Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10186

Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Tembus 80.094, Suspek 47.859 Orang

0

batampos.co.id – Kasus positif Covid-19 di Indonesia terus bertambah. Selama 24 jam terakhir bertambah 1.522 kasus. Per Rabu (15/7), sudah 80.094 orang terinfeksi Covid-19. Jumlah kasus baru tersebut diperiksa dari 24.871 spesimen. Kini sudah 1.122.339 spesimen yang diperiksa.

Sedangkan sesuai definisi terbaru yang tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan, pasien suspek, yang sebelumnya adalah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP), jumlahnya mencapai 47.859. Tak semuanya berada dalam perawatan rumah sakit. Sebagian berada dalam isolasi mandiri di rumah.

“Secara keseleruhan masih kita lihat kasus masih bertambah. Proses penularan masih ada. Masih ada masyarakat yang rentan tertular,” kata Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Achmad Yurianto, Rabu (15/7).

“Selalu perhatikan protokol kesehatan agar dilaksanakan dengan baik. Jamin kondisi ruang kerja kita juga. Pastikan sirkulasi udara berjalan baik, terjadi dengan aliran udara yang baik,” tambahnya.

Sebaran kasus paling bnayak terdapat di Jawa Tengah dengan 261 positif, 120 sembuh. DKI Jakarta 260 positif, 193 sembuh. Jawa Timur 165 positif, 521 sembuh. Sulawesi Selatan 158 positif, 113 sembuh. Kalimantan Selatan 109 positif, 41 sembuh. Sumatera Utara 99 positif, 41 sembuh. Serta Jawa Barat 75 positif, 140 sembuh.

Ada 17 provinsi melaporkan kasus di bawah 10. Ada 6 provinsi yang melaporkan nol kasus. Kasus meninggal naik 87 angka kematian. Sehingga menjadi 3.797 meninggal.

Pasien sembuh bertambah signifikan. Yakni 1.414 pasien sembuh. Sehingga sudah 39.050 orang sembuh dari Covid-19. Sudah 463 kabupaten kota terdampak Covid-19 dari 34 provinsi.(jpg)

Kasus Malaria Melonjak Ditengah Pandemi Covid-19 di Anambas

0

batampos.co.id – Kasus malaria melonjak di tengah pandemi Covid-19 di Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA). Sebanyak 109 kasus malaria ditemukan sepanjang tahun 2020.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) KKA, Baban Subhan mengatakan dilihat dari laporan per bulan kasus malaria sepanjang tahun 2020, diketahui pada bulan Januari ditemukan sebanyak 21 kasus.

Kemudian Februari ditemukan sebanyak 16 kasus. Ada penurunan kasus dari bulan sebelumnya. Tetapi pada saat masuk bulan Maret ditemukan sebanyak 18 kasus dan April 28 kasus. Kemudian di bulan Mei ditemukan sebanyak 26 kasus.

Wilayah kecamatan di Kabupaten Kepulauan Anambas yang berpotensi terjadinya kasus malaria yaitu kecamatan Palmatak ditemukan kasus malaria sebanyak 66 kasus selama 5 bulan terakhir sepanjang tahun 2020. Kemudian disusul oleh Kecamatan Siantan Tengah ditemukan sebanyak 24 kasus malaria di tahun yang sama.

“Kita tahun kemarin sudah hijau, udah mau rencana eliminasi malaria tahun 2021 ini, tahu-tahu sekarang merah lagi,” kata Baban.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) KKA, Baban Subhan, saat ditemui di ruang kerjanya. Selasa (15/7/2020).
(Foto: Faidillah/batampos.co.id)

Menurut Baban ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya kasus malaria itu. Diantaranya yaitu kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, baik lingkungan dalam rumah maupun di luar rumah. Kemudian kemungkinan faktor pergerakan pembangunan, ada efek kesana dari pengerukan-pengerukan tanah dan genangan air pada saat musim hujan.

“Untuk malaria itu, kita rencananya mau berbicarakan lintas sektor, mungkin kita ngajak PU dan Sekda, Bappeda. Jadi kalau dirembukan itu bisa, namun kalau hanya dinas kesehatan dan desa saja tidak mampu,” kata Baban.

