Rabu, 22 April 2026
Beranda blog Halaman 9860

Resesi Akibat Covid-19 Dinilai Tak Separah Krisis 1998 dan 2008

0

batampos.co.id – Indonesia diperkirakan masuk jurang resesi. Jika kontraksi ekonomi kuartal-II berlanjut pada kuartal-III, maka kondisi ini akan mengkonfirmasi terjadinya resesi.

Meski begitu, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang melihat, resesi yang terjadi tak akan separah kondisi krisis ekonomi 1998. “Kami melihat fundamental ekonomi masih kuat, kondisi perbankan kita masih kuat. Berbeda dari krisis tahun 1998 atau 2008 di mana industri keuangan kita sudah hancur,” kata Sarman dikutip dari Antara, Senin (28/9).

Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) DKI Jakarta tersebut menegaskan bahwa para pengusaha sejatinya tidak khawatir dengan dampak resesi. Pengusaha lebih mencemaskan pandemi Covid-19 itu yang belum diketahui kapan berakhirnya.

Semakin lama pandemi berlangsung, makin lama pula pemulihan ekonomi. Pengusaha tidak lagi mampu bertahan sehingga timbul masalah sosial bahkan depresi ekonomi.

Sarman mengakui, resesi ekonomi di tengah pandemi Covid-19 tentu tidak bisa dihindari. Itu mengingat sejumlah negara maju bahkan telah lebih dahulu mengalaminya.

Dalam kondisi tersebut, pengusaha tidak punya pilihan selain mengambil langkah bertahan. Caranya antara lain melakukan efisiensi biaya operasional, termasuk sumber daya manusia yang mengakibatkan pengurangan karyawan.

“Efisiensi, kemudian mengurangi berbagai pengeluaran-pengeluaran yang mungkin tadinya ada dalam jangka menengah-panjang, akan direvisi. Tidak tertutup kemungkinan akan terjadi pengurangan karyawan,” kata dia.

Sarman menambahkan bahwa pengusaha mendorong agar pemerintah melalui Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional mempercepat ketersediaan vaksin, menambah kemampuan testing spesimen, hingga menambah kesediaan tempat tidur di rumah sakit dan ruang isolasi. Sebagai informasi, ekonomi kuartal-III diramalkan terkontraksi 1,1 hingga 2,9 persen. (jpg)

Lelang Operasional SPAM, Benny: Yang Dioperasikan Aset Siapa?

0

batampos.co.id – Presiden Direktur PT Adhya Tirta Batam, Benny Andrianto meminta BP Batam agar tak mengambil tindakan yang menciderai hukum dan perjanjian konsesi. Jika tidak, Benny khawatir akan mengorbankan pelayanan air bersih kepada masyarakat Batam.

“Ini bicara kematangan. Kita ikuti aturannya,” tegas Benny.

Sejumlah manuver BP Batam menjelang akhir konsesi dinilai telah menciderai hukum dan perjanjian konsesi.

Sebut saja seperti penunjukan PT Moya Indonesia sebagai Mitra Penyelenggaraan Operasi dan Pemeliharaan Selama Masa Transisi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

BP Batam menjadikan aset ATB yang belum menjadi Barang Milik Negara (BMN) sebagai objek dalam penunjukan langsung.

Kendati demikian, BP Batam berdalih bahwa pihaknya tidak menggunakan aset ATB dalam penunjukan langsung.

BP Batam mengaku hanya melakukan penunjukan langsung untuk operator pelaksana tanpa menggunakan aset ATB sebagai objek.

“Memang benar yang dilelang adalah pengelolaannya. Tapi yang akan dikelola itu asetnya siapa?” Tanya Benny.

Petugas ATB tengah berada di salah satu pipa pada WTP. Foto: ATB untuk batampos.co.id

Praktis yang akan dikelola PT. Moya Indonesia adalah aset ATB yang hingga hari ini belum menjadi Barang Milik Negara (BMN).

Bila diasumsikan tidak ada perselisihan antara ATB dan BP Batam tentang penilaian aset, maka set tersebut baru akan diserahterimakan secepat-cepatnya tanggal 14 November 2020.

