batampso.co.id – Empat anggota TNI dari Yonif Raider Khusus 136/Tuah Sakti (TS) Batam menghalau seorang pemuda berinisial PS, 18, yang diduga hendak meloncat ke laut dari Jembatan I Barelang, Senin (20/9/2021).
Empat anggota TNI AD yang sedang menjalankan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ini adalah Kopda KS Marpaung, Pratu Eko Siswanto, Prada Nuzul R. Sipohan dan Prada Ardiaman Gulo.
Aksi heroik keempat anggota TNI ini bermula dari teriakan seorang nenek yang bernama Ana, 60, yang mengatakan ada orang yang akan meloncat dari Jembatan I Barelang.
Anggota TNI dari Yonif Raider Khusus 136/Tuah Sakti (TS) Batam saat menghalau seorang pemuda yang diduga hendak meloncat dari Jembatan I Barelang, Senin (20/9/2021). Foto: Istimewa untuk Batam Pos
Teriakan nenek ini didengar oleh empat prajurit TNI tersebut yang kebetulan melintasi jembatan I. Empat prajurit tadi spontan berhenti dan langsung mencengkram dan menyeret pemuda tadi dari bibir jembatan.
”Posisi dia sudah di bibir jembatan, sudah mau melompat. Saya nampak, lalu saya teriak minta tolong. Untung ada anggota TNI yang lewat,” ujar Ana.
Setelah diamankan, pemuda ini diketahui depresi karena masalah keluarga. Dia diamankan ke pos terdekat untuk penanganan lebih lanjut. Pemuda tersebut beralamat di Kelurahan Kibing, Kecamatan Batuaji.
Sementara itu, Kopda KS Marpaung, personel Satgas TMMD Ke-112 Kodim 0316/Batam, mengatakan, aksi spontan menyelamatkan pemuda itu dilakukan berkat teriakan Ana yang meminta tolong untuk menggagalkan aksi pemuda tersebut.
”Saya langsung lompat dari motor dan berlari ke TKP (Tempat Kejadian Perkara), kemudian menarik pemuda tersebut, lalu kita amankan ke warung milik warga” ujarnya.(jpg)
batampos.co.id – Para pelaku perjalanan dalam negeri atau domestik wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Hal ini dituangkan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 melalui addendum Surat Edaran Nomor 17 Tahun 2021 tentang ketentuan perjalanan orang dalam negeri pada masa pandemi Covid-19.
Adapun, kewajiban ini menggantikan persyaratan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP), artinya tidak perlu lagi menyertakan dokumen penyerta seperti surat tugas atau surat keterangan perjalanan. Kebijakan ini juga sudah diterapkan sejak 7 September lalu di seluruh moda transportasi dalam negeri.
Penyesuaian ini terkait dengan pelaku perjalanan rutin dengan moda transportasi darat, seperti kendaraan pribadi atau umum dan kereta api dalam satu wilayah atau kawasan aglomerasi perkotaan.
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen Ganip Warsito mengatakan, maksud addendum surat edaran ini adalah untuk mencabut ketentuan untuk melampirkan STRP. Selain itu, menambahkan ketentuan bagi setiap pelaku perjalanan dalam negeri dan semua operator moda transportasi menggunakan aplikasi PeduliLindungi.
“Tujuan addendum tersebut untuk melakukan pemantauan, pengendalian, dan evaluasi Covid-19 dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi guna memeriksa hasil test RT-PCR atau swab antingen yang hasilnya menunjukkan negatif dan sudah melakukan vaksinasi,” imbuh dia dalam keterangannya dikutip, Senin (20/9).
Kata dia, hal ini juga telah sesuai dengan keputusan hasil rapat koordinasi terbatas tingkat menteri pada 31 Agustus lalu disimpulkan perlu adanya penyesuaian mekanisme pengendalian terhadap perjalanan orang dalam negeri. Ini untuk menindaklanjuti perkembangan situasi penanganan Covid-19.
“Setiap operator moda transportasi diwajibkan menggunakan PeduliLindungi untuk memeriksa hasil test RT-PCR atau swab antigen yang hasilnya menunjukkan negatif dan sudah melakukan vaksinasi dosis pertama atau dosis lengkap bagi setiap pelaku perjalanan dalam negeri sewaktu melakukan check-in,” tandas Ganip.(jpg)
batampos.co.id – Mencegah importasi varian baru Covid-19 melalui Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kembali ke Tanah Air, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Batam telah melaksanakan dua kali tes usap (swab) bagi para pekerja tersebut.
Setiap PMI akan menjalani rapid test antigen dan pemeriksaan tes PCR saat tiba di Pelabuhan Feri Batam Center.
Salah satu PMI yang dipulangkan dari Malaysia, Toni, mengatakan, saat masuk ke Batam, dirinya menjalani dua kali pemeriksaan di Pelabuhan Batam Center.
Usai dinyatakan negatif, dirinya bersama ratusan PMI lainnya dibawa ke Rusun BP Batam di Tanjung Uncang.
Ilustrasi. Sejumlah pekerja migran Indonesia yang berasal dari berbagai negara harus melewati tahapan tes swab PCR oleh pihak bandara saat tiba di Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)
”Kemarin dua kali diperiksa, di hidung dan juga di mulut,” tuturnya, kemarin.
Sementara itu, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Batam, Achmad Farchanny, mengatakan, pemeriksaan rapid test antigen dan swab PCR itu telah dilakukan sejak dua pekan lalu.
Pemeriksaan itu dilakukan kepada setiap orang dari luar negeri yang masuk melalui bandara maupun pelabuhan.
Jika PMI yang diperiksa hasilnya negatif, maka dia akan menjalani isolasi di Rusun BP Batam maupun Rusun Pemko atau karantina mandiri di hotel.
Sementara, bagi yang hasil rapid test antigen-nya positif, maka akan langsung menjalani isolasi di RSKI Galang.
”Tambahan antigen ini atas arahan pimpinan kita di Jakarta. Ini sudah kita terapkan sebelum pak Mentri (Perhubungan) datang dan sudah kami laporkan ke Satgas Nasional,” imbuhnya.(jpg)
batampos.co.id – Warga Batam Center dan Nongsa kembali menagih rencana Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk membangun jembatan yang menghubungkan wilayah Batam Center dan Nongsa di dekat SMAN 3 Batam.
Warga berharap, wacana ini segera direalisasikan untuk memperpendek jarak tempuh dari Batam Kota ke Nongsa.
”Sudah dari tahun 2017 diwacanakan, tapi tak kunjung direalisasikan. Kami warga
yang setiap hari rutin dari Batam Center ke Nongsa sangat berharap agar jembatan itu segera dibangun untuk memperpendek jarak tempuh,” ujar Riris, warga Batam Center yang bekerja di salah satu resort di Nongsa, Senin (20/9/2021).
Menurunya, jika harus melalui jalan darat yang ada saat ini, dinilai cukup jauh karena
harus mutar.
”Padahal tujuan saya ke kawasan resort, dan itu lebih dekat dari SMAN 3 Batam ini jika ada jembatan yang menghubungkan ke sana,” katanya.
Titik atau lokasi rencana pembangunan jembatan Nongsa-Batam Center. Foto: Dokumentasi batampos.co.id
Warga Batam Center lainnya, Abdulrahman, menuturkan, tahun 2017 lalu saat BP Batam
masih dipimpin oleh Lukita Dinarsyah Tuwo, ada rencana pembangunan jembatan tersebut.
Dia berharap agar Kepala BP Batam saat ini, Muhammad Rudi, dapat merealisasikan harapan warga yang menanti jembatan tersebut.
”Sudah empat tahun menantikan realiasi janji tersebut. Semoga tahun ini segera direalisasikan oleh pak Rudi,” harapnya.
Ungkapan serupa juga disampaikan oleh sebagian masyarakat yang berdiam di sekitar SMAN 3 Batam dan SMPN 8 Nongsa.
Mereka berharap jembatan tersebut segera dibangun demi kelancaran aktivitas masyarakat di sekitarnya.
”Padahal sangat membantu kalau ada jembatan itu. Tak perlu memutar jauh kalau mau
ke Sambau atau sebaliknya,” ujar Irma, warga Batam Center yang juga bekerja di Nongsa.
Senada disampaikan Usrin, warga perumahan Graha Nusa Permai, yang mengaku sangat terbantu jika jembatan itu terealisasi, utamanya untuk mengantar jemput anaknya yang sekolah di Sambau.
”Kalau mau antar anak ke SMPN 8 harus memutar lewat Batu Besar. Padahal kami tinggalnya dekat SMAN 3. Kalau jadi jembatan itu, sebentar saja menyeberang ke Sambau sana,” ujar Usrin.
Adapun, jembatan itu diperkirakan memiliki panjang sekitar 50 meter, dengan bentang jalan 100 meter. Titik jembatan rencananya dibangun di daerah Sambau, Nongsa.
Anggaran yang akan dikucurkan sekitar Rp 50 miliar.(jpg)
batampos.co.id – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, saat ini tidak ada lagi kabupaten/kota di Jawa-Bali yang menerapkan status PPKM level 4.
”Saat ini tidak ada lagi kabupaten/kota yang berada di level 4 di Jawa-Bali. Jadi semua pada level 3 dan 2,” kata Luhut seperti dilansir dari Antara.
Luhut menjelaskan, situasi pandemi Covid-19 terus menunjukkan perbaikan. Hasil estimasi dari tim epidemilog Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI menunjukkan, reproduksi efektif Indonesia untuk pertama kalinya selama pandemi sudah berada di bawah 1, yakni sebesar 0,98.
”Angka ini berarti setiap satu kasus Covid-19, rata-rata menularkan ke 0,9 orang atau jumlah kasus akan terus berkurang. Angka ini dapat diartikan bahwa pandemi Covid-19 di Indonesia telah terkendali. Ini penilaian dari tim penasihat kami,” papar Luhut.
Capaian kasus harian juga menunjukkan tren yang terus membaik. Tercatat kasus konfirmasi secara nasional pada Senin (20/9) berada di bawah 2.000 kasus. Kasus aktif sudah lebih rendah dari 60 ribu.
”Untuk Jawa-Bali, kasus harian turun hingga 98 persen dari titik puncaknya pada 15 Juli. Jadi saya hanya katakan bahwa angka ini kerja keras semua tim untuk membuahkan hasil yang cukup menggembirakan. Tetapi, tetap presiden ingatkan kami untuk kita semua super waspada menghadapi ini karena bukan tidak mungkin ada gelombang ketiga,” tutur Luhut.
Luhut mengungkapkan, sebagaimana arahan yang diberikan presiden dalam rapat terbatas, diputuskan bahwa dengan melihat perkembangan yang ada maka perubahan PPKM level diberlakukan selama dua minggu untuk Jawa-Bali. Namun, evaluasi tetap dilakukan setiap minggu untuk mengantisipasi perubahan-perubahan yang terjadi begitu cepat.
”Kami tidak akan melakukan perubahan-perubahan yang drastis. Saya mohon pengertian teman-teman, masyarakat Indonesia untuk hal ini. Kenapa tidak? Karena kita tidak ingin membuat kesalahan dan banyaknya yang tidak kita ketahui juga mengenai delta varian ini,” ucap Luhut.(jpg)
batampos.co.id – Beberapa sekolah bersiap menggelar belajar tatap muka di kelas. Berbagai persiapan sudah dilaksanakan mulai dari penyediaan sarana dan prasarana dalam mendukung protokol kesehatan (protkes) pencegahan Covid-19.
Kepala SMPN 3 Batam, Wiwiek Darwiyanti, mengatakan, kesiapan sudah berjalan 90 persen. Untuk sarana dan prasarana sudah siap, termasuk kelas yang akan digunakan
untuk belajar.
Tempat duduk diatur senyaman mungkin, agar tidak berdekatan maupun berpotensi terjadi kerumunan para siswa.
”Sudah disiapkan semuanya. Tinggal jalan saja lagi,” katanya, Senin (20/9/2021).
Sekolah juga menjaga dan memastikan siswa menjalankan protkes seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas (5M) dengan baik.
Ilustrasi. Siswa SMP Negeri 12 Batam mencuci tangan saat memasuki sekolah untuk mengikuti uji coba belajar tatap muka di sekolah, Kamis (25/2/2021) lalu. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Saat datang ke sekolah, siswa dipastikan mengenakan masker serta membawa bekal makanan sendiri.
Setelah tiba di sekolah, ada pengecekan suhu dan diarahkan untuk mencuci tangan.
”Jadi kami ingin semua nyaman dan Orangtua juga tidak merasa khawatir saat melepas
anak ke sekolah,” imbuhnya.
Selama ini, pihaknya juga selalu mengedukasi tenaga guru, orangtua, dan siswa untuk selalu konsisten menjaga protokol kesehatan di mana pun berada, termasuk di rumah.
”Kami wanti-wanti itu soal pakai masker. Jadi, walaupun tidak berada di sekolah tetap harus jaga protkesnya,” ujarnya.
Rencananya, sekolah tatap muka akan digelar dua sif. Untuk kelas 8 dan 9, sudah
diminta surat persetujuannya. Sedangkan untuk kelas 7, masih dalam proses.
”Kalau tidak ada kendala kami siap laksanakan Minggu depan,” katanya.
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, belajar tatap muka sudah mulai berjalan pekan ini.
Beberapa sekolah mulai kembali tatap muka besok Selasa (21/9/2021). Berbagai persiapan sudah hampir rampung semua.
”Tadi (kemarin) saya telepon Kadisdik (Kepala Dinas Pendidikan) Batam, katanya sudah ada yang final, dan besok (hari ini) sudah mulai. Intinya, protkes dijaga,” imbuhnya.(jpg)
batampos.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Batam memprediksi upah Minimum Kota (UMK) Batam 2022 hanya naik tipis. Bahkan, tidak menutup kemungkinan di bawah angka Rp 20 ribu.
”Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36/2021 tentang Pengupahan, ada kenaikan tapi sedikit,” kata Kepala BPS Batam, Rahmad Iswanto, Senin (20/9/2021) di kantornya di Batam Center.
Ia menjelaskan, dalam menghitung formula pengupahan, PP 36 memang menghitung berdasarkan formula inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
Kemudian, di antara keduanya ditentukan berdasarkan pertumbuhan mana yang
lebih baik.
Ia mencontohkan, jika hitungan yang menjadi acuan yakni inflasi dan pertumbuhan ekonomi tahun 2020, dimana saat itu kondisi tidak normal, imbas dari pandemi Covid-19.
Pertumbuhan ekonomi minus 1,37 dan inflasi dari semester pertama hingga kedua
naik 1,6 persen.
Dari formula tersebut, maka acuan berdasarkan inflasi diambil untuk menentukan batas atas dan bawah penetapan UMK.
”Kenaikannya tipis, sejalan dengan kondisi masyarakat kita yang belum begitu bagus
ekonominya,” paparnya.
Namun Rahmad mengungkapkan, PP 36 memang memberikan pilihan yang bagus, khususnya pada kalangan pekerja, karena ada dua pilihan yang bisa dipertimbangkan.
”Memilih formula antara pertumbuhan ekonomi dan inflasi, maka jika keduanya sama-sama tumbuh positif, maka dipilih yang lebih bagus tumbuhnya,” jelasnya.
Untuk penetapan UMK 2022 nanti, Rahmad menegaskan tetap harus mengacu pertumbuhan ekonomi dan inflasi 2021.
Simulasi penghitungan penyesuaian UMK 2022 Kota Batam diambil dari rata-rata konsumsi per kapita tahun 2021 dikali jumlah anggota rumah tangga (ART) 2021 per
rata-rata ART bekerja dalam rumah tangga 2021.
Sementara batas bawah UMK 2022 ditetapkan sebesar 50 persen dari batas atas. Dengan
begitu, penetapan UMK 2022 dihitung dari UMK 2021 ditambah inflasi tahun 2021 dikali batas atas UMK 2022 dikurang UMK 2021 dikali UMK 2021 dibagi batas atas UMK 2022, dikurangi batas bawah UMK 2022.
Sementara itu, formula baru dalam penetapan UMK ini menjadi perhatian kalangan pengusaha di Batam.
Pasalnya penentuan UMK baru ini memiliki sejumlah variabel, sesuai dengan regulasi baru, yakni PP 36.
Berdasarkan PP tersebut, formula UMK dihitung berdasarkan kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan, meliputi paritas daya beli, tingkat penyerapan tenaga kerja dan median upah.
Upah tiap tahun akan memiliki batas atas dan bawah.
”Ada rentang batas atas dan bawah kenaikan UMK Batam tahun 2022 nanti. Variabel
yang dipertimbangkan adalah konsumsi perkapita rumah tangga dan juga jumlah anggota rumah tangga yang bekerja. Inflasi dan pertumbuhan ekonomi daerah juga menjadi pertimbangan dewan Pengupahan dalam menentukan UMK tahun 2022,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid.
Ia berharap kenaikan UMK tidak akan memberatkan, mengingat kondisi perekonomian saat ini masih berusaha untuk pulih dari dampak pandemi Covid-19.
”Kita percaya Dewan Pengupahan Kota Batam akan dapat memutuskan angka yang terbaik dengan situasi yang baik pula,” jelasnya.
Di tempat terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti,
mengatakan, pembahasan UMK Kota Batam Tahun 2022 masih menunggu data dari
BPS.
”Belum, kemungkinan awal Oktober baru akan dibahas,” ujarnya, Senin (20/9/2021).
Rudi membenarkan ada formula baru di PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan yang merupakan aturan turunan dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Cipta Kerja.
Rumus perhitungan upah minimum berubah sejalan dengan penerbitan PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan yang merupakan aturan turunan dari Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 Cipta Kerja.
Hal ini mengubah rumus perhitungan upah buruh yang sebelumnya berlaku
sesuai PP Nomor 78 Tahun
2015 tentang Pengupahan.
”Makanya, sebelum dibahas
kita masih menunggu data
BPS,” ujarnya.
batampos.co.id – Pemko Batam akan memindahkan warga Batu Besar, Nongsa, yang terdampak dalam proyek pelebaran jalan.
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, pihaknya sudah bertemu langsung dengan perwakilan masyarakat atau para pemilik kios di sepanjang Simpang Tiga Batu Besar.
“Pada intinya masyarakat sudah sepakat untuk mendukung pembangunan jalan di wilayah Nongsa tersebut,” ujarnya, usai bertemu warga di Kantor Wali Kota Batam, Senin (20/9/2021).
Kata dia, Pemko Batam akan mencari solusi terbaik bagi masyarakat. Tak hanya menyiapkan lahan penggantinya, Pemko Batam juga akan membantu perpindahannya.
“Masyarakat tadi memang minta kalau bisa akhir tahun, tapi kita sampaikan tidak memungkinkan waktunya kalau akhir tahun,” jelasnya.
Wakil Wali Kota Batam, saat melakukan pertemuan dengan warga Batu Besar dan pemilik kios yang terdampak pelebaran jalan. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id
Pihaknya ingin akhir tahun ini seluruhnya sudah selesai dan bersih. Sehingga pada awal tahun 2022 dapat langsung ditender dan dikerjakan proyeknya. Mendengar penjelasan tersebut masyarakat menurut dapat memahami.
Kemudian, disepakati bersama bahwa pemindahan akan dilakukan pada lahir Oktober 2021.
Nantinya, Tim Terpadu Kota Batam juga akan melakukan pendataan kepada semua warga, termasuk yang selama ini kios atau tempat usahanya juga sekaligus sebagai tempat tinggal.
“Warga yang tinggal di situ minta pembicaraan tersendiri, saya sampaikan tak masalah. Nanti Tim Terpadu yang akan mendata,” jelasnya.
Amsakar berharap rencana pembangunan di Kelurahan Batubesar, Kecamatan Nongsa tersebut dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan.
Sehingga dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi dan juga pariwisata di Kota Batam. Pelebaran jalan sendiri akan dilakukan mulai dari Simpang Tiga Batu Besar tersebut menuju arah Polda Kepri.
Pihaknya berharap dengan penataan yang dilakukan Pemko Batam dapat benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Intinya Pemko Batam ingin menata dan memajukan Kota Batam,” jelasnya.(*/esa)
Pelabuhan Sri Bintan Pura berdiri megah sebagai beranda Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang. (F.Yusnadi/Batampos)
Pelabuhan adalah terminal utama bagi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Salah satunya adalah Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) yang menjadi beranda Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang. Pelindo 1 Tanjungpinang sebagai pengelola sudah berinvestasi besar untuk melakukan pembenahan berbagai infrastruktur disana. Tujuannya selain dari aspek estetika, tidak lain adalah untuk peningkatan pelayanan, memberikan rasa aman, dan nyaman.
JAILANI, Tanjungpinang
Dari Pulau Penyengat Indra Sakti yang merupakan lokasi istana raja-raja Kerajaan Riau Lingga, Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang tampak begitu megah. Dipadu dengan warna merah, hijau, dan kuning pelabuhan yang dikelola oleh Pelabuhan Indonesia (Pelindo) 1 Cabang Tanjungpinang tersebut semakin memikat. Apalagi cat-cat yang disematkan adalah merupakan warna khas Bumi Melayu.
Dari kejauhan, bangunan tersebut terlihat seperti kupu-kupu yang sedang mengembangkan sayap-sayapnya. Apabila lalui dari sisi darat pelabuhan, ada trestle panjang membentang untuk menuju bangunan utama pelabuhan. Pada sisi sayap sebelah kiri adalah merupakan bangunan utama untuk kebutuhan pelayaran domestik atau dalam negeri. Sedangkan sebelah kanan dirancang sebagai Pelabuhan Internasional SBP Tanjungpinang.
Apabila dilalui dari sisi darat pelabuhan, trestle panjang sudah menyambut. Bangunan penghubung itu, terlihat mengular puluhan meter diatas laut. Sebelum memasuki ruangan utama, pengguna pelabuhan terlebih dahulu akan disambut oleh loket e-pass untuk akses masuk pelabuhan. Kemudian di dalam ruang berjejer loket-loket tiket kapal keberbagai daerah antar pulau bagi yang tidak membeli e-ticket.
Pada area ruang tunggu pelabuhan, juga berdiri gerai-gerai usaha. Baik itu tempat makan minum, maupun oleh-oleh. Masih lokasi yang sama juga tersedia tandas yang bersih dan nyaman sebagai standar pelayanan pelabuhan. Bahkan konsep tersebut pelayanannya sudah seperti di bandar udara (Bandara). Bersebelahan dengan toilet, juga ada musala bagi yang ingin melaksanakan salat sembari menunggu waktu berangkat.
Pelabuhan ini memegang peran penting dalam pelayaran domestik dan internasional. Karena menghubungkan ke berbagai daerah dalam dalam Provinsi (Kota Batam, Kabupaten Karimun, Kabupaten Anambas, Kabupaten Natuna, dan Kabupaten Lingga). Kemudian untuk luar Provinsi menghubungkan beberapa pelabuhn yang ada di Provinsi Riau. Sedangkan untuk internasional tujuannya adalah Singapura dan Malaysia.
“Revitalisasi dalam skala besar sudah mulai dilakukan Pelindo sejak tahun 2017 lalu untuk Pelabuhan SBP Tanjungpinang ini. Karena berdasarkan design pembangunan dan penataan Pelabuhan SBP Tanjungpinang adalah sebesar Rp80 miliar. Pada tahun pertama di 2017 sebesar Rp43 miliar,” ujar General Maneger (GM) Pelindo 1 Cabang Tanjungpinang, Yusrizal, Senin (20/9).
Sembari membolak balik berkas, Yusrizal mengatakan pembangunan dan penataan di Pelabuhan SBP Tanjungpinang dilakukan secara bertahap. Pada tahun ini, fokus pekerjaan pihaknya adalah merampungkan revitalisasi trestle pelabuhan. Baik itu untuk akses domestik maupun internasional. Ia yakin, dengan adanya trestle yang nyaman dan elegan akan memberikan sensai baru bagi masyarakat yang datang maupun pergi dari Pelabuhan SBP Tanjungpinang.
“Pandemi Covid-19 memang turut menggerus jumlah penumpang yang melintasi di Pelabuhan SBP Tanjungpinang. Namun pada sisi lainnya, kita bisa memanfaatkan kelonggaran yang ada untuk melakukan berbagai pembenahan pendukung. Mulai dari trestel sampai kawasan parkir,” jelas Yusrizal.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan, pelabuhan adalah terminal utama di Provinsi Kepri. Karena Kepri adalah merupakan daerah kepulauan. Atas dasar itu, daerah-daerah membutuhkan pelabuhan yang representatif. Ia juga mengharapkan Pelindo 1 Tanjungpinang sebagai pengelola Pelabuhan SBP Tanjungpinang terus memberikan pelayanan yang prima kepada pengguna jasa pelabuhan.
“Pelabuhan SBP Tanjungpinang adalah salah satu pelabuhan domestik tersibuk di Indonesia. Karena dalam satu hari sekitar 2.000 orang lalu lalang di pelabuhan ini,” ujar Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, Senin (20/9) di Tanjungpinang.
Sementara itu, Zainudin, warga Batam memberikan apresiasi atas pelayanan yang disuguhkan oleh Pelindo 1 Cabang Tanjungpinang, sebagai pengelola Pelabuhan SBP Tanjungpinang. Menurutnya, banyak perubahan yang sudah dilakukan oleh perusahaan tersebut. Karena kini, Pelabuhan SBP Tanjungpinang sudah tidak semeraut lagi.
“Sudah ada berbagai fasilitas pendukung. Tentu ini akan meningkatkan standar pelayanan di pelabuhan ini menjadi lebih baik lagi. Apalagi ditengah pandemi ini, Pelabuhan SBP benar-benar menerapkan protkes yang ketat untuk menekan penyebaran Covid-19,” ujar Zainuddin ditemui di Pelabuhan SBP Tanjungpinang, Senin (20/9)
Bertekad Tingkatkan Pelayanan Prima
Pada 2018 lalu, Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang menyabet predikat Prima Utama dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Lantaran dinilai menjadi pelabuhan terbaik yang sudah ditetapkan sebagai pilot project nasional di bidang kepelabuhanan.
“Predikat Prima Utama adalah penghargaan tertinggi dari Kemenhub. Yakni dalam bidang Pelayanan Publik Sektor Transportasi Tahun 2018. Tentu raihan tersebut menjadi spirit untuk kita meningkatkan pelayanan lebih baik lagi,” ujar GM Pelindo 1 Cabang Tanjungpinang, Yusrizal.
Dijelaskannya, terpilihnya Pelabuhan SBP, Tanjungpinang tentunya tidak lepas dari terbosan-terobosan yang sudah dilakukan Pelindo 1 Cabang Tanjungpinang. Mulai dari penerapan non tunai yang terdiri dari e-Berthing (pelayanan tambat kapal secara online), e-pass (pas masuk elektronik), e-parking.
“Selain juga adalah penerapan e-ticketing. Terobosan yang dilakukan Pelindo 1 Cabang Tanjungpinang adalah upaya untuk selalu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” jelasnya.
Disebutkannya, kapasita Pelabuhan SBP Tanjungpinang, baik domestik maupun internasional adalah sebanyak 1.600 penumpang. Yakni terdiri dari 600 penumpang untuk ruang tunggu domestik. Kemudian ruang tunggu dermaga sebanyak 350 orang. Sementara itu, untuk daya tampung ruang tunggu internasional sebelum cap paspor sebanyak 350 orang.
“Sedangkan setelah cap paspor sebanyak 400 orang. Besarnya daya tampung tersebut, tentunya tidak lepas dari sibuknya aktivitas di Pelabuhan SBP Tanjungpinang. Namun karena kondisi pandemi, tentu aktivitas tidak sesibuk pada situasi normal,” jelasnya lagi.
Ditegaskannya, juga, pihaknya menjamin keamanan bagi pengguna jasa pelabuhan di SBP Tanjungpinang. Selain didukung dengan sekuriti kawasan pelabuhan, juga dilengkapi dengan sejumlah Closed Circuit Television (CCTV). Kemudian dalam hal, turun naik penumpang juga diatur ketertibannya.
“Komitmen kami adalah untuk memberikan yang terbaik. Karena ketika masyarakat sebagai pengguna jasa pelabuhan merasa aman dan nyaman, tentu satu kebanggan bagi kami,” tutup Yusrizal.
Terpisah, Legislator DPRD Provinsi Kepri utusan Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang, Rudy Chua mengatakan Pelabuhan SBP Tanjungpinang adalah wajah Ibu Kota Provinsi Kepri. Politisi Partai Hanura tersebut mengharapkan, Pelindo 1 Cabang Tanjungpinang sebagai pengelola pelabuhan benar-benar berkomitmen untuk memberikan yang terbaik.
“Selain soal pelayanan, tentu keindahan pelabuhan menjadi salah satu nilai. Sehingga tidak diperguncingkan orang, apakah wisatawan yang datang untuk keperluan bisnis dan sebagainya,” ujar Rudy Chua.
Pelindo 1 Cabang Tanjungpinang Siap Berintegrasi
Asisten Manajer Pelayanan Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) PT Pelindo Tanjungpinang, Raja Junjungan Nasution mengatakan rencana besar pemerintah melakukan integrasi (penggabungan) BUMN Pelabuhan yakni PT Pelabuhan Indonesia I, II, III, dan IV dalam suatu entitas tunggal disambut baik Pelindo 1 Cabang Tanjungpinang.
“Integrasi Pelindo ini akan menciptakan sinergi BUMN Pelabuhan dengan standarisasi operasional untuk meningkatkan efisiensi logsitik nasional,” ujar Raja Junjungan Nasution, Senin (20/9)
Menurutnya, kebijakan pemerintah melakukan integrasi Pelindo adalah untuk meningkatkan konektivitas nasional dan standarisasi pelayanan pelabuhan, layanan logistik yang terintegrasi, serta meningkatkan skala usaha dan penciptaan nilai BUMN Layanan Pelabuhan melalui keunggulan operasional serta komersial dan keuangan.
Skema integrasi BUMN Pelabuhan dipilih karena mempertimbangkan beberapa faktor antara lain potensi penciptaan nilai yang efisien dan terkoordinasi secara sistematis, fokus kompetensi yang dimiliki saat ini, tingkat disrupsi yang tidak terlalu tinggi karena terdapat penyesuaian sinergi secara bertahap dari business as usual. Selain itu, cost of fund dapat dioptimalkan dengan sebagai entitas yang lebih besar dan kuat, entitas penerima penggabungan (surviving entity) bisa mengelola aset lebih baik dan efisien, serta penggabungan ini bisa segera diwujudkan karena bisnis yang dimiliki serupa.
“Nantinya dengan integrasi ini akan ada pengelompokan atau klaster untuk kegiatan bisnis sejenis, yang akan dibagi menjadi empat, yaitu petikemas, nonpetikemas, logistik, serta marine and equipment. Dengan adanya klaster bisnis ini diharapkan nantinya untuk setiap kegiatan ini memiliki layanan dan performansi yang sama sehingga mampu mengelola asset lebih efisien dan menurunkan biaya logistik,” jelasnya.(jpg)
batampos.co.id – Ustad Abu Syahid Chaniago diserang orang tak dikenal saat sedang ceramah di Masjid Baitussyakur Kota Batam, Senin (20/9/2021).
Berdasarkan informasi yang didapatkan batampos.co.id, diketahui peristiwa terjadi sebelum salat dzuhur sekitar pukul 11.15 WIB.
Pria yang belum diketahui identitasnya tersebut diketahui masuk ke masjid dari arah pintu salah satu restoran cepat saji di kawasan tersebut.
Saat itu jamaah yang didomiasi oleh ibu-ibu sedang serius mendengarkan tausyiah dari ustadz Abu Syahid.
Tidak lama kemudian datang seorang laki-laki yang hendak memukul ustad Abu Syahid. Melihat gelagat tersebut ustad Abu Syahid langsung berlari menjauh.
Pria yang diduga melakukan penyerangan terhadap Ustad Abu Syahid Chaniago di Masjid Baitussakur, Kota Batam saat diamankan di kantor polisi. Foto: Istimewa
Namun ustad Abu Syahid terjatuh karena kakinya tersangkut baju gamis yang dikenakannya.
Pelaku lantas memukul ustad Abu Syahid. Melihat hal itu para jamaah langsung bergerak cepat untuk membantu ustad Abu Syahid.
Kapolsek Batu Ampar, AKP Salahuddin, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya juga sudah mengamankan pelaku.
Namun, ia tidak dapat memberikan informasi lebih banyak terkait kejadian tersebut.
“Kita hanya sebatas mengamankan saja dan sudah kita limpahkan ke Polres,” katanya.
Perwira pertama kepolisian tersebut juga belum dapat memberikan penjelasan apa modus dari penyerangan terhadap ustad Abu Syahid.
“Kita hanya sebatas mengamankan saja dan sudah kita limpahkan ke Polres,” paparnya.(*/esa)