Selasa, 19 Mei 2026
Beranda blog Halaman 9740

Tulisan Calon Penumpang Sriwijaya Air SJ 182 yang Lolos Dari Maut 

0

batampos.co.id – Manusia bisa membuat rencana sebaik mungkin tapi tuhanlah yang menentukannya. Hal itu pula yang dirasakan oleh Asrizal Nur.

Asrizal merupakan calon penumpang Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak. Seyogyanya Asrizal dan keluarganya hendak bertolak ke Kota Pontianak, Kalimantan Barat, dengan menggunakan maskapai penerbangan tersebut.

Namun mereka gagal berangkat karena belum mengantongi hasil swab PCR. Berikut tulisan Asrizal Nur yang diterima batampos.co.id pada Minggu (10/1/2021).

Asrizal Nur (tengah) bersama kedua anaknya yang gagal berangkat dengan menggunakan maskapai Sriwijaya Air SJ 182. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id

LOLOS DARI MAUT SRIWIJAYA AIR

Alhamdulilah Allah menolong kami sekeluarga, kalau tidak tentu kita tidak bertemu lagi.

Tgl 7 Januari kami sekeluarga berniat ke Pontianak, Kalimantan Barat, berencana mau bertemu anak kami paling besar bernama Jalaluddin Fauzhi Nur, yang sudah beberapa tahun kuliah di IAIN Pontianak, di samping itu juga akan menghadiri undangan dari para guru se-Pontianak sebagai narasumber.

Tiket pesawat sudah dibeli, kami berempat, istri, saya dan 2 anak gadis kami yang cantik pun mengurus Rapid Tes dan antigen sebagai syarat yang diwajibkan negara kepada rakyatnya kalau keluar daerah yang harga perorang hampir sama dengan harga tiket pesawat sekali pergi.

Kami mengatakan kepada pihak Klinik bahwa kami akan ke Pontianak, tak ada keterangan apa pun dari klinik sehingga kami ke airport dengan bekal surat negatif, rapid tes dan antigen.

Kami pun ke bandara dg rasa sesak di dada karena terasa berat dengan biaya rapid tes dan antigen itu namun ada rasa bahagia akan bertemu anak dan keluarga di Pontianak.

Sesampai di airport di saat masuk kami diperiksa, ternyata Rapid tes dan antigen itu tidak lengkap harus urus yg namanya Swap PCR, sempat lama kami berdebat dengan petugas kenapa tak ada komunikasi dengan pihak klinik sehingga kami dapat info yang sama dengan bandara, karena untuk menghindari antri kami disuruh komunikasikan dengan maskapai jika diperbolehkan maskapai maka surat akan distempel.

Hampir 1 jam kami mengurus di maskapai kamipun tetap tak diizinkan masuk pesawat, kami harus menguru Swap PCR itu, perdebatan panjang kami lakukan, kenapa pihak maskapai tidak memberitahu penumpangnya saat membeli tiket, karena kami membeli tiket melalui Traveloka maka mereka suruh kami urus ke Traveloka, Traveloka tak dapat memberi jawaban kecuali mengatakan tiket keberangkatan anda hangus.

Hampir puluhan orang bernasib sama diantaranya para ibu yang tak punya uang untuk mengurus Swap PCR itu, Entah bagaimana nasib itu.

Pesawat pun sudah terbang, kami gagal hari itu ke Pontianak, Putri Thania anak saya sempat marah-marah, inilah terakhir kali kita naik LION AIR tidak profesional, nanti kita naik SRIWIJAYA saja.

Lalu kami pun mengurus SWab PCR, ternyata mahal sekali, bila 24 jam maka biayanya bisa sejuta perorang bila 2×24 Jam Rp800.000,-

Kamipun berunding , Putri mengusulkan kita ambil yg 2x 24 jam saja, berangkat tanggal 9 Januari naik SRIWIJAYA, karena Swap PCR itu selesai pukul 11.00 atau 12.00 WIB, kita naik pesawat yg pukul 13.00 WIB.

Saya langsung mengiyakan, anak perempuan bernama Hoki tetap ingin ke Pontianak, sedang istri saya sudah kehilangan semangat.

