berharap agar proses hukum yang sudah masuk ke pihak kepolisian Batuaji atas dugaan kasus penganiayaan segera ditindak lanjuti agar Al bisa kembali normal menjalani hidupnya.

Kapolsek Batuaji Kompol Andy Rahmansyah mengaku masih terus mendalami laporan kasus penganiayaan anak dibawah umur itu.

Meskipun terlapor dalam hal ini orangtua angkat Al belum dipanggil, namun Andy menuturkan kasus tersebut tetap akan menjadi fokus penyelidikan pihaknya. “Masih tunggu hasil visum. Kalau sudah keluar terlapor (orangtua angkat Al) akan dipanggil dan diperiksa,” ujar Andy.(eja)

Heboh! Acara BJB Widescreen Star Trek Beyond Batam Jaring 500 Nasabah Baru

0
Nonton Bareng BJB
Nonton Bareng BJB

batampos.co.id – Bank Jawa Barat (BJB) mengadakan acara bertajuk BJB Widescreen di Cinema XXI Mega Mall, Sabtu (30/7). Acara ini mempertemukan BJB dengan para nasabah dan rekanan dan satu ruang bioskop. Mereka menonton film Star Trek Beyond bersama-sama. Bagaimana keseruannya?

Waktu sudah menunjukkan pukul 11.00 WIB. Studio 1 Cinema XXI Mega Mall Batamcentre sudah dibuka. Tidak seperti biasanya.

Satu per satu pengunjung masuk dengan menunjukkan tiket nontonnya. Mereka mendapatkan tiket itu dari loket bertuliskan BJB Widescreen. Mereka mengantri di depan loket itu, bukan dari loket Cinema XXI. Ini juga tidak seperti biasanya.

Sesampainya di dalam studio, lampu masih menyala terang. Mereka duduk sesuai nomor bangku yang tertera di tiket. Tak berapa lama, seluruh bangku terisi. Lalu terdengar suara perempuan dari pengeras suara. Ia berdiri di bawah layar lebar bioskop.

“Selamat datang di BJB Widescreen,” teriaknya.

Seisi ruangan bersorak membalas teriakannya. Perempuan muda itu kemudian memandu acara. Menciptakan keriangan dengan kuis kecil berhadiah menarik. Dan mengakhirinya dengan kata sambutan dari Branch Manager BJB Batam Ahmad Faisal.

“Terimakasih atas kedatangan Bapak, Ibu, dan rekan sekalian. Semoga ada lagi BJB widescreen-widescreen selanjutnya,” ujarnya.

Star Trek Beyond dibuka dengan adegan Kapten James Kirk (Chris Pine) yang menawarkan perdamaian pada alien. Ia mengatakan, telah memiliki artefak sebagai simbol perdamaian.

Sayang, bangsa itu menolak. Mereka langsung menyerbu Kapten USS Enterprise tersebut. Jumlahnya ratusan. Kapten Kirk pun meminta dipindahkan segera. Tampangnya acak-acakan. Rambutnya acak-acakan. Bajunya sobek di sana-sini.

Peristiwa tersebut nyatanya menjadi peristiwa kesekian yang dialami Kapten Kirk. Ia jenuh. Pekerjaannya seperti tak kunjung usai. Berada terus di luar angkasa. Dan “Entah apa yang dicari,” ujarnya.

Pesawat luar angkasa yang dikomandoinya akhirnya sampai di USSYorktown. Di sinilah pusat Federasi Enterprise. Seluruh awak kembali berkumpul dengan sanak keluarga.

Namun tiba-tiba, ketenangan mereka terganggu dengan sebuah pesawat asing yang memaksa masuk. Awaknya cuma satu. Ia berbicara dengan bahasa asing.

Ia mengatakan, pesawatnya rusak ketika melintasi nebula. Ia butuh pesawat yang lebih canggih untuk memperbaikinya. Kapten Kirk menyetujui untuk membantu dan di sinilah petualangan seri ke-13 Star Trek itu dimulai.

