Kamis, 23 April 2026
Beranda blog Halaman 9793

Tiktok Pertemukan Saudara Kembar setelah Terpisah Lebih 2 Dekade

0

Bagi Trena, Treni adalah saudara kembar yang selama ini cuma dia dengar ceritanya dari sang bapak. Bagi Treni, Trena adalah saudara kembar yang sampai pekan lalu tidak dia ketahui sama sekali.

UNTUK lebih dari dua puluh tahun keterpisahan. Untuk lebih dari dua dekade ketidaktahuan. Untuk lebih dari dua dasawarsa pencarian tanpa hasil.

Untuk semuanya itu, siapa yang sanggup menahan haru? Bapak dan anak itu pun berpelukan erat dengan air mata deras mengalir. Rindu, kelegaan, dan kegembiraan melebur pada pagi buta yang dingin di Stasiun Kereta Api Tasikmalaya Kamis (22/10) itu.

Itulah pertemuan pertama Enceng Dedi, sang ayah, dengan Elis Treni Mustika, putrinya, setelah terpisah sejak 1995. ’’Saya tidak tahan karena terharu dan menangis tidak henti,’’ ujar Treni sebagaimana dilansir Radar Tasikmalaya.

Tangis itu kembali pecah saat Treni masuk ke mobil yang digunakan untuk menjemputnya. Di sana, saudara kembarnya, Eeus Trena Mustika, telah menunggu. Padahal, Trena dalam perbincangan sebelumnya secara jarak jauh bilang akan menunggu di rumah.

Dua perempuan berusia 24 tahun tersebut berpelukan lama sekali. Bagi Trena, inilah saudara kembar yang selama ini diceritakan bapak dan saudara-saudaranya. Bagi Treni, inilah saudara kembar yang sampai dua pekan lalu tidak dia ketahui sama sekali.

Cinderella story itu bermula ketika mereka terpisah setelah lahir di Maluku 24 tahun lalu. Karena ada persoalan tertentu, mereka berdua dipisahkan.

Trena dan Treni berziara di ke makam ibu kandung mereka. (DENDEN AHDANI/RADAR TASIKMALAYA TV)

Trena diasuh keluarga kandung di Tasikmalaya, sedangkan Treni diasuh keluarga transmigran dari Pulau Jawa. Kerusuhan di Ambon kala itu membuat keduanya terpisah jauh. Treni tiba di Jawa lebih awal, dibawa ke kampung halaman ibu asuhnya di Blitar, Jawa Timur, pada 1996.

Trena beserta orang tua kandungnya kembali ke Tasikmalaya sekitar 1999. Sejak saat itu, komunikasi dua keluarga tersebut terputus.

’’Pada 1996, saat tiba kembali di Jawa, handphone belum seperti sekarang, saya kehilangan kontak dengan Pak Enceng,’’ kata Rini, ibu yang merawat Treni sejak masih bayi.

Enceng juga sudah pasrah. Berbagai upaya telah dia lakukan bersama keluarga sekembalinya ke Tasikmalaya untuk menemukan Treni.

’’Saya alhamdulillah bisa berkumpul dan bahagia sekali,’’ ucap ayah sembilan anak (termasuk si kembar Trena-Treni) itu.

Dalam percakapan dengan Jawa Pos Radar Blitar sebelum keberangkatan ke Tasikmalaya, Treni mengaku selama ini yang dia tahu Rini-lah ibu kandungnya. Rini, kata Treni, merawatnya penuh kasih.

Rini menamainya Treni Fitriyana. Dia juga memilih untuk menyimpan rapat rahasia masa lalu sang putri. Treni meyakini itu dilakukan demi kebaikannya.

’’Ibu asuh yang selama ini merawat saya sudah saya anggap ibu kandung. Saya tidak ingin melukai perasaannya. Saya tahu perasaan ibu,’’ terang Treni yang sudah bersuami Miftahul Huda dan telah dikaruniai dua anak.

Sampai akhirnya, TikTok mempertemukan mereka. Awalnya, Treni yang berbisnis secara daring memang mengakrabi semua platform media sosial.

Dari unggahan videonya, tetangga Trena di Tasikmalaya mengira video tersebut videonya. Sebab, wajahnya sangat mirip.

Trena yang tak akrab dengan media sosial pun mengaku bingung ketika banyak teman dan tetangga yang menunjukkan video wanita yang mirip dengannya. Tapi, setelah menyimak videonya dengan saksama dan berulang-ulang, dia semakin yakin wanita dalam video itu adalah saudara kembarnya. Apalagi, namanya Treni, nama yang sama yang selama ini dicari olehnya dan keluarga.

