Jumat, 17 April 2026
Beranda blog Halaman 9984

Balita Tewas Tertabrak Mobil di Komplek Perumahan

0

batampos.co.id – Seorang bocah berusia 4 tahun tewas ditabrak mobil di Perumahan Puri Legenda, Batam Centre, Senin (3/8) siang. Bocah berinisial YAG ini, tewas saat bermain sepeda di dalam komplek perumahan tersebut.

Kanit Laka Lantas Polresta Barelang, Iptu Fredyando mengatakan, tabrakan itu terjadi saat pengendara mobil jenis minibus, PS, hendak keluar perumahan. ”Anak ini sedang bermain dan dilindas sama mobil. Untuk pengendara mobilnya menyerahkan diri diantar warga,” ujar Fredyando.

Fredyando menjelaskan, dari keterangan pengendara, PS, ia tak melihat keberadaan bocah tersebut. Saat itu, mobil melaju dengan kecepatan hanya 30 km/jam karena masih berada di jalanan di dalam komplek, tepatnya di blok A. ”Itu keterangan sementara, masih kita periksa (pengendaranya),” katanya.

Dengan kejadian ini, Fredyando mengimbau seluruh pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi. Mengingat, sepanjang bulan Juli lalu angka kecelakaan meningkat. ”Ini salah satu contoh kelalaian pengendara. Kurang waspada, sehingga bisa menabrak di dalam kompleks perumahan,” tutupnya. (*/jpg)

Pemko Batam Berikan Insentif Kepada Kader Posyandu Ditengah Pandemi Covid-19

0

batampos.co.id – Kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau menerima insentif dari Pemko Batam.

“Pembangunan memang ada yang terganggu, tapi masyarakat tetap harus dibantu,” ujar Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, dalam acara penyerahan secara simbolis insentif kader posyandu dan kader kelurahan siaga Lubuk Baja di Hotel Aston Lubuk Baja, Selasa (4/8/2020).

Kata dia, salah satu bentuk perhatian Pemko Batam yakni pemberian insentif bagi kader. Apalagi kata dia, sumbangsih kader posyandu dan kader kelurahan siaga dalam bidang kesehatan patut diperhitungkan.

“Meskipun Covid, kami harus bantu ibu-ibu (kader), yang harus kami akui ikut membantu kami agar anak-anak kita, anak Batam tetap sehat,” katanya.

Selain insentif bagi kader, Pemko juga menyalurkan insentif RTRW hingga insentif pemuka agama.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi (kemeja putih) berfoto bersama kader posyandu setelah memberikan insentif secara simbolis. Foto: Media Center Pemko Batam

Tidak hanya itu, dalam beberapa tahap pemerintah juga menyalurkan bantuan sembako.

Karena kini sedang pandemi, Rudi tak henti-hentinya meminta masyarakat untuk tetap mematuhi protokol penanganan Covid-19.

“Saya tidak pernah bosan menyampaikan ini, tolong patuhi protokol kesehatan yakni pakai masker, jaga jarak dan jaga kebersihan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, virus ini juga tergantung imun tubuh. Jika imun tubuh kuat, virus akan mudah dilawan.

“Untuk ini, saya ajak kita semua rutin berolahraga,” katanya.

Sementara itu, perwakilan Kader Posyandu Lubuk Baja, Kartina, berterimakasih kepada Pemko Batam karena telah memperhatikan kader.

“Alhamdulillah insentif sudah kami terima. Semoga pak Rudi dan pak Amsakar selalu dalam lindungan Allah,” ujarnya.(*/esa)

Warga Batam, Ini Hasil Swab Wali Kota Batam Muhammad Rudi 

0

batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, akhirnya angkat bicara terkait hasil swab yang dilakukannya pada Minggu (2/8/2020) lalu.

Hal ini disampaikannya untuk menjawab pertanyaan sejumlah warga melalui berbagai kanal.

“Hari Minggu (2/8/2020) saya tes. Dua kali rapid test hasilnya non reaktif. Kalau melihat aturan, itu saja cukup. Tapi karena ribut terus, saya swab saja kemarin. Pagi dites, sore dapat informasi dari Pak Didi (Kepala Dinas Kesehatan Batam) hasilnya negatif. Alhamdulillah,” tutur Rudi, Selasa (4/8/2020).