“Saya nonton film ini di televisi, kan selalu diputer tuh. Memang dua seri sebelumnya nggak nonton, tapi bisa ngikuti lah film yang kali ini,” kata satu penonton, Ridho.

Ridho datang bersama istrinya. Mereka menyukai adegan komedi yang selalu ada ketika Spock (Zachary Quinto) yang logis bertemu dengan dr Bones (Karl Urban) yang humoris. Mereka saling memaki namun sejatinya saling membutuhkan.

“Ada adegan yang serius, percintaan dan komedi. Komplit. Jadi nggak bosan nontonnya,” ujar pria yang bekerja di daerah Mukakuning itu.

Keistimewaan film Star Trek garapan Justin Lin ini juga terlihat dari para pemerannya. Di antara sederetan pemain bintang papan atas Hollywood di sana, nama Joe Taslim, bintang film laga Indonesia, juga muncul. Ia berperan sebagai Manas.

Manas ini seorang alien yang menjadi asisten Krall (Idris Elba). Krall diceritakan sebagai musuh utama Kapten Kirk dkk. Ia ingin menghancurkan federasi.

Manas muncul selama kurang lebih 10 menit. Ia terlibat pertarungan dengan Jaylah (Sofia Boutella), peran baru dalam seri Star Trek. Sayang, tidak ada yang sadar dengan kehadiran Joe Taslim dalam film itu.

“Mukanya dibentuk-bentuk gitu sih. Tak tahu kalau itu Joe Taslim,” kata penonton yang lain, Sarah.

Sarah memang mengikuti film Star Trek. Ia menemukan banyak kemiripan dalam adegan dan latar film Star Trek Beyond dengan film Transformer V.

“Penciptanya sama nggak sih antara Star Trek dan Transformer V? Soalnya banyak yang mirip gitu,” ujar wanita usia 20 tahunan ini.

Film Star Trek Beyond memang sengaja dipilih Bank Jabar (BJB) dalam acara BJB Widescreen perdana ini. Sebab, film ini sudah diputar sejak tahun 1991. Mereka yang lahir di tahun 80-an dan 90-an pasti mengetahuinya.

“Anak-anak juga pasti menyukainya,” tutur Branch Manager BJB Batam, Ahmad Faisal.

Pilihan mereka rupanya tepat. Antusiasme nasabah dan masyarakat terhadap film ini dibuktikan dari tiket yang habis di H-7 acara. Acara ini berhasil membukukan 500 nasabah baru untuk BJB Batam. Dalam satu hari tersebut, BJB Widescreen digelar dalam dua sesi.

“Jumlah nasabah kami, saat ini, di Batam mencapai 8.500 orang,” ujarnya.

Ini pertama kalinya BJB Batam menggelar BJB Widescreen. Acara serupa sering digelar di kota-kota lainnya. Kegiatan ini untuk mengapresiasi nasabah dan rekanan BJB Batam. Selain juga untuk menjaring nasabah baru.

“Supaya mereka lebih mencintai Bank BJB,” kata Branch Manager BJB Batam, Ahmad Faisal.

Untuk mengikuti acara ini, masyarakat cukup mengeluarkan uang sejumlah Rp 250 ribu untuk pembukaan rekening baru. Sementara untuk nasabah bisa mendapatkan tiket dengan cara menabung sebesar Rp 500 ribu. Atau juga melakukan transaksi produk kredit bank BJB melalui aplikasi bjb Digi maupun transaksi simpanan lainnya di Bank BJB.

Ridho, salah satu penonton, mengatakan mendapat tiket usai menabung di Bank BJB. Ia memang rutin menabung setiap bulannya. Ia menjadi nasabah Bank BJB sejak tahun 2013.

“Saya ditawari tiket nonton. Ya saya mau sajalah. Apalagi waktunya di akhir pekan,” ujar Ridho.

