Senin, 25 Mei 2026
Beranda blog Halaman 9153

15 Nasabah Bank di Batam Jadi Korban Skimming

0

batampos.co.id – Sindikat pembobol uang nasabah bank dengan menggunakan teknik skimming yang beraksi di Batam dalam satu tahun ini ternyata sudah membobol puluhan rekening, 15 di antaranya nasabah bank swasta di Batam.

”Dari puluhan rekening nasabah itulah mereka berhasil menggasak uang senilai Rp 2 miliar dalam kurun waktu setahun beraksi,” ujar Wakasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Juwita Oktaviani, Selasa (12/10).

Baca Juga: WNA Dalangi Pembobolan PIN ATM di Batam

Juwita menambahkan, sekitar 15 rekening yang sudah dibobol di Batam itu mayoritas dari bank swasta. ”Jadi (15 rekening), itu data dari pihak bank swasta. Mereka melihat transaksi yang mencurigakan,” ujar Juwita di Mapolresta Barelang, kemarin.

Sejauh ini pihaknya baru menerima satu laporan dari pihak bank. Rata-rata nasabah bank tersebut tak mengetahui rekeningnya dibobol. ”Biasanya, masing-masing rekening itu diambil Rp 30 juta, dan nasabah itu tidak mengetahui uangnya hilang,” ungkapnya.

Juwita menambahkan, hingga saat ini, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang menjadi otak pembobolan, yakni Warga Negara Asing (WNA) berkewarganegaraan Amerika berinisial J. J. Dia merupakan pembobol data nasabah yang kemudian dikirim kepada rekannya, ZN (WN Sri Lanka), dan JP (warga Batam).

”Kami masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. Belum diketahui apakah pelaku di Indonesia atau tidak,” ujarnya.

Diberiatakan, Satuan Reserse Kriminal Polresta Barelang berhasil membongkar sindikat pencurian dengan modus skimming atau pembobolan data nasabah bank. Pembobolan ini dilakukan dua orang yang merupakan Warga Negara Asing (WNA) dan Warga Negara Indonesia (WNI).

Kedua pelaku yakni ZN, 51, Warga Negara Sri Lanka yang diamankan di Jakarta. Kemudian, JP, 42, warga Batuaji. Keduanya juga merupakan resedivis kasus yang sama dan bersamaan mendekam di LP Cibinong, Jawa Barat (*/jpg)

Dukung Mahasiswa Berwirausaha, Pemerintah Siapkan Modal Kerja

0
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

batampos.co.id – Semua negara berupaya untuk bangkit dari pandemi dan ini mendorong pemulihan ekonomi terjadi di berbagai negara. Di Indonesia, indikator utama perekonomian mengonfirmasi kinerja pemulihan yang terus menunjukkan prospek perbaikan. Diperkirakan keseluruhan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021 bisa mencapai 3,7 persen sampai 4,5 persen.

“Dampak pengetatan PPKM di bulan Juli 2021 bersifat sementara. Ini terlihat dari kembalinya ekspansi aktivitas PMI manufaktur bulan September di angka 52,2,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Sosialiasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Goes to Campus, secara virtual pada Selasa (12/10). Acara tersebut diikuti oleh para mahasiswa dan akademisi dari Universitas Telkom, PKN STAN, Universitas Binawan, dan Politeknik STIA LAN Jakarta.

Di masa pandemi, UMKM terbukti menjadi critical engine yang berperan besar dalam pemulihan ekonomi nasional. Untuk itu, Pemerintah terus berupaya merumuskan kebijakan strategis bagi UMKM untuk mewujudkan kesejahteraan dan pemerataan yang salah satunya meningkatkan akses pembiayaan dengan menerbitkan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial atau rasio kredit UMKM bagi perbankan.

Pemerintah melalui ketentuan ini memperluas cakupan pembiayaan kredit UMKM dengan memperhatikan keahlian dan model bisnis bank, di antaranya pembiayaan yang dapat dilakukan langsung melalui rantai pasok, lembaga jasa keuangan, pembelian surat berharga, dan pembiayaan lainnya yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

Guna mempercepat pemulihan UMKM di masa pandemi, Pemerintah meningkatkan plafon KUR sebanyak dua kali di tahun 2021, yang pertama sebesar 220 triliun rupiah ke 253 triliun rupiah, dan terakhir ditingkatkan menjadi 285 triliun rupiah.