Tapi, bukan Trena yang pertama mengontak Treni di Blitar. Melainkan saudara mereka yang lain. Treni sempat tak menggubris upaya pendekatan itu. Dia khawatir itu upaya untuk menipu saja. Apalagi, sang ibu selama ini tak pernah cerita apa pun.

’’Tetapi, setelah saya berkomunikasi dengannya (Trena) lewat video call, baru percaya. Cara berkudung, cara bicaranya, dan wajahnya mirip banget sama saya,’’ ungkap Treni yang selama ini tinggal di Dusun Ringinanom, Desa Sumberjati, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar.

Dan, insting sebagai saudara kembar tersebut pun sudah terpampang pada kemarin pagi itu. Kerudung mereka sama-sama hijau. ’’Padahal, kami tidak janjian,’’ kata Trena.

Mereka juga punya kesamaan hobi dan kebiasaan. Bahkan tensi darah pun sama, di kisaran 80–90. ’’Sifat egois dan suka nyanyi juga sama, hobi makan bakso juga sama,’’ seloroh Trena yang disambut gelak Treni setelah keduanya puas berpelukan dan bertangisan di dalam mobil.

Dengan kerudung hijau itu pula keduanya melaju menuju makam sang ibu kandung, Enok Rohaenah. Makam tersebut tak jauh dari kediaman keluarga Enceng di Kampung Cipaingeun, Kelurahan Sukamaju Kaler, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya.

Keharuan pun kembali menyeruak di sana. Terutama Treni yang hanya bisa mendapati makam sang bunda setelah sejak lahir tak pernah mengenalnya.

Tapi, seperti halnya kisah Cinderella yang berakhir bahagia, kini Treni dan Trena telah lega. Mereka telah saling menemukan.(jpg)

Tiket Pesawat Kini Lebih Murah, Berlaku Mulai Hari Ini

0

batampos.co.id – Kementerian Perhubungan (kemenhub) memberikan stimulus sektor penerbangan dengan membebaskan PSC (Passenger Service Charge) untuk 13 bandara di indonesia, salah satunya Bandara internasional Hang nadim Batam. ketentuan baru ini mulai berlaku Jumat (23/10) pukul 00.01 dini hari tadi.

Direktur Bandar udara internasional Hang nadim dan Telekomunikasi informasi komunikasi BP Batam, Suwarso, membenarkan hal tersebut. “Saya sedang di Jakarta, menandatangani Mou (Memorandum of Understanding) pemberian stimulus penerbangan melalui tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau PSC,” katanya, Kamis (22/10).

Pembebasan PSC atau airport tax ini, tentu menurunkan harga tiket yang dibayar penumpang. Biasanya, calon penumpang membayar PSC yang sudah masuk dengan harga tiket. PSC Bandara Hang Nadim selama ini sebesar Rp 60 ribu per penumpang. Maka dengan pembebasan PSC ini, harga tiket dari Batam ke daerah lainnya lebih murah Rp 60 ribu.

“Setiap bandara, PSC-nya berbeda-beda. Bandara Hang Nadim PSC untuk domestik Rp 60 ribu. Jadi, calon penumpang bisa hemat Rp 60 ribu,” ujar Suwarso.

Namun, pembebasan PSC ini hanya berlaku hingga 31 Desember 2020. Meski begitu, stimulus ini diharapkan dapat meningkatkan gairah bisnis penerbangan yang selama pandemi Covid-19 terjun bebas. Karena selama pandemi terjadi penurunan jumlah penumpang yang sangat drastis.

Tentunya, penurunan jumlah penumpang ini berdampak terhadap pendapatan pengelola maskapai dan bandara. Di Hang Nadim, sebelum pandemi jumlah penumpang yang berangkat di kisaran 6.000 orang. Tapi kini hanya 3.000 orang saja setiap hari.

“Jumlah pesawat yang berangkat dari Hang Nadim saat ini kurang lebih 28 flight. Sebelum pandemi bisa mencapai 60 hingga 72 flight,” sebutnya.

Stimulus PJP2U tersebut hanya berlaku untuk 13 bandara yang telah ditentukan, yakni Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Hang Nadim Batam, Kualanamu Medan, I Gusti Ngurah Rai Bali, Yogyakarta Internasional Kulon Progo, Halim Perdanakusuma (Jakarta), Internasional Lombok, Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sam Ratulangi Manado, Komodo-Labuan Bajo, Silangit-Tapanuli Utara, Blimbingsari-Banyuwangi, dan Adi Sucipto Yogyakarta.(*/jpg)

Prabowo Jadi Menteri dengan Kepuasan Publik Tertinggi

0

batampos.co.id – Satu tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin masih terdapat kekurangan di berbagai sektor. Yang paling disorot adalah kinerja para menterinya. Sejauh ini tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Kabinet Indonesia Maju secara umum masih relatif di bawah 50 persen.