Ridho mendapat dua tiket sekaligus. Ia mengajak serta istrinya. Kegiatan ini sekaligus untuk refreshing. Ia berharap, acara BJB Widescreen bisa berlangsung di bulan-bulan selanjutnya.

“Acara seperti ini bagus. Kami sebagai nasabah jadi merasa diperhatikan,” ujarnya. (ceu)

Dor! Anak Punk Spesialis Curanmor Ini Ditembak Saat Berusaha Melarikan Diri

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Anggota Polsek Bengkong, terpaksa melepaskan tembakan ke arah kaki kanan Rendi, spesialis pencurian sepeda motor di wilayah Bengkong.

Remaja 20 tahun itu mencoba kabur saat hendak menunjukkan tempat penyimpanan sepeda motor hasil curiannya.

Selain mencuri belasan motor, anak punk tersebut juga sangat meresahkan masyarakat. Selain Rendi, polisi juga mengamankan dua orang lain yang merupakan rekan satu profesi pelaku di ruko kosong dekat Hotel Sentosa. Mereka diciduk saat nongkrong bersama.

“Ada beberapa laporan yang diduga dia sebagai pelakunya,” kata Kapolsek Bengkong, AKP Hendrianto, Minggu (31/7).

Saat ditangkap, tiga remaja berpenampilan preman itu digelandang ke Polsek Bengkong. Saat diinterogasi, mereka pun mengakui perbuatannya. Namun saat polisi meminta untuk menunjukkan tempat mereka menyimpan sepeda motor hasil curiannya, Randi melarikan diri.

Polisi mencoba menangkapnya. Tembakan peringatan diacuhkan hingga akhirnya polisi terpaksa menembak ke betis Randi. Ia seketika tersungkur dan mengerang kesakitan.

Informasi yang diperoleh dari kepolisian, sepeda motor hasil curian yang dilakukan tiga kawanan ini, dijual ke pulau-pulau kecil yang masuk dalam wilayah Kepri. “Kita baru mendapatkan dua unit sepeda motor hasil curiannya. Masih dikembangkan,” kata Hendrianto.

Dari pengakuan para tersangka, mereka tidak hanya pelaku curanmor. Anak punk ini juga kerap memalak dan mencuri tas, hape, serta leptop pengunjung di Taman Boelevard, Jodoh.

Kini atas perbuatannya, Randi cs dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian pemberatan dengan ancaman hukuman tujuh tahun pejara. “Tersangka Rendi ini baru enam bulan keluar penjara. Sebelumnya, ia ditangkap Polsek Batuaji dan divonis enam bulan,” pungkasnya. (rng)

Keluarga Sempat Mengetahui Lia Hamil Sebelum Menghilang

0
Lia Arzalina, Foto: FB Lia
Lia Arzalina, Foto: FB Lia

batampos.co.id – Lia Arzalina, mahasiswa STIA Ibnu Sina yang ditemukan tewas di dalam hutan lindung Dam Duriangkang sempat merahasiakan kandungannya kepada pihak keluarga.

Kandungan berusia 6 bulan itu baru diketahui sehari sebelum Lia dinyatakan menghilang atau pada 2 Juli lalu.

“Keluarganya baru mengetahui tanggal 2 Juli. Mereka datang ke klinik,” ujar Kapolsek Sagulung, AKP Chrisman Panjaitan, kemarin (31/7).

baca juga: Polda Kepri Terjunkan Anggota Bantu Pengungkapan Kasus Pembunuhan Lia

Informasi yang didapatkan, Lia mendatangi klinik di kawasan Batuaji bersama ke dua orangtuanya. Saat itu Lia menjalani pemeriksaan ultrasonografi (USG).

“Itu keterangan keluarganya (pemeriksaan kandungan). Tapi masih kita dalami keterangan ini,” terang Chrisman.

Namun Chrisman enggan membeberkan siapa lelaki yang telah menghamili Lia. Chrisman mengaku masih menunggu pemeriksaan dokter forensik.

“Kita sedang menunggu hasilnya. Dan belum bisa disimpulkan siapa yang menghamili,” terangnya.