Untuk gorong-gorong kecil atau genangan air kecil itu bisa dengan gotong royong. Namun memasang gorong-gorong yang sudah rusak itu mesti dibicarakan.

“Untuk jangka pendeknya mereka gotong royong, dengan mengasih cairan insektisida ke dalam itu. Karena kemarin ada ditemukan di dalam lagoon jentik-jentiknya,” tuturnya.

Beberapa waktu yang lalu pihaknya juga telah turun ke daerah Piabung, Kecamatan Palmatak, bersama pihak Dinkes Provinsi Kepri.

Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan, Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular, Sudarman mengungkapkan jika kasus malaria positif ditemukan satu orang maka dilakukan penyelidikan epidemiologi.

“Biasanya petugas puskemas itu mendatangi pasien itu di rumah. Kemudian orang di sekitar rumah dilakukan cek kesehatan, diambil sampel darahnya sebagai antisipasi pencegahan penyebaran penyakit malaria,” jelasnya.

Lanjut dia, selama ini puskemas tetap melaksanakan penyemprotan inteksida pada dinding rumah warga. “Indoor Residual Spraying (IRS) penyemprotan inteksida menjelang fase puncak malaria biasanya di bulan Juli. Sampai saat ini puskesmas masih melaksanakan sampai sekarang,” tuturnya. (fai)

Dinas Sosial Pemko Batam Ajukan Audit Kewajaran Harga Pengadaan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Terdampak Covid-19 ke BPKP

0

batampos.co.id – Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsospemas) Kota Batam telah mengajukan audit kewajaran harga terkait pengadaan bantuan sembako untuk masyarakat terdampak corona virus disease (covid-19) ke Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kepulauan Riau.

Kepala Dinsospemas Batam, Hasyimah, mengatakan, apabila dari hasil audit ditemukan kelebihan pembayaran maka penyedia wajib mengembalikan ke Pemko.

Ia menjelaskan, dalam rangka penanganan dampak wabah covid-19, Pemko Batam memberikan bantuan sembako untuk masyarakat terdampak.

“Pagu anggaran yang disediakan untuk kegiatan ini adalah Rp180 miliar. Anggaran tersebut rencananya digunakan untuk dua kali penyaluran ke 284.223 kepala keluarga (KK),” jelasnya, Rabu (15/7/2020).

Perangkat RT/RWmembawa bantuan sembako dari Pemko batam yang diambil dari kantor Lurah
Tanjunguncang, Batuaji, Rabu (22/4/2020) lalu. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

“Jadi rencana awalnya tiap KK terima dua paket yang disalurkan dalam dua tahap. Tapi dengan pertimbangan Pemprov Kepri dan BP Batam melaksanakan kegiatan yang sama, maka Pemko Batam melalui Dinas Sosial memberikan satu tahap pendistribusian saja,” katanya lagi.

Adapun nilai kontrak yang ditandatangani yaitu Rp 74.892.760.500, dengan nilai per paket sembako Rp 263.500.

Isi tiap paketnya yakni 10 kilogram beras, 3 liter minyak goreng, dan 1 dus mie instan. Jumlah tersebut sudah termasuk biaya operasional, pajak-pajak sesuai ketentuan perundang-undangan berlaku, biaya overhead, dan keuntungan penyedia.

“Penentuan penyedia jasa dilakukan dengan penunjukan langsung kepada CV Musi Barelang Jaya,” jelasnya.

Perusahaan tersebut lanjutnya ditunjuk karena penyedia sanggup dan memenuhi syarat pernah menyediakan barang/jasa sejenis di instansi pemerintah.

“Ini sesuai surat edaran LKPP nomor 3 tahun 2020 tentang penjelasan atas pelaksanaan pengadaan barang/jasa dalam rangka penanganan covid-19,” papar Hasyimah.(*/esa)

Begini Kondisi Pasar Seken Taras Setelah Kebakaran Pada April Lalu 

0

batampos.co.id – Kondisi Pasar Seken yang berada di Taman Raya Square atau yang biasa disebut Taras masih sangat sepi.

