Rabu, 15 April 2026
Beranda blog Halaman 10205

Legislator Muda Ini Yakin Kartu Prakerja Bisa Kurangi Pengangguran

0

batampos.co.id – Politikus muda dari Partai Golkar Dyah Roro Esti mendukung dilanjutkannya Program Kartu Prakerja. Meskipun, sudah sangat banyak kalangan menilai proyek itu berpotensi merugikan keuangan negara hingga puluhan triliun rupiah dan sangat tidak efektif.

Namun, menurut Dyah yang juga merupakan anggota Komisi VII DPR RI itu, program kartu Prakerja adalah upaya pemerintah membuat kebijakan untuk menekan angka pengangguran di masa pandemi Covid-19 lewat pelatihan online.

“Program ini dapat menstimulasi angkatan kerja yang kehilangan pekerjaan dan fresh-graduate yang siap bekerja untuk mendapat pelatihan dan pengembangan diri. Tentu ini sangat efektif untuk menekan angka pengangguran,” kata Dyah dalam keterangan tertulisnya, Minggu (17/5).

Putri dari legislator yang politikus senior Golkar Satya Widya Yudha itu menjabarkan, ancaman semakin tingginya tingkat pengangguran akibat pandemi Covid-19 berdasar data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Mei 2020 ini, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia per Februari 2020 sebesar 4,99 persen dari total jumlah angkatan kerja sebanyak 137,91 juta orang.

Kondisi ini mengalami peningkatan yang sangat signifikan akibat pandemi Covid-19. Pada minggu ketiga bulan April, ujarnya, laporan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) mencatat jumlah pengangguran telah mencapai lebih dari 10 juta orang. Atau sekitar 7,25 persen dari jumlah angkatan kerja.

“Peningkatannya sebesar 2,26 persen atau sekitar 3,11 juta orang karena adanya Covid-19 ini,” kata Dyah Roro.

Karena itu, Dyah menekankan pentingnya dukungan atas upaya-upaya pemerintah dalam melakukan percepatan realisasi Program Kartu Prakerja.

“Pemerintah dituntut untuk bergerak cepat dalam mengantisipasi lonjakan angka pengangguran yang diakibatkan oleh PHK selama masa pandemi Covid-19 ini,” katanya.

Sebagaimana diketahui, melalui Program Kartu Prakerja, para penerima program akan mendapatkan pembekalan diri dan pelatihan vokasi. Yakni, berupa skilling, upskilling, dan reskilling guna mengembangkan kompetensi kerja masing-masing peserta.

Skilling menargetkan para pengangguran yang termasuk dalam kelompok fresh graduate atau pencari kerja baru yang membutuhkan pembekalan skill. Upskilling dan reskilling ditargetkan untuk para pengangguran korban PHK yang ingin meningkatkan skill yang telah dimiliki atau menambah skill baru.

“Dengan adanya Kartu Prakerja, penduduk usia produktif diarahkan untuk lebih cepat siap menyongsong profesi yang akan digelutinya di masa depan. Besarnya jumlah usia produktif di Indonesia memang perlu dipersiapkan secara kualitas pula,” pungkasnya. (jpg)

4.129 Orang Sembuh dari Covid-19

0

batampos.co.id – Meski jumlah kasus positif Covid-19 di tanah air terus bertambah setiap hari, namun para tim medis terus berjuang menyembuhkan pasien. Selama beberapa pekan terakhir angka pasien sembuh terus bertambah sebanyak 200-an orang setiap hari.

Pada Minggu (17/5), sebanyak 218 pasien dinyatakan sembuh. Sehingga total pasien sembuh menjadi 4.129 orang.

Sedangkan angka pertambahan kasus positif juga masih terus bertambah setiap hari. Sebanyak 489 orang dinyatakan positif. Sehingga totalnya saat ini menjadi 17.514 kasus positif. Semua kasus tersebar di 387 kabupaten kota.

“Ini gambaran sangat tegas bisa kita lihat kasus penambahan kasus baru masih terus terjadi. Maka kasus positif sebagai pembawa virus masih ada di tengah kita,” kata Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers, Minggu (17/5).

Sudah ada 187.965 spesimen yang diperiksa dengan dua metode yakni Tes Cepat Molekuler (TCM) dan real tome PCR. Sudah lebih dari 10 mesin TCM yang beroperasi memeriksa 980 spesimen. Total orang yang sudah diuji yakni sebanyak 140.473 orang.