“Besarnya perhatian terhadap UMKM tidak hanya terwujud dalam pemberian suku bunga KUR yang rendah, tetapi juga ada tambahan subsidi bunga dari 6 persen menjadi 3 persen di tahun 2021. Ini juga diikuti dengan persyaratan yang dipermudah dan Kredit Tanpa Agunan dinaikkan dari 50 juta rupiah menjadi 100 juta rupiah,” jelas Menko Airlangga.

Pemerintah juga melakukan relaksasi KUR, termasuk penundaan angsuran pokok KUR, perpanjangan jangka waktu dan tambahan limit plafon KUR serta relaksasi persayaratan administrasi.

Sejalan dengan penerapan stimulus terhadap UMKM melalui KUR untuk menguatkan ekonomi nasional di masa pandemi, Menko Airlangga mengatakan diperlukan juga dorongan dari berbagai stakeholders, di antaranya dengan melibatkan akademisi.

“Kegiatan sosialiasi KUR kepada Universitas atau Perguruan Tinggi diharapkan dapat mengoptimalisasi pusat-pusat pengembangan inkubasi bisnis di lingkungan kampus yang dapat didukung melalui pembiayaan KUR,” tutur Airlangga.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa untuk menyerap tenaga kerja dan dalam jangka panjang menjadikan Indonesia menjadi negara maju, Indonesia harus bisa menciptakan para wirausahawan muda.

“Untuk mendukung mahasiswa berwirausaha, Pemerintah mendukung dengan cara menyediakan modal kerja. KUR ini perlu dikenalkan kepada mahasiswa karena sebagian besar mahasiswa yang berwirausaha memulai usahanya dari skala UMKM,” kata Deputi Iskandar.

Pemerintah mengharapkan pemuda yang sebagian besar berasal dari mahasiswa di kampus bisa menjadi wirausahawan baru dan Pemerintah menargetkan di tahun 2024 mencapai 3,9 persen wirausahawan baru yang berasal dari pemuda.

“Sosialisasi KUR kepada akademisi hari ini diharapkan bisa dilakukan sebagai perwujudan kolaborasi antara Pemerintah dengan lembaga penyalur KUR. Semoga UMKM dapat naik kelas. Dan upaya ini utamanya diharapkan dapat membangkitkan UMKM di pasca pandemi Covid-19,” pungkas Menko Airlangga. (*/)

Wali Kota Kena Denda Rp 25 Juta karena Langgar Prokes

0

batampos.co.id – Gara-gara terlibat dalam acara gowes berjamaah di Pantai Kondang Merak, Kabupaten Malang, pada 3 September lalu, Wali Kota Malang Sutiaji harus menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring) di Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen Selasa (12/10).

Dalam sidang tersebut, hakim tunggal Farid Zuhri memvonis Sutiaji dengan denda Rp 25 juta atau 15 hari kurungan. Orang nomor satu di Malang itu terbukti melanggar aturan tentang PPKM dan peraturan gubernur (pergub) tentang protokol kesehatan.

Bukan hanya Sutiaji, hakim juga memvonis Sekretaris Daerah Kota (Sekkota) Erik Setyo Santoso dan Kabag Umum Arif Satyawan. Mereka dijatuhi hukuman membayar denda masing-masing Rp 15 juta dan Rp 10 juta.

”Ada tiga putusan hari ini (kemarin, Red). Selain Pak Sutiaji, ada juga Sekkota Erik Setyo Santoso dan Kabag Umum Pemkot Malang Arif Tri Satyawan. Ketiganya dianggap bersalah melanggar prokes sesuai dengan pergub pasal 49,” ungkap Humas PN Kepanjen, Kabupaten Malang, Aulia Reza, seusai sidang putusan kemarin.

Menanggapi putusan hakim pada sidang kemarin siang, Wali Kota Malang Sutiaji menerima dan legawa. ”Kami ikuti prosedurnya. Apa yang sudah diputuskan ya kami terima,” ujar Sutiaji.

