Rabu, 8 April 2026
Beranda blog Halaman 8980

Covid-19 Gelombang 3 dan 4 akan Masuk, Ini Harapan Wali Kota Batam

0

batampos.co.id – Masyarakat Indonesia khususnya warga Kota Batam diminta untuk terus waspada dan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat saat beraktivitas.

Hal tersebut dikarenakan Covid-19 diprediksi akan terjadi hingga empat gelombang.

Hal ini diungkapkan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, saat pengukuhan ketua dan Pengurus Pikori BP Batam, Selasa (7/9/2021).

“Saat ini Covid-19 gelombang kedua sudah mulai berakhir, gelombang ketiga dan keempat diprediksi akan hadir. Kalau hasil survei dari luar, bahwa Covid-19 ada empat gelombang dan mungkin gelombang keempat itulah yang terakhir,” ujarnya.

Ia mengatakan, Covid-19 gelombang satu begitu parah dan gelombang kedua jauh lebih parah. Namun semuannya sudah dilalui.

“Ini akan masuk gelombang ketiga. Apa yang akan terjadi pada gelombang ketiga ini. Jawabannya ada pada kita masing-masing. Bukan pada saya sebagai Ketua Gugus Tugas Covid-19. Tapi ada pada diri kita masing-masing,” katanya.

Ia mengatakan, apabila masyarakat Kota Batam bisa memproteksi diri sendiri, maka gelombang ketiga tidak akan ada apa-apanya.

“Tapi apabila kita tidak memproteksi diri, maka gelombang ketiga akan menjatuhkan kita semuanya. Maka saya titip kepada bapak-ibu sekalian, mari kita jadi seorang guru untuk mengedukasi rakyat Kota Batam khususnya di mana bapak-ibu tinggal,” ujarnya.

Kata dia, apabila kasus Covid-19 sudah dapat dikendalikan seperti sekarang ini, maka apa yang sudah dilakukan akan memberikan hasil terbaik. Serta pertumbuhan ekonomi akan kembali tumbuh.

“Kita (kasus Covid-19,red) sudah di bawah 10 persen dan se-Kepri yang terbaik adalah Kota Batam dalam penanganan Covid-19 ini. Kita hanya sekitar 1,8 persen yang lain sekitar 5 sampai 6 persen. Artinya kerja ini adalah kerja kita semua,” tuturnya.

Wali Kota mengatakan, apabila Covid-19 tidak selesai, maka apapun yang sudah dilakukan tidak akan membawa dampak positif yang terlampau besar.

Tetapi jika Covid-19 hilang, ia yakin proses yang sudah dijalani saat ini akan lebih baik lagi.

“Saya titip kepada bapak-ibu semua, meski vaksin kita sudah 75 persen, tapi ini belum bisa memuaskan kita semua. Karena itu baru dosis satu. Dosis kedua masih menunggu, meskipun sudah hampir 30 persen,” jelasnya.(esa)

Berharap Tanjungpinang Turun ke PPKM Level 2

0

batampos.co.id – Hingga berakhirnya perpanjangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 pada Senin (6/9) kasus aktif pasien Covid-19 di Tanjungpinang tinggal sebanyak 231 kasus.

Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Tanjungpinang, Rustam menjelaskan saat ini pihaknya masih menunggu hasil assesment dari pusat terkait penentuan status kota Tanjungpinang. ”Kita masih menunggu, harapannya bisa turun ke level 2,” kata Rustam kepada Batam Pos, Senin (6/9).

Saat ini kata Rustam, kasus aktif di Tanjungpinang terus mengalami pengurangan setiap harinya. Pada Jumat (3/9) sebanyak 259 kasus, Sabtu (4/9) sebanyak 241 kasus, dan Minggu (5/9) sebanyak 231 kasus.

”Kemarin ada pengurangan, sebanyak 28 orang dinyatakan sembuh dan penambahan 19 kasus baru,” ujarnya.

Dari 231 kasus aktif, yang dirawat di rumah sakit sebanyak 36 pasien, yang menjalani karantina terpadu di Villa Lohas sebanyak 17 pasien, pasien yang menjalano isolasi mandiri (Isoman) makin berkurang menjadi 171 orang dan yang dikarantina di mes Bhayangkara sebanyak 7 orang.

”Sebelumnya mes bhayangkara sempat kosong, namun sekarang kembali diisi,” terangnya.