Chrisman juga membantah adanya isu Lia melakukan percobaan aborsi di kawasan Punggur, Nongsa. “Itu (aborsi) tidak ada. Dia tidak pernah ke sana (Nongsa),” tegasnya.

Menurutnya, pihaknya belum bisa menyimpulkan siapa pelaku pembunuhan terhadap Lia. Sejauh ini pihaknya masih mencari bukti maupun keterangan saksi.

“Kita lakukan pemeriksaan terhadap keluarga dan teman dekatnya,” tutup Chrisman. (opi)

Disdik Batam Keluarkan Surat Edaran Larangan Jual Beli LKS

0
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin.

batampos.co.id – Praktik jual beli Lembar Kerja Siswa (LKS) oleh pihak sekolah kepada siswa memberatkan orangtua siswa. Wali Kota Batam Muhammad Rudi sudah mengintruksikan Dinas Pendidikan mengirimkan surat edaran kepada seluruh sekolah negeri, agar tidak menjual LKS lagi.

Menanggapi instruksi itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin, mengatakan surat edarannya sudah selesai ia buat. Rencananya, Senin (1/8/2018) akan dikirim ke seluruh sekolah. Adapun isi dari surat edaran tersebut diantaranya melarang pihak sekolah untuk menjual LKS kepada siswa.

Mengenai sanksi yang akan diberikan kepada oknum yang masih melakukan praktik jual-beli LKS, menurutnya sesuai dengan arahan pimpinan (Wako, red) ada sanksi berupa pemindahan tempat dinas.

“Harus ikut, kalau tidak siap terima konsekuensinya,” tegas Muslim.

Sementara bagi sekolah yang sudah terlanjur menjual, boleh mempergunakan LKS tersebut. Namun terhitung Januari 2017 nanti. Seluruh sekolah tidak boleh memperjual-belikan LKS lagi.

“Efektifnya, mulai tahun depan, yang sudah terlanjur bisa menggunakan LKS tersebut sebagai penunjang belajar,” jelas pria yang pernah menjabat sebagai Kepala SMEA Ibnu Sina ini.

Sebelumnya, orangtua mengeluhkan LKS yang dijual di sekolah dengan harga yang mahal. LKS dijual mulai dari harga Rp 180- 445 ribu per satu paketnya. Padahal berdasarkan Permendikbud nomor 2 tahun tahun 2008, setiap sekolah dilarang untuk memperjual belikan buku paket, dan lembar kerja siswa (LSK).

Oknum yang kedapatan melakukan hal tersebut akan dikenai sanksi teguran hingga pemberhentian dari jabatan. (cr17)

Pemko Batam Bangun Gorong-Gorong Senilai Rp 9 Miliar di Kabil, Yuk Awasi!

0
Wali Kota Batam Rudi SE bersama Wakil Wali Kota Batam Amsakar Ahmad meninjau jalan rusak di kawasan Industri Kabil, Jumat (29/7/2016). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Wali Kota Batam Rudi SE bersama Wakil Wali Kota Batam Amsakar Ahmad meninjau jalan rusak di kawasan Industri Kabil, Jumat (29/7/2016). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam berencana membangun parit sejauh 1 kilometer dan peninggian jalan di Hang Kesturi, Simpang Taiwan, Batam. Proyek yang dimulai penggaliannya, Sabtu (30/7/2016) itu menelan dana sekitar Rp 9 miliar.

Pembuatan gorong-gorong dan peninggian jalan tersebut, merupakan jawaban pemerintahan Kota Batam atas keluhan masyarakat akibat tingginya genangan air di jalan tersebut.

“Pengerjaan besok dilakukan, sore ini alat berat sudah kami datangkan ke sini,” kata Rudi pada saat meninjau genangan air di Jalan Hang Kesturi, Jumat (29/7/2016).

Ia mengatakan terkait perbaikan drainase ini, nantinya pihak Pemko Batam akan bekerja sama dengan pengelola industri di sekitar jalan tersebut.

