Rabu, 22 April 2026
Beranda blog Halaman 14155

Pariwisata Indonesia bakal Kalahkan Malaysia

0
Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan paparan di depan Dirut Bank Jatim R. Soeroso (kiri), Dirut Jawa Pos Koran Azrul Ananda (dua dari kiri), Direktur PT Pakuwon Jati Tbk Sutandi Purnomosidi (tiga dari kiri), Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim Jarianto (empat dari kiri), Dirut PT Gala Bumi Perkasa Henry J. Gunawan (tiga dari kanan), Ketua Hipmi Surabaya Giri Bayu Kusumah (kanan).
Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan paparan tentang masa depan pariwisata Indonesia. Foto: jawapos

batampos.co.id – Menteri Pariwisata, Arief Yahya optimistis industri pariwisata di dalam negeri akan terus tumbuh. Bahkan Arief yakin, pariwisata Tanah Air akan segera mengungguli negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand.

Menurut Arief, berdasar data dan prestasi Indonesia di bidang pariwisata menunjukkan kinerja yang positif. Misalnya soal branding ‘Wonderful Indonesia’ secara online yang mampu mengalahkan Malaysia dan Thailand.

“Kita berada di peringkat ke-47, lebih tinggi daripada Malaysia yang berada di posisi ke-96 dan Thailand di peringkat ke-83,” kata Arief dalam diskusi dengan sejumlah tokoh, klien, dan mitra kerja Jawa Pos (grup batampos.co.id) di Graha Pena Surabaya, Kamis (14/4/2016).

Selain itu, Indonesia mendapatkan 10 penghargaan internasional di bidang pariwisata tahun lalu. Di sisi lain, Malaysia hanya menang dua penghargaan. ’’Jadi, skor kita dengan Malaysia sudah 10:2. Saya yakin dua tahun lagi kita bisa menyalip Malaysia,” tegas pria 55 tahun itu.

Namun begitu, Arief mengakui saat ini Indonesia masih jauh tertinggal dari Malaysia dalam hal kunjungan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Data 2014 menyebutkan, kunjungan wisman ke Indonesia hanya 9,4 juta orang. Sementara itu, wisman Malaysia sudah mencapai 27,4 juta. Sementara Thailand masih berada di bawah Malaysia, yakni 24,8 juta turis.

Sehingga untuk mewujudkan tekad menyaingi Malaysia tersebut, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Misalnya, wisata buatan (man-made) yang masih kurang di Indonesia.

Arief menuturkan, ada tiga faktor yang menarik wisman berkunjung ke suatu negara, yakni budaya (culture), alam (nature), dan wisata buatan (man-made). Pengaruh faktor budaya mencapai 60 persen, alam 35 persen, dan wisata buatan 5 persen. Indonesia unggul dalam hal budaya dan alam, namun lemah di wisata buatan.

’’Kalau ini, kita masih kalah sama Singapura,” lanjutnya.

Kesiapan sumber daya manusia (SDM) juga harus diperhatikan. Tahun ini baru ada 125 ribu tenaga kerja di bidang pariwisata yang tersertifikasi sesuai dengan standar Mutual Recognition Arrangement (MRA). Padahal, kabutuhannya mencapai 375 ribu. Pada 2019 Indonesia bahkan membutuhkan 500 ribu tenaga kerja tersertifikasi. Sertifikasi MRA diakui di Asia Tenggara sehingga sangat dibutuhkan untuk memenangkan era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Menurut Arief, perkembangan tren dunia sudah melewati tiga tahap, yakni agrikultur, manufaktur, dan era teknologi informasi. ’’Nah, sejak dua tahun lalu, secara perlahan kita masuk ke fase cultural product,” sebutnya.

Di fase itu, produk-produk yang berbasis kreativitas seperti pariwisata, start-up technology, dan karya seni akan banyak dicari. ”Karena itu, saya bilang ke Presiden (Jokowi), kita harus serius mempromosikan pariwisata Indonesia. Syukurlah, presiden paham, anggaran kami kemudian ditambah hingga Rp 11 triliun,” cerita Arief yang disambut tepuk tangan hadirin.