Hal itu diketahui berdasarkan survei nasional Indonesia Political Review (IPR). “Menurut survei ini, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dinilai sebagai menteri berkinerja paling memuaskan yakni 45,2 persen. Kemudian posisi kedua ada nama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dengan meraih 44,9 persen,” kata Direktur Eksekutif Ujang Komarudin kepada wartawan, Jumat (23/10).

Kemudian disusul Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menjadi jajaran menteri dengan kinerja yang paling baik ketiga dengan memperoleh 44,8 persen kepuasan publik. Selanjutnya Jaksa Agung ST Burhanuddin 44,0 persen.

Meko Polhukam Mahfud MD 43,7 persen, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian 43,0 persen, Menteri PUPR Basuki Hadimulyo 42,8 persen, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita 42,5 persen dan Menteri Koordinator Perekonomian 42,0 persen.

Sementara itu, Menteri yang paling kecil mendapatkan kepuasan publik terkait kinerja yakni Menteri PPPA 34,8 persen, Menristek Bambang Brodjonegoro 34,5 persen, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko 34,0 persen, Sekretaris Kabinet Pramono Anung 33,6 persen, dan terakhir Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah 33,3 persen.

Survei ini dilakukan di 34 provinsi menggunakan Metode Multistage Random Sampling. Wawancara dilakukan pada 1-10 Oktober 2020 dengan cara telesurvei, yakni responden diwawancara melalui kontak telepon menggunakan kuesioner. Adapun jumlah responden sebanyak 1000 orang dengan margin of error +/- 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.(jpg)

Oki Setiana Dewi Lulus S3 dengan Predikat Cumlaude

0

batampos.co.id – Artis asal Batam Oki Setiana Dewi akhirnya menyesaikan pendidikan S3 konsentrasi Dakwah dan Komunikasi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan predikat cumlaude. Kakak kandung Ria Ricis itu mempertanggungjawabkan disertasinya di hadapan tim penguji dengan sangat baik. Disertasinya berjudul Pengajian Selebriti Hijrah Kelas Menengah Muslim (2000-2019): Respons atas Dakwah Salafi dan Jamaah Tabligh.

“Setelah memperhatikan nilai disertasi untuk program S3 dengan nilai rata-rata 88, 27 disertai dengan jawaban-jawaban yang diberikan dari para penguji dengan nilai rata-rata 92, maka penguji menetapkan Oki Setiana Dewi dinyatakan lulus dengan predikat yudisium cumlaude,” kata perwakilan tim penguji, Jumat (23/10).

Mendengar Oki dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude, sejumlah orang yang hadir spontan bertepuk tangan. Namun bintang film Ketika Cinta Bertasbih itu diminta memperbaiki disertasinya.

Oki Setiana Dewi juga diminta menerbitkan bagian dari disertasinya tersebut dalam jurnal internasional. “erta menyerahkan buku disertasi ke perpustakaan selambat-lambatnya 3 bulan. Apabila ada keterlambatan hanya dikenakan denda administrasi.

Terlihat ekspresi wajah sumringah Oki Setia Dewi setelah mempertanggungjawabkan disertasinya. Dia pun mengucapkan terima kasih kepada tim penguji dan pembimbing yang telah banyak memberikan masukan untuk rampungnya disertasi yang dia buat.

Oki Setiana Dewi mengaku di keluarganya selama ini belum pernah ada yang sampai menempuh pendidikan hingga S3. Baru kakak Ria Ricis itu satu-satunya orang di keluarga yang berhasil sampai di titik pencapaian ini.

“Mudah-mudahan apa yang saya capai menjadi inspirasi bagi keluarga besar kami,” kata Oki Setiana Dewi.(jpg)

Pemerintah Alokasikan Anggaran Rp 2,6 Triliun Untuk Pesantren

0

batampos.co.id – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,6 triliun melalui program pemulihan ekonomi pesantren untuk mendukung pesantren dan pendidikan agama di tengah pandemi Covid-19.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan, wabah pandemi Covid-19 juga menyerang persendian sektor ekonomi, termasuk lingkungan pesantren. Diharapkan Pesantren turut menjadi sasaran yang bisa ikut membantu pemulihan ekonomi.

