Selasa, 19 Mei 2026
Beranda blog Halaman 9182

Bongkar Kasus Penjualan Obat Aborsi, Polri Sita Uang Rp 531 Miliar

0

batampos.co.id – Kolaborasi Bareskrim dengan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) membongkar kasus fenomenal. Dari seorang pengedar obat ilegal bernama Dianus Pionam (DP), kedua institusi tersebut mampu menyita uang hasil kejahatan sebanyak Rp 531 miliar. Kejahatan DP bisa terbongkar bermula dari kasus meninggalnya pengguna obat aborsi di Mojokerto, Jawa Timur.

Kabareskrim Komjen Agus Andrianto menuturkan, Bareskrim dan PPATK melakukan joint investigation atau investigasi bersama. ”Diawali dengan adanya kasus di Mojokerto,” kata dia kemarin.

Penjual obat aborsi telah menjalani persidangan. Lalu, Bareskrim dan PPATK menyelidiki aktor intelektual peredaran obat ilegal tersebut. ”Kasus obat aborsi ini terjadi 2019. Pada 2021 ini dibongkar importir obat ilegalnya,” ungkap Agus.

Penangkapan tersangka DP dilakukan bersamaan dengan penyitaan aset-asetnya. Tidak seperti umumnya ketika proses TPPU dilakukan menyusul. ”DP memiliki sembilan rekening bank yang uang di dalamnya diduga merupakan hasil kejahatan,” ujarnya.

Di antara sembilan rekening itu, enam merupakan deposito. Penyidik menduga, dana di sembilan rekening bank tersebut merupakan percampuran dari hasil jual beli obat ilegal dan aborsi. ”Ini yang di hadapan kita uang Rp 100 miliar, sebagian dari hasil kejahatan DP,” tutur mantan Kapolda Sumatera Utara tersebut.

Peredaran obat ilegal yang dilakukan DP berlangsung sejak 2011. Dia menjalankan usaha bernama Flora Pharmacy yang melayani dan menawarkan obat dari luar negeri. Pelanggannya adalah perorangan atau toko obat. ”Dia tidak memiliki keahlian farmasi, tapi mendatangkan obat tanpa izin edar,” urainya.

Cara kerja DP sederhana. Setelah memesan dari luar negeri dengan nama Flora Pharmacy, obat dikirim ke Indonesia melalui jasa ekspedisi. Kurir atas instruksi DP lalu mengirimkan obat ilegal itu ke alamat pemesan. ”Keuntungan DP ini bisa 10 persen hingga 15 persen dari harga obat. Keuntungan ini telah dinikmati begitu lama,” tegasnya.

Menko Polhukam Mahfud MD menjelaskan, penanganan perkara tersebut membuktikan bahwa TPPU bisa dijerat bersamaan dengan pelakunya. Pengungkapan TPPU itu menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk pemulihan ekonomi nasional.

”Dengan terobosan ini, diharapkan Indonesia bisa menjadi anggota tetap Financial Action Task Force (FATF), badan antar pemerintah yang dibentuk G7 untuk memerangi pencucian uang,” jelasnya.

Kepala PPATK Dian E.R. menjelaskan, PPATK sebenarnya memiliki dua kasus besar yang ditangani. Yakni, penipuan dengan nilai kerugian Rp 600 miliar dan peredaran obat ilegal yang baru diungkap. ”Bisa menyita ratusan miliar rupiah, rekeningnya telah dibekukan,” jelasnya.(jpg)

Wali Kota Batam Instruksikan Hal Ini Kepada Pegawainya

0

batampos.co.id – Pegawai di Lingkungan Pemko Batam diminta untuk menggenakan pakaian melayu selama lima hari berturut-turut.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, menginstruksikan penggunaan pakaian Melayu mulai Senin (20/9/2021) hingga Kamis (24/9/2021) mendatang.

Hal itu dalam rangka memeriahkan HUT ke-19 Provinsi Kepri. Adapun puncak peringatan HUT ke-19 Kepri pada 24 September mendatang.

