batampos.co.id – Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam kembali mengumumkan penambahan pasien Covid-19 pada Rabu (15/7/2020).
Ketua Gugus Tugas Covid-19, Muhammad Rudi, mengatakan, data tersebut merupakan hasil pemeriksaan swab oleh Tim analis BTKLPP Batam, berdasarkan hasil temuan contact tracing penyisiran dan kasus baru di Kota Batam.
“Terkonfirmasi positif Covid-19 pada kasus ini adalah 4 orang terdiri dari 3 orang laki-laki dan 1 orang perempuan warga Kota Batam,” jelasnya.
Ia menjelaskan, sejauh ini kondisi keempat pasien tersebut dalam keadaan stabil dan tidak merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti.
Mereka lanjutnya, saat ini sudah berada di rumah sakit rujukan RSKI Covid-19 Galang Kota Batam.
Wali Kota Batam itu mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi yang dilakukan terhadap seluruh cluster terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Batam, diperoleh kesimpulan sementara bahwa masih mungkin terjadi
pertumbuhan kasus Covid-19 yang berkaitan dengan berbagai cluster yang ada maupun kasus baru yang terjadi, baik dari transmisi lokal maupun import.
Hal ini lanjutnya mengingat masih banyak ditemui masyarakat
yang belum sepenuhnya mematuhi protokol kesehatan dan himbauan pemerintah guna menekan laju pertumbuhan kasus Covid-19.(*/esa)
batampos.co.id – Hingga Rabu (15/7/2020), enam kecamatan di Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau sudah memasuki zona hijau sementara enam kecamatan lainnya masih dalam ztatus zona kuning.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, menyampaikan, enam kecamatan yang berstatus zona kuning dikarenakan masih terdapat pasien dalam perawatan oleh tim medis.
Tangkapan layar peta penyebaran Covid-19 di Kota Batam yang dilansir dari website lawancorona.batam.go.id. Hingga Rabu (15/7/2020) sudah enam kecamatan di Kota Batam masuk dalam zona hijau atau tidak ada lagi pasien Covid-19 yang menjalani perawatan.
Berikut jumlah pasien Covid-19 di Kecamatan Kota Batam yang masih zona kuning:
1. Batu Ampar 3 orang
2. Sekupang 1 orang
3. Batu Aji 6 orang
4. Sagulung 6 orang
5. Bengkong 4 orang
6. Lubuk Baja 8 orang.(*/esa)
batampos.co.id – Enam kecamatan di Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau naik status dari zona kuning ke zona hijau.
Dilansir dari website lawancorona.batam,go.id, diketahui di enam kecamatan tersebut sudah tidak ada lagi pasien Covid-19 yang menjalani perawatan.
Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, meski kasus Covid-19 memasuki trend positif pihaknya meminta agar masyarakat Kota Batam tetap menerapkan protokol kesehatan dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.
Tangkapan layar peta penyebaran Covid-19 di Kota Batam yang dilansir dari website lawancorona.batam.go.id. Hingga Rabu (15/7/2020), sudah enam kecamatan di kota Batam masuk dalam zona hijau atau tidak ada lagi pasien Covid-19 yang menjalani perawatan.
Seperti menggunakan pakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan menggunakan sabun dan membasuhnya dengan air mengalir, olahraga teratur dan mengkonsumsi makananan yang bergizi.
Berikut daftar enam kecamatan di Kota Batam yang sudah zona hijau:
1. Batam Kota
2. Nongsa
3. Bulang
4. Galang
5. Belakang Padang
6. Sei Beduk.(*/esa)
batampos.co.id -Laporan Organisasi Meteorologi Dunia yang mengatakan panas bumi terus meningkat juga berimbas untuk Indonesia. BKMG mencatat pada 2019 merupakan tahun terpanas kedua setelah 2016 di Indonesia.
”Dengan peningkatan 0,84 derajat Celsius di atas rata-rata iklim 1981–2000, emisi gas rumah kaca (GRK) terukur di Stasiun GAW BMKG Kototabang terus meningkat mencapai 408,2 ppm. Meskipun masih relatif lebih rendah dari GRK global, jumlah kejadian bencana hidrometeorologi terus bertambah mencapai 3.362 kejadian,” ungkap Deputi Bidang Klimatologi Herizal dalam keterangan yang diterima pada Rabu (15/7).
Di sisi lain, perubahan iklim di Indonesia menunjukkan peningkatan suhu rata-rata yang signifikan di Jakarta. ”Yaitu 1,6 derajat Celsius dari 1866 hingga 2012. Laju peningkatan ini cukup dapat dibandingkan dengan hasil analisis Organisasi Meteorologi Dunia, yaitu kenaikan suhu global sebesar 1,1 derajat Celsius terhadap zaman pra-industri (1850–1900) sebagai garis dasar periode acuan perubahan iklim global,” terang Hirizal.
