Senin, 18 Mei 2026
Beranda blog Halaman 9183

BP Batam Lima Kali Berturut-Turut Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian

0

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam kembali menerima opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam Tahun 2020, pada Selasa (14/9/2021).

Capaian ini merupakan Penghargaan kelima yang diperoleh BP Batam secara berturut-turut dalam kurun waktu lima tahun terakhir sejak tahun 2017.

Penghargaan kali ini diserahkan dalam acara Rakernas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2021, yang mengusung tema “Bangkitkan Ekonomi, Pulihkan Negeri, Bersama Hadapi Pandemi”.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menyampaikan apresiasinya atas kerja keras dan komitmen para pimpinan daerah, kementerian dan lembaga yang telah menyelesaikan Laporan Keuangan Tahun 2020 dari masing-masing instansi.

Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto (kanan) dan Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan, Wahjoe Triwidijo Koentjoro, saat mendengarkan pengarahan dari Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati,. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

Menurutnya, Opini WTP bukan sesuatu yang mudah untuk dicapai di tengah krisis akibat pandemi yang menyebabkan perubahan global, baik dalam kehidupan sosial, ekonomi, beserta implikasinya yang luar biasa dari sisi keuangan.

“Tahun 2020 adalah tahun yang tidak mudah. Mengelola keuangan negara di saat pandemi sangatlah berat karena kita dituntut untuk responsif dan bergerak secara fleksibel dalam prosesnya. Saya berterima kasih kepada para pimpinan kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah yang telah menghadapi tantangan tersebut dengan baik,” ujar Sri Mulyani.

Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) yang meraih opini WTP Tahun 2020 antara lain, sebanyak 84 dari 86 Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga (LKKL) atau 97,7 persen dan satu Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara (LBUN).

Selain itu, 486 dari 542 Pemerintah Daerah atau 89,7 persen meraih opini WTP, terdiri dari 33 Provinsi, 88 Pemerintah Kota, dan 365 Pemerintah Kabupaten di seluruh Indonesia.

Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto, mengatakan, opini WTP berhasil diraih kelima kalinya oleh BP Batam setelah melalui proses pembenahan pengelolaan dari sisi perencanaan, pelaksanaan hingga pelaporan keuangan kepada BPK RI.

“Tentunya ini hasil kerja keras dari seluruh pegawai BP Batam yang berdedikasi penuh untuk mempersiapkan laporan keuangan secara intensif, komprehensif dan profesional,” ujar Purwiyanto.

Adapun rekomendasi dan perbaikan dari BPK RI atas hasil audit laporan keuangan BP Batam, Purwiyanto mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti dan melaporkan perbaikan tersebut kepada Komisi VI DPR RI.

“Sudah lebih dari 50 persen selesai dan kami harap perbaikan-perbaikan tersebut nantinya dapat menjadi acuan persiapan laporan keuangan BP Batam di tahun-tahun berikutnya,” tutup Purwiyanto.

Pertemuan yang dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom ini menghadirkan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati; Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan, Hardiyanto; Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto; Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan, Wahjoe Triwidijo Koentjoro; beserta para pimpinan daerah, kementerian dan lembaga di seluruh Indonesia.(*)

Angka Prevalensi Covid-19 Turun, Gubernur Kepri Apresiasi Seluruh Tim

0
Gubernur Ansar Ahmad memimpin Rapat Evaluasi Penanganan COVID-19 bersama Forkopimda, Senin (13/9). (F.HumasPemprov)

batampos.co.id – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad memimpin rapat evaluasi penanganan Covid-19 di Kepri dan percepatan vaksinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota Se Provinsi Kepulauan Riau serta OPD terkait, Senin (13/9) di Gedung Daerah, Tanjungpinang.

Membuka kata, Gubernur langsung menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta rapat, baik yang hadir secara daring maupun luring karena sejauh ini berkat kerjasama dan kerjakeras semuanya telah berhasil menurunkan angka prevalensi Covid-19 di Kepri.

“Saya perlu apresiasi dan terimakasih kepada  semuanya tanpa terkecuali, karena kita semua telah berhasil menurunkan angka prevalensi covid di Kepri. Dan saat ini Kepri sudah status level 3, dengan kekompakan yang kita bangun ini saya yakin, kita bisa segera masuk level 2,” kata Gunernur.

