Selasa, 28 April 2026
Beranda blog Halaman 10065

Segini Pasokan Air Baku yang Diperolah dari Pengolahan Limbah Domestik di IPAL Bengkong Sadai

0

batampos.co.id – Kebutuhan air baku di Pulau Batam Provinsi Kepulauan Riau sangat tergantung dengan air hujan.

Namun dikarenakan curah hujan sudah mulai menurun, Badan Pengusahaan (BP) Batam membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang berpusat di Bengkong Sadai bersama perusahaan asal Korea Selatan, Hansol.

Manajer Pengelolaan Lingkungan Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Iyus Rusmana, mengatakan, awalnya limbah domestik yang ditampung di IPAL akan langsung dibuang ke laut meski sudah memenuhi baku mutu lingkungan.

Namun, kata dia, itu urung dilakukan dikarenakan limbah domestik tersebut dapat digunakan kembali untuk memenuhi kebutuhan air baku.

“Jadi, nanti limbah domestik yang telah diolah di IPAL dan memenuhi standar baku mutu lingkungan akan dikembalikan ke Waduk Duriangkang,” jelasnya, Selasa (28/7/2020).

Penyaluran, kata dia, akan dilakukan melalui pipa sepanjang 9 kilometer dari IPAL di Bengkong hingga ke Waduk Duriangkang.

Selain mendapatkan sumber air baku baru, dengan adanya IPAL, akan menghasilkan pupuk kompos yang dapat digunakan untuk menghijaukan Kota Batam.

“Jumlahnya bisa 18 m3 per hari,” jelasnya.

Ia mengatakan, ke depannya air yang berada di saluran drainase, terutama di samping IPAL akan diolah dan dialirkan kembali ke Waduk Duriangkang bersamaan dengan air hasil olahan limbah domestik.

“Jadi, lumayan banyak air baku tambahan untuk masyarakat Batam, dari olahan IPAL ada (air baku) sekitar 230 liter per detik,” tuturnya.

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang berpusat di Bengkong Sadai yang dikerjakan BP Batam bersama perusahaan asal Korea Selatan, Hansol. Foto: Messa Haris/batampos.co.id

Sehingga, kata dia, akan dapat mengatasi krisis air baku di Kota Batam.

Ia melanjutkan, pembangunan IPAL pada tahap pertama dilakukan di kawasan Batam Centre dan diperkirakan selesai pada Desember 2020.

“Tujuan utama pembangunan IPAL di Batam adalah untuk menjaga waduk dari limbah domestik dan kualitas perairan pantai,” tuturnya.

Dengan adanya IPAL juga akan meningkatkan estetika lingkungan. Dengan begitu investor akan lebih tertarik menanamkan modalnya di Pulau Batam.

“Sektor pariwisata kita juga akan lebih baik karena lingkungan, drainase dan perairan atau pantai menjadi lebih bersih,” jelasnya.

Saat ini, lanjutnya, sudah 43 perumahan yang terpasang pipa IPAL dan terhubung langsung ke pusat pengolahannya di Bengkong Sadai.

Seorang pekerja sedang mengelas pipa di kawasan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Bengkong Sadai. Foto: Messa Haris/batampos.co.id

BP Batam, kata dia, berencana akan membangun 11 ribu pipa sambungan rumah.

Dengan begitu pengolahan limbah domestik bisa lebih maksimal dan keuntungan lainnya bagi masyarakat adalah tidak perlu lagi rutin untuk menyedot septictank.

Iyus juga menegaskan, dengan adanya IPAL dapat menjaga kualitas air baku dari pencemaran limbah domestik dan mencegah menjamurnya eceng gondok di waduk.

Sementara itu Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Dendi Gustinandar, mengatakan, BP Batam terus berupaya untuk menambah pasokan air baku di waduk-waduk di seluruh Kota Batam.

Tidak hanya melalui IPAL, BP Batam, kata dia, juga melakukan tehnologi modifikasi cuaca (TMC) bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

“Kita ingin meningkatkan pelayanan dan keandalan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum),” jelasnya.(esa/adv)

Hasil Operasi Ganti Kelaminnya Gagal, Ratu Kecantikan ini Ditinggal Pacar

0

batampos.co.id – Operasi ganti kelamin yang dilakukan lakukan Ratu kecantikan waria Thailand justru berubah petaka. Organ vital transgender yang bernama Yolrawee Saisupee itu bernanah dan berbau busuk.

