Rabu, 6 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10302

New Normal, Kawasan Wisata Lagoi Segera Dibuka

0

batampos.co.id – Kepri ditetapkan sebagai salah satu daerah percontohan new normal. Menyusul kebijakan tersebut, Kawasan Wisata Lagoi di Bintan akan segera dibuka kembali.

“Kami sudah mengusulkan Lagoi. Kami meminta Lagoi dibuka karena daerah eksklusif,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Buralimar, dilansir dari Antara, Rabu (27/5).

Diketahui, pemerintah pusat menetapkan Kepri, Bali, dan Yogyakarta sebagai daerah percontohan kebijakan new normal. Nah, menurut Buralimar, daerah pariwisata yang paling siap adalah Lagoi. Selain itu, Kabupaten Bintan juga menjadi zona hijau Covid-19. Sebab Bintan relatif aman dari penyebaran Covid-19 karena jumlah pasien yang sedikit.

Namun kapan pembukaan Lagoi secara resmi, Buralimar mengatakan masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat. Setelah Lagoi, lanjutnya, Pemprov Kepri akan mengajukan pembukaan Batam View resort di Nongsa, Batam.(antara)

Masih Pandemi, Guru Usul Tahun Pelajaran Baru Diundur

0

batampos.co.id – Rencana membuka sekolah dan memulai tahun pelajaran baru di tengah pandemi Covid-19 menuai kekhawatiran dari para guru. Aktivitas di sekolah justru ditakutkan bisa menimbulkan masalah baru.

”Banyak guru yang khawatir jika sekolah kembali dibuka malah jadi tempat persebaran,” tutur Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Heru Purnomo.

Menurut dia, pemerintah harus mempertimbangkan secara matang sebelum memutuskan untuk memulai kegiatan belajar siswa di sekolah. Untuk daerah-daerah yang tidak ada kasus, jauh dari episentrum, dan tidak ada persebaran Covid-19 atau berstatus hijau, pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan. Namun, itu tidak berlaku di daerah dengan status persebaran Covid-19 berwarna merah. ”Sekolah-sekolah yang ada di wilayah tersebut tentunya tidak berani berspekulasi,” ujarnya.

Senada, Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) M. Ramli menyatakan bahwa wacana membuka sekolah saat pandemi terlalu berani. Sebab, akan sulit mengontrol siswa, terutama siswa SD, untuk dapat mematuhi protokol kesehatan sepenuhnya. ”Di dalam kelas mungkin saja dibuat sesuai protokol kesehatan, tapi di luar kelas bagaimana?” ujarnya.

Kemendikbud, papar dia, harus mengakui bahwa Indonesia belum siap menghadapi pembelajaran dalam kondisi pandemi Covid-19. Karena itu, dia mengusulkan tahun pelajaran baru diundur hingga Januari tahun depan. Dengan begitu, persiapannya jelas. Terutama untuk peningkatan kompetensi guru yang keteteran. ”Kalau sekolah tidak dibuka, untuk apa tahun pelajaran baru dijalankan?” ungkapnya.

Apabila hanya mengandalkan kelas jarak jauh atau pembelajaran dari TVRI dan RRI, menurut Ramli, akan sangat kurang. Konten pembelajaran tersebut jauh dari kurikulum.

Ramli memaparkan, di lapangan, guru-guru yang tergabung dalam IGI sudah bekerja keras membantu guru lain berkembang dalam sistem pembelajaran jarak jauh. Tapi, pemerintah kurang mendukung. Sebab, pedoman pembelajaran jarak jauh belum mengutamakan belajar dalam format guru mengajar siswa dan siswa diajar gurunya.

Sejauh ini Kemendikbud masih mengarahkan ke berbagai portal dan media lain yang jelas memutus komunikasi antara siswa dan guru. Padahal, papar Ramli, belajar daring bisa optimal dengan syarat guru memiliki skill yang cukup, ketersediaan kuota internet, dan alat pendukung. Pihaknya menyanggupi dapat membantu meningkatkan mutu guru dalam waktu enam bulan asal mendapat kepercayaan penuh.

Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda mengatakan, wacana pembukaan sekolah perlu dipertimbangkan dengan matang. Menurut dia, pembukaan sekolah di masa pandemi merupakan sebuah pertaruhan besar. Apalagi, hingga saat ini laju penularan virus korona di tanah air belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.

