Senin, 11 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10229

Kota Batam Terbebas Dari Zona Hitam dan Merah

0

batampos.co.id – Usaha Tim Gugus Tugas Covid-19 di Kota Batam untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 membuahkan hasil.

Buktinya, pada Minggu (28/6/2020) tidak ada lagi kecamatan di wilayah tersebut masuk dalam zona hitam dan merah.

Dilansir dari website lawancorona.batam.go.id, saat ini kecamatan di Kota Batam rata-rata sudah berubah status menjadi zona kuning.

Bahkan Kecamatan Batuaji yang awalnya masuk zona kuning kini naik menjadi hijau.

Tangkapan layar website lawancorona.batam.go.id yang memperlihatkan peta penyebaran di seluruh kecamatan di Kota Batam. Hingga Minggu (28/6/2020) tidak ada lagi kecamatan di wilayah tersebut masuk dalam zona hitam dan merah.

Perubahan juga terjadi pada tiga kecamatan yang sebelumnya masuk zona hitam penyebaran Covid-19 yaitu Batam Kota, Batu Ampar dan Nongsa.

Kini ketiga kecamatan tersebut naik status menjadi kuning.

Ketua Gugus Tugas Covid-19, Muhammad Rudi, terus mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Batam agar tetap mengikuti anjuran pemerintah.

Seperti menjaga jarak, senantiasa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, tetap dirumah saja dan menggunakan masker jika terpaksa harus keluar rumah.

Serta selalu menjaga kesehatan dengan makan makanan seimbang dan berolahraga secara teratur serta istirahat yang cukup.(esa)

Dampak Covid-19, Sebanyak 47 Persen UMKM Gulung Tikar

0

batampos.co.id – Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno mendorong pemerintah agar merancang strategi untuk menumbuhkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pasalnya, menurut mantan cawapres di pilpres 2019 ini, usaha bermodal kecil itu bisa menjadi solusi dari kebutuhan akibat sulitnya mendapat pekerjaan formal.

“Kita bangga dengan jumlah UMKM yang totalnya mencapai 64 juta dan diprediksi akan terus tumbuh. Banyak dari mereka yang menjadi pengusaha/wirausahawan karena sulitnya mendapat pekerjaan formal dan akhirnya menjadi pengusaha karena kebutuhan bukan karena sesuatu yang dirancang,” kata Pengusaha nasional yang juga Founder OK OCE yang biasa disapa Sandi ini dalam keterangan tertulisnya.

Sandi yang juga mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini menjelasakan, karena jumlahnya banyak itu, maka dibutuhkan upaya dari semua pihak terutama pemerintah dalam mendorong peningkatan UMKM agar naik kelas.

“Jadi ini membutuhkan upaya gabungan dari pemerintah dunia usaha termasuk juga masyarakat akademisi untuk sama-sama kolaborasi untuk meningkatkan kelas UMKM,” papar Sandi.

Selain dorongan dari pemerintah, hal yang juga dibutuhkan adalah kombinasi bisnis pemasaran, keuangan, memanfaatkan peluang, dan Sumber Daya Manusia.

“Kalau menjadi pengusaha by desain (dirancang) itu dia akan bisa cepat naik kelasnya. Tapi, kalau berwirausaha karena kebutuhan, misalnya dia jualan kuliner di tempat, dari mulai 10 tahun yang lalu dan akan terus ada di 10 tahun ke depan, ini menunjukan bahwa kita tak mampu untuk meningkatkan kelas mereka,” kata Sandi.

Pengagas Rumah Siap Kerja ini juga memaparkan, bahwa untuk menumbuhkan UMKM diperlukan ekosistem untuk menaikkelaskan usaha yang ultra mikro menjadi mikro, kemudian mikro menjadi kecil, dan kecil menjadi menengah.

Menurut Sandi, memang enggak ada formula yang standar. Tergantung pada kemauan dan usahanya. “Sesi-sesi sprit ini saya belajar dari sosok pengusaha seperti Daniel Mananta pengalamannya membangun Damn I love Indonesia dan menurut saya, kita harus terus belajar sebagai bagian daripada perbaikan yang terus-menerus untuk memastikan teman-teman UMKM ini bisa naik kelas,” katanya.

Hal itulah yang menjadi alasan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini membuat program OKE OCE karena ingin memberi peluang usaha yang sama kepada seluruh yang sama kepada seluruh pelaku usaha agar bisa naik kelas.