Ia mengatakan, tes tersebut dilakukannya pascapengumuman Gubernur Kepulauan Riau, Isdianto, terkonfirmasi positif covid-19.

Orang nomor satu di Kota Batam itu hadir dalam acara tepuk tepung tawar syukuran pelantikan Gubernur di Gedung Daerah, Tanjungpinang pada Selasa (28/7/2020) lalu.

“Selasa itu saya sampai di Gedung Daerah, saya duduk di luar. Saat Pak Gubernur sampai, baru saya masuk. Langsung acara mulai,” ujarnya.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. Foto; Istimewa untuk batampos.co.id

“Saya tak ikut menepuk tepung tawarnya. Tapi di akhir acara saya dikasih nasi kuning, nasi tumpeng. Itu tak sampai 1 menit. Setelah itu saya langsung keluar,” paparnya lagi.

Terkait foto bersama tanpa mengenakan masker, Rudi menegaskan proses foto tak berlangsung lama.

Sebelum berfoto kata dia, sudah ditegaskan untuk tidak ada yang berbicara. Sehingga tidak ada droplet yang keluar ke udara di ruangan.

Atas rasa tanggung jawabnya sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, ia pun memerintahkan seluruh pejabat Pemko Batam yang mendampingi di acara tepuk tepung tawar untuk lakukan tes. Dan hasil yang diperoleh seluruhnya non reaktif dan negatif covid-19.

“Saya sampaikan ke yang ikut kemarin. Cek semua. Kalau fisik sehat, rapid test saja. Karena ada aturan baru dari Kementerian Kesehatan, kondisi yang seperti apa yang harus diswab,” terangnya.(*/esa)

Gubernur Isdianto Minta Maaf kepada Masyarakat Kepri

0

batampos.co.id – Gubernur Isdianto menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh masyarakat dengan adanya musibah ini. Dia meyakinkan bahwa musibah ini terjadi bukanlah hal yang dikehendaki namun sudah menjadi rencana dari Allah SWT.

“Saya juga mohon maaf kepada semunya. Saat ini kondisi ini kita sedang mengalami musibah yang tidak kita rencanakan. Allah akan berikan cobaan kepada umatnya tidak akan melebihi dari kemampuan kita untuk menghadapinya. Oleh karena itu, saya harap cobaan ini cepat berlalu, masyarkat semua sehat sehingga kita semua bisa beraktivitas seperti sediakala,” kata Isdianto Di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin (3/8).

Isdianto memimpin Rapat Rutin OPD di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui aplikasi zoom dari Gedung Daerah. Rapat dipimpin dari Gedung Daerah karena dirinya sedang menjalankan karantina mandiri akibat terpapar wabah Covid-19.

Tepat pukul 08.30 WIB, saat rapat bermula, tanpak Isdianto mengenakan baju putih dan peci hitam serta lengkap menggunakan masker. Rapat ini juga diikuti oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau TS Arif Fadillah, Asisten Administrasi Umum Hasbi dan Kepala Dinas Kesehatan Tjetjep Yudiana dari Ruang Rapat Lt4, Kantor Gubernur Kepulauan Riau, Dompak, Tanjungpinang.

Sementara itu beberapa Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau juga mengikuit rapat ini melalui rumah masing-masing karena masih melakukan karantina mandiri menunggu hasil swab yang telah dilakukan beberapa waktu yang lalu.

Isidanto dalam arahannya pada kesempatan ini mengatakan bahwa walalupun dirinya saat ini sedang melalukan karantina mandiri di kediaman. Namun dirinya tetap berharap para OPD yang terkait tetap dapat menjalankan kegiatan pemerintah seperti biasa. Karena pelayanan kepada mayarakat harus tetap menjadi prioritas.

“Saya mengharapkan semua pimpinan OPD dan staf jangan terkendala semua kegiatan, walaupun saya dalam kondisi karantina, urusan administrasi dan pelayanan akan kebutuhan masyarakat jangan sampai terhambat. Tetap jalankan kegiatan pemerintahan dengan berpedoman pada protokol kesehatan,” harapnya.

Kepada pimpinan RSUP Raja Ahmad Thabib secara khusus, Isdianto berpesan agar layanan kepada masyarakat harus tetap berjalan sebagaimana mestinya. Selain itu untuk layanan swab massal untuk masyarakat harus tetap dibuka dan jangan sampai ada masyarakat yang tidak terlayani.

