Selasa, 14 April 2026
Beranda blog Halaman 14128

Bobol Rumah Kosong, Maling Babak Belur Dihajar Warga

0
Andi saat diamankan di Polsek Sagulung. Foto: Ist
Andi saat diamankan di Polsek Sagulung. Foto: Ist

batampos.co.id – Maling spesialis bobol rumah kosong milik Sudarso di Perumahan Sagulung Baru Blok U nomor 113 ditangkap warga, Senin (4/4).

Maling diketahui bernama Andi, 29, warga Perumahan Griya Permai, Sagulung. Pelaku masuk dengan cara merusak kunci gembok rumah Sudarso, saat ditinggal kerja.

Sudarso bekerja di PT Global Sekupang, sementara istrinya Sri Kartika Apriani bekerja sebagai guru di Sekolah Dasar (SD) Darussalam Batuaji.

Menurut pengakuan dari Homsi, mertua korban. Kejadian itu terjadi pukul 08.45 WIB. Aksi pelaku diketahui oleh Vina, 16, anak Ketua RT di perumahan tersebut.

Karena curiga Vina memberitahu kepada Abdul Manap. “Ada orang masuk rumah bang Sudarso,” kata Homsi menirukan ucapan Vina.

Manap kemudian mendatangi rumah abang iparnya. Di sana pelaku hendak melarikan diri dengan sepeda motor Yamaha Jupiter warna biru dengan nomor polisi BP 3396 DI. Kemudian dihadang Manap.

“Pelaku sempat berkilah. Dia bilang mau cari rumah Andi, mana ada namanya Andi di rumah itu,” ujar Manap.

Manap akhirnya mencekik leher pelaku saat hendak kabur, akhirnya pelaku menabrak sebuah tiang listrik. “Saya sempat berduel dan pelaku sempat mengeluarkan besi pahat dari dalam celananya,” bebernya.

Pelaku mencoba kabur akhirnya diteriakin maling. Warga yang mendengar terikan itu langsung berhamburan keluar dari dalam rumah dan mengejar pelaku. “Lari sekitar 200 meter. Ditangkap di Blok T di Pasar Pagi,” ungkapnya.

Tidak ada kerugian dalam kerjadin itu. Karena pelaku belum sempat menemukan barang berharga milik korban, keburu diketahui warga.”Rumah korban sudah diacak-acak pelaku,” imbuhnya.

Sudarso mengatakan, baru mengetahu kejadian tersebut setelah ditelepon. “Saya baru saja sampai ditempat kerja, kemudian pulang,” ujar Sudarso.

Sudarso mengatakan, kejadian serupa juga pernah terjadi di rumahnya. Pada akhir 2015 lalu. “Saat itu maling berhasil membawa gelang emas dan beberapa uang, kerugian waktu itu sekitar Rp 7 juta,” kenangnya.

Kapolsek Sagulung AKP Chrisman Panjaitan membenarkan kejadian tersebut. Sementara pelaku sudah diamankan. “Masih kita dalami, apa dia termasuk komplotan atau tidak,” tutup Chrisman. (cr14)

Asean Single Destination Bakal Dongkrak Pariwisata Batam

0
Turis asal Korea Selatan berpose dengan latarbelakang "Welcome to Batam" di Batam Centre. Foto: Dalil harahap/batampos
Turis asal Korea Selatan berpose dengan latarbelakang “Welcome to Batam” di Batam Centre. Foto: Dalil harahap/batampos

batampos.co.id – Asean Single Destination yang berlaku tahun ini dipastikan memberi keuntungan bagi Indonesia, khususnya Batam. Karena kota ini menjadi pintu masuk bagi Wisatawan Mancanegara (Wisman) masuk ke tanah air.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam, Yusfa Hendri mengatakan bahwa lima pelabuhan di Batam memiliki peluang besar dan potensi bagus untuk menjadikan Asean single destination ini sebagai momen kebangkitan pariwisata Batam.

