Kamis, 16 April 2026
Beranda blog Halaman 9974

Baca, Ini 3 Industri yang Tidak Terdampak Covid-19

0

batampos.co.id – Wabah Covid-19 menyebabkan kinerja industri pengolahan terkontraksi 6,19 persen year-on-year (yoy), dan industri nonmigas terkontraksi 5,74 persen yoy sepanjang kuartal-II 2020.

Dari kelompok industri nonmigas, hanya tiga industri yang masih tumbuh positif dan selamat dari goncangan Covid-19.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto, memaparkan, ketiga industri yang selamat yaitu:

  1. Industri makanan dan minuman (tumbuh 0,22 yoy)
  2. Industri kimia, farmasi, dan obat tradisional (tumbuh 8,56 persen)
  3. Industri logam dasar (tumbuh 2,76 persen).

Sementara itu, enam industri pada kelompok industri nonmigas babak belur dihantam Covid-19.

Ilustrasi. Masyarakat Batam saat membeli masker di Apotek Kimia Farma. Industri kimia, farmasi, dan obat tradisional tetap tumbuh di tengah pandemi Covid-19. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Di sisi lain, industri batu bara dan pengilangan migas yang masuk kelompok industri pengolahan mencetak kinerja yang sangat buruk.

“Kalau dilihat yang menyebabkan kontraksi (di pengolahan yaitu) karena industri batu bara dan pengilangan migas -10,31 persen,” kata Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Rabu (5/8/2020).

Begitu pula juga dengan enam industri lainnya yang babak belur terdampak Covid-19. Seperti industri pengolahan tembakau (-10,84 persen), industri tekstil dan pakaian jadi (-14,23 persen), serta industri karet, barang dari karet dan plastik (-11,98 persen).

Selanjutnya, industri barang logam diantaranya komputer, barang elektronik, optik, dan peralatan listrik (-9,29 persen), industri mesin dan perlengkapan (-13,42 persen), dan terakhir industri alat angkutan (-34,29 persen).(jpg)

WNI Alami Luka-luka Akibat Ledakan Besar di Lebanon

0

batampos.co.id – Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi korban ledakan besar di Beirut, Lebanon. WNI tersebut mengalami luka-luka. Dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri, Rabu (5/8), Pemerintah RI menyampaikan simpati kepada Pemerintah Lebanon dan belasungkawa kepada keluarga korban. Lokasi ledakan berdekatan dengan Downtown Beirut dan berjarak sekitar 7 km dari KBRI Beirut.

Sejauh ini belum ada keterangan resmi penyebab ledakan. Kemenlu sendiri memastikan kondisi WNI yang menjadi korban kini stabil.

“Salah satu korban luka adalah WNI yang telah berhasil dikontak KBRI dan saat ini dalam kondisi stabil serta dapat berkomunikasi dengan baik. KBRI akan terus melakukan pendampingan kepada yang bersangkutan hingga pulih,” kata pernyataan tersebut.

KBRI Beirut juga melakukan koordinasi dengan otoritas setempat dan melakukan pengecekan kepada WNI lainnya yang berada di Beirut.

Dalam catatan KBRI, terdapat 1.447 WNI, 1.234 di antaranya adalah Kontingen Garuda dan 213 merupakan WNI sipil termasuk keluarga KBRI dan mahasiswa. Hal itu dibenarkan oleh Duta Besar RI Untuk Lebanon Hajriyanto Tohari.

“Seorang WNI yang sedang dikarantina di RS Rafiq Hariri, Beirut, yang tidak jauh dari lokasi ledakan, juga sudah terkonfirmasi aman,” tandasnya. (jpg)

Kepala BP Batam Serahkan Bantuan Paket Sembako di Kecamatan Bengkong

0

batampos.co.id – Sebanyak 36.826 paket bantuan sembako dari Badan Pengusahaan (BP) Batam diserahkan kepada masyarakat Batam yang terdampak Covid-19 Kecamatan Bengkong.