Angka kematian bertambah 59 orang sehingga menjadi 1.148 kasus kematian. Akumulasi data Orang Dalam Pemantauan (ODP) yakni sebanyak 270.876 dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 35.800 orang.

Yurianto terus mengingatkan agar masyarakat membiasakan diri dengan budaya baru seperti mencuci tangan dan memakai masker. Sebab Orang Tanpa Gejala (OTG) tak pernah terlihat kasat mata.

“Jangan menyentuh mata, hidung, dan mulut karena mempercepat proses penularan. Gunakan masker saat ke luar rumah. Budayakan mulai sekarang bisa jaga jarak fisik 1 meter dengan orang lain,” jelasnya.

Selain itu dia kembali meminta agar masyarakat tidak mudik. Sekalipun itu dilakukan secara lokal atau mudik di dalam kota yang dekat.

“Kalau bisa jadi kebiasaan baru, ini akan jadi budaya yang prositif. Bukan hanya mencegah Covid-19 tapi juga penyakit lain. Jangan bepergian, jangan mudik meskipun hanya di dalam kota,” tegasnya.(jpg)

Soerya Respationo Sambangi Suku Laut

0

batampos.co.id – Masyarakat suku laut Panglong Berakit, Kabupaten Bintan, bersukacita menyambut kedatangan tim Ketua DPD PDI Perjuangan Kepri, Soerya Respationo di desanya, Sabtu (16/5/2020).

Senyum mereka terus terkembang saat melihat kehadiran tim Soerya Respationo.

Rahmat salah satu warga, mengatakan, ia bersama warga lainnya sangat gembira dan berterimakasih atas aksi simpati dari tim Soerya REspationo.

“Semua warga desa sangat senang, Alhamdulillah kami sangat terbantu dengan sembako ini. Kami doakan semoga Allah membalas segala kebaikan pak Soerya dan timnya semua dengan pahala yang berlipat ganda,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Sebagai bapak wong cilik Soerya Respatino dikenal dekat dengan masyarakat. Bahkan dalam dua bulan terakhir, Soerya selalu fokus mendengar jeritan warga di tengah pandemi Covid-19.

Tim Soerya saat bersama masyarakat suku laut Panglong Berakit, Kabupaten Bintan. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id

Soerya bersama timnya terus bergerak menyalurkan bantuan-bantuan ke rumah-rumah warga.

Sampai saat ini sudah ribuan paket sembako, masker dan hand sanitizer dibagikannya ke warga.

Baik di Batam, Tanjungpinang, Bintan, maupun kepada elemen-elemen dan panti-panti sosial yang ada.

Seiring dengan instruksi Ketua Umum DPP PDI-Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, saat ini lebih fokus untuk menyapa masyarakat dengan apa yang bisa dilakukan untuk warga.

“Lebih baik fokus dulu untuk membantu kesulitan-kesulitan yang dirasakan masyarakat saat ini. Lupakan dulu pilkada, kita bergotong-royong mari bantu warga,” katanya.

Ia menjelaskan, meringankan beban hidup dan memberi kebahagiaan kepada sesama adalah wujud kepedulian yang harus dikembangkan.

“Terlebih di bulan suci Ramadan yang penuh keberkahan. Semoga kita bisa saling menguatkan untuk tidak berputus asa dengan keadaan. Spirit kebersamaan dan semangat tolong-menolong ini harus menjadi karakter bangsa,” harapnya.

Soerya juga siap bergandengan tangan bersama-sama, bergotong royong dalam menanggapi situasi yang cukup sulit saat ini.

Ia mengajak semua pihak tetap optimis Covid-19 pasti berlalu. Selain itu Soerya juga berpesan kepada warga agar terus meningkatkan kedisiplinan diri dan lingkungan dalam melaksanakan anjuran serta imbauan pemerintah dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Jaga kesehatan, selalu menggunakan masker dimanapun berada dan beraktifitas,” katanya.(iwa)

Jangan Tumbang di Bawah Tekanan

0

Berlian adalah secuil arang yang mampu bertahan dengan baik di bawah tekanan. (Henry Kissinger)

Tahun 2014 silam Tag Heuer meluncurkan slogan barunya. “Don’t Crack Under Pressure”. Jangan retak di bawah tekanan. Slogan ini bukan hanya sekedar kata-kata. Namun bagian dari tekad perusahaan yang tidak mudah hancur, meskipun sedang di bawah tekanan yang besar.