Rudi mengatakan, selama bekerja, pegawai laki-laki menggunakan teluk belanga dan pegawai perempuan baju kurung.

“Baju teluk belanga dan baju kurung merupakan identitas kita sebagai orang Melayu. Mari kita semarakkan hari jadi provinsi yang berselogan Berpancang Amanah Bersauh Marwah ini,” ujar Rudi, Jumat (17/9/2021).

Selain wajib menggunakan baju Melayu, Rudi juga menginstruksikan semua instansi pemerintahan hingga swasta di Kota Batam untuk menghiasi gedung atau kantor masing-masing dengan tema HUT ke-19 Kepri.

“Minimal memasang spanduk, baliho, atau umbul-umbul bertuliskan Selamat HUT ke-19 Provinsi Kepulauan Riau,” kata Rudi.

Untuk tingkat Kota Batam, puncak HUT ke-19 Kepri akan dilakukan upacara dengan menyesuaikan kondisi pandemi Covid-19. Meski begitu, peringatan HUT ke-19 Kepri akan tetap khidmat.

“Selamat hari jadi Kepri, semoga momen ini menjadi momen berakhirnya pandemi di Kepri,” katanya.(*/esa)

Vaksinasi Bukan Kriteria Pelaksanaan PTM Terbatas

0

batampos.co.id – Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin didampingi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim meninjau vaksinasi di Pondok Pesantren An Nawawi Tanara Kabupaten Serang.

Vaksinasi dilakukan di tiga lokasi yaitu gedung olah raga (GOR) Tanara untuk vaksinasi santri putra, aula putri untuk vaksinasi santri putri, dan aula utama untuk vaksinasi masyarakat umum.

Nadiem pun menegaskan vaksinasi bukan menjadi kriteria untuk PTM terbatas. Namun, bagi sekolah yang guru dan tenaga kependidikannya sudah divaksinasi dua dosis, wajib untuk memberikan opsi PTM terbatas.

“Jadi, itu menjadi dasar kebijakan pemerintah pusat, vaksinasi bukan menjadi kriteria untuk tatap muka. Tapi malah kalau sekolahnya semua guru sudah lengkap divaksinasi dia wajib melakukan tatap muka. Jadi sekali lagi, vaksinasi yang mengejar tatap muka terbatas, bukan sebaliknya,” jelas dia dikutip, Jumat (17/9).

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Banten, Tabrani mengatakan bahwa sejak diterbitkannya Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 35 Tahun 2021 yang mengatur bahwa sekolah di wilayah Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 sampai 3 dapat menyelenggarakan tatap muka terbatas.

“Asalkan sekolahnya sudah memenuhi syarat, kami persilakan menyelenggarakan tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat,” ungkapnya.

Kadisdikbud Provinsi Banten juga mengungkapkan data vaksinasi guru dan tenaga kependidikan hampir mencapai seratus persen. “Kecuali bagi yang belum diperbolehkan untuk divaksinasi oleh nakes,” ujarnya.

Kemudian, berdasarkan data yang dihimpun pihaknya, per 16 September 2021 sekitar 57 persen pelajar usia 12-17 tahun di Provinsi Banten telah divaksinasi. “Kami berharap sampai akhir September ini bisa mencapai sekitar 65 persen,” pungkas Tabrani.(jpg)

Stok Vaksin di Batam Tidak Sebanding Kebutuhan

0

batampos.co.id – Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan persoalan capaian vaksinasi di Batam tergantung stok vaksin yang tersedia. Selama ini Batam paling banyak melakukan vaksinasi dengan dukungan berbagai pihak. Capaian vaksinasi Batam sudah di angka 78 persen secara keseluruhan.

”Berapapun target yang diberikan, kalau barang itu ada, selesai semua. Sekarang ini stok vaksin tidak sebanding dengan kebutuhan, sehingga mempengaruhi capaian harian,” kata dia, Kamis (16/9).

Amsakar menyebutkan, awal tahun lalu capaian vaksinasi di Kota Batam mencapai 20 ribu dalam satu hari. Angka ini merupakan paling tinggi dan bisa terlaksana karena ketersediaan vaksin. Sedangkan saat ini, vaksin tidak banyak, sehingga sulit untuk mencapai angka tersebut.