“Salah satu caranya adalah dengan memberikan pelatihan kewirausahaan. Seorang pengusaha sejati tidak akan pernah puas dengan ilmu yang didapat, dia akan terus belajar dari pengalaman orang lain,” jelasanya.

Lebih lanjut, Sandi meminta pemerintah untuk turut menyelamatkan UMKM terdampak buruk oleh pandemi Covid-19. Sebab, sekitar 47 persen UMKM di dalam negeri dinyatakan telah gulung tikar setelah cashflow bisnis terganggu.

“Ini berat tentunya, para pelaku UMKM menjerit. Ini langsung menghantam ekonomi keluarga karena kehilangan mata pencaharian,” kata Sandi.

Salah satu dampak yang ditimbulkan oleh keruntuhan sektor UMKM ialah melonjaknya penurunan masyarakat dari kelas ekonomi menengah ke kelas bawah. Bahkan, kelompok masyarakat tersebut telah digolongkan menjadi masyarakat pra-sejahtera

Karena menurutnya, apabila dibiarkan maka pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal II tahun ini akan terpangkas lebih jauh dari capaian pada kuartal lalu sebesar 2,97 persen. Sebab, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih ditopang oleh tingkat konsumsi rumah tangga.

“Perlu diingat 97 persen lapangan kerja juga diciptakan dari sektor UMKM. Untuk itu pentingnya penyelamatan UMKM,” pungkas dia.(jpg)

Pasien Covid-19 yang Sembuh Naik Drastis 1.027 Orang

0

batampos.co.id – Jumlah pasien positif Covid-19 yang sembuh bertambah drastis sebanyak 1.027, Minggu (28/6). Sehingga totalnya sudah 22.939 pasien dinyatakan sembuh dari infeksi virus Korona. Hasil itu didapat ketika pasien sudah dua kali dinyatakan negatif berdasar tes Swab spesimennya.

Namun, angka kasus baru positif Covid-19 juga masih bertambah. Dari 17.230, didapatkan hasil positif sebanyak 1.198 kasus baru. Sehingga totalnya menjadi 54.010 kasus positif Covid-19.

“Mari pahami bersama, penambahan kasus menggambarkan disiplin kepatuhan masih belum dilaksanakan dengan baik. Masih ada orang yang sakit terkonfirmasi positif tapi tak melakukan isolasi diri dengan baik. Masih ada kontak tracing dari pasien yang dirawat belum diperiksa labnya. Belum diisolasi dengan baik. Juga masih banyak orang yang belum pakai masker,” kata Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Achmad Yurianto, Minggu (28/6).

Data pasien sembuh paling banyak disumbang oleh provinsi Papua. Dalam 24 jam terakhir, ada 335 pasien sembuh di Papua. Sementara itu, ada 9 provinsi melaporkan tanpa kasus.

“Beberapa kasus sembuh signifikan yakni Papua. Ada tambahan 26 kasus baru, dan 335 sembuh,” jelas Yurianto.

Sedangkan provinsi lain dengan sebaran pasien sembuh lebih banyak dibanding kasus positif di antaranya Maluku, Banten, Riau,Kalimantan Barat, dan Lampung.

Sementara itu, kasus kematian bertambah 34 jiwa dan totalnya menjadi 2.755 kasus kematian. Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 14.712 dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) 47.658 orang.

Sebaran kasus positif tertinggi berada di 5 provinsi. Yaitu Jawa Timur 330 kasus baru dan 101 sembuh. Sulawesi Selatan 192 kasus baru dan 60 sembuh. Jawa Tengah 188 kasus baru dan 14 sembuh. DKI Jakarta 125 kasus baru dan 255 sembuh. Kalimantan Selatan 73 kasus baru dan 80 sembuh.(jpg)

Ambisi Adalah Energi Sebuah Pencapaian

0

Kecerdasan tanpa ambisi adalah burung tanpa sayap. (Salvador Dali)

Kita tentu mengenal nama besar Adolf Hitler yang sempat membuat Eropa gentar. Namun Adolf Hitler masih belum bisa disandingkan dengan Napoleon Bonaparte.

Demikian pula Napoleon juga akan terlihat kecil bila dibandingkan dengan Julius Caesar. Dan Julius Caesar sendiri, belum bisa menandingi kehebatan The Great Iskandar Zulkarnaen.

Tapi tahukah Anda, kalau nama-nama besar tadi masih belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kebesaran seorang Genghis Khan?

Siapa sih Genghis Khan ini?