Lantas, strategi promosi pariwisata apa yang cepat? Arief mengatakan menggunakan strategi klasik, yakni menciptakan musuh bersama (common enemy). Pada tahap awal, sektor pariwisata dua negara tetangga, yaitu Malaysia dan Indonesia, dibandingkan. Hasilnya mengejutkan. Devisa dari pariwisata Indonesia sebentar lagi menyalip penerimaan devisa pariwisata Malaysia.

’’Pada 2014 penerimaan devisa kita hanya setengah dari Malaysia dan seperempat dari Thailand. Dua tahun lagi, kita bisa menyalip Malaysia. Devisa kita akan mencapai setengah dari yang didapatkan Thailand,” ujarnya.

Menurut data World Travel & Tourism Council (WTTC), tahun lalu kontribusi sektor pariwisata terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia memang hanya USD 82,4 miliar atau 9,6 persen. Itu masih lebih rendah daripada Malaysia yang kontribusinya mencapai USD 38,9 miliar atau 13,1 persen terhadap PDB. Thailand malah lebih tinggi karena kontribusi sektor pariwisatanya mencapai 20,8 persen atau USD 81,6 miliar.

Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo menambahkan, daerah membutuhkan inovasi dalam hal kepariwisataan. Dia pun berharap Pelabuhan Tanjung Tembaga di Probolinggo, Jatim, bisa mengundang wisman. ’’Saya usulkan agar kapal turis bisa berhenti di pelabuhan itu,” katanya.

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia III Djarwo Surjanto mengungkapkan, pihaknya mulai memperkenalkan pariwisata maritim melalui event yang diadakan di pelabuhan. ’’Kita adakan event rutin di Surabaya North Quay. Kita juga mengelola Marina Boom di Banyuwangi. Ini dilakukan untuk membiasakan masyarakat dengan wisata bahari karena kita negara maritim,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Azwar Anas mengatakan, pengembangan wisata bahari di Banyuwangi hanyalah salah satu upaya memajukan pariwisata di daerahnya. Banyuwangi memang memiliki banyak pantai. Namun, selama ini pantai di sana terkenal jorok dan bau. Belum lagi, image Banyuwangi yang identik dengan kawasan tapal kuda yang penuh unsur klenik.

’’Kita buat banyak festival di pantai. Mulai festival jazz sampai festival busana muslim. Bahkan, kita juga mengadakan event festival toilet bersih untuk menghilangkan image tersebut,” tuturnya. (rin/c7/kim/jpgrup)

Formulasi Pembayaran UWTO & PBB Ditata Ulang

0
Menteri Agraria Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Ferry Mursydan Baldan dalam sosialisasi Pengembangan Kawasan Pulau Batam di Batam, Kepulauan Riau, Senin (14/03/16). Foto: muhammad nur/batampos.co.id
Menteri Agraria Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Ferry Mursydan Baldan dalam sosialisasi Pengembangan Kawasan Pulau Batam di Batam, Kepulauan Riau, Senin (14/03/16). Foto: muhammad nur/batampos.co.id

batampos.co.id – Menteri Agraria dan Tata Ruang/kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Ferry Mursyidan Baldan mengatakan wacana penghapusan uang wajib tahunan ororita (UWTO) di Batam seperti yang pernah ia lontarkan saat sosialisasi Pembangunan Pulau Batam, 14 Maret 2016 lalu di Batam, masih dalam tahap kajian.

“Kita lagi mencari formula yang tepat, dalam waktu dekat akan diputuskan mengenai UWTO dan PBB ini,” ujar Ferry saat menghadiri acara gala diner di Movie Town, Nongsa, Kamis (14/4/2016).

Ferry mengatakan, idealnya, masyarakat Batam tetap tidak boleh dibebankan dua kewajiban terhadap objek yang sama. Yakni kewajiban membayar UWTO dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). “Masa bayar UWTO juga harus bayar PBB,” katanya, lagi.

