Kamis, 7 Mei 2026
Beranda blog Halaman 9374

Ada Lahan Permakaman Khusus Covid-19 di Batam, di Sini Lokasinya…

0

batampos.co.id – Pemko Batam tengah mempersiapkan lahan khusus untuk area permakaman bagi penderita Covid-19. Diperkirakan, luas lahan mencapai 5 hektare.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, lahan tersebut sudah siap untuk gunakan.

Hal itu sebagai antisipasi lonjakan kasus kematian pasien Covid-19.

”Ya, ada lahan khusus pemakaman (Covid-19) di Seitemiang,” ujar Rudi saat ditemui usai rapat paripurna di DPRD Batam, Selasa (19/5/2021).

Disinggung berapa luas pasti lahan tersebut, Rudi mengaku saat ini timnya sedang menghitung.

Ia berharap, lahan itu nantinya bisa digunakan sebaik mungkin.

”Masih dihitung, bisa 5 hektare,” katanya.

Menurut dia, lahan khusus permakaman Covid-19 ini berbeda dengan lahan umum.

Ilustrasi. Sejumlah warga berziarah di TPU Seitemiang, Sekupang, beberapa waktu lalu. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

Namun, letaknya tak jauh dari lokasi permakaman umum. Di sisi lian, Rudi mengakui bahwa lahan permakaman umum hampir habis.

”Yang lahan umum memang hampir habis,” jelas Rudi, tanpa mau
merinci lahan alternatif jika area permakaman umum habis.

Seminggu terakhir, kasus positif Covid-19 sudah mulai menurun. Ia berharap, kondisi ini bisa terus membaik.

”Sudah mulai kurang, semoga tak ada bertambah korban lagi,” katanya.

Sebelumnya, Yayasan Khairul Ummah, pengelola tempat permakaman umum (TPU) Seitemiang bagi umat muslim, memanfaatkan lahan tambahan yang ada di pinggir Jalan Ahmad Dahlan, Seitemiang, sebagai area permakaman.

Lahan seluas 4.000 meter persegi ini, sudah selesai diratakan dan diperkirakan sanggup menampung 600 hingga 700 makam.

”Ini untuk solusi jangka pendek saja. Diperkirakan hanya bisa 600 sampai 700 makam saja. Selanjutnya kita masih menunggu keputusan Pemko Batam,” ujar Sekretaris Yayasan Khairul Ummah, Zailani, belum lama ini.

Seperti diketahui, TPU Seitemiang mengalami krisis lahan sejak tahun 2017 lalu.

Dimana, lokasi permakaman yang ada, sudah penuh terisi. Berbagai upaya telah dilakukan seperti menerapkan sistem sisip, memanfaatkan lahan kosong di sekitarnya hingga membuka lahan baru di samping Jalan Ahmad Dahlan.

Namun, itu hanya solusi jangka pendek, sebab upaya-upaya ini hanya bertahan sementara waktu.

Untuk solusi jangka panjang, perlu lahan permakaman yang baru yang lebih luas dan lapang.(jpg)

Alasan Wali Kota Batam Belum Menindak Tegas Warga yang Tak Patuhi Protokol Kesehatan

0

batampos.co.id – Desakan banyak pihak agar Pemko Batam menerapkan sanksi tegas bagi pelanggar protokol kesehatan (protkes), nyatanya tak disambut antusias Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.

Menurutnya, saat ini belum bisa mengambil kebijakan terkait hal tersebut.

”Karena mengingat, menimbang, dan memutuskan, sanksi denda belum bisa saya berlakukan,” ucapnya, seperti yang diberitakan Harian Batam Pos edisi Rabu (19/5/2021).

Ia beralasan, tak bisa menerapkan sanksi denda lantaran mempertimbangkan ekonomi masyarakat yang belum pulih.

Sehingga, tak kunjung memberikan sanksi tegas dan pilih memberikan imbauan.

Padahal, hal itu sebenarnya malah memberi celah bagi warga yang bandel untuk tak taat aturan.