“Terimakasih saya ucapkan kepada masyarakat karena antusias dan kesadaran yang tinggi memeriksa kesehatannya ke Rumah Sakit. Layanan Swab jangan sampai berhenti karena masih banyak masyarakat yang ingin memerikasakan diri,” kata Isdianto.

Tidak lupa kepada Kepala OPD Gubernur mengingatkan untuk tetap menjalankan beberapa proyek strategis yang telah menjadi komitmen Pemerintah provinsi kepulauan Riau. Pembangunan ini harus tetap dilakukan karen aakan memberikan dampak yang sangat nyata bagi perbaikan ekonomi masyarakat.

“Kegiatan dan proyek strategis yang sedang dilelang untuk disegarakan karena kita tahu bahwa sejak covid dan refocusing banyak kegiatan yang telah tertunda. Amati dan kawal beberapa proyek strategis ini agar bisa segera dilaksanakan. Jika ada kendala segera koodrinasi dengan kami akan dicarikan pemecahannya,” jelasnya.(*/uma)

Cegah Kebakaran, Babinsa Berkoordinasi Bersama Damkar

0

batampos.co.id – Babinsa Koramil 02/Tarempa melaksanakan koordinasi komunikasi sosial di Kantor Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kepulauan Anambas untuk menyampaikan informasi dari warga cepat tanggap apabila terjadinya kebakaran.

Sertu Brandes, mengungkapkan hal ini dilakukan dengan tujuan untuk saling bersinergi dalam mencegah bermacam polemik yang bersifat bencana. “Sebagai komando kewilayahan, bersilahtuhrahmi ke markas damkar merupakan sinergitas antara babinsa dan instansi yang ada di wilayahnya,” sebut Sertu Brandes, Selasa (4/8/2020).

Lebih lanjut ia berpesan agar para petugas Damkar tetap selalu menjaga faktor keselamatan dalam bekerja. “Saling koordinasi dengan instansi yang berada di wilayah dan selalu cepat tanggap dalam mempersiapkan sesuatu yang berkaitan dengan perlengkapan dan peralatan pemadam kebakaran,” kata Sertu Brandes lagi.

Amir, salah seorang petugas Damkar mengucapkan terima kasih kepada babinsa yang sangat cepat apabila menerima laporan dari warga tentang terjadinya kebakaran di wilayah binaan Koramil 02/Tarempa. “Dan ikut juga membantu bersama dalam memadamkan api,” ujar Danru Damkar ini.(fai)

Melihat Kondisi Warga Eks Timor Timur Kini

0

Konflik Timor Timur memaksa ribuan warga meninggalkan kampung halaman dan berdomisili di berbagai wilayah Indonesia. Namun, hingga dua dekade kemudian, ribuan di antaranya belum mendapatkan hak yang selayaknya.

RUMAH berdinding bambu itu tampak sudah lapuk dimakan usia. Beberapa bagian dinding ditutupi karung dan seng bekas untuk melindungi yang sobek. Dengan hanya berlantai tanah, lengkap sudah kesan bahwa bangunan itu sudah tidak layak huni.

Itu adalah potret salah satu bangunan kamp pengungsian warga eks Provinsi Timor Timur –kini Timor Leste– yang biasa ditemui di sejumlah tempat di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). ”Bangunan seperti itu sudah jamak ditemui di kamp-kamp pengungsian,” ujar Abel Monteiro kepada Jawa Pos (grup Batampos Online), Senin (3/8).

Abel Monteiro adalah salah seorang tokoh eks Provinsi Timor Timur yang memilih menjadi warga negara Indonesia (WNI). Saat ini pria 55 tahun itu tinggal di Semarang, Jawa Tengah. Pada 24 Mei 2018, dia memprakarsai berdirinya organisasi yang memayungi warga eks Timtim. Namanya Komunitas Persaudaraan Kesejahteraan Masyarakat Eks Provinsi Timor Timur atau disingkat Koper Kesmatim. ”Kami ingin organisasi ini menjadi wadah bagi warga eks Timtim yang setia dengan NKRI,” tuturnya.

Menurut dia, pendirian organisasi itu adalah mandat untuk melindungi hak-hak warga eks Timtim. Dasar pembentukan organisasi tersebut adalah Keppres 25/2003 tentang Pendataan Penduduk WNI Eks Provinsi Timor Timur. Juga, Perpres 25/2016 tentang Pemberian Kompensasi kepada WNI Eks Timor Timor yang Berdomisili di Luar Provinsi NTT.