Saat ditanya, Sutiaji menyatakan bahwa tidak adayangdirugikandalamputusantersebut. ”Nggak ada yang dirugikan. Kami terima putusannya,” tandas Sutiaji. (jpg)

Bobol Rekening Nasabah, Petani dan Kuli Bangunan Raup Rp 2 M

0

batampos.co.id – Subdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya megungkap kasus ilegal akses terhadap 14 rekening milik nasabah Bank BTPN. Dalam kasus ini, polisi telah menangkap 2 tersangka berinisial D dan O.

“Kasus akses ilegal ke Bank BTPN yang korbannya 14 orang nasabah bank yang merasa tidak melakukan transaksi tapi isi rekeningnya dipindahkan ke para tersangka,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (13/10).

Yusri menuturkan, sindikat itu beraksi sejak Juni 2021. Para tersangka menawarkan sejumlah penawaran produk Jenius melalui telepon ke para nasabah Bank BTPN.

“Tersangka mengaku staf Jenius atau bank BTPN. Korban terpengaruh mengikuti petunjuk pelaku dengan mengirimkan daftar login yang ada di dalam link tersebut harus diisi data nasabah dan kode OTP,” imbuhnya.

Dengan cara seperti itu, pelaku berhasil mendapat data pribadi milik korban. Lalu digunaka pelaku untuk menguras habis uang di rekening korban. Selama beroperasi, sindikat itu telah meraup untung sekitar Rp 2 miliar.

Saat ini penyidik masih memburu 2 pelaku lainnya yang berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO). “Dua tersangka yang diamankan pekerjaanya ada petani dan serabutan tapi dia punta keahlian di bidang IT. Masih ada dua DPO ini dia tukang bangunan,” ujar Yusri.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 30 jo Pasal 46 jo Pasal 32 Jo Pasal 48 Jo Pasal 35 Jo Pasal 52 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Kemudian, Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Api. Mereka terancam pidana sampai dengan 12 tahun penjara. (*/jpg)

Segini Biaya Pembangunan Auto Gate di Pelabuhan Batu Ampar

0

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus melakukan peningkatan pembangunan di Pelabuhan Batu Ampar, salah satunya adalah auto gate system.

Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Syahril Japarin mengatakan pembangunan fisik untuk Gerbang Masuk Pelabuhan Batu Ampar telah terealisasi 80 persen.

“Dalam kurun waktu akhir Oktober kita akan siap untuk pemasangan software. Kita berharap dengan pembangunan ini, Pelabuhan Batu Ampar dapat menjadi salah satu Pelabuhan Percontohan di Indonesia, khususnya Kota Batam,” ujar melalui pernyataan tertulis yang diterima batampos.co.id, Rabu (13/10/2021).

Ia menjelaskan, BP Batam mengelontorkan anggaran Rp6.080.457.005,20 untuk pembangunan autogate system di Pelabuhan Batu Ampar.

Pembanguna dilakukan selama 120 hari kalender dengan kontraktor pelaksana PT. Royal Unions serta konsultan supervisi PT. Ganesha Geo Solusi.

Maket pintu masuk Pelabuhan Batu AMpar. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

Auto Gate System merupakan fasilitas pelabuhan yang menggunakan sistem otomatis.

Sehingga pengguna jasa yang akan masuk dan keluar dari area pelabuhan akan terekam secara otomatis di sistem tanpa perlu mengantre, yang kerap menyebabkan kemacetan di ruas jalan Batu Ampar.

“Peninjauan Auto Gate System Batu Ampar ini dalam rangka menyempurnakan peluncuran Batam Logistic Ecosystem (BLE) yang rencananya akan rampung pada akhir bulan Oktober,” ujar Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, Selasa (12/10/2021).

Muhammad Rudi, menambahkan, jika penyempurnaan sistem BLE selesai pada akhir Oktober, maka dapat difungsikan dengan sempurna untuk pemeriksaan keluar masuk barang secara otomatis yang terintegrasi dengan sistem Bea Cukai.

Batam Logistic Ecosystem (BLE) sebelumnya telah diluncurkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman pada Maret 2021 lalu, nantinya BLE ini digunakan untuk kegiatan layanan ship to ship/Floating Storage Unit (FSU) dan layanan kegiatan penataan logistik.