Perempuan berusia 23 tahun itu pun mengaku sudah mengeluarkan uangnya sebesar 240.000 THB atau sekitar Rp 110 jutaan demi mengganti penisnya dengan vagina buatan. Hal itu dilakukan Saisupee demi menyenangkan pacaranya.

Mengutip DailyStar, Saisupee diduga mengalami malapraktik di sebuah klinik kecantikan, menjadi perhatian banyak warga. Bahkan, organ vitalnya itu sudah menjalani dua kali operasi di klinik yang sama tetap saja tidak memuaskan, justru malah membusuk.

Melihat kenyataan demikian, Saisupee lantas meminta bantuan hukum untuk menggugat klinik yang membuat dirinya menjadi korban malapraktik. Thailand memang dikenal akan surganya ladyboy atau waria.

Ratu kecantikan waria asal Thailand, Yolrawee Saisupee (23) menggugat klinik kecantikan yang mengoperasi alat vitalnya. (Dilystar)

Diketahui, hampir di setiap sudut kota, terdapat klinik-klinik dan rumah sakit yang menawarkan operasi ganti kelamin. Bisa dibilang, sulit membedakan mana laki-laki dan perempuan.

Operasi kelamin di Thailand sendiri sangat beragam, mulai dari paket ekonomis 100.000 THB sampai kelas premium. Sejumlah warga Indonesia sendiri menjadi pasien di beberapa rumah sakit Bangkok yang melayani operasi kelamin. Operasi penggantian alat kelamin dalam dunia medis dikenal dengan nama genitoplasti.

Prosedur untuk mengubah alat kelamin laki-laki menjadi perempuan adalah dengan mengangkat penis dan testis. Proses tersebut dilanjutkan dengan pembuatan vagina (vaginoplasti). (jpg)

Dilantik Presiden, Isdianto Terharu Mengenang Emak

0

batampos.co.id – Mata Isdianto langsung berkaca. Sekuat mungkin dia coba menahan agar buliran itu tak membasahi pipi. Topi yang digunakannya tak dapat menutupi wajah harunya.

“Saya terkenang Emak,” kata Isdianto usai pelantikan, di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/7).

Kenangan kepada almarhum Hj Tumirah, ibu kandungnya membayang-bayang saat Isdianto melakukan kirab sebagai bagian dari prosesi pelantikan. Saat kirab, Isdianto berjalan di posisi paling kanan. Dia berada di samping kiri Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin.

Di sebelah Ma’ruf, melangkah gagah Presiden Joko Widodo. Posisi paling ujung di samping Jokowi ada Menteri Dalam Negeri Prof Tito Karnavian. Mereka melangkah diiringi empat Paspampres berbaju merah dengan peralatan lengkap.

Sesekali tampak Presiden Jokowi dan Wapres Ma’ruf berbincang. Delapan orang ini terus melangkah sekitar 300 meter. Dari Istana Merdeka ke Istana Negara.

Isdianto bersama Presiden Joko Widodo, Wapres Ma’ruf Amin, dan Mendagri Tito Karnavian melangkah ke Istana Negara untuk pelantikan diiringi empat Paspampres. (Foto:Biro Pers Sekretariat Presiden)

Sebelum memulai prosesi kirab itu, Isdianto transit terlebih dahulu di Wisma Negara. Dari Wisma Negara, menggunakan buggy, Isdianto bergerak ke Istana Merdeka. Di sini, Isdianto mengambil petikan Keppres di hadapan Jokowi. Usai pengambilan petikan itu Isdianto bersama Jokowi, Ma’ruf dan Tito melangkah ke Istana Negara untuk pelantikkan.

Bayangan Isdianto tak hanya kepada almarhum Hj Tumirah. Juga kepada ayahnya almarhum H Subakir. Di antara permenungan itu, juga melintas almarhum H Muhammad Sani. Lelaki yang akrab dengan idiom Untung Sabut ini merupakan abang kandung Isdianto.