Menurutnya, kalaupun keputusan nantinya UWTO tidak dihapus, paling tidak ada penataan ulang sehingga pembayaran tidak terkesan dua. “Sekali bayar kan simple,” kata Ferry.

Namun pihaknya dan Dewan Kawasan saat ini masih terus mempelajari kemungkinan yang bisa diberlakukan ke depan, agar masyarakat Batam tidak terbebani lagi dua pungutan di objek yang sama.

Sebelumnya, Kepala BP Batam Hatanto mengatakan UWTO tidak akan dicabut. Pasalnya, UWTO merupakan salah satu bentuk penerimaan negara bukan pajak. UWTO juga sumber pendapatan BP Batam yang cukup besar untuk dipergunakan kembali untuk pembangunan di Batam.

“Kalau dihapus untuk apa ada kami di sini,” ujarnya. (bpcoid/nur)

Baca Juga:
> Hatanto: UWTO Tidak Akan Dihapus
> PBB Itu Pajak Kenikmatan, UWTO ialah Pengakuan Hak Menguasai Tanah
> UWTO Bakal Dihapus, Status Lahan Pemukiman Penduduk Menjadi Hak Milik
> UWTO Bakal Dihapus, Menteri ATR/BPN: Tak Boleh Ada Dua Pungutan
> HPL Diambil Alih DK Batam, Lahan Mangkrak Disita
> Badan Pengusahaan Batam Berubah Jadi Badan Pengelola Batam
> Ini Kriteria Pimpinan BP Batam yang Diminta Jokowi
> Personel BP Batam Bakal Tak Ada dari Kepri
> Negara Lain Belajar dari Batam, Sukses, Eh, Batam Malah Tertinggal
> Audit BP Batam Harus Menyeluruh, Jika Tidak KPK Masuk
> Ketua DK Pastikan Pimpinan BP Batam Orang-Orang Profesional
> Ketahuilah, Indonesia Tertinggal dari Vietnam
> Mendagri Janjikan Perubahan ke KEK untuk Kesejahteraan Masyarakat Batam

Tekan Kejahatan Jalanan, Kasat Reskrim Polresta Barelang Rangkul Setiap Polsek

0
Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian. Foto: facebook Memo Ardian
Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian. Foto: facebook Memo Ardian

batampos.co.id – Untuk menekan angka kriminalitas jalanan (street crime), Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian akan melakukan kerja sama dengan setiap Polsek untuk melakukan pengembangan dalam pengungkapan kasus.

“Dari buser Polresta Barelang nantinya kita juga akan turut membantu untuk melakukan penindakan jika terjadi kejahatan jalanan atau street crime,” ungkap Memo, Jum’at (15/4).

Lebih lanjut Kasat Reskrim yang baru dilantik pada Rabu (13/4) lalu ini menjelaskan bahwa jika terjadi kejahatan curanmor di satu daerah, yang datang nantinya tidak hanya dari pihak polsek saja.

“Buser Polresta Barelang juga akan datang untuk sama-sama melakukan pengembangan dalam pengungkapan setiap kasus,” kata Memo.

Adapun tujuan dari kerja sama ini menurutnya bertujuan untuk lebih meningkatkan lagi kerja sama yang sudah berjalan baik selama ini dan memudahkan dalam pengungkapan pelakunya.

“Selain untuk menekan angka street crime dan memudahkan dalam pengungkapan kasus, kerja sama ini nantinya agar dapat meningkatkan yang sudah baik menjadi lebih baik lagi. Yang jelas intinya kita fokus dalam penegakan hukumnya,” pungkas Memo. (eggi)

BP Batam Fokus Tertibkan Ruli di Kawasan Dam

0
Warga saat membersihkan enceng gondok di Dam Duriangkang beberapa waktu lalu. Foto: Immanuel Sebayang/ Batam Pos
Warga saat membersihkan enceng gondok di Dam Duriangkang beberapa waktu lalu. Foto: Immanuel Sebayang/ Batam Pos

batampos.co.id – Keberadaan rumah liar di sekitar dam terus menjamur. Deputi IV bidang pengusahaan sarana lainnya Purba Robert M Sianipar mengatakan penertiban rumah liar ini akan menjadi salah satu fokusnya. Ini penting untuk melestarikan dam yang ada di Batam.