Tag Heuer adalah bagian dari konglomerasi besar Louis Vuitton Moët Hennessy (LVMH) yang telah berdiri sejak tahun 1987. LVMH sendiri bukan perusahaan sembarangan. Dia dikenal sebagai produsen barang-barang mewah.

LVMH mengendalikan sekitar 60 anak perusahaan yang masing-masing mengelola merek bergengsi. Ada sekitar 75 merek dagang terkenal yang bernaung di bawah perusahaan yang bermarkas di Paris, Prancis ini. Tag Heuer, Hublot, Bvlgari, Louis Vuitton, Christian Dior, Hermes, Gucci, Chanel, Kenzo, Givenchy, Rimowa hanya sebagian kecil diantaranya. Saya yakin anda salah satu penggunanya atau malah fans berat.

Namun saat ini kelompok LVMH sedang mengalami tekanan luar biasa. Pandemi Covid-19 yang sedang merajalela membuat saham perusahaan anjlok 19 persen. Berdasarkan laporan Bloomberg Billionaires Index, pemilik LVMH, Bernard Arnault adalah miliarder yang paling dirugikan.

Anda tahu berapa kekayaannya yang hilang?

Sekitar USD 30 miliar dollar, atau menyentuh angka Rp 500 triliun. Itu sama saja dengan 23 persen dari target pendapatan Indonesia tahun 2020 yang dicanangkan mencapai Rp 2.233,2 Triliun. Wow!

Angka yang sangat Fantastis kan? Bagaimana jika perusahaan Anda yang kehilangan uang sebanyak itu? Stress berat?

Layaknya slogan Tag Heuer “ don’t crack under pressure”, ini merupakan tekanan luar biasa. Namun Bernard Arnault, sang CEO itu bukan pria cengeng yang hanya bisa meratapi lenyapnya Rp 500 triliun karena pandemi Covid-19. Dia dikenal sebagai pengusaha ulung yang seringkali berhasil keluar dari tekanan.

LVMH tidak berdiri sendirian. Banyak perusahaan yang juga mengalami hal yang sama di tengah badai Covid-19 yang belum juga reda. Majalah Forbes mencatat, bahwa Covid-19 telah menggerus Rp 11,2 Kuadriliun kekayaan para miliarder dunia.

Siapa saja yang kena imbasnya?

Semua kena imbas. Jeff Bezos, Bill Gates, Jack Ma, siapa saja. Bahkan investor paling sukses sepanjang masa, Warren Buffet, harus menjual seluruh sahamnya di 4 perusahaan penerbangan paling besar di AS.

Bagaimana di dalam negeri?

Tekanan yang berat juga dialami oleh berbagai perusahaan di dalam negeri. Menurut laporan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), ada sekitar 1.700 hotel berpotensi tutup akibat Pandemi Covid-19.

Tapi, ketika di bawah tekanan seperti inilah kualitas sebuah perusahaan diuji. Sebuah perusahaan atau orang akan menunjukan jati dirinya , menunjukkan kelasnya. Arang atau Berlian!

Perusahaan yang mapan tak akan tumbang akibat tekanan. Mereka mampu mencari solusi  untuk keluar dan membuktikan diri sebagai perusahaan unggul. Sebaliknya, perusahaan kaleng-kaleng akan langsung menyerah begitu mendapat tekanan, dan akan menyalahkan keadaan. Alias cari kambing hitam.

Walaupun telah menjadi benchmark perusahaan air bersih terbaik di Indonesia, ATB juga sering sekali berhadapan dengan tekanan hebat.

Salah satunya terjadi ketika ATB tak mendapat penyesuaian tarif air bersih selama 10 tahun terakhir. Padahal, hampir semua komponen yang mendukung produksi, distribusi dan pelayanan terus mengalami kenaikan dalam 10 tahun terakhir.

Kalau dihitung-hitung, akumulasi Inflasi Indonesia sejak tahun 2010 hinggga 2019 saja sudah mencapai lebih dari 47% persen. Dengan inflasi setinggi itu, harga apa sih yang gak turut terkerek naik?

Barang yang dulu ditahun 2010 berharga 1 juta rupiah saat ini tahun 2020 harganya telah menjadi 1.6 juta. Artinya duit kita hanya memiliki kemampuan membeli senilai 62% dibandingkan kemampuannya membeli saat tahun 2010.