Bantuan paket sembako tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, kepada Ketua RT setempat pada Rabu (5/8/2020) di kawasan Lytech Home Centre, Kecamatan Bengkong.

Bantuan paket sembako di Kecamatan Bengkong nantinya akan didistribusikan di 4 kelurahan.

Yaitu Kelurahan Bengkong Laut sebanyak 5.413 paket, Bengkong Indah 5.445 paket, Bengkong Sadai 15.366 paket, dan Tanjung Buntung 10.602 paket.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, BP Batam dan Pemko Batam adalah satu, dengan tujuan dan cita-cita untuk membangun Batam.

“Pembagian sembako bantuan dari BP Batam ini, tidak lain merupakan bentuk kebersamaan Pemerintah, dalam hal ini BP Batam, dalam memberikan sumbangsih kepada masyarakat,” kata Muhammad Rudi.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi (kanan) menyerahkan bantuan paket sembako kepada perwakilan masyarakat Kecamatan Bengkong. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

Ia mengharapkan, dalam pendistribusiannya nanti, agar berhati-hati dan tetap mengikuti protokol kesehatan.

“Tetap menggunakan masker, jaga jarak, jaga kebersihan, cuci tangan dan mengunakan hand sanitizer,” kata Muhammad Rudi.

Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) kelurahan sadai, Hadis Hamzah, dalam kesempatan tersebut mengucapkan rasa terima kasihnya atas bantuan paket sembako tersebut.

“Saya ingin mengucapkan terimakasih kepada pemerintah, dalam hal ini BP Batam atas bantuan paket sembako tahap ke 4. Jumlah penerima bantuan ini sudah melalui mekanisme rapat musyawarah kelurahan berdasarkan data atau informasi dari RT/RW setempat,“ kata Hadis Hamzah.

Hingga Rabu (5/8/2020), paket sembako tahap keempat ini sudah didistribusikan di Kecamatan Lubuk Baja, Galang, Belakang Padang, Sekupang dan Bengkong yang dimulai tanggal 29 Juli 2020.

Pendistribusian bantuan paket sembako BP Batam terus berkordinasi dengan Dinas Sosial Pemko Batam, Kecamatan dan Kelurahan setempat, kemudian masing-masing RT melakukan penjemputan sembako di kelurahan setempat berdasarkan data yang telah ditetapkan.

Bantuan paket sembako, selanjutnya akan didistribusikan juga ke Kecamatan Nongsa, Kecamatan Bulang, Kecamatan Batu Ampar, Kecamatan Batu Aji, Kecamatan Sungai Beduk, Kecamatan Sagulung dan Kecamatan Batam Kota.(*)

Kasus Kematian Covid-19 di Indonesia Lampaui Persentase Global

0

batampos.co.id – Jangan lengah meski persentase kesembuhan pasien Covid-19 terus naik. Sebab, tingkat kematian di Indonesia masih di atas standar global. Cara menurunkannya tetap satu. Yakni, terapkan protokol kesehatan secara disiplin.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito Selasa (4/8) menjelaskan, kemarin ada 1.679 kasus baru yang terkonfirmasi.

Dengan demikian, secara kumulatif jumlah kasus Covid-19 mencapai 113.134 orang. Jawa Timur masih menjadi provinsi dengan kasus positif Covid-19 terbanyak, yakni 22.324 kasus. Disusul DKI Jakarta dengan 21.767 kasus terkonfirmasi. Yang menjadi perhatian adalah Jawa Tengah yang berada di urutan ketiga dengan 9.659 kasus. ”Dulu peringkat keempat, kini ketiga. Hal ini diharapkan menjadi perhatian pemerintah daerah dan masyarakat Jawa Tengah,” ucap Wiku.

Untuk pasien meninggal, secara nasional angkanya melampaui persentase global. Jika rata-rata global 3,79 persen kematian, di Indonesia mencapai 4,68 persen. Angka itu merupakan persentase kematian dari seluruh kasus positif di dunia.