“Dengan memanfaatkan Asean single destination pasti memberikan peruntungan Indonesia, karena Wisman datang dari Thailand, Singapura dan lainya, salah satu pintu masuk Batam,”ujar Yusfa, Senin (4/4/2016).

Asean single destination merupakan promosi bersama Negara-negara Asia Tenggara. Wisman yang sampai di Batam, lanjut Yusfa nantinya bisa menikmati beragam keindahan yang ada, mulai dari kuliner, belanja, relaksasi,religi, budaya, bahari dan lainya.

Promosi bersama ini dapat dimanfaatkan juga oleh perusahaan travel agent dengan mengeluarkan paket-paket yang ditawarkan dengan bekerja sama pihak luar negeri.

“Kalau Batam sendiri, banyak travel-travel bekerjasa sama travel agen asing. Ini yang kita kedepankan, membuat peket-paket perjalanan,”ujarnya.

Setelah puas menikmati Batam, wisatawan juga dapat menlanjutkan perjalanan kesejumlah daerah ditanah air. Sebab, sudah ada 20 penerbangan langsung ke wilayah lain di Indonesia. Kata Yusfa,bila ingin melihat gunung, bisa ke Sumatera Barat, danau ada di Sumatera Utara dan daerah lainnya.

“Pemerintah sifatnya support dan memberikan insentif, seperti bebas visa.  Sebenanrya kami inginkan lebih dari sekedar bebas visa. Bagaimana konsep Eropa, kalau turun di Belanda kita bisa ke Jerman dan lain bukan hanya satu wilayah,”pungkasnya. (leo/bp)

Hutama Karya Cari Mitra Bangun Jalan Tol Batam

0
PT Hutama Karya. Foto: istimewa
PT Hutama Karya. Foto: istimewa

batampos.co.id – Pemerintah pusat serius untuk segera membangun jalan tol di Batam. Bahkan sudah menunjuk Hutama Karya sebagai penanggungjawab pembangunannya. Saat Hutama Karya sedang mencari mitra untuk membangun proyek bernilai triliunan rupiah tersebut.

“Progres pembangunan jalan tol, jalan terus. Sekarang ini pemerintah pusat sudah menunjuk Hutama Karya untuk membangun. Mungkin dalam waktu dekat sudah mulai pembangunannya,” kata Imam Bachroni, Direktur Perencanaan dan Tehnik BP Batam.

Kata Imam, BP Batam sudah berkoordinasi dengan Hutama Karya. Di mana lahan yang akan digunakan untuk pembangunan sudah disiapkan oleh BP Batam.

“Kalau untuk lahan sudah kita siap. Kalau memang ada bangunan yang ilegal akan dibongkar. Pembangunan fisiknya mungkin dalam waktu dekat sudah akan dimulai,” katanya.

Jalan tol sepanjang 25 kilometer yang masuk dalam proyek strategis nasional 2016 dibangun untuk memperlancararus transportasi barang antar kawasan industri dan pelabuhan atau bandara. Tolo akan dibuat dalamdua lajur masing-masing lajur lebarnya 3,6 meter.

Jalan tol yang akan digunakan adalah ruas jalan yang sudah ada saat ini. Di mana nantinya akan diperbaiki dan dibuat sampai memenuhi standard nasional.

“Kalau ada bagian jalan yang masih sempit, maka akan kita lebarkan. Satu ruas jalan tol 3,6 meter, “katanya.

Sementara untuk jalan umum, nantinya akan dibangun jalan di sebelah kiri dan kanan jalan tol. “Jadi jalan untuk umum dulu yang duluan dibangun. Setelah itu selesai baru jalan tol kita selesaikan,” katanya.