”Meskipun begitu, kami tetap optimistis Batam bisa 100 persen tahun ini. Bicara soal waktu saja lagi. Ke depan kalau vaksin datang sesuai kebutuhan, tak butuh lama akan kami lakukan penyuntikan secepat mungkin,” terangnya.

Mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Batam ini menuturkan, tenaga kesehatan yang ada saat ini siap membantu pemerintah dalam menyukseskan vaksinasi. Ia berharap seluruh warga bisa mendapatkan vaksin, sehingga capaian bisa terus naik. ”Intinya tidak ada masalah,” imbuhnya.

Ia juga menambahkan, pelaksanaan vaksinasi saat ini dibuat lebih baik. Pemanfaatan pendaftaran online dinilai turut membantu masyarakat dalam mendapatkan vaksin.

”Sekarang, kalau mau vaksin harus daftar dulu. Karena kami tidak mau, saat mereka datang ke lokasi dari pagi malah tidak mendapatkan vaksin. Jadi lebih teratur, dan setiap hari pelaksanaan vaksinasi. Hanya saja jumlahnya disesuaikan dengan kemampuan penyelenggara, sebab mereka tetap harus sesuai protkes,” tambahnya.

Berdasarkan data terbaru saat ini untuk stok vaksin masih tersedia 53.940 dosis atau 4 persen dari kebutuhan. Capaian dosis kedua saat ini baru mencapai angka 40 persen. (*/jpg)

Syarat Belajar Tatap Muka Bukan Hanya Protkes, Ini Syarat Wajib Lainnya…

0

batampos.co.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Batam menggelar pertemuan dengan pihak sekolah guna membahas persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah.

Kepala Disdik Batam, Hendri Arulan, mengatakan, persiapan pembukaan sekolah sudah 90 persen.

Teknis pelaksanaan diatur agar menghindari terjadinya kerumunan. Siswa diatur sesuai ketentuan, serta dengan penerapan protokol kesehatan (Protkes) yang ketat.

”Untuk sekolah yang (jumlah siswanya) normal, diatur masuknyan menjadi dua sif. Sedangkan mereka yang selama ini menjalankan dua sif karena kelebihan siswa, akan menerapkan sistem belajar 4 sif,” kata dia, Kamis (16/9/2021).

Sesuai arahan Wali Kota Batam, sistem belajar tatap muka bisa digelar dengan catatan angka kasus Covid-19 turun.

Dalam waktu dua bulan ini, tren kasus sudah melandai. Untuk itu, pemerintah daerah akan kembali menggelar belajar tatap muka mulai pekan depan.

”Belajar tatap muka tetap melibatkan orang tua, komite dan lainnya. Sekolah saat ini sudah mulai mengumpulkan surat pernyataan persetujuan orang tua terkait belajar tatap muka,” ujarnya.

Menurut Kepala Dinas, PTM akan digelar serentak, baik untuk wilayah mainland (perkotaan) maupun hinterland (pulau penyangga).

Siswa SMP Negeri 12 Batam mencuci tangan saat memasuki sekolah untuk mengikuti uji coba belajar tatap muka di sekolah, Kamis (25/2/2021) lalu. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

”Kami sudah rapat melalui zoom karena jumlahnya (kepala sekolah) banyak. Kepala sekolah siap menggelar belajar tatap muka minggu depan,” terangnya.

Sejak pandemi Covid-19 melanda wilayah ini dimulai Maret 2020 lalu, sebenarnya Pemko Batam sudah pernah menggelar PTM pada Februari 2021.

Bahkan, hampir seluruh sekolah juga sudah menggelar PTM dengan protkes yang ketat.

Karena pernah diterapkan, Pemko meyakini pelaksanaan PTM tidak ada masalah.

Sekolah hanya perlu mengecek kembali kebersihan tempat-tempat seperti toilet dan tempat cuci tangan dan memastikan tempat duduk siswa berjarak.