Hingga kini, Koper Kesmatim sudah berdiri di 18 provinsi dengan lebih dari 5 ribu anggota. Mulai di Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Bali, Sumatera, Kalimantan, hingga Papua.

Dituturkan, tempat tinggal menjadi isu paling krusial saat ini. Bayangkan, masih ada ribuan warga yang hidupnya terlunta-lunta karena tidak punya rumah sendiri. Selain tidak layak huni, kesulitan warga eks Timtim mempunyai rumah sendiri karena status tanah yang ditempati tidak bersertifikat. Ada yang sudah tinggal lebih dari 15 tahun di suatu tempat, harus terusir karena tanah itu dijual pemiliknya. Akhirnya tidak sedikit yang pindah tempat tinggal ke tengah hutan lindung.

Cerita pilu itu, tutur Abel, sering terjadi di wilayah NTT yang berbatasan langsung dengan Timor Leste. Sebab, sebagian besar pengungsi ada di provinsi tersebut.

”Yang diharapkan adalah bantuan rumah sekaligus jaminan status tanah,” tuturnya.

Disampaikan, saat ini total warga eks Timor Timur berjumlah 1,1 juta hingga 1,2 juta jiwa. Mereka tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Sebagian besar memang ada di wilayah NTT. Di antaranya di Kabupaten Belu, Timor Tengah Selatan (TTS), Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), dan Kabupaten Kupang. Melonjaknya jumlah pengungsi di empat kabupaten itu tidak lepas dari letak geografisnya yang berbatasan langsung dengan Timor Leste.

Pihaknya mendesak pemerintah agar membangun rumah yang layak huni bagi WNI eks Timor Timur yang belum mendapat rumah. Sejauh ini, kata dia, data kasar warga yang belum memiliki rumah sedikitnya mencapai 4.436 kepala keluarga (KK).

Mereka menempati rumah yang tidak layak huni karena dibangun sejak masa pengungsian tahun 1999, saat terjadi referendum yang berbuntut lepasnya Timor Timur dari Indonesia. ”Sampai sekarang belum diperbaiki. Kondisinya benar-benar tidak layak huni,” tuturnya.

Ketua DPW Koper Kesmatim Jogjakarta Bernardino Mariano mengatakan, sangat wajar pemerintah memberikan bantuan kepada para pengungsi. Sebab, untuk menjadi WNI, mereka sudah berkorban jiwa dan raga.

Selain mempertaruhkan nyawa, mereka rela meninggalkan harta benda dan aset masa depan di Timor Leste. Ada rumah, tanah, atau kendaraan. ”Menjadi WNI itu pilihan yang sulit. Tapi, kami melakukannya,” tuturnya.

Pada 30 Agustus tahun ini genap 21 tahun Timor Timur lepas dari Indonesia. Meski terentang selama dua dekade, warga yang pernah mendiami wilayah yang menjadi bagian provinsi ke-27 Indonesia itu tidak bisa melupakan momen-momen pahit tersebut. Termasuk salah satunya Imaculada Concecao de Sousa Mariano.

Saat kerusuhan dan perang berkecamuk, dia masih kelas III sekolah dasar. ”Hari-hari itu sangat menakutkan. Benar-benar mencekam,” tutur Imaculada.

Dia ingat benar, kala itu tiada hari tanpa kerusuhan dan kerusuhaan. Suara tembakan peluru dari kedua pihak berdesingan. Umumnya terjadi pada malam hari. Suasana tambah mencekam karena listrik padam di seantero ibu kota Dili. ”Penjarahan maupun pembakaran pasar hampir terjadi tiap malam,” kenangnya.

Insiden itu benar-benar membekas hingga kini. ”Tidak bisa saya lupakan,” tutur perempuan yang kini tinggal di Jogjakarta tersebut.

Situasi saat itu benar-benar sulit. Selain bertaruh nyawa, mereka harus rela meninggalkan harta benda yang nilainya tidak sedikit. Bahkan, ada yang rela berpisah dari kerabat dan famili karena berbeda pilihan warga negara.

Ada yang prointegrasi dan ada yang memilih menjadi bagian dari Timor Leste. ”Tidak jarang saya lihat (waktu itu, Red) pengungsi hanya bawa pakaian yang melekat di badan,” tutur perempuan yang kini berusia 31 tahun tersebut.