Jalan tol di Batam ini masuk dalam dalam proyek strategis nasional yang dituangkan Presiden RI Joko Widodo dalam  Inpres no 1 tahun 2016. Tetapi tahun ini, tidak bisa dilakukan pembangunannya, karena akan lebih dulu dilakukan pembangunan flyover di simpang Jam dan simpang Kabil. (ian/bp)

Baca Juga:
> Fokus BP Batam di 2016 Benahi Pelabuhan dan Jalan Tol
> Bakal Diresmikan Jokowi, Penghubung Tol Pekanbaru-Dumai Dikebut

Umbar Janji, Pemko Batam Tak Serius Tertibkan Kios Liar

0
Deretan kios liar yang berada di Simpang Kara, Batam Kota.  Foto: Reza Herdiyanto/ Untuk Batam Pos
Deretan kios liar yang berada di Simpang Kara, Batam Kota. Foto: Reza Herdiyanto/ Untuk Batam Pos

batampos.co.id – Komisi I DPRD Kota Batam mempertanyakan keseriusan pemerintah menertiban pedagang kaki lima (PKL) dan kios liar. Selama ini, Pemko batam hanya mengumbar janji dan ancaman, namun hasilnya nihil.

“Tak pernah terealisasi, hanya cuap-cuap saja,” kata angota Komisi I DPRD Kota Batam, Tumbur P Sihaloho, Senin (4/4/2016).

Peringatan, lanjut Tumbur, hanya membuat pedagang resah. Memancing emosi dan amarah masyarakat.  “Apalagi pemerintah tak memiliki solusi,” ungkapnya.

Menurut Tumbur rencana penertiban PKL tak  jelas arah serta tujuannya. Pemerintah belum memiliki konsep yang matang. “Hal ini yang kita sesalkan,” kata  Politikus Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini.

Seperti penertiban PKL yang berada di kawasan panbil,  karena tak ada solusi dan relokasi, akhirnya mereka kembali berjualan. “Mungkin, daripada berbuat tindak pidana,” katanya lagi.

Karenanya, Tumbur berharap pemerintah bisa menata, membina, serta merelokasi PKL di tempat yang telah ditentukan.  “Seperti penataan PKL simpang rujak, khan bagus. Mereka juga senang,” katanya.

Menurutnya, banyak masyarakat yang kurang beruntung menggantung hidupnya dengan berjualan di pinggir jalan.  Dipecat perusahaan, uang pesanganon dijadikan modal berdagang.

Menghidupi keluarganya, serta membiayai anaknya sekolah.  “Kalau ditertibkan, mereka mau berjualan dimana. Ini juga harus dipikirkan pemerintah,” ungkapnya.

Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Nyanyang Haris Pratimura  meminta pemerintah tak menunda-nunda penertiban. Seluruh bangunan, kios liar, maupun PKL segera dibongkar. “Segera ditindak dan dicarikan solusinya,” kata Nyanyang.

Direlokasi, ditata, dan dibina, sehingga PKL menjadi tempat yang menarik. Baik untuk masyarakat Batam, maupun wisatawan yang berkunjung. “Dibuat wisata kuliner yang khas,” katanya lagi.

Mereka diberdayakan menjadi penggerak roda perekonomian kerakyatan, penopang perekonomian nasional.  Jangan sampai penertiban membawa permasalahan baru. Menambah pengangguran, serta meningkatnya angka kriminal.

“Ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” sarannya. Terkait hal itu, pemerintah jangan berdiam diri. Seluruh permasalahan dikoordinasikan, dengan instansi terkait. “Sepertihalnya BP Batam, sehingga bisa segera direalisasikan” katanya lagi.

Kesalahan para PKL tambah Nyanyang jangan dimanfaatkan para oknum mengambil setoran atau pungutan liar (Pungli) . Mereka dijadikan ‘ATM’ petugas, dengan janji keamanan berjualan.  “Ini yang beredar di masyarakat, kami meminta ini di clearkan,” tutupnya. (hgt/bp)

Pajak Hasil Perikanan Naik, Nelayan di Batam Menjerit

0
ilustrasi kapal nelayan
ilustrasi kapal nelayan

batampos.co.id – Kebijakan Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) menaikan pajak hasil perikanan (PHP) hingga 1.000 persen membuat nelayan di Batam menjerit. Banyak diantaranya yang gulung tikar.