Bahkan sisa tumpukan barang dagangan pedagang yang terbakar sebagian belum dibersihkan.

beberapa penjual memilih untuk menjajakan dagangannya karena sepinya pembeli ditengah pandemi Covid-19.

Salah seorang pedagang di Pasr Taras, Danang, mengatakan, sejak kebakaran pasar tersebut masih tahap pembangunan yang dimulai di sebelah kanan pasar.

Keadaan pasar seken Taras. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

“Saat ini yang berjualan di pasar seken masih sedikit mas, semenjak kebakaran kemarin”, ujarnya, Rabu (15/7/2020).

Ia juga menyampaikan masyarakat Batam yang mengunjungi pasar tersebut juga tidak terlalu ramai seperti dulu.

“Bisa dikatakan Kondisi sekarang masih sepi, apalagi ekonomi sekarang kan lagi sulit”, jelasnya.

Dari pantauan batampos.co.id, hanya sebagian pedangang barang seken yang membuka usahanya. Saat ini para pedagang yang masih membuka tokonya adalah mereka yang berusaha di dalam ruko di sekitaran Taras.(nto)

Wali Kota Prediksi Perekonomian Kota Batam Pulih di 2021

0

batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, menilai sektor pariwisata mampu mengerakkan perekonomian di daerah tersebut dan memperkirakan perekonomian di daerah tersebut pulih pada 2021 mendatang.

Meski tumbuh melambat akibat pandemi Covid-19, ia optimistis di 2021 sektor pariwisata akan kembali normal.

“Potensi pariwisata akan tumbuh jika wisman (wisatawan mancanegara) membuka akses masuk ke Kota Batam,” kata Rudi, Rabu (15/7/2020).

Ia mengatakan, sektor ini dinilai penting karena mampu menggerakkan perekonomian Batam.

Sebelumnya, Wali Kota Batam sudah menyurati pemerintah Singapura terakit hal tersebut. Ia berharap, dengan semua akses dibuka nantinya sektor pariwisata kembali menggeliat.

Selain sektor pariwisata, kata Rudi, yang memiliki peran penting lainnya yakni industri, konstruksi, dan perdagangan.

Tiga wisatawan saat berswafoto dengan latar belakang Welcome To Batam beberapa waktu lalu. Foto diambil sebelum pandemi Covid-19. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Ia memprediksi semua akan kembali normal di 2021. Dengan semua tumbuh kembali seperti biasa, maka, pertumbuhan ekonomi Kota Batam Tahun 2021 diperkirakan  sebesar 51-55 persen.

“Angka ini meningkat dibandingkan dengan tahun 2020 sebesar 2,4-2,8 persen,” ujarnya.

Dengan perkiraan tumbuhnya ekonomi Batam, maka, inflasi Kota Batam 2021 juga diperkirakan akan meningkat sebesar 3-4 persen dibandingkan tahun 2020 sebesar 1,5 persen.

Peningkatan inflasi ini karena adanya recovery ekonomi, sehingga daya beli masyarakat meningkat dari tahun sebelumnya.

“Selain kita fokus penanganan Covid-19, kita juga berupaya membangkitkan kembali perekonomian Batam,” katanya.

Dengan begitu, kata dia, kesehatan masyarakat tetap terjaga dan pendapatan akan kembali normal.

Ia mengatakan, akibat pandemi ini, tak hanya masyarakat dan pengusaha saja terdampak. Bahkan, pendapatan daerah pun terimbas.(*/esa)

DPR Sebut Banyak RS Nakal Klaim Pasien Meninggal karena Covid-19

0

batampos.co.id – Pimpinan Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Said Abdullah meminta Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto untuk menjelaskan serapan anggaran kesehatan pada program penanganan virus Covid-19. Menurutnya, hal tersebut terkait dengan banyaknya pihak Rumah Sakit (RS) yang menyalahgunakan wewenang terhadap pasiennya.