Meskipun demikian, lanjut Guberur masih ada target yang harus dikejar dalam penanganan Covid-19 di Kepri, yakni target untuk memaksimalkan vaksinasi hingga 100 persen.

Target pemaksimalan vaksinasi ini berkaitan erat dengan rencana program kerka Pemerintah Provinsi Kepri yang akan segera melancarkan kebijakan pemulihan ekonomi, pembelajaran tatap muka (TPM) dan banyak lagi.

Jika melihat capaian vaksinasi, lanjut Gubernur lagi, meskipun di Kepri sudah tergolong baik, namun  harus kembali melakukan vaksinasi masal agar target vaksinasi 100 persen bisa segera terpenuhi.

“Kita jadikan momen HUT Kepri ke-19 ini untuk menggelar vaksinasi masal selama 6 hari, agar target kita bisa segera terpenuhi dan kebijakan kita tentang rencana PTM, pemulihan ekonomi, wisata dan lainnya bisa segera kita laksanakan,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Gunernur juga mengevaluasi data tentang perkembangan Covid-19 di Kepri. Dimulai dari angka masyarakat yang terpapar menurun, tingkat sembuh uang lebih tonggi, BOR rumah sakit yang semakin sedikit, positibe rate yang sangat baik bahkan kauh dinawah standar metetapam WHO.

Dalam rapat ini diisi dengan sesi diskusi yang bertujuan untuk mencari solusi atau formula baru agar penanganan Covid-19 di Kepri bisa lenih dimaksimalkan lagi.(*/jpg)

Sistem Aplikasi KEK Beri Kemudahan Memperoleh Fasilitas Fiskal

0
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (istimewa)

batampos.co.id – Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dilakukan oleh Pemerintah dengan tujuan untuk meningkatkan investasi, ekspor, substitusi impor, menciptakan lapangan pekerjaan, dan membuat model terobosan pengembangan kawasan melalui pengembangan industri dan jasa. Jenis usaha yang disasar yakni industri berdaya saing global, jasa pariwisata bertaraf internasional, jasa pendidikan dan kesehatan, serta ekonomi digital.

Hingga saat ini, Pemerintah telah menetapkan 19 KEK yang terdiri dari 11 KEK Industri dan 8 KEK Pariwisata. Dari 19 KEK tersebut, 12 KEK telah beroperasi dan 7 KEK sedang dalam tahap pembangunan.

Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan Sekretariat Dewan Nasional (Sekdenas) KEK, realisasi investasi dalam Pembangunan Kawasan pada 19 KEK telah mencapai Rp19,52 triliun. Investasi Pembangunan Kawasan tersebut, secara akumulatif meningkatkan kinerja investasi 19 KEK hingga Juli 2021 telah mencapai Rp92,3 triliun dengan realisasi investasi pelaku usaha sebesar Rp32,76 triliun.

Hingga Juli 2021 ini, telah terdapat 166 Pelaku Usaha/Investor yang menanamkan modalnya di KEK dan telah menciptakan lapangan pekerjaan sebanyak 26.741 orang, serta menciptakan ekspor sebesar Rp3,66 triliun pada tahun 2021.

“Sistem Aplikasi KEK yang dibangun dan dikembangkan oleh Lembaga National Single Window (LNSW) berkolaborasi dengan Sekdenas KEK, Direktorat Jenderal Pajak (DJP), dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) memberikan kemudahan bagi Badan Usaha dan Pelaku Usaha dalam memperoleh fasilitas KEK,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan keynote speech dalam acara webinar bertajuk Kebijakan, Implementasi, dan Manfaat Kawasan Ekonomi Khusus Sebagai Strategi Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional, Senin (13/9).

Untuk memperoleh fasilitas fiskal tersebut, Badan Usaha dan Pelaku Usaha di KEK dalam kegiatan pemasukan, perpindahan dan pengeluaran barang wajib menggunakan Sistem Aplikasi di KEK dengan prinsip dokumen tunggal (single document) melalui sistem elektronik, integrasi dengan sistem informasi persediaan berbasis komputer (IT inventory), standardisasi dan pertukaran data Sistem Indonesia National Single Window (SINSW) dengan Sistem Komputer Pelayanan Bea dan Cukai, dan integrasi SINSW dengan sistem perpajakan.