Sedangkan bantuan nasi kotak untuk pasien isoman hingga hari ke-29 juga semakin berkurang, saat ini hanya 154 yang mendapat bantuan makanan dua kali sehari. Penerima paling banyak saat ini tetap dari Kelurahan Batu IX yaitu 34 orang.

”Sisanya di bawah 15 orang, ada juga yang sudah habis seperti di Penyengat,” tambahnya.

Rustam mengimbau kepada masyarakat agar tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan walaupun kasus aktif terus berkurang, tetap gunakan masker dengan benar saat keluar rumah, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan.(*/jpg)

Malaysia Puji Penanganan Covid-19 di Indonesia, Ini Tanggapan Epidemiolog

0

batampos.co.id – Malaysia memuji Indonesia karena bisa menurunkan kasus Covid-19 dalam waktu cepat. Hal itu terlihat pada penurunan kasus aktif hingga ketersediaan tempat tidur atau BOR rumah sakit.

Akan tetapi, Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman justru mengkritik Malaysia. Menurutnya, Malaysia semestinya melihat lebih detail bahwa tes Covid-19 di Indonesia rendah dan angka kematian di Indonesia masih tinggi.

“Belum (bisa dipuji) memang, jadi upaya kita ini logika programnya tuh belum berjalan dengan memadai dan itu sudah setahun dalam hal ini 3T testing, tracing, dan treatment masih kurang. Misalnya ketemu kasus 1.000 hari ini, harusnya besoknya 1000 dikali 15 orang dites. Dan ini enggak terjadi, 3T kita lemah sekali,” katanya kepada JawaPos.com, Selasa (7/9).

“Bahkan 1 orang dites per seribu populasi penduduk tuh enggak tercapai. Di bawah 1 malah kita. Kontribusi testing malah lebih banyak dari Jabodetabek. Maka kalau Jabodetabek turun ya turun nasional. Kalau Jabodetabek naik ya nasional ikut bagus,” tambahnya.

Menurut Dicky, jika ada negara lain yang bertanya mengapa Indonesia bisa cepat menurunkan kasus Covid-19, sebetulnya menurutnya bukan hanya Malaysia. Negara lain juga mempertanyakan.

“Tapi mungkin Malaysia lupa, bahwa kematian kita masih tinggi,” ungkapnya.

Ia menegaskan dalam konteks penanganan Covid-19 di Indonesia belum banyak keberhasilan. Hal itu karena minimnya data karena 3T yang lemah. “Padahal kalau ditemukan kasus ini, yang harus dihindari kan beban kesehatan di faskes dan kematian,” tuturnya.

“Kalau ada pertanyaan dari Malaysia seperti itu ya wajar, saya antara senang dan juga agak khawatir,” tuturnya.

Kematian Tertinggi di ASEAN

Dicky mengkritik pejabat publik di Indonesia jika mengklaim kasus Covid-19 di Indonesia membaik dan kasusnya paling rendah se-ASEAN. Sebab menurutnya bagaimana bisa menilai kasus sedikit turun sementara jumlah tes saja memang lemah.

“Jika ada yang klaim paling rendah di Asean jadi enggak valid, enggak kuat datanya, karena gimana mau bicara kasus kita sedikit, karena yang dicarinya yang ditesnya sedikit, padahal wilayahnya besar dan penduduknya banyak. Kecuali kalau di Asean kita terbanyak tesnya, nah itu kuat kita,” ungkapnya.

“Atau setidaknya, bukan hanya satu orang Indonesia dites per 1000 penduduk per minggu aja, setidaknya 2-3 kali lebih dr itu, Ini akibatnya jadi lemah dari sisi dukungan data, dan ini mengkhawatirkan,” kata Dicky.

Sebagai tambahan dibandingkan dengan Malaysia, Case Fatality Rate Indonesia lebih tinggi di angka 3,3-3,5 persen. Malaysia di angka 1 persen.

“Dan tes Malaysia 8 kali lebih banyak dari Indonesia per seribu orang. Tapi Malaysia juga harus tahu, Indonesia ini negara kepulauan. Dan yang menurun tuh Jawa Bali, itu belum benar-belum menurun, kita masih harus bersiap hadapi ancaman gelombang ketiga lah,” katanya.