“Artinya sebelum tanggal 14 November 2020, seluruh aset masih sepenuhnya merupakan milik ATB,” tegas Benny.

Namun, bila ternyata sampai tanggal 14 November 2020 BP Batam masih belum melaksanakan kewajibannya dengan membayar lunas aset yang akan diserahkan, maka tidak akan bisa diserahkan dan masih tetap menjadi milik ATB.

“Kalau ada yang merasa itu adalah Barang Milik Negara (BMN), maka itu salah total. Aset yang dibangun ATB satu senpun tidak ada uang Negara,” ujarnya Benny.

Kendati BP Batam telah memilih mitra baru untuk pengelolaan SPAM di masa transisi 6 bulan setelah konsesi berakhir, namun ATB akan tetap melakukan kewajibannya secara konsisten hingga akhir konsesi.

Namun dia menegaskan, ATB tidak memiliki keterikatan hubungan apapun dengan mitra baru BP Batam.

Sehingga, ATB tidak akan mengizinkan mitra baru BP Batam masuk ke dalam fasilitas dan aset ATB sebelum aset tersebut diserahterimakan kepada BP Batam.

“Kami hanya melakukan pengakhiran dan mengalihkan pengelolaan SPAM kepada BP Batam. Kalau BP Batam punya operator lain, adalah kewajiban BP Batam ke operator tersebut. Bukan kewajiban ATB,” jelasnya.

Masa transisi juga dimaksudkan untuk pemenuhan hak dan kewajiban para pihak, maka bilamana hak dan kewajiban belum ditunaikan, maka dengan sendirinya kata pengakhiran itu belum bisa dijalankan.

Karena dalam proses pengakhiran itu akan diwujudkan dalam bentuk berita acara pengakhiran. Dimana para pihak akan dibuktikan telah memenuhi hak dan kewajibannya. Dan itu ditandatangani bersama.

“Jadi ada secara resmi bahwa konsesi ini sudah diakhiri. Jadi tidak seperti naik bis kota sudah bayar langsung turun. Ada legal standing yang menjadi rujukan, karena ada hak dan kewajiban setelah kami menjalankan tugas 25 tahun. Kurangnya dimana, lebihnya dimana, itu harus diselesaikan,” tuturnya.(*)

Kasus Covid-19 di Dunia, Sudah 33 Juta Orang Tertular dengan Sejuta Kematian

0

batampos.co.id – Kasus penularan dan kematian akibat Covid-19 kian tak terkendali. Penyakit yang belum ada vaksinnya itu telah merenggut lebih dari satu juta nyawa.

Dilansir Agence France-Presse (AFP), hingga Senin (28/9) korban jiwa sudah mencapai 1.002.036 orang. Sedangkan mereka yang positif tertular sebanyak 33.162.930 orang.

Data tersebut adalah kompilasi dari laporan yang dikeluarkan resmi oleh berbagai negara dan didapatkan jurnalis AFP. Sumber statistik lain seperti Worldometer dan Statista mencatatkan rekor serupa. Korban jiwa tertinggi ada di AS. Disusul Brasil, India, Meksiko, dan Inggris.

Angka tersebut seharusnya tak mengejutkan. Beberapa hari lalu Kepala Kedaruratan WHO Dr Mike Ryan sudah menegaskan bahwa kematian akibat Covid-19 bisa tembus 2 juta orang. Sebab, meski vaksinnya nanti tersedia, distribusinya tidak akan secepat membalik telapak tangan. Apalagi, tidak semua negara mampu membeli dalam jumlah besar. Vaksin dan langkah-langkah pencegahan kematian harus terus digulirkan.

’’Jika kita tidak melakukan segalanya, jumlah (kematian) yang Anda bicarakan itu bukan hal yang tidak mungkin. Sayangnya, itu sangat mungkin terjadi,’’ terangnya kepada para awak media. Saat ini ada sembilan vaksin yang masuk uji klinis tahap ketiga, tapi belum ada yang benar-benar sudah jadi.

Beberapa negara di Eropa yang sebelumnya terdampak cukup parah penularan gelombang pertama kini harus mengalami hal serupa. Terjadi lonjakan penularan sejak penerapan protokol kesehatan dilonggarkan. Kota-kota besar seperti Paris, London, dan Madrid harus berjuang keras untuk mengontrol situasi agar rumah sakit tak overload.