Sani dilantik sebagai Gubernur masa bhakti 2016-2021. Saat itu, dia berpasangan dengan Nurdin Basirun. Setelah Sani berpulang ke Rahmatullah, tampuk kepemimpinan Kepri beralih ke Nurdin. Isdianto tak lama kemudian dilantik sebagai Wakil Gubernur. Saat ini, delapan bulan menjelang masa bhakti Gubernur Kepri 2016-2021 berakhir, Isdianto dilantik Presiden Jokowi.

Isdianto mengaku dia kagum sekaligus terharu bahwa dalam kenyataannya di rahim sang ibunda dititipkan dua orang lelaki yang ikut menakhodai Kepri. Sebagai Gubernur dalam masa bhakti yang sama. H Muhammad Sani dan H Isdianto.

“Membayangkan hal tersebut, maka saya bertekad akan menjalankan tanggungjawab ini. Tanggung Jawab yang datang dari rahim ibunda saya dengan sebaik-baiknya, dengan semaksimal mungkin tentunya untuk kepentingan masyarakat,” kata Isdianto.(*/uma)

Tidak Ada Salat Idul Adha di Masjid Istiqlal Tahun Ini

0

batampos.co.id – Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menegaskan bahwa Masjid Istiqlal tidak akan menggelar Salat Idul Adha 1441 H tingkat kenegaraan. Pasalnya, perkembangan pandemi Covid-19 hingga saat ini belum memungkinkan Istiqlal menggelar Shalat Idul Adha tingkat kenegaraan.

“Mencermati perkembangan pandemi Covid-19 di Indonesia, khususnya DKI Jakarta, Istiqlal tidak akan menggelar Salat Idul Adha 10 Zulhijjah 1441H,” jelas Menag melalui keterangan resmi, Selasa (28/7).

Sebagai Masjid Negara, Salat Idul Adha di Istiqlal selama ini diikuti puluhan ribu peserta. Hal tersebut akan menyulitkan penerapan protokol kesehatan di tengah pandemi. Untuk proses pengecekan suhu saja misalnya, dengan jumlah puluhan ribu jemaah tentunya membutuhkan waktu.

“Prosesnya juga tidak mudah karena akses keluar masuk juga harus dibatasi seiring penerapan protokol kesehatan. Sehingga potensi kerumuman sangat tinggi,” ujarnya.

Menag menambahkan, renovasi Masjid Istiqlal memang sudah hampir selesai, namun situasi pandemi belum berakhir. Menag berharap kondisi segera membaik sehingga masyarakat bisa beribadah di rumah ibadah dengan nyaman.

Sebelumnya, hal ini juga telah disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, tidak ada pelaksanaan Salat Idul Adha 1441 H di Masjid Istiqlal.

“Tentang penggunaan Masjid Istiqlal, pada intinya Masjid Istiqlal tahun ini tidak digunakan untuk mengadakan Salat Idul Adha,” ungkap dia, Kamis (9/7).

Seperti diketahui, Sidang Isbat yang digelar Kementerian Agama pada 21 Juli 2020 menetapkan bahwa 1 Zulhijjah 1441H bertepatan 22 Juli 2020. Sehubungan itu, Salat Idul Adha akan digelar pada 31 Juli 2020.(jpg)

Pendapatan Asli Daerah Terpuruk, Ini Intruksi Wakil Wali Kota Batam…

0

batampos.co.id – Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta untuk menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2020 yang sempat terpuruk akibat Covid-19.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, OPD penghasil harus melakukan langkah cepat agar di sisa waktu yang ada bisa dimaksimalkan sehingga dapat meningkatkan PAD.

“Sektor pajak dan retribusi sangat terdampak akibat Covid-19. Data terakhir Juni 2020, PAD Batam hanya terkumpul 27 persen,” ujarnya, Selasa (28/7/2020).

Amsakar menginstruksikan OPD penghasil untuk menjemput bola agar pajak maupun retribusi bisa terkumpul maksimal. Ia menilai, di masa pandemi ini, sejumlah sektor mulai pulih.

“Sejumlah kunjungan dari luar daerah mulai terlihat, semoga sektor hotel, restoran dan sebagainya menggeliat lagi,” kata dia.

Ilustrasi

Selain memaksimalkan PAD, pihaknya juga melakukan efisiensi anggaran sebagai langka penghematan.