“Pemerintah memberikan alokasi hingga Rp 2,6 triliun di dalam rangka menyiapkan pesantren untuk bisa beradaptasi terhadap kebiasaan baru akibat adanya pandemi Covid-19 atau new normal,” ujarnya dalam webinar ISEF perayaan Hari Santri Nasional, Kamis (22/10).

Menurutnya, pemerintah telah mengalokasikan berbagai anggaran dalam rangka menolong masyarakat dan dunia usaha untuk bisa bertahan dan kembali pulih, termasuk lingkungan pesantren.

Sri Mulyani merincikan, alokasi anggaran yang tersebar mulai dari bantuan pendidikan sebesar Rp 2,38 triliun hingga bantuan belajar online untuk pesantren selama 3 bulan sebesar Rp 211,7 miliar.

Bahkan, kata dia, pemerintah juga memberikan insentif kepada ustaz, guru dan pengasuh pondok pesantren melalui bantuan sosial, serta bantuan pembangunan atau perbaikan sarana prasarana di 10 provinsi.

“Ada juga bantuan dari berbagai anggaran Kementerian lembaga mencapai lebih dari Rp 991 miliar,” imbuhnya.

Disamping itu, Sri Mulyani menambahkan, pemerintah juga membantu akses pembiayaan untuk para santri yang menyelenggarakan usaha produktif melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Kami harapkan para santri dapat menggunakan dalam rangka membiayai usaha produktif dengan mengakses pembiayaan KUR di kantor cabang pelaksana terdekat, termasuk yang melayani syariah,” tutupnya.(jpg)

1 Tahun Pemerintahan Jokowi Dinilai Telah Mengebiri KPK

0

batampos.co.id – Pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin sudah memasuki periode satu tahun. Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat, misi penegakan hukum yang diusung oleh Joko Widodo dan Maaruf Amin saat mengikuti kontestasi politik tidak pernah terealisasi, khususnya keberpihakan pada sektor pemberantasan korupsi masih menjadi problematika tersendiri.

“Kebijakan yang diambil oleh Presiden selama kurun waktu satu tahun terakhir hanya berfokus pada investasi dan mengabaikan penegakan hukum,” kata peneliti ICW, Kurnia Ramadhana.

Kurnia menyebut, salah satu indikator penting untuk menilai komitmen pemberantasan korupsi dari Jokowi adalah melihat kinerja struktur penegakan hukum. Menurutnya, mengacu pada Pasal 8 UU Kepolisian dan Pasal 19 ayat (2) UU Kejaksaan, maka presiden pada dasarnya merupakan atasan struktural, baik bagi Kapolri maupun Jaksa Agung.

Begitu pula pada KPK, pasca berlakunya UU 19/2019, lembaga anti rasuah itu telah dikooptasi sehingga masuk dalam rumpun kekuasaan eksekutif.

Maka dari itu, penilaian atas komitmen eksekutif menjadi relevan saat mengukur keberpihakan penegakan hukum khususnya terhadap pemberantasan korupsi. Dia menilai, sepanjang satu tahun pemerintahan Jokowi dan Ma’ruf, praktis struktur penegakan hukum pemberantasan korupsi mengalami kemunduran serta diikuti dengan degradasi kepercayaan publik.

“Misalnya saja pada KPK, sejak tahun 2019 yang lalu publik sudah menyuarakan penolakan atas calon
Pimpinan bermasalah. Namun, Presiden Joko Widodo tetap saja bersikukuh memilih lima orang Pimpinan periode 2019-2023, salah satunya Firli Bahuri,” sesal Kurnia.

Kurnia menyebut, prediksi publik selama ini pun terbukti, Firli dijatuhi sanksi etik karena menggunakan moda transportasi mewah berupa helikopter. Menurut Kurnia, setidaknya ada tiga problematika di kelembagaan KPK saat ini, mulai dari pengelolaan internal kelembagaan, penindakan, maupun pencegahan.

“Bahkan sampai pertengahan tahun setidaknya terdapat empat lembaga survei yang menyebutkan bahwa KPK kini tidak lagi menjadi lembaga kepercayaan publik,” cetus Kurnia.

Pada penegak hukum lain, sambung Kurnia, kondisinya pun tidak jauh berbeda. Salah satu indikator yang dapat digunakan untuk melihat performa buruk Kejaksaan Agung dan Kepolisian adalah kasus narapidana sekaligus buronan Hak Tagih Bank Bali, Djoko Tjandra. Kasus ini menyeruak ke tengah publik pada pertengahan tahun, yang mana ditemukan adanya dugaan persekongkolan para penegak hukum, baik dari Kepolisian maupun Kejaksaan Agung.