Data ASEAN, kasus Covid-19 sebanyak 10,5 juta dan 230 ribu kematian. Dari sepuluh negara ASEAN, Indonesia peringkat pertama kasus Covid-19 dengan 4,13 juta kasus dan juga kematian terbanyak 135 ribuan jiwa. Kemudian barulah disusul Filipina dan ketiga Malaysia.(jpg)

Korupsi Dana Desa, Sekdes Tarempa Barat Daya Disidang di Pengadilan Tipikor

0

batampos.co.id – Terdakwa Iswandi yang menjabat Sekretaris Desa Tarempa Barat Daya, Kabupaten Kepulauan Anambas, telah menjalani sidang perdananya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Tanjungpinang, Senin, 6 September 2021 dengan agenda sidang yakni pembacaan surat dakwaan.

Hal itu berdasarkan penetapan sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Tanjungpinang Nomor: 12/Pid.Sus -TPK/2021/ Pn Tpg. Pembacaan surat dakwaan dilakukan penuntut umum yaitu Fahmi Ari Yoga dan Bambang Wiratdany. Sementara terdakwa didampingi oleh penasihat hukumnya Zefri Idham.

Dalam sidang tersebut, Iswandi didakwa dengan dakwaan primer Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sebagaimana diubah dan ditambah dengan undang-undang Republik Indonesia nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 65 ayat (1) ke-1 KUHP atau Subsidiair Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat (1) undang-undang Republik Indonesia No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 65 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Dalam dakwaannya JPU mengungkapkan, terdakwa menggunakan anggaran pendapatan dan belanja Pemerintahan Desa Tarempa Barat Daya tahun anggaran 2020 atas 2 kegiatan yakni kegiatan lanjutan pemasangan batu miring dan semenisasi Jalan Tanjung Pandan dan kegiatan semenisasi Jalan Gang Perkuburan Desa.

Dengan perbuatannya total kerugian negara sebesar Rp 180.529.978 berdasarkan laporan hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara Inspektorat Kabupaten Kepulauan Anambas atas perkara dugaan tindak pidana korupsi pada Desa Tarempa Barat Daya Kecamatan Siantan Kabupaten Kepulauan Anambas tahun anggaran 2020 nomor: 44 /Itkab.LHA.700/07.2021 tanggal 23 Juli 2021.

Kemudian dengan hasil perhitungan kerugian keuangan negara dengan metode kerugian total (total loss) bahwa modus perbuatan terdakwa Iswandi ini dilakukannya dengan cara mengajukan surat permintaan pembayaran (SPP) kegiatan dengan realisasi kegiatan fiktif secara bertahap sebanyak 5 kali.

Kepala Cabjari Natuna di Tarempa, Roy Huffington Harahap, berharap proses persidangan yang dilaksanakan dapat berjalan dengan baik dan aman serta nanti akan mendapatkan kepastian hukum bagi terdakwa.(fai)

KPK Periksa Mantan Wabup Hingga Anggota DPRD Bintan Terkait Dugaan Korupsi Cukai

0

batampos.co.id – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Wakil Bupati Bintan, Dalmasri pada Selasa (7/9). Dia akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengaturan barang kena cukai dalam pengelolaan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Bintan Wilayah Kabupaten Bintan tahun 2016-2018.

Selain Dalmasri, penyidik KPK juga memanggil Anggota DPRD Bintan, Muhammad Yatir; Staf Sekretariat Bidang Perindag dan Penanaman Modal Badan Pengusahaan Bintan, Yulis Helen Romaidauli; Wiraswasta PT Tirta Anugerah Sukses, Ganda Tua Sihombing dan Wiraswasta PT Nano Logistic, Mulyadi Tan.

“Hari ini (7/9) pemeriksaan saksi Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan Wilayah Kabupaten Bintan Tahun 2016-2018 untuk tersangka Apri Sujadi,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (7/9).

“Pemeriksaan dilakukan di Kantor Polres Tanjung Pinang, Jalan A. Yani, Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau,” imbuhnya.

Dalam perkaranya, KPK telah menetapkan Bupati Bintan periode 2016–2021, Apri Sujadi dan Plt Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan Wilayah Kabupaten Bintan, Mohd Saleh H. Umar sebagai tersangka.

Keduanya terjerat perkara dugaan tindak pidana korupsi perbuatan melawan hukum dan atau penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh penyelenggara negara terkait Pengaturan Barang Kena Cukai Dalam Pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Wilayah Kabupaten Bintan Tahun 2016-2018.