“Kami sudah menemukan sepakat, dan solusinya sudah ditemukan,” ujar Rudi.

Mengenai dana perbaikan drainase dan juga peninggian jalan, Rudi menuturkan bahwa pihaknya akan menggunakan setengah dana dari APBD Provinsi dan setengahnya lagi akan ditanggung pihak pengelola Industri di sekitar jalan tersebut.

“Setengah-setengah, akan kita gotong royongkan,” ujarnya.

Pantauan Batam Pos, genangan air ini sudah ada cukup lama. Dan masyarakat sudah sering mengeluhkan, sebab jalan ini menghubungkan ke beberapa permukiman penduduk seperti Kampung Jabi dan Nongsa. Jalan ini juga digunakan oleh truk-truk dari kawasan industri.

Genangan air ini menyebabkan kemacetan, sebab beberapa kendaraan berhati-hati saat memasuki genangan air tersebut. Di tengah-tengah genangan air ini terdapat lubang, dan sering beberapa pengendara motor terjatuh disana. Dari pengakuan warga setempat, genangan air ini menjadi sangat rawan saat malam hari.

“Kadang kalau yang gak tau ada lubang, jadi mereka jalan aja. Akhirnya terjatuh disana, saya harap janji bapak walikota ini terealisasi secepatnya,” ujar Saprudin salah satu warga Kampung Jabi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Batam, Yumasnur menuturkan penyebab genangan air ini karena badan jalan lebih rendah dibandingkan dengan tanah sekitarnya. Sehingga air mengalir ke arah badan jalan. Selain itu kata Yusmasnur daerah tersebut tak memiliki serapan air yang cukup baik.

“Kita bangun parit sementara dulu, disertai pembangunan gorong-gorong. Setelah itu badan jalan ditinggikan,” pungkasnya. (ska)

Pembunuh Lia, Menyerahlah!

0
Mayat perempuan berhijab saat ditemukan di hutan Dam Duriangkang wilayah Nongsa, Rabu (27/7/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
Mayat perempuan berhijab saat ditemukan di hutan Dam Duriangkang wilayah Nongsa, Rabu (27/7/2016). Belakangan diketahui bernama Lia Arzalina, mahasiswis semester V STAI Ibnu Sina Batam. Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Misteri siapa pelaku pembunuhan terhadap Lia Arzalina, 22, yang tewas dibunuh dan tulang belulangnya ditemukan di hutan bumi perkemahan, Nongsa, Rabu (27/7/2016) lalu masih belum terkuak.

Baca Juga: Polda Kepri Terjunkan Anggota Bantu Pengungkapan Kasus Pembunuhan Lia

Kepolisian Sagulung bersama Satreskrim Polresta Barelang masih terus mendalami kasus pembunuhan itu. Sejauh ini polisi sudah memeriksa sejumlah saksi termasuk teman dekat dan beberapa anggota keluarga Lia.

Bahkan polisi yang kembali menelusuri lokasi penemuan jasad Lia, Kamis (29/7/2016) sore dan belum menyimpulkan secara pasti siapa pelaku pembunuhan Lia.

Baca Juga: Polisi Periksa DNA Lia

Keluarga Lia terus menanti kabar baik dari kepolisian untuk mengungkap siapa pelaku pembunuhan sadis terhadap mahasiswi semester V di kampus Ibnu Sina itu.

Ditemui di rumah kediamannya, Muari, ibu Lia bersama Ziana adik Lia tampak masih pucat. Duka yang mendalam masih jelas terpampang jelas di wajah mereka. Maklum dua wanita itu baru saja ditinggalkan oleh dua orang yang mereka sayangi.

Zamzali kepala keluarga di rumah tersebut meninggal karena kecelakaan lalu lintas di jalan Trans Barelang, Senin (4/7/2016) dan Lia putri pertama Muari atau kakak Ziana ditemukan tewas tinggal tulang belulang di kawasan hutan Bumi Perkemahan, Nongsa, Rabu (27/7/2016).