Karena itu, sambung dia, dirinya sangat menyayangkan bahwa ribuan pengungsi belum mendapat perlakuan yang memadai dari pemerintah. Selain akses tempat tinggal, warga eks Timtim kesulitan dalam mendapat pelayanan dasar. Contohnya, kesehatan, kesetaraan dalam pendidikan, akses tanah, dan lapangan pekerjaan. ”Menurut saya sangat wajar kalau pemerintah membalas pengorbanan mereka,” kata Imaculada.(*/c10/ttg)

Segini Jumlah Pasien Covid-19 di Kota Batam yang Masih Dalam Perawatan

0

batampos.co.id – Jumlah pasien Covid-19 di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau yang masih menjalani perawatan di RS rujukan Covid-19 berjumlah 66 orang.

Dilansir dari website lawancorona.batam.go.id, para pasien tersebut dirawat di tujuh rumah sakit dan paling banyak ditangani di RSKI Galang. Jumlahnya mencapai 52 pasien.

Jumlah pasien Covid-19 di Kota Batam hingga Senin (3/8/2020) dilansir dari website lawancorona.batam.go.id

Berikut daftar pasien Covid-19 yang masih menjalani perawatan di RS:

1. RS BP Batam 3 orang
2. RS Elisabeth Batam Kota 1 orang
3. RS Elisabeth Lubuk Baja 4 orang
4. RSUD Embung Fatimah 2 orang
5. RS Budi Kemuliaan 1 orang
6. RS Awal Bros 3 orang
7. RSKI Galang 52 orang.(esa)

Putusan Banding Tetap Dihukum 8 Tahun Penjara, Eks Dirut Garuda Ajukan Kasasi

0

batampos.co.id – Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengajukan upaya hukum kasasi ke Mahakamah Agung (MA). Permohonan kasasi diajukan berdasarkan putusan banding Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang tetap memvonis Emirsyah dengan hukuman 8 tahun penjara.

Permohonan kasasi itu dilayangkan Emirsyah melalui tim kuasa hukumnya, Luhut Pangaribuan. Menurutnya, putusan terhadap Emirsyah dirasa kurang memenuhi keadilan.

“Pak Emirsyah memutuskan untuk kasasi. Karena dirasa kurang adil,” kata Luhut, Selasa (4/8).

Luhut menjelaskan, penjatuhan hukuman terhadap kliennya dirasa kurang adil. Karena kasus hasil kerja sama melalui mekanisme Deferred Prosecution Agreement (DPA) di Inggris bukan hanya bergulir di Indonesia, tapi juga ada ada delapan negara yang disebut. Namun, hanya di Indonesia kasusnya ditindaklanjuti.

“Lebih jauh lagi, PLN juga ada tapi KPK tidak usut. Jadi seperti unequal before the law. Bukan membela diri dan menunjuk kesalahan orang lain. Tapi lebih pada tidak ada perlakukan yang sama di depan hukum,” cetus Luhut.

Alasan lainnya pengajuan kasasi, kata Luhut, Emirsyah tidak pernah secara aktif dalam pengadaan di PT Garuda Indonesia, termasuk seperti yang sebelumnya didakwakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengenai kerjasama vendor seperti Airbus S.A.S dan Roll-Royce Plc.

“Tapi dinyatakan aktif untuk mendapatkan sesuatu. Jadi, ada yang salah dalam penerapan hukum. Oleh karena itu harus diperbaiki MA,” tegasnya.

Sebelumnya, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperkuat putusan pada pengadilan tingkat pertama terhadap mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Emirsyah Satar dan pengusaha Soetikno Soedarjo. Alhasil, Emirsyah Satar tetap dihukum pidana 8 tahun penjara dan denda sebesar Rp1 miliar subsider 3 bulan kurungan sebagaimana putusan PN Tipikor Jakarta.

Sementara itu, pengusaha Soetikno Soedarjo yang merupakan penyual Emirsyah pun dikuatkan hukumannya berdasarkan putusan banding. Dia tetap divonis 6 tahun pidana penjara dan denda sebesar Rp 1 miliar subsider 3 bulan kurungan.(jpg)

Begini Cara Dapatkan Voucher Rapid Test Lion Air Gorup

0

batampos.co.id – Layanan rapid test Lion Air Group kini hadir di Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Klinik rapid test itu khusus memfasilitasi calon penumpang Lion Group. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti rapid test di Bandara Hang Nadim, voucher rapid test Covid-19 dapat diperoleh langsung pada saat melakukan pembelian tiket (issued ticket).