Bahkan, kurva kasus positif Covid-19 di sejumlah daerah malah menunjukkan peningkatan tajam. ”Sehingga jika dipaksakan membuka sekolah di wilayah-wilayah tersebut, potensi penularannya di kalangan peserta belajar-mengajar akan sangat besar,” tuturnya.(jpg)

Empat Bulan, Ada 92 Aduan Dugaan Pelanggaran Etik Pimpinan dan Pegawai KPK

0

batampos.co.id – Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) menyampaikan kinerjanya selama kuartal pertama 2020 atau empat bulan setelah dilantik pada akhir Desember 2019 lalu. Selama empat bulan bekerja, Dewas KPK telah menerima dan menindaklanjuti sekitar 92 laporan masyarakat terkait dugaan pelanggaran etik oleh pimpinan dan pegawai KPK.

“Dalam rangka penerimaan laporan masyarakat terkait adanya dugaan pelanggaran kode etik oleh pimpinan dan pegawai KPK, dan pengawasan atas pelaksanaan tugas dan wewenang KPK, Dewan Pengawas KPK telah menerima dan menindaklanjuti sebanyak 92 surat pengaduan,” kata Ketua Dewas KPK, Tumpak Hatorangan Panggabean dalam keterangannya, Selasa (26/5).

Tumpak mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam membantu Dewas mengawasi kinerja KPK. Kendati demikian, Tumpak tak membeberkan secara rinci pengaduan dugaan pelanggaran etik yang telah diterima dan ditindaklanjuti Dewas.

“Dalam hal ini kami berterima kasih kepada partisipasi masyarakat yang terus membantu kami dalam melakukan pengawasan terhadap tugas dan kewenangan KPK,” ucap Tumpak.

Terkait pengawasan atas tugas dan kewenangan KPK, Dewan Pengawas telah melakukan Rapat Koordinasi Pengawasan (Rakorwas) Triwulan I dengan Pimpinan KPK pada tanggal 27 April 2020 yang meliputi 18 (delapan belas) isu/permasalahan. Secara garis besar, 18 permasalahan itu terdiri dari empat bidang.

Soal bidang penindakan, Dewas menganjurkan KPK untuk mempercepat penanganan perkara sejak penyelidikan, penyidikan, penuntutan dan eksekusi dalam upaya optimalisasi asset recovery serta kepastian hukum. Sementara di bidang Pengawas Internal dan Pengaduan Masyarakat dalam rangka penguatan fungsi Pengawasan Internal serta harmonisasi pelaksanaan tugas pengawasan oleh Dewas dan Pengawasan Internal (PI).

Selanjutnya pada Bidang Pencegahan, dalam rangka optimalisasi fungsi pencegahan khususnya dalam upaya pengamanan aset kementerian/lembaga dan/atau Pemda. Terakhir bidang Kesekjenan dalam rangka pembenahan manajemen SDM KPK.

“Selain Rakorwas, Dewan Pengawas juga telah melakukan Rapat Evaluasi Kinerja Pimpinan KPK Triwulan I pada 27 April siang dan 5 Mei 2020 dengan fokus melakukan evaluasi terhadap capaian kinerja pimpinan selama 3 bulan pertama 2020,” ujarnya.

Menurut Tumpak, setelah dilakukannya evaluasi kuartal pertama, pihaknya akan melihat tindak lanjut pimpinan KPK dalam menjalankan rencana kerja dari evaluasi tersebut. Evaluasi berikutnya akan dilakukan Dewas pada akhir kuartal kedua.

“Dewan Pengawas akan terus melakukan tugas dan wewenangnya secara transparan, profesional, dan akuntabel. Hal ini dilakukan supaya masyarakat bisa ikut berpartisipasi mengawasi dan mengawal kerja KPK, sehingga masyarakat diharapkan akan terus mendukung kerja-kerja pemberantasan korupsi demi Indonesia yang bersih dari korupsi,” pungkasnya.(jpg)

Penerapan New Normal di Batam Dimulai dari ASN

0

batampos.co.id – Kota Batam mulai uji coba menerapkan tatanan hidup normal baru atau new normal Selasa (26/5). Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan penerapan new normal dimulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN). Dalam bekerja, semua ASN ini bertugas mengedukasi warga agar tetap patuh protokol kesehatan.

“Hari ini saya sengaja menginstruksikan semua ASN masuk untuk menjalankan tugas berat ini,” kata Rudi saat mimpin rapat bersama ASN di panggung utama Dataran Engku Putri Batam, Selasa (26/5).