“Kita akan urai, kita akan dudukkan bersama. Kenapa sampai banyak rumah liar di catchment area. Ini juga menjadi fokus kita,” kata Robert.

Menurutnya, daerah tangkapan air di sekitar dam harus steril dari bangunan. Pepohonan harus diperbanyak di sekitar dam. Perambahan hutan atau ilegal logging harus dihentikan.

“Ini tugas kita bersama-sama untuk menjaga kelestarian dam di Batam. BP Batam juga akan melakukan normalisasi dam,” katanya.

Memang, jumlah rumah liar di sekitar dam terus meningkat. Bahkan beberapa bangunannya sudah permanen. Bahkan untuk membuat rumah liar tersebut, harus menebang pohon. Bahkan ada yang membakar hutan di sekitar dam.

Yang paling memprihatinkan adalah perambahan hutan di sekitar Dam Mukakuning. Ruli di sana terus bertambah. Jaraknya hanya sekitar 300 meter dari dam. Bukit di sekitar Dam Mukakuning sudah gundul. BP Batam selama ini hanya berjanji untuk melakukan penertiban namun tak kunjung terealisasi.

Sementara itu Direktur Pengamanan BP Batam Cecep Rusmana mengaku akan melakukan penertiban. ia mengatakan akan melakukan penertiban secara bertahap. Ia juga mengakui bahwa di sana memang sudah banyak ruli. Tetapi tidak bisa langsung dilakukan penertiban secara menyeluruh.

“Kita akan lakukan penertiban. Ditunggu saja. Tetapi dilakukan bertahap. Tidak mungkin sekaligus, anggaran kita terbatas,” katanya.

Menurut Cecep, pihaknya sudah rutin melakukan operasi pemeliharaan dam yang ada di Batam. Misalnya melakukan penertiban keramba dan ladang warga di sekitar dam.

“Sudah beberapa kali kita lakukan penertiban di sekitar dam. Bahkan beberapa kali kita mengungkap illegal logging di sekitar Dam Duriangkang,” katanya. (ian)

15 Bulan, Mahasiswa UI Asal Batam Belum Ditemukan

0
Danny, mahasiswa UI asal Batam yang hilang misterius. Foto: istimewea
Danny, mahasiswa UI asal Batam yang hilang misterius. Foto: istimewea

batampos.co.id – Danny Ashri Fajar (22 tahun), mahasiswa semester VII jurusan Sastra Arab Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (UI) yang menghilang secara misterius dari apartemen Margonda Residence 1, Depok, hingga saat ini belum diketahui keberadaanya.

Baca Juga: Mahasiswa UI Asal Batam Hilang

Singapuraterkini melansir, Jumat (15/4/2016), mahasiswa asal Batam itu menghilang sejak Rabu (14/1/2015) silam. Kedua orangtua Danny, Asrar Purba dan Dewi Tresnasih, sudah berusaha mencarinya bersama pihak kampus, namun belum juga diketahui rimbanya.

Bahkan, kedua orang tua Danny yang menetap di Batam mengaku sudah mulai mengikhlaskan anak nomor dua dari tiga bersaudara tersebut. “Kami sudah ikhlas sekarang, ” kata Asrar.

Soal kemungkinan Danny direkrut kelompok ISIS, Asrar menolak berkomentar. “Tidak ada bukti yang mengarah ke sana,” tegasnya.