Bahan kimia yang digunakan dalam proses pengolahan air bersih misalnya, sudah naik antara 60 sampai 100 persen dalam 10 tahun ini. Kami tak mungkin mereduksi penggunaan bahan kimia, karena ini merupakan komponen utama dalam proses penjernihan air.

Selain itu,gaji karyawan juga mengalami lonjakan yang sangat hebat dalam 10 tahun terakhir. Tahun 2010 silam, UMK Batam adalah Rp 1.110.000. Sementara tahun 2020 ini, UMK Batam sudah menyentuh angka Rp 4,13 juta. Naik hampir 4 kali lipat.

Sementara itu, ATB tak pernah memberikan upah di bawah UMK Batam. Kami selalu berupaya memberikan gaji yang terbaik. Karena ATB adalah perusahaan yang berkomitmen untuk memandang karyawan sebagai aset yang berharga, bukan sebagai biaya. Selama ini ATB satu – satunya perusahaan yang ngga pernah complaint tentang UMK.

Apa lagi?

Tarif listrik juga terus mengalami kenaikan dalam 10 tahun terakhir. Padahal, biaya energi mengambil porsi antara 40-50 persen dari total biaya produksi.

Masih banyak komponen-komponen biaya yang juga mengalami kenaikan dalam 10 tahun terakhir. Tak perlu saya jabarkan satu persatu, karena akan sangat panjang.

ATB bukan perusahan kaleng – kaleng. Yang kalau tak mendapat penyesuaian tarif, lalu menurunkan kualitas layanan, sambil mengancam akan menghentikan layanan. Tidak, kami tidak seperti itu. Padahal penyesuaian tarif itu adalah bagian dari perjanjian konsesi yang harusnya kami dapatkan.

ATB memilih untuk mencari jalan keluar dari tekanan tersebut, tanpa harus mengurangi kualitas pelayanannya. Alih-alih berkurang, kualitas pelayanan malah semakin baik. Itu komitmen yang kami pegang.

Pada saat yang sama saat Batam tidak memiliki air baku yang cukup.

Tahun 2014 saja kami sudah menggunakan air hingga 99 juta meter kubik, sementara air yang tersedia hanya 100 juta meter kubik. Pelanggan telah naik dari 227 ribu tahun 2014 menjadi 290 ribu di tahun 2019. Sementara cadangan air baku tetap 100 juta kubik hingga saat ini. Seharusnya kita sudah kekurangan air sejak tahun 2015 yang lalu.

Kita semua beruntung.  ATB sangat bisa diandalkan. Buktinya hingga saat ini kita masih bisa menikmati layanan air dengan baik. Saya yakin tidak semua sadar akan kondisi ini.

Di tengah tekanan itu, Teknologi Smart Water Management System kami terapkan secara konsisten, dan secara kontinyu kami kembangkan. Hasilnya ATB bukan malah terpuruk di bawah tekanan, tapi justru menjadi perusahaan pengelola air bersih paling profesional dan efisien di Indonesia.

Kami tidak mengorbankan pelayanan pelanggan karena ada tekanan. Tapi kami memilih untuk jadi lebih profesional dan efisien untuk dapat keluar dari tekanan tersebut. Pilihan ini, belum tentu mampu dijalankan oleh perusahaan air bersih yang lain.

Sekarang, Batam mendapat manfaat yang sangat besar. Tarif air bersih di kota ini termasuk yang paling murah di Indonesia. Bahkan lebih rendah dari kota-kota besar seperti Jakarta, Medan, Banjarmasin dan kota lainnya. Dan lebih rendah bila dibandingkan dengan tarif di tahun 1995!

Namun dengan harga yang sangat murah itu, penduduk Batam bahkan mendapat pelayanan air bersih yang paling baik. Dengan coverage area mencapai 99,5 persen, kebocoran hanya 14 persen, dan kontinyuitas air bersih 23,7 jam perhari.

Tahun ini ATB akan menyerahkan kontrak konsesi pengelolaan air bersih kepada BP Batam dalam kondisi yang sangat Excelent. Dari ATB tak terganti, yang masih menyandang predikat perusahaan terbaik di Indonesia. Perusahaan profesional yang mampu keluar dari tekanan.

Mampukah perusahaan berkelas Berlian ini bertahan dibawah tekanan? Atau menyerah menjadi Arang dikemudian hari?

