batampos.co.id – Pasien Covid-19 di Kota Batam kembali bertambah pada Senin (3/8/2020).
Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi, menjelaskan, terkonfirmasi positif Covid-19 yang baru adalah 3 orang laki-laki warga Kota Batam.
“Data ini merupakan hasil pemeriksaan swab oleh Tim analis BTKLPP Batam berdasarkan hasil temuan kasus baru di Kota Batam.,” ujarnya melalui pernyataan tertulis, Senin (3/8/2020).
Ia menjelaskan, ketiga pasien Covid-19 tersebut sudah menjalani perawatan di ruang isolasi di tiga rumah sakit rujukan.
Yaitu RSKI Galang, RS Awal Bros dan RS BP Batam.
Berikut ini riwayat perjalanan penyakit pasien Covid-19 yang baru:
1. SS
Laki-laki berusia 57 tahun, swasta, beralamat di kawasan perumahan Oriana Bengkong Sadai, Bengkong.
SS merupakan kasus baru Covid-19 Nomor. 333 Kota Batam. SS pada 31 Juli 2020 datang berobat ke RS St. Elisabeth Lubuk Baja Batam dengan keluhan batuk berdahak putih dan kental diserta sesak nafas dan demam sejak tiga hari sebelumnya.
Sesuai dengan keluhannya tersebut dokter melakukan pemeriksaan secara intensif dengan pemeriksaan
laboratorium dan RDT yang hasilnya “IgG&IgMNonReaktif”, dilanjutkan dengan pemeriksaan Rontgen Thorak dengan kesan “Pneumonia”.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut dokter menegakkan Diagnosis “Pneumonia + Suspect Covid-19” dan direkomendasikan harus dirawat diruang isolasi.
Jumlah pasein Covid-19 di Kota Batam hingga Senin (3/8/2020) yang dilansir dari website lawancorona.batam.go.id
Mengingat ruang isolasi RS St. Elisabeth Lubuk Baja penuh maka yang bersangkutan dirujuk ke rumah sakit rujukan Covid-19 di RSBP Batam dan sebelum dilakukan evakuasi ke rumah sakit rujukan tersebut kepada yang bersangkutan dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya diterima dan diketahui terkonfirmasi positif.
2. B
Laki-laki berusia 36 tahun, P3K Staf DPRD Provinsi Kepri, beralamat di kawasan perumahan Senawangi Asri, Buliang, Batu Aji.
B merupakan kasus baru Covid-19 Nomor. 335 Kota Batam. Sehubungan penyelidikan Epidemiologi (PE) Contact Tracing terhadap kontak erat dari terkonfirmasi kasus ajudan Gubernur Kepulauan Riau dimana yang bersangkutan termasuk dalam rombongan yang berangkat ke Jakarta pada 27 Juli 2020.
Namun mengingat yang bersangkutan bertempat tinggal di Kota Batam, maka pada 31 Juli 2020 bertempat di RSUD Embung Fatimah Batam dilakukan pemeriksaan dan pengambilan swab tenggorokan yang hasilnya diterima dan diketahui terkonfirmasi positif.
3. AA
Laki-laki, berusia 36 tahun, P3K Pemprov Kepri, beralamat di kawasan perumahan Kharisma Residence, Belian, Batam Kota.
AA merupakan kasus baru Covid-19 Nomor. 334 Kota Batam. Sehubungan penyelidikan Epidemiologi (PE) Contact Tracing terhadap kontak erat dari terkonfirmasi kasus ajudan Gubernur Kepulauan Riau dimana yang bersangkutan termasuk dalam rombongan yang berangkat ke Jakarta pada 27 Juli 2020.
Namun mengingat yang bersangkutan bertempat tinggal di Kota Batam, maka pada 31 Juli 2020 bertempat di RSUD Embung Fatimah Batam dilakukan pemeriksaan dan pengambilan swab tenggorokan yang hasilnya diterima terkonfirmasi positif.
(*/esa)
batampos.co.id – Pemko Batam akan membangun lampu hias berbentuk payung dengan tinggi 10 meter di sekitar Laluan Madani yang dulunya dikenal dengan sebutan Simpang Jam.
Pembuatan lampu tersebut termasuk dalam rencana penataan taman di kawasan tersebut.
“Saat ini Pemerintah Kota Batam sedang menata taman di Laluan Madani. Mulai dari simpang Laluan Madani sampai ke depan Imperium dan di titik ini akan dibangun lampu hias yang tingginya 10 meter,” kata Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Batam, Yumasnur, Senin (3/8/2020).
Ia menjelaskan, model lampu hiasnya akan dibentuk seperti payung besar yang bagian atasnya dirancang bulat dengan diameter 8 meter.
“Seperti Jewel Changi Airport. Kalau di sana air yang mengalir dari atas ke bawah. Di lampu hias kita ini nanti tidak air, tapi dipasang lampu kecil-kecil. Jadi permainan lampunya yang kita suguhkan,” paparnya.
Ia mengatakan, proses pembangunan lampu hias akan dimulai pada pertengahan atau menjelang akhir Agustus 2020 dan diperlukan waktu sekitar dua bulan untuk menyelesaikannya.
“Pasang lampunya ini agak lama karena kita merakit dari lampu-lampu kecil. Perkiraan kita Oktober baru selesai,” ujarnya.
Ilustrasi lampu hias. Pemko Batam akan membangun lampu hias berbentuk payung setinggi 10 meter di taman di sekitar area Laluan Madani. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Yumasnur mengatakan, penataan taman di kawasan Laluan Madani ini merupakan ide Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, yang menginginkan jalur utama di Jalan Sudirman tersebut tampil lebih indah.
“Penataan taman ini akan meningkatkan estetika kota sehingga diharapkan akan menjadi lokasi publik yang menarik,” jelasnya.
Kata dia, lokasi pemasangan lampu hias tepat berada di seberang Kantor Dinas Perhubungan Kota Batam.
Dulunya, lahan tersebut digunakan untuk bangunan sementara kantor pelaksana pembangunan jalan layang atau fly over Laluan Madani.
“Sekarang kita sedang membersihkan lahannya. Alat berat kita kerahkan untuk land clearing. Setelah itu kita padatkan,” tuturnya.
Pengerjaan tersebut kata dia, diharapkan selesai dalam dua pekan.
Ia menjelaskan, setelah pembersihan dan lahan padat, Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman, dan Pertamanan (Disperkimtan) akan menanami rumput serta pohon-pohon dengan pola yang tertata.(*/esa)
batampos.co.id – Jumlah pasien Covid-19 di Kota Batam kembali bertambah. Hal ini diumumkan Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam pada Senin (3/8/2020).
Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi, melalui pernyataan tertulisnya, mengatakan, data itu merupakan hasil pemeriksaan swab oleh Tim analis BTKLPP Batam berdasarkan hasil temuan kasus baru di Kota Batam.
“Terkonfirmasi positif Covid-19 pada kasus ini adalah 3 orang laki-laki warga Kota Batam,” katanya.
Jumlah pasein Covid-19 di Kota Batam hingga Senin (3/8/2020) yang dilansir dari website lawancorona.batam.go.id
Ia menjelaskan, ketiga pasien Covid-19 tersebut kini sudah menjalani perawatan di ruang isolasi di tiga rumah sakit rujukan.
Yaitu RSKI Galang, RS Awal Bros dan RS BP Batam. Dengan adanya penambahan tersebut saat ini jumlah pasein Covid-19 di Kota Batam sebanyak 335 orang.
Dari jumlah tersebut 254 orang dinyatakan sembuh dan 15 orang meninggal dunia.(*/esa)
batampos.co.id – Mak Yong seni teater tradisional yang begitu lekat di telinga masyarakat Melayu. Dalam pertunjukannya, Mak Yong banyak menceritakan tentang kehidupan istana, lengkap dengan pesan moral yang hendak disampaikan.
Namun, tatkala harus berhadapan dengan modernisasi seni pertunjukan, Mak Yong kini bertransisi menjadi teater yang kocak agar tetap disukai.
Alunan musik tetawak, gendang, dan rebab terdengar mengalun, menandai dimulainya pementasan Mak Yong.
Kemudian para pemainpun memasuki panggung pertunjukan. Pementasan ini menyuguhkan iringan musik yang berpadu harmonis dengan lagu Melayu yang dibawakan oleh para pemainnya.
Salah satu pemain lengkap memakai baju berwarna kuning khas Melayu berikut aksesorisnya. Sebutan untuk aksesoris ini pun berbeda-beda.
Di kepala disebut senggeng, di leher disebut teratai dan yang dikenakan dipinggang berjuntai disebut cabok.
Kemudian pemain ini membawakan tiga lagu sambil menari dengan memakai cangai yang merupakan kuku palsu panjang terbuat dari bahan berkilat seperti emas.
Selanjutnya Ia membawakan Tari Jogi. Di Batam, Tari Jogi sangat identik dengan pementasan Mak Yong, karena tarian ini dilakukan sebelum pertunjukan Mak Yong.
Peralatan yang diperlukan dalam pertunjukan tari tersebut adalah rotan berai, parang, keris, kapak, panah, dan tongkat kayu.
Setelah pertunjukan tari selesai, giliran atraksi Mak Yong mengambil posisi. Para pemain memakai busana sesuai peran yang dibawakannya. Bahasa Melayu sangat melekat pada setiap pertunjukkannya.
Mak Yong seni teater tradisional yang begitu lekat di telinga masyarakat Melayu. Foto: Disbudpar Kota Batam untuk batampos.co.id
Pimpinan Sanggar Seni Warisan Pantai Basri, Abdullah Basri mengatakan, Mak Yong adalah seni teater tradisional yang masih digemari sampai sekarang dan sering tampil dalam pertunjukkan kebudayaan.
Seperti, Kenduri Seni Melayu (KSM) yang digelar rutin setiap tahunnya di Kota Batam. Teater khas Melayu ini mementaskan tokoh pria dengan memakai topeng yang disesuaikan dengan karakter yang dibawakannya.
“Mak Yong itu teater yang menceritakan kisah dongeng dan mempunyai daya tarik sendiri dihati para penggemarnya sehingga bisa lestari sampai sekarang,” kata Basri saat dikunjungi di kediamannya Pulau Panjang, Bulang.
Para pemeran Mak Yong terdiri dari Pak Yong (memerankan raja), Pak Yong Muda (memerankan pangeran), Putri Mak Yong (memerankan putri raja).
Selain itu, ada beberpa tokoh lain dalam ceritanya, seperti munculnya pelawak, dewa, jin, pegawai istana, dan binatang, dengan ciri khasnya memakai topeng.
Lalu, ada juga Pengasuh, yang merupakan orang kepercayaan raja, Wak Perangbon sebagai pengawal.
Kemudian, ada Wak Perang Agun, Wak Perang Utan, Wak Perang Paya, Tok Mersi Mata Api, Tok Nojong, Kuda Hijau Pelana Kuning sebagai kuda jelmaan, Kijang Beremas Tunduk Rencana, Harimau Besar Sirejang, Kilat Sijanda Wangi Beranak Mude dan Sarung Batak Sakti.
Tak hanya di Batam dan Bintan, seni Mak Yong ternyata juga ada di Malaysia, tepatnya di Kelantan.
Selain itu, seni ini juga pernah dimainkan di Thailand, tepatnya di Kota Pattani, yang merupakan kota paling selatan di Thailand dan berbatasan dengan Malaysia. Bedanya, Mak Yong di dua negara tersebut penarinya tanpa mengenakan topeng.
Dalam pementasannya, Mak Yong menyesuaikan dengan daerah masing-masing. Dalam pertunjukkannya, biasa mengandung cerita hiburan, memberi pesan dan sebagainya.
“Khusus Mak Yong di Batam, penampilan mereka mengusung konsep hiburan, lebih kocak sehingga membuat penonton senang dan tertawa,” ujar penerus dari Sanggar Seni Pantai Basri.
Pimpinan Sanggar Seni Warisan Pantai Basri, Abdullah Basri memperlihatkan topeng Mak Yong. Foto: Disbudpar Kota Batam untuk batampos.co.id
Cerita Mak Yong selalu berkisah tentang kehidupan istana dan kerajaan. Seperti, cerita raja-raja, permaisuri, tuan putri, putri mahkota yang ditimpa musibah dan biasanya berakhir dengan kemenangan melalui perjuangan.
Basri menyebutkan, cerita berjudul; Putri Siput Gondang, jadi salah satu lakon yang sudah tak asing lagi di Batam.
Ceritanya mengisahkan salah satu negeri yang bagus dan megah. Istri raja melahirkan siput, raja merasa keberatan dan akhirnya siput itu dibuang ke Teluk Tujuh Pantai Sembilan.
Kemudian, ketika hari dimana istri raja ingin makan siput, lalu raja mempersilakan para wak-wak untuk mencarikannya ke teluk tersebut. Ketika asyik mencari, terdengarlah suara dari tumpukan batu sehingga mereka penasaran.
Wak-wak tersebut mendekati batu tersebut, dan menemukan ada siput besar. Mereka langsung bergegas melaporkan kejadian tersebut kepada raja dan membawanya ke istana.
Setelah sampai di istana, terdengarlah suara minta tolong dari dalam siput tersebut. Raja lalu memerintahkan untuk membelah siput tersebut.
Setelah siput terbelah maka keluarlah putri yang cantik, kemudian putri tersebut bercerita bahwa ia adalah siput yang dulu dibuang belasan tahun yang lalu.
“Cerita ini memberikan pesan, dimana kita tidak boleh menghina hewan,” tuturnya.
Pertunjukan Mak Yong biasanya tidak selesai dalam satu malam. Sebuah cerita dapat berlanjut berhari-hari, bahkan sampai 15 hingga 44 malam.
Namun, pada masa sekarang, tak mungkin cerita dibuat sebegitu panjangnya. Sekarang, rata-rata sebuah cerita dalam pementasan Mak Yong hanya berlangsung 1-3 jam.
Pertunjukan biasanya diadakan di lapangan terbuka, diberi atap plastik, tiang dihiasi dedaunan seperti daun kelapa.
Dalam setiap pementasannya, jumlah pemain berkisar tiga puluh orang. Dalam pertunjukan Mak Yong, cerita biasanya diambil dari cerita rakyat.
“Sebelum tampil, kami mencari, menggali sejarah, untuk dibuat cerita dalam pertunjukan Mak Yong,” jelasnya.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Muhammad Zen mengajak untuk merevitalisasi teater Mak Yong agar menjadi menjadi lebih menarik penampilannya tanpa meninggalkan tradisi yang asli. Gunanya agar generasi muda bisa menyukai seni ini bahkan mempelajari tradisi ini.
“Dalam penampilannya dibawakan dengan semenarik mungkin, seperti diindahkan tariannya, diberi lighting atau pencahayaan. Ceritanya boleh kekinian namun tak meninggalkan tradisi asli, sehingga generasi millenial banyak mengetahui Teater Mak Yong,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata mengatakan, Kota Batam memiliki banyak tradisi budaya yang menarik untuk diketahui.
Salah satunya, teater tradisional Mak Yong tersebut. “Teater ini hadir di setiap gelaran acara tahunan kebudayaan di Kota Batam, serta diikuti tarian dan musik Melayu lainnya yang artistik dan menghibur,” ujarnya.
Ardi juga mengajak masyarakat Kota Batam ikut melestarikan budaya Melayu yang ada di Kota Batam. Salah satunya, menjaga agar teater Mak Yong serta tradisi lainnya, tetap lestari hingga anak cucu nanti.
“Ayo kita cintai budaya kita, sehingga budaya kita tetap lestari,” pintanya.(*)
batampos.co.id – Bagi Anda yang senang mengkonsumsi teh celup, ada satu hal yang harus menjadi perhatian khusus.
Mulai saat ini Anda jangan membuang kantong teh celup langsung ke tempat sampah.
Pasalnya teh celup memiliki beragam manfaat untuk kencantikan.
Dilansir dari India.com, teh celup bisa bermanfaat bagi 3 kondisi ini.
1. Kurangi Bengkak di Bawah Mata
Teh celup mengandung kafein yang dikenal sebagai vasokonstriktor. Ini berarti dapat mengecilkan pembuluh darah dan mengurangi peradangan, yang bisa menghilangkan mata bengkak.
Caranya cukup dengan memasukkan kantong teh ke dalam freezer selama beberapa menit. Dan kemudian meletakkannya di mata. Diamkan selama beberapa menit.
Ilustrasi teh celup. Foto: Pixabay.com
2. Jadikan Kulit Lebih Bersinar
Daun di dalam kantong teh bisa menjadi scrub yang bagus. Anda bisa mengeringkan kantong teh bekas dan kemudian menggunakan daun kering di dalamnya sebagai scrub. Campurkan sedikit air dan gosok wajah Anda.
Sifat anti-oksidannya dapat mengembalikan kulit bercahaya. Juga berpotensi dapat menghilangkan bekas luka yang disebabkan oleh jerawat akibat bakteri.
3. Perbaiki Bibir Pecah-Pecah
Jika bibir Anda mudah kering dan sering pecah-pecah, teh celup sangat bermanfaat. Gunakanlah teh hijau celup.
Yang perlu Anda lakukan adalah mengambil kantong teh hijau dan merendamnya dalam air hangat.
Lalu, oleskan pada bibir Anda. Cara ini dapat membuat bibir terhidrasi dan dapat menghilangkan sensasi perih.(jpg)
batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengaku sudah melakukan pemeriksaan swab.
“Saya sudah swab, kita tinggal tunggu hasilnya saja,” ujarnya, Senin (3/8/2020).
Ia menjelaskan tidak hanya melakukan swab, tapi juga sudah beberapa kali melakukan rapid test.
“Hasil rapid test saya non reaktif,” jelasnya.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. Foto; Istimewa untuk batampos.co.id
Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam itu menyatakan, hasil swab dirinya diperkirakan akan keluar dua hari ke depan atau Rabu (5/8/2020).
“Tunggu saja hasilnya dua hari kemudian,” tuturnya.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, menjadi salah satu pejabat yang mengikuti syukuran di gedung daerah di Kota Tanjungpinang setelah Isdianto pulang dari Jakarta seusai dilantik menjadi Gubernur defenitif Provinsi Kepri.
Beberapa hari kemudian, Isdianto dinyatakan positid Covid-19 setelah terpapar dari ajudannya.(esa)
batampos.co.id – Muhammad Afif terjatuh ke badan jalan akibat kain gendongan yang melilit tubuhnya tersangkut di ban kendaraan yang dikendarai oleh ayahnya.
Akibat kejadian tersebut tangan kiri bayi berusia satu tahun itu patah. Salah seorang saksi mata, Ade, mengatakan, peristiwa tersebut terjadi di Jalan Engku Putri tidak jauh dari Graha Kepri, Batam Centre.
“Saya lihat gendongannya dilepas dan terlilit ban. Kejadinnya hari Minggu kemarin,” ujarnya, Senin (3/8/2020).
Ia menjelaskan, sang ibu yang diketahui bernama Dewi, mengaku kelelahan dan memilih untuk melepas kain gendongan anaknya tersebut.
Muhammad Afif (berbaring) bersama kedua orang tuanya, Dewi dan Rohman saat menjalni perawatan di pengobatan alternatif di Batu Besar, Nongsa. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id
Kata dia, berdasarkan keterangan Dewi, setelah melepas kain gendongan, Afif lantas didudukan di antara dirinya dan sang suami, Rohman.
Tapi tidak lama kemudian kain gendongan terlilit ban dan menyeret Afif hingga terjatuh di aspal.
“Anaknya jatuh telungkup di aspal wajahnya luka-luka lecet dan memar, terus dahinya juga bengkak dan tangan kirinya patah,” jelasnya.
Ade lantas mengantarkan Afif bersama kedua orang tuanya ke RS Elisabeth Batam Kota untuk mendapatkan penanganan medis.
Setelah dirontgen lanjutnya, dokter menyarankan agar Afif dioperasi. Karena tidak memiliki uang, Afif dibawa kedua orang tuanya ke pengobatan alternatif di Batu Besar.
Mengetahui kedua orang tua Afif yang tidak mampu, Aini, wartawan hmstime.com langsung melakukan pengalangan dana untuk membantu biaya pengobatan.
“Hingga siang tadi dana yang terkumpul Rp 6.950.000 juta dan sudah saya serahkan kepada orang tua Afif,” jelasnya.”(*/esa)
batampos.co.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang (Kanca) Batam Center menyerahkan Grand Prize satu Unit mobil Toyota New Sienta 1,5 V A/T, kepada pemenang undian pada program ‘Panen Hadiah Simpedes (PHS) Periode semester II tahun 2019, Aris Sitorus, Senin (3/8/2020).
Aris terpilih sebagai pemenang Grand Prize PHS yang pengundiannya dilakukan pada Sabtu (18/7/2020) lalu.
Aris yang merupakan nasabah bank BRI unit Sekupang, telah merasakan berbagai kemudahan dalam bertransaksi sejak 12 tahun lalu.
Pria yang bertempat tinggal di Tiban tersebut, datang bersama sang anak beserta keluarganya.
Menurutnya berbagai kemudahan yang di dapat bersama Bank BRI membuat enggak berpindah ke Bank lain.
“Banyak yang bisa dinikmati dari layanan ini, bahkan bisa menjangkau hingga ke pelosok daerah,” ucap Aris.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang (Kanca) Batam Center menyerahkan Grand Prize satu Unit mobil Toyota New Sienta 1,5 V A/T, kepada pemenang undian pada program ‘Panen Hadiah Simpedes (PHS) Periode semester II tahun 2019, Aris Sitorus, Senin (3/8/2020). Foto: Angga/batampos.co.id
Dengan banyak nya kejutan-kejutan besar dan menarik serta kemudahan layanan membuat dirinya juga mengajak masyarakat untuk segara membuka tabungan di Bank BRI.
Apresiasi juga diungkapkan oleh Aris saat, pengurusan hadiah Grand Prize tidak di pungut biaya apapun.
“Bahkan pajak hadiah juga telah dibayar oleh BRI. Semoga bisa semakin maju dan berkembang untuk bank BRI,” ungkapnya.
Pimpinan Bank BRI Cabang Batam Center, I Wayan Mestera, mengungkapkan, bahwa program PHS ini akan rutin diadakan sebanyak dua kali dalam satu tahun.
“Untuk periode selanjutnya kita telah menyiapkan satu unit mobil Toyota Yaris. Serta puluhan kendaraan ruda dua lainnya,” kata Wayan.
Dengan pengundian pariode 1 tahun 2020 akan adakan pada bulan September atau bulan Oktober 2020 mendatang.
Kepala Unit BRI unit Sekupang, Amran Simatupang, juga mengajak masyarakat Batam untuk segara membuka tabungan, tingkatkan saldo dan terus tingkatkan saldonya agar peluang semakin menang semakin besar.
“Program PHS ini kan diadakan dua kali dalam setahun, jadi masih ada kesempatan untuk bisa menang,” kata dia.
Dia juga mengingatkan kepada seluruh nasabah BRI untuk menggunakan aplikasi Brimo, karena banyak fitur dan kemudahan untuk melakukan transaksi.(*)
batampos.co.id – Bangunan Gudang Non SRG di Kabupaten Kepulauan Anambas, telah diresmikan beberapa waktu yang lalu. Namun sampai saat ini gudang itu belum dimanfaatkan oleh pelaku usaha.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah Kabupaten Kepulauan Anambas, Usman mengatakan Gudang Non SRG yang berada di Jalan Tanjung Momong, Kecamatan Siantan, ini sudah dapat difungsikan.
“Mengenai gudang sudah bisa difungsikan, peralatan seperti pallet dan hand pallet juga sudah ada di dalamnya,” sebutnya saat dikonfirmasi Batampos Online, Senin (3/8/2020).
Lanjut dia lagi, tujuan dibangunnya Gudang Non SRG itu untuk menampung sembako pelaku usaha di Kabupaten Kepulauan Anambas. Namun sampai saat ini belum ada orang yang memasukan barang itu ke gudang tersebut.
“Kalau sekarang pelaku usaha masih jauh mutar bawa barang ke gudang,” kata Usman.
Usman mengaku sebelumnya sudah ada anggaran untuk pembangunan pelabuhan di belakang Gudang Non SRG tahun 2020. “Tetapi anggaran itu direfocusing untuk Covid- 19, sehingga belum dapat dibangun tahun ini,” kata Usman.
Sementara itu untuk pembangunan Gudang Non SRG ini bersumber Dana Alokasi Khusus ( DAK). Dibangun tahun 2019 dan menelan anggaran senilai Rp 5 miliar. (fai)