Setelah berfikir sejenak, lalu saya memutuskan, “Sudahlah, kita batalkan saja ke Pontianak, pertama biayanya mahal karena kita harus tidur di hotel sekitar bandara, biaya lagi, dan bagaimana pula kalau hasilnya tak sesuai di harapkan. Pasti ada hikmah dari ini semua, misal kalau paksakan berangkat juga, akan terjadi sesuatu yg tak baik bagi kita sekeluarga.

Akhirnya setelah terdampar 4 jam di bandara kamipun pulang.
Dan hari ini kami dengar kabar, pesawat SRIWIJAYA yang tadinya akan kami tumpangi mengalami musibah, hilang tak ditemukan.
Sujud syukur kepada-Mu ya Allah yang telah menyelamatkan kami.

Kisah nyata Asrizal Nur dan sekeluarga

Sehari Pasien Covid-19 Tambah 9.640 Kasus

0

batampos.co.id – Kasus Covid-19 harian bertambah 9.640 orang berdasarkan data dari Satgas Penanganan Covid-19 pada Minggu (10/1). Kini total sudah 828.026 orang terinfeksi Covid-19. DKI Jakarta dan Pulau Jawa menjadi penyumbang kasus nasional terbanyak.

Sebaran kasus di DKI Jakarta dalam sehari sebanyak 2.711 kasus. Jawa Barat 1.468 kasus. Jawa Tengah 1.045 kasus. Jawa Timur 1.004 kasus. Dan Sulawesi Selatan 585 kasus.

Jumlah itu terdeteksi dari hasil pemeriksaan atau tes harian sebanyak 46.025 spesimen. Ada 70.381 orang berstatus suspek. Tes harian dilakukan terhadap 31.743 orang. Positivity rate naik menjadi 15,7 persen di mana 3 hari yang lalu positivity rate masih 15,4 dan 15,5 persen.

Total pasien meninggal dalam sehari bertambah 182 jiwa. Paling banyak kasus kematian harian terjadi di Jawa Timur sebanyak 61 jiwa. Kini total sudah 24.129 jiwa meninggal dunia akibat Covid-19.

Jumlah pasien sembuh harian bertambah 7.513 orang. Paling banyak pasien sembuh terjadi di DKI Jakarta sebanyak 2.903 orang. Kini total sudah 681.024 orang sembuh dari Covid-19. Sudah 510 kabupaten kota terdampak Covid-19. Ada 2 provinsi di bawah 10 kasus. Dan tak ada satupun provinsi dengan nol kasus harian. (*/jpg)

Keluarga Sekda Anambas Masuk Daftar Penumpang Sriwijaya yang Hilang

0

batampos.co.id – Pesawat Sriwijaya Air yang hilang dan jatuh di Perairan Kepulauan Seribu membawa 62 penumpang. Diantara penumpang itu adalah keluarga dari Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, Sahtiar. Salah satunya merupakan anak sepupu dari Sekda Anambas.

Pesawat Sriwijaya Air tujuan Jakarta-Pontianak dinyatakan hilang, pada Sabtu (9/1/2021). Pesawat jenis Boeing 737-500 dengan registrasi PK-CLC itu hilang kontak sekira pukul 14.40 WIB.

Dari informasi yang terhimpun, dalam penerbangan tersebut ada 5 orang kerabat Sekda Anambas. Berikut nama keluarga Sekda Anambas yang masuk dalam daftar pesawat Sriwijaya yang hilang kontak yakni Toni Ismail, Rahmawati, Ratih Windania, Yumna Fanisyatuzahra, dan Athar Rizki Riawan.

Sekda Anambas Sahtiar membenarkan bahwa salah satu nama dalam daftar penumpang yang ada di pesawat Sriwijaya Air tujuan Jakarta-Pontianak itu adalah keponakannya. Athar Rizki Riawan yang baru berusia 9 tahun merupakan keponakannya.

“Keponakan saya berkunjung ke Bandung untuk liburan dengan pamannya,” ujar Sahtiar pada Minggu (10/1/2021).

Namun usai liburan di Bandung dan pulang ke Pontianak, paman keponakannya tidak ikut pulang. Jadi keponakannya dititipkan bersama kerabat yang juga kembali ke Pontianak.