“Saya berharap KKP mencabut kebijakan ini,” tutur Ketua Komisi II DPRD Kota Batam, Yudi Kurnain.

Yudi menyampaikan, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 75 Tahun 2015 tentang jenis dan tarif atas jenis Penerimaan negara bukan pajak (PNBP) KKP merugikan para nelayan.

“Bukan hanya di Batam tapi di seluruh Indonesia,” katanya.Kenaikan berlaku untuk kapal berkaspasitas 30 gross tone (GT) keatas. “Mulai Desember 2015 lalu,” ungkapnya lagi.

Menurut Yudi, berdasarkan laporan para nelayan kapal berkapasitas 30-70 GT naik 400 persen, 70 hingga 150 naik 600 persen, 150 GT keatas naik 1.000 persen. Dengan kenaikan itu, kapal berkapasitas 30 GT bisa membayar pajak Rp100 juta hingga Rp200 juta pertahun ke KKP.  “Siapa yang tahan dengan kenaikan ini,” ungkap Yudi.

Menurutnya, penangkapan ikan di perairan Kepri tak bisa disamakan dengan perairan Indonesia Timur yang melimpah.  Penangkapan biasanya efektif di bulan Agustus, September, dan Oktober.

“Ada musimnya, kalau angin kencang seperti ini mana bisa dapat ikan banyak,” ungkap Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Batam ini.

Belum lagi pungutan liar (pungli) oknum petugas di laut serta lambannya pengurusan izin, membuat mereka susah mengembangkan usaha. Perpanjangan izin dengan harga ratusan juta bisa memakan waktu enam hingga tujuh bulan, kadang dikeluarkan KKP setelah masa waktunya habis.

“Kata Presiden ngurus izin cuman tiga hari, buktinya lama juga. Bagaimana mereka mau menangkap ikan,” ungkapnya.

Bila mereka tetap melalut tanpa surat, ikan hasil tangkapan beserta kapalnya bisa dilelang. “Kami berharap pemerintah mengeluarkan kebijakan pro rakyat, bukan sebaliknya,” tuturnya. (hgt/bp)

Kios Liar Batuaji Tak Tersentuh Penertiban

0
Kios liar depan Perumahan Eden Park, Batam Kota. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Kios liar depan Perumahan Eden Park, Batam Kota. Kios liar lainnya juga banyak yang tak tersentuh penertiban di wilayah Batuaji. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Upaya penertiban kios liar di lokasi buffer zone oleh Tim Terpadu Kota Batam di beberapa titik di wilayah Batam, Senin (4/4/2016), tak membuat pemilik kios dan bangunan liar di wilayah Batuaji takut.

Pantauan di lapangan, bangunan dan kios liar yang berada di pinggir jalan utama tetap berdiri dan beroperasi sebagai tempat berniaga ataupun usaha. Bahkan sebagian bangunan liar yang sedang dibangun tetap dibangun oleh oknum warga yang mengklaim berhak atas lahan penghijauan itu.

Seperti yang terpantau di pinggir jalan raya Marina, Jalan Brigjen Katamso, R Suprapto Batuaji. Para pemilik kios dan bangunan liar sepertinya cuek atas peringatan dari pemerintah atas wacana penertiban lapak bangunan liar di pinggir jalan itu.
Mereka kersikeras untuk tetap berjualan ataupun memanfaatkan lokasi buffer zone untuk urusan bisnis mereka.

Kepada koran Batam Pos (grup batampos.co.id), para pemilik kios atau bangunan liar itu mengaku tahu dengan wacana tim terpadu untuk menertib semua bangunan dan kios liar di pinggir jalan, namun mereka tidak terlalu khawatir sebab biasanya penertiban itu tidak sampai ke tempat mereka.