Salah satunya dengan cara membatasi kunjungan ke luar kota, dan meminimalisir belanja yang tidak penting.

“Kita harus lakukan ini untuk menjaga dan bertahan di masa pandemi,” ujarnya.

Ia berharap, usai melalui wabah ini, semua sektor bisa normal kembali. Kemudian di 2021 Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bisa normal seperti sedia kala dengan diiringi suksesnya penanganan Covid-19.

“Alhamdulillah sejauh ini penanganan Covid-19 sudah sangat baik,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam, Raja Azmansyah, mengatakan, dalam mengumpulkan PAD, sejumlah upaya sudah dijalankan dengan harapan bisa maksimal hingga akhir tahun ini.

Salah satunya yaitu menjemput bola khususnya PBB-P2 hingga ke perumahan-perumahan.(*/esa)

Pengusaha Handphone Kota Batam PS Ditangkap, Bea Cukai: Benar Dia Orangnya

0

batampos.co.id – Pengusaha handphone di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, ditangkap Bea Cukai Kantor Wilayah Jakarta.

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi KPU Bea Cukai Kota Batam, Sumarna, membenarkan informasi tersebut.

“Kita mendapatkan informasi dari teman-teman di Jakarta dan benar dia (PS,red) orangnya yang diamankan Bea Cukai Jakarta,” jelasnya, Selasa (28/7/2020).

Ia juga mengatakan, saat ini kasus tersebut sudah masuk dalam tahap kedua yaitu pelimpahan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) di Jakarta.

“Sekarang sudah ditangani kejaksaan,” paparnya.

Dari instagram resmi bckanwiljakarta menyebutkan, Bea Cukai secara konsisten terus melakukan pengawasan terhadap kegiatan peredaran barang-barang ilegal.

Di dalam media sosial tersebut ditertulis pada Kamis, tanggal 23 Juli 2020, Kantor Wilayah Bea dan Cukai Jakarta telah melakukan Tahap II (Penyerahan Barang Bukti dan Tersangka) ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur atas hasil penyidikan tindak pidana kepabeanan.

Penyerahan barnag bukti yang diamankan dari PS dari Bea Cukai Jakarta kepada Kejaksaaan Negeri. Foto: tangkapan layar Instagram Kanwil DJBC Jakarta

Penyerahan barang bukti dan tersangka tersebut dilaksanakan atas pelanggaran pasal 103 huruf d Undang-undang No. 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan.

Tersangka berinisial PS telah diserahkan beserta barang bukti antara lain 190 Handphone bekas berbagai merk dan uang tunai hasil penjualan sejumlah Rp 61.300.000,-.

Selain itu, juga diserahkan harta kekayaan/penghasilan Tersangka yang disita di tahap penyidikan, dan akan diperhitungkan sebagai jaminan pembayaran pidana denda dalam rangka pemulihan keuangan negara ( Dhanapala Recovery ) yang terdiri dari uang tunai senilai Rp 500.000.000,-, rumah senilai Rp 1,15 Milyar, dan rekening bank senilai Rp 50.000.000,-.

Penyerahan barang bukti dan tersangka tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen Bea Cukai untuk melindungi masyarakat dari peredaran barang-barang ilegal serta mengamankan penerimaan negara. Ke depannya, Kanwil Bea Cukai Jakarta akan terus berusaha melindungi industri dalam negeri sehingga penerimaan negara dapat optimal.

Nah Sobat K’Jak, yuk lebih bijak dan berhati-hati dalam berbelanja meski diiming-imingi dengan harga yang murah. Jangan sampai Sobat membeli produk-produk yang ilegal ya. Karena berbelanja produk #legalitumudah kok.(*/esa)

Ini 8 Lokasi Keramaian Penyumbang Kasus Covid-19 Terbanyak di Indonesia

0

batampos.co.id – Setelah Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) diterapkan dan belum dibarengi dengan protokol kesehatan yang optimal, angka kasus Covid-19 makin bertambah. Salah satu yang paling banyak terlihat adalah di perkantoran karena masyarakat sudah kembali aktif bekerja di kantor.

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan kondisi tersebut diperlukan kerja sama antar seluruh masyarakat untuk betul-betul disiplin menerapkan protokol kesehatan. Klaster penyumbang kenaikan kasus paling besar prinsipnya terjadi di kerumunan.