KPK menduga, Apri Sujadi menerima uang senilai Rp 6,3 miliar dari pengaturan cukai rokok dan minuman mengandung etil alkohol (MMEA) di BP Bintan pada 207-2018. Sementara itu, Saleh diduga menerima uang senilai Rp 800 juta pada 2017-2018. Akibat ulah kedua orang tersebut, diduga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 250 miliar.

Apri Sujadi dan Mohd Saleh H. Umar disangkakan melanggar pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.(jpg)

Penganiaya Petugas Bea Cukai Batam Diduga Dilakukan 15 Orang

0

batampos.co.id – Sat Reskrim Polresta Barelang
mengamankan seorang pelaku pengeroyokan petugas Bea Cukai Batam yang terjadi di Perumahan Legenda Hang Lekir, Batam Kota, Selasa (31/8/2021) lalu.

Pria tersebut diketahui berinisial T.

”Sudah diamankan satu pelaku,” ujar Kapolresta Ba-
relang, Kombes Yos Guntur Yudi Fauris Susanto di Mapolresta Barelang, Senin (6/9/2021).

Ia menjelaskan, penganiayaan itu diduga dilakukan
sekolompok orang yang berjumlah 10-15 orang.

Pelaku bahkan merampas barang bukti rokok dan minuman alkohol yang disita petugas.

”Dari penyelidikan, kami sudah mengantongi nama-
nama pelaku. Semoga dalam waktu dekat ini bisa diamankan,” katanya.

Menurut Yos, penganiayaan itu sudah sangat menyalahi
aturan dan melanggar hukum. Terlebih, pelaku sudah menganiaya aparat penegak hukum yang bersangkutan dengan kepabeanan.

”Dari keterangan yang diterima, petugas BC ini dianiaya
saat melakukan penegakan hukum,” tutupnya.

Sebelumnya, dua orang petugas Bea dan Cukai Batam diduga jadi korban penganiayaan sekelompok massa di Villa Hang Lekir, Batam Center, Selasa (31/8) sore.

Penganiayaan itu terjadi ketika petugas BC hendak
menangkap dua orang tersangka atas kasus dugaan rokok ilegal dan minuman keras ilegal. Kasus ini berhasil diungkap BC Batam beberapa waktu lalu.

”Kami mendatangi bangunan tersebut, namun tiba-tiba orang tak dikenal (OTK) mendatangi TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan mencoba menghalangi proses
pengamanan barang bukti,” ujar Kepala Seksi Layanan
Informasi Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam, Undani.(jpg)

Kepala BP Batam Kukuhkan Ketua dan Pengurus Pikori

0

batampos.co.id – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, mengukuhkan Marlin Agustina Rudi sebagai Ketua Persatuan Istri karyawan Otorita (Pikor) BP Batam periode 2021-2024, Selasa (7/9/2021).

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, ia percaya bahwa Marlin mampu melaksanakan tugas dan kewajiban sebaik-baiknya disertai rasa tanggungjawab untuk meningkatkan peran serta Pikori serta mensukseskan BP Batam menuju Indonesia Sejahtera.

Ketua Pikori BP Batam, Marlin Agustina Rudi, mengatakan, peran seorang perempuan khususnya istri sangat penting dalam tatanan organisasi.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, saat mengukuhkan Ketua dan Pengurus Pikori BP Batam. Foto: Messa Haris/batampos.co.id

“Pikori BP Batam ini adalah organisasi yang dapat digunakan istri dari karyawan BP Batam untuk mengembangkan potensi diri dan memiliki peran strategis dalam upaya meningkatkan pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga serta membantu tugas-tugas pemerintah,” ujarnya.

Terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh, khususnya untuk perempuan dan anak.

“Saya berharap kepada ibu-ibu dalam mengembangkan potensi dalam diri kita untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya,” ujarnya.

Ia berharap nantinya Pikori BP Batam dapat berrkolaborasi dengan seluruh organisasi perempuan yang ada di Kota Batam.

“Dengan dilaksanakannya pengukuhan pengurus BP Batam ini kami memohon dukungan dari bapak-ibu agar tugas dan amanah ini bisa kami jalankan sebaik-baiknya,” tuturnya.(nto/esa)

Kasus Covid-19 Melandai, Berharap Sektor Pariwisata Kembali Pulih

0
Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Marlin Agustina meninjau pelaksanaan vaksinasi kepada pelaku pariwisata, Senin (6/9). (istimewa)

batampos.co.id – Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina bersyukur karena kasus harian pandemi Covid-19 terus menurun. Tren menurun ini harus terus dipertahankan, sampai Kepri kembali pulih kesehatannya. Kondisi yang melandai ini harus disambut dengan tetap taat protokol kesehatan dan ikut vaksinasi.