Sampai saat ini, setidaknya dua perwira tinggi Polri dan satu orang Jaksa diduga melakukan permufakatan jahat untuk dapat membebaskan dan membantu pelarian dari Djoko Tjandra. Menurutnya, penanganan kasus Jaksa Pinangki Sirna Malasari di Kejaksaan Agung pun menuai ragam kritik dari masyarakat.

“Diduga keras ada upaya perlindungan dari Kejaksaan Agung terhadap Pinangki,” beber Kurnia.

Hal itu bermula saat Kejaksaan Agung mengeluarkan Pedoman Pemeriksaan Jaksa, dilanjutkan pemberian bantuan hukum, mengabaikan pengawasan Komisi Kejaksaan, sampai pada tidak adanya koordinasi dengan KPK sebelum pelimpahan perkara ke Pengadilan. Dengan berlandaskan itu, semestinya Presiden tidak lagi ragu untuk memberhentikan Jaksa Agung.

“Akan tetapi Presiden seakan bergeming melihat kejanggalan-kejanggalan tersebut. Kinerja penindakan kasus korupsi oleh insititusi penegak hukum pada periode kepemimpinan Presiden Joko Widodo pun sangat buruk,” urai Kurnia.

Kurnia membeberkan, alokasi anggaran yang diberikan ke institusi penegak hukum (Kejaksaan, Kepolisian, KPK) sebesar Rp 381,6 miliar. Namun, besarnya anggaran untuk penyidikan tidak menjadikan institusi penegak hukum bertindak secara optimal.

“Sepanjang semester I 2020 institusi penegak hukum hanya mampu menangani 169 kasus dari target kasus sebanyak total 2.225 kasus,” pungkasnya.

Sementara itu tenaga ahli utama komunikasi Kantor Staf Presiden (KSP) Donny Gahral Adian belum juga menanggapi konfirmasi terkait pernyataan ICW terkait kinerja 1 tahun Jokowi-Maruf khususnya dalam isu penegakan hukum.(jpg)

Bahtiar: Libur Panjang Jangan Menambah Angka Covid-19

0

batampos.co.id – Pjs Gubernur Kepulauan Riau Bahtiar mengikuti Video Conference Rapat Koordinasi Dalam Rangka Antisipasi Penyebaran Covid 19 Saat Libur Panjang Akhir Oktober 2020 di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Kamis (21/10).

Seusai mengikuti Video Conference ini, Bahtiar menyampaikan bahwa pesan yang disampaikan oleh Menkopolhukam Mahfud MD dan Mendagri Tito Karnavian adalah mengantisipasi terjadi kluster baru covid-19 akibat adanya libur cuti bersama pada tanggal 28 sampai dengan 30 Oktober 2020, yang juga bertepatan dengan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Pada liburan panjang ini ditakutkan akan terjadinya potensi kerumunan baik di terminal, stasiun, bandara, sarana transportasi umum, baik darat laut dan udara, bahkan di tempat-tempat wisata, yang sangat berpotensi terjadinya penularan.

“Libur panjang ini tentu akan dimanfaatkan oleh masyarakat kita untuk bepergian. Ini yang menjadi atensi Pemerintan Pusat dan Pemerintah Daerah karena dikhawatirkan akan memicu lonjakan baru kasus covid-19. Jangan sampai setelah liburan malah kasus covid-19 malah bertambah,” jelas Bahtiar.

Pjs Gubernur Kepri Bahtiar mengikuti Video Conference Rapat Koordinasi Dalam Rangka Antisipasi Penyebaran Covid 19 Saat Libur Panjang Akhir Oktober 2020 di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Kamis (21/10). (foto:humaspemprov)

Oleh karena itu dirinya menghimbau khususnya kepada masyarakat Kepulauan Riau untuk tidak berlibur atau menghindari wilayah yang masuk dalam zona merah karena sangat berisiko tinggi akan tertular covid-19. Kalaupun ingin berliburan dengan berkumpul bersama teman maka harus dispilin dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Akan lebih baik liburan di daerah yang masih dalam zona aman, namun apabila tetap berlibur pada daerah yang berisiko tinggi terjadinya penularan maka wajib bagi kita semua untuk mematuhi protokol kesehatan. Yakni, wajib menggunakan masker, menjaga jarak minimal satu setengah meter dan mencuci tangan pakai sabun di air mengalir. Jadi kalau itu dipenuhi insya Allah liburan kita sehat” jelasnya.

Sementera itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau TS Arif Fadillah menambahkan bahwa Pemerintah akan terus bekerjasama dengan TNI/Polri dan Satpol PP dibantu juga oleh tokoh masyarakat, tokoh agama dalam menegakan protokol kesehatan.