Penyumbang angka kematian terbanyak di Indonesia masih Jawa Timur dengan 1.791 kasus. Jumlah itu jauh meninggalkan Jakarta yang menyumbang 840 kasus meninggal. ”Hal ini menunjukkan bahwa apabila bisa menangani kasus lebih baik dan lebih cepat, terutama yang memiliki komorbid dan usia lanjut, kasus meninggal bisa ditekan,” ujarnya.

Untuk menurunkan angka kematian, harus ada kerja sama seluruh pihak. Masyarakat berperan melindungi kelompok rentan seperti lansia dan mereka yang memiliki penyakit bawaan. Selain itu, penemuan kasus harus dipercepat dan diberikan treatment terbaik. ”Harus kerja keras agar angka kematian lebih rendah dari rata-rata global,” ucap Wiku.

Lalu, bagaimana angka kesembuhan pasien? Wiku membeberkan, secara nasional, rata-rata angka kesembuhan mencapai 61,79 persen. Ada 20 provinsi yang angka kesembuhannya melebihi itu. Dia mengimbau agar seluruh provinsi berlomba-lomba memperbesar rata-rata kesembuhan di wilayah masing-masing.

Sementara itu, sepekan ini beredar kabar bahwa syarat rapid test untuk penumpang pesawat bakal dihapus. Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati menyatakan, Kemenhub akan mengikuti surat edaran (SE) dari Satgas Penanganan Covid-19. ”Selama SE-nya masih mempersyaratkan itu, kami akan patuh pada ketentuan itu,” ucapnya kemarin.

Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo membantah kabar pencabutan aturan rapid test untuk penumpang pesawat. ’’Masih dalam pembahasan,’’ ujarnya kemarin. Dia menegaskan, hingga kemarin belum ada keputusan apa pun mengenai aturan rapid test dan swab test untuk penerbangan. Dengan demikian, belum ada perubahan SE yang mensyaratkan rapid atau swab test untuk terbang.

Sebelumnya, CEO Lion Air Edward Sirait menyatakan bahwa persyaratan rapid test merupakan hal yang baik. Sebab, ketentuan itu akan memastikan bahwa penumpang di dalam pesawat adalah orang-orang sehat. Lion Air menyediakan fasilitas rapid test di beberapa titik untuk calon penumpangnya.

Penyediaan rapid test itu bertujuan untuk memudahkan calon penumpan. Harapannya, minat masyarakat untuk menggunakan pesawat lebih besar. ”Alatnya kami peroleh dengan harga murah sehingga kami bisa menyediakan rapid test yang murah juga,” ucapnya. Lion Air mematok harga Rp 85.000 untuk rapid test.

Selain rapid test dan PCR, sebenarnya pesawat sudah dilengkapi alat yang bisa menghambat penularan semua jenis virus. Bukan hanya Covid-19. Edward menjelaskan sirkulasi udara di pesawat. ”Udara kotor ditekan ke bawah, lalu disaring dan dikeluarkan. Kemudian, mengambil udara baru untuk dimasukkan dalam pesawat,” ucapnya.

Dia menegaskan, seluruh pesawat sudah dilengkapi alat penyaring virus tersebut. Jika di dalam pesawat ada orang flu, tidak semua penumpang bakal tertular. Kalau alat tersebut tidak ada, seharusnya semua penumpang yang terbang dengan orang yang flu akan tertular.(jpg)

IDI Tolak Sekolah Tatap Muka

0

batampos.co.id – Niatan pemerintah membuka kembali sekolah di zona non hijau ditentang keras. Ikatan dokter Anak Indonesia (IDAI) bersikukuh, anak harus tetap di rumah selama masa pandemi Covid-19. Sebab, anak berisiko tinggi tertular dan menularkan.

Ketua Umum IDAI dr. Aman Pulungan Sp.A(K) menyampaikan, ada sejumlah alasan mengapa anak harus tetap belajar dari rumah. Salah satunya, kematian anak Indonesia akibat Covid-19 saat ini paling tinggi dibanding negara-negara di Asia Pasifik.