Mari kita pikirkan. Salam Kopi Benny. (*)

Tren Pertambahan Kasus Covid-19 Mendatar, Dampak Ekonomi Memuncak

0

batampos.co.id – Kebijakan work from home (WFH) bisa mulai dilonggarkan. Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menyebutkan, bekerja di luar rumah bisa dilakukan, tapi tidak untuk semua pekerja maupun jenis pekerjaan. Tetap ada golongan yang masih harus terus berada di rumah.

Dalam paparannya kemarin (16/5), pendiri LSI Denny J.A. mengatakan, tren pertambahan kasus terlihat mulai mendatar. Sebaliknya, dampak negatif pandemi terhadap ekonomi justru makin memuncak. Itu terlihat pada jumlah penganggur yang meningkat dan turunnya laju pertumbuhan ekonomi nasional.

Karena itu, syarat untuk bisa kembali bekerja di luar relatif sudah terpenuhi. ’’Namun, tak bisa dilakukan secara serentak dan harus dilaksanakan secara bertahap,’’ terang dia. Sebab, grafik kasus setiap wilayah berbeda-beda setelah PSBB diberlakukan.

Menurut Denny, untuk saat ini baru lima daerah yang sudah layak memulai kembali aktivitas ekonomi di luar rumah. Yakni, empat daerah yang evaluasi PSBB-nya masuk kategori B atau baik yang meliputi DKI Jakarta, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Bandung Barat.

Satu wilayah lagi yang layak adalah Provinsi Bali. ’’(Bali) wilayah yang tidak memberlakukan PSBB, tapi tren kasus hariannya menurun,’’ lanjut Denny. Di luar itu, belum saatnya memulai kembali aktivitas ekonomi di luar rumah.

Meski demikian, tidak semua orang di wilayah tersebut bisa begitu saja keluar rumah untuk bekerja. Hanya mereka yang berusia 45 tahun ke bawah dan tidak memiliki penyakit komorbid seperti jantung, hipertensi, paru-paru, atau diabetes yang boleh keluar. Selebihnya, mereka yang berusia di atas 45 tahun atau memiliki penyakit komorbid harus tetap berada di rumah. (jpg)

Warga Singapura Dilarang Silaturahmi Saat Lebaran

0

batampos.co.id – Singapura masih memberlakukan kebijakan semi lockdown atau pemutus sirkuit (circuit breaker) selama pandemi Covid-19. Karena itu, warga Muslim pun dilarang agar tidak mengadakan kunjungan silaturahmi selama perayaan Idul Fitri tahun ini. Masyarakat diminta bersilaturahmi dengan keluarga hanya lewat gadget dan media sosial.

“Seharusnya tidak ada kunjungan atau pertemuan Hari Raya selama periode pemutus sirkuit tahun ini, dan para peziarah Singapura harus menunda ziarah haji tahunan ke Makkah hingga 2021, mengingat pandemi Covid-19,” tegas Dewan Agama Islam dari Singapura (Muis) pada Jumat (15/5).

Umat ​​Islam akan merayakan Hari Raya Idul Fitri pekan depan. Menjelang Hari Raya, masyarakat di Singapura boleh melafalkan takbir di rumah mereka sendiri bersama dengan anggota keluarga, yang dipimpin oleh Mufti dan berbagai asatizah (guru agama) melalui YouTube Live dan Facebook Live di halaman Muis dan masjid seperti dilansir dari Straits Times, Minggu (17/5).

Dan, tak seperti tahun-tahun biasanya, Lebaran kali ini umat Islam di Singapura akan merayakan Lebaran di rumah mereka dengan anggota keluarga dari rumah tangga yang sama. Semua tempat ibadah termasuk 70 masjid di Singapura tetap ditutup.

Tahun ini, mereka dapat bergabung dalam takbir langsung melalui stasiun radio atau online melalui halaman Facebook masjid lokal. Setelah salat tradisional di rumah, maka ceramah akan disiarkan melalui radio, dan berbagai saluran online.

Langkah-langkah pemutus sirkuit untuk mengekang penyebaran virus Korona mulai berlaku di Singapura pada 7 April. Tindakan itu akan berlangsung hingga 4 Mei, tetapi kemudian diperpanjang sebulan hingga 1 Juni. Lebih dari 26 ribu orang di Singapura telah terinfeksi Coronavirus sejauh ini, mayoritas dari mereka adalah pekerja asing yang tinggal di asrama.