Perubahan tersebut, menurut dia, memicu dampak pada lingkungan. Seperti perubahan pola hujan dan peningkatan cuaca ekstrem. Di Indonesia, perubahan pola hujan ditandai peningkatan hujan di daerah di utara khatulistiwa. Hal itu menyebabkan iklim cenderung makin basah. Sementara di selatan khatulistiwa cenderung kering. Namun di banyak tempat ditemukan bukti bahwa hujan dalam kategori ekstrem terus meningkat kejadiannya.
Di Jakarta, data 130 tahun menunjukkan, frekuensi hujan ekstrem meningkat. Sekitar 10 persen intensitas hujan tertinggi di Jakarta (di atas 100 mm per hari) telah meningkat 14 persen akibat penambahan suhu per 1 derajat Celcius. ”Tren cuaca ekstrem juga meningkat, ditandai dengan peningkatan frekuensi dan skala bencana hidrometeorologi,” tutur Herizal. (jpg)
batampos.co.id – Kasus positif Covid-19 di Indonesia terus bertambah. Selama 24 jam terakhir bertambah 1.522 kasus. Per Rabu (15/7), sudah 80.094 orang terinfeksi Covid-19. Jumlah kasus baru tersebut diperiksa dari 24.871 spesimen. Kini sudah 1.122.339 spesimen yang diperiksa.
Sedangkan sesuai definisi terbaru yang tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan, pasien suspek, yang sebelumnya adalah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP), jumlahnya mencapai 47.859. Tak semuanya berada dalam perawatan rumah sakit. Sebagian berada dalam isolasi mandiri di rumah.
“Secara keseleruhan masih kita lihat kasus masih bertambah. Proses penularan masih ada. Masih ada masyarakat yang rentan tertular,” kata Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Achmad Yurianto, Rabu (15/7).
“Selalu perhatikan protokol kesehatan agar dilaksanakan dengan baik. Jamin kondisi ruang kerja kita juga. Pastikan sirkulasi udara berjalan baik, terjadi dengan aliran udara yang baik,” tambahnya.
Sebaran kasus paling bnayak terdapat di Jawa Tengah dengan 261 positif, 120 sembuh. DKI Jakarta 260 positif, 193 sembuh. Jawa Timur 165 positif, 521 sembuh. Sulawesi Selatan 158 positif, 113 sembuh. Kalimantan Selatan 109 positif, 41 sembuh. Sumatera Utara 99 positif, 41 sembuh. Serta Jawa Barat 75 positif, 140 sembuh.
Ada 17 provinsi melaporkan kasus di bawah 10. Ada 6 provinsi yang melaporkan nol kasus. Kasus meninggal naik 87 angka kematian. Sehingga menjadi 3.797 meninggal.
Pasien sembuh bertambah signifikan. Yakni 1.414 pasien sembuh. Sehingga sudah 39.050 orang sembuh dari Covid-19. Sudah 463 kabupaten kota terdampak Covid-19 dari 34 provinsi.(jpg)
batampos.co.id – Kasus malaria melonjak di tengah pandemi Covid-19 di Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA). Sebanyak 109 kasus malaria ditemukan sepanjang tahun 2020.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) KKA, Baban Subhan mengatakan dilihat dari laporan per bulan kasus malaria sepanjang tahun 2020, diketahui pada bulan Januari ditemukan sebanyak 21 kasus.
Kemudian Februari ditemukan sebanyak 16 kasus. Ada penurunan kasus dari bulan sebelumnya. Tetapi pada saat masuk bulan Maret ditemukan sebanyak 18 kasus dan April 28 kasus. Kemudian di bulan Mei ditemukan sebanyak 26 kasus.
Wilayah kecamatan di Kabupaten Kepulauan Anambas yang berpotensi terjadinya kasus malaria yaitu kecamatan Palmatak ditemukan kasus malaria sebanyak 66 kasus selama 5 bulan terakhir sepanjang tahun 2020. Kemudian disusul oleh Kecamatan Siantan Tengah ditemukan sebanyak 24 kasus malaria di tahun yang sama.
“Kita tahun kemarin sudah hijau, udah mau rencana eliminasi malaria tahun 2021 ini, tahu-tahu sekarang merah lagi,” kata Baban.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) KKA, Baban Subhan, saat ditemui di ruang kerjanya. Selasa (15/7/2020). (Foto: Faidillah/batampos.co.id)
Menurut Baban ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya kasus malaria itu. Diantaranya yaitu kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, baik lingkungan dalam rumah maupun di luar rumah. Kemudian kemungkinan faktor pergerakan pembangunan, ada efek kesana dari pengerukan-pengerukan tanah dan genangan air pada saat musim hujan.