Dewi, sang ibu memang pernah mendapatkan catatan soal perang di apartemen Danny. Namun pihak keluarga tak yakin Danny gabung dengan ISIS atau militan manapun. (johan howan/siongapuraterkini/nur)

Mayat Bayi Perempuan dengan Ari-ari Masih Menempel Ditemukan di Belakang BP Batam

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Sesosok bayi perempuan ditemukan tak bernyawa di bibir pantai belakang komplek perkantoran Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kamis (15/4) sekira pukul 10.00 WIB.

Diperkirakan bayi malang tersebut dibuang ke laut tidak lama setelah dilahirkan. ”Saat ditemukan, mayat bayi masih memiliki ari-ari,” ujar Kanit Reskrim Polsek Batamkota, Ipda Ikhtiar Nazara.

Menurut Ikhtiar, penemuan mayat bayi ini pertama kali oleh Parto Tambunan, warga sekitar yang tengah mencari kepiting di pantai tersebut. Saat ditemukan, mayat bayi dan ari-arinya masih terhubung dengan tali pusar terbungkus plastik biru.

”Yang nemukan warga sekitar, masih terbungkus plastik,” ucap Ikhtiar.

Ia menjelaskan, Parto merupakan nelayan sekitar pantai. Ia curiga melihat plastik biru di bibir pantai. Kecurigaannya semakin besar akibat bau menyengat berasal dari tas tersebut. Setelah tas dibuka, dia kaget ternyata ada mayat bayi.

”Mendapat informasi itu, polisi langsung datang dan mengamankannya,” lanjut Kanit.

Bayi perempuan memiliki panjang 53 centimeter dan berat badan 3,7 kilogram ini diperkirakan tewas lebih dari dua hari. Kini mayat bayi tersebut dibawa ke Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) di Sekupang untuk diotopsi.

Sementara itu, pihak kepolisian mengaku masih menyelidiki dan sekaligus mencari orangtua dan sekaligus pembuang bayi tersebut. ”Kita masih selidiki apa motif dan siapa orangtuanya,” pungkas Ikhtiar.

Petugas kamar jenazah RSBP, Ninuk menyebutkan informasinya mayat bayi diberi batu pemberat sekitar 4 kilogram. (rng/cr17)

Ratusan Pelamar Polisi Cek Kesehatan di RSUD Embung Fatimah

0
Dedi Suryadi memeriksa salah seorang calon polisi di RSUD Embung Fatimah, Batuaji, Kamis (14/4). Foto: Ahmad Yani/ Batam Pos
Dedi Suryadi memeriksa salah seorang calon polisi di RSUD Embung Fatimah, Batuaji, Kamis (14/4). Foto: Ahmad Yani/ Batam Pos

batampos.co.id – Sebanyak 500 pelamar calon polisi menjalani cek kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, Batuaji, Kamis (14/4).

Pantauan koran Batam Pos (grup batampos.co.id), di RSUD Embung Fatimah, cek kesehatan dilakukan di gedung Unit Gawat Darurat (UGD) lantai dua dalam ruangan Poli Medical Check Up. Para peserta yang melakukan cek kesehatan baik pria dan wanita, terlihat antre di kursi tunggu menunggu giliran dipanggil.

Stevan, 19, mengantre sejak pukul 08.00 WIB untuk mendapatkan surat keterangan berbadan sehat dari rumah sakit. ”Hasil cek kesehatan untuk ikut tes polisi tahun ini,” ujar warga Batuaji itu, kemarin.

”Tes sudah, hasilnya belum dapat. Belum dipanggil,” ungkapnya.

Dia berharap pada tes yang diikuti nantinya bisa lancar dan lulus menjadi polisi. ”Mudah-mudahan saya bisa lulus,” harapnya.

Kepala Instalasi Medical Check Up (MCU) dan Instalasi Rawat Jalan RSUD Embung Fatimah, Dr. Dedi Suryadi mengatakan cek kesehatan sudah berlangsung sejak akhir Maret lalu. Awalnya peserta yang melakukan cek kesehatan hanya belasan orang. Sejak Rabu (13/4) peserta yang datang sehari bisa mencapai 80 orang.