Kerja-kerja yang telah kita lakukan selama ini bersama seluruh komponen termasuk Bupati dan walikota perlahan menunjukan trend perubahan yang semakin baik dengan menurunnya penularan covid-19 di Kepulauan Riau. Ini adalah prestasi yang patut diapresiasi dan harus dipertahankan.

“Prestasi yang baik ini tidak lantas membuat kami berpuas diri, malah ini menjadi suntikan semangat baru untuk bersama melawan covid-19. Kami akan terus himbau masyarakat untuk patuhi protokol kesehatan kapapunpun dan dimanapun, terutama disaat liburan saat ini,” tutupnya.

Turut hadir pada vicon ini, Plh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sardison, Plh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Mariyqni Ekowati, Kepala BPBD Budiharto, Kepala Biro Kesra Aiyyub. Hadir juga perwakilan FKPD Provinsi Kepulauan Riau.(*/uma)

Transformasi Digital PGN Hadapi Era Disrupsi & Tingkatkan Layanan Gas Bumi

0

batampos.co.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai bagian dari Sub Holding gas Pertamina berkomitmen terus pengembangan infrastruktur pemanfaatan gas bumi.

Kini, PGN telah mengelola 96% infrastruktur gas bumi dan melayani lebih dari 417.000 pelanggan di sektor industri komersial, rumah tangga, UMKM, pembangkit listrik, dan transportasi (SPBG).

Seiring dengan perluasan utilisasi gas bumi, PGN menerapkan program Sapta PGN untuk memperkuat kinerja operasional dan melayani kebutuhan gas bumi secara terintegrasi.

Apalagi tantangan-tantangan pengelolaan bisnis gas bumi di era digital, juga memerlukan inovasi dalam melalui digitalisasi.

Oleh karena itu, PGN melakukan transformasi digital dengan mengembangkan aplikasi digital untuk mendukung kegiatan operasional dan pencapaian visi misi perusahaan.

Direktur Komersial PGN Faris Aziz mengungkapkan bahwa PGN menggunakan model 4C (Change, Competitor, Company, dan Customer) untuk melakukan pemeetaan dan merumuskan strategi transformasi digital yang bisa mendukung kinerja bisnis PGN. Namun dalam penerapan model 4C, PGN fokus pada value “Change” yang sangat relevan dengan transformasi digital.

“PGN memiliki Integrated Control System (ICS) yang mendukung operasional perusahaan. Dalam hal ini, ICS difokuskan pada operasional terkait dengan pelayanan gas bumi untuk seluruh pelanggan,” katanya.

“Di mana pelayanan harus memberikan kepuasan bagi pelanggan, seiring dengan mindset pelanggan sudah berubah dalam penggunaan gas bumi. Adanya perubahan pola penggunaan gas oleh pelanggan, mengharuskan PGN melakukan penyesuaian untuk meningkatkan kepuasan pelanggan,” jelas Faris, (22/10/2020).

Faris mengungkapkan bahwa dengan menggunakan ICS, PGN melakukan otomatisasi dan digitalisasi sistem yang dapat mempersingkat waktu dan melakukan efisiensi dalam operasional cost.

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai bagian dari Sub Holding gas Pertamina berkomitmen terus pengembangan infrastruktur pemanfaatan gas bumi. Foto: PGN untuk batampos.co.id

ICS mengubah pengelolaan data manual menjadi online secara real time. Data diperoleh mulai dari stasiun gas bumi, masuk ke AMR, AVE semacam software yang berfungsi untuk menarik data dari divisi yang terhubung dengan pelanggan.

Kemudian masuk ke dalam gas management application, di mana terdapat aplikasi-aplikasi digital yang dapat mempermudah pelanggan PGN maupun dari sisi PGN. Adapaun aplikasi-aplikasi tersebut diantaranya PGN Mobile, E-NOL, dan Sales Force.

“PGN Mobile adalah suatu aplikasi yang bebasis monile tersedia di Google Play dan Appstore. Ini menjadi kemudahan bagi pelanggan gas PGN untuk mendapatkan informasi tentang tagihan, pemakaian gas, dan digunakan PGN untuk melakukan edukasi kegiatan promosi. Saat ini sekitar 25.943 pelanggan sudah menggunakan PGN Mobile,” jelas Faris.

Singkatnya, dalam PGN Mobile, pelanggan bisa mengakses informasi tentang tagihan bulanan, informasi pemakaian gas secara real time, dan detail pemakaain gas dilihat dari jam, harian, dan bulanan.