Merujuk pada data IDAI, jumlah anak terpapar Covid-19 mencapai angka ribuan. Sementara, anak meninggal akibat Covid-19 sekitar 60 anak. Jumlah meninggal diakuinya sudah tak sebanyak sebelumnya, namun kasus positif terus bertambah.

”Ini bukan untuk menakut-nakuti. Ini bukan hoax. Karena kami yang merawat,”tuturnya dalam diskusi Perlindungan Anak di Masa Pandemi secara daring, Selasa (3/8).

Dia menegaskan, rasa bosan di rumah tidak sebanding dengan kesehatan anak. Mengingat hingga kini, nyaris setiap minggu ada kasus anak terpapar virus baru ini. karenanya, orang tua bisa membayangkan ketika anak harus dirawat karena Covid-19 sebelum meminta sekolah kembali dibuka. Apalagi, jika sampai meregang nyawa.

Penanganan anak terpapar Covid-19 ini pun tidak mudah. Sebagai langkah awal saja, tim dokter kerap kesusahan mencari kamar untuk anak-anak positif Covid-19. ”Bagi orang tua yang mau anak sekolah hari ini, coba dipikirkan kalau anak sakit siapa yang periksa PCR, di mana mau dirawat? Apa sekolah yang merujuknya?,” papar alumni Universitas Indonesia (UI) tersebut.

Belum lagi, ketika anak diisolasi yang tidak mungkin dilakukan seorang diri. Harus ada orang tua yang ikut serta dalam perawatan. Artinya, orang tua bakal ikut terpapar. Karena anak juga memiliki potensi untuk menularkan, bukan hanya tertular saja.

Selain itu, pemerintah juga diminta tak memberikan angin surga. Mengumumkan suatu daerah sudah zona hijau, padahal masih ada kasus baru yang terjadi di sana. ”Inikan sangat dinamis. Bisa jadi itu hasil 2-3 minggu lalu,” katanya.

Aman juga meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk segera memilah kurikulum emergency yang diberikan pada anak. Sehingga, tidak semua materi diberikan yang akhirnya membuat anak stress.

Menurutnya, tak jadi soal proses pembelajaran dilakukan jarak jauh (PJJ) tanpa harus ada tuntutan pemenuhan target. Bahkan, jika proses belajar mengajar di sekolah dimundurkan hingga satu tahun. sebab, saat ini yang harus diutamakan adalah hak hidup dan hak sehat. Setelahnya, baru hak pendidikan.

”Tunda dulu sampai 2020. Nanti mendekati Desember kita nilai,” ungkapnya. Apabila kondisi masih sama seperti saat ini, maka baiknya tahun 2021 pun masih full PJJ. ”Kami tidak bisa melihat satu orang anak lagi meninggal,” tegasnya.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi turut mengamini. Dia meminta seluruh masyarakat untuk bersabar dan bertahan di rumah. Diakuinya, pada masa belajar dari rumah ini, banyak aduan yang masuk. Ada orang tua yang kebingungan hingga menimbulkan tekanan-tekanan.

”Amat sangat dipahami. Reaksi wajar ketika kondisi darurat dan ini bukan lokal, tapi global,” ungkapnya.

Kendati demikian, pria yang akrab disapa Kak Seto ini meminta agar semua pihak memikirkan hak-hak anak. Di mana saat ini, hak paling mendasar adalah hak hidup, hak mendapat perlindungan, hak tumbuh kembang, dan hak berpartisipasi. ”Kalau buka sekolah, jelas melanggar keras hak hidup,” tegasnya.(jpg)

Kunjungi Kaum Disabilitas, Marlin Bawa 300 Kilogram Beras

0

batampos.co.id – Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Batam Marlin Agustina bertandang ke Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia Kepulauan Riau (DPD PPDI Kepri), Rabu (5/8/2020) pukul 11.00 WIB. Kunjungan itu sekaligus menyerahkan bantuan.