Disinggung terkait adanya beberapa aparatur sipil negara (ASN) yang terpapar Covid-19, Wali Kota meminta para pegawai agar melakukan peningkatan penerapan protkes.

Ia juga tak membuat kebijakan agar pegawai bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

”Tidak ada WFH, semua masih berkerja seperti biasa. Saya minta tetap patuhi protkes, kalau sudah dirasa badan kurang bagus, segera periksakan diri guna mengantisipasi dini penyebaran,” kata Rudi.

Rudi mengaku, saat ini grafik kasus sudah menurun, meskipun jumlah penambahan kasus lebih banyak daripada yang sembuh.

Langkah pencegahan di kalangan ASN adalah tes antigen, dan yang positif langsung diminta isolasi mandiri dan dilakukan tracing terhadap kontak erat.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin, mengatakan, usai melaksanakan tes antigen, pegawai yang terdeteksi positif langsung diminta untuk tidak bekerja dan menjalani isolasi mandiri.

”Langsung kita minta tidak masuk kerja dulu. Sebagai langkah antisipasi penyebaran di lingkungan ASN,” sebutnya.

ASN diminta untuk lebih mendisiplinkan diri dengan peningkatan protkes di lingkungan kerja, keluarga, dan ketika bertugas di luar.

Pegawai juga wajib menjalani tes antigen usai kembali dari
luar kota.

”Intinya jaga diri. Kemarin kami sudah uji, karena pegawai yang melewati Lebaran bertemu dengan saudara atau relasi mereka,” imbuhnya.(jpg)

TNI AL Investigasi Penyebab Tenggelamnya KRI Nanggala 402

0

batampos.co.id – TNI Angkatan Laut sedang melakukan investigasi untuk mendalami penyebab kecelakaan KRI Nanggala 402 hingga menyebabkan 53 prajurit terbaik gugur dalam tugas tersebut.

”Kami masih menunggu dari hasil tim investigasi. Mohon jangan menerka-nerka apa penyebabnya. Dengan situasi kondisi maaf, badan haluan temuannya di sini, anjungan di sini, buritan di sana, sehingga kami belum tahu tentang itu,” kata Pangkoarmada II Laksda TNI Iwan Isnurwanto seperti dilansir dari Antara dalam konferensi pers, di Lanal Denpasar, Bali, Selasa (18/5).

Dia mengatakan, KRI Nanggala 402 memiliki alat keselamatan dalam kapal tersebut. Terdapat dua alat keselamatan dalam KRI Nanggala, yaitu mulai alat hembus tangki pemberat yang ada enam buah dengan 60 bar, kemudian tangki tahan tekan isinya kurang lebih 2.000 liter dibebani 30 bar tekanan udara.

”Apabila alat tersebut tidak bisa dimanfaatkan dengan baik berarti ada sesuatu hal lain yang menyebabkan kapal selam tersebut tenggelam. Kalau itu adalah pesawat, ada blackbox tetapi untuk alutsista militer di dunia mana pun khususnya untuk kapal tidak ada yang namanya blackbox. Kami pun orang-orang kapal selam meneliti tidak hanya orang kapal selam yang masih aktif, tapi kami pun berkomunikasi berkoordinasi dengan senior-senior kami di kapal selam Hiu Kencana,” tutur Iwan.

Dia meminta semua pihak bersama-sama menunggu hasil dari tim investigasi. Saat ini, belum tahu apa yang menyebabkan kapal selam dengan berat 1.300 ton tenggelam.

”Misalnya itu blackout itu kecepatannya adalah tidak sampai dengan 10 detik sudah mencapai 100 meter. Jadi dapat dibayangkan kalau misalnya 10 detik berarti 10 meter per detik untuk kecepatannya. Sekarang misalnya kalau mobil berapa kecepatannya ya 100 km per jam sudah begitu. Nah kalau ini bagaimana, sehingga kalau 839 meter berarti tidak lebih dari 90 detik sudah sampai di bawah,” terang Iwan.

Panglima Komando Armada II menegaskan, tenggelamnya kapal KRI Nanggala 402 di kedalaman 839 meter terjadi karena kecelakaan bukan meledak.