Tercatat pada bulan Agustus 2021, capaian pemanfaatan penggunaan sistem aplikasi KEK antara lain telah dilakukan penginputan Profil Badan Usaha/Pelaku Usaha sebanyak 129 profil, terdapat 11 dokumen pengajuan masterlist dengan nilai barang mencapai Rp740 miliar, dan terdapat 65 dokumen Pengajuan Pemberitahuan Jasa KEK (PJKEK) dengan nilai transaksi jasa mencapai Rp1,21 triliun.

Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota tentu diharapkan memiliki komitmen yang kuat guna mendukung operasionalisasi dalam pengembangan KEK dengan memberikan berbagai fasilitas dan kemudahan agar investasi di KEK dapat berjalan melalui penerbitan Peraturan Daerah sesuai dengan UU Cipta Kerja.

“Selain itu, dibutuhkan komitmen dan profesionalisme Badan Usaha Pembangun dan Pengelolanya, dalam mengelola KEK untuk memenuhi target yang telah disepakati dengan Dewan Nasional KEK,” pungkas Menko Airlangga.

Turut hadir dalam acara webinar tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, Direktur Jenderal DJBC Askolani, Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi Ikmal Lukman, Kepala LNSW M. Agus Rofiudin, dan Staf Ahli Bidang Regulasi, Penegak Hukum dan Ketahanan Ekonomi Kemenko Perekonomian Elen Setiadi. (*/)

Kebutuhan Pokok dan SPP Mahal Bakal Kena PPN

0

batampos.co.id – Rencana pemerintah mengenakan pajak pertambahan nilai (PPN) pada barang kebutuhan pokok, jasa pendidikan atau sekolah, dan jasa kesehatan mulai dibahas bersama kalangan legislator. Kemarin (13/9) usulan tersebut disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani kepada Komisi XI DPR.

“Dikenakan PPN dengan tarif yang lebih rendah daripada tarif normal,” papar Menkeu dalam rapat kerja dengan dewan.

Menteri yang akrab disapa Ani itu mengatakan, pemerintah membuka opsi bahwa barang dan jasa tersebut tetap bisa dibebaskan dari pajak.

Selain itu, pemerintah tetap memberikan kompensasi bagi masyarakat yang tidak mampu dengan subsidi. Kebijakan PPN tersebut diterapkan agar asas keadilan dapat diwujudkan. Pemerintah akan menyesuaikan dengan tingkat pendapatan berbagai kelompok masyarakat.

Untuk jasa pendidikan, kata Ani, hanya sekolah tertentu yang bakal dibanderol PPN. Misalnya, sekolah dengan biaya mahal atau lembaga pendidikan komersial yang tidak menyelenggarakan kurikulum minimal yang dipersyaratkan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional.

Sedangkan madrasah dan pendidikan lain yang bersifat nonkomersial sudah pasti terbebas dari tarif PPN. ’’Ini beda antara jasa pendidikan yang diberikan secara masif oleh pemerintah maupun lembaga sosial lain dibandingkan lembaga pendidikan yang mematok SPP luar biasa tinggi,” jelas mantan direktur pelaksana Bank Dunia tersebut.

Namun, Ani belum menjelaskan definisi sekolah-sekolah mahal itu. Termasuk mengenai nominal dan batasan SPP yang dia sebut luar biasa tinggi itu. Ani hanya menegaskan bahwa sekolah atau lembaga pendidikan dengan biaya standar dan madrasah untuk masyarakat menengah ke bawah dipastikan tidak dikenai PPN.

Ani menjelaskan, skema pengenaan PPN jasa pendidikan dirancang agar tidak membebani masyarakat berpenghasilan rendah. Apalagi di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini. Rencana tersebut diatur dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan Kelima atas UU Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Beleid tersebut tengah dibahas Kemenkeu bersama Panitia Kerja (Panja) Komisi XI DPR.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kemenkeu berencana mematok tarif PPN atas jasa pendidikan sebesar 7 persen. Selain itu, mengusulkan kebijakan PPN multitarif. Rencananya, tarif umum PPN naik dari 10 persen menjadi 12 persen. Skema multitarif berkisar 5 persen sampai 25 persen pada barang dan jasa.