Genghis Khan adalah pendiri kekaisaran Mongolia yang sempat membuat dunia gemetar. Namun, dibalik kebesarannya itu, seorang Genghis Khan tidak datang dari latar belakang kehidupan yang mewah. Dia datang dari seorang yang bukan siapa-siapa.

Dia adalah anak dari kepala suku Kiyad. Salah satu suku dari bangsa Mongolia yang hidup mengembara. Nama lahirnya adalah Temujin. Artinya Berwatak Keras.

Saat dia masih kecil, ayahnya meninggal karena diracun oleh musuh. Sepeninggal ayahnya Temujin  diusir dari sukunya oleh orang yang hendak mengambil alih hak-nya sebagai penerus kepala suku. Ia hidup menggelandang bersama ibunya. Tidak punya apa-apa.

Beranjak remaja, Temujin berkali-kali hendak dibunuh. Ditangkap, disiksa, kabur. Demikian berulang-ulang. Namun remaja satu ini memang punya watak yang keras, seperti namanya.

Di dalam dirinya ada sebuah ambisi besar yang tidak terbendung. Ambisi yang dibalut oleh nilai-nilai bangsa Mongolia. Seperti yang diajarkan oleh ayahnya sejak dia kecil. Itulah yang membuat Temujin tak mau menyerah dengan keadaan.

Temujin berjuang dan mengumpulkan kekuatannya sendiri, sampai akhirnya berhasil memperjuangkan haknya untuk memimpin suku Kiyad. Tidak sampai disitu, Temujin juga berhasil menyatukan seluruh suku Mongolia di bawah kekuasaannya.

Dari situlah dia membentuk kekaisaran Mongolia yang terkenal itu. Temujin kemudian dianugerahi gelar “Genghis Khan”. Artinya, Maha Kuasa. Khan dari segala Khan. Atau mungkin arti sederhananya adalah Raja dari semua Raja.

Kelak, setelah kematian Genghis Khan, Mongolia menjadi kerajaan yang tercatat dalam sejarah sebagai satu-satunya kerajaan yang kekuasaannya mendekati dominasi atas seluruh dunia. Meliputi Tiongkok, Mongolia, Rusia, Korea, Vietnam, Burma, Kamboja, Timur Tengah, Polandia, Hungaria, Arab Utara, dan India Utara.

Anda bisa melihat bagaimana ambisi seseorang bisa menjadi energi untuk meraih sebuah pencapaian yang sangat luar biasa. Namun, ambisi seseorang bisa jadi realitas bila didukung karakter dan kemampuan. Karena layaknya seekor burung hanya akan bisa terbang bila memiliki sayap.

Anda tentu tidak menganggap Genghis Khan hanya modal ambisi tanpa didasari kemampuan kan?

Dia punya jurus yang disebut dengan Blitzkrieg, atau serangan kilat. Inilah yang jadi senjata andalan seorang Genghis Khan untuk mewujudkan ambisinya. Jurus ini pula yang kemudian diadopsi oleh Adolf Hitler saat dominasi Nazi sangat besar dan menggetarkan Eropa.

Lalu bagaimana bila sebuah Ambisi tidak dibarengi dengan kemampuan dan kapasitas yang memadai?

Tanpa kemampuan, Anda akan cenderung menghalalkan segala cara untuk menggapai ambisi Anda. Dan bila perlu dengan mengorbankan orang lain. Itulah yang disebut sebagai “Ambisius”.

ATB telah berhasil mencatatkan Batam sebagai kota dengan pelayanan air terbaik di Indonesia. Setelah berhasil di Batam, lalu apa selanjutnya? ATB punya ambisi untuk menjangkau Indonesia. Tidak hanya Batam.

ATB memiliki ambisi untuk membuat Indonesia memiliki layanan air yang baik.

Untuk mendukung tujuan tersebut, Tahun 2019 lalu, perusahaan menambah tagline “ATB Tak Terganti”, dengan misi baru “ATB For Indonesia”.

Mungkin banyak yang bertanya, ada apa dengan tag line “Tak Terganti”? Mengapa diganti? Sebenarnya tidak ada penggantian tag line. Akan tetapi sebuah penguatan misi buat ATB.

Tag Line “ATB Tak Terganti” sebenarnya sering ditafsirkan dengan tidak tepat. Seolah – olah ATB tidak ingin diganti untuk tetap mengelola  air di Batam. Padahal sesungguhnya adalah kemampuan ATB Tak Terganti oleh operator air manapun di Indoneisa. Dan memang hingga hari ini kami masih merupakan yang terbaik dari semua operator yang ada. Dan masih tetap ATB Tak Terganti!