Ditemani Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdako Batam Yusfa Hendri, Asisten Administrasi dan Umum Setdako Batam Heriman Hk, serta Kepala Bagian Tata Pemerintahan Kota Batam Sri Indra Praja, Marlin yang juga Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Batam ini menjelaskan, bahwa ini adalah bantuan rutin.

“Mei lalu (11/5/2020), saya atas nama Ketua TP PKK Kota Batam juga menyerahkan bantuan ke sini. Isinya sama, berupa bahan pokok,” jelasnya di DPD PPDI Kepri yang beralamat di Ruko Legenda Malaka, Kecamatan Batamkota tersebut.

Menurut Marlin, bantuan ini juga sebagai wujud kepedulian bagi masyarakat yang terdapak wabah Covid -19, khususnya para penyandang disabilitas.

Marlin Agustina bertandang ke Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia Kepulauan Riau ( DPD PPDI Kepri), Rabu (5/8/2020).

Adapun sumbangan yang serahkan adalah beras premium dalam kemasan masing-masing 25 Kg, merek Ayam Pelung. Total keseluruhan 300 kilo gram.

“Semoga bantuan ini bermanfaat. Saya pesan juga agar tetap jaga jarak, jaga kebersihan tubuh, cuci tangan dan menggunakan masker. Kalau ada yang kurang, info ke saya. Nanti kita akan bantu lagi” ujarnya saat menyerahkan bantuan.

Perwakilan dari penyandang disabilitas, berterima kasih dan mengapresiasi perhatian Marlin ini. Menurutnya selama ini kaum disabilitas sering kali terabaikan dan nyaris tidak diperhitungkan.

Tetapi dengan turunnya Malin hal ini menunjukkan bahwa perempuan pemimpin ini punya rasa kepedulian kepada seluruh kalangan masyarakat.

“Terima kasih Bunda atas kehadirannya dan ini menjadi wujud nyata kepedulian Bunda kepada kami kaum disabilitas di Kota Batam, perhatian ini menjadi kebanggaan bagi kami bahwa kami juga diperhatikan,” ucapnya usai menerima bantuan secara simbolis. (*/uma)

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal-II 2020 Minus 5,32 Persen

0

batampos.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi kurtal-II 2020 mengalami kontraksi 5,32 persen year-on-year (yoy). Sedangkan dibandingkan kuartal-I 2020, atau quarter-to-quarter, pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi 4,19 persen.

“Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi semester-I 2020 dibandingkan semester-I 2019 terkontraksi 1,26 persen,” kata Kepala BPS Suhariyanto, Rabu (5/8).

Ekonomi RI kuartal-II 2020 atas dasar harga konstan (ADHK) tercatat sebesar Rp 2.589,6 triliun. Sedangkan berdasarkan atas dasar harga berlaku (ADHB) tercatat sebesar Rp 3.687,7 triliun.

Kecuk, sapaan Suhariyanto, menjelaskan, ekonomi Indonesia yang mengalami kontraksi tidak lepas dari berbagai peristiwa yang melatarbelakangi. Salah satunya, kebijakan berbagai negara untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Selain itu, harga komoditas migas dan hasil tambang yang secara umum mengalami penurunan baik kuartalan maupun tahunan. Kecuk mencontohkan, harga minyak mentah Indonesia atau ICP pada kuartal-I 2020 di level USD 52,07 per barel.

“Pada kuartal-II 2020 harganya jatuh ke USD 27,67 per barel, atau turun 46,86 persen qtq dan turun 57,95 persen yoy,” katanya.

Kemudian, akibat pandemi Covid-19, ekonomi mitra dagang RI pada kurtal-II mengalami kontraksi, kecuali Tiongkok. Pada kurtal-I 2020 ekonomi Tiongkok memang tumbuh negatif 6,8 persen.