Selanjutnya, E-NOL (Online GAS Agreement Management) adalah aplikasi untuk memproses persetujuan berlangganan gas atau amandemen pelanggan gas.

Jadi, bagi masyarakat yang ingin menjadi pelanggan baru PGN, sudah bisa dilakukan online. Selain itu, pelanggan lama yang ingin merubah ketentuan berlangganan, sudah bisa diubah melalui E-NOL.

“Dengan adanya E-NOL dapat mempercepat waktu pemrosesan, meminimalkan terjadinya human error, memudahkan dalam menelusuri dokuman, dan lebih ramah lingkungan karena paperless,” imbuh Faris.

Selanjutnya aplikasi Sales Force yang dipakai PGN sejak tahun 2018 untuk mencatat dan memonitor sales activity secara online dan terintegrasi.

Alur Sales Force dimulai dari Sales Activity mulai dari advertise atau pengenalan produk dan bisnis PGN kepada pelanggan sampai dengan manage customer relationship.

Dari dua hal tersebut akan menghasilkan suatu dashboard yang menampilkan sales progress, real time sales, integrated sales, customer magement monitoring, dan progress penyambungan pipa gas.

Aplikasi ini dapat diakses oleh Head Office Sales dan Sales Cost yang ada di area-area penjualan gas PGN.

Direktur Teknologi dan Infrastruktur PGN, Redy Ferryanto, menambahkan selain aplikasi digital untuk kepentingan komersial dan terkait dengan pelanggan, PGN juga memiliki aplikasi digital untuk mensupport aspek operasional dan teknikal di perusahaan yaitu SCADA.

Aplikasi SCADA berfungsi untuk melakukan monitong penyaluran gas bumi dan akuisisi data dari setiap stasiun gas bumi yang ada di seluruh Indonesia secara real time.

Dari SCADA juga bisa dilakukan proses maupun control dalam mengendalikan tekanan gas bumi dan pengendalian aliran gas.

Redy menjelaskan, SCADA berguna pada sisi safety, karena bisa digunakan dalam penanganan ketika terjadi emergency shutdown valve dan gangguan teknis lainnya.

Kemudian, PGN memiliki aplikasi SIPGAS (Sistem Informasi Penyaluran Gas) atau Gas Management system yang berisi data-data seperti volume, temperature, nilai kalori, komposisi, tekanan gas, dan sebagainya untuk memudahkan Tim Teknis PGN dalam memonitor pergerakan gas bumi dan infrastruktur penunjangnya.

“DIGIO (Digital Infrastrukture Geophical Information System) merupakan salah satu aplikasi pemetaan digital yang membantu kami dalam pemetaan infrastruktur gas bumi. Kita bisa melihat pipa transmisi dan distribusi, sehingga sangat membantu dalam melakukan monitoring dan kegiatan operation and maintenance infrastruktur gas,” jelas Redy.

Bagi PGN, transformasi digital sangat penting untuk keberlanjutan bisnsi perusahaan ke depannya.

Secara berkelanjutan, PGN senantiasa mengembangkan inovasi berbasis digital dalam menjalankan bisnis gas bumi seiring dengan kemajuan teknologi.

Mengingat aspek penguasaan teknologi menjadi salah satu pondasi utama untuk keberhasilan pemanfaatan gas bumi di seluruh sektor.(*)

Dokter Desak Vaksinasi Tak Buru-Buru, Satgas Covid-19 Setuju

0

batampos.co.id – Para profesi dan perhimpunan dokter bersuara agar vaksinasi jangan terburu-buru dilaksanakan. Sebab kandidat vaksin Covid-19 yang sudah ada, semuanya belum lulus uji klinis fase III.

Apalagi, sasaran pertama vaksinasi akan diberikan pada garda terdepan atau tenaga kesehatan yang paling berhadapan dengan virus Korona. Maka banyak dokter yang menolak menjadi kelinci percobaan. Presiden Joko Widodo juga menegaskan agar vaksinasi tak dilakukan dengan tergesa-gesa.

Menanggapi hal itu, Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Prof Wiku Adisasmito setuju dengan permintaan para dokter. Satgas Covid-19 mendukung arahan Presiden. Dia menegaskan bahwa vaksin yang akan diterima oleh masyarakat Indonesia, semua harus lolos tahap uji klinis untuk menjamin keamanannya.

“Uji klinis ini memang membutuhkan waktu, sehingga tidak dapat dilakukan tergesa-gesa. Roadmap vaksinasi yang saat ini telah masuk finalisasi juga memperhitungkan semua aspek uji klinis tersebut,” tegas Prof Wiku dalam konferensi pers, Kamis (22/10).