“Muslim harus mematuhi pembatasan nasional pada pertemuan di ruang publik dan pribadi, dan karena itu menahan diri dari kunjungan tradisional Hari Raya dan pertemuan di seluruh rumah tangga. Orang keluar untuk membeli yang memang penting, harus dilakukan secara individual dan menjaga perjalanan mereka sesingkat mungkin,” tegas pernyataan Muis.

“Kunjungan kepada orang-orang yang dicintai di rumah tangga yang berbeda, terutama anggota keluarga lanjut usia, harus ditunda sampai pembatasan kunjungan dicabut,” tegasnya.

Muis menambahkan teknologi telah memberi banyak kesempatan untuk secara kreatif menggunakan alat telekonferensi dan aplikasi seluler untuk memenuhi kewajiban agama. Dan bahkan bisa melakukan kunjungan Hari Raya ‘virtual’ kepada orang-orang yang dicintai, untuk menjaga ikatan dan tradisi tetap hidup.

“Ini akan menjadi musim spesial Hari Raya yang mengharuskan kita semua untuk tetap waspada, ulet dan bersatu. Kita harus mengambil pandangan serius terhadap ancaman Covid-19, menjalankan tanggung jawab sosial, dan menjaga orang-orang yang kita cintai dan masyarakat Singapura yang lebih besar tetap aman,” katanya.

Menteri yang bertanggung jawab atas Urusan Muslim Masagos Zulkifli mengatakan pada konferensi pers Jumat (15/5) bahwa pihak berwenang sedang mempertimbangkan apakah pembatasan kunjungan yang merupakan kebiasaan hingga satu bulan setelah Hari Raya akan dilonggarkan setelah 1 Juni. Tentunya dengan memastikan aturan jarak sosial tidak dilanggar.

“Sebab jika tak patuh, Anda akan menyebarkan virus ke orang yang Anda cintai dan orang tua, yang sangat rentan dan dapat menyerah pada penyakit,” tegas Masagos.(jpg)

Ditengah Pandemi Covid-19, Soerya: Teruslah Berbagi, Lupakan Dulu Pilkada Kepri

0

batampos.co.id – Keua DPD PDI Perjuangan Soerya Respationo terus berkeliling untuk membantu masyarakat ditengah pandemi Covid-19.

Mulai dari penyemprotan disinfektan, masker, hand sanitizer dan sembako ke berbagai wilayah di Kepulauan Riau. Hingga Jumat (15/5/2020) sudah 69 titik yang didatangi Soerya Respationo.

“Setiap saya bertemu masyarakat, saya merasa terharu. Saya senang kalau warga yang saya jumpai, meski harus jaga jarak, merasa gembira dan diperhatikan. Sekali lagi, meski nilainya kecil dan tidak seberapa, yang penting niatnya berbagi dan ikhlas,’’ kata Soerya Respationo, kemarin.

Ketua PDI Perjuangan Kepri itu, memonitor perkembangan penyebaran wabah Covid-19 dan memerintahkan seluruh fungsionaris dan kader partai turun tangan.

Sasarannya, antara lain, pengojek, buruh bangunan, juru parkir, penggali kubur, anak asrama mahasiswa, Satpam, petugas kebersihan, supir taksi bandara, petani sayur, guru mengaji, marbot masjid dan wartawan.

Pengurus DPD PDI Perjuangan Kepri saat berbagi dengan anggota Yayasan True Love. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id

Kemarin, Soerya Respationo bersama srikandi dan pemberdayaan anak dan perempuan PDIP Batam, kelompok pengajian Humaira dan majelis taklim Nurul Jannah, memberikan bantuan sembako untuk guru mengaji, imam masjid dan ustad.

Sebelumnya, bantuan diberikan kepada panti jompo True Love.

“Insya Allah, kami akan terus berbagi. Apalagi menjelang Idul Fitri. Semoga bantuan ini dapat meringankan mereka yang beraktivitas di bidang keagamaan,” kata Soerya.

Soerya berharap dan berdoa, semoga Idul Fitri sebagai hari kemenangan umat Islam, juga merupakan kemenangan melawan wabah Covid-19 yang melanda dunia.

Soerya menegaskan, dampak wabah Covid-19 ini sungguh luar biasa. Sehingga, lebih baik memikirkan kesehatan dan keselamatan masyarakat daripada memikirkan Pilkada Kepri.

“Jauh lebih penting memikirkan nasib rakyat saat pandemi Covid-19 ini. Mari kita bahu-membahu, saling membantu sesama kita,’’ ujarnya.