Dengan modal kemampuan itulah kemudian kita memiliki misi agar dapat menjangkau layanan air di Indonesia. Sehingga misi kita menjadi ATB for Indonesia.

Apakah ini sebuah Ambisi? Atau Ambisius?

Tentu saja kami tidak Ambisius. Tapi ATB memang telah punya karakter dan kemampuan yang dibutuhkan untuk menggapai cita-citanya.

Apa itu?

Selama kurun waktu 5 tahun belakangan ini, ATB telah berkembang dari perusahaan lokal, menjadi perusahaan dengan daya saing nasional atau malah international. Hal ini dibuktikan melalui sejumlah pengakuan dari berbagai lembaga-lembaga kredibel dalam dan luar negeri.

Salah satunya datang dari Badan Standarisasi Nasional (BSN) yang menganugerahi perusahaan ini dua kali SNI Award kategori Platinum. ATB jadi satu-satunya perusahaan swasta lokal yang mendapat penghormatan tersebut. Bersanding dengan perusahaan BUMN dan perusahaan terbuka lainnya.

Pencapaian-pencapaian tersebut tidak didapat tanpa kemampuan dan karakter. ATB memiliki sebuah keunggulan berupa Smart Water Management System yang diimplemetasikan dalam teknologi ATB Integrated Water Operation Management System berbasis SCADA.

Teknologi tersebut telah mendapat Paten dari Kementerian Hukum dan HAM RI pada Oktober 2019 lalu. Inilah keunggulan yang tak dimiliki oleh perusahaan air bersih lain di Indonesia, bahkan mungkin di dunia.

Keunggulan inilah yang akan menjadi andalah ATB untuk bisa melebarkan sayapnya di Indonesia. Tentu saja juga didukung oleh SDM yang qualified dan berkualitas.

Kenapa merambah pasar Nasional jadi proyeksi atau target?

Karena ATB sangat sadar bahwa, pelayanan air di Indonesia masih belum baik. Rata – rata cakupan pelayanan hanya 65% dan tingkat kebocoran masih di angka 34%. Bandingkan dengan Batam yang memiliki cakupan  99.5% dan tingkat kebocoran hanya 14%.  Sehingga sungguh tidak fair jika keunggulan yang dimiliki ATB hanya dinikmati oleh Batam.

Jadi bukan semata-mata hanya masalah komersial. Tapi adalah bagian dari upaya ATB untuk ikut berbakti dan mengabdi bagi negeri tercinta Indonesia.

Kami yakin, teknologi yang telah mendapat Paten tersebut bisa digunakan utnuk meningkatkan layanan air bersih di Indonesia. Saat ini Umbulan dan Lampung telah menjadi bagian dari kontribusi ATB.

ATB punya kemampuan dan karakter untuk mendukung ambisinya. Semoga niat ATB membantu Indonesia merupakan ambisi dan bukan menjadi sekedar ambisius.

Lalu layakkah mereka yang tanpa kemampuan dan karakter untuk terus mengejar ambisinya?

Mari kita pikirkan. Salam Kopi Benny. (*)

KPU Batam Verifikasi Faktual Dukungan Rian Ernest-Yusiani Gurusinga

0

batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam mulai memverifikasi faktual bakal calon pasangan kepala daerah dari jalur perseorangan Rian Ernest dan Yusiani Gurusinga.

”Hari ini (28/6) verifikasi faktual dokumen syarat dukungan bakal pasangan calon perseorangan wali kota dan wakil wali kota Batam untuk Pilkada Serentak 2020,” kata anggota KPU Batam William Seipattiratu seperti dilansir dari Antara di Batam pada Minggu (28/6).

Verifikasi faktual dilakukan 192 orang panitia pemungutan suara (PPS) serta petugas peneliti yang diangkat PPS di wilayah kelurahan masing-masing. William menjelaskan, petugas verifikasi faktual akan membuktikan kebenaran dukungan masyarakat kepada bakal pasangan calon perseorangan wali kota dan wakil wali kota Rian Ernest Tanudjaja dan Yusiani Gurusinga.

”Jumlah dukungan yang akan diverifikasi selama 14 hari ke depan sebanyak 47.299 dukungan yang telah dinyatakan lolos verifikasi administrasi KPU Kota Batam,” kata William.

Dia menyampaikan, KPU Kota Batam menyerahkan dokumen syarat dukungan kepada PPS melalui PPK pada Sabtu (27/6), sebagai tahap sebelum verifikasi faktual dilaksanakan. Demi keselamatan dan kesehatan petugas di lapangan, KPU Kota Batam melengkapi PPS dengan alat pelindung diri (APD).