Sebab, di berbagai daerah banyak pasien di RS yang meninggal bukan karena terpapar Covid-19, namun dinyatakan positif Covid-19. “Tetangga saya yang jaraknya 500 meter dari rumah enggak keluar rumah. Kemudian sakit ke RS, mati, dinyatakan Covid. Ada kenakalannya juga RS untuk urusan itu, enggak Covid dinyatakan Covid,” ujarnya di gedung DPR RI Jakarta, Rabu (15/7).

Said melanjutkan, ternyata penyaluran anggaran ke RS dengan pasien Covid-19 lebih besar dibandingkan dengan pasien penyakit biasa. Sehingga dirinya meminta solusi pemerintah untuk menangani hal tersebut.

“Orang tak Covid dinyatakan Covid. Telisik punya telisik anggaran kalau dinyatakan Covid memang lebih besar. Di Pasuruan, Jami, Ciamis. Ini viral di mana-mana,” tuturnya.

Sebagai informasi, anggaran di sektor kesehatan penanganan Covid-19 sebesar Rp 87,55 triliun. Hingga saat ini baru terserap sebesar 5,12 persen atau sekitar Rp 4,48 triliun.(jpg)

Di Jalan Laksamana Bintan Kerap Terjadi Kecelakaan, Ini Penyebabnya….

0

batampos.co.id – Kecelakaan terjadi ruas Jalan Laksamana Bintan, Sei Panas tepatnya di Simpang Kuda mengarah ke Terowongan Pelita, Rabu (15/7/2020).

Ahmad Frangky, pengendara yang melintas di lokasi, mengatakan, tidak mengetahui pasti apa yang menyebabkan pengendara sepeda motor tersebut terjatuh.

“Saya habis ngantar istri kerja, saat tiba di sini (Jalan Laksamana Bintan,red) bapak itu sudah terkapar di samping kanan jalan dengan kondisi luka-luka dibagian badan dan lengan,” ujarnya.

Sepeda motor korban lanjutnya juga mengalami kerusakan di beberapa bagian.

Menurut Frangky, di Jalan laksamana Bintan, memang kerap terjadi kecelakaan. Dikarenakan badan jalan yang sudah dilebarkan menuju ke Nagoya melalui terowongan pelita kerap membingungkan pengendara.

Ruas jalan Laksamana Bintan, Sei Panas, Kota Batam kerap membingungkan para pengendara. Hal ini disebabkan setelah dilebarkan ruas jalan yang mengarah ke Nagoya terbelah menjadi dua. Foto; Dhiyanto/batampso.co.id

“Sering terjadi pada sore hari mas. Banyak bersenggolan pengendara roda dua dan empat. Karena jalan mengarah ke pelita ini sedikit membingungkan,” paparnya.

Korban yang ditanyai batampos.co.id, mengaku bernama Warman dan menetap di Bengkong Kolam.

“Saya mau TOP 100 Jodoh. Saya tidak ingat persis (kecelakaan, red) pak. Tiba-tiba seperti ada yang menyenggol bodi belakang motor saya dan saya langsung menabrak trotoar,” jelasnya.

Pantauan batampos.co.id di lokasi sejak dilebarkan ruas Jalan Laksamana Bintan dari Simpang BNI menuju Pelita belum ada penambahan rambu-rambu lalu lintas.

Badan jalan yang dilebarkan juga sangat membahayakan bagi para pengendara. Karena badan jalan di satu jalur tersebut yang menuju arah Nagoya, terbelah dua.

Bahkan setelah dilebarkan, ruas jalan tersebut masih kerap terjadi kemacetan terutama pada pagi dan sore hari.(nto)

Sekarang Bisa Ajukan Pembuatan SIM Internasional dari Rumah

0

batampos.co.id – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri meluncurkan program baru pelayanan pembuatan SIM Internasional. Kali ini, pemohon pembuatan dan perpanjangan layanan tersebut tidak perlu lagi mendatangi kantor Satpas. Seluruh prosesnya bisa dilakukan dari rumah.

“Masyarakat yang memohon SIM Imternasional cukup dengan aplikasi, daftar sampai rumah. Nanti ada mekanismenya yang udah diatur langsung diterima oleh masyarakat,” kata Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono di gedung NTMC Polri, Jakarta Timur, Rabu (15/7).

