Jumat, 24 April 2026
Beranda blog Halaman 9792

Nasib Pencari Suaka di Batam

0

batampos.co.id – Batam sudah lama menjadi tempat transit bagi para pencari suaka dari berbagai negara. Saat ini, sebanyak 213 pencari suaka tinggal di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim), Sekupang. Di tempat itu, Amir, salah satu pengungsi asal Afganistan bersama pencari suaka lainnya bertahan menyambung hidup dari bantuan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), badan PBB untuk urusan pengungsi.

Menurut pria 26 tahun itu, ia sudah enam tahun tinggal di Rudenim ini. Bahkan, pria berbadan tegap itu sudah bisa berbahasa Indonesia. “Sudah enam tahun. Kegiatan hari-hari hanya olahraga seperti ini. Dua kali seminggu saya juga pergi ke pasar pagi beli sabun, pasta gigi, buah-buahan untuk dijual ke teman-teman yang ada di sini,” katanya.

Bagi Amir, tinggal di Rudenim Sekupang jauh lebih baik ketimbang balik ke negara asalnya, Afganistan. Bahkan ia menyebut, orang Indonesia jauh lebih baik dan sabar.

“Tak mau lagi (balik ke Afganistan), kalaupun belum ada negara yang menampung kami, di sini (Rudenim Sekupang) sudah lebih cukup,” ungkap Amir.

Disinggung mengenai apakah sudah ada negara penerima suaka dari UNHCR, Amir mengaku sampai saat ini belum ada kepastian. “Tak tau sampai kapan. Di sini pun kami tak ada diberi informasi,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Yasin, pencari suaka lainnya di Rudenim Sekupang. Ia mengaku sudah lima tahun berada di Rudenim. Selama itu, ia tidak pernah mendapat kabar mengenai negara penerima suaka bagi mereka.

“Sangat bosan. Sampai saat ini tak ada informasi,” katanya dilansir Harian Batam Pos.

Yasin mengaku, hari-harinya hanya diisi dengan berolahraga. Bahkan mereka pun mengaku tidak memperbolehkan pencari suaka bekerja. “Tidak boleh (bekerja) sama UNHCR.”

Seorang petugas di Rudenim Sekupang mengaku, pencari suaka di sini berjumlah 213 orang. Mereka berkewarganegaraan Afganistan, Somalia, Sudan, Irak, dan Palestina. Mereka hanya diperbolehkan di Batam.

“Jamnya juga kita batasi, mulai dari pagi sampai jam 22.00 WIB,” kata petugas yang enggan disebutkan namanya.

Selain itu, para pencari suaka ini juga tidak diperbolehkan bekerja. Biasanya mereka yang ketahuan bekerja di luar akan dipindahkan. “Ada beberapa dari mereka yang gak mau diatur dipindahkan ke Tanjungpinang. Untuk informasi langsung ke Tanjungpinang aja mas, kita hanya tugas menjaga mereka di sini,” tuturnya.

Disinggung mengenai makan dan minum pencari suaka, ia menjawab sepenuhnya menjadi tanggung jawab IOM dan UNHCR. “Termasuk juga kesehatan mereka, semuanya dari sana,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Batam, Hasimah, mengatakan, pencari suaka di Batam sepenuhnya menjadi tanggung jawab UNHCR dan International Organization for Migration (IOM). “Namanya itu suaka politik. Ada di bawah Kemenkumham yaitu Imigrasi bukan kita yang menangani,” kata Hasimah.

Menurutnya, Dinsos hanya menangani imigran miskin dan terlantar di Batam. Di luar itu masuk imigran politik. “Kalau dulu ada di dekat kantor wali kota lama, anaknya juga disekolahkan dan itu juga langsung dari UNHCR dan IOM langsung,” katanya.

Sementara yang ditangani Dinsos hanya bagi warga negara asing yang miskin atau terlantar di Batam. Semisal beberapa waktu lalu ada warga negara Singapura yang terlantar di Batam. Setelah diobati dua bulan pihak keluarga datang dan kita kasih ke keluarganya di sana,” kata Hasimah. (*/jpg)

Begini Skema Penyelenggaraan Asesmen Nasional 2021, Pengganti UN

0

batampos.co.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan penjelasan mengenai penyelenggaraan Asesmen Nasional (AN) yang merupakan pengganti kelulusan peserta didik. Rencananya, ini akan diterapkan pada Maret 2021.

Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbud Evy Mulyani menuturkan, AN merupakan kebijakan pengganti Ujian Nasional (UN). Di mana para murid tidak akan dievaluasi secara individu, melainkan juga satuan pendidikan.

’’Potret layanan dan kinerja sekolah dari hasil Asesmen Nasional ini kemudian menjadi refleksi untuk mendorong perbaikan mutu pendidikan Indonesia. AN murni mengevaluasi mutu sistem pendidikan, bukan evaluasi atas prestasi murid sebagai individu. Hasil AN tidak memiliki konsekuensi sedikit pun pada murid yang menjadi pesertanya, berbeda dengan UN yang mengevaluasi murid,’’ terangnya, Selasa (27/10).

Dia juga memberikan keterangan terkait perbedaan AN dan UN. Untuk UN yaitu mengukur capaian hasil belajar kognitif individu peserta didik di akhir jenjang, sedangkan AN memotret input, proses, dan output satuan pendidikan yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja satuan pendidikan.

’’AN ini dilaksanakan oleh semua satuan pendidikan, namun tidak untuk semua siswa. Pelaporan Asesmen Nasional diberikan kepada satuan pendidikan dan dinas pendidikan untuk perbaikan kualitas pembelajaran,’’ tambahnya.

Perbedaan lainnya dari sisi jenjang pendidikan yang dinilai, yakni UN hanya dilakukan ditingkat SMP/MTs dan sederajat serta SMA/MA dan sederajat. Sementara, AN akan dilakukan oleh SD/MI dan sederajat, SMP/MTs dan Sederajat, SMA/MA dan sederajat.

Peserta didik yang akan melaksanakan AN adalah mereka yan berada di kelas V, VIII dan XI. Di mana untuk UN hanya untuk tingkat terakhir saja. Subjek penilaian pun berbeda, di AN hanya akan diambil sampel murid untuk dinyatakan lulus, sedangkan UN keseluruhan murid.

’’Model soal UN pilihan ganda dan isian singkat periode tes empat hari. AN pilihan ganda, isian singkat, pilihan ganda kemungkinan, menjodohkan, dan uraian dengan periode tes dua hari,’’ tambahnya.

Dia juga membicarakan mengenai pelaksanaan AN pada tahun 2021 yang dilakukan sebagai pemetaan dasar (baseline) dari mutu sekolah. Jadi, tidak ada konsekuensi dalam bentuk apapun bagi sekolah dan murid.

Tujuan dari AN tahun 2021 adalah agar pemerintah mendapatkan peta kualitas pendidikan yang nyata di lapangan untuk menjadi dasar upaya peningkatan kualitas pendidikan yang kemudian akan diukur kembali melalui AN di tahun 2022.

’’Dengan demikian, sangat penting dipahami terutama oleh guru, kepala sekolah, murid, dan orang tua bahwa AN untuk tahun 2021 tidak memerlukan persiapan-persiapan khusus maupun tambahan yang justru akan menjadi beban psikologis tersendiri,’’ terang Evy. (*/jpc/jpg)

Setiap Silaturahmi Marlin Selalu Muliakan Kaum Perempuan Agar Maju dan Berperan

0

batampos.co.id – Dalam setiap kunjungan silaturahmi, calon Wakil Gubernur Kepulauan Riau Marlin Agustina, selalu memperhatikan kaum perempuan. Khususnya ibu dan anak.

“Muliakan wanita sebagai tiang negara agar mampu menyiapkan generasi saleh dan salehah. Jika perempuan berdaulat, maka Kepri akan bermartabat,” ucapnya yang ditemui di sela-sela acara belum lama ini.

Salah satu perhatian Marlin terhadap kaum wanita dan ibu-ibu adalah, membantu memberdayakan mereka melalui pelatihan membatik, tata rias, menenun, hingga memasak.

“Keterampilan ini kelak bisa digunakan sebagai peluang usaha untuk membantu pemasukan keluarga,” terangnya.