APD yang diserahkan berupa masker, pelindung wajah (face shield), sarung tangan, cairan pembersih tangan, disinfektan, sabun, dan wadah cuci tangan hingga thermal gun untuk mengecek suhu tubuh petugas sebelum turun ke lapangan.

”Selain APD, KPU Batam juga melakukan rapid test kepada seluruh penyelenggara baik tingkat KPU Batam hingga PPS sejak Rabu hingga Kamis lalu. Hasil rapid test dinyatakan non reaktif,” kata William.

Dia memastikan proses verifikasi faktual syarat dukungan bakal pasangan calon kepala daerah jalur perseorangan tetap mematuhi protokol pencegahan dan persebaran Covid-19.(jpg)

Segini Perkiraan Biaya Sewa Helikopter Ketua KPK Firli Bahuri

0

batampos.co.id – Penggunaan helikopter milik swasta dengan kode PK-JTO oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menuai polemik. Pengamat penerbangan yang juga anggota komisioner Ombudsman RI, Alvin Lie memperkirakan, biaya sewa helikopter mewah tersebut sebesar USD 2.500 per jam. Jika dikurs secara rupiah sekitar Rp 35 juta.

“Biaya sewa helikopter untuk kapasitas setara itu sekitar USD2.500 per jam,” ujar Alvin dilansir dari JawaPos.com, Minggu (28/6).

Alvin menuturkan, Ombudsman tidak bisa menyelidiki soal dugaan penggunaan helikopter mewah tersebut. Karena Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) telah melaporkannya ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK. “Kan sudah dilaporkan dan diselidiki oleh Dewan Pengawas KPK,” ujar Alvin.

Kendati demikian, lanjut Alvin, jika Dewas KPK mengabaikan laporan tersebut. Ombudsman tak segan memproses Dewas KPK, karena ada dugaan maladministrasi.

“Kecuali jika Dewas KPK abaikan pengaduan, bisa dilaporkan kepada Ombudsman sebagai maladministrasi oleh Dewas KPK,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean menyampaikan, pihaknya pada Kamis (25/6) kemarin mulai mencari bukti terkait penggunaan fasilitas mewah oleh Firli Bahuri. “Klarifikasi juga sudah mulai dilakukan hari ini. Karena yang diadukan adalah Ketua KPK tentu pihak yang diadukan juga akan diklarifikasi oleh Dewas,” ujar Tumpak.

Tumpak mengaku, pihaknya sudah menerima laporan terkait dugaan pelanggaran etik Firli Bahuri. Namun, pihaknya terlebih dahulu akan mengidentifikasi terkait fakta tersebut.

“Pengaduan itu sudah kami terima dan Dewas sudah tugaskan tim untuk melakukan identifikasi fakta-fakta lebih lanjut,” beber Tumpak.

Menurutnya, Dewas akan melakukan fungsinya sebagai pengawas dengan sebaik-baiknya. Terlebih adanya laporan soal dugaan etik terhadap Firli.

“Kami akan lakukan tugas pengawasan ini sebaik-baiknya. Terimakasih atas perhatian dari masyarakat untuk terus menjaga KPK agar senantiasa bergerak di relnya,” pungkasnya.

Namun,Firli enggan mengomentari aduan masyarakat ke Dewas KPK. Dia berdalih, hanya fokus kerja pada penindakan dan pencegahan korupsi

“Saya hanya kerja, dan kerja,” kata Firli dikonfirmasi, Jumat (26/6).

Jenderal polisi bintang tiga ini enggan memikirkan soal kritikan dan aduan masyarakat. Dia menyebut, waktunya akan habis jika mengomentari hal tersebut.

“Masa waktu kita habis karena merespon kritikan dan aduan,” beber Firli.

Sebelumnya, MAKI melaporkan Ketua Komisi KPK Firli Bahuri ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK terkait dugaan pelanggaran etik. Laporan kali ini menyangkut dugaan gaya hidup mewah jenderal polisi bintang tiga itu.

“MAKI telah menyampaikan melalui email kepada Dewas KPK berisi aduan dugaan pelanggaran kode etik oleh Firli atas penggunaan helikopter mewah untuk perjalanan dari Palembang ke Baturaja (Sumatra Selatan) pada Sabtu, 20 Juni 2020,” kata Boyamin dalam keterangan tertulis, Rabu (24/6).