“Paling di daerah kota sana. Di sini jarang ditertibkan,” kata Mandra, pemilik kios liar di buffer zone Jalan Brigjen Katamso, Batuaji.

Bahkan sebagian pemilik kios dan bangunan liar juga tak yakin jika petugas akan menertibkan kios dan bangunan liar mereka itu. Sebab beberapa oknum petugas yang berwenang sudah tahu dan berusaha melindungi mereka yang memiliki kios dan bangunan liar di pinggir jalan itu.

“Kami punya hubungan baik dengan petugas di lapangan dan biasanya kalau mau tertibkan pasti dikasih tahu,” kata Rian pemilik kios liar di Simpangbasecamp.

Kondisi itulah yang membuat para pemilik kios atau bangunan liar lainnya tetap nekat memanfaatkan buffer zone yang seharusnya diperuntukkan untuk lahan penghijauan itu.

Wilayah Batuaji dan Sagulung saat ini memang sudah sarat dengan bangunan liar. Buffer zone di pinggir jalan utama nyaris tak ada yang kosong lagi.

Bangunan liar serupa bahkan sudah merambat ke jalan masuk perumahan dan semakin hari semakin bertambah.

Warga semakin nekat mendirikan bangunan dan kios liar karena tidak ada tindakan tegas dari pemerintah. Pemerintah hanya melarang dan tidak pernah menindak sehingga sebagian oknum warga sesuka hati memanfaatkan lahan penghijauan untuk kepentingan pribadi mereka. (eja/bp)

Harga BBM Turun, Tarif Ojek di Batamindo Tidak Berubah

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Meskipun harga Bahan Bakar Minyak (BBM) turun, tidak membuat ratusan ojek di Kawasan Industri Batamindo, Mukakuning menyesuaikan tarif, pasalnya harga tarif yang ditentukan oleh mereka merupakan yang paling murah.

“Standar tarif kami itu paling murah,” ujar Ketua Ojek Kawasan Industri Batamindo, (OKIB), Yasril kepada koran Batam Pos (grup batampos.co.id, Senin (4/4).

Ia mengatakan standar tarif yang mereka tentukan besarannya sekitar Rp 2 ribu sampai Rp 5 ribu.

“Blok R paling jauh saja tarifnya Rp 5 ribu saja,” katanya.

Ia mengaku meskipun BBM dan Upah Maksimum Karyawan (UMK) naik pada tahun kemarin, namun ia tidak pernah menaikkan tarif yang dirasa sangat murah.

“Itu sudah kebijakan dengan pihak Manajemen Batamindo, dan kami berikan toleransi kepada karyawannya yang tinggal di Dormitori,” jelasnya.

Saiful, salah seorang ojek di kawasan Batamindo mengatakan saat ini ia dan ojek lainnya masih memberlakukan tarif lama.

“Kebijakan naik turunnya tarifkan dari Manajemen Batamindo, dan kami tidak berhak untuk itu,” imbuhnya.

Sementara itu Indra tukang ojek yang sering mangkal di Simpang Panbil mengaku sudah menyesuaikan tarif dengan harga BBM.

“Kami udah turunkan, tarif kemarin Rp 10 ribu kini menjadi Rp 7 ribu,” sebutnya. (cr19)

Baca juga:

Tunggu Keputusan Pemerintah, Operator Ferry Masih Memasang Tarif Lama

Harga BBM Turun, Tarif Trans Batam Tetap

BBM Turun, Organda Batam Minta Tarif Angkutan Umum Turun di Bawah Tiga Persen

DPRD Batam Desak Pemerintah Segera Turunkan Tarif Angkutan Umum

Pemko Batam Siap Turunkan Tarif Transportasi Umum

Organda Batam Sepakat Turunkan Tarif Angkutan Umum

Harga BBM Turun Rp 500, Tarif Angkutan Masih Tetap

Pemko Batam Tunggu Surat Edaran Kementerian Perhubungan Terkait Tarif BBM

Senangnya Khairani Bisa Ikut Ujian Nasional

0
Siti Aisyah bersama cucunya Khairani di kontrakannya Sagulung Lama blok d nomor 19, Sagulung, Jumat (1/4/2016). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Siti Aisyah bersama cucunya Khairani di kontrakannya Sagulung Lama blok d nomor 19, Sagulung, Jumat (1/4/2016). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Khairani siswi kelas tiga SMK Muhammadiyah Batam yang sempat mengadu ke DPRD Batam beberapa waktu lalu, akhirnya ikut ujian nasional (UN) dengan tenang di sekolahnya, sejak Senin (4/4/2016).

UN hari pertama dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, siswi jurusan teknik komputer (IT) itu tampak semangat berbaur dengan kawan-kawannya yang lain.

“Dia tampak semangat tadi dan ujiannya berjalan lancar,” kata wakil kesiswaan SMK Muhammadiyah Batam, Agus.

Khairani memang diikut sertakan dalam UN,  sebab kata Agus, sekolah sama sekali tak melarang satupun siswa kelas tiga untuk tidak ikut UN. “Semua ikut hari ini. Jadi tidak benar kalau yang tak bayar SPP tak bisa ujian,” kata Agus.

Rani diakui Agus, memang agak sedikit tertekan dengan keheboan pengaduannya ke DPRD Batam itu. Namun sebelum UN berlangsung tepatnya pada Sabtu (2/4/2016) pihak sekolah sudah meminta Rani untuk tenang dan fokus pada UN yang akan dihadapinya.

“Sempat terganggu dia karena heboh jadinya, tapi bagaimanapun kami tetap mendekati dia agar dia tetap fokus,” kata Agus.

Rani diakui cukup tenang dan fokus dengan soal-soal yang dihadapinya. “Alhamdulilah semuanya berjalan lancar. Dia datang tepat waktu dan selesai (mengerjakan soal UN) tepat waktu juga,” kata Agus.

Pelaksanaan UN di SMK Muhammadiyah secara umum dijelaskan Agus, berjalan lancar sebagai mana mestinya. Ada 100 siswa yang ikut UN tersebut dan soal UN yang disediakan lengkap. “Tak ada kendala, semuanya lancar dan semoga sampai selesai tetap lancar,” ujar Agus.

Ke 100 siswa yang ikut UN tersebut terbagi dalam tujuh lokal dan diawasi masing-masing dua pengawas. (eja/bp)

Baca Juga:
> Kisah Khairani, Yatim Piatu yang Terancam Tak Bisa Ikut UN: Dibiayai Nenek Berusia 80 Tahun dari Jasa Pijat
> Banyak Siswa Miskin Tak Sanggup Bayar SPP di SMK Muhammadiyah Batam
> Menteri Anies Cari Siswa Batam yang Terancam Tak Ikut UN karena Tak Mampu Bayar SPP
> Nunggak SPP, Siswi SMK Muhammadiyah Batam Ngaku Dilarang Ikut UN

Tunggu Keputusan Pemerintah, Operator Ferry Masih Memasang Tarif Lama

0
Ferry saat sandar di Pelabuhan Telagapunggur. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Ferry saat sandar di Pelabuhan Telagapunggur. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Operator ferry di Pelabuhan Telagapunggur, menunggu keputusan pemerintah untuk memberlakukan tarif baru. Hingga kini operator-operator tersebut masih memasang tarif lama.

Misalnya, MV Oceanna Baruna yang dioperasikan PT Pelnas Baruna Jaya, yang masih memasang tarif tujuan Tanjungpinang sebesar Rp 59 ribu.

“Masih nunggu sidang (rapat) pemerintah, kita tunggu saja,” ucap petugas tiket MV Oceanna Baruna yang enggan disebutkan namanya.