Sehingga dapat memberikan kemudahan bagi pengguna jasa agar lebih efisien dalam pengisian data dan berimplikasi pada penurunan biaya logistik di Pelabuhan Batu Ampar.

BLE yang merupakan bagian dari National Logistics Ecosystem (NLE) ini menjadi wadah yang mempertemukan komunitas logistik.

Platform ini memfasilitasi importir dan eksportir untuk dapat melihat dan memilih harga dan kualitas atas ketersediaan truk, vessel, dan warehouse dalam satu aplikasi, dari hulu hingga hilir.

Tak hanya itu, pelayanan berbasis online pada Pelabuhan Batu Ampar dapat menggunakan aplikasi B-SIMS (BP Batam Seaport Information Management System) yang terintegrasi dengan Auto Gate System dan Tempat Penimbunan Sementara (TPS) Online, yang juga bagian dari BLE, bertujuan untuk mempercepat alur masuk dan keluar barang di Pelabuhan.

B-SIMS juga terintegrasi dengan system TPS Online milik Bea Cukai sehingga pengguna jasa dapat melacak informasi lokasi kontainer yang ditimbun di TPS Pelabuhan Batu Ampar.

“Pembangunan Pelabuhan Batu Ampar ini harus segera kita selesaikan, dalam mewujudkan Pelabuhan Batu Ampar berdaya saing Internasional,” Tutur Muhammad Rudi.

Adapun progres pembangunan Pelabuhan Batu Ampar diantaranya, pemasangan rangka baja gerbang, pengecoran sirkulasi alur keluar masuk, pekerjaan drainase kawasan gerbang, pembangunan pos jaga dan pemasangan instalasi jalur kabel fiber optik.(*/esa)

Darurat Covid-19 di Singapura, Perawat Mulai Kelelahan

0

batampos.co.id – Para tenaga kesehatan khususnya perawat di Singapura mulai kelelahan karena lonjakan kasus Covid-19. Rumah sakit telah diminta untuk menunda operasi dan janji yang kurang mendesak untuk lebih memprioritaskan pasien Covid-19.

Lebih banyak pasien yang harus dirawat, membuat nakes bekerja lembur dan dipanggil untuk bertugas pada hari libur. Tidak ada waktu untuk istirahat sehingga menimbulkan kelelahan dan rasa jenuh. Inilah yang dialami banyak petugas kesehatan di rumah sakit sejak kasus Covid-19 lokal meningkat menjadi ribuan setiap hari mulai pertengahan September.

Salah satu perawat, Anne (bukan nama sebenarnya), mengungkapkan bahwa jumlah pasien terinfeksi yang harus dipantaunya di bangsal Covid-19 Rumah Sakit SingHealth meningkat dua kali lipat. Pada Juli dan awal Agustus, perempuan 24 tahun itu dan rekannya merawat 6 pasien sekaligus. Sekarang, mereka menjaga 12 pasien sekaligus.

“Kami bahkan tidak punya waktu untuk istirahat. Saya hanya mendorong masuk dan kadang-kadang bahkan tidak ke toilet,” katanya.

Menteri Senior Negara untuk Kesehatan Singapura Janil Puthucheary mengatakan kepada Parlemen bahwa hampir 400 petugas kesehatan telah dinyatakan positif Covid-19. Cathy, mantan ahli teknologi jantung di Rumah Sakit Tan Tock Seng (TTSH), mengatakan ketika seseorang diduga tertular Covid-19, itu berarti lebih dari separo departemen harus dikarantina.

Mereka yang menerima peringatan risiko kesehatan harus segera mengisolasi diri dan menggunakan antigen. Mereka dapat melanjutkan aktivitas normal jika hasil tes negatif, tetapi harus terus memakai antigen setiap hari selama minggu berikutnya.

Perawat Belinda yang berusia 20-an tahun dan bekerja di bangsal isolasi mengatakan saat ini tugasnya sangat melelahkan. Pasien lebih lemah dan lebih sakit serta kondisi lebih darurat.

Kepala perawat TTSH Hoi Shu Yin mengatakan karena rumah sakit telah berjuang melawan tiga hingga empat gelombang infeksi selama hampir dua tahun, para perawat kini mulai kelelahan. Ia berharap jumlah perawat bisa ditambah.