“Dia anak sepupu saya dan usianya sama dengan anak saya. Paman dari dia ini tidak pulang, dan saat ini masih ada di Bandung,” tuturnya.

“Kita dan keluarga masih menunggu kabar informasi dari pihak terkait, di Bandara Pontianak juga sudah ada keluarga yang menunggu, kami berharap korban masih selamat dan bisa ditemukan,” katanya lagi.

Sementara itu, beberapa pejabat tinggi Kepulauan Anambas pun turut berbelasungkawa atas kejadian yang menimpa keluarga Sekda Anambas, Sahtiar.

“Kepada pak Sahtiar kami mengucapkan belasungkawa atas apa yang menimpa keluarga dari istri pak Sekda yang menjadi korban pesawat Sriwijaya,” ujar Fadil salah satu temannya, Sabtu (9/1/2021).(fai)

Pecahan Pesawat Sriwijaya Air Ditemukan di Kedalaman 23 Meter

0

batampos.co.id – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan telah mengerahkan pasukan elite TNI Angkatan Laut yakni Kopaska untuk membantu melakukan pencarian korban hingga bangkai pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1) kemarin.

Hadi bersama Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Kepala Basarnas Bagus Puruhito, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjanto, Dirut Jasa Raharja Budi Rahardjo, dan Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto mendatangi langsung lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu.

“Kapal Rigel milik TNI bersama tim gabungan yang diterjunkan melakukan pencarian telah menemukan sinyal dari pesawat Sriwijaya Air SJ 182,” kata Hadi di perairan Kepulauan Seribu, Minggu (10/1).

Hadi menuturkan, tim penyelam dari tim Kopaska juga sudah melakukan penyelaman dan menemukan beberapa bagian dari pesawat, seperti pecahan pesawat, life vest, warna bagian dari pesawat, bagian registrasi pesawat, dan sejumlah temuan lainnya. Barang-barang tersebut ditemukan di kedalaman sekitar 23 meter dari permukaan laut.

“Kami mendapatkan laporan dari tim penyelam bahwa visibility di dalam air baik dan jelas, sehingga memungkinkan ditemukannya sejumlah bagian dari pesawat,” ucap Hadi.

Hadi mengharapkan, kondisi arus dan pandangan di bawah laut masih bagus. Sehingga bisa melanjutkan upaya pencarian.

“Kami yakin di situlah titik yang diperkirakan menjadi lokasi jatuhnya pesawat, mudah-mudahan bisa kami kembangkan dengan lanjut,” ungkap Hadi.

Sementara itu, Kepala Basarnas Bagus Puruhito menyampaikan, pihak sampai saat ini masih terus berupaya melakukan pencarian dan pertolongan dengan dibantu oleh sejumlah pihak terkait seperti dari TNI, POLRI, KPLP Ditjen Perhubungan Laut dan instansi terkait lainnya. Untuk diketahui, pesawat Sriwijaya SJ-182 rute Jakarta-Pontianak dilaporkan hilang kontak pada pukul 14.40 WIB, Sabtu (9/1).

Pasawat yang bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta tersebut mengangkut 56 penumpang, terdiri dari 46 dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi. Pesawat juga mengangkut 6 kru.(jpg)

Serpihan Pesawat Sriwijaya SJ-182 Ditemukan di Kepulauan Seribu

0

batampos.co.id – Tim search and rescue (SAR) menemukan serpihan pesawat Sriwijaya SJ-182 yang hilang kontak di perairan Kepulauan Seribu, antara Pulau Lancang dan Pulau Laki. Serpihan badan pesawat tersebut diserahkan di Posko SAR Terpadu Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Serpihan pertama yang sudah dimasukkan ke dalam kantung mayat tersebut sampai ke Posko Terpadu, Sabtu (9/1) sekitar pukul 23.55 WIB. “Serpihan ini ditemukan oleh tim SAR di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki. Serpihan-serpihan ini yang sebelumnya beredar di berbagai media,” kata Kabasarnas, Marsdya Bagus Puruhito dalam keterangannya, Minggu (10/1).