Istiono menuturkan, program ini dibuat sebagai terobosan baru imbas dari pandemi Covid-19. Melalui cara ini, diharapkan kerumunan saat pembuatan maupun perpanjangan SIM bisa dihindari.

Melalui sistem ini, pemohon hanya perlu mengakses aplikasi pembuatan SIM Internasional. Kemudian mengisi data secara lengkap. Apabila data dinyatakan lengkap, maka keesokan harinya SIM Internasional akan langsung diantar ke alamat pemohon. “Hari ini daftar dipastikan oke, besok langsung diantar,” jelasnya.

Korlantas sendiri telah menggandeng bank BRI, Kantor Pos, dan Gojek sebagai mitra kerja. Gojek digunakan untuk pengiriman disekitar Jakarta. Sedangkan Pos untuk pengiriman luar daerah. Adapun biaya yang dibebankan untuk pembuatan SIM Internasional yakni Rp 250 ribu, sedangkan untuk perpanjangan Rp 225 ribu.

Istiono menyampaikan, untuk saat ini, sistem tersebut baru berlaku untuk SIM Internasional. Sedangkan pemohon SIM nasional masih diharuskan mendatangi kantor Satpas.

Kendati demikian, Korlantas telah mewacanakan SIM nasional juga akan menerapkan sistem serupa. Saat ini pengkajian mendalam tengah dilakukan. “Jangan sampai kita buru-buru juga tapi tidak bisa menghasilkan upaya-upaya pelayanan yang maksimal, percuma juga,” pungkas Istiono.(jpg)

Tahun Ini Pembangunan Pelintas Air di Batam Rampung

0

batampos.co.id – Pembangunan pelintas air di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau diperkirakan selesai pada akhir tahun 2020.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM SDA) Kota Batam Yumasnur, mengatakan, ada enam pelintas air yang pengerjaannya sudah memasuki tahap akhir.

“Alhamdulilah pengerjaan pelintas air lancar dan bahkan cepat, batas akhir kan Desember sekarang malah sudah mau finishing,” ujarnya, Selasa (14/7/2020).

Adapun titik pelintas air tersebut yakni di dekat Simpang Panbil, di sekitar Simpang Tobing Batuaji, dekat Taman Makam Pahlawan Batuaji, Putri Tujuh Sagulung, serta dua pelintas air di Jalan Lintas Barelang.

“Secara prinsip pusat akan tetap membantu, komunikasi akan tetap kami lakukan,” jelasnya.(*/esa)

Pria 41 Tahun Nikahi Anak 12 Tahun

0

batampos.co.id – Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Banyuwangi menetapkan NW, 41, tersangka dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur, Selasa (14/7).

Pria yang disebut-sebut bekerja di lembaga masyarakat desa hutan (LMDH) tersebut dilaporkan telah menyetubuhi S, 12, lewat pernikahan siri. Selama ini korban tinggal bersama ibu angkatnya yang tak lain adalah teman akrab tersangka.

”Kasus ini terungkap atas laporan orang tua korban ke kepolisian mengenai adanya dugaan pencabulan dan persetubuhan terhadap anak yang masih di bawah umur yang dilakukan tersangka,” ujar Kasatreskrim Polresta Banyuwangi AKP M. Solikhin Ferry.

Dari hasil penyelidikan, sejak lahir korban dirawat ibu angkatnya yang telah berstatus janda dan tinggal lain desa dengan orang tua kandung korban. Sementara itu, ibu angkat korban merupakan kakak dari bapak kandung S.

Solikhin menjelaskan, orang tua korban mengaku tidak berkomunikasi dengan S sejak diasuh ibu angkatnya. Hingga pada pertengahan Juli, orang tua kandung S mendapat kabar bahwa anaknya telah dinikahi tersangka. Lantaran tidak terima, mereka melapor ke pihak kepolisian.

”Kami telah memeriksa beberapa orang saksi dalam kasus ini. Dan pelaku NW kami tetapkan sebagai tersangka,” jelas Ferry.(jpg)