Kementerian Kesehatan (MOH) Singapura mengatakan pekan lalu bahwa waktu tunggu di rumah sakit umum, dari unit gawat darurat (ED) hingga penerimaan pasien non-Covid-19, telah meningkat sebesar 34 persen dari Juli hingga bulan lalu. Mereka secara bertahap dirujuk ke rumah sakit umum.

Tingkat dan jumlah kematian di Singapura meningkat lebih dari dua kali lipat dalam sebulan terakhir dibandingkan dengan periode Maret tahun lalu hingga Agustus tahun ini. Selama sebulan terakhir, ada lebih dari 100 kematian terkait dengan Covid-19. (jpg)

Pelabuhan Batu Ampar Berdaya Saing Internasional

0

batampos.co.id – Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, meninjau progres kesiapan pembangunan Gerbang Masuk Terminal Batu Ampar yang terintegrasi dengan Auto Gate System, yang merupakan bagian dari Batam Logistic Ecosystem (BLE), Selasa (12/10/2021).

Auto Gate System sendiri merupakan fasilitas pelabuhan yang menggunakan sistem otomasi sehingga pengguna jasa yang akan masuk dan keluar dari area pelabuhan akan terekam secara otomatis di sistem tanpa perlu mengantre, yang kerap menyebabkan kemacetan di ruas jalan Batu Ampar.

“Peninjauan Auto Gate System Batu Ampar ini dalam rangka menyempurnakan peluncuran Batam Logistic Ecosystem (BLE) yang rencananya akan rampung pada akhir bulan Oktober,” ujarnya.

Muhammad Rudi, menambahkan, jika penyempurnaan sistem BLE selesai pada akhir bulan Oktober, maka dapat difungsikan dengan sempurna untuk pemeriksaan keluar masuk barang secara otomatis yang terintegrasi dengan sistem Bea Cukai.

Maket pintu masuk Pelabuhan Batu AMpar. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

Batam Logistic Ecosystem (BLE) sebelumnya telah diluncurkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman pada Maret 2021 lalu.

Nantinya BLE ini digunakan untuk kegiatan layanan ship to ship/Floating Storage Unit (FSU) dan layanan kegiatan penataan logistik.

Sehingga dapat memberikan kemudahan bagi pengguna jasa agar lebih efisien dalam pengisian data dan berimplikasi pada penurunan biaya logistik di Pelabuhan Batu Ampar.

BLE yang merupakan bagian dari National Logistics Ecosystem (NLE) ini menjadi wadah yang mempertemukan komunitas logistik.

Platform ini memfasilitasi importir dan eksportir untuk dapat melihat dan memilih harga dan kualitas atas ketersediaan truk, vessel, dan warehouse dalam satu aplikasi, dari hulu hingga hilir.

Tak hanya itu, pelayanan berbasis online pada Pelabuhan Batu Ampar dapat menggunakan aplikasi B-SIMS (BP Batam Seaport Information Management System) yang terintegrasi dengan Auto Gate System dan Tempat Penimbunan Sementara (TPS) Online, yang juga bagian dari BLE, bertujuan untuk mempercepat alur masuk dan keluar barang di Pelabuhan.

B-SIMS juga terintegrasi dengan system TPS Online milik Bea Cukai sehingga pengguna jasa dapat melacak informasi lokasi kontainer yang ditimbun di TPS Pelabuhan Batu Ampar.

“Pembangunan Pelabuhan Batu Ampar ini harus segera kita selesaikan, dalam mewujudkan Pelabuhan Batu Ampar berdaya saing Internasional,” tuturnya.

Adapun progres pembangunan Pelabuhan Batu Ampar diantaranya, pemasangan rangka baja gerbang, pengecoran sirkulasi alur keluar masuk, pekerjaan drainase kawasan gerbang, pembangunan pos jaga dan pemasangan instalasi jalur kabel fiber optik.

Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Syahril Japarin, mengatakan, pembangunan fisik untuk Gerbang Masuk Pelabuhan Batu Ampar telah terealisasi 80 persen dan dalam kurun waktu akhir Oktober akan siap untuk pemasangan software.