“Untuk malaria itu, kita rencananya mau berbicarakan lintas sektor, mungkin kita ngajak PU dan Sekda, Bappeda. Jadi kalau dirembukan itu bisa, namun kalau hanya dinas kesehatan dan desa saja tidak mampu,” kata Baban.
Untuk gorong-gorong kecil atau genangan air kecil itu bisa dengan gotong royong. Namun memasang gorong-gorong yang sudah rusak itu mesti dibicarakan.
“Untuk jangka pendeknya mereka gotong royong, dengan mengasih cairan insektisida ke dalam itu. Karena kemarin ada ditemukan di dalam lagoon jentik-jentiknya,” tuturnya.
Beberapa waktu yang lalu pihaknya juga telah turun ke daerah Piabung, Kecamatan Palmatak, bersama pihak Dinkes Provinsi Kepri.
Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan, Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular, Sudarman mengungkapkan jika kasus malaria positif ditemukan satu orang maka dilakukan penyelidikan epidemiologi.
“Biasanya petugas puskemas itu mendatangi pasien itu di rumah. Kemudian orang di sekitar rumah dilakukan cek kesehatan, diambil sampel darahnya sebagai antisipasi pencegahan penyebaran penyakit malaria,” jelasnya.
Lanjut dia, selama ini puskemas tetap melaksanakan penyemprotan inteksida pada dinding rumah warga. “Indoor Residual Spraying (IRS) penyemprotan inteksida menjelang fase puncak malaria biasanya di bulan Juli. Sampai saat ini puskesmas masih melaksanakan sampai sekarang,” tuturnya. (fai)
batampos.co.id – Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsospemas) Kota Batam telah mengajukan audit kewajaran harga terkait pengadaan bantuan sembako untuk masyarakat terdampak corona virus disease (covid-19) ke Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kepulauan Riau.
Kepala Dinsospemas Batam, Hasyimah, mengatakan, apabila dari hasil audit ditemukan kelebihan pembayaran maka penyedia wajib mengembalikan ke Pemko.
Ia menjelaskan, dalam rangka penanganan dampak wabah covid-19, Pemko Batam memberikan bantuan sembako untuk masyarakat terdampak.
“Pagu anggaran yang disediakan untuk kegiatan ini adalah Rp180 miliar. Anggaran tersebut rencananya digunakan untuk dua kali penyaluran ke 284.223 kepala keluarga (KK),” jelasnya, Rabu (15/7/2020).
Perangkat RT/RWmembawa bantuan sembako dari Pemko batam yang diambil dari kantor Lurah Tanjunguncang, Batuaji, Rabu (22/4/2020) lalu. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id
“Jadi rencana awalnya tiap KK terima dua paket yang disalurkan dalam dua tahap. Tapi dengan pertimbangan Pemprov Kepri dan BP Batam melaksanakan kegiatan yang sama, maka Pemko Batam melalui Dinas Sosial memberikan satu tahap pendistribusian saja,” katanya lagi.
Adapun nilai kontrak yang ditandatangani yaitu Rp 74.892.760.500, dengan nilai per paket sembako Rp 263.500.
Isi tiap paketnya yakni 10 kilogram beras, 3 liter minyak goreng, dan 1 dus mie instan. Jumlah tersebut sudah termasuk biaya operasional, pajak-pajak sesuai ketentuan perundang-undangan berlaku, biaya overhead, dan keuntungan penyedia.
“Penentuan penyedia jasa dilakukan dengan penunjukan langsung kepada CV Musi Barelang Jaya,” jelasnya.
Perusahaan tersebut lanjutnya ditunjuk karena penyedia sanggup dan memenuhi syarat pernah menyediakan barang/jasa sejenis di instansi pemerintah.
“Ini sesuai surat edaran LKPP nomor 3 tahun 2020 tentang penjelasan atas pelaksanaan pengadaan barang/jasa dalam rangka penanganan covid-19,” papar Hasyimah.(*/esa)
batampos.co.id – Kondisi Pasar Seken yang berada di Taman Raya Square atau yang biasa disebut Taras masih sangat sepi.
Bahkan sisa tumpukan barang dagangan pedagang yang terbakar sebagian belum dibersihkan.
beberapa penjual memilih untuk menjajakan dagangannya karena sepinya pembeli ditengah pandemi Covid-19.