“Kerja bersama dan bahu membahu semua pihak membuat kasus ini terus menurun. Perlahan-lahan kita bisa menjalani kehidupan seperti sebelumnya, dengan kebiasaan baru,” kata Marlin di Kepri Mall, Batam, Senin (6/9).

Wagub datang melihat pelaksanaan vaksinasi untuk pelaku pariwisata, ekonomi kreatif dan budayawan di Kepri Mall. Kepri sendiri, sampai Minggu (5/9) kemarin sudah semakin laju vaksinasinya.

Untuk dosis pertama mencapai 76,45 persen dan 36,31 persen untuk dosis kedua. Sementara untuk anak-anak usia 12-17 tahun sudah mencapai 70,38 persen untuk dosis pertama dan 27,01 persen untuk dosis kedua.

Menurut Marlin, besar harapan agar sektor pariwisata kembali pulih. Termasuk dengan dibukanya perbatasan dengan negara-negara tetangga. Nantinya wisatawan mancanegara kembali berdatangan.

Kehadiran wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara, kata Marlin akan ikut menggerakkan laju ekonomi di Kepri. Ini akan berdampak pada banyak sektor lainnya.

“Pariwisata memang salah satu andalan kita. Semoga pandemi ini segera berlalu dan pariwisata di Kepri segera pulih dan diserbu pelancong dari mana-mana,” katanya.

Marlin berterima kasih karena pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif terus bergerak untuk ikut vaksinasi. Kepada masyarakat Kepri pun, diingatkan Marlin untuk segera divaksin dengan mendatangi sentra-sentra vaksin yang banyak tersebar di daerah-daerah mereka.

Menurutnya, makin melandai kasus Covid-19 dan tingginya laju vaksinasi di Kepri karena kesadaran dan dukungan semua pihak. Semua ini tidak lepas dari kesadaran semua untuk bersama- sama menjaga provinsi ini dari wabah pandemi yang masih terjadi sampai saat ini.

Termasuk, tentunya dukungan DPRD Kepri, TNI, Polri, Kejaksaan, BIN Daerah Kepri, para pengusaha, komunitas, tenaga kesehatan dan pihak-pihak lain yang sangat peduli pada pandemi.

Pelaksaaan vaksinasi bagi pelaku pariwisata kali ini, dikhususkan bagi mereka yang sebelumnya telah menerima vaksin tahap pertama bertempat di Golden Prawn dan Orchard Park Evenue Mall.(*/jpg)

Lion Air Group Aktifkan Kembali Penerbangan Batam-Letung, Segini Harga Tiketnya…

0

batampos.co.id – Lion Air Grup melalui maskapainya, Wings Air, kembali mengaktifkan rute Batam ke Letung, Anambas, mulai Senin (6/9/2021).

Rute ini dilayani Wings Air sebanyak 3 kali dalam seminggu, setiap Senin, Rabu dan Jumat. Pengaktivan kembali rute ini, karena syarat penerbangan antar kabupaten/kota di Kepri hanya perlu menunjukan negatif tes antigen saja.

”Kami mendapatkan kabar, sesuai Surat Edaran Gubernur Kepri, perjalanan udara antar Kota dan Kabupaten ini cukup menunjukkan negatif Covid-19
berdasarkan pemeriksaan antigen, tidak lagi mengguna-
kan PCR,” kata Distrik Manager Lion Air, M Zaini Bire,
Senin (6/9/2021).

Ia mengaku cukup optimis penerbangan ini dapat menarik minat masyarakat. Sebab, syarat perjalanan tidak lagi menggunakan negatif tes PCR, melainkan hanya tes antigen.

Bire mengatakan, bagi pemilik tiket Lion Air Grup,
mendapatkan fasilitas pemeriksaan antigen murah, Rp35 ribu saja.  Pemeriksaanya dapat dilaksanakan di RSIA Kasih Sayang Ibu, Taman Baloi, Batam Kota, Batam.