“Kita berharap dengan pembangunan ini, Pelabuhan Batu Ampar dapat menjadi salah satu Pelabuhan Percontohan di Indonesia, khususnya Kota Batam,” ujarnya.

Proyek dengan nilai kontrak Rp. 6.080.457.005,20 ini, dalam waktu pelaksanaannya memakan waktu selama 120 hari kalender dengan kontraktor pelaksana PT. Royal Unions serta konsultan supervisi PT. Ganesha Geo Solusi.

Turut hadir mendampingi peninjauan tersebut, Direktur Badan Usaha Pelabuhan BP Batam, Dendi Gustinandar, Kepala Pusat Perencanaan Program Strategis BP Batam, Fesly Abadi Paranoan, dan Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait.(*)

Premium Dihapus, Ini Kata Pertamina

0

batampos.co.id – Pertamina membantah informasi yang beredar
mengenai penghapusan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium. Perusahaan pelat merah itu menegaskan, sampai saat ini masih menyediakan dan menyalurkan premium sebagaimana penugasan dari pemerintah.

“Sesuai ketentuan yang ada, Pertamina masih menyalurkan premium di SPBU. (Penghapusan premium) itu info dari mana?” kata Sales Branch Manager PT Pertamina Kepri, William Handoko, Selasa (12/10/2021).

Ia menjelaskan, kuota BBM jenis premium diatur langsung Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Dimana, besaran kuota yang diberikan itu langsung ke setiap SPBU, bukan lagi per wilayah.

Dengan kata lain, setiap SPBU mempunyai kuotanya masing-masing dan kuota itu harusnya mencukupi untuk satu tahun.

Namun yang terjadi saat ini, kata William, BBM jenis premium banyak dibeli pengecer maupun pelangsir.

Sehingga menyebabkan antrean yang panjang di SPBU dan muncul permasalahan premium yang selalu habis di SPBU.

“Setelah kami dapatkan inti permasalahannya, ternyata masalahnya bukan kuota. Tapi ya itu, banyak yang tidak pas peruntukannya. Makanya kami bersama Pemerintah Kota Batam akan berkomunikasi dan evaluasi lagi untuk menyusun strategi menyelesaikan masalahnya seperti apa,” katanya.

Menurut William, izin penjualan BBM jenis premium tertuang di dalam SK BPH Migas, termasuk mengenai kuota yang diberikan kepada setiap SPBU.

“Cuma itulah, balik lagi. Misalnya kami mau kasih semua (SPBU) premium, tapi yang menikmati tidak sesuai peruntukannya, buat apa?” tuturnya.

Ia mengatakan, untuk penghentian penjualan premium itu berkaitan dengan pemberlakuan program Langit Biru dari Pertamina.

Dimana, untuk menjalankan program Langit Biru perlu dukungan
dari pemerintah daerah untuk menjalankannya.

Program langit biru ini, merupakan upaya dari Pertamina untuk mengajak masyarakat merasakan langsung penggunaan BBM dengan kualitas yang lebih baik dalam rangka meningkatkan kualitas lingkungan dengan udara yang bersih dan sehat.

Dengan program ini, harga BBM jenis pertalite akan disamakan dengan harga BBM jenis premium selama 6 bulan.

Kemudian, setelah 6 bulan harga pertalite kembali ke semula
dan premium dihapus.

“Kita sekarang sangat perlu sekali dukungan dari pemerintah. Karena kita tidak bisa serta merta membuat kebijakan. Tentunya, kita harus koordinasi dan perlu dukungan dari pemerintah sambil kita tetap memperhatikan aspek kebutuhan masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, Pertamina sudah berkoordinasi dan berkomunikasi langsung dengan Pemerintah Kota Batam untuk memberlakukan Program Langit Biru.

Namun, koordinasi itu belum selesai dan perlu adanya pembahasan lebih lanjut.

Sebab, Pertamina tidak mau terburu-buru karena pemberlakuan program Langit Biru itu akan dilihat dari aspek kebutuhan masyarakat dan faktor lainnya.

“Di beberapa daerah sudah diberlakukan program Langit Biru seperti di Sumbar, Riau, Medan dan beberapa daerah lainnya. Itu sudah tidak menjual premium lagi. Sementara untuk di Kepri, itu sudah dijalankan di Bintan dan Tanjungpinang. Program itu selama ini lancar,” katanya.