”Baru dua minggu sudah ada 500 peserta melakukan cek kesehatan,” ujar Dedi, Kamis (14/4).

Setiap peserta diperiksa tekanan darah, tinggi badan, berat badan, cek fisik, buta warna, asma, operasi, patah tulang, dan juga riwayat kesehatan sebelumnya. ”Yang diperiksa jasmani dan bebas narkoba,” kata Dedi.

Meski demikian Dedi mengatakan sedikit memiliki kendala, karena ruangan cek up seperti laboratoriun belum dimiliki pihak rumah sakit. Namun demikan proses cek kesehatan berjalan lancar.

”Laboratorium tidak ada, jadi campur dengan pasien rumah sakit lainnya,” ungkapnya.

Sesuai jadwal cek kesehatan dimulai pukul 09.00 WIB sampai 16.00 WIB. Sementara peserta tidak dibatasi. Sesuai jadwal cek kesehatan ditutup, Sabtu (30/4) mendatang. (cr14)

Hari Ini, GSM Kepri Gelar Doa Bersama untuk Sani

0
HM Sani semasa hidup. Foto: Ist
HM Sani semasa hidup. Foto: Ist

batampos.co.id – Gerakan Sejuta Melayu (GSM) Kepri akan menggelar doa bersama untuk Gubernur Kepri, almarhum H Muhammad Sani di pelataran Graha Pena Batam, Batamcenter, hari ini, Jumat (15/4) sekitar pukul 16.00 WIB atau setelah salat Asar.

Acara tersebut rencana dihadiri langsung Wakil Gubernur (Wagub) Kepri, Nurdin Basirun, Wali Kota dan Bupati se-Kepri, tokoh masyarakat, serta anak yatim.

”Kami mengundang anak tempatan dan seluruh masyarakat Kepri untuk hadir dan mendoakan almarhum (HM Sani),” kata Ketua Harian GSM Kepri, Muhammad Natsir, didampingi Sekretaris GSM Kepri, M Rhoma Ardadan, kemarin.

Majelis Kepakaran GSM, Said Andi mengatakan, doa bersama ini, selain mempererat tali silaturahmi, sekaligus untuk mengenang perjuangan almarhum HM Sani.

Menurutnya, almarhum HM Sani menjadi panutan. Semasa menjabat, mampu merangkul semua kalangan, sejuk dalam memimpin, sehingga Kepri tetap kondusif, serta selalu memelihara dan perjuangkan masyarakat untuk membangun Kepri.

”GSM akan melanjutkan perjuangan HM Sani. Insha Allah beliau akan selalu ada di hati masyarakat,” ungkap Said.

Terpisah, Penggagas GSM Kepri, Oktavio Bintana menyampaikan, Batam Pos punya sejarah tersendiri dengan HM Sani. Sejak berkantor di pertokoan di Kawasan Jodoh hingga pindah ke Graha Pena, silaturahmi terus terjalin dan saling membesarkan satu sama lain.

”Kami merasa memiliki, itu sejarah, tak bisa dilupakan,” ungkapnya. (hgt)

Berbelit-Belit, Hakim Anggap Keterangan Paman Nia Mencurigakan

0
Wardiaman Zebua saat sidang pembacaan eksepsi di PN Batam, Selasa (29/3/2016). Foto: yashinta/batampos
Wardiaman Zebua saat sidang di PN Batam. Foto: yashinta/batampos

batampos.co.id – Sidang lanjutan kasus pembunuhan Dian Milenia Trisne Afiefa alias Nia kembali dilanjutkan di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (14/4/2016) sore, dengan agenda pemeriksaan sakis-saksi.

Hadir sebagai saksi Paman Nia, Nopen. Kesaksian Nopem di persidangan mengundang kecurigaan, pasalnya, keterangannya berbelit-belit dan banyak yang tidak terdapat di Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Keterangan janggal itu antara lain, soal penemuan sepeda motor Nia di dekat GOR Tiban, Sekupang. Awalnya Nopen mengaku dia paling pertama menemukan motor Nia, namun ia meralat kalau yang melihat pertama kali adalah istrinya, Mustika.