Bagus mengatakan, kantung berisi serpihan pesawat tersebut diserahkan kepada DVI yang diwakili oleh Kompol Asep Winardi, Kasubdit Dokpol, untuk diperiksa lebih lanjut. “Basarnas beserta seluruh stakeholder atau Potensi SAR bersinergi, bekerja sama dalam pelaksanaan operasi SAR ini,” ujar Bagus.

Dua kantong jenazah berisi properti pesawan dan potongan tubuh dari pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Minggu (10/1/2021 (ANTARA/Andi Firdaus)

Sementara itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Basarnas (Kabasarnas) Marsdya Bagus Puruhito, dan Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono mendatangi Jakarta International Container Terminal (JICT) 2, Jakarta Utara. Budi meninjau sejumlah posko search and rescue (SAR) terpadu yang dibuat oleh Basarnas bersama TNI dan Polri di JICT 2.

Posko ini dibuat untuk pencarian korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1) kemarin. Untuk diketahui, pesawat Sriwijaya SJ-182 rute Jakarta-Pontianak dilaporkan hilang kontak pada pukul 14.40 WIB, Sabtu (9/1).

Pesawat yang bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta tersebut mengangkut 56 penumpang, terdiri dari 46 dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi. Pesawat juga mengangkut 6 kru.(jpg)

Hujan Lebat Mengguyur Batam, Pohon Tumbang di Jalan

0

batampos.co.id – Hujan lebat disertai angin melanda sejumlah wilayah Kota Batam. Sejak kemarin hingga Minggu (10/1) hujan terus mengguyur. Masyarakat pun diimbau untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca yang sedang terjadi saat ini.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Batam, Azman mengatakan pihaknya saat ini juga selalu siaga. Mengingat hujan masih mengguyur hampir di semua wilayah Batam.

“Masyarakat diimbau untuk selalu waspada saat ke luar rumah. Sebab, hujan deras masih mengguyur Batam,” kata Azman, Minggu (10/1/2021).

Pohon tumbang di Bengkong setelah hujan lebat mengguyur Batam, Minggu (10/1). (media centre)

Menurut dia, hujan yang disertai angin kencang seringkali mengakibatkan mengakibatkan sejumlah pohon tumbang. Seperti yang terjadi di Simpang SMPN 4 Batam, Bengkong.

“Laporan tim di lapangan ada satu pohon yang tumbang dan sempat menutup akses jalan utama,” katanya.

Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, Tim Rescue Pemadam langsung turun ke lapangan untuk melakukan evakuasi. Pihaknya juga langsung melakukan koordinasi dengan Dinas Pemukiman dan Pertamanan Kota Batam.

“Alhamdulillah jalan saat ini sudah kembali dibuka. Jam 7.13 akses jalan sudah kembali normal,” katanya.(*)

Terumbu Karang Rusak, Tim Gakkum Terjun Ke Anambas

0

batampos.co.id – Dugaan perusakan terumbu karang dalam proyek pembangunan Jembatan Selayang Pandang II (SP II) di Kabupaten Kepulauan Anambas mendapat perhatian serius dari Tim Gabungan Perlindungan dan Penegakan Hukum (Gakkum), Dinas Lingkungan dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kepulauan Riau serta Tim Balai Gakkum wilayah Sumatra.

Kedua Tim Gabungan Perlindungan dan Penegakan Hukum tersebut kini terjun langsung di Kabupaten Kepulauan Anambas dalam rangka melaksanakan verifikasi pengaduan dugaan perusakan terumbu karang oleh PT Ganesha Bangun Riau Sarana.

Kepala Seksi Perlindungan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dinas LHK Provinsi Kepulauan Riau, Agus Purwoko, mengungkapkan proses penanganan persoalan itu berawal dari laporan Solidaritas Masyarakat Anambas (SRA).

“Yakni aktifitas mengeruk terumbu karang dengan metode menurunkan alat berat atau excavator di perairan,” ucap Agus Purwoko, saat dikonfirmasi batampos.co.id di Kantor PUPR Anambas, Tarempa, Sabtu (9/1/2021).

Kepala Seksi Perlindungan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dinas LHK Provinsi Kepulauan Riau, Agus Purwoko, saat diwawancarai di Tarempa, Sabtu (9/01/2020). (Foto: Faidillah/batampos.co.id)

Lanjut dia mengutarakan, aktifitas pengeruk terumbu karang dalam satu hari itu diyakini oleh pihak pelapor dapat menyebabkan kerusakan berat pada terumbu karang yang selama ini dijaga.