Sebelumnya, beredar informasi yang menyebut premium tak akan dijual lagi di berbagai SPBU di Batam.

Terlebih, beberapa SPBU yang sebelumnya menjual premium, menyatakan bakal berhenti menjual premium.

Di banyak SPBU lain, pompa pengisian BBM jenis premium juga ditiadakan dan diganti BBM jenis lain, baik itu pertalite maupun pertamax.(jpg)

Ini Jadwal Terbaru Keberangkatan Kapal Ferry di Pelabuhan Domestik Sekupang

0

batampos.co.id – Arus penumpang di Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS) terpantau stabil dan belum ada peningkatan.

PLH Kepala Satuan Kerja PDS, Dirman, menyebutkan, ada 15 trip kapal yang dijadwalkan beroperasi ke berbagai pulau pada Selasa (12/10/2021).

”Ya, penumpang masih stabil dan belum ada peningkatan,” katanya.

Namun, bila dibandingkan dengan beberapa waktu lalu, jumlah penumpang di PDS sedikit mengalami kenaikan.

Hal ini tidak terlepas dari adanya kebijakan penghapusan antigen sebagai syarat perjalanan dalam provinsi.

”Kalau sebelum ini di angka 600 sampai 700-an orang penumpang. Sebagian besar tujuan ke Karimun,” terangnya

Dirman menambahkan, kebijakan penghapusan tes antigen sudah mulai dijalankan sejak Selasa (5/10/2021) lalu.

Dimana, tes antigen ditiadakan bagi penumpang yang akan berangkat antarpulau dalam provinsi.

Namun begitu, mereka tetap diwajibkan sudah divaksin dosis kedua.

”Ya wajib dosis kedua, kalau masih dosis pertama tetap harus tes antigen,” tuturnya.

Sementara itu, bagi tujuan luar provinsi seperti Dumai, lanjutnya, masih diwajibkan rapid tes antigen sebagai syarat utama keberangkatan.

Di samping calon penumpang juga sudah divaksin minimal dosis pertama. Adapun, 15 trip kapal yang berangkat kemarin adalah:

Kapal Dumai Line tujuan Tanjung Balai Karimun-Tanjung Samak, Selat Panjang, Revan, Bengkalis, Dumai berangkat pukul 07:00 WIB.

Kapal Dumai tujuan Tanjungbalai Karimun berangkat pukul 07:30 WIB. Kapal Batam Jet tujuan Tanjungbalai Karimun, Selat Panjang berangkat pukul 07:30 WIB.

Kapal Ocean Baru 2 tujuan Kuala Enok, Urung, Sungai Guntung berangkat pukul 07:30 WIB.

Kapal Polewali Exp 2 tujuan Urung, Tanjung Batu, berangkat pukul 09:15 WIB. Kapal Rahmat Jaya tujuan Moro, Durai, Sungai

Guntung, Tembilahan, berangkat pukul 09:30 WIB. Kapal Ricko tujuan Sungai Gantung, Moro, Durai berangkat pukul 09:00 WIB.

Kapal Karunia Jaya 10 tujuan Dabo Singkep berangkat pukul 10:00 WIB.

Kapal Mega Fajar tujuan Moro, Durai, berangkat pukul 10:30 WIB. Kapal Dumai Line tujuan Tanjung Balai Karimun, berangkat pukul 10:30 WIB.

Kapal Mikonatalia tujuan Tanjungbalai Karimun berangkat pukul 12:15 WIB. Kapal Era Mandiri tujuan Tanjung Batu, Sungai Guntung berangkat pukul 12:30 WIB.

Kapal Dumai tujuan Tanjung Balai Karimun berangkat pukul 14:30 WIB. Kapal Carorina tujuan Durai, Sungai Guntung berangkat
pukul 15:00 WIB.

Kemudian, Kapal Mikonatalia tujuan Tanjungbalai Karimun, berangkat pukul 16:15 WIB.(jpg)

Oknum Polisi Divonis 10 Tahun, Ini Kasusnya…

0

batampos.co.id – KIN, oknum polisi yang bertugas di Polres Tanjungpinang, divonis 10 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Batam, kemarin.