Rudi melanjutkan, dengan jumlah ASN yang banyak, mereka dapat ditugaskan di semua kecamatan se-Kota Batam. Ia memaparkan, untuk memulai tugas ini, harus mulai dari masing-masing ASN untuk menerapkan new normal tersebut.

“Secara umum, sudah saya sampaikan ke ASN terkait tatanan hidup normal baru ini. ASN Tetap pakai masker serta menjaga jaga jarak,” ujarnya.

Kehidupan baru ini pula harus ditularkan ke warga Batam agar saat semua aktivitas di Batam dibuka, warga tetap menerapkan protokol kesehatan ini. “Kita sama-sama mengedukasi warga agar tetap patuh imbauan kita,” kata dia.

Di kesempatan itu, Rudi menekankan ada tiga hal yang perlu diterapkan di tengah masyarakat. Pertama, wajib memakai masker hal ini didasari aturan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sehingga perlu disampaikan agar warga tetap mamatuhi ini.

“Kemudian yang kedua, jaga jarak termasuk di rumah ibadah. Hari ini saya kumpulkan semua ulama dan imam masjid terkait ini,” ujarnya.

Bahkan, untuk tempat ibadah ini, pihaknya akan membuka dalam waktu dekat ini. Sementata pusat keramaian lain seperti pelabuhan, mal dan sebagainya dibuka pada tanggal 15 Juni nanti.

“Dan yang ketiga, semua ASN harus mengedukasi warga menerapkan pola hidup bersih dan rajin berolahraga,” ujarnya.

Langkah-langkah ini, kata Rudi, sebagai upaya persiapan pelonggaran 15 Juni nanti. Alasannya, agar seluruh kegiatan baik sosial dan ekonomi bahkan keagamaan di Batam bisa mulai berjalan kembali, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Semua sudah mengeluh ke kami, bagaimana mau bayar air, bagaimana bayar listrik, semua sudah terdampak, jadi kita bertekad nanti kita buka semua aktivitas di Batam,” kata Rudi.

Dengan begitu, di sisa waktu hingga 14 Juni nanti, semua akan bertugas bagaimana Batam bersih dari Covid-19. “Yang sakit jadi sembuh, yang sehat makin bugar,” kata dia.(*/uma)

Pasien Nomor 96 Covid-19 di Batam Meninggal Dunia

0

batampos.co.id – Kasus pasien Covid-19 di Batam masih terus bertambah. Bahkan satu orang lagi meninggal dunia. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam Didi Kusmarjadi mengungkapkan, pasien positif Covid-19 yang meninggal seorang laki-laki berinisial HA berusia 43 tahun. Dia dinyatakan sebagai kasus 96.

Didi menjelaskan, pada 22 Mei, HA datang berobat ke IGD salah satu rumah sakit swasta di Batam Center dengan keluhan sesak napas, batuk berdahak, dan demam selama tiga hari. Sebelumnya disertai BAB mencret dan nyeri dada kanan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan pihak rumah sakit, HA didiagnosa Sepsis ec Bronkopneumonia, DD. TB Paru+B20. Dia dite- tapkan PDP Covid-19. Kemudian dilalukan pemeriksaan RDT dengan hasil nonreaktif, namun hasil uji swab positif.

“Kondisinya sebelum swab keluar semakin memburuk. Tim medis rumah telah berbuat maksimal. Pada pukul 13.40 WIB (kemarin, red) dinyatakan meninggal dunia dan dimakamkan dengan protokol Covid-19,” ujar Didi, Selasa (26/5).

Data perkembangan kasus Covid-19 di Batam hingga 26 Mei terkonfirmasi positif sebanyak 96 kasus. Dengan rincian 35 sembuh, sembilan meninggal, dan 52 orang dalam perawatan. “Yang masih dirawat salah satunya dalam kondisi lemah yakni pasien kasus 76. Sedangkan 47 lainnya dalam kondisi stabil,” ujar Juru Bicara Gugas Penanganan Covid-19 Kota Batam, Azril Apriansyah.(*/jpg)

Penerapan New Normal di 4 Provinsi dan 25 Kota/Kabupaten, Ratusan Ribu Personel Dikerahkan

0

batampos.co.id – Ratusan ribu aparat keamanan akan dikerahkan untuk menyiapkan strategi pengamanan new normal selama pandemi Covid-19. Presiden Joko Widodo pun telah meninjau kesiapa penerapan new normal di Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (26/5).

“Anggota TNI-Polri yang akan dilibatkan kurang lebih 340.000. Karena kita harus mengamankan 1.800 titik,” kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (26/5).