Kepada warga yang ditemuinya, Soerya berpesan agar juga memperhatikan tetangga sebelah rumah, komplek tempat tinggal masing-masing.

Tujuannya, selain terus berkomunikasi sesama warga, sehingga bisa mengetahui kondisi mereka, juga meningkatkan kepedulian dan solidaritas sesama warga.(iwa)

Waspada, Pertambahan Kasus Covid-19 Masih Memungkinkan dari Beberapa Cluster

0

batampos.co.id – Saat ini ada beberapa cluster di Batam, yang berpotensi pertumbuhan kasus Covid-19. Yang paling besar adalah cluster Bengkong dan Sekupang.

Hal ini disampaikan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR), Sabtu (16/5/2020).

“Sesuai dengan hasil penyelidikan epidemiologi yang dilakukan terhadap seluruh cluster terkonfirmasi positif Covid-19, diperoleh kesimpulan sementara bahwa masih mungkin terjadi pertumbuhan kasus Covid-19 yang berkaitan dengan berbagai cluster yang ada ataupun kasus baru yang terjadi dari transmisi lokal,” kata dia.

Hal ini, lanjut HMR, mengingat masih banyak ditemui masyarakat yang belum sepenuhnya mematuhi protokol kesehatan dan imbauan pemerintah guna menekan laju pertumbuhan kasus Covid-19.

Analisa ini muncul dari kembali munculnya satu (1) kasus positif Covid-19 yang memiliki riwayat kontak dengan pasien nomor 32, WNA yang telah meninggal dunia.

“Pasein kasus ini merupakan 1 anak perempuan asal Batam yakni ZL berusia 3,8 tahun,” ungkapnya.

Anak tersebut tinggal di Kompleks Masjid kawasan Seiharapan, Sekupang. Pasien merupakan kasus baru Covid-19 nomor 54 Kota Batam, yang merupakan anak kandung dari kasus terkonfirmasi positif nomor 45.

“Jadi ini hasil penelusuran dari kasus 32, Jemaah Tabligh asal India,” kata dia.

Sebelumnya, pada tanggal 5 Mei 2020 yang bersangkutan bersama ibu dan enam orang saudara kandungnya dilakukan pemeriksaan RDT dengan hasil dinyatakan nonreaktif.

Setelah ayahnya dinyatakan terkonfirmasi positif, pada tanggal 14 Mei 2020 yang bersangkutan bersama ibu dan enam orang saudara kandungnya dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya diterima pada hari ini dan dinyatakan positif.

“Sedangkan hasil pemeriksaan swab ibu dan seluruh saudara kandungnya yang lain dinyatakan terkonfirmasi negatif,” ujarnya.

Sejauh ini, kata suami Hj Marlin Agustina (HMA) tersebut, kondisi yang bersangkutan dan keluarganya dalam keadaan stabil dan tidak merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti.

Hingga saat ini, pasien masih melakukan karantina mandiri di rumahnya dan dalam pengawasan dan pemantauan oleh Tim Penanganan Covid-19 Puskesmas Sekupang Batam.

Dalam rangka tindak lanjut penyelidikan epidemiologi (PE) terhadap kasus ini, ibu beserta anak-anak tersebut oleh Tim Penanganan Covid-19 Puskesmas Sekupang telah dijadwalkan kembali untuk dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan dalam waktu dekat.

Untuk itu, Walikota Batam ini mengingatkan dan mengimbau kembali kepada seluruh masyarakat Kota Batam untuk kemaslahatan bersama agar mematuhi anjuran pemerintah untuk malakukan jaga jarak, senantiasa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

“Kemudian, tetap di rumah saja dan mengenakan masker jika terpaksa harus ke luar rumah serta selalu menjaga kesehatan dengan makan makanan seimbang, berolahraga secara teratur dan istirahat yang cukup,” kata dia. (*/uma)

Miris! Prank Kardus Sepatu Berisi Mayat Bayi

0

batampos.co.id – Seorang warga Jakarta Timur menjadi korban prank diberi kardus sepatu berisi mayat bayi. Peristiwa ini terjadi pada Jumat (15/5) sekitar pukul 22.45 WIB di Terowongan Ceger Jalan Raya Hankam RT 1/2 Kelurahan Ceger, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

“Telah menerima laporan dari warga tentang penemuan mayat bayi laki-laki,” kata Wakapoles Metro Jakarta Timur AKBP Steven Tamuntuan saat dikonfirmasi, Sabtu (16/5).