Tak cukup melatih Marlin masih memantau dan membina, hingga membantu membuatkan industri kecil dan menengah (IKM) sekaligus mengarahkan peluang pasarnya.

“Sudah banyak binaan saya yang kini berhasil punya gerai atau usaha sendiri,” jelasnya.

Marlin Agustina saat melakukan kunjungan beberapa waktu lalu. (ist)

Selain itu, Marlin banyak memotivasi kaum ibu membagi waktu, menjaga kebersamaan dan nilai-nilai lainnya dalam keluarga supaya tercipta generasi unggul. Karena harta yang paling berharga adalah keluarga.

Menurut Marlin, tugas untuk mendapatkan generasi yang unggul tersebut, harus diawali dari pendidikan seorang anak di dalam suatu keluarga yang memahami dan mengerti tugas dan tanggungjawabnya.

“Itulah kenapa saya selalu adakan Pembinaan Akhlak Mulia, supaya wanita tahu akan kodratnya. Selain itu memberikan inspirasi bagaimana mendidik anak, dan menjadi suami dan istri yang baik,” ujarnya.

Dengan demikian, lanjut Marlin, orang tua otomatis akan paham arti tanggungjawab dalam mewujudkan anak yang tak hanya saleh/salehah, juga berprestasi. (*)

Terbukti Bermain Judi Pakai Uang Nasabah Jiwasraya, Heru Hidayat Dihukum Seumur Hidup

0

batampos.co.id – Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Heru Hidayat telah divonis hukuman seumur hidup oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada Senin (26/10) malam. Heru Hidayat terbukti menggunakan uang nasabah PT Asuransi Jiwasraya untuk berfoya-foya dengan bermain judi di kasino.

“Terdakwa menggunakan hasil korupsi untuk berfoya-foya dengan perjudian, sedangkan nasabah asuransi Jiwasraya yang jumlahnya sangat banyak tidak dapat menerima manfaat dari tabungan yang dikumpulkan sedikit demi sedikit sehingga menghilangkan kepercayaan terhadap asuransi,” kata Ketua Majelis Hakim Rosmina di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (26/10) malam.

Selain dipidana seumur hidup, Heru Hidayat juga dijatuhkan pidana tambahan berupa uang pengganti senilai Rp 10.728.783.335.000. Heru Hidayat terbukti melakukan korupsi secara bersama-sama dan melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Dalam uraian pertimbangan, Heru Hidayat juga menggunakan giro untuk membayar judi kasino di Singapura, Selandia Baru, dan Macau. Uang tersebut digunakan beberapa kali untuk melakukan judi di kasino.

“Bahwa benar terdakwa Heru Hidayat melakukan penempatan uang pada Bank BCA dengan nomor rekening giro 3863008979 dengan tujuan pembayaran judi kasino,” ujar Hakim Rosmina.

Dalam perkara yang sama, Direktur Utama (Dirut) PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro divonis seumur hidup oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Benny Tjokro terbukti secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi dan pencucian uang dalam kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya.

Selain itu, Benny Tjokorosaputro juga dihukum untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 6.078.500.000.000. Jika tidak dibayar dalam waktu satu bulan setelah berkekuatan hukum tetap (inkrah) maka harta bendanya akan disita jaksa untuk menutupi pembayaran uang pengganti.

Benny divonis melanggar Pasal 2 Ayat 1 juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b, ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

Benny Tjokro juga terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Uang hasil korupsi dari PT Asuransi Jiwasraya disamarkan dengan membeli tanah hingga jual beli saham. Aksi itu dilakukan bekerja sama dengan sejumlah pihak.

Sehingga ditemukan kerugian negara terhadap investasi saham sebesar Rp 4.650.283.375.000 dan kerugian negara atas investasi reksadana senilai Rp 12,157 triliun. Total kerugian negara secara keseluruhan Rp 16.807.283.375.000.

Benny juga divonis melanggar Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.(jpg)

ASN Anambas! Hati-Hati Sanksi Keras Buat Anda Pelanggaran Netralitas Pilkada

0

batampos.co.id – Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kepulauan Anambas, Linda Maryati, menegaskan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) wajib bersikap netral dalam pemilihan Pilkada Serentak 2020 di daerah ini. Ada sanksi keras jika terdapat ASN yang terlibat dukung mendukung paslon serta ikut berkampanye.