“Maaf pak masih berantakan, belum sempat beres-beres rumah,” sambut Muari saat sejumlah wartawan mendatangi rumah kediamannya di kaveling Saguba blok B2/9, Seibinti, Sagulung, Sabtu (30/7/2016).

Baca Juga: Jenazah Lia Dimakamkan di Samping Makam Ayahnya

Ya rumah ukuran 10x 6 meter persegi itu masih tampak berantakan. Di bagian depan masih berdiri tenda dan papan bungan ucapan duka cita atas kepergian Lia. Sejumlah kerabat dan kenalan keluarga Muari masih terus berdatangan ke rumah duka itu.

“Masih ramai orang yang datang, makanya belum bisa berbuat apa-apa,” ujar Muari.

Dalam percakapannya dengan wartawan, Muari maupun Ziana sepertinya masih tak percaya kenyataan yang mereka hadapi itu. Keduanya tak bisa menutupi perasaan sedih dengan kehilangan Zamzali dan Lia.

“Untung masih banyak yang datang jadi bisa terhibur,” tutur Muari.

Kejadian pilu yang dialami keluarganya, cerita Muari bermula saat ponselnya berdering pada Minggu (3/7/2016) siang. Saat itu Zamzali sang ayah menelepon Muari untuk menyuruh Lia menyusul Zamzali ke kawasan Panbil Mall untuk membayar zakat di daerah Punggur, Nongsa.

“Ayah sudah duluan keluar dari pagi katanya mau tukar uang Rp 5.000 an untuk persiapan Lebaran,” ujar Muari.

Sekitar pukul 11.00 WIB, Muari mengantar Lia ke jalan utama Seibinti di depan tempat tinggal mereka dengan sepeda motor agar Lia bisa naik angkot ke Panbil Mall.

“Biasanya kalau dia (Lia) mau keluar saya hanya antar sampai simpang depan setelah itu dia naik angkot dapur 12,” ujar Muari.

Saat tiba di simpang jalan utama Seibinti, Muari langsung pulang meskipun Lia belum naik angkot.

“Karena saya tengok ada angkot dapur 12 yang datang, saya langsung balek ke rumah. Pikir saya pasti Lia akan naik angkot yang datang itu,” ujarnya.

Berita Lainnya:
> Wanita Berjilbab yang Ditemukan Tinggal Tulang Belulang di Hutan Nongsa Diduga Lia Arzalina
Ayah Meninggal Saat Cari Lia, Ternyata Lia Juga Ditemukan Tewas, Diduga Dibunuh
> Leher Lia Patah, Polisi Temukan Tempurung Janin

Setelah itu, Muari mengaku tak tahu lagi apakah Lia jadi naik angkot tersebut atau tidak. Sejam kemudian, Muari kembali ditelepon oleh Zamzali dan menanyakan apakah Lia sudah berangkat atau belum sebab Lia belum kunjung tiba di kawasan Panbil Mall.

“Sejak saat itulah Lia hilang dan ponselnya tak aktif lagi,” ujar Muari.

Mengetahui Lia hilang kabar, Zamzali bersama anggota keluarganya yang lain mencoba mencari ke sejumlah tempat, namun Lia tak kunjung ketemu.

Keberadaan Lia masih belum diketahui sampai malam harinya. Senin (4/7/2016) pagi, usai sahur, Zamzali berpamitan kepada Muari untuk kembali mencari Lia. Itulah duka keluarga Muari dimulai.

Sekitar pukul 07.00 WIB, keluarga Muari mendapat kabar bahwa Zamzali tewas karena kecelakaan di jalan Trans Barelang.

Sampai jenazah Zamzali dimakamkan di pemakaman umum Sei Tamiang, Lia tak kunjung ketemu. Hampir tiga minggu keberadaan Lia yang misterius akhirnya terungkap setelah salah seorang warga menemukan kerangka seorang wanita yang belakangan diketahu itu tulang belulang Lia di hutan bumi perkemahan, Punggur Nongsa, Rabu (27/7/2016).