Hal senada yang disampaikan petugas tiket MV Marina, May. Menurutnya pihaknya masih memasang tarif lama sebesar Rp 54 ribu juga tujuan Tanjungpinang.

“Udah dengar sih mau turun (tarif), tapi kan belum ada keputusan. Kalau turun ya ikut saja. Kita masih Rp 54 ribu, kalau PP ya Rp 108 ribu,” ungkapnya. (cr13)

Baca juga:

Harga BBM Turun, Tarif Trans Batam Tetap

BBM Turun, Organda Batam Minta Tarif Angkutan Umum Turun di Bawah Tiga Persen

DPRD Batam Desak Pemerintah Segera Turunkan Tarif Angkutan Umum

Pemko Batam Siap Turunkan Tarif Transportasi Umum

Organda Batam Sepakat Turunkan Tarif Angkutan Umum

Harga BBM Turun Rp 500, Tarif Angkutan Masih Tetap

Pemko Batam Tunggu Surat Edaran Kementerian Perhubungan Terkait Tarif BBM

Harga BBM Turun, Tarif Trans Batam Tetap

0
Warga Batam saat menumpang bus Trans Batam tujuan Batam Kota-Batu Aji, Kamis (17/3) lalu. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Warga Batam saat menumpang bus Trans Batam tujuan Batam Kota-Batu Aji, Kamis (17/3) lalu. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Pengelola Bus Trans Batam tidak akan menyesuaikan tarif seiring dengan penurunan harga BBM. Alasannya, tarif trans Batam selama ini sudah disubsidi.

“Tidak ada penurunan tariflah. Tarifnya itu kan memang sudah disubsidi. Lagian penurunan BBM kan tidak siginifikan,” kata Madian, kepala UPT Trans Batam, Senin (4/4).

Tetapi jika memang penurunan sangat signifikan, maka sudah sepantasnya tarif trans Batam juga ikut diturunkan. Saat ini tarif Trans Batam hanya sekitar Rp 4 ribu jauh dekat. Dan untuk pelajar hanya Rp 2 ribu.

“Kita sudah mensubsidi banyak itu. Penurunan BBM hanya Rp 500 perak. Tak signifikan,” katanya.

Tetapi jika BBM turun sampai Rp 1.000, maka dipastikan tarif trans Batam juga akan diturunkan. Mengingat komponen paling utama dalam hal transportasi adalah BBM.

“Kalau sudah sampai Rp 1000, pasti kita sesuaikan tarifnya. Kalau sekarang berat. Belum lagi untuk gaji pegawai dan perawatan,” katanya.

Werton Panggabean mengatakan permasalahan tarif ini sebenarnya adalah permasalahan kedua. Yang paling utama adalah masalah kenaikan Sembako.

“Kalau memang mau diturunkan tarif, silahkan. Tapi memang untuk Trans Batam itu sangat kecil. Karena yang dipakai adalah bus,” katanya.

Menurut Werton, saat ini yang paling ditunggu oleh masyarakat adalah bagaimana upaya dari pemerintah untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok. Termasuk suku cadang kendaraan roda empat.

“Kalau turun sampai 50 persen pun, tetapi harga Sembako tinggi tak ada gunanya. Apalagi untuk angkutan umum, kalau tarif mau turun, maka kebutuhan pokok juga harus turun. Itu baru stabil,” katanya. (ian)

Baca juga:

BBM Turun, Organda Batam Minta Tarif Angkutan Umum Turun di Bawah Tiga Persen

DPRD Batam Desak Pemerintah Segera Turunkan Tarif Angkutan Umum

Pemko Batam Siap Turunkan Tarif Transportasi Umum

Organda Batam Sepakat Turunkan Tarif Angkutan Umum

Harga BBM Turun Rp 500, Tarif Angkutan Masih Tetap

Pemko Batam Tunggu Surat Edaran Kementerian Perhubungan Terkait Tarif BBM