“Hal itu berdasarkan MoU antara beberapa lembaga yakni Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Bawaslu, Menpan dan BKN terkait netralitas. Jika terdapat pelanggaran netralitas bagi ASN, itu semua ada prosesnya, ” kata Linda Maryati. Senin ( 26/10/2020).

Lanjut Linda menjelaskan, jika pelanggaran netralitas itu terbukti maka Bawaslu akan melaporkan kepada KASN. Apabila benar, maka dikembalikan ke Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) untuk penjatuhan hukuman disiplin ASN.

“Sekarang ini begitu prosesnya, apabila PPK tidak menindaklajuti pelanggaran netralitas itu, otomatis data kepegawaian tersebut langsung diblokir oleh BKN,” jelasnya.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kepulauan Anambas, Linda Maryati, saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Senin (26/10/2020). (Foto: Faidillah/batampos.co.id)

Kemudian apabila belum ada ditindaklanjuti pelanggaran itu dari pihaknya, maka akan dilakukan hal yang sama oleh BKN. “Itu MoU terbaru ini,” sebutnya.

Sementara itu, kata dia sejauh ini belum terdapat laporan dari Bawaslu mengenaii pelanggaran netralitas ASN di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Dirinya berharap kepada seluruh ASN di Kabupaten Kepuluan Anambas, harus patuh dan disiplin terkait hal itu. Kalau tidak akan merugikan diri sendiri.

Pihaknya juga telah menyampaikan himbauan itu melalui spanduk, himbauan Sekretaris Daerah pun telah keluarkan melalui video, kemudian ikrar netralitas ASN juga sudah dilakukan.

Lanjut Linda mengatakan seperti diketahui sebelumnya bahwa jumlah Pegawai Negeri Sipil di wilayah kerja Kabupaten Kepulauan Anambas berjumlah 1.727 orang.

“Saya ingatkan kembali, hati-hati jangan sampai terlibat dan melanggar aturan yang telah disepakati bersama, sesuai aturan yang ditetapkan,” tegasnya.(fai)

Masuk Singapura dan Batam Harus Ada Sponsor

0

batampos.co.id – Pintu masuk Singapura untuk WNI ataupun sebaliknya telah dibuka sejak Senin (26/10). Untuk masuk ke Indonesia hanya melalui dua pintu yakni Batam dan Jakarta. Namun untuk melakukan perjalanan, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi.

Saat ini calon penumpang yang hendak membeli tiket kapal diwajibkan membawa serta dokumen-dokumen yang dibutuhkan, seperti surat hasil pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) dalam kurun waktu 72 jam.

Tak hanya itu, khusus bagi warga Indonesia yang ke Singapura, wajib mempunyai dokumen SafeTravel Pass. SafeTraval Pass ini adalah dokumen wajib bagi WNI yang datang untuk keperluan bisnis atau perjalanan resmi ke Singapura di bawah pengaturan Green Lane.

Bagaimana cara mendapatkan SafeTravel Pass ini? Warga Indonesia yang ingin melakukan perjalanan ke Singapura haruslah yang disponsori perusahaan yang berbasis di Singapura atau lembaga Pemerintah Singapura. Perusahaan ini akan mengajukan aplikasi atas nama pemohon (WNI) untuk mendapatkan SafeTravel Pass.

Ketika aplikasi SafeTravel Pass disetujui, baru surat persetujuan akan dikeluarkan kepada perusahaan sponsor atau badan pemerintah.

”Bagi pendatang yang bukan warga Singapura atau permanent resident atau pemegang long term pass. Di luar itu, tanpa punya SafeTravel Pass akan ditolak masuk ke Singapura,” ujar Juru Bicara Otoritas Pemeriksaan Imigrasi Singapura (ICA), Senin (26/10) pagi.

Perlu diketahui, hanya ada dua akses ke Singapura dari Indonesia, yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta, dan Pelabuhan Feri Internasional Batam Center di Batam. Sedangkan dari Singapura adalah Bandara Internasional Changi dan juga Pelabuhan Tanah Merah.