Penyelidikan polisi atas temuan tulang belulang Lia itu menyimpulkan bahwa Lia adalah korban pembunuhan dengan kondisi leher patah.

Nah siapakah pelaku pembunuhan terhadap wanita muda ini?

Penyelidikan polisi masih terus berlanjut, namun polisi belum menyimpulkan siapa pelaku pembunuhan Lia.

Kapolsek Sagulung yang secara intesif melakukan penyelidikan belum mampu menerka-nerka siapa pelaku pembunuhan Lia.

Sejumlah saksi dan barang bukti yang diperiksa polisi, belum memberikan petunjuk yang berarti.

“Perlu ketelitian untuk mengungkap kasus ini. Kami masih bekerja, semua bukti, informasi masih kami gali, semua kemungkinan masih ada, ujar Kapolsek Sagulung AKP Chrisman Panjaitan.

Namun ia berharap pelaku segera menyerahkan diri karena jika tidak, polisi akan bertindak lebih tegas. Jika perlu, bakal dilumpuhkan dengan timah panas. “Menyerahlah,” pinta Chrisman. (eja)

Pelabuhan Batuampar Dilelang Ulang, Silakan Ikut Tender

0
Pelabuhan Batuampar di lihat dari udara. Foto: istimewa/singapuraterkini
Pelabuhan Batuampar di lihat dari udara. Foto: istimewa/singapuraterkini

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam melelang ulang pelabuhan Batuampar setelah tertunda beberapa bulan. Nilai lelangnya saat ini sedang dihitung.

“Kemarin sempat tertunda lelangnya karena ada audit dari BPK dan BPKP,” kata Direktur Humas dan Promosi BP Batam, Purnomo Andiantono, Sabtu (30/7/2016).

Andi mengatakan saat ini proses lelangnya masih dalam tahap evaluasi dokumen lelang. Pihak BP Batam hingga kini belum mendapat nilai lelangnya. Padahal waktu dilelang beberapa bulan lalu, ditemukan nilai lelang Rp 2 triliun.

“Sampai sekarang belum dapat nilai lelangnya. Kalau sebelumnya waktu dilelang nilainya Rp 2 triliun. Kita tunggu saja,” katanya.

Tahun lalu, BP Batam sudah pernah melelang pelabuhan Batuampar. Tetapi dilelang ulang karena Di mana dalam pelelangan sebelumnya, kurang peminat. Meski ada beberapa perusahaan yang sudah menyatakan minat seperti PT Pelindo I. Bahkan perusahaan itu sudah melakukan peninjauan.

Menurut Andi saat ini pelabuhan Batuampar harus terus dibenahi. Yang paling mendesak adalah pengadaan crane otomatis di sana. Dan ini diharapkan akan menjadi kewajiban dari pemenang lelang nantinya.

Crane pengangkut barang di sana harus ada dan harus canggih untuk melayani bongkar muat barang. Di mana saat ini bongkar muat barang dari kapal di sana, selama ini hanya mengandalkan crane yang ada di dalam kapal itu sendiri.

Kapastitas pelabuhan tersebut maksimal 200 ribu twenty-foot equivalent units (TEUs). Tetapi setiap tahunnya pelabuhan tersebut hanya menampung sekitar 80.000-100.000 TEUs. Atau hanya sekitar 50 persen setiap tahun.

“Kita akui memang sangat minim. Jadi kalau sebulannya itu, maksimal di angka 30 ribu TEUs. Ini sudah termasuk bongkar muat lokal dan ekspor impor,” katanya.

Ini juga tidak lepas dari panjang panjang Dermaga Selatan Batuampar yang sangat terbatas. Hanya sekitar 600 meter. Kedalaman lautnya pun sangat dangkal. Hanya sekitar 9 meter. Wajar kalau kapal bersandar di sana hanya kapal-kapal kecil. (ian)