Laporan itu tertuang dalam surat nomor 72/MAKI/VI/2020. Boyamin menuturkan, helikopter yang digunakan Firli merupakan jenis Helimousine President Air yang juga pernah digunakan oleh motivator Tung Desem Waringin. Helikopter tersebut milik perusahaan swasta dengan kode PK-JTO.

Boyamin menyebut, perjalanan Firli ke Baturaja untuk kepentingan pribadi keluarga yakni ziarah makam orang tuanya. Boyamin mengklaim, jarak tempuh dari Palembang ke Baturaja hanya membutuhkan waktu empat jam menggunakan mobil.

“Hal ini bertentangan dengan kode etik pimpinan KPK dilarang bergaya hidup mewah apalagi dari larangan bermain golf. Pelarangan main golf karena dianggap bergaya hidup mewah telah berlaku sejak tahun 2004 dan masih berlaku hingga kini,” tukas Boyamin.(jpg)

Prabowo, Ganjar Pranowo, dan Ridwan Kamil Masih Top 3 Pemilu 2024

0

batampos.co.id – Penanganan Covid-19 di setiap daerah Tanah Air menjadi sorotan lembaga survei. Terutama di daerah-daerah yang menjadi episentrum dari penyebaran virus korona tersebut.

Kebijakan-kebijakan kepala daerah tersebut ternyata berimpliksi pada isu Pemilu 2024. Hal itu sebagaimana dengan survei yang dilakukan NEW INDONESIA Research. Survei itu menyoroti wali kota, bupati, hingga gubernur.

Direktur Eksekutif NEW INDONESIA Research Andreas Nuryono mengatakan, isu korona yang terus mewarnai pemberitaan menjadi wacana publik dan bedampak politis. Implikasinya pada elektoral menuju Pilpres 2024 baik terhadap tokoh nasional maupun kepala daerah.

“Kinerja Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dinilai terbaik oleh publik Indonesia dalam mengatasi corona,” kata Andreas Nuryono dalam siaran persnya pada Minggu (28/6).

Ganjar memuncaki opini publik dengan penilaian 23,0 persen, sedangkan Ridwan menyusul sebesar 16,8 persen. Berturut-turut di bawahnya gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (12,8 persen), Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (9,3 persen), dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (8,1 persen).

Selain itu, ada pula nama gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (4,5 persen), Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi (2,7 persen), Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto (1,3 persen), dan gubernur Banten Wahidin Halim (1,0 persen).

Nama-nama lain tidak mencapai 1 persen, dan sisanya tidak tahu atau tidak menjawab 18,8 persen.

“Ketika diterjemahkan ke dalam tingkat elektabilitas, Ganjar dan Kang Emil menempati tiga besar menuju Pemilu 2024, bersama Prabowo yang masih paling tinggi,” lanjut Andreas.

Elektabilitas Prabowo sebesar 18,9 persen, sedangkan Ganjar dan Kang Emil masing-masing 14,3 persen dan 11,0 persen.

Andreas mencermati figur Kang Emil yang berhasil melewati Anies dengan elektabilitas 9,8 persen. “Hal ini tampak paralel dengan buruknya opini publik terhadap kinerja Anies dalam mengatasi korona. Sebaliknya Ganjar dan Kang Emil dipersepsikan terbaik kinerjanya,” jelas Andreas.

Di bawah Anies ada nama Sandiaga Uno (8,9 persen), Khofifah (4,5 persen), Agus Harimurti Yudhoyono (2,7 persen), Risma (1,6 persen), Erick Thohir (1,3 persen), Mahfud MD (1,2 persen), Puan Maharani (1,1 persen), dan Susi Pudjiastuti (1,0).

Secara umum, faktor kinerja dan kepemimpinan yang merakyat serta terukur menjadi kunci keberhasilan Ganjar dan Kang Emil dalam meraih dukungan publik.

“Sebaliknya sosok seperti Anies tertinggal karena kinerjanya dinilai tidak konkret dan terjebak dalam narasi belaka tanpa realisasi nyata di lapangan,” tegas Andreas.

Survei NEW INDONESIA Research & Consulting dilakukan pada 8-18 Juni 2020, dengan jumlah responden 1200 orang. Metode survei dilakukan melalui sambungan telepon terhadap responden survei sebelumnya yang dipilih secara acak. Margin of error survei sebesar ±2,89 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.(jpg)

Ibadah Haji 2020 Terbatas untuk 10 Ribu Jamaah Saja

0

batampos.co.id – Pemerintah Arab Saudi memperbolehkan aktivitas ibadah Haji 2020. Akan tetapi, dilaksanakan secara terbatas dengan hanya memperbolehkan masyarakat yang berdomisili di Arab Saudi saja.