Namun, pada kurtal-II 2020 ekonomi Tiongkok sudah pulih dan tumbuh 3,2 persen. “Share ekspor ke Tiongkok 20,28 persen,” ucap Kecuk.

Amerika Serikat (AS) mitra dagang RI dengan share terbesar kedua setelah Tiongkok, juga mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi. Share ekspor ke AS sebesar 11,42 peren.

“Kuartal-II 2020 ekonomi AS terkontraksi 9,5 persen. Demikian juga dengan Singapura yang pangsa ekspornya 5,7 persen, dia mengalami kontraksi 12,6 persen,” imbuh Kecuk.

Pada periode sama, Korea Selatan mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi 2,9 persen, Hongkong kontraksi 9 persen, dan Uni Eropa mengalami kontraksi 14,4 persen.

Selain turunnya ekonomi mitra dagang RI, kontraksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal-II juga terlihat dari rendahnya inflasi. Pada kuartal-II, inflasi tercatat hanya 0,32 persen qtq dan 1,96 persen yoy,

“Relatif rendah dibandingkan posisi sama thaun lalu di 3,29 persen. Fenomena perlambatan inflasi mengarah deflasi terjadi di banyak negara karena rendahnya permintaan dan terganggunya pasokan,” ungkap Kecuk.

Di sisi lain, realisasi APBN pada kuartal-II 2020 mencapai Rp 616,54 triliun (22,51 persen dari pagu yang sebesar Rp 2.739,17 triliun). Realisasi ini naik dibandingkan kuartal-II 2019 yang sebesar Rp 582,64 triliun (23,67 persen dari pagu Rp 2.461,11 triliun).

“Ini dikarenakan naiknya realisasi belanja pemerintah pusat dan transfer ke daerah dan dana desa (TKDD). Kenaikan realisasi belanja pemerintah pusat dipicu belanja bantuan sosial yang naik 55,87 peren, dan kenaikan belanja modal meski tipis yakni 0,39 persen,” jelas Kecuk.

Peristiwa lain yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi kuartal-II 2020 adalah produksi dan penjualan mobil, penjualan sepeda motor, produksi dan pengadaan semen, serta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).

Pada kuartal-II 2020, produksi mobil turun 87,34 persen qtq dan turun 85,02 yoy. Sedangkan penjualan mobil secara whole sales turun 89,85 persen qtq dan 89,44 persen yoy.

“Ini akan berpengaruh ke industri alat angkutan, perdagangan, dan konsumsi rumah tangga untuk golongan menengah atas,” terang Kecuk.

Sementara itu, penjualan sepeda motor mengalami penurunan 80,06 persen qtq dan 79,70 persen yoy. Produksi semen turun 18,8 persen qtq dan 9,08 persen yoy, sedangkan pengadaan semen dalam negeri turun 15,09 persen qtq dan 7,69 persen yoy.

“Ini bisa dilihat dampaknya kepada sektor konstruksi yang akan mengalami kontraksi,” katanya.

Terakhir, kunjungan wisman pada kurtal-II 2020 hanya mencapai 482.650 kunjungan. Realisasi ini turun 81,49 persen qtq dan turun 87,81 persen yoy.

“Dampaknya ke sektor-sektor pendukung, seperti transportasi, tingkat penghunian kamar, dan ekonomi kreatif seperti kriya, kuliner, dan sebagainya,” pungkasnya.(jpg)

Uji 800 Sampel Swab, BTKL PP Batam Kewalahan

0

batampos.co.id – Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, TS Arif Fadillah meninjau Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL PP) Klas I Batam di Sagulung dan Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang. Peninjauan tersebut atas perintah Gubernur Kepri Isdianto untuk melihat ke lapangan proses pemeriksaan sampel swab.

“Saya diperintah Gubernur untuk meninjau langsung keberadaan BTKL dan RSKI. Menanyakan langsung proses pemeriksaan test swab dan kendala apa yang dialami,” jelas Arif.