Hadi menuturkan, ratusan ribu personel gabungan itu akan dikerahkan untuk mengamankan empat provinsi dan 25 kabupaten/kota yang sudah diputuskan untuk menerapkan new normal. Keempat provinsi yang dimaksud yakni, DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Barat dan Gorontalo. Terdapat 1.800 objek yang akan dijaga di empat provinsi tersebut.

Adapun 25 kabupaten/kota yakni Pekanbaru, Dumai, Kabupaten Kampar, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Siak, Kabupaten Bengkalis, Palembang, Kota Prabumulih, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Kota Tegal, Surabaya, Malang, dan Kota Batu. Berikut, Kabupaten Sidoharjo, Kabupaten Gresik, Kabupaten Malang, Kota Palangkaraya, Kota Tarakan, Banjarmasin, Kota Banjar Baru, Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala, dan Kabupaten Buol.

“Pelaksanaan pendisiplinan dilaksanakan bertahap seperti di tempat lalu lintas masyarakat, stasiun dan (tempat perbelanjaan),” beber Hadi.

Hadi mengharapkan, meski nantinya prekonomian berangsur normal. Namun, masyarakat tetap diimbau untuk dapat disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Pertama seluruh masyarakat kita awasi supaya tetap memakai masker, kedua dalam berkegiatan harus jaga jarak aman, kemudian kita sediakan tempat mencuci tangan atau hand sanitizer,” tukas Hadi.(jpg)

Guru Pesantren Cabuli Santri selama 4 Tahun

0

batampos.co.id – Tindakan asusila dialami seorang santri yang diduga dilakukan seorang guru berinisial EP, 36, yang mengajar di sebuah pesantren di Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Tindakan pencabulan itu sudah berlangsung selama empat tahun.

Kapolresta Bandung Kombes Hendra Kurniawan mengatakan, aksi tersebut telah dilakukan EP selama 4 tahun, mulai 2016 hingga awal 2020. Sejak awal aksi asusila itu dilakukan, seorang korbannya tersebut masih berusia 14 tahun.

”Awalnya korban diminta untuk berfoto dengan tidak menggunakan hijab, kemudian di sekolah itu ada aturan kalau tidak menggunakan hijab akan ada tindakan. Karena takut kemudian diancam lagi, akhirnya korban dipaksa foto tanpa busana,” kata Hendra seperti dilansir dari Antara di Polresta Bandung pada Selasa (26/5).

Setelah memiliki foto korban tanpa busana, pelaku EP mengancam akan menyebarluaskan di media sosial. Ancaman itu, kata Hendra, dijadikan modus pelaku agar bisa melakukan tindakan asusila atau pencabulan kepada korban.

”Kondisi ini dimanfaatkan pelaku untuk berhubungan badan dengan cara mengancam. Ini sudah berlangsung sampai dengan kurang lebih empat tahun dari korban berumur 14 sampai 17 tahun,” kata Hendra.

Sejauh ini, kata Hendra, polisi baru menemukan satu korban dari tindakan asusila yang dilakukan EP. Namun, tidak menutup kemungkinan ada korban lainnya dari kasus asusila tersebut. ”Saat ini sedang kami dalami di komputer atau pun di laptop barang bukti, apakah ada korban lain atau tidak. Karena ada indikasi foto-foto lain, apakah ada hubungan atau tidak masih kita dalami,” terang Hendra.

Menurut Hendra, saat ini kondisi korban masih mengalami trauma. Pasalnya, korban baru melaporkan kasus tersebut baru-baru ini padahal peristiwa itu sejak empat tahun lalu. ”Kami juga memberikan bantuan atau bimbingan konseling, agar kondisinya bisa sembuh kembali,” kata Hendra.

Sementara itu, EP mengaku sudah berkeluarga dan memiliki dua orang anak. Dia melakukan tindakan asusila tersebut karena khilaf. ”Iya khilaf, saya sudah punya anak perempuan dan laki-laki,” ucap EP.