Ia dinilai terbukti secara sah dan menyakinkan menjadi perantara 100 gram narkoba jenis sabu.

Atas vonis itu, KIN pun menerima, apalagi hukuman yang dijatuhkan majelis hakim yang dipimpin hakim Indryani itu, lebih ringan dari tuntutan jaksa.

Dimana, dalam agenda sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mega, menuntutnya 14 tahun penjara, serta denda Rp 1 miliar, yang apabila tak dibayar diganti kurungan 6 bulan.

Dalam amar putusan, hakim Indri mengatakan majelis hakim sependapat dengan JPU. Yang mana, terdakwa KIN terbukti pada dakwaan primer melanggar pasal 114 jo 132 ayat 2 UU Narkotika
Tahun 2009.

Pembuktiaan itu setelah melihat fakta-fakta persidangan, mulai dari keterangan saksi, hingga keterangan terdakwa.

Namun, sebelum menjatuhkan hukuman, majelis hakim punya pertimbangan hal yang memberatkan dan meringankan.

Hal yang memberatkan, terdakwa seorang anggota polisi dan tidak memberikan contoh yang baik, terdakwa tidak mengikuti program pemerintah dalam hal penberantasaan narkotika, serta dap t merusak generasi bangsa.

Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan dan menyesali.

”Karena unsur pasal telah terpenuhi, maka sudah seharusnya terdakwa dijatuhi hukuman sesuai dengan perbuatannya. Menjatuhkan hukuman terhadap KIN (menyebut nama lengkap) dengan 10 tahun penjara, serta denda Rp 1 miliar yang apabila tak dibayar diganti kurungan 3 bulan,” terang Indri menyelesaikan pembacaan surat putusan.

Bersamaan dengan KIN , hakim Indri juga menjatuhkan hukuman yang sama terhadap RRR dengan 10 tahun penjara.

RRR merupakan rekanan KIN yang tertangkap polisi saat membawa sabu di lokasi Mal Pelayanan Publik Batam, pada Maret 2021 lalu.

”Kami terima yang mulia,” ujar KIN dan RRR saat menjalani sidang virtual dari Rutan dan didampingi penasihat hukumnya, Anton, dari PN Batam.

Selain KIN dan RRR, majelis hakim juga menjatuhkan pidana terhadap terdakwa lainnya dalam kasus yang sama, namun berkas terpisah,.

Yakni terhadap MA dan NK. Untuk MA, hakim Indri juga menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara. Sementara untuk NK tinggi, yakni 11 tahun, dikarenakan terdakwa merupakan seorang terpidana yang masih menjalani hukuman.

Hakim juga mengembalikan barang bukti sepeda motor milik terdakwa Agus, yang sempat diminta jaksa untuk dimusnakan dalam tuntutan.

”Saya banding bu hakim, ” ujar NK tegas.

Begitu juga dengan jaksa yang pikir-pikir. Usai mendengar tanggapan terdakwa dan jaksa, sidang pun akhirnya ditutup.

Diketahui, dalam surat dakwaan dijelaskan bahwa Kemal, oknum anggota polisi pada 18 Maret lalu menelpon NK yang ada di Lapas Tanjungpinang.

Ia menanyakan apakah ada sabu dengan istilah nama ”buah”. NK mengatakan buah itu ada, namun lokasi di Batam.

Jika mau, KIN bisa menjemput ke Batam karena tak ada yang mengantar ke Tanjung Pinang.

Untuk setengah ons sabu, NK mengatakan harga sabu itu Rp 20 juta dan ditawar oleh KIN Rp 19 juta, dan mereka pun sepakat.

Dalam komunikasi itu, NK mengatakan bahwa sabu itu ada pada A di Batam.

Antara A dan KIN kemudian membuat lokasi pertemuan, saat itu Kemal berangkat ke Batam bersama RRR.

Namun, sesampainya di lokasi yang telah ditentukan, ketiganya pun ditangkap.

Penangkapan para terdakwa, berawal dari informasi Satnarkoba Polresta Barelang.

Dimana akan ada transaksi narkoba di kawasan Batam Center dengan titik pertemuan di parkiran MPP.(jpg)