”Kalau meledak kapal-kapal kami yang melakukan evakuasi dan mempunyai kemampuan sonar mendengarkan suara di dalam air, pasti mendengar karena ingat pada saat latihan penembakan dengan torpedo kepala latihan. Daerah-daerah yang di luar area penembakan tersebut sudah dijaga kapal-kapal kami yang mempunyai kemampuan untuk mendeteksi suara di bawah air. Namun ini (Suara) tidak ada sehingga murni adalah ini kecelakaan bukan meledak,” tegas Laksda TNI Iwan Isnurwanto.

Dia menjelaskan apabila kapal KRI Nanggala meledak pasti barang-barang dalam kapal akan berhamburan mengambang di atas permukaan laut. Namun, hingga saat ini tidak ada pecahan-pecahan yang muncul ke permukaan.

”Tidak hanya penembakan bawah laut tapi juga penembakan anti udara, anti kapal selam sudah dilaksanakan kan semuanya. Ini tahap yang ketiga dari empat tahap yang kami laksanakan kalau meledak kapal-kapal kami yang mempunyai kemampuan sonar mendengarkan suara di dalam air, pasti mendengar,” ucap Iwan Isnurwanto.(jpg)

Pemko Batam Diminta Menindak Warga yang Tak Patuhi Protokol Kesehatan

0

batampos.co.id – Kasus Covid-19 di Batam melonjak drastis dalam beberapa waktu terakhir.

Hal itu tak terlepas dari banyaknya masyarakat yang abai dalam menerapkan protokol kesehatan (protkes) pencegahan Covid-19 sesuai anjuran pemerintah.

Namun, salah satu yang memicu sikap bandel sebagian masyarakat itu diindikasi karena tidak ada tindakan tegas dari pemerintah bagi yang melanggar.

Padahal, sudah ada aturan jelas dari tingkat pusat hingga daerah untuk menindak dan menerapkan sanksi, baik itu berupa denda maupun hukuman kerja sosial sesuai ketentuan.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Aman, menyayangkan terjadinya peningkatan kasus Covid-19 di Kepri, terutama di Batam dan Tanjungpinang.

Menurutnya, peningkatan kasus Covid-19 masih berkait erat dengan sikap abai sebagian warga dalam menerapkan protkes.

Personel Satpol PP Kota Batam mendata dan meminta masyarakat menandatangani surat pernyataan untuk mematuhi protokol kesehatan guna meminimalisir penyebaran Covid-19 beberapa waktu lalu. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

”Artinya harus ada penindakan dan pengawasan lebih dari pemerintah,” ujar Aman, Selasa (18/5/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Dijelaskan Aman, pemerintah harusnya sudah menerapkan sanksi bagi pelanggar protkes.

Apalagi, sanksi tersebut sudah tertuang dalam Peraturan Wali Kota (Perwako) yang memiliki kekuatan hukum tetap setelah dilakukan sosialisasi sebelumnya.

”Aturannya sudah jelas, perwakonya sudah ada berikut dengan sanksinya. Sudah seharusnya menerapkan sanksi bagi pihak yang melanggar, karena yuridis hukumnya sudah pasti,” jelas Aman.

Menurut Aman, proses sosialisasi minimal dilakukan selama 3 bulan. Setelah itu, aturan wajib diawasi dan diterapkan.

Sehingga memberi efek jera bagi pihak atau masyarakat yang melanggar. Apalagi, Covid-19 adalah wabah yang berbahaya dan penularannya sangat mudah.

”Jadi, di sini pemerintah harus tegas, untuk memberikan efek jera bagi yang melanggar, tak bisa hanya teguran saja.”

Ditambahkannya, saat ini sudah ada tiga varian baru Covid-19. Yang mana, varian baru yang berasal dari India dan negara lainnya penularannya lebih cepat.

Hal ini juga harus mendapat perhatian khusus. Apalagi, Batam jalur masuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dinilai makin rawan.