”Sebab sudah lama (belajar) online, jadi saya minta betul toilet siswa dicek dan dibersihkan sehingga mereka nyaman kembali ke sekolah. Seperti tempat cuci tangan airnya oke atau tidak, sabun,
toilet tolong dibersihkan,” pintanya.

Hendri menyebutkan, untuk tingkat SD, sekitar 88,7 persen sudah siap.

Memang masih ada lagi beberapa sekolah yang belum mengajukan untuk menggelar PTM. Sedangkan tingkat SMP, masih ada 14 sekolah yang belum.

”Bagi sekolah yang belum mengajukan permohonan kepada Disdik Kota Batam, mereka tidak diperbolehkan menggelar sistem PTM. Sekolah tersebut tetap harus belajar daring. Sementara
bagi yang sudah mengajukan permohonan tatap muka, baru
diperbolehkan untuk PTM. Asalkan sesuai dengan SKB 4 menteri,” bebernya.

Kepala SMPN 3 Batam, Wiwiek Darwiyanti, mengatakan, sudah mengumpulkan surat pernyataan orangtua.

Rencananya sekolah tatap muka akan digelar dua sif di sekolah yang berada di Seiharapan, Sekupang tersebut.

”Untuk kelas 8 dan 9 sudah diminta suratnya. Sedangkan untuk kelas 7 masih dalam proses. Kalau tidak ada kendala kami siap laksanakan pekan depan,” ungkapnya.(jpg)

Kota Batam jadi Pintu Utama Pemulangan Pekerja Migran Indonesia

0

batampos.co.id – Dalam waktu dekat, puluhan ribu PMI akan dideportasi dari beberapa negara.

Diketahui, pemulangan PMI tersebut akan dilakukan bertahap hingga Desember mendatang.

Kepala Bidang Teknologi Informasi (Kabid Infokim) Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Batam, Tessa Harumdila, mengatakan, pihaknya telah mendapat informasi terkait pemulangan PMI sacara besar-besaran.

Namun, untuk teknis kapan pelaksanaanya masih menunggu informasi pemerintah pusat.

”Terkait kebijakan rekalibrasi, yakni kedatangan PMI besar-besaran, yang informasinya puluhan ribu, masih menunggu pusat. Kapan waktunya kami belum tahu,” ujar Tessa kepada Batam Pos, Kamis (16/9/2021).

Ia juga belum bisa memastikan, apakah jumlah sebanyak itu merupakan PMI legal atau termasuk juga tenaga kerja yang berangkat dari jalur tidak resmi.

Begitu juga dengan pemulangan PMI, lewat jalur mana saja pihaknya belum mendapat informasi mendetail.

”Berapa persennya lewat Batam juga belum tahu. Menunggu arahan dari Gubernur dan Wali Kota juga nantinya,” terang Tessa.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi (kemeja biru pakai topi) saat berbincang dengan salah seorang PMI di Pelabuhan Batam Center, Kota Batam beberapa waktu lalu. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

Meski begitu, Tessa memastikan Imigrasi Kelas 1 Khusus TPI Batam siap dari segi pelayanan dan prasarana.

Bahkan, untuk petugas yang akan menyambut para PMI, dipastikan juga kesehatan dan sudah divaksinasi.

”Kami siap kapanpun itu, dari segi petugas dan kelengkapan. Pastinya kami akan menyesuaikan dengan kebutuhan nantinya,” tegas Tessa.

Di sisi lain, Tessa mengaku hampir setiap hari ada kedatangan PMI melalui Pelabuhan Feri Internasional Batam Center. Untuk jumlahnya, fluktuatif tergantung dari yang ingin pulang.

”Setiap hari jumlah PMI yang datang berbeda, tak bisa dipastikan berapanya,” ujar Tessa.

Menurut dia, PMI yang datang setiap harinya berasal dari Malaysia dan memiliki dokumen resmi serta memiliki surat keterangan sehat dari negari seberang.

”Setiap PMI yang datang dipastikan juga surat keterangan kesehatan, seperti vaksin dan PCR oleh tim Satuan Gugus Tugas Covid-19,” jelas Tessa.