Polisi tetap menjerat EP dengan pasal 81 ayat 3 dan atau pasal 82 UU Nomor 17 Tahun 2017 tentang persetubuhan dilakukan oleh tenaga pendidik, juncto pasal 64 KUHP. ”Kita lakukan pemberatan tambah sepertiga perbuatan yang berulang, kemudian karena pengajar kita lakukan pemberatan, jadi minimal ancaman pidana lima tahun dan maksimal 15 tahun atau lebih,” tutur Hendra.(antara)

8 Tips Menjaga Kesehatan Pasca Lebaran di Masa Pandemi Covid-19

0

batampos.co.id – Merayakan hari raya Idul Fitri selalu identik dengan bermacam hidangan makanan, baik makanan berat maupun makanan ringan. Namun apabila dikonsumsi secara berlebihan dan tidak menerapkan perilaku hidup sehat, maka dapat mempengaruhi dan memicu berbagai penyakit.

Maka dari itu, menjaga kesehatan dengan memperhatikan pola makan sehat sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Ketua Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi) Provinsi Kepulauan Riau, Andi Kurniawan, menyampaikan berdasarkan teori HL Blum, satu dari 4 faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat adalah perilaku.

“Karena dengan perubahan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) ke arah yang lebih baik dan konsisten, merupakan strategi mendasar dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit baik menular maupun tidak menular,” sebutnya saat dikonfirmasi wartawan Batam Pos Online, Rabu (27/5).

Persakmi Provinsi Kepulauan Riau juga menyampaikan 8 tips menjaga kesehatan pasca Lebaran di masa pandemi Covid -19.

Berikut ini tipsnya yaitu:

1. Cuci tangan pakai sabun di air mengalir atau menggunakan hand sanitizer.

2. Tetap mengunakan masker ketika bekerja dan beraktivitas di luar rumah.

3. Cek kesehatan secara berkala sesuai protokol kesehatan Covid-19 di fasilitas kesehatan.

4. Enyahkan asap rokok dan zat adiktif lainnya.

5. Rajin olah raga minimal 30 menit dalam sehari.

6. Diet seimbang dan teratur (atur porsi makanan dalam 1 piring makan: 2/3 bagian makanan pokok, 2/3 bagian sayuran, 1/3 bagian lauk pauk dan 1/3 bagian buah-buahan).

7. Istirahat cukup dan teratur, minimal 7-8 Jam sehari.

8. Kelola stress dan perkuat ibadah. (fai)

Positif Covid-19 Bertambah 415 Orang, Total 23.165 Pasien di Indonesia

0

batampos.co.id – Pasien positif Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah. Kabar baiknya, angka penambahan pada Selasa (26/5) menurun dibanding hari sebelumnya. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, pada Selasa (26/5), mengumumkan terdapat penambahan 415 pasien. Total, jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia mencapai 23.165 kasus.

Sementara itu, untuk pasien yang berhasil sembuh jumlahnya mencapai 235 orang pada Selasa (26/5) dan total menjadi 5.877 pasien yang sembuh. Sedangkan pasien meninggak bertambah 27 orang dan totalnya mencapai 1.418 kasus.

“Ini tersebar di 406 kabupaten/kota yang terdampak dari seluruh provinsi di Indonesia,” sebut Yurianto dalam jumpa pers di Gedung BNPB, Jakarta, Selasa (26/5).

Pemerintah tidak henti mengimbau kepada masyarakat untuk mengikuti standar kesehatan yang telah ditetapkan untuk mencegah penularan Covid-19. Di antaranya adalah menjaga jarak aman dengan orang lain, menggunakan masker ketika keluar rumah, dan rajin cuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir.

“Mari kita maknai data-data ini, bahwa penularan masih terus terjadi. Oleh karena itu mari kita sama-sama putuskan permasalahan ini. Mari kita mulai kehidupan normal yang baru. Yaitu dengan melakukan pola bersih dan hidup sehat,” paparnya.

Yuri – sapaan akrab Achmad Yurianto, dalam kesempatan itu mengimbau kepada kepala keluarga untuk terus mengingatkan anggota keluarganya supaya mengikuti standar kesehatan untuk melindungi diri. Menurutnya sebaik-baik kontrol sosial di masyarakat adalah dilakukan melalui keluarga.

Yuri juga sempat menyinggung rencana pemerintah dalam memberlakukan kehidupan new normal atau kenormalan baru di daerah yang dianggap memiliki kepatuhan yang baik dalam menerapkan pola hidup sehat. Salah satu tujuannya supaya daerah atau wilayah tersebut bisa tetap produktif dan kehidupan ekonominya berjalan. Tentu saja harus tetap menerapkan standar protokol kesehatan Covid-19.

Pemerintah menduga pandemi Covid-19 akan terus berlangsung untuk beberapa waktu ke depan sampai ditemukan vaksin. Selama vaksi belum ditemukan, kehidupan masyarakat harus