“Pertama adalah di pasar dan tempat pelelangan ikan. Ini tempat dimana masyarakat berkumpul dan sedang paling marak perkantoran karena ada beberapa tempat terjadi kenaikan kasus klaster perkantoran,” paparnya dalam konferensi pers virtual, Senin (27/7).

Kemudian penyumbang kenaikan kasus juga terjadi di pesantren, transmisi lokal di setiap daerah, hingga fasilitas kesehatan. Bahkan sejumlah acara seperti seminar, mal, tempat ibadah, juga tak luput dari penularan.

“Hal-hal ini terjadi perlu kerja sama satgas di daerah. Mohon petugas dikerahkan untuk meningkatkan disiplin warga agar betul-betul menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Menurut Prof Wiku, kunci utama adalah perubahan perilaku. Untuk itu dia meminta pastikan untuk betul-betul memakai masker dan tidak boleh lengah menjalankan protokol kesehatan.

“Selain itu kami paham menggunakan masker mungkin tak nyaman, tapi ini sangat penting untuk kebaikan kita bersama,” jelasnya.

Dia juga mengingatkan agar masyarakat tidak memakai penutup wajah atau face shield saja tanpa memakai masker. Sebab paling utama adalah menggunakan masker.

Face shield ini tak cukup apabila tak pakai masker. Untuk itu kami ingin pastikan saudara-saudara untuk saling gotong royong dan mengingatkan betul-betul agar terhindar dari masalah Covid-19 ini,” tegasnya.(jpg)

Polisi Sikat Pembalap Liar di Batam Centre

0

batampos.co.id – Satuan Sabhara Polresta Barelang menggelar operasi cipta kondisi (Cipkon), Sabtu (25/7) malam. Dalam kegiatan ini, polisi mengamankan lima unit sepeda motor yang digunakan untuk balapan liar di wilayah Batam Centre.

Kasat Sabhara Polresta Barelang, Kompol Firdaus, mengatakan, kegiatan ini termasuk Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (KKYD). Di- mana, pihaknya menyisir Jalan Engku Putri, sekitar Perumahan Anggrek Sari atau wilayah Simpang Kara, Batam Center hingga pukul 04.00 WIB.

“Kegiatan ini untuk menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif. Dengan sasaran, curas (pencurian dengan kekerasan), curat (Pencurian dengan pemberatan), curanmor (pencurian kendaraan bermotor), kejahatan jalanan, narkoba, senpi (senjata api), sajam (senjata tajam), premanisme dan balap liar,” ujar Firdaus, Senin (27/7) pagi.

Dia menjelaskan, selain mengamankan motor dan pemain balap liar, pihaknya turut membubarkan penonton atau remaja yang kerap nongkrong melihat aksi tersebut.

“Rata-rata yang terlibat balap liar ini masih remaja. Kita lakukan pengarahan dan bimbingan agar perbuatannya tidak diulangi, termasuk berkoordinasi dengan orangtuanya,” kata Firdaus.

Dengan masih ditemukannya pembalap liar, pihaknya mengimbau kepada para orangtua bertindak tegas dengan tidak membiarkan anak-anak pulang larut malam. Selain itu, diharapkan setiap orangtua tidak memberikan izin untuk mengendarai motor saat malam hari. “Untuk motornya kita serahkan ke Satlantas untuk ditilang.”

Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Yunita Stevani, mengatakan, untuk memberikan efek jera kepada pembalap liar, pihaknya memberikan sanksi tilang sesuai pasal 283 UULAJ Nomor 22 Tahun 2009 dengan ancaman pidana kurungan maksimal 3 bulan atau denda paling banyak Rp 750 ribu.

”Saat pengambilan motor nanti selain melengkapi surat kendaraan, juga harus melengkapi kelengkapan motor dari pabrikannya,” kata Yunita. (*/jpg)

Baca, Pesan Wakil Wali Kota Kepada ASN Pemko Batam

0

batampos.co.id – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemko Batam diminta untuk menjadi pelopor kepatuhan berlalu lintas serta protokol kesehatan di adaptasi kehidupan baru.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, ASN sebagai pelayan publik juga harus memberikan contoh yang baik dalam pelaksanaan kedisiplinan.

“Termasuk disiplin berlalu lintas dan di masa adaptasi kehidupan baru ini juga perlu menjadi contoh dalam menerapkan protokol kesehatan,” tuturnya, Selasa (28/7/2020).

Kata dia, saat ini kepolisian tengah menggelar Operasi Patuh Seligi 2020. Dengan sasaran utamanya tak hanya ketaatan terhadap aturan lalu lintas tapi juga pelaksanaan protokol kesehatan.

Ia berharap selama masa operasi ini tidak ada ASN yang justru tertangkap melanggar aturan. Kedua hal tersebut harus dilaksanakan sesuai aturan berlaku.

“Bahkan kalau perlu kita bergerak membantu kepolisian dengan mengingatkan masyarakat untuk tetap patuhi protokol kesehatan. Dan tidak hanya selama operasi berlangsung, namun terus dilakukan setelahnya,” kata dia.

Personel Satlantas Polresta Barelang, Brigadir Dinda memeriksa surat-surat dan pajak kendaran pengendara saat razia di Kompleks Edukits Batam Center, beberapa waktu lalu. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Operasi Patuh Seligi 2020 ini dilaksanakan serentak di seluruh wilayah Indonesia. Polda Kepri beserta seluruh jajaran Polres/Polresta di bawahnya juga ikut melaksanakan operasi ini sejak 23 Juli 2020.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt, mengatakan, operasi ini akan berlangsung selama 14 hari.

“Pada tahun 2020 ini sasaran operasi sedikit berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini lebih difokuskan untuk mendisiplinkan masyarakat agar menaati peraturan lalu lintas dan penerapan protokol kesehatan sebagai Adaptasi Kebiasaan Baru,” ujarnya melalui siaran pers.

Sasaran operasi, menurut Harry, juga mengarah ke segala bentuk potensi gangguan, ambang gangguan, dan gangguan nyata yang berpotensi menyebabkan kemacetan, pelanggaran, dan kecelakaan lalu lintas.

Serta lokasi yang menjadi tempat penularan Covid-19 seperti di area publik atau di tempat-tempat berkumpulnya masyarakat.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat tidka hanya mematuhi peraturan dalam berlalu lintas saja. Tapi juga menjadikan protokol kesehatan sebagai sebuah budaya dalam Adaptasi Kebiasaan Baru.(*/esa)

Sedang Hamil, Istri Tewas Dianiaya Suami Karena Hal Sepele

0

batampos.co.id – Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terjadi disebuah keluarga di Pamulang, Tangerang Selatan. Seorang istri yang tengah hamil, Thayyibah, 28, dianiaya oleh suaminya sendiri Ansari, 40, hingga tewas.

Kapolsek Pamulang Kompol Supiyanto mengatakan, peristiwa terjadi di Jalan Cabe 1 RT 005/004 , Kelurahan Pondok Cabe Ilir, Kecamatan Pamulang, pada Minggu (26/7) sekitar pukul 11.30 WIB. Pelaku saat ini sudah ditangkap untuk diproses hukum.

“Kita tangkap suaminya terkait kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang mengakibatkan istrinya meninggal dunia,” kata Supiyanto kepada wartawan, Selasa (28/7).

Supiyanto menuturkan, peristiwa terjadi karena suami merasa kesal kepada istrinya saat menjaga warung miliknya. Sebab, istri dianggap selalu kelebihan memberikan uang kembalian, sehingga membuat rugi. “Sering terjadi salah paham disaat istrinya dalam melayani pembeli sering kembalianya lebih. Karena merasa rugi pelaku ribut dan di tendang, dipukul oleh pelaku,” imbuhnya.

Puncaknya penganiayaan terjadi pada Minggu (26/7). Bogem mentah dilayangkan sang suami kepada istrinya ke bagian wajah, lengan, kaki dan badan. Akibat kekerasan tersebut korban langsung meninggal dunia. “Korban meninggal dunia dan korban saat ini dalam keadaan hamil satu bulan,” pungkas Supiyanto.

Saat ini, pelaku tengah diperiksa oleh polisi akibat perbuatannya. Pelaku dijerat Pasal 44 juncto Pasal 351 KUHP tentang kekerasan dalam rumah tangga.(jpg)