Ani juga mengusulkan kemudahan dan penyederhanaan PPN untuk barang dan jasa kena pajak (BKP/JKP) dengan tarif tertentu. Dihitung dari peredaran usaha dengan besaran tarif lebih rendah dari 5 persen. Lalu, fasilitas tidak dipungut PPN atas barang dan jasa tertentu yang bertujuan mendorong ekspor di dalam dan luar kawasan tertentu serta hilirisasi sumber daya alam. Fasilitas PPN dibebaskan atas pajak strategis diubah menjadi fasilitas PPN tidak dipungut melalui kelaziman serta perjanjian internasional.

Ani menyebutkan, pengenaan PPN barang kebutuhan pokok itu bersifat terbatas. Hanya akan dikenakan untuk barang kebutuhan pokok tertentu yang dikonsumsi masyarakat berpenghasilan tinggi. Pemerintah akan membuat aturan pelaksana untuk mengatur kriteria PPN atas kebutuhan pokok setelah RUU tersebut diundangkan.

’’Misalnya, untuk beras atau daging berkualitas khusus yang biasanya berharga mahal,” ungkapnya.

Anggota Komisi XI DPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ecky Awal Mucharam menolak pengenaan PPN itu. Dia mengatakan, saat ini bukan waktu yang tepat mengenakan pajak ke masyarakat. Sebab, kondisi ekonomi masyarakat masih tertekan akibat pandemi Covid-19.

’’Kami dengan tegas tidak bisa menerima pengenaan PPN atas kebutuhan pokok mendasar. Nggak dikenai PPN atau dikecualikan,” ujar Ecky.(jpg)

Ada 99 Kasus Ketenagakerjaan di Batam

0

batampos.co.id – Kasus ketenagakerjaan yang dimediasi dan
diselesaikan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam terus bertambah menuju penghujung tahun ini.

Berdasarkan data Disnaker Kota Batam, sepanjang tahun 2021 atau periode Januari-Juni 2021, sebanyak 99 kasus ditangani antara pekerja dan pengusaha.

Kasus tersebut beragam, mulai dari perselisihan hak, pemutusan hubungan kerja, perselisihan kepentingan serta kasus perselisihan antar serikat.

”Yang masuk ke kami ada 99 kasus. Ada juga yang sudah diselesaikan pekerja dan perusahaannya,” kata Kepala Disnaker Kota Batam, Rudi Sakyakirti, Senin (13/9/2021).

Rudi merinci, kasus ketenagakerjaan tertinggi terjadi di bulan Januari dan Maret 2021 yakni masing-masing sebanyak 22 dan 21 kasus.

Adapun, tenaga kerja yang terlibat mencapai 579 orang. Sementara itu, kasus tertinggi lainnya terjadi di bulan Februari 2021 yakni 18 kasus dengan jumlah tenaga kerja yang terlibat mencapai 780 orang.

”Total dari 99 kasus yang masuk ini tenaga kerja yang terlibat mencapai 1.639 orang,” tambah Kadisnaker.

Disnaker Batam juga mencatat, sampai Juni 2021 ini terdapat 83 kasus pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Adapun, tenaga kerja yang terlibat mencapai 146 orang. Sementara itu, untuk kasus perselisihan hak tercatat sebanyak 11 kasus dengan tenaga kerja yang terlibat mencapai 912 orang.

Sedangkan perselisihan kepentingan berjumlah lima kasus dengan jumlah tenaga kerja yang terlibat mencapai 581 orang.

Disebutkan Rudi, jumlah pekerja yang di-PHK ini tidak semua yang menjadi kasus yang diselesaikan Disnaker.

Hal ini dikarenakan sebagian besar dari pekerja menyelesaikan secara bipartit antara pekerja dengan setiap perusahaan mereka.

Rudi menambahkan, adapun perusahan yang banyak terdampak atau melakukan PHK terhadap karyawannya bergerak di bidang pariwisata seperti perhotelan dan travel.

”Paling banyak hotel,” sebutnya.

Adapun, bentuk penyelesaian kasus yang dilakukan Disnaker Batam yakni anjuran sebanyak 50 kasus, persetujuan bersama 35 kasus, proses mediasi tujuh kasus dan kasus yang tidak dilanjutkan oleh pelapor sebanyak tujuh kasus.(jpg)

Bioskop Boleh Buka, Penonton Wajib Sudah Divaksin

0

batampos.co.id – Pemerintah akan melakukan uji coba pembukaan bioskop dengan kapasitas maksimal 50 persen penonton pada kota-kota dengan PPKM level 3 dan level 2. Masyarakat yang sudah menerima dua dosis vaksin bisa menikmati tontonan di bioskop.