Kasus ini bermula saat seorang perempuan berinisial FL menghentikan sepeda motornya di lokasi kejadian dengan maksud memakai earphone. Mendadak, FL didatangi oleh dua orang yang berboncengan sepeda motor.

“Lalu (pelaku) memberikan bungkus sepatu warna merah merk Vans dibungkus plastik warna merah sambil mengatakan ‘mbak, ini sepatu’. Setelah diterima oleh saksi kedua pelaku tersebut pergi ke arah Jalan Raya Hankam,” ucap Steven.

Saat itu FL tidak memperhatikan nomor polisi kendaraan pelaku. Dia hanya melihat motor yang digunakan jenis matic warga hitam. Kedua pelaku juga menggunakan masker sehingga FL tidak melihat jelas wajah mereka.

Setelah menerima kardus sepatu tersebut, FL mencium ada aroma busuk dari dalam bingkisan. Setelah dibuka, dia pun mendapati kardus tersebut berisi bayi laki-laki. Dia kemudian membawa pulang bayi tersebut, dan melaporkan kepada ketua RT setempat.

“Kemudian bersama-sama melapor ke Polsek Cipayung. Selanjutnya atas kejadian tersebut mayat bayi di kirim ke Rumah Sakit Soekanto untuk dilakukan otopsi,” pungkas Steven.

Jajaran Polres Metro Jakarta Timur masih menyelidiki kasus ini. Aparat masih mencari identitas kedua pelaku prank kardus sepatu berisi mayat bayi.(jpg)

Anggota DPR dari PDIP Ajak Masyarakat Selamatkan BPJS Kesehatan

0

batampos.co.id – Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo mengatakan, menyusul keputusan pemerintah menaikkan kembali iuran BPJS Kesehatan, semangat gotong royong harus kembali digelorakan.

“Semangat gotong royong untuk menyelamatkan BPJS Kesehatan. Semangat gotong royong menyelamatkan kesehatan masyarakat harus digelorakan lagi. Masyarakat yang mampu bisa mensubsidi masyarakat yang kurang mampu,” sebut Rahmad Handoyo dalam keterangannya, Sabtu (16/5).

Rahmad menyampaikan keyakinannya bahwa keputusan pemerintah menaikkan kembali iuran BPJS Kesehatan yang kini tengah menjadi polemik dimasyarakat, bukan tindakan gegabah yang dilakukan tanpa perhitungan.

“Pemerintah tentu tidak gegabah membuat keputusan. Saya percaya, mereka (pemerintah) menaikkan iuran BPJS Kesehatan sebagai langkah taktis menyelamatkan BPJS Kesehatan itu sendiri. Kita tahu kan saat ini terjadi likuiditas keuangan yang defisit begitu besar? Jadi saya kira keputusan ini adalah langkah penyelamatan,” katanya.

Politikus PDIP tersebut mengatakan, keputusan menaikkan iuran BPJS merupakan domain pemerintah. Tapi menurutnya yang menjadi parameter sebenarnya bukan soal naik tidaknya iuran BPJS Kesehatan itu, melainkan bagaimana sistem jaminan sosial dalam hal ini BPJS Kesehatan diselamatkan.

“Kalau BPJS Kesehatan ini tidak diselamatkan, efeknya panjang. BPJS Kesehatan adalah badan yang menaungi masalah kesehatan rakyat, sesuai dengan undang-undang. Karena itu, BPJS Kesehatan harus diselamatkan,”tegas Rahmad Handoyo.

Dia menambahkan sebenarnya yang semestinya ditolak adalah kenaikan iuran kelas III. Karena peserta BPJS Kesehatan kelas I dan kelas II yang sudah cukup mampu itu hendaknya bergotong royong, membantu, men-support dan mensubsidi untuk peserta kelas III.

“Nah, yang kelas III ini memang serba dilematis, meski kami pada prinsipnya tidak setuju tapi karena pemerintah sudah mengambil keputusan seperti ini, ya kita hormati. Kan masih ada jeda sekian bulan,” katanya

Rahmad menegaskan bahwa seiring dengan kenaikan iuran BPJS Kesehatan, pelayanan juga harus ditingkatkan. Paling tidak, fasilitas tidak boleh berkurang, justru ditingkatkan. “Keluhan-keluhan dan birokrasi yang bertele-tele itu harus segera dipangkas,” pungkasnya. (jpg)