”Masuknya PMI melalui Kepri, pastinya ada sedikit banyaknya pengaruh dalam penyebaran virus. Karena itu, harus ada penindakan yang tegas dan pengawasan ketat untuk mencegah penyebaran terjadi,” tegas Aman.

Aman juga menyayangkan sikap masyarakat yang kian hari kian abai terhadap protkes. Bahkan, banyak yang tidak memakai masker, menjaga jarak dan memakai hand sanitizer setelah bersentuhan dengan orang lain.

”Semakin ke sini harusnya masyarakat semakin sadar protkes, bukan malah mengabaikan,” pungkas Aman.(jpg)

Arus Balik Wilayah Sumatera Dapat Perhatian Khusus, Terutama Kepri

0

batampos.co.id – Pasca berakhirnya masa peniadaan mudik lebaran pada 17 Mei lalu, pemerintah masih terus lanjut berupaya mengantisipasi terjadinya gelombang arus balik dari para pemudik nekat. Salah satunya arus balik dari Pulau Sumatera menuju DKI Jakarta dan sekitarnya.

Pulau Sumatera dinilai perlu mendapat perhatian lebih karena menurut data Satgas Covid-19, hampir seluruh wilayah di Pulau Sumatera masuk ke dalam zona merah dan oranye Covid-19. Zona merah artinya berisiko tinggi menularkan virus Covid-19, sementara zona oranye berisiko sedang.

Untuk itu, dilakukan rapat koordinasi (rakor) untuk antisipasi arus balik dari Pulau Sumatera bersama para Kapolda, TNI, beserta Menteri Perhubungan, Menteri Kesehatan, dan Kepala BNPB. Pemimpin rakor adalah Menteri Koordninator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Muhadjir pun menyampaikan beberapa catatan yang perlu diperhatikan. Di antaranya, terkait kedatangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kepulauan Riau (Kepri), yakni sebanyak 170 orang yang dinyatakan positif Covid-19.

“Untuk Kepri ini perlu dilakukan tindak lanjut karena PMI yang datang kebanyakan memang dari Malaysia dan di sana (Malaysia) banyak ditemukan varian baru. Jadi saya minta kita harus lakukan genome sequencing supaya kita tahu apakah yang di Kepri itu varian baru atau bukan,” tutur Menko PMK dalam keterangannya, Rabu (19/5).

Faktanya, hal serupa juga terjadi di Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Berdasarkan laporan Kapolda setempat, ditemukan 33 PMI terkonfirmasi positif Covid-19 meski sebelumnya PMI tersebut sudah mengantongi surat keterangan bebas Covid-19 dari Negeri Jiran, namun usai dilakukan isolasi dan pemeriksaan ulang di Tanah Air diketahui terkonfirmasi positif.

“Inilah pentingnya dilakukan genome sequencing. Mereka yang dari luar negeri harus kita antisipasi karena fokus kita ke pencegahan varian baru seperti ada dari Afrika, Inggris, ataupun India,” ungkap Muhadjir.(jpg)

Presiden Jokowi Datang, Jalan Diperbaiki

0
Alat berat diturunkan untuk membersihkan jalan yang becek tertutup tumpahan pasir di jalan lintas barat Bintan, Selasa (18/5). (foto:batampos)

batampos.co.id – Jalan Lintas Barat, Bintan disterilkan menjelang kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mulai dari jalan berlubang ditambal dan jalan becek karena tumpahan pasir ke jalan di simpang Kampung Lepan, Kecamatan Seri Kuala Lobam juga dibersihkan.

Seorang warga Toapaya, Sapriyono mengatakan, selama ini jalan berlubang di beberapa titik di Toapaya, Bintan sudah lama tidak diperbaiki. Padahal jalan berlubang sangat membahayakan pengendara yang melintas. “Baguslah, Pak Jokowi datang, jalan diperbaiki,” katanya.

Dikatakannya juga, jalan-jalan berlubang dan rusak biasanya diperbaiki saat ada event-event skala internasional seperti Tour de Bintan. “Sama ketika ada event internasional, jalan-jalan rusak dan berlubang diperbaiki,” ujarnya.

