Senin, 11 Mei 2026
Beranda blog Halaman 9952

Harga Cabai dan Sayuran Meroket

0

batampos.co.id – Harga cabai dan sayur-sayuran di sejumlah
pasar tradisional di Kota Batam, naik signifikan sejak beberapa
pekan terakhir.

Hal ini terjadi akibat musim hujan dan cuaca buruk, sehingga cabai dan sayuran mudah busuk serta banyak daerah produsen, mengalami gagal panen.

Andi, pedagang sayuran di Pasar Fanindo, Tanjung Uncang,
mengatakan, harga cabai dan sayur-sayuran yang tinggi hampir terjadi di semua pedagang pasar tradisional.

Pasalnya, di tingkat distributor dan agen, harga sayuran sudah naik.

”Harga naik karena banyak daerah penghasil mengalami
gagal panen,” katanya, Jumat (2/10/2020) seperti yang dilansir dari Harian Batam Pos.

Hal senada juga dikatakan Dodi, petani sayur-sayuran di daerah Marina, Tanjung Uncang.

Disebutkannya, hujan sebulan terakhir menyebabkan banyak
tanaman sayur terserang hama. Hama-hama ini menyerang batang sayur sehingga menyebabkan sayur menjadi layu dan mati.

”Kalau musim hujan begini juga enggak bagus untuk sayur. Banyak yang gagal panen,” katanya.

Di Pasar Fanindo, sayur bayam yang biasanya dijual Rp 3.000 per kg, saat ini dijual Rp 12 ribu per kg.

Begitu juga dengan sayur kangkung, harganya mencapai Rp 16 ribu per kg.

”Kita ambil (beli) di kebun saja sudah Rp 9.000 per kg. Belum lagi nanti yang enggak terjual bisa-bisa kita rugi banyak,” ucapnya.

Kondisi yang sama juga terlihat di Pasar Dreamland, Sekupang. Sayuran yang biasanya dijual Rp 5 ribu per ikatnya, kini dijual Rp 11 ribu per ikatnya.

Harga sejumlah komoditi pangan di Kota Batam mengalami kenaikan yang cukup siginifikan, terutama sayur-sayuran dan cabai. Foto; Dhiyanto/batampos.co.id

Begitu juga dengan cabai, dari normalnya Rp 24 ribu per kg, kini dijual Rp 48 ribu per kg.

”Memang lagi naik. Kalau dijual di bawah harga itu, tak ada untung,” ujar Simon, pedagang sayur di pasar tersebut. Naiknya harga cabai dan sayuran ini juga berdampak terhadap konsumsi masyarakat.

Banyak masyarakat yang mengurangi pembelian karena harganya melonjak tinggi.

”Biasanya banyak yang beli satu kilogram, sekarang seperempat kg saja,” tuturnya.

Salah seorang warga, Mirna, merasa resah dengan terus meningkatnya harga cabai dan sayur-sayuran ini.

Karena, kedua komoditas ini merupakan salah satu bahan pokok yang harus ia beli untuk memenuhi kebutuhan memasak.

”Bagaimana lagi, karena kita butuh ya harus beli. Cuma naiknya melonjak kali,” ucapnya.

Sementara di Pasar Botania 1, Batam Center, harga cabai merah besar dijual antara Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu per kg.

Seperti diungkapkan Agus, salah satu pedagang sayur di pasar tersebut. Ia menjual cabai Rp 55 ribu per kg. Harga tersebut naik drastis dari Rp 30 ribu per kg pada pekan lalu.

”Naiknya sekitar Rp 25 ribu per kg,” terang Agus, Jumat (2/10/2020).

Menurut dia, banyak pembeli kaget dengan kenaikan harga cabai yang cukup drastis.

Apalagi, pada akhir pekan lalu, harga cabai masih bisa dikatakan normal.

”Hari Minggu kemarin masih Rp 30 ribu, Senin naik jadi Rp 55 ribu. Ya pembeli kaget lah,” imbuh Agus.

Disinggung penyebab kenaikan harga cabai, Agus mengaku tak tahu pasti. Tapi ia sempat dapat informasi dari distributor, karena cabai mahal di daerah penghasil.

”Kalau tak salah, karena memang sudah mahal di daerah Medan dan Jawa sana,” terang Agus.

Hal senada dikatakan Edy, pedagang sayur di pasar tradisional Nongsa. Menurutnya, harga cabai naik jadi Rp 50 ribu per kg.

”Seminggu sebelumnya, cabai masih Rp 28-30 ribu. sekarang sudah Rp 50 ribu. Memang mahal banget, banyak pembeli mengeluh,” ungkapnya.

Di sisi lain, ia berharap pemerintah bisa segera menekan lonjakan harga cabai dan sayuran lainnya.

Mengingat, kondisi masyarakat sedang dalam masa sulit akibat pandemi covid-19.

”Yang naik itu tak hanya cabai. Bawang merah Jawa juga naik.
saat ini Rp 40 ribu per kg-nya,” imbuh Edy.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam,

Gustian Riau, tak menampik adanya lonjakan harga cabai dan bawang untuk pasaran Batam. Alasan kenaikan dari distributor, karena banyak gagal panen.

”Pasokan cabai di daerah penghasil banyak gagal panen. Penyebabnya karena hujan terus menerus,” ujar Gustian.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, pihaknya akan menggelar rapat dengan seluruh distributor pada Senin (5/10/2020) depan.

Rapat itu akan membahas soal ketersediaan stok. Terutama akan memasuki akhir tahun.

Menurut dia, rapat juga akan membahas harga-harga bahan pangan yang mengalami kenaikan.

Jangan sampai kenaikan itu menyusahkan masyarakat di masa pandemi ini.

”Agar harga tak melonjak drartis lagi, terutama untuk cabai dari Medan yang memang ada MOU (nota kesepahaman) dengan kami,” pungkas Gustian.(jpg)

Kantor Perwakilan BP Batam Gandeng Kohai Promosikan Aset Kuningan Guest House

0

batampos.co.id – Kantor Perwakilan BP Batam di Jakarta menjalin kerja sama dengan PT Parahita Kohai Sahitya tentang Sewa Menyewa Ruang Tertutup di Kuningan Guest House (KGH)  seluas 31,5 m2 dengan peruntukan restoran Kohai Sushi.

Penandatanganan kontrak kerja sama dilakukan oleh Kepala Kantor Perwakilan BP Batam, Purnomo Andiantono dan Direktur Utama PT Parahita Kohai Sahitya, Aldrian Elmo Mahardika Effendi, Selasa (29/9/2020) lalu.

epala Kantor Perwakilan BP Batam, Purnomo Andiantono, mengatakan, pihaknya menyambut baik kerja sama ini dan mengharapkan akan saling menguntungkan dan meningkatkan pendapatan bagi kedua belah pihak.

Direktur Utama PT Parahita Kohai Sahitya, Aldrian Elmo Mahardika Effendi, mengemukakan, Kohai tertarik untuk mendirikan restoran pertamanya di KGH karena lokasinya yang strategis, dekat dengan apartemen dan perkantoran di daerah segitiga emas.

“Dan yang paling menarik adalah suasana KGH memiliki konsep yang cocok dengan nuansa Jepang. Sehingga dapat membuat pengunjung yang ke KGH akan merasakan sensasi makan di Jepang,” kata Aldrian Elmo Mahardika Effendi.

Kepala Kantor Perwakilan BP Batam, Purnomo Andiantono dan Direktur Utama PT Parahita Kohai Sahitya, Aldrian Elmo Mahardika Effendi verfoto bersama dengan para pegawai BP Batam perwakilan Jakarta setelah penandatanganan kerjasama. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

Aldrian melanjutkan, setelah kontrak resmi ini, untuk pertama kalinya, Kohai akan dibuka pada Kamis, 1 Oktober 2020. Terkait dengan situasi pandemi Covid-19, Kohai akan membuka layanan delivery, take away ataupun makan di mobil karena Kota Jakarta masih menerapkan PSBB.

KGH yang berlokasi di Pusat Bisnis Mega Kuningan, Jakarta Selatan, merupakan aset/BMN BP Batam UPKPB Kantor Perwakilan Jakarta yang dikomersilkan untuk umum.

Selain Kohai Sushi Bar, KGH juga sudah bekerja sama dengan tenant, yaitu “Meanwhile Coffee”.

Dalam kesempatan itu, Kepala Kantor Perwakilan BP Batam juga mengimbau dan mempromosikan KGH kepada masyarakat Batam, agar saat berkunjung ke Jakarta dapat memilih menginap di KGH dan menikmati fasilitasnya.

Ia mengatakan, selain lokasinya yang strategis harga menginap di KGH juga terjangkau.

Transportasinya pun mudah dengan menu makanan yang bervariatif. KGH juga telah menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Selain penginapan, kami juga menyewakan ruang rapat untuk kegiatan Forum Group Discussion (FGD), seminar, teleconference dan menyediakan alat untuk video conference, proyektor, sound system, dan semua alat-alat keperluan acara yang lengkap,” kata pria yang karib disapa Andi itu.

Bagi kalangan masyarakat yang tertarik mencoba menginap di KGH, dapat menghubungi Kuningan Guest House, Mega Kuningan, Jalan Perintis No. 16, Setia Budi, Karet Kuningan, RT. 3/RW. 5, Kuningan, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12950, telefon (021) 5250948.

Perlu diketahui, PT Parahita Kohai Sahitya adalah sebuah perusahaan yang didirikan oleh komunitas anak milenial yang bergerak di bidang perdagangan, penyediaan akomodasi serta penyediaan makan dan minum, dengan nama “Kohai Sushi Bar”.(*/adv)

Harga Gas Melon Capai Rp 27 Ribu

0

batampos.co.id – Sejumlah warga di beberapa wilayah di Batam kesulitan mendapatkan gas melon atau elpiji 3 kilogram (kg) bersubsidi.

Kalau pun dapat, mereka harus rela membeli dengan harga jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 18 ribu per tabung.

Dilansir dari Harian Batam Pos, Siti, warga Batu Ampar, yang harus menelusuri beberapa pangkalan hingga wilayah Bengkong untuk mendapatkan gas melon.

Sebab gas dalam tabung hijau itu sangat sulit didapat di sekitar tempat tinggalnya.

”Cari ke pangkalan gas pada habis, akhirnya memutar sampai Bengkong untuk mencari gas melon. Ada di pengecer, tapi harganya sudah Rp 27 ribu per tabung,” ujar Siti.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam dan PT Pertamina kembali melakukan penarikan tabung elpiji 3 kilogram (kg) atau gas melon dari pengecer beberapa waktu lalu. Foto; Cecep Mulyana/batampos.co.id

Menurut dia, pangkalan di dekat rumah selalu kehabisan stok, tak berapa lama usai di antar truk dari agen. Itupun, sudah banyak warga yang antre dan mencatat nama mereka untuk bisa mendapatkan gas.

”Gas baru datang langsung diserbu. Jadi yang telat sedikit, tak bakal kebagian,” imbuhnya.

Ia berharap, pemerintah atau pihak terkait bisa mengatasi kelangkaan gas ini. Paling tidak, memberi sanksi jika memang
ada yang sengaja memainkan kelangkaan sehingga beberapa pihak tertentu bisa menjual gas melon dengan harga tinggi.

”Pemerintah dan Pertamina bilang cukup. Tapi kenyataan di lapangan beda. Gas di pangkalan habis, tapi di pengecer banyak. Tapi harganya rata-rata antara Rp 25 ribu hingga Rp 27 ribu,” kesalnya.

Hal senada diungkapkan Riva dan Atik, warga Nongsa dan Batam Kota, yang juga kesulitan mendapatkan gas di pangkalan resmi.

Hampir setiap kali gas di rumahnya habis, ia akan membeli ke pengecer dengan harga tinggi, berkisar Rp 25-28 ribu per tabung.

”Saya punya tabung gas melon cuma satu, jadi kalau habis pasti isinya di pengecer, kalau di pangkalan selalu kehabisan,” ungkap ibu tiga anak ini.

Karena itu, ia punya harapan agar pihak terkait bisa menambah pasokan gas. Sebab, ia menduga seringnya gas habis di pangkalan karena banyak warga yang beralih jadi pedagang makanan dan menggunakan gas melon.

”Jadi sejak Covid-19 ini, banyak ibu-ibu yang berjualan makananan, kemungkinan itu jadi penyebab gas cepat habis.
Jadi berharap pemerintah bisa menambah pasokan gas,”
terangnya.

“Cari di pangkalan habis, nemunya di pinggir jalan Ta- man Raya, tapi harganya Rp 27 ribu,” tukas Atik, kemarin.(jpg)

Batam Gelar Flower Festival 2020, Ada Tanaman Janda Bolong 

0

batampos.co.id – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam bekerjasama dengan Asosiasi Tanaman Hias di Batam akan menggelar Batam Flower Festival (BFF) 2020 yang direncanakan pada akhir Oktober atau awal November 2020 mendatang.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan, saat ini dirinya sedang mempelajari jenis-jenis tanaman hias.

Ia mengunjungi beberapa nursery untuk memperkaya wawasannya tentang tanaman yang tengah populer saat ini. Seperti janda bolong, monstera, calatea, aglonema lipstik, sri rezeki, kaktus, aglonema red sumatera, aglonema khanza, anggrek, adenium, dan tanaman lainnya.

“Dengan mempelajari berbagai jenis tanaman akan menambah lagi ilmu kita tentang tanaman, cara perawat, jenis tanaman terbaru. Dengan mengoleksi bunga dapat membawa aura positif bagi pikiran kita,” terangnya, Jumat (2/10/2020).

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, saat mengunjungi salah satu nursery di Kota Batam. Foto: Media Center Pemko Batam untuk batampos.co.id

Ardi mengatakan, kunjungan ke nursery tersebut dilakukannya dalam rangka ingin menyukseskan Batam Flower Festival (BFF) 2020.

Event ini digelar karena melihat tren tanaman hias yang tengah mewabah di Kota Batam.

Pemko Batam melalui Disbudpar Kota Batam menangkap momen ini untuk memberikan kabar gembira kepada pecinta tanaman hias.

“Kegiatan ini pertama kali kita gelar dan lokasinya di Dataran Engku Hamidah, Batam Centre,” katanya.

Ardi berharap kegiatan BFF ini dapat meningkatkan ekonomi warga Batam, khususnya bagi penjual tanaman hias dan kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan Kota Batam.

Menurut Ardi, dengan mengoleksi bunga dapat membawa aura positif bagi pikiran.

“Kami berharap kegiatan ini sukses dan membawa kesenangan bagi pencinta tanaman baik pemula maupun yang sudah mahir,” pungkasnya.(*/esa)

Pemko Batam Segera Terapkan Denda bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

0

batampos.co.id – Pejabat sementara (Pjs) Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum, meneken intruksi Wali Kota Batam Nomor 2 tahun 2020 tentang pelaksanaan penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Batam.

Intruksi wali kota ini diterbitkan guna mengintensifkan Peraturan Wali Kota (Perwako) Nomor 49 Tahun 2020 yang diteken oleh Wali Kota Batam Muhammad Rudi yang kini sedang cuti.

Sejatinya Perwako tersebut telah dijalankan dengan baik dengan melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat.

“Pak Rudi sudah meneken Perwakonya, kita butuh intruksi ini untuk menjalankannya,” ucap Syamsul, Kamis (1/10/2020).

Berdasarkan isi surat tersebut, Kepala Satpol PP Batam Salim diminta untuk melaksanakan penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Batam dengan melibatkan SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Batam, TNI Polri, dan instansi lain terkait.

Warga Kota Batam yang terjaring razia karena tidak mematuhi protokol kesehatan diminta untuk membuat surat pernyataan oleh tim terpadu beberapa waktu lalu. Foto: Media Center Pemko Batam untuk batampos.co.id

“Tim yang turun diharapkan tidak pada satu lokasi, tapi dapat membagi tugas untuk beberapa titik,” harap dia.

Untuk seluruh pimpinan SKPD di lingkungan Pemko Batam diminta untuk mendukung penegakan Perwako nomor 49 tahun 2020.

Selanjutnya, hasil pelaksanaan tugas harus dilaporkan kepada Wali Kota Batam.

“Saya telah mendapat data dari Salim, sejauh ini ada 500an yang melanggar dan diberi teguran lisan, tertulis hingga dihukum secara sosial membersihkan fasilitas umum. Selanjutnya, jangan takut mainkan Rp 250 ribu (denda administrasi),” tegas dia.

Ia menyebutkan, upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 harus dilakukan secara masif oleh semua pihak. Sehingga Covid-19 di Batam dapat teratasi.

Menurut Syamsul, ia memulai dari dirinya sendiri dengan mematuhi protokol penanganan Covid-19.

“Bahkan saya sudah mendesain, kalau bisa ada aturan jangan membeli dari pedagang yang tidak memakai masker. Karena uang dan barang dalam aktivitas jula beli juga bisa menjadi media penyebaran Covid-19,” jelasnya.(*/esa)

Pasien Covid-19 Bertambah, Segini Jumlahnya Sekarang…

0

batampos.co.id – Jumlah pasien Covid-19 di Kota Batam terus mengalami kenaikan dari 1.650 menjadi 1.690 pasien hingga Jumat (2/10/2020) atau bertambah 40 kasus.

Kepala Bidang Kesehatan Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmarjadi, melalui pernyataan tertulisnya menyebutkan, data tersebut merupakan hasil pemeriksaan swab oleh Tim Analis Laboratorium BTKLPP dan Analis Laboratorium RSKI Covid-19 Galang berdasarkan hasil temuan kasus baru dan hasil tracing.

“Dengan ini kami sampaikan uraian jumlah orang yang terpapar dari temuan kasus baru ini sebanyak 40 orang. Terdiri dari 24 orang laki-laki dan 16 orang perempuan,” jelasnya.

Jumlah pasien Covid-19 di Kota Batam hingga Jumat (2/10/2020).

Dalam rilis tersebut disebutkan pekerjaan pasien Covid-19 yang baru tersebut terdiri dari, ASN BP Batam, Tenaga Kesehatan, karyawan swasta, pelajar, anggota Polri, wiraswasta, ibu rumah tangga dan balita.

Dari 40 orang tersebut diketahui 23 orang di antaranya bergejala, 6 orang tanpa gejala dan 11 orang kontak erat dengan pasien Covid-19 sebelumnya.

Dengan adanya penambahan tersebut, saat ini total jumlah pasien Covid-19 di Kota Batam sebanyak 1.690 orang.

Dengan rincian 1.136 orang sembuh, 48 orang meninggal dunia dan 507 orang dalam perawatan.(*/esa)

Sudah 600 Lebih ASN Tidak Netral di Pilkada Serentak

0

batampos.co.id – Aparatur Sipil Negara (ASN) ikut terlibat dalam Pilkada serentak 2020. Hal ini pun disoroti oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) karena dianggap tidak netral.

Anggota Bawaslu, Mochammad Afiffuddin mengatakan setidaknya sudah hampir 600 ASN yang dianggap tidak netral tersebut. 600 ASN tersebut saat ini sedang diproses di Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

“‎Kalau soal netralitas ASN, data kami sekarang sudah hampir 600 diproses di KASN, itu dari 1.300 pelanggaran dan temuan masyarakat,” ujar Afif dalam diskusi yang dilakukan secara virtual di Jakarta, Jumat (2/10).

Afif mengaku kaget dengan temuan tersebut. Karena begitu banyaknya ASN yang tidak netral dalam hajatan serentak lima tahunan pemilihan kepala daerah ini. “Jadi memang besar sekali soal ASN yang tidak netral dalam Pilkada kali ini,” katanya.

Afif berujar, ASN tidak netral itu banyak yang menggunakan fasilitas-fasilitas pemerintah daerah demi Pilkada serentak 2020 ini. Padahal sejatinya pemanfaatan fasilitas negara dilarang untuk kepentingan Pemilu.

“Pemanfaatan fasilitas pemerintah ada yang menggunakan mobil dinas, fasilitas pemda dan sebagainya. Jadi itu yang terjadi,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Abhan menilai calon petahana dalam Pilkada Serentak 2020 sangat berpotensi menggerakan ASN melakukan pelanggaran netralitas. Sebab menurutnya petahana memiliki akses birokrasi di daerah yang dia pimpin.

“Bagi calon pendatang baru sangat sulit untuk melakukan akses birokrasi (ASN). Kecuali calon yang berasal dari petahana,” ujar Abhan kepada wartawan, Kamis (1/10).

Dia mengatakan dari 270 daerah yang menyelenggarakan pilkada, ada 224 daerah petahana yang mencalonkan kembali sebagai calon kepala daerah. Apalagi, petahana memiliki pengalaman mengendalikan kekuasaan di daerahnya. Sehingga peluang untuk menang lebih terbuka.

“Karena sebagai petahana dia pasti sudah ada relasi kekuasaan 5 tahun di masa jabatannya,” katanya.

Tak hanya sampai di situ, Abhan menjelaskan alasan ASN ketap dilibatkan tiap kontestasi pemilu atau pilkada. Abhan mencontohkan, ASN memiliki pendidikan dan pengetahuan memadai sehingga bisa menjadi tim penyusun program dan materi kampanye.

ASN, lanjutnya, punya jaringan yang luas tersebar di seluruh pelosok desa dengan jumlah variasi berbeda. Dia menjabarkan petahana memiliki wewenang strategis menggerakan anggaran keuangan, melalui penyusunan program dan kegiatan. (*/jpg)

150 TKA Tiongkok Masuk ke PT BAI di Bintan

0

batampos.co.id – Sebanyak 150 TKA asal Tiongkok kembali masuk ke PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) Galang Batang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Mereka tiba di Bandara Raja Haji Fisabilillah, Kota Tanjungpinang, dengan menggunakan pesawat Qinqdao Airlines, Jumat (2/10) sekitar pukul 14.30 WIB.

Sejumlah petugas medis dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Tanjung Pinang berpakaian lengkap alat pelindung diri (APD) siaga menyambut kedatangan para TKA tersebut. Satu per satu TKA yang turun dari pesawat diperiksa suhu tubuh, diwajibkan mengisi e-Hac, menjalani tes cepat, dan menunjukkan hasil tes usap dengan hasil negatif dari negara asal.

”Protokol kesehatan di pintu masuk negara tetap diperketat guna mengantisipasi persebaran Covid-19,” ujar Kepala KKP Tanjungpinang, Agus Jamaluddin seperti dilansir dari Antara pada Jumat (2/10).

Selanjutnya, para TKA tersebut naik bus menuju PT BAI. Di sana mereka akan menjalani karantina mandiri selama 14 hari di wisma milik perusahaan, baru kemudian diperbolehkan beraktivitas. ”Selama karantina mandiri, kami tetap mengawasi kesehatan mereka,” tutur Agus.

Pesawat Qingdao Airlines mengangkut TKA Tiongkok mendarat di Bandara RHF Tanjungpinang, Kepri, Jumat (2/10). (Ogen/Antara)

Terpisah, Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kepri Abdul Bar menyatakan, pekerja asing tersebut merupakan tenaga ahli yang dikontrak sekitar enam bulan hingga setahun untuk menyelesaikan proyek konstruksi di PT BAI.

”PT BAI turut melibatkan tenaga kerja lokal untuk mengerjakan proyek tersebut,” ucap Abdul Bar.

Keberadaan TKA memang dibutuhkan PT BAI mengingat ada beberapa produk, misalnya peralatan mesin yang dibeli dari Tiongkok, sehingga dalam pengoperasiannya memerlukan tenaga ahli. Namun, seiring berjalan waktu diharapkan dapat diambil alih pekerja lokal.

”Bukan berarti tenaga kerja lokal tidak mampu, hanya saja TKA ini lebih paham. Nah, ilmunya itu bisa diserap pekerja supaya ke depan bisa dikerjakan sendiri tanpa keterlibatan mereka lagi,” jelas Abdul Bar.

Pihaknya pun menjamin TKA tersebut sudah memenuhi persyaratan bekerja di Bintan karena telah mengantongi izin Rencana Penggunaan TKA (RPTKA) dari Kementerian Tenaga Kerja. ”Kalau menyangkut perizinan itu wewenang pusat, tugas kami hanya melakukan pengawasan, misalnya pendataan rutin terkait keberadaan TKA Tiongkok ini,” tutur Abdul Bar.

Berdasar data dari PT BAI, sudah sekitar 500 TKA asal Tiongkok. Sedangkan untuk pekerja lokal ada sekitar 3 ribu orang, baik dari Bintan maupun daerah lain di Indonesia. PT BAI masih fokus membangun berbagai infrastruktur untuk pembangunan smelter (pemurnian batu bauksit) dan PLTU dengan nilai investasi sekitar Rp 20 triliun dan menyerap 20 ribu tenaga kerja.(antara)

Waspadai Gejala Covid-19 ‘Diam-Diam’ Pada Orang Obesitas

0

batampos.co.id -Associate Professor Departemen Ilmu Kedokteran Dasar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, dr. Gaga Irawan Nugraha menjelaskan, sebetulnya pasien Covid-19 mengalami gejala yang mirip. Baik itu mereka yang obesitas maupun tidak.

“Gejalanya sama saja, dan yang sekarang menarik. Pada pasien itu tidak ada batuk, tidak ada sesak, tetapi ketika diukur saturasi oksigennya itu rendah, mendekati 90-92, jadi ini silent, itu yang harus diwaspadai,” papar dr. Gaga dalam talkshow di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) baru-baru ini seperti yang dilansir dari JawaPos.com.

“Kalau yang lain mungkin sama, mungkin ada demam, mungkin ada sakit badan,” tambahnya.

Maka dr. Gaga mengingatkan gejala yang harus diwaspadai adalah pasien tidak sesak berat, kemudian setelah diukur dengan oxymeter, ternyata saturasi oksigennya turun.

“Bahkan kemarin salah satu teman sejawat saya, dia sesaknya tidak sesak sekali, tapi kalau menarik napas dalam, batuk. Jadi juga harus diwaspadai,” ungkapnya.

Menurut dr. Gaga, orang obesitas bisa berisiko muncul penyakit yang lain, seperti hipertensi, diabetes, penyempitan pembuluh darah, jantung.

Sehingga yang muncul di Indonesia selama ini adalah jumlah penderita penyakitnya seperti hipertensi dan diabetes. Sementara orang dengan obesitas tak terekspos.

“Tapi perhatikan, baik berita ataupun di media sosial, orang yang mengalami pemberatan dan meninggal, banyak yang obesitas. Meskipun betul, dia juga mengalami diabetes, meskipun betul, dia juga mengalami hipertensi. Tapi banyak yang obesitas,” katanya.

Maka selain wajib mematuhi protokol kesehatan berupa 3M yakni Menjaga jarak, Memakai masker, dan Mencuci tangan, penting untuk orang obesitas menjaga pola makan.

Mereka yang obesitas diminta mengonsumsi makanan tiga kali sehari dengan nasi dan lauk-pauknya gizi seimbang.

“Kedua, setop, berhenti konsumsi gula, makanan manis, dan tepung-tepungan. Gantilah camilan dengan buah-buahan berair banyak,” katanya.

Lalu tetap aktif meskipun di dalam rumah, minimal 30 menit sehari sekali olahraga, harus terus bergerak tanpa berhenti. Dan jangan begadang, tidur yang cukup serta jangan merokok.(jpg)

Ayo Pakai Masker Batik!

0

batampos.co.id – Setiap 2 Oktober, Indonesia memperingati memperingati Hari Batik Nasional. Karena itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak masyarakat bisa memakai masker dengan motif batik.

Menurut Jokowi, adanya pandemi virus korona di tanah air bukan menjadi penghalang untuk Indonesia tidak memperingati Hari Batik Nasional.

“Pandemi Covid-19 bukanlah penghalang untuk memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh ‎pada setiap tanggal 2 Oktober,” ujar Jokowi lewat akun Instagram resmi miliknya, Jumat (2/10).

Oleh sebab itu, Jokowi mengajak masyarakat untuk menggunakan batik dengan sebaik-baiknya. Misalnya, dengan manuruh motof batik pada masker, sehingga bisa digunakan untuk beraktivitas di masa pandemi Covid-19 ini.

“Warisan budaya dunia dari negara kita ini bisa juga menjadi motif masker,” katanya.

Dalam Instagram miliknya tersebut, Jok‎owi mengunggah video singkat dengan menunjukan berbagai motif masker batik.

“Ayo pakai masker batik yang pas dan Anda suka,” tulis Jokowi.

Diketahui, pada 2 Oktober 2009 atau 11 tahun yang lalu, batik ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) pada sidang UNESCO di Abu Dhabi. Sebelum batik, keris dan wayang sudah lebih dulu masuk daftar ICH UNESCO.

Adapun, batik diambil dari kata amba titik, dalam bahasa Jawa berarti ‘menulis titik’ dengan tujuan menghias kain. Membatik awalnya kegiatan kesenian menggambar di atas kain untuk pakaian keluarga keraton serta pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal di luar Keraton, lama-lama kesenian batik ini meluas dan menjadi bahan pakaian rakyat.

Perkembangan batik berkait erat dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di bumi nusantara. Luasnya kekuasaan Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di bumi nusantara.

Luasnya kekuasaan Majapahit hingga seluruh pelosok nusantara diikuti dengan meluasnya pengaruh budaya sehingga membatik terus ada ada dan berkembang di setiap suku bangsa Indonesia.

Batik didaftarkan pemerintah ke UNESCO dan berhasil masuk dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda dari Indonesia yang ditetapkan UNESCO pada 4 September 2008.

Kemudian pada 2 Oktober 2009 UNESCO menetapkan batik sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi (Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity).(jpg)