Pemeriksaan dipastikan tetap mematuhi protokol kesehatan. Mulai dari memakai masker, menjaga jarak, cek suhu badan dan lainnya.

Tak hanya itu, para PMI juga dikarantina selama 8 hari di Rusun Tanjunguncang.

”Sesuai arahan dari Gugus Tugas, PMI yang datang wajib dikarantina 8 hari. Untuk waktu kedatangannya pun tak menentu, kadang pagi, siang bahkan malam hari,” tegas Tessa.(jpg)

Tempat Wisata Terapkan Penggunaan PeduliLindungi

0

batampos.co.id – Beberapa tempat wisata di Indonesia sedang memasuki masa uji coba pembukaan. Salah satu aspek yang diujicobakan adalah penggunaan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat masuk pengunjung.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menjelaskan, aplikasi PeduliLindungi sudah diinstalasikan di beberapa tempat wisata. Saat ini, aplikasi tersebut sedang coba digunakan sebelu mmenerima pengunjung.

’’Sebagian sudah. Aplikasi PeduliLindungi sudah diinstalasi, diimplementasikan,’’ tutur Sandi ketika menghadiri launching 5G Technology di Institut Teknologi 10 November (ITS) Surabaya, Kamis (16/9).

Dengan uji coba itu, Sandi yakin pertumbuhan industri kreatif dan pariwisata akan makin masif. Sebab, sudah hampir 5 bulan sektor tersebut tutup.

’’Kita makin yakin bahwa dengan aplikasi tempat-tempat wisata yang 20 minggu lalu ini terbuka kesempatan bagi tempat wisata dan sentra dan industri kreatif untuk uji coba,’’ beber Sandi.

Untuk Surabaya, Sandi sedang melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas Provinsi Jawa Timur. Nanti, kepala dinas pariwisata mengajukan surat pembukaan.

’’Mereka yang akan mengajukan kepada kami. Kami akan melakukan evaluasi. Seandainya diajukan, akan kami pertimbangkan,’’ kata Sandi.

Sandi juga sedang mengkaji aturan aplikasi PeduliLindungi yang melarang anak-anak di bawah usia 12 tahun untuk masuk ke mal dan tempat wisata. Saat ini pihaknya sedang melakukan evaluasi aturan tersebut.

’’Sekarang kita evaluasi PeduliLindungi. Ini akan terus kita perluas, kita sosialisasikan untuk anak-anak di bawah 12 tahun akan ada pengecualian,’’ papar Sandi.

Aturan itu akan didasarkan pada diskresi atau kebijakan pemerintah daerah masing-masing. Juga Satgas Covid-19 setempat. ’’Tapi kita mendorong PeduliLindungi ini menjadi salah satu standar yang diutamakan dalam pembukaan destinasi wisata dan sentra kreatif,’’ ucap Sandi.(jpg)

Lolos Passing Grade Tidak Menjamin Berlanjut ke SKB

0

batampos.co.id – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Kepegawaian Negara (BKN) masih menyelenggarakan ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Pelaksanaan ujian bagi CPNS di lingkungan Pemerintah Kota Batam akan digelar hingga 18 September.

Kepala UPT BKN Batam, Delpa Kasmi Nopri, mengatakan, saat ini skor tertinggi sementara ini mencapai 471 poin. Angka ini melebihi passing grade yang sudah ditetapkan yaitu TWK (65) TIU (80) TKP (166) dengan total 311 poin.

“Itu paling tinggi hingga sekarang (kemarin). Kalau di Nasional yang tertinggi itu 510 poin,” sebutnya, Kamis (16/9)

Delpa menjelaskan, peserta yang akan lolos ke tahap Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) sesuai dengan formasi yang dibutuhkan dan dikali tiga. Jadi, mereka dengan skor tertinggi berpotensi lanjut ke tahap berikutnya.

“Tergantung kebutuhan di masing-masing formasi. Misalnya, untuk formasi dokter gigi tersedia lima formasi, maka peserta yang lolos ke tahap SKB adalah 5 dikalikan 3, jadi total ada 15 peserta yang akan diperbolehkan ikut tes berikutnya,” jelasnya.