Sementara itu, seorang warga yang melintas di jalan becek karena tumpahan pasir di simpang Kampung Lepan, Rahmat mengatakan, jalan becek yang tertutup gundukan pasir sudah lama terjadi dan membahayakan pengguna jalan. “Rawan kecelakaan,” ujarnya.

Menurutnya, pembersihan jalan becek dan gundukan pasir karena tumpahan pasir harusnya sudah lama dilakukan. “Bukan ketika Presiden mau datang, baru diperhatikan,” ujarnya.

Seorang warga lainnya, Iwan mengatakan, jalan tersebut selalu becek dan ditutupi pasir jika hujan menguyur. “Tumpahan pasir bisa menutupi sebagian bahu jalan,” ujarnya.

Dia berharap, ada perhatian dan solusi dari pemerintah terkait jalan yang becek dan kerap tertutup pasir jika hujan mengguyur.

“Setidaknya ada batu perhatian agar pasir yang ada di bukit tidak tumpah ke jalan,” harapnya. (*/jpg)

Warga Batam! Layanan SIM Kembali Dibuka

0

batampos.co.id – Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Krisna Ramadhani, mengatakan, pihaknya sudah membuka kembali layanan penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM). Sebelumnya, layanan di Polresta Barelang ini sempat ditutup selama lima hari pasca libur Lebaran.

”Sudah kembali dibuka, dan jumlahnya normal. Tidak ada yang membeludak setelah libur, pastinya kita tetap menerapkan protokol kesehatan,” ujar Krisna, Selasa (18/5).

Krisna menjelaskan, selama penutupan tersebut, pihaknya memberikan dispensasi. Masyarakat diberikan waktu selama dua hari hingga 19 Mei untuk memperpanjang SIM.

”Apabila lewat dari tanggal yang telah ditentukan, maka diberlakukan mekanisme penerbitan SIM baru,” katanya.

Disinggung terkait pendaftaran SIM online yang diberlakukan Korps Lalu Lintas Polri, Krisna mengaku belum bisa memastikan jadwalnya. ”Belum berlaku, dan belum bisa dipastikan. Karena bukan kemampuan kami,” ungkapnya.

Sebelumnya, Korps Lalu Lintas Polri memberlakukan sistem pembuatan dan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) melalui online.

Dalam penerapannya, masyarakat bisa menggunakan applikasi SINAR (SIM Nasional Presisi) untuk meperpanjang dan membuat SIM baru.

Selain itu, untuk tes teori, dilangsungkan secara online di aplikasi SINAR, tes psikologis menggunakan aplikasi E-PPsi serta pelayanan kesehatan melalui aplikasi E-Rikkes. (*/jpg)

Antisipasi Lonjakan Covid-19 Setelah Lebaran, Satgas Tingkatkan Testing

0

batampos.co.id – Satgas Penanganan Covid-19 berupaya mengantisipasi melonjaknya kasus Covid-19 setelah libur Hari Raya Idul Fitri 2021. Satgas memutuskan meningkatkan random testing kepada pemudik selama periode arus balik.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, antisipasi ini dilakukan karena adanya peningkatan eskalasi kasus positif, terutama di wilayah Sumatera. Pada Mei 2021, kontribusi kasus nasional dari Pulau Jawa turun 11,06 persen. Sebaliknya, di Pulau Sumatera kenaikan 27,22 persen. Pada angka kematian, Pulau Jawa menurun 16,07 persen dan sebaliknya Pulau Sumatera naik menjadi 17,18 persen.

Sebagai tindak lanjut, Ketuas Satgas Penanganan Covid-19 telah mengeluarkan surat Nomor 46/05 Tahun 2021 tentang Antisipasi Perjalanan Masyarakat Pada Arus Balik Idul Fitri 2021. “Didalam surat ini pemerintah daerah khususnya provinsi di Pulau Sumatera wajib teliti dan cermat memeriksa dokumen pelaku perjalanan dalam masa arus balik,” kata Wiku.