Dubes Arab Saudi untuk Indonesia, Essam bin Abed Al-Thaqafi mengatakan bahwa kuota jamaah Haji 1441 H/2020 M dibatasi hanya berkisar sepuluh ribu. Sebagian besar dari kuota tersebut diperuntukkan bagi warga asing atau ekspatriat yang berdomisili di Arab Saudi.

“Dari sepuluh ribu kuota haji tahun ini, sepertiganya untuk warga negara Saudi, sisanya untuk ekspatriat,” jelasnya melalui keterangan resmi, Sabtu (27/6).

Setiap tahun, tidak kurang dua setengah juta umat Islam menjalankan ibadah haji. Namun, untuk tahun ini, kuota jamaah dibatasi hanya berkisar sepuluh ribu. Itu juga hanya untuk warga Saudi dan ekspatriat yang ada di Saudi. Pembatasan tersebut, kata Essam, disebabkan alasan keselamatan di tengah pandemi Covid-19.

“Pembatasan hanya sepuluh ribu untuk menjaga keselamatan jamaah di tengah pandemi Covid-19. Sehingga, bisa dikendalikan jika ada kejadian yang tidak diinginkan,” ujar Essam.

Essam pun mengimbau kepada para jamaah haji dapat mematuhi protokol kesehatan dengan baik. “Bagi jemaah yang diizinkan berhaji, harus tunduk pada protokol kesehatan yang sangat ketat. Akan dilakukan tindakan preventif juga untuk mencegah Covid-19,” sambungnya.

Essam menambahkan, pandemi Covid-19 terjadi di hampir seluruh negara di dunia. Karenanya, Arab Saudi mengambil keputusan untuk meniadakan keberangkatan jamaah dari seluruh negara.

“Jamaah haji tahun ini hanya dibatasi untuk Warga Negara Saudi dan Warga Negara Asing atau ekspatriat yang saat ini sudah berada atau berdomisili di Arab Saudi,” tutupnya.(jpg)

Lomba Baca Puisi Virtual, Saksikan Lewat Zoom Hari Ini

0

batampos.co.id – Menjelang perhelatan Musyawarah Nasional (Munas) I, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) menggelar perhelatan istimewa, lomba baca puisi secara virtual. Lomba baca puisi diselenggarakan hari ini, Minggu (28/6), pukul 15.00 sampai 17.00 WIB menggunakan aplikasi Zoom.

Lomba ini diikuti oleh wartawan-penyair seluruh Indonesia. Bahkan, sejumlah wartawan-penyair dari negeri jiran Malaysia yang tergabung dalam Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia-Indonesia (Iswami) juga akan ikut serta. Selain itu, sejumlah bintang tamu juga direncanakan ikut memeriahkan panggung puisi JMSI.

Tiga wartawan senior yang juga dikenal sebagai penyair, Dheni Kurnia dari Provinsi Riau, Ramon Domora dari Kepulauan Riau bersama Fakhrunas MA Jabbar, dari Riau, dipercaya penyelenggara duduk sebagai Dewan Juri.

Pelaksana Tugas Ketua Umum JMSI, Mahmud Marhaba, dalam penjelasannya mengatakan, lomba baca puisi ini adalah salah satu kegiatan dalam rangkaian Munas I JMSI yang sudah dimulai sejak tanggal 16 Juni lalu.

“Puncak dari pelaksanaan Munas I JMSI adalah pada hari Senin, 29 Juni 2020. Awalnya kami rencanakan Munas akan diselenggarakan di Pakanbaru, Riau. Namun karena situasi pandemi Covid-19, kami sepakat untuk menggelar Munas secara virtual,” ujar Mahmud Marhaba.

Ia mengatakan, walau digelar secara virtual, JMSI Riau tetap menjadi panitia pelaksana jalannya Munas I JMSI ini.

Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) menggelar perhelatan istimewa, lomba baca puisi secara virtual hari ini. (istimewa0

Mahmud juga mengatakan, lomba baca puisi ini menjadi semacam relaksasi sebelum pengurus JMSI memasuki ruang musyawarah virtual. Disebut relaksasi karena dalam rangkaian kegiatan Munas I JMSI sebelumnya, pengurus JMSI telah mengikuti sejumlah kegiatan diskusi dengan materi yang “cukup berat”.