Untuk total data peserta yang lolos ke tahap SKD, Delpa mengaku hal tersebut merupakan kewenangan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas). Pihaknya hanya bertanggung jawab untuk pelaksanaan ujian.

“Kami tidak pegang data yang itu. Biasanya peserta langsung terima hasil usai ujian, jadi mereka sangat paham dan mengetahui apakah mereka lanjut ke tahap berikutnya atau tidak,” imbuhnya.

Delpa menambahkan, untuk jadwal pelaksanaan, SKB masih menunggu penyelesaian SKB. Setelah ini, ujian masih akan dilanjutkan bagi peserta untuk instansi vertikal, selanjutnya bagi PPPK yang rencananya akan digelar 4 Oktober mendatang.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Batam membuka 295 formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Sebanyak 5.713 peserta lolos mengikuti SKD yang digelar hingga 18 Agustus ini.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengingatkan kepada peserta untuk tidak mempercayai oknum yang menjanjikan posisi PNS. Ia meminta peserta mempersiapkan diri, dan bagi mereka yang bersiap untuk SKB siapkan diri dan pelajari kembali materi, agar bisa lolos dan menjadi CPNS.

“Besar harapan kami semua formasi terisi dan mereka siap membantu pemerintah dalam melaksanakan sistem di pemerintahan,” tutupnya.(*/jpg)

Pak Gubernnur, Tolong Perbaiki Ruas Jalan Laksamana Bintan Kota Batam

0

batampso.co.id – Kondisi Jalan Laksamana Bintan dari Simpang Frengki menuju Terowongan Pelita, Kota Batam, banyak berlubang dan bergelombang.

Kondisi ini tentunya sangat membahayakan pengendara, khususnya roda dua saat melintas. Pantauan Batam Pos, Kamis
(16/9/2021), tampak ruas jalan di kawasan tersebut banyak yang berlubang.

Selain itu, di sekitar Patung Kuda, Seipanas, kondisi jalan bergelombang dan sangat membahayakan.

”Sudah lama kondisi jalannya seperti ini. Jelek sekali, padahal banyak pengendara yang melintas setiap hari. Itu proyek pelebaran kayaknya belum rampung, tapi sudah dua tahun tak dilanjutkan lagi,” kata salah seorang pengendara yang melintas,
Ridho, Kamis (16/9/2021).

Ia menjelaskan, lubang kecil dan jalan yang bergelombang paling banyak ditemukan di jalur Simpang Gelael menuju Terowongan Pelita maupun arah sebaliknya.

 

Kondisi itu diperparah dengan minimnya penerangan jalan saat malam hari.

”Lubang itu bisa lihat sendiri dekat U-Turn yang dekat TPU Taman Langgeng Seipanas. Kemudian, juga dekat U-Turn sebelum masuk Simpang Kuda,” bebernya.

Pengendara lainnya, Reni, juga mengeluhkan kondisi jalan yang sangat bergelombang dan kondisi jalanan yang menurun.

Warga Batuampar ini mengaku harus berhati-hati saat melintasi ruas jalan tersebut.

”Sudah banyak yang jatuh di sini. Apalagi kalau musim hujan, karena jalannya licin,” kata pekerja di wilayah Batam Center tersebut.

Selanjutnya, jalan bergelombang juga ditemukan di depan pintu masuk Perumahan Rosdale di jalur Simpang Gelael menuju Simpang Frengki.

Kondisi jalan itu hingga saat ini masih setengah beton dan setengah aspal.

Kemudian, jalan dengan lubang yang cukup besar juga ditemukan setelah Sekolah Harapan Utama atau tepatnya di depan Kompleks Ruko Lotus Garden.

Terakhir kondisi jalan yang cukup parah juga ditemukan sebelum masuk Pasar Mitra Raya.

Di sana, terdapat bekas pengerjaan gorong-gorong yang belum diratakan.

”Di sini kalau orang jatuh sudah sering saya lihat. Apalagi kalau malam, lubang tak nampak karena tidak ada lampu jalan di jalan ini,” ujar pengendara lainnya, Ficri.

Anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Tumbur Hutasoit, mendesak Pemprov Kepri segera melakukan peningkatan infrastruktur Jalan Laksamana Bintan dari Simpang Frengky Batam Center menuju terowongan Pelita.

”Pemerintah provinsi harus lebih peka untuk melihat kondisi jalan ini. Memalukan jalan protokol kondisinya seperti ini,” ujar Tumbur.

Ia melanjutkan, anggota DPRD dan masyarakat sebenarnya tidak perlu harus mendesak Pemprov untuk memperbaiki jalan itu.

Pemerintah Provinsi harusnya memberikan perhatian serius ke jalan yang merupakan kewenangan dari Pemprov Kepri.

”Karena jangan sampai jalan yang tidak perlu harus ditambal, kemudian ditambal terus menerus. Tapi jalan yang sebenarnya memang butuh harus diperbaiki, tapi tidak segera diperbaiki,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi jalan yang tidak rata dan banyak berlubang itu dikhawatirkan akan menimbulkan gangguan kepada pengendara sepeda motor yang melintas.

Terutama, saat melintas pada malam hari yang kondisi jalannya juga minim dengan penerangan jalan.

”Kalau provinsi belum bisa seharusnya itu bisa diambil alih oleh BP Batam. Jadi jalan itu sudah seharusnya segera diperbaiki agar jangan menimbulkan korban di masyarakat,” imbuhnya.(jpg)

Larangan Anak 12 Tahun Masuk Mal dan Tempat Wisata Akan Dievaluasi

0

batampos.co.id – Aturan aplikasi PeduliLindungi yang melarang anak-anak di bawah usia 12 tahun masuk mal dan tempat wisata akan dikaji ulang. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menegaskan, saat ini pihaknya sedang melakukan evaluasi aturan tersebut.

’’Ini sekarang kita evaluasi PeduliLindungi. Ini akan terus kita perluas, kita sosialisasikan untuk anak-anak di bawah 12 tahun akan ada pengecualian,’’ tutur Sandiaga ketika hadir pada acara launching 5G Experience Center di Institut Teknologi 10 November (ITS) Surabaya, Kamis (16/9).

Aturan itu akan didasarkan pada diskresi atau kebijakan pemerintah daerah masing-masing. Juga satgas Covid-19 setempat.

’’Tapi kita mendorong PeduliLindungi ini menjadi salah satu standar yang diutamakan dalam pembukaan destinasi wisata dan sentra kreatif,’’ jelas Sandiaga.

Dengan kehadiran aplikasi tersebut, mantan wakil Gubernur DKI Jakarta itu mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19. Sebab aplikasi tersebut bisa mengidentifikasi warga yang dinyatakan terpapar Covid-19.

’’Jangan sampai terjadi lonjakan kasus baru, dengan PeduliLindungi ini bisa mengidentifikasi, siapa yang kuning, hijau, merah, hitam (identifikasi suspect dan pasien Covid-19) yang harus diisolasi terpadu,’’ beber Sandiaga.

Selama ini, aturan larangan anak di bawah 12 tahun untuk masuk mal dan temapt wisata dianggap merugikan pelaku usaha. Misalnya, calon pengunjung Jatim Park yang harus kembali pulang karena anak-anak dilarang masuk pada Sabtu (11/9).

Hal itu diakui Direktur Komersial PT Pakuwon Jati Tbk Sutandi Purnomosidi. Sutandi mengaku senang dengan aturan aplikasi PeduliLindungi. Namun, larangan masuk bagi anak-anak di bawah usia 12 tahun cukup memberatkan.

’’Larangan anak-anak usia 12 tahun sangat mempengaruhi. Pengunjung jadi berkurang. Nggak banyak,’’ ujar Sutandi.

Sejak mal dibuka pada pertengahan Agustus, jumlah pengunjung hanya sebesar 50 persen dari total pada hari normal sebelum masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). ’’Baru 50 persen jumlah pengunjung,’’ terang Sutandi.(jpg)