Salah seorang pedagang di Pasr Taras, Danang, mengatakan, sejak kebakaran pasar tersebut masih tahap pembangunan yang dimulai di sebelah kanan pasar.
Keadaan pasar seken Taras. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id
“Saat ini yang berjualan di pasar seken masih sedikit mas, semenjak kebakaran kemarin”, ujarnya, Rabu (15/7/2020).
Ia juga menyampaikan masyarakat Batam yang mengunjungi pasar tersebut juga tidak terlalu ramai seperti dulu.
“Bisa dikatakan Kondisi sekarang masih sepi, apalagi ekonomi sekarang kan lagi sulit”, jelasnya.
Dari pantauan batampos.co.id, hanya sebagian pedangang barang seken yang membuka usahanya. Saat ini para pedagang yang masih membuka tokonya adalah mereka yang berusaha di dalam ruko di sekitaran Taras.(nto)
batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, menilai sektor pariwisata mampu mengerakkan perekonomian di daerah tersebut dan memperkirakan perekonomian di daerah tersebut pulih pada 2021 mendatang.
Meski tumbuh melambat akibat pandemi Covid-19, ia optimistis di 2021 sektor pariwisata akan kembali normal.
“Potensi pariwisata akan tumbuh jika wisman (wisatawan mancanegara) membuka akses masuk ke Kota Batam,” kata Rudi, Rabu (15/7/2020).
Ia mengatakan, sektor ini dinilai penting karena mampu menggerakkan perekonomian Batam.
Sebelumnya, Wali Kota Batam sudah menyurati pemerintah Singapura terakit hal tersebut. Ia berharap, dengan semua akses dibuka nantinya sektor pariwisata kembali menggeliat.
Selain sektor pariwisata, kata Rudi, yang memiliki peran penting lainnya yakni industri, konstruksi, dan perdagangan.
Tiga wisatawan saat berswafoto dengan latar belakang Welcome To Batam beberapa waktu lalu. Foto diambil sebelum pandemi Covid-19. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Ia memprediksi semua akan kembali normal di 2021. Dengan semua tumbuh kembali seperti biasa, maka, pertumbuhan ekonomi Kota Batam Tahun 2021 diperkirakan sebesar 51-55 persen.
“Angka ini meningkat dibandingkan dengan tahun 2020 sebesar 2,4-2,8 persen,” ujarnya.
Dengan perkiraan tumbuhnya ekonomi Batam, maka, inflasi Kota Batam 2021 juga diperkirakan akan meningkat sebesar 3-4 persen dibandingkan tahun 2020 sebesar 1,5 persen.
Peningkatan inflasi ini karena adanya recovery ekonomi, sehingga daya beli masyarakat meningkat dari tahun sebelumnya.
“Selain kita fokus penanganan Covid-19, kita juga berupaya membangkitkan kembali perekonomian Batam,” katanya.
Dengan begitu, kata dia, kesehatan masyarakat tetap terjaga dan pendapatan akan kembali normal.
Ia mengatakan, akibat pandemi ini, tak hanya masyarakat dan pengusaha saja terdampak. Bahkan, pendapatan daerah pun terimbas.(*/esa)
batampos.co.id – Pimpinan Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Said Abdullah meminta Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto untuk menjelaskan serapan anggaran kesehatan pada program penanganan virus Covid-19. Menurutnya, hal tersebut terkait dengan banyaknya pihak Rumah Sakit (RS) yang menyalahgunakan wewenang terhadap pasiennya.
Sebab, di berbagai daerah banyak pasien di RS yang meninggal bukan karena terpapar Covid-19, namun dinyatakan positif Covid-19. “Tetangga saya yang jaraknya 500 meter dari rumah enggak keluar rumah. Kemudian sakit ke RS, mati, dinyatakan Covid. Ada kenakalannya juga RS untuk urusan itu, enggak Covid dinyatakan Covid,” ujarnya di gedung DPR RI Jakarta, Rabu (15/7).
Said melanjutkan, ternyata penyaluran anggaran ke RS dengan pasien Covid-19 lebih besar dibandingkan dengan pasien penyakit biasa. Sehingga dirinya meminta solusi pemerintah untuk menangani hal tersebut.
“Orang tak Covid dinyatakan Covid. Telisik punya telisik anggaran kalau dinyatakan Covid memang lebih besar. Di Pasuruan, Jami, Ciamis. Ini viral di mana-mana,” tuturnya.
Sebagai informasi, anggaran di sektor kesehatan penanganan Covid-19 sebesar Rp 87,55 triliun. Hingga saat ini baru terserap sebesar 5,12 persen atau sekitar Rp 4,48 triliun.(jpg)