Menurut Arif, perintah Gubernur tersebut dikeluarkan berkaitan lamanya hasil pemeriksaan test swab kluster walpri Gubernur yang mencapai lima hari.

Sesampai di BTKL, Selasa (4/7), Arif didampingi Kepala Sub Tata Usaha BTKL, Ismail langsung menuju ruang laboratorium. Di tempat tersebut Sekda Arif meminta penjelasan kepada analis Ida bagaimana proses pemeriksaan sampel swab.

Tidak itu saja, Sekda Arif juga meminta bantuan dan perhatian penuh dari BTKL untuk membantu Kepri dalam mempercepat proses pemeriksaan sampel swab sehingga bisa dituntaskan dalam waktu 2 atau 3 hari.

“Pemprov Kepri mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan perhatian BTKL dalam melakukan proses pemeriksaan sampel swab masyarakat Kepri. Maka itu kedatangan saya juga menanyakan apa yang menjadi kendala BTKL sehingga bisa dibantu pemprov,” tambah Arif.

Untuk kendala tenaga analis, tambah Arif, Kepri telah mengirim 4 orang analis ke BTKL. Sementara untuk kendala dana, Kepri telah menyiapkan bantuan yang dibutuhkan. Termasuk menambah insentif bagi tenaga analis yang lembur.

Kepala Sub Tata Usaha BTKL, Ismail mengungkapkan BTKL cukup kewalahan menerima sampel swab dari Kepri yang berjumlah hampir 800 sampel. Maka itu hasilnya memakan waktu sebelum dipublis.

Saat ini kemampuan BTKL dalam melakukan proses pemeriksaan sampel baru 200 sampel perhari dengan dua tenaga analis.

“Selanjutnya dengan bantuan empat tenaga analis dari Kepri ini, kita targetkan satu hari bisa dikeluarkan 200 hasil pemeriksaan sampel. Selain itu kita akan lembur juga,” jelas Ismail.

Sebagian sampel swab saat ini proses pemeriksaannya juga telah dibantu RSKI Galang. Untuk Selasa (4/8) ini, RSKI meminta 150 sampel test swab dari BTKL.

Setelah dari BTKL, Arif melanjutkan peninjauan ke RSKI Galang. Di sana Arif disambut Kepala RSKI Galang, Kolonel (CHK) dr. Khairul Ikhsan Nasution dan langsung di bawa berkeliling area ruang isolasi dan labor pemeriksaan swab.

Hal yang sama juga disampaikan Sekda Arif, agar RSKI membantu Pemprov Kepri mempercepat proses pemeriksaan test swab Kluster Walpri Gubernur.

“Kita mau mengetahui secepatnya hasil tes keluar supaya Pemprov Kepri bisa melakukan kebijakan selanjutnya. Saat ini , kami juga telah menyiapkan beberapa tempat untuk isolasi,” terang Arif.(*/uma)

Sementara itu Kolonel Khairul menyatakan RSKI siap membantu Pemprov Kepri secara penuh. Dan itu dibuktikan telah dimintanya 150 sampel ke BTKL untuk diperiksa di RSKI.

“Bahkan kami telah persiapkan 100 tempat tidur sebagai antisipasi apabila di Tanjungpinang di kirim ke sini,” tegasnya.(*/uma)

Warga Berencana Kembalikan Bantuan Sembako Tahap Keempat, Anggota DPRD: Itu Artinya Pemerintah Tidak Cepat Tanggap

0

batampos.co.id – Terkait rencana pengembalian bantuan sembako tahap keempat oleh warga di RW 01, RT 02 dan RT 04, Kelurahan Batu Besar, Nongsa beberapa waktu lalu mendapatkan reaksi dari Anggota DPRD Kota Batam, Budi Mardiyanto.

“Itu artinya pemerintah tidak cepat tanggap,” ujarnya, Rabu (5/8/2020).

Seharusnya kata dia, saat pendataan ulang Pemko Batam melalui Camat Nongsa harusnya turun ke lokasi.