Pemerintah Spanyol memutuskan lockdown sebagian di Madrid yang berdampak pada sekitar satu juta penduduk. Ada 45 distrik yang terdampak, rata-rata adalah wilayah yang mayoritas dihuni kelas menengah ke bawah. Penerapan kuntara itu membuat sebagian penduduk berang dan menuding pemerintah telah melakukan diskriminasi.

Di Prancis, ada 11 kota yang dikategorikan memiliki risiko besar penularan. Salah satunya, Paris. Mereka menerapkan kebijakan baru yang lebih ketat pada kota-kota tersebut hingga 15 hari ke depan. Misalnya, bar harus tutup pada pukul 22.00–06.00.

Pesta pernikahan, festival, dan berbagai acara lainnya yang menghadirkan banyak orang tidak boleh digelar. Bioskop, museum, dan teater tetap boleh buka dengan aturan sangat ketat. Mulai akhir pekan depan, berkumpul di tempat umum diperbolehkan maksimal hanya 10 orang.

’’Jika tidak menerapkan aturan yang ketat, kita akan menghadapi gelombang kedua yang sulit diatasi rumah sakit dan ICU dibanding yang terjadi pada gelombang pertama,’’ bunyi pernyataan para dokter dan profesor bidang medis dalam surat terbukanya seperti dikutip The Guardian.

AS menjadi negara yang paling terpukul akibat pandemi Covid-19. Ketua Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS Robert Redfield menegaskan, ancaman Covid-19 jauh dari kata akan berakhir. Hal itu berbeda dengan paparan Presiden AS Donald Trump yang menyatakan bahwa pandemi segera usai. ’’Kita saat ini masih jauh dari kata berakhir,’’ tegas Redfield seperti dikutip NBC, Senin (28/9).

Sementara itu, di Tiongkok, persebaran Covid-19 justru melandai. Virus SARS-CoV-2 kali pertama muncul di Wuhan. Kini kota yang sempat di-lockdown total itu justru bisa hidup normal karena angka penularan sangat rendah. ’’Kehidupan kini sudah kembali seperti sedia kala. Semua orang yang tinggal di Wuhan merasa nyaman,’’ tegas An An, warga setempat.

Beberapa kasus baru di Beijing diklaim berasal dari makanan beku yang diimpor dari luar negeri. Karena itu, pemerintah ibu kota Tiongkok tersebut meminta para importer menghentikan sementara impor makanan beku. Terutama dari negara-negara yang kini penularannya masih tinggi.(jpg)

Masih Peringkat 11, Peluang Rossi Juara Nyaris Tertutup

0

batampos.co.id – Pembalap Monster Energy Yamaha Valentino Rossi mengakui peluangnya meraih gelar juara dunia MotoGP tahun ini sudah tertutup. Itu diakui setelah dirinya gagal finis pada balapan GP Catalunya Minggu lalu (27/9). Artinya, sudah tiga kali Rossi gagal finis sepanjang musim ini.

Rossi tak bisa menyelesaikan balapan gara-gara terjatuh di lap 16 pada tikungan kedua. Padahal, saat itu dia punya peluang besar meraih podium. Sebab, sebelum terjatuh, dia berada di barisan terdepan bersama dua pembalap Petronas Yamaha, yakni Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli.

Saat itu motor Rossi tiba-tiba tergelincir. Itu akibat tekanan ban depan sebelah kiri motornya bermasalah. Pembalap 41 tahun tersebut mengaku saat itu terlalu memaksakan diri untuk makin dekat dengan Quartararo yang sedang memimpin balapan.

’’Kami memulai semuanya dengan mulus. Tapi, saat itu aku terlalu memaksakan agar lebih dekat dengan Fabio. Di situlah kesalahanku,’’ ucap Rossi dilasir Crash.

Hasil balapan tersebut membuat Rossi kini masih berada di peringkat ke-11 klasemen pembalap dengan mengantongi 58 poin. Terpaut 50 poin dari Quartararo yang saat ini memimpin klasemen dengan 108 poin.

Peluang Rossi memang belum habis. Sebab, balapan musim ini masih menyisakan enam seri. Namun, Rossi tampaknya sudah merasa harapan mengejar gelar juara dunia kesepuluhnya sepanjang karir musim ini sudah pupus.

’’Gelar juara mungkin sudah tertutup untukku. Tapi, melihat performa motorku yang membaik, paling tidak aku mulai saat ini merasa bisa makin cepat sampai akhir musim,’’ ucap pembalap asal Italia tersebut.

Rossi berusaha menerima kenyataan. ’’Agar tetap rileks, saya harus berpikir bahwa ini adalah akhir pekan yang baik,’’ ujarnya. ’’Saya membalap dengan baik dan menikmatinya. Saya bersaing dan berusaha meraih kemenangan,’’ tambah Rossi.(jpg)

Daftar Warga Batam yang Terkonfirmasi Positif Covid-19 di 12 Kecamatan

0

batampos.co.id – Hingga Senin (28/9/2020) total jumlah pasien Covid-19 di Kota Batam mencapai 1.5755 orang.

Dilansir dari website lawancorona.go.id, diketahui warga yang paling banyak terkonfirmasi positif Covid-19 ada di Kecamatan Batam Kota.

Jumlahnya hingga saat ini mencapai 388 orang. Dari jumlah tersebut diketahui 275 orang sembuh, 99 orang dalam perawatan dan 14 orang meninggal dunia.

Berikut ini daftar warga Kota Batam yang terkonfirmasi positif Covid-19 di setiap kecamatan:

1. Batam Kota 388 orang.
2. Batu Aji 140 orang.
3. Batu Ampar 76 orang.
4. Belakang Padang 2 orang.
5. Bengkong 112 orang.
6. Bulang 1 orang.
7. Galang 0 (nol).
8. Lubuk Baja 105 orang.
9. Nongsa 98 orang.
10. Sagulung 143 orang.
11. Sei Beduk 295 orang.
12. Sekupang 213 orang.

Ketua Bidang Kesehatan Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, dari hasil penyelidikan epidemiologi yang terus dilakukan oleh Tim Surveilans Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam terhadap seluruh cluster, dapat disimpulkan sementara bahwa saat ternyata terlihat kembali adanya kenaikan jumlah kasus baru.

Hal itu lanjutnya sehubungan adanya penurunan tingkat kedisplinan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan diberbagai aktifitas sehari-hari.

Sehingga hal ini nantinya memungkinkan terjadi pertumbuhan kembali kasus Covid-19 yang berkaitan dengan berbagai cluster tersebut ataupun kasus baru yang terjadi baik dari transmisi lokal maupun import.

“Kami ingatkan dan imbau kembali guna kemaslahatan bersama masyarakat Kota Batam agar tetap mengikuti anjuran Pemerintah,” jelasnya.

Seperti menjaga jarak, senantiasa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Tetap di rumah saja dan jika terpaksa harus keluar rumah gunakan masker.

Serta selalu menjaga kesehatan dengan makan makanan seimbang dan berolahraga secara teratur dan istirahat yang cukup.(*/esa)

9,6 Juta Peserta Sudah Dikirimi Kuota Gratis, Tahap Dua Ada 27,3 Juta

0

batampos.co.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mengirim kuota gratis untuk 9,6 juta peserta didik dan pendidik tahap I, untuk bulan September. Sedangkan di tahap dua ini data yang sudah terkumpul bertambah menjadi 27,3 juta peserta.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Kemendikbud, Hasan Chabibie mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) serta para provider untuk mengirim bantuan kuota gratis ini.

“September ini kita sudah mengirim 27.305.495 ke provider, yang terdiri dari jenjang SD, SMP, SMA, SMK, PAUD, kesetaraan, SLB, mahasiswa vokasi, mahasiswa akademi, guru maupun dosen,” ujar Hasan dalam telekonferensi pers Kebijakan Bantuan Kuota Data Internet Tahun 2020, Selasa (29/9).

Hasan juga mengatakan, untuk penerima terbanyak berasal dari jenjang SD, yakni berjumlah 11.377.504 penerima. Sedangkan yang paling kecil adalah sekolah kesetaraan yang berjumlah 26.525 penerima.

“SMP itu 5.323.548, SMA 3.124.361, SMK 3.028.027, PAUD 846.360, SLB ada 29.050, mahasiswa vokasi di politeknik 60.281, mahasiswa akademik 2.005.781, guru 1.358.959 dan 125.099. Ini update tadi pagi,” ujarnya.

Bagi satuan pendidikan yang belum mendaftarkan data ke dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) juga masih dapat menginputnya.

“Untuk teman-teman yang belum masuk, masih diberikan kesempatan untuk update di Dapodik dan PDDikti, nanti akan kita inject (kirimkan) di 22 Oktober,” imbuhnya.(jpg)

Kapasitasnya Diragukan Publik, Begini Respons Menkes Terawan

0

batampos.co.id – Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menjadi bulan-bulanan publik setelah tak hadir dalam wawancara Mata Najwa. Hal itu ditambah dengan berbagai pendapat masyarakat yang menilai mantan Kepala RSPAD Gatot Subroto itu tak becus dan tak serius menangani pandemi Covid-19 di Indonesia.

Mata Najwa sendiri hendak mengonfirmasi terkait perkembangan penanganan Covid-19 selama ini. Tapi sayangnya, Terawan malah tak hadir. Hal itu membuat Najwa Shihab akhirnya mewawancara kursi kosong yang semestinya ditempatinya.

Menkes Terawan pun akhirnya menjawab banyakan kritikan publik itu. “Tunggu tanggal mainnya ya. Tuhan yang menjagai,” ujar Terawan seperti dikutip PojokSatu.id (Jawa Pos Group), Selasa (29/9).

Terlepas dari masalah ini, Menkes Terawan meminta kepada publik untuk terus berdoa agar Tuhan memberi pertolongan bagi Indonesia. “Berdoa. Tuhan akan menolong bangsa dan negara Indonesia,” tandasnya.

Wawancara kursi kosong Menkes Terawan disebut sebelumnya telah mengonfirmasi kejadirannya dalam acara Mata Najwa. Wawancara itu sejatinya hendak menanyakan perkembangan penanganan Covid-19 yang dilakukan Menkes Terawan.

Salah satunya menyinggung alasan Menkes belum mundur seperti menteri-menteri lain di belahan dunia yang gagal menangani Korona. Akan tetapi, Terawan akhirnya tak hadir. “Apakah penanganan kita lebih baik? Publik meminta kebesaran Menkes mundur, siap Pak?” tanya Najwa Shihab pada kursi kosong yang tentu saja tak tidak mendapat jawaban.

Dalam unggahan Narasi TV disebutkan bahwa Mata Najwa sering sekali menerima permintaan dan titipan pertanyaan untuk disampaikan kepada Menteri Kesehatan tentang penanganan Covid-19. Atas alasan itu, mereka berulang kali memohon kehadiran Menkes.

Mata Najwa juga memastikan bahwa undangan kepada Menkes bukan tantangan atau sejenisnya. Tapi benar-benar harapan agar info dan kebijakan penanganan pandemi ini bisa diperoleh langsung dari pemegang kewenangan.

“Publik perlu menyimak paparan rencana pemerintah untuk mengatasi pandemi yang telah berlangsung selama enam bulan ini,” pungkasnya.(jpg)

Soft Opening Kafe Berjarak Tiga, Marlin Puji Anak Muda yang Kreatif dan Out of The Box

0

batampos.co.id – Kaum milenial Kota Batam memang kreatif. Mereka selalu berpikir out of the box, sehingga punya solusi untuk menciptakan peluang usaha. Salah satunya mendirikan kafe.

Namanya juga kafe dari, oleh dan untuk anak muda, maka konsepnya tak biasa. Kreativitas tanpa batas. Hal ini tercermin dari namanya: Kafe Berjarak Tiga. Idioms yang ngetren di kala pandemi Covid-19 saat ini.

Soft opening kafe inovatif milik Amar Satria Dahlan inilah yang Minggu (27/9/2020) pagi ditinjau Marlin Agustina, beserta para goweser Kota Batam.

“Wow, kreatif sekali ya. Tampilannya benar-benar baru,” ujar Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Batam ini, saat berbincang bersama barista Kafe Berjarak Tiga.

“Jangan abaikan anak-anak muda yang berpikir out of the box. Karena merekalah agen perubahan. Bahkan pikiran mereka ini bisa mengubah dunia, lho,” terangnya saat berbincang di sela-sela kunjungan.

Soft opening kafe inovatif milik Amar Satria dihadiri Marlin Agustina, Minggu (27/9/2020). (istimewa)

Marlin sempat berkisah bagaimana ”Think diffrent, crazy enough, change the world,” 3 kalimat sakti yang akhirnya menjadi nafas Apple yang diciptakan 2 ”remaja gokil” Stephen Wozniak dan Steve Jobs.

Marlin juga memuji Amar yang pandai mencari ceruk bisnis dengan konsep yang sesuai kondisi saat ini.

Menurut Marlin memulai sesuatu yang baru itu sangat menantang. Sebab, akan memasuki salah satu periode paling kreatif dalam kehidupan.

“Kita memerlukan anak muda seperti ini. Selain cerdas, konsepnya ini juga bisa membantu pemerintah menyosialisasikan Protokol Kesehatan Covid-19, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. 3 M. Ingat itu,” jelas Marlin. (*/uma)

Soal Pengusiran Gatot dan Pembubaran Acara KAMI, Ini Penjelasan Polisi

0

batampos.co.id – Silaturahmi akbar Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jatim di Gedung Juang 45 dibubarkan. Setelah acara yang dihadiri Gatot Nurmantyo tersebut mendapat penolakan keras dari ratusan warga Surabaya yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Tetap Aman (KITA).

Kapolsek Sawahan AKP Wisnu Setiyawan Kuncoro di lokasi memastikan, acara KAMI Jatim di Gedung Juang 45 tidak mengantongi izin dari pengelola gedung. Seharusnya, kata dia, pihak penyelenggara juga memperhatikan kelayakan bangunan dan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Ini kan kegiatan yang mengumpulkan massa harusnya diperhitungkan bagaimana protokol kesehatannya. Acara ini juga tidak ada izin,” terangnya seperti dikutip PojokSatu.id (Jawa Pos Group), Senin (28/9).

Penyelenggara akhirnya mengalihkan acara ke Gedung Jabal Nur, Jambangan, yang ternyata juga ditolak oleh pengelola gedung.

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Jhonny Edison Isir menjelaskan, alasan pembubaran itu tidak lain untuk menjaga kondusivitas di Kota Pahlawan itu. “Surabaya itu kan kondusif, ada deklarasi untuk apa, justru memancing reaksi, ini kan mau pilkada,” ungkapnya.

Mantan ajudan Presiden Joko Widodo tahun 2017 itu menegaskan, tidak hanya kelompok KAMI, kelompok lain yang menamakan KITA (Koalisi Indonesia Tetap Aman) juga turut dibubarkan.

Jika dibiarkan salah satu tetap beraksi, Polrestabes Surabaya khawatir keamanan dan ketertiban hingga kondusivitas kota terganggu. “Jadi (deklarasi) KAMI itu memancing reaksi, dua-duanya (kelompok KAMI dan KITA) tidak ada izin kita bubarin semua,” tandas Jhonny.

Peraih Adhi Makayasa Akademi Kepolisian (Akpol) 1996 itu justru mempertanyakan motivasi KAMI yang melakukan deklarasi di Kota Surabaya. “Motivasinya apa itu KAMI, ini nggak jelas,” demikian Jhonny.(jpg)

Kepri Harus jadi Contoh Pilkada Tanpa Covid-19

0

batampos.co.id – Pjs Gubernur Kepulauan Riau Bahtiar memimpin Rapat Rutin Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan Provinsi Kepulauan Riau bersama seluruh kepala OPD di Ruang Rapat Utama Kantor Lantai IV, kantor Gubernur Kepulauan Riau, Dompak, Tanjungpinang, Senin (28/09).

Dalam rapat resmi pertama yang dipimpinnya sebagai Pjs Gubernur Bahtiar menegaskan bahwa berdasarkan tugas dan arahan yang diberikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian ada dua hal yang harus ditekankan yaitu pelaksanaan pilkada yang berjalan sukses dan memastikan protokol kesehatan selama pilkada dijalankan dengan disiplin ketat.

”Pilkada kali ini sedikit unik karena jika pada pilkada terdahulu tugas Pjs Gubernur cukup memastikan pilkada damai dan tidak ada konflik maka pada tahun ini ada tugas tambahan, yaitu harus menjaga agar tidak muncul cluster baru kasus covid pada setiap tahapan pilkada,” jelasnya.

Bahtiar menyadari bahwa semua masyarakat khawatir, karena pemerintah tetap melaksanakan pilkada ditengah pandemic covid-19, yang mana dapat mengakibatkan penambahan kasus baru. Namun dirinya memastikan bahwa kekahwatiran tersebut dapat diminimalisir dengan penegakan hukum yang tegas.

“Kita harus buktikan pilkada di Provinsi Kepulauan Riau bukan jadi cluster baru covid-19. Oleh karena itu kita akan keras, tegas dan berani meneggakan hukum, bersama kepolisian dan Satpol PP untuk menindak para pelanggar,” jelas Dirjen Polpum Kemendagri ini.

Pjs Gubernur Kepulauan Riau Bahtiar memimpin Rapat Rutin Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan Provinsi Kepulauan Riau, Senin (28/9). (foto:humaspemprov)

Dalam beberapa hari ini, Bahtiar mengungkapkan akan melakukan pertemuan secara bergantian dengan pasangan calon yang akan mengikuti kontestasi Pilkada 2020 untuk memastikan bahwasanya mereka harus mematuhi segala peraturan yang terkati dengan pilkada dan penerapan protokol kesehatan.

“Saya akan silaturahim dengan semua paslon, KPU dan Bawaslu serta Forkominda dan tokoh-tokoh masyarakat, dalam rangka menjaga dan merawat seluruh tahapan pilkada berlangsung damai dan juga mencegah terjadinya kerumunan, tak ada pengerahan massa, dan masyarakat merasakan pilkada justru memberi manfaat bagi masyarakat. Kita harus ubah Pilkada 2020 sebagai momentum untuk penanganan covid 19 dan memilih pemimpin daerah yang mampu tangani covid 19,” kata pria kelahiran Bone ini.

Untuk kesuksesan pelaksaaan pilkada di daerah, Bahtiar menyampaikan untuk terus mengoptimalkan peran dari tim Desk Pilkada. Bukan hanya dari provinsi namun juga dari kabupaten/kota yang ada di provinsi Kepulauan Riau.

“Tim ini setiap hari harus buat laporan. Termasuk kabupaten/kota yang tidak melakukan pemilihan bupati/walikota namun tetap ada pelaksaan pilkada gubernur jadi wajib melaporkan juga. Dari kabupaten/ Kota lapor ke provinsi nanti provinsi rangkum dan sampaikan ke pusat. Karena laporan ini setiap hari Jumat akan dibacakan ke presiden,” harapnya.

Terkait realisasi pelaksanaan APBD Provinsi Kepulauan Riau hingga September 2020 yang disampaikan oleh kepala Biro Pembangunan Aries Fhariandi, Bahtiar menyampaikan apresiasinya karena cukup tinggi penyerapannya dan berharap semakin cepat realisasinya untuk menggerakan perekonomian daerah.

“Realisasinya tadi 54 persen cukup bagus. Kalau bisa hingga akhir tahun ini mencapai 99 persen bahkan 100 persen. Segera realisasikan karena APBD ini merupakan salah satu instrument penggerak ekonomi,” harapnya.

Semnetara itu Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau TS Arif Fadillah terus mendorong kepada setiap OPD untuk mempercepat langkah penyusunan APBDP dan APBD karena waktu yang sangat terbatas.

“Kawan-kawan untuk segera menindaklanjuti dalam penyusunan APBDP. Tak bisa kita diamkan karena waktu sudah semakin dekat sekali. Target kita minggu ini APBDP harus sudah clear,” perintahnya. (*/uma)