Namun, bagi penumpang yang sudah punya tiket Lion Air Group namun belum rapid test, dapat membeli voucher rapid test. Caranya, menunjukkan kode pemesanan melalui sales channel seperti call center, kantor penjualan Lion Air Group, website Lion Air atau Batik Air, agen perjalanan, dan lainnya.

”Layanan rapid test ini khusus bagi penumpang yang punya tiket untuk terbang bersama Lion Air Group,” kata Distrik Manager Lion Air Batam, M Zaini Bire.

Baca Juga: Rapid Test Kini Bisa di Bandara Hang Nadim

Rapid test ini dilaksanakan sesuai pedoman protokol perjalanan. Setiap penumpang akan mendapatkan surat keterangan hasil rapid test sebagai salah satu kelengkapan dokumen penerbangan. Surat keterangan itu berlaku 14 hari.

Pihak Lion Air berharap, dengan adanya kemudahan ini, dapat mendorong percepatan pemulihan ekonomi melalui perjalanan udara. Kemudian mendorong tren permintaan penerbangan sejalan dengan kesungguhan Lion Air Group dalam mengoperasikan layanan yang tetap mengutamakan dan memenuhi unsur-unsur keselamatan, keamanan penerbangan.

Layanan rapid test Covid-19 akan terus dilanjutkan dan dikembangkan di kota-kota dan bandar udara-bandar udara lain. ”Target kami menjangkau seluruh wilayah Indonesia,” jelasnya. (*/jpg)

Tamu Presiden Wajib Rapid dan Swab Test

0

batampos.co.id – Selain pembahasan khusus, istana kepresidenan kemarin mengumumkan protokol kesehatan bagi setiap orang yang hendak bertemu Jokowi. Khususnya bagi para tamu presiden. Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menjelaskan, pada prinsipnya sejak awal pandemi, penerapan protokol kesehatan di istana sudah ketat. Hanya, kali ini perlu disampaikan ke publik.

Misalnya, terkait orang-orang yang hendak bertemu presiden. ’’Siapa pun yang ingin bertemu, menghadap Bapak Presiden, kami akan lakukan swab,’’ terangnya. Kemudian, meskipun sudah swab, pada hari H tamu tersebut tetap harus menjalani rapid test. Saat pertemuan, dia tetap harus mengenakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak dengan presiden.

Uji Klinis Imunomodulator Hampir Rampung

Uji klinis kandidat imunomodulator yang digarap Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) hampir menyentuh garis finis. LIPI kemarin mengumumkan bahwa mereka berhasil merekrut subjek uji klinis ke-90 alias yang terakhir. Sebanyak 72 subjek sebelumnya telah selesai menjalani uji klinis kandidat imunomodulator atau obat Covid-19 yang berbahan dasar tanaman herbal asli Nusantara itu.

Peneliti dari Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI Masteria Yunolvisa Putra mengatakan, metode uji klinis dilakukan secara acak terkontrol tersamar ganda dengan plasebo. Metode itu dipilih untuk menjaga terjadinya bias dalam penelitian.

Masteria mengungkapkan, terdapat dua produk uji dan satu plasebo yang diberikan secara acak dan merata kepada seluruh subjek uji klinis. Terdapat 30 subjek uji untuk setiap kelompok. Dengan metode tersebut, subjek uji klinis dan peneliti tidak mengetahui apa yang diberikan kepada subjek tersebut. Apakah itu produk uji atau plasebo.

Tahap uji klinis selanjutnya adalah sistem blinding yang akan membuka keseluruhan uji klinis. Rencananya, sistem blinding itu dibuka pada 16 Agustus. Tujuannya, mengetahui data pasien yang sudah mendapatkan kontrol.

Dua produk imunomodulator yang diuji klinis itu adalah Cordyceps militaris dan kombinasi herbal yang terdiri atas rimpang jahe, meniran, sambiloto, dan daun sembung. Kombinasi herbal itu sudah memiliki prototipe dan data awal serta memiliki izin edar dari BPOM. ’’Seluruh tim peneliti mohon dukungan dari masyarakat,’’ kata Masteria.(jpg)