Menindaklanjuti pengaduan itu, pihaknya melaksanakan rapat koordinasi dan pendampingan dugaan perusakan terumbu karang bersama Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR), Dishub LH, Dinas Perikanan, kontraktor serta pecinta terumbu karang yang tergabung dalam Solidaritas Rakyat Anambas.

“Kami dari pihak Gakkum terutama penyidik mendengarkan administrasi masing-masing baik pelapor kemudian dengan pihak-pihak yang bersinggungan dengan persoalan itu sesuai tupoksi pekerjaan, yang utama yaitu surat perizinan,” jelasnya.

Selain itu, tim Gakkum juga akan melakukan peninjauan lapangan untuk mencari pokok masalah dengan menentukan verifikasi dan melihat kondisi real terjadinya dampak penggalian itu.

Adapun titik lokasi peninjauan lapangan itu yakni lokasi perairan terumbu karang di pembangunan Jembatan Selayang Pandang II. Kemudian pihaknya juga meninjau lolasi kegiatan perusahaan itu di Tanjung Momong untuk dilakukan verifikasi lapangan.

“Mudahan -mudahan pada Rabu (13/01/2021) tim Gakkum akan merangkum, membedah semuanya yang ada di dalam dokumen dan fakta-fakta akan dituangkan dalam kesimpulan penyidikan,” tegasnya. (fai)

Cari Sriwijaya SJ-182, Pasukan Khusus TNI AL Selami Kepulauan Seribu

0

batampos.co.id – Sejumlah pasukan khusus TNI Angkatan Laut dari Detasemen Jalamangkara (Denjaka) dan Intai Para Amfibi Marinir (Taifib) melakukan penyelaman di beberapa titik jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182, Pesawat Sriwijaya jatuh setelah hilang kontak di sekitar Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1).

Komandan Tim Penyelam Kapten Marinir Haryono di Jakarta, Ahad, mengatakan bahwa pencarian pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak itu dititikberatkan di koordinat terakhir saat pesawat hilang kontak diperkirakan di seputaran Pulau Laki dan Pulau Lacang, Kepulauan Seribu.

“Ini diperkirakan dengan kedalaman kurang lebih 20 meter sampai dengan 30 meter,” katanya, dikutip dari Antara.

Sejumlah personel dari Korps Marinir tengah mempersiapkan alat selamnya untuk membantu proses pencarian pesawat Sriwijaya Air yang hilang kontak di Kepulauan Seribu, Jakarta. (ANTARA/HO-Dispen Marinir)

Hari kedua pencarian pesawat Sriwijaya, TNI AL menurunkan 17 personel Denjaka dan 14 personel Taifib dengan penglengkapan mulai dari sea rider, perahu karet, peralatan selam, alat komunikasi bawah air, GPS bawah air dan kamera bawah air.

Pencarian hari kedua tersebut dipimpin langsung oleh Kapten Marinir Haryono dari Denjaka dan Lettu Marinir Sofy Rahmadani dari Taifib Korps Marinir TNI AL.

Sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada hari Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak di posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Pesawat take off dari Bandara Soekarno Hatta pada pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya pada pukul 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.

Berdasarkan data manifes, pesawat yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi. Sementara itu, 12 kru terdiri atas enam kru aktif dan enam kru ekstra.

Keberadaan pesawat itu tengah dalam investigasi dan pencarian oleh Badan SAR Nasional (Basarnas) dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Koordinasi langsung dilakukan dengan berbagai pihak, baik Kepolisian, TNI, maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Sejumlah armada angkatan laut milik TNI dikerahkan, sekitar 10 kapal diterjunkan ke lokasi diduga jatuhnya pesawat di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.(antara)

Kronologi Sriwijaya Air Sebelum Hilang Kontak dan Upaya Pencarian

0

batampos.co.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan kronologi pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan pesawat Sriwijaya Air SJ182 terbang ke arah barat laut sebelum akhirnya hilang kontak.

Kemudian, pihak ATC (Air Traffic Controller/Pemandu Lalu Lintas Udara) bertanya kenapa pesawat SJ182 mengarah ke barat laut pada pukul 14.40 WIB.