“Jangan cuma di atas meja. Tapi betul-betul turun. Buktinya sampai sekarang datanya tidak akurat itu,” katanya.

Warga RW 01, Batu Besar, Kecamatan Nongsa, melakukan pertemuan untuk membahas kekurangan paket sembako yang mereka terima. Warga RW 01 Batu Besar sepakat untuk mengembalikan bantuan paket sembako tahap empat yang rencananya akan didistribusikan pada Agustus 2020 mendatang karena jumlahnya tidak sesuai dengan yang mereka ajukan. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Perihal pengembalian sembako bantuan tersebut, menurut Budi warga tidak bisa disalahkan.

Baca Juga: Warga Batu Besar Berencana Kembalikan Bantuan Paket Sembako Tahap Keempat, Ini Alasannya…

Hal itu juga akan dilakukannya apabila dipercaya menjadi RT atau RW di tempat tinggalnnya.

Ia lebih mementingkan kerukunan dan keharmonisan antar warga, dengan tidak menerima bantuan sembako tersebut.

“Dari pada saya di maki sama warga, dikira pilih kasih, atau lainnya. Lebih baik nggak saya terima, untuk menjaga kerukunan warga setempat. Jadikan simpel saya menjawabnya, karena pemerintah gak kasih bantu, makanya saya tolak,” paparnya.(nto)

Warga Bengkong Dapatkan Paket Sembako Tahap Keempat, Jumlahnya…

0

batampos.co.id – Sebanyak 36.826 paket sembako gratis diberikan kepada warga Bengkong, Kota Batam, Rabu (5/8/2020).

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis kepada perwakilan warga di pasar Lytech, Bengkong.

Rudi mengatakan, penyerahan bahan pokok ini merupakan kolaborasi antara Pemko Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam.

“Ini merupakan bantuan bahan pokok gratis tahap empat. Sebelumnya sudah kita serahkan juga bantuan dari Pemko sebanyak dua kali, Pemprov Kepri sekali dan sekarang ini dari BP Batam,” ujarnya.

Rudi mengungkapkan, secara keseluruhan, bahan pokok gratis tersebut disalurkan ke 12 kecamatan di Batam.

Total keseluruhan, ada 284.223 paket bahan pokok. Sebelumnya, beberapa kecamatan sudah menerima bahan pokok yang mulai disalurkan sejak 29 Juli 2020.

Wali Kota Batam yang juga Kepala BP Batam, Muhammad Rudi (tiga dari kanan) berfoto sbersama dengan masyarakat Kecamatan Bengkong setelah memberiakn paket sembako tahap keempat dari BP Batam di pasar Lytech. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

“Bahan pokok terbagi dua bungkusan, karung beras dan karton,” ujarnya.

Isi bahan pokok yang dibagikan yaitu:

  1. beras 10 kilogram.
  2. Mi instan 10 bungkus
  3. Minyak goreng 2 liter
  4. Krimer kental manis 1 kilogram
  5. Ikan dalam kaleng 425 gram
  6. Teh
  7. Sirup
  8. Biskuit.

“Dalam penyalurannya, kita menggandeng juga instansi vertikal seperti kejaksaan, kepolisian dan BPKP agar tidak terjadi masalah di lapangan,” ujarnya.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Sadai, Hadis, mengucapkan terima kasih atas penyaluran paket sembako tahap keempat tersebut.

“Mewakili masyarakat Kecamatan Bengkong, kami ucapkan terima kasih kepada Pak Rudi. Untuk penerima ini, sebelumnya sudah kami lakukan musyawarah agar tepat sasaran,” ujarnya.

Bantuan tersebut, kata dia, sangat bernilai bagi warga yang terdampak Covid-19. Ia pun memanjatkan doa agar para pemangku kepentingan di Batam selalu sehat agar warga bisa terus diperhatikan.

“Semoga bantuan ini bisa meringankan beban warga. Apa yang diberikan pemerintah ini sangat meringankan kebutuhan warga,” ujarnya.(*/nto)