Pada tanggal 16 Juni, JMSI menggelar diskusi virtual dengan Dutabesar RI di Republik Rakyat China, Djauhari Oratmangun, untuk membahas penanganan Covid-19 dan strategi China memasuki situasi normal baru. Pada tanggal 18 Juni diskusi dengan tema yang kurang lebih sama digelar dengan menghadirkan Dutabesar RI untuk Republik Korea atau Korea Selatan, Umar Hadi.

Lalu pada tanggal 20 Juni, JMSI menggelar diskusi virtual dengan Dutabesar RI di Vietnam Ibnu Hadi, juga untuk membahas penanganan Covid-19 di Vietnam yang terbilang berhasil mengatasi pandemi.

Adapun pembukaan rangkaian Munas I JMSI diselenggarakan pada tanggal 23 Juni oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Dalam kesempatan itu, Menko Airlangga menjelaskan strategi Indonesia, khususnya di bidang ekonomi, dalam menghadapi situasi normal baru.

Selain diskusi bertema penanggulangan Covid-19 dan strategi memasuki new normal, JMSI juga menggelar diskusi vitual mengenai tantangan baru yang dihadapi perusahaan media siber di era pandemi. Diskusi dengan tema itu digelar pada tanggal 25 Juni dengan menghadirkan dua pembicara yakni pendiri CekNRicek Ilham Bintang dan pendiri Jagaters Joko Intarto.

“Rangkaian kegiatan menuju puncak Munas I JMSI ini memang luar biasa. Jadi lomba puisi ini dapatlah kita sebut sebagai relaksasi,” ujar Mahmud Marhaba lagi.

Dia juga mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan pendiri Museum Rekor Indonesia-Dunia (MURI), Jaya Suprana.

“Pak Jaya Suprana sangat mengapresiasi kegiatan ini. Alhamdulillah, kegiatan ini akan dicatat sebagai sebuah rekor oleh MURI,” demikian Mahmud Marhaba.(*/uma)

17 Pasien Covid-19 di Batam Sembuh, Termasuk TKA Tiongkok dan Turis Asing

0

batampos.co.id – Pasien yang sembuh dari Covid-19 di Batam kian banyak daripada yang masih dirawat. Pada hari Sabtu, 27 Juni 2020, pukul 21:00 WIB, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam kembali menyampaikan perkembangan kasus Covid-19 di Kota Batam menuju tren positif seiring bertambahnya pasien terkonfirmasi positif sembuh yang merupakan warga Kota Batam.

Dalam tiga hari ini tercatat sudah 40 orang yang sudah boleh pulang dari rumah sakit. Data ini dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam. Rinciannya, Kamis (25/6/2020) ada 12 orang, Jumat (26/6/2020) 11 orang dan Sabtu (28/6/2020) 17 orang yang sembuh dari virus yang belum ada vaksinnya ini.

Adapun ke 17 pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 pada Sabtu, 27 Juni 2020, pukul 21.00 WIB, adalah kasus nomor 86, 93, 155, 157, 166, 169, 195, 198, 199, 200, 201, 202, 203, 204, 206, 207, dan 208. “Mereka sempat dalam perawatan di rumah sakit di Kota Batam,” Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam Muhammad Rudi.

Di antara pasein yang sembuh ini adalah turis asing, seorang perempuan bernama Anita Paul (46). Dia adalah warga negara Inggris yang ditetapkan kasus nomor 202. Ada juga tenaga kerja asing dari Tiongkok, seorang laki-laki bernama Zhu Guanglei (33). Kasus nomor 204 ini bekerja di PT. FCS Kabil. Ada juga penjual jamu gendong, Marni (57), kasus nomor 169, yang awal bulan lalu sempat menghebohkan.

Dengan demikian, total keseluruhan pasien yang sembuh ini ada 176 orang, sedangkan yang masih dirawat tinggal 30 orang. Pasien terbanyak dirawat saat ini di Rumah Sakit Khusus Infeksi, kota Batam di Galang.

Dengan demikian berdasarkan catatan penanganan perawatan dan hasil laboratorium swab yang disampaikan oleh Laboratorium BTKLPP Batam tersebut, maka oleh tim medis yang menanganinya dinyatakan sembuh dari Covid-19 dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

Saat ini kondisi yang bersangkutan semua dalam keadaan sehat dan stabil serta dalam persiapan untuk kembali ketempat tinggalnya guna melaksanakan self isolatian/karantina mandiri dirumahnya selama 14 hari.

Meski mulai banyak pasien yang sembuh dari Covid-19, namun Rudi tetap mengingatkan, agar jangan anggap remeh penyakit yang belum ada vaksinnya ini.(*/uma)