”Awalnya kami hanya buka sekali dalam seminggu saja,
yakni setiap Senin. Tapi, bapak Bupati meminta kami menambah frekuensi penerbangan. Sehingga saat ini kami membuka, setiap Senin, Rabu dan Jumat,” ungkapnya,

Ia mengatakan, harga tiket Batam ke Letung ini dijual
mulai Rp 500 ribuan. Rute ini diharapkan membantu masyarakat Anambas.

Sebab, jika menggunakan pelayaran, masyarakat membutuhkan waktu 6 hingga 7 jam perjalanan. Sedangkan menggunakan Wings Air, jarak tempuh Batam ke Letung hanya 1 jam 10 menit saja.

”Animo masyarakat cukup tinggi, hari ini saja ada 56 orang yang berangkat,” ungkap Bire.

Rute ini dilayani dengan menggunakan pesawat jenis
ATR 72. Pesawat ini mempunyai kemampuan angkut 72
kursi, semuanya kelas ekonomi.

Pesawat yang diproduksi asal Perancis sudah dibekali interior kabin terbaik di kelasnya, sehingga membuat perjalanan lebih nyaman.

Konfigurasi kursi 2-2, sehingga penumpang dapat bersantai ketika di kabin, bisa bekerja lebih leluasa atau hanya sekadar menikmati pemandangan memukau dari ketinggian.

Dengan adanya penambahan rute Batam ke Letung, Wings Air memiliki dua rute antar Kota dan Kabupaten di Kepri.

Sebelumnya, Wings Air melayani rute Batam ke Natuna,
yang berangkat setiap Senin hingga Sabtu.

”Kami terus membantu koneksi antar daerah di Kepri,”
ungkap Bire.(jpg)

Pemerintah Sudah Salurkan Bantuan Subsidi Gaji Tahap III

0

batampos.co.id – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menyampaikan, realisasi sementara penyaluran program bantuan subsidi gaji atau upah (BSU) 2021 telah mencapai 3.251.563 orang pekerja. Jumlah itu merupakan 37,4 persen dari total target penerima BSU sebanyak 8,7 juta orang.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, penyaluran BSU 2021 sendiri hingga saat ini sudah melewati tahap ketiga. Rinciannya, tahap I telah tersalurkan kepada 947.436 penerima, tahap II tersalurkan kepada 1.145.598 penerima, dan tahap III tersalurkan kepada 1.158.529 penerima.

Penyaluran BSU 2021 tahap I dan tahap II ditransfer langsung kepada pekerja atau buruh penerima BSU yang memang telah memiliki rekening eksisting di salah satu Bank Himbara (Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI atau Bank BTN). Sedangkan penyaluran tahap III dilakukan melalui skema pembukaan rekening kolektif (Burekol) bagi para pekerja/buruh penerima BSU yang belum memiliki rekening di salah satu Bank Himbara.

“Alhamdulillah, penyaluran BSU di tahap ketiga melalui skema burekol sudah berjalan. Kemarin di Semarang, saya sempat meninjau pelaksanaan burekol ini di mana pihak bank Himbara jemput bola ke perusahaan-perusahaan yang memang pekerja dan buruh penerima BSU-nya belum memiliki rekening Bank Himbara,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (7/9).

Ida juga mengingatkan bahwa untuk menghindari terjadinya duplikasi penerima manfaat program BSU 2021 dengan program bantuan sosial lainnya, maka sesuai dengan Permenaker 16 tahun 2021, penerima BSU diprioritaskan bagi pekerja atau buruh yang belum menerima manfaat program Kartu Prakerja, Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM), dan Program Keluarga Harapan (PKH).

“Untuk memitigasi terjadi duplikasi penerima dan sebagai upaya agar program BSU ini tepat sasaran, kami memang melakukan pemadanan data calon penerima BSU dengan database penerima program Kartu Prakerja, program BPUM, dan PKH. Hal itu dilakukan semata-mata agar program pemerintah dalam rangka PEN ini mencakup keseluruhan kelompok masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19,” jelasnya.

Ida mengatakan, proses monitoring pelaksanaan program BSU terus dilakukan dengan mengunjungi langsung para pekerja atau buruh yang menerima manfaat BSU. BSU sendiri dinilai membantu pada pekerja dan buruh di masa pandemi ini, terlebih lagi atas adanya pemberlakukan PPKM sebagai upaya menekan penyebaran Covid-19.

“Sebagian besar BSU digunakan teman-teman pekerja dan buruh untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga mereka” pungkasnya.(jpg)