Terkait strategi komunikasi, kata dia, pemerintah telah memperkuat komunikasi lintas sektor untuk memastikan keberagaman informasi di semua sektor yang terlibat sehingga meminimalisir informasi yang simpang siur. Sedangkan Satgas Covid-19 terus memberikan edukasi pada publik soal vaksin.

“Usaha ini dilakukan agar masyarakat mendapat informasi yang transparan dan kredibel, selain itu juga diharapkan mampu menjawab keraguan yang sering muncul dan maraknya informasi yang tidak bertanggung jawab atau hoaks terkait vaksin Covid-19,” jelasnya.

Prof Wiku menegaskan untuk memastikan keamanan dan keefektivitas vaksin Covid-19, para pengembang vaksin harus melalui berbagai tahapan pengembangan uji klinis fase I hingga III. Tahapan ini merupakan upaya berbasis medis dan ilmiah untuk memastikan keamanan, efektivitas, juga dosis aman yang dapat digunakan kepada masyarakat.

“Vaksin yang akan diberikan masyarakat adalah vaksin yang lulus semua tahapan uji klinis sehingga aman dan efektif untuk digunakan,” katanya.

Prof Wiku menambahkan saat ini terdapat sejumlah kandidat vaksin yang sedang disiapkan oleh pemerintah yaitu Sinovac, Sinopharm, CanSino, AstraZeneca, dan Genexine. Sebelum vaksin-vaksin ini diproduksi secara masal dan nantinya diberikan kepada masyarakat, harus melalui berbagai tahapan pengembangan untuk memastikan keamanan penggunaan pada manusia dan rentang dosis aman yang digunakan.

“Masing-masing tahapan memiliki ketentuan yang harus dipenuhi agar memiliki standar yang baik sehingga aman dan efektif. Pemerintah terus berkoordinasi dengan para pengembang vaksin untuk memastikan bahwa vaksin-vaksin yang dikembangkan dapat lolos tahapan uji klinis sebelum nantinya mendapat persetujuan dari BPOM untuk diproduksi masal,” tutupnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PB IDI dr. Daeng M Faqih, SH, MH mengapresiasi dan mendukung upaya pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19 di Indonesia. Namun agar program vaksinasi ini dapat berjalan dan memperoleh hasil yang optimal, maka PB IDI memberikan rekomendasi.

“Perlu diadakan persiapan yang baik dalam hal pemilihan jenis vaksin yang akan disediakan serta persiapan terkait pelaksanaannya. Hal ini sesuai dengan instruksi presiden agar program vaksinasi ini jangan dilakukan dan dimulai dengan tergesa-gesa,” sebut dr. Daeng.

Dia menegaskan dalam hal pemilihan jenis vaksin yang akan disediakan, ada syarat mutlak yang harus dipenuhi yaitu vaksin yang digunakan sudah terbukti efektivitasnya, imunogenitasnya, serta keamanannya dengan dibuktikan adanya hasil yang baik melalui uji klinis fase III yang sudah dipublikasikan.

Dari data yang ada, saat ini uji coba vaksinasi Sinovac di Brasil sudah selesai dilaksanakan pada 9 ribu relawan. Namun hasilnya baru akan dikeluarkan segera setelah selesai dilakukan vaksinasi pada 15 ribu relawan.

“Kita bisa melihat ini ada unsur kehati-hatian juga dilakukan di negara lain dengan tetap menunggu data lebih banyak lagi dari hasil uji klinis fase III. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa program vaksinasi adalah sesuatu program penting namun tidak dapat dilakukan dengan tergesa-gesa,” tuturnya.(jpg)

Pasien Covid-19 di Kota Batam Saat Ini Berjumlah 2.390 Orang

0

batampos.co.id – Jumlah pasien Covid-19 di Kota Batam kembali bertambah pada Kamis (22/10/2020) sebanyak 98 orang.

Dilansir dari website lawancorona.batam.go.id diketahui dari jumlah tersebut 32 orang di antaranya bergejala, 39 tanpa gejala dan 27 orang kontak langsung dengan pasien Covid-19 sebelumnya.

Jumlah pasien Covid-19 di Kota Batam hingga Kamis (22/10/2020).

Pada hari yang sama juga terdapat 37 orang yang dinyatakan sembuh.

Dengan adanya penambahan tersebut total jumlah pasien Covid-19 saat ini sebanyak 2.390 orang. Dengan rincian 1.849 orang dinyatakan sembuh 65 meninggal dunia dan 476 orang dalam peawatan.(*/esa)