”Untuk informasi lebih lanjut bisa membuka website Otoritas Imigrasi Singapura atau Immigration and Checkpoints Authority (ICA),” kata ICA.

Di tempat terpisah, Penjabat sementara (Pjs) Gubernur Kepri, Bahtiar Baharuddin, mengungkapkan, sebenarnya pihaknya masih menunggu keputusan pusat terkait pelabuhan mana yang ditetapkan sebagai pintu masuk bagi penerapan RGL dan TCA ini.

”Informasinya memang Batam Center, namun saya masih tunggu ini. Karena yang menentukan pusat, dalam hal ini Kementerian Luar Negeri, Kemenkum HAM, dan Kementerian Kesehatan. Jadi, saya belum terima lagi kelanjutannya,” ujarnya.

Mengenai kedatangan warga Singapura untuk kelas pebisnis, kedinasan, dan diplomatik, ia mengaku pembukaan sudah dimulai kemarin. Pengurusan izin berangkat sudah bisa diajukan sesuai dengan ketentuan yang disepakati kedua negara.

”Hari ini (kemarin, red) harusnya sudah bisa mulai daftar untuk perjalanan terbatas tersebut. Yang penting pelabuhan sudah ditinjau dan pengelola sudah memenuhi kriteria yang sesuai dengan protokol kesehatan agar bisa menjamin keamanan, kenyamanan pendatang nanti,” bebernya.

Bahtiar membenarkan, WNI yang ingin ke Singapura memang bisa jika punya sponsor berbasis di Singapura. Tidak bisa jalan begitu saja usai mengajukan permohonan.

”Seperti dari Singapura harus jelas sponsor di sini siapa dan tujuannya kemana saja. Setelah itu, baru bisa jalan. Begitu juga sebaliknya warga kita ke Singapura,” imbuhnya.

Ia menambahkan, akan terus berkoordinasi dengan pengelola pelabuhan dan pemerintah pusat terkait informasi masuknya pengguna fasilitas TCA atau RGL ini.

Hal serupa juga dikatakan Pjs Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum. Ia menyebutkan, pembukaan pintu masuk diawali dengan pendaftaran terlebih dahulu. Mereka yang akan menggunakan fasilitas terbatas ini harus mengajukan permohonan. ”Sekarang daftar dulu. Kalau kedatangan mereka ke sini tinggal tunggu usai pengajuan berkas disetujui,” jelasnya. (*/jpg)

Penyaluran BST Berlanjut Hingga 2021, Nominalnya Jadi Rp 200 Ribu

0

batampos.co.id – Pemerintah terus melanjutkan program penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) bagi warga terdampak Covid-19 hingga 2021. Namun, nilainya berkurang tapi jumlah keluarga penerima meningkat dibanding 2020.

“Covid ini masih dinamis. Berdasar keputusan Presiden program BST dilanjutkan hingga bulan Juni 2021,” ungkap Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial (Dirjen PFM-Kemensos) Asep Sasa Purnama, Selasa (27/10).

Pernyataan itu juga dikemukakan Asep Sasa Purnama dalam dialog yang disiarkan dari Media Center Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Senin (26/10).

Hanya saja, kata Asep, besaran nilai BST yang diterima keluarga penerima manfaaat tidak lagi seperti pada periode April-Juni 2020, yaitu Rp 600 ribu per keluarga. Pada periode 2021, BST disalurkan untuk 10 juta penerima dengan nilai Rp 200 ribu per keluarga.

Penurunan nilai BST terjadi sejak periode Juli-Desember 2020. Yakni, Rp 300 ribu per keluarga.

Asep menyebut bahwa BST merupakan upaya pemerintah melalui Kemensos untuk mengurangi beban sosial dan ekonomi masyarakat di tengah pandemi covid-19. Kebijakan bantuan tunai itu dilakukan untuk tetap menjaga daya beli masyarakat di tengah pandemi. Dalam penyalurannya menggandeng PT Pos Indonesia.

Kemensos mengapresiasi kinerja PT Pos Indonesia dalam proses penyaluran BST. “Kami sangat mengapresiasi PT Pos yang tidak hanya menyalurkan dana BST di Kantor Pos, tetapi juga mengantar langsung ke penerima,” kata Asep.

Dirut PT. Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi mengatakan, pihaknya terus melakukan penyempurnaan dalam proses penyaluran BST. Terdapat 16 ribu pekerja dikerahkan di seluruh cabang untuk menyalurkan BST.

“Mereka dibagi waktu, dan menjalankan tugas penyaluran BST secara optimal di sela-sela pekerjaan melayani pengiriman dan kurir barang,” tutur Faizal. Sejauh ini penyaluran BST hanya mendapat kendala di daerah 3T (tertinggal, terpencil, terbelakang). (jpg)

Batam Masih Dikelilingi Zona Merah

0

batampos.co.id – Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, masih dikelilingi zona merah penyebaran Covid-19.

Saat ini delapan dari 12 kecamatan di di Kota Batam masih masuk zona merah, satu zona kuning dan dua zona hijau.

Dilansir dari website lawancorona.batam.go.id diketahui 8 kecamatan tersebut yakni:

Peta penyebaran Covid-19 di Kota Batam berdasarkan kecamatan.

1. Batam Kota
2. Nongsa
3. Lubuk Baja
4. Bengkong
5. Sei Beduk
6. Sekupang
7. Sagulung
8. Batu Aji

Sementara kecamatan yang masuk zona kuning yakni Batu Ampar dan Belakang Padang.

Serta dua kecamatan masih zona hijau, yaitu Bulang dan Galang.

Ketua Bidang Kesehatan Gugus Tugas Covid-19, Didi Kusmarjadi, menyampaikan, dari hasil penyelidikan epidemiologi yang terus dilakukan oleh Tim Surveilans Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam terhadap seluruh cluster, dapat disimpulkan sementara bahwa saat ini kembali adanya kenaikan jumlah kasus baru.

Hal itu sehubungan adanya penurunan tingkat kedisplinan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan diberbagai aktifitas sehari-hari.

Sehingga lanjutnya hal itu nantinya memungkinkan terjadi pertumbuhan kembali kasus Covid-19 yang berkaitan dengan berbagai cluster tersebut ataupun kasus baru yang terjadi baik dari transmisi lokal maupun import.

“Kami ingatkan dan imbau kembali guna kemaslahatan bersama masyarakat Kota Batam agar tetap mengikuti anjuran Pemerintah,” jelasnya.

Seperti menjaga jarak, senantiasa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, tetap di rumah saja dan jika terpaksa harus keluar rumah gunakan masker.

Serta selalu menjaga kesehatan dengan makan makanan seimbang dan berolahraga secara teratur dan istirahat yang cukup.(*/esa)

Pintu Singapura-Batam Sudah Dibuka, Begini Situasi Hari Pertama

0

batampos.co.id – Pemerintah Singapura sudah membuka pintu bagi warga negara Indonesia (WNI) seiring pemberlakukan Reciprocal Green Lane (RGL), dan sebaliknya Travel Corridor Arrangement (TCA) bagi warga Singapura ke Indonesia, Senin (26/10). Namun, di hari pertama belum ada WNI ke Singapura melalui pelabuhan Batam, begitupun WN Singapura yang ke Batam.

Senbagaimana dilaporkan Harian Batam Pos, di Pelabuhan Feri Internasional Batam Center dari sejak pagi hingga petang, tidak ada satu pun tamu Singapura dari kalangan pebisnis atau diplomat yang datang.

Begitupun sebaliknya. Hanya petugas keamanan dan beberapa pekerja di pelabuhan yang lalu lalang. Meski begitu, siapapun yang masuk ke area pelabuhan, wajib mengikuti protokol kesehatan (protkes). Sebelum memasuki pintu pelabuhan, petugas keamanan meminta pengunjung untuk mencuci tangan terlebih dahulu.

Setelah itu, petugas keamanan langsung mengecek suhu tubuh pengunjung. Pengunjung yang boleh masuk adalah mereka yang memiliki suhu tubuh normal, yakni di bawah 37,5 celcius.

Manajer Operasional Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, Nika Astaga, mengatakan, fasilitas di pelabuhan tersebut sudah siap untuk menjadi pelintasan Indonesia-Singapura oleh pebisnis dan diplomat.

”Kami sebagai pengelola hanya menyiapkan fasilitas dan kami pastinya sudah siap,” ujar Nika kepada Batam Pos, Senin (26/10).

Menurut dia, kesiapan pelabuhan tersebut dapat dilihat dari penerapan protkes, mulai dari pengecekan suhu, cuci tangan, memakai masker dan physical distancing atau jaga jarak. ”Kalau protkes sudah lama kami terapkan. Karena memang, sejak pandemi pelabuhan ini tak pernah tutup,” sebutnya.

Disinggung terkait penumpang yang masuk dalam kategori sesuai aturan TCA, pebinis dan diplomat, Nika tak tahu persis. Menurutnya, untuk penumpang yang akan berangkat dan datang, haruslah mendaftar terlebih dahulu. ”Untuk pendaftaran itu kewenangan pemerintah, kami hanya sebagai penyedia fasilitas pelabuhan,” terangnya. (*/jpg)

70 Persen Target Investasi Tercapai, Tiongkok dan Hongkong Akan Masuk ke Batam

0

batampos.co.id – Deputi III Badan Pengusahaan (BP) Batam, Sudirman Saad, mengungkapkan, investor asal Hongkong dan Tiongkok akan masuk ke Batam dalam waktu dekat. Keduanya masih dalam proses negosisasi.

”Kalau dari Hongkong ingin masuk ke kawasan industri yang sudah menerapkan four point zero (4.0),” kata Sudirman, usai perayaan Hari Bhakti ke-49 BP Batam di Gedung BP Batam, Senin
(26/10/2020) seperti yang dilansir dari Harian Batam Pos.

Ia belum bisa menyebut nama dan keterangan lengkap lainnya dari dua investor asing itu. Selain investor dari Asia Timur, ia juga menyebut perseteruan antara pengelola Pulau Janda Berhias dan BUMN asal Tiongkok, Sinopec, semakin menemukan titik terang.

”Kalau dua itu bisa masuk, ditambah dengan konflik Sinopec bisa berakhir dengan damai, maka target di atas 1 miliar dolar Amerika bisa tercapai,” ucapnya.

Salah seorang pegawai BP Batam melayani masyarakat di Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) di Batam Centre. Foto: Messa Haris/batampos.co.id

Kabarnya, kedua belah pihak memilih jalan damai.

”Sesuai dengan perjanjian, investasi kilang minyak di Janda Berhias sebesar Rp 14 triliun mestinya di akhir tahun ada ground breaking, serta proses konstruksi di bulan-bulan pertama Januari 2021,” ungkapnya.

Sedangkan, ketika melihat capaian investasi di paruh kedua 2020, Sudirman belum bisa berbicara banyak, karena datanya masih perlu disiapkan.

Tapi, berkaca dari capaian investasi di semester pertama, ia menyebut sebanyak 70 persen dari target investasi 2020 telah tercapai.

Target 2020 mencapai 1 miliar dolar Amerika, sesuai dengan target yang diberikan pemerintah kepada BP Batam.

”Sampai Juni sudah 70 persen. Untuk semester kedua, ada koreksi yang signifikan. Jadi, bukan hanya melihat data investasi dari online saja, tapi perlu juga verifikasi ke la pangan,” katanya.

Koreksi tersebut terjadi karena pandemi Covid-19 yang tak berkesudahan, sehingga kemungkinan memengaruhi realisasi investasi masuk ke Batam.

Hingga Juli lalu, jumlah perusahaan PMA (Penanaman Modal Asing) dan PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) yang memiliki izin Angka Pengenal Impor Produsen (API-P) dan Izin Usaha Kawasan yang tercatat di BP Batam adalah 1.309 perusahaan dengan total pekerja 169.265 karyawan.

Dan dari 10 negara yang paling banyak menanamkan modalnya di Batam, Singapura masih mendominasi di posisi pertama dengan nilai investasi kurun waktu 5 tahun terakhir lebih dari 1,2 juta USD.

Disusul oleh Hongkong, Malaysia, Australia, dan Prancis.(jpg)