Ia menceritakan, sejak Nia tak pulang hingga malam hari pada 26 September 2015 lalu, Dia, anaknya, dan istrinya mencari Nia hingga pukul 20.00 WIB. Nah, saat itulah ia melihat sepeda motor Nia di GOR Sekupang.

“Saya tahu sepeda motor Nia, makanya begitu lihat saya langsung ke motor itu,” katanya.

Setelah itu, Nopen mengaku kembali mencari hingga tengah malam.

Nopen mengaku, pada pukul 01.00, pada 27 September 2015 dialah yang menyarankan keluarga Nia menyiarkan di facebook tentang kehilangan Nia dengan menyertakan nomor telepon yang bisa dikontak.

Pada pagi harinya, pukul 07.00 WIB, Nopen mengaku ada panggilan masuk ke ponselnya. Nomor tersebut mengabarkan ada penemuan mayat di Seiladi. “Penelponnya pria, tapi dia tak jelasin mayat yang ditemukan itu laki-laki atau perempuan,” kata Nopen.

Kabar itu langsung disampaikan Nopen ke ayah Nia, Bob Vargas.

Nopen kemudian mengaku tak tahu lokasi penemuan mayat itu karena ia tak pernah pergi ke lokasi. Saat ia bermaksud mau ikut ke Seiladi bersama Bob Vargas, ia dilarang karena disuruh mejaga ibu Nia yang saat itu lemah.

Saat ditanya hakim penelepon itu menelepon ke ponsel siapa? Nopen mengubah keterangannya kalau telepon itu masuk ke nomor ponsel Isna, ibu Nia. Namun ibu Nia tak bisa angkat karena masih lemah, dialah yang mengangkat telepon tersebut dan menjawab si penelepon yang memberi kabar ada penemuan mayat.

Melihat keterangan Nopen berubah-ubah, hakim pun curiga. “Anda saya lihat tidak konsisten dengan keterangan Anda. Saya tidak berpihak, tapi kami perlu mencari fakta untuk mengungkap kasus ini,” ujar Hakim Iman kepada Nopen.

Nopen sendiri mengaku sangat dekat dengan Nia. Bahkan tiap hari bertemu karena tiap hari ia menitipkan anaknya ke ibu Nia karena ia dan istrinya bekerja.

“Sejak masuk SD hingga kelas 4 SD anaknya saya, saya titip anak saya, jadi saya ketemu korban tiap hari. Saat itu istri saya tidak di rumah, dia kerja di Malaysia jadi makanya anak saya titip,” katanya, lagi.

Usai mendengat keterangan Nopen, Majelis Hakim yang diketuai Hakim Zulkifli, didampingi Hakim Iman Budi dan Hera Polosia menutup sidang hingga Selasa (19/4/2016) mendatang degan agenda yang sama, mendengarkan keterangan saksi-saksi.

Sementara, kuasa hukum terdakwa Wardiaman Zebua, Utusan Sarumaha, mengatakan keterangan paman Nia itu menjadi informasi baru yang akan pihaknya dalami.

“Kami akan gali dan kembangan, banyak keterangan saksi yang janggal dan tak ada dalam BAP,” ujar Utusan.

Nia ditemukan tewas bersimbah darah di hutan Seiladi 27 September 2015. Ia di duga dibunuh Wardiaman Zebua. Namun Wardiaman tidak pernah mengakui membunuh Nia. (she/eggi/bpos)

Gandeng Perbankan, BPJS Ketenagakerjaan Buka Pelayanan Sabtu-Minggu

0

BPJS_Ketenagakerjaan_ilustrasibatampos.co.id – Mengantisipasi membludaknya jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan yang hendak mencairkan dana Jaminan Hari Tuanya, BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya dan Batam Sekupang melakukan terobosan pelayanan.