“Sriwijaya tidak ke arah 075 derajat, melainkan ke barat laut,” ujarnya secara virtual, Sabtu (9/1).

Setelah pihak ATC bertanya, terkait alasan pesawat Sriwijaya Air SJ182 mengarah ke barat laut. Peristiwa selanjutnya, pesawat tersebut mengalami hilang kontak.

“Tidak lama kemudian, dalam hitungan second target SJY182 hilang dari radar,” ucapnya.

Selanjutnya, manager operasi langsung berkoordinasi dengan Basarnas, Bandara, dan instansi terkait. Lalu, pada Pukul 17.30 WIB, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan pencarian pesawat yang hilang kontak tersebut menggunakan sebanyak 4 kapal, 3 kapal karet, 3 sea reader dan TNI AL.

Kementerian Perhubungan sendiri, melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengerahkan 7 kapal patroli Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) untuk membantu pencarian pesawat Sriwijaya Air SJY -182.

Ketujuh kapal tersebut 5 unit diantaranya merupakan armada Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok yaitu KN. Trisula P-111 yang saat ini sudah berada di wilayah perairan Kepulauan Seribu, KN. Alugara P-114, KN. Celurit P-203, KN. Belati P. 205. Selain itu, RIB SAR PLP Tanjung Priok juga disiagakan.

“Adapun Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Kepulauan Seribu mengerahkan 2 kapal patroli yaitu KN.355 dan V.S054 yang akan berangkat besok pagi,” dikutip dari keterangan tertulis Kemenhub, Sabtu (9/1/2020).(jpg)

Ini Kata Manajemen Sriwijaya Air Terkait Pesawatnya yang Hilang Kontak

0

batampos.co.id – Hingga kini manajemen Sriwijaya Air masih terus menggali informasi ke berbagai pihak terhadap Pesawat Sriwjaya Air rute Jakarta-Pontianak yang mengalami hilang kontak.

Hal ini disampaikan Senior Manager Corporate Communication Sriwajaya Air, Theodora Erika.

“Sriwijaya Air sampai saat ini masih terus melakukan kontak dengan berbagai pihak terkait guna mendapatkan informasi lebih rinci terkait penerbangan SJ-182 rute Jakarta-Pontianak,” ujar Theodora Erika kepada JawaPos.com (group batampos.co.id), Sabtu (9/1/2021).

Sampai saat ini Theodora mengatakan, jika sudah ada kabar mengenai pesawat yang hilang kontak tersebut, pihak Sriwijaya Air akan memberikan keterangan resminya.

“Management masih terus berkomunikasi dan menginvestigasi hal ini dan akan segera mengeluarkan pernyataan resmi setelah mendapatkan informasi yang sebenarnya,” katanya.

Sebelumnya, Kasubag Badan SAR Nasional (Basarnas) Yusuf Latif membenarkan bahwa Pesawat Sriwijaya Air dengan rute Jakarta-Pontianak hilang kontak.

“Iya lost contact betul,” ujar Yusuf.

Yusuf mengatakan titik hilang kontak Pesawat Sriwijaya Air tersebut di Kepulauan Seribu. Saat ini Basarnas akan menujuk ke lokasi.

“Iya benar. Kita akan menuju ke lokasi titik terduganya,” katanya.

Yusuf mengatakan Basarnas tidak bisa menduga-duga pesawat tersebut hilang kontak karena apa.

Namun tim Basarnas akan ke titik lokasi tempat pesawat tersebut hilang kontak.

“Jadi kita masih menduga dulu karena kita belum melihat titiknya. Sementara kita sedang menuju ke lokasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Seribu, Junaedi, mengatakan, ada pesawat jatuh di sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu.

Ia menyebut menerima informasi itu sekitar pukul 14.30 WIB. Juanedi mengatakan pesawat tersebut jatuh dan meledak.

“Iya katanya ada (pesawat jatuh,red) tadi jam 14.30 WIB. Mungkin saat ini sedang ada pencarian. Infonya ada (pesawat) yang jatuh, meledak di Pulau Laki,” ujar Junaedi Sabtu (9/1/2021). (jpg/berbagai sumber)