Selain syarat sudah menjalani vaksinasi, pembukaan bioskop itu disertai ketentuan penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Juga penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Sineas Fajar Nugros menyambut hangat rencana pembukaan bioskop tersebut. Hal itu merupakan salah satu yang ditunggu-tunggu para pelaku di dunia perfilman. Pasalnya, dengan begitu, roda pergerakan ekonomi dari sisi ekonomi kreatif, khususnya film, bisa kembali berputar.

”Supaya nggak terlalu lama berhenti. Dan akhirnya para pembuat film juga ada kejelasan dari karya-karya mereka yang memang sudah dikerjakan sebelum wabah,” tutur sutradara film Bajaj Bajuri The Movie itu tadi malam.

Meski demikian, menurut Fajar, pemerintah tetap perlu mengedukasi dan menanamkan kedisiplinan kepada masyarakat. Sebab, bioskop-bioskop tanah air sudah mempersiapkan diri menyambut kehadiran para penikmat film. Mulai kapasitas penonton yang masih 50 persen, rutin mendisinfektan seluruh ruangan, hingga aktivitas lain yang berkaitan dengan prokes.

”Saya berharap bisa segera buka ya. Kalau terlalu lama tutup, saya khawatir kebiasaan menonton kita yang sudah sangat minim bisa (malah) hilang,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengonfirmasi bahwa wacana pembukaan bioskop sudah dibahas pelaku usaha dan pemerintah. ”Ada wacana mulai minggu ini pemerintah akan memperbolehkan bioskop untuk beroperasi kembali dengan kapasitas maksimal 25 persen dan hanya bagi mereka yang notifikasi hasil pemindai PeduliLindungi-nya berwarna hijau,” ujarnya kemarin.

Alphonsuz berharap kembali beroperasinya bioskop dapat meningkatkan tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan. ”Dengan pembukaan (bioskop, Red) juga bisa optimistis untuk meningkatkan jumlah kunjungan atau kapasitas hiburan. Dan bisa banyak lagi pengunjung yang datang ke pusat perbelanjaan atau mal,” urainya.

Alphonsuz optimistis mal bisa mulai bergeliat lagi. Para karyawan juga bisa mulai bekerja kembali. ”Meski belum bisa mendongkrak pendapatan pengusaha mal secara penuh karena kondisi usaha masih akan tetap defisit,” tambahnya.

Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Djonny Syafruddin menambahkan, pihaknya sudah berdiskusi dengan pemerintah soal pembukaan usaha bioskop. Namun, kepastiannya masih menunggu pemerintah dalam keterangan tertulis. ”Kami diajak berkonsultasi karena ada kewajiban penerapan aplikasi QR code PeduliLindungi,” ujarnya.

Djonny mengatakan, mungkin bioskop tidak akan langsung buka 100 persen di seluruh Indonesia. Namun, dia berharap pembukaan bioskop bisa diizinkan di atas 50 persen dari jumlah yang ada di Indonesia. ”Kalau belum 50 persen, semua film masih ragu untuk tayang,” bebernya.

Menurut Djonny, permintaan pengusaha agar pemerintah mengizinkan pembukaan bioskop juga didasari kesiapan seluruh anggota asosiasi untuk mengikuti seluruh prokes. ”Ada perbedaan kebijakan bioskop saat PPKM dan PSBB. Perbedaannya, kalau dulu kita cukup prokes saja, sekarang ditambah penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Sembilan puluh persen (anggota asosiasi, Red) sudah siap,” ungkapnya. (jpg)

Di Bintan, 7 Warga Tolak BLT Dana Desa

0

batampos.co.id – Sejumlah warga Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Bintan, tidak bersedia menerima bantuan langsung tunai untuk warga yang terdampak pandemi Covid-19 bersumber dari dana desa (BLT-DD) tahun 2021.

”Ada 7 warga (tidak bersedia menerima BLT-DD) karena
merasa sedikit mampu,” kata Kades Teluk Sasah, Suhairry Sembiring usai menerima kunjungan pegawai BPK saat melakukan monitoring anggaran dan penerima BLT-DD tahun 2021, baru-baru ini.

Suhairry mengatakan, tahun ini awalnya jumlah penerima BLT-DD sekira 140 keluarga penerima manfaat (KPM).