Sesuai surat edaran Nomor 13 Tahun 2021, surat bebas Covid-19 tersebut meliputi hasil tes PCR, swab antigen atau GeNose. Dengan masa berlaku selama 3 x 24 jam dalam masa peniadaan mudik 6 – 17 Mei 2021.

Sedangkan dalam masa pengetatan pasca lebaran yakni pada 18 – 24 Mei 2021, surat bebas COVID-19 berlaku 1 x 24 untuk seluruh metode testing. Serta pelaku perjalanan diwajibkan membawa surat ijin perjalanan sesuai yang disyaratkan.

“Maka, siapapun pelaku perjalanan yang tidak sehat dan tidak mampu menunjukkan dokumen perjalanan dan surat ijin perjalanan, siapapun itu wajib tanpa terkecuali harus putar balik dan tidak boleh melanjutkan perjalanan,”

Untuk memastikan skrining berjalan maksimal, maka diterapkan random testing test antigen di titik-titik yang ditentukan. Satgas daerah Provinsi Lampung ditunjuk membentuk satgas khusus yang diketuai Kapolda dan Danrem setempat. Satgas khusus ini akan memeriksa seluruh dokumen dan berhak melarang pelaku perjalanan untuk menyeberang ke Pulau Jawa apabila tidak memenuhi syarat.

“Ingat, kebijakan tambahan ini bentuk pencegahan. Pemerintah daerah memiliki andil besar menyaring pelaku perjalanan agar proses skriningnya efektif. Dan juga memastikan setiap pelaku perjalanan dalam keadaan sehat,” pungkas Wiku.

Pemerintah juga menghimbau warga agar tetap menerapkan protokol kesehatan 3M. Yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan secara rutin menggunakan air mengalir. Kegiatan ini wajib dilakukan oleh seluruh warga, termasuk yang sudah disuntik vaksin.(jpg)

Menko Airlangga Terima Kunjungan Ombudsman RI

0
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (ist)

batampos.co.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kunjungan jajaran Ombudsman Republik Indonesia di kantor Kemenko Perekonomian, Selasa (18/5). Kunjungan tersebut merupakan silaturahmi sekaligus pertemuan untuk Ombudsman RI memaparkan Laporan Masyarakat di Bidang Perekonomian kepada Menko Perekonomian.

“Laporan Masyarakat di Bidang Perekonomian tentu terkait langsung dengan Kementerian teknis. Detailnya bisa disampaikan ke kami untuk selanjutnya kami fasilitasi dengan mengkomunikasikan kepada Kementerian teknis dengan lebih cepat,” kata Airlangga.

Ketua Ombudsman RI Mokhammad Najih menyatakan bahwa selain memaparkan tentang pengaduan masyarakat di bidang perekonomian, pertemuan ini diselenggarakan juga untuk membangun komunikasi khususnya fungsi koordinasi.

“Pertemuan ini diharapkan bisa menjadi langkah selanjutnya untuk melakukan koordinasi dan mengembangkan sinergi agar kinerja Ombudsman RI dalam melaksanakan tugas pengawasannya bisa lebih meningkat. Demikian juga koordinasi di bidang Kemenko Perekonomian,” tutur Najih.

Pada kesempatan tersebut, Ombudsman RI menyampaikan substansi Laporan Masyarakat pada bidang perekonomian yang ditangani oleh Keasistenan Utama III Ombudsman RI dan terdiri dari delapan substansi yaitu Perbankan, Asuransi, Perizinan, Perdagangan dan Industri, Koperasi, Pajak, Penanaman Modal, Pengadaan Barang, Jasa, Lelang.

Di sektor perbankan, masyarakat sering mengadukan tentang restrukturisasi kredit. Selain itu kajian yang dilakukan oleh Ombudsman RI dalam rangka pencegahan di bidang perekonomian juga disampaikan dalam kesempatan tersebut.

“Kami mengapresiasi kajian-kajian yang dilakukan oleh Ombudsman RI. Terkait perbankan, khususnya restrukturisasi kredit, regulasinya general tetapi penerapannya case by case antara bank dan nasabah. Selama pandemi Covid-19 terjadi, Pemerintah sudah menaruh penjaminan dan subsidi,” tegas Airlangga.

Selanjutnya, pada kesempatan yang sama Airlangga menyampaikan perkembangan Covid-19 di Indonesia yang secara umum perkembangan kasus konfirmasi harian dan kasus aktif masih terkendali. Tingkat Kasus Aktif 5,2 persen (lebih rendah dari global 11,09%), tingkat kesembuhan 92,0 persen (lebih baik dari global 86,83%), namun tingkat kematian 2,8 persen (masih sedikit lebih tinggi dari global 2,07%). Kasus Aktif nasional, konsisten mengalami penurunan sebesar 48,6 persen dari puncak kasus pada 5 Februari 2021.

Tentang perkembangan ekonomi Menko Airlangga menyampaikan bahwa secara spasial, sektor-sektor yang tumbuh positif adalah sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan; Pengadaan Listrik dan Gas; Pengadaan Air dan Pengelolaan Sampah; Informasi dan Komunikasi; Jasa Keuangan dan Asuransi; Jasa Pendidikan; Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial. (*)

75 Pegawai KPK Laporkan Pimpinan KPK ke Dewas KPK

0

batampos.co.id – Sebanyak 75 pegawai yang tidak lolos dalam tes wawasan kebangsaan (TWK) melaporkan semua pimpinan KPK ke Dewan Pengawas KPK lantaran dugaan melanggar kode etik.

Adapun kelima pimpinan yang dilaporkan, adalah Firli Bahuri, Alexander Marwata, Nawawi Pomolango, Lili Pintauli Siregar, dan Nurul Ghufron.

Penyidik senior KPK, Novel Baswedan salah seorang pegawai yang menjadi pelapor mengaku mesti menempuh cara tersebut lantaran adanya masalah serius dari TWK tersebut.

“Hari ini kami sebenarnya kembali bersedih. Bersedihnya karena kami harus melaporkan pimpinan KPK. Seharusnya pimpinan KPK itu kan dalam integritas tentunya baik, harusnya begitu. Tapi dalam beberapa hal yang kami amati itu ada hal-hal yang sangat mendasar dan kemudian kami lihat sebagai masalah yang serius,” ujar Novel, Selasa (18/5).

Novel mengatakan, pelaporan ini juga untuk menghentikan kesewenang-wenangan para pimpinan KPK dengan TWK tersebut. “Kemudian membuat seolah-olah ada proses yang, orang-orang yang harusnya adalah pegawai-pegawai berlaku baik, yang berprestasi, justru malah dibuat seolah-olah tidak lulus atau tidak memenuhi syarat,” katanya.

“Sekali lagi tadi kami katakan bahwa, kenapa kami bersedih, karena perilaku atau suatu pelanggaran kode etik berat atau kode etik yang serius ini terjadi bukan baru pertama kali,” tambahnya.

Novel berujar, para pegawai KPK berharap pelaporan ini bisa menjadikan pimpinan KPK lebih baik ke depannya. Termasuk bisa menjaga etika profesi dan integritasnya. “Ini suatu keprihatinan dan kami berharap Dewas bisa berlaku profesional mungkin demi kebaikan dan demi kepentingan pemberantasan korupsi yang lebih baik,” ungkapnya.

Seperti diketahui, pegawai KPK telah menjalani tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai syarat untuk beralih ASN dari Badan Kepegawaian Negara atau BKN.

75 pegawai KPK yang dinyatakan tidak lolos dalam menjalani serangkaian tes tersebut. Adapun nama-nama besar yang dikabarkan diberhentikan dari KPK antara lain penyidik senior KPK Novel Baswedan, Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo, Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi Herry Muryanto.

Kemudian, Direktur Direktur Pembinaan Jaringan Kerja antar Komisi dan Instansi (PJKAKI) Sujanarko, Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi Giri Suprapdiono, seluruh kasatgas dari internal KPK, seluruh pengurus inti WP, serta puluhan pegawai KPK yang berintegritas. (*/jpg)