Salah satunya, BPJS Ketenagakerjaan menggandeng mitra perbankan dalam pencairan dana JHT ke masyarakat. Di Batam sendiri, BPJS Ketenagakerjaan sudah menunjuk Bank BNI sebagai alternatif tempat pencairan dana JHT.
“Saat ini baru dua cabang Bank BNI di Batam yang bisa menjadi alternatif pilihan masyarakat yang ingin mencairkan dana JHT-nya selain di kantor BPJS sendiri. Pertama di BNI cabang Nagoya, dan keduanya di BNI Cabang Sekupang. Syaratnya pun tak ada bedanya, semua sama,” ujar kepala cabang BPJS Ketenagakerjaan Batam-Nagoya, Ahmad Fathoni, Selasa (12/4/2016) sore.
Tak itu saja, masyarakat yang ingin mencairkan dana JHT nya melalui web, bisa langsung meng-kliek e-claim di web BPJS Ketenagakerjaan.
“Ini justru lebih simpel, tak perlu repot-repot datang ke kantor. Cukup foto semua persyaratan yang aslinya, langsung saja upload, otomatis sudah langsung kami terima. Kalaupun masih ada persyaratan yang kurang ataupun salah, akan ada balasan otomatis apa saja persyaratan yang harus dilengkapi via email balasan,” terang Ahmad.
Selama bulan Januari hingga akhir Maret 2016, BPJS Ketenagakerjaan area Sumatera Bagian Riau-Kepri sudah mencairkan dana JHT masyarakat sebesar Rp 275 miliar lebih.  Hal ini perlu diimbangi dengan kinerja karyawan dalam pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.
Pada Bulan Mei mendatang, BPJS Ketenagakerjaan juga akan membuka loket pelayananannya di hari libur tepatnya Sabtu dan Minggu.
“Program ini kami namakan Weekend Service. Ini sudah berlangsung mulai bulan ini di BPJS Ketenagakerjaan Batam-Sekupang. Program ini akan berakhir pada bulan Juni atau tepat saat puasa Ramadan nanti. Minggu pertama pada bulan depan yang buka weekend service adalah kami BPJS Batam-Nagoya. Kemudian di minggu ke tiga kembali ke BPJS Batam-Sekupang,” kata Ahmad.
Sementara itu, untuk meningkatkan jumlah kepesertaan dari sektor mandiri (bukan penerima upah), BPJS Ketenagakerjaan Batam-Nagoya mencoba turun mensosialisasikan programnya ke kelurahan-kelurahan di Batam. Untuk awalnya, atau sebagai pilot projectnya, dipilih Kelurahan Batumerah Batuampar.
“Kami mencoba menawarkan dan mensosialisasikan program BPJS Ketenagakerjaan ke para ketua RT-RW di kelurahan yang ada di Batam. Kalau misalnya, Ketua RT-RW nya saja mau jadi peserta, pastinya lebih mudah untuk mengajak warganya,” ujar manajer pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Batam-Nagoya, Rini Suryani.
Selain menjaring jumlah peserta, sosialisasi oleh BPJS Ketenagakerjaaan ini untuk memberi pemahaman ke masyarakat pekerja penerima upah maupun non penerima upah agar bisa terlindungi ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan.
Khusus di Batumerah sendiri akan dijadikan pilot project kepesertaan tenaga kerja bukan penerima upah di Kota Batam. Hadir dalam kesempatan tersebut Lurah Batu Merah Elfitri Gustati didampingi Ketua LPM Dasuki.
Dalam kegiatan tersebut juga diserahkan secara simbolis Jaminan Kematian dan Jaminan Kecelakaan Kerja, dimana Jaminan Kematian diberikan kepada Ahli Waris REHLITNA senilai Rp. 25.502.580 dan Jaminan Kecelakaan Kerja kepada Rama Setiawan senilai Rp. 208.399.600,-.
BPJS Ketenagakerjaan yang telah beroperasi penuh mulai 1 Juli 2015 menyelenggarakan 4 (empat) program, Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Pensiun. (gas)