Karena ada 7 warga yang tidak bersedia menerima BLT-DD karena merasa mampu, Suhairry, menyebut, penerima BLT-DD tahun ini menjadi sekira 133 KPM.

”133 KPM ini datanya diperoleh dari RT/RW. Kalau jumlah penerima bantuan langsung tunai dana desa tahun lalu lebih banyak dari tahun ini,” kata Suhairry.

Suhairry mengatakan, BLT-DD diberikan selama setahun dengan besaran sekira Rp 300 ribu per KPM per bulan.

Program BLT-DD ini, kata Suhairry, diharapkan mempercepat pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19, yang menjadi salah satu fokus dari pemerintah.(jpg)

Sudah Divaksinasi, Masuk Singapura Bebas Karantina

0

batampos.co.id – Singapura benar-benar serius membuka perekonomiannya ketika pandemi masih berlangsung. Singapura memastikan untuk memulai status Covid-19 sebagai endemi, bukan lagi pandemi. Pada akhirnya para pelancong yang akan melakukan perjalanan ke Singapura akan bebas karantina. Namun, kesepakatan ini baru dilakukan antara Singapura dengan Brunei dan Jerman.

Dimulai dari 8 September 2021, Vaccinated Travel Lanes (VTL) memungkinkan wisatawan dari Jerman dan Brunei memasuki Singapura tanpa pemberitahuan tinggal di rumah atau karantina. Sejak pertengahan 2021, Eropa juga telah dibuka kembali untuk pelancong dari negara-negara non-Uni Eropa berisiko rendah, termasuk Singapura. Untuk turis yang telah divaksin tidak diperlukan karantina atau tes pada saat kedatangan.

Di bawah pengaturan Jalur Perjalanan Bervaksinasi (VTL) yang baru, pelancong yang divaksinasi penuh dari Jerman dan Brunei tidak perlu melakukan karantina sendiri saat tiba di Singapura. Sebagai gantinya, hanya perlu bepergian dengan penerbangan VTL yang ditunjuk, tinggal di negara keberangkatan dan/atau Singapura selama 21 hari berturut-turut, menjalani tes PCR Covid-19.

Vaksinasi penuh mengacu pada mereka yang telah menerima dua dosis Pfizer-BioNTech, Moderna, atau vaksin lain yang terdaftar di bawah daftar penggunaan darurat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), termasuk Sinovac.

Jika Anda kembali ke Singapura dari Jerman, Anda harus naik salah satu penerbangan VTL. Sebelum keberangkatan ke Singapura, mereka yang divaksinasi di Singapura cukup menunjukkan status vaksinasi HealthHub mereka ke maskapai saat check-in.

Setelah tiba, pelancong harus menjalani empat tes Reaksi Rantai Polimerase (PCR) Covid-19 sebagai pengganti pemberitahuan tinggal di rumah. Ini dimulai dengan tes pra-keberangkatan dalam waktu 48 jam setelah penerbangan keberangkatan.

Tes kedatangan di Bandara Changi, setelah itu Anda harus naik transportasi pribadi langsung ke akomodasi yang dipilih. Diperlukan dua tes pasca kedatangan lagi pada hari ketiga dan tujuh di klinik yang ditunjuk. (jpg)

Kasus Covid-19 Melandai, Angka Kematian Turun

0

batampos.co.id – pasien yang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 semakin berkurang. Berdasarkan data dari Tempat Pemakaman Umum (TPU) Seitemiang hanya menerima satu jenazah perhari selama sepekan belakangan ini.

Sekretaris Yayasan Khairul Umma Zailani yang mengelola pemakaman muslim di TPU Seitemiang menyebutkan, penurunan ini terjadi sejak awal Agustus lalu, dimana hanya ada satu jenazah korban Covid-19 yang dimakan per hari. ”Kemarin (Minggu, 13/9) kosong malah (tidak ada pemakaman untuk korban Covid-19, red),” ujar Zailani, Senin (13/9).

Ini jadi kabar bagi masyarakat Batam sebagai penanda bahwa penyebaran Covid-19 di Batam terus melandai. Namun demikian, masyarakat diharapkan tetap setia dan taat dengan aturan protokol kesehatan, seperti memakai masker, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak atau tidak berkerumun.

Senada disampaikan pihak Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Batam, dimana sampel pemeriksaan Covid-19 terus menurun dalam sebulan belakangan ini. Dan data sepekan terakhir sampel yang masuk menurun hingga angka 30 perhari. Jikapun naik hanya sampai angka 270-an sampel.

”Sudah menurun, kalaupun meninggi sampai angka 270 sampel saja dan itupun kebanyakan sampel dari PMI (Pekerja Migran Indonesia),” kata kepala BTKLPP Batam, Budi Santosa.

Sementara itu, berdasarkan data Satgas Covid-19 Provinsi Kepri, per 13 September 2021, masih ada tambahan 53 kasus baru. Rinciannya, 19 orang di Kota Batam, 12 orang di Kota Tanjungpinang, lima orang di Kabupaten Bintan, 11 orang di Kabupaten Karimun, lima orang di Kabupaten Lingga, dan 11 orang di Kabupaten Natuna.

Namun, angka sembuh juga meningkat mencapai 85 orang. Rinciannya, 12 orang di Kota Batam, 25 orang di Kota Tanjungpinang, dua orang di Kabupaten Bintan, 26 orang di Kabupaten Karimun, 10 orang di Kabupaten Lingga, sembilan orang di Kabupaten Natuna, dan satu orang di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Sedangkan kasus meninggal ada tujuh orang. Rinciannya, 4 orang di Kota Batam, 1 orang di Karimun, satu orang di Kabupaten Kepulauan Anambas, dan satu orang di Kabupaten Natuna. (*/jpg)

Sulit Cari Tempat Vaksinasi, Capaian Vaksin Kedua Rendah

0

batampos.co.id – Capaian vaksinasi di Kepri untuk dosis satu memang sudah mencapai 1.072.244 orang (78,07 persen), namun capaian dosis 2 masih rendah. Bahkan, saat ini masih banyak masyarakat yang kesulitan mencari tempat vaksinasi, termasuk di Kota Batam.

Berdasarkan data vaksinasi terbaru, total capaian masyarakat umum dosis kedua baru berada di angka 42,67 persen (585.953 orang) per 12 Septeber 2021. Sisa target dosis 2 masih 787.419 orang, sementara sisa target dosis 1 masih ada 301.182 orang. Sedangkan capaian dosis 2 untuk pelajar usia 12-17 tahun baru 29,18 persen (60.599 orang). Masih tersisa dosis 2 sebanyak 147.064 orang, dan sisa dosis 1 masih 52.408 orang.

Sulitnya mendapatkan vaksinasi dua ini diakui Dion, warga Nongsa. Penerima vaksin AstraZeneca ini sebelumnya sudah mendatangi puskesmas dan tidak ada pelaksanaan. Kemudian melanjutkan ke Polda Kepri dan tidak ada vaksin AstraZeneca. ”Kemarin coba antre di Polda, namun di sana ternyata vaksin Sinovac,” ujarnya, Senin (13/9).

Ia juga mengatakan, seharusnya jadwal vaksin tanggal 6 September dan rentang waktu tersebut ia mencoba mencari lokasi vaksin untuk AstraZeneca namun tak juga menemukan penyelenggara vaksin jenis AstraZeneca.

”Sudah lewat satu pekan dari jadwal, saya juga coba daftar link yang disebar ternyata penuh. Saya khawatir kalau tidak dapat dosis kedua karena sulit sekali mendapatkannya,” beber pria 27 tahun ini.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Mohammad Bisri, mengungkapkan, vaksinasi Covid-19 di puskesmas sering terjadi kerumunan massa, sehingga mengabaikan protokol kesehatan (protkes).

”Memang program nasional mendorong peran serta semua pihak. Kalau di faskes (fasilitas kesehatan) seperti puskesmas dan rumah sakit nanti jadi penuh. Makanya, tidak lagi digelar di puskesmas,” ujarnya.

Bisri memaparkan, ada beberapa kebijakan tempat yang melayani vaksinasi Covid-19. Pertama, di faskes, kedua massal seperti pengusaha, TNI, Polri, sekolah, ormas, dan lainnya. Ia menyebutkan, vaksinasi dosis satu sudah mencapai angka 78,49 persen untuk usia di atas 18 tahun, dan untuk usia pelajar total yang sudah divaksin sudah mencapai 71,26 persen.

Berdasarkan data untuk Kota Batam masih memiliki stok vaksin 7.751 vial. Pemko Batam masih mengejar pencapaian di kalangan pelajar dan dosis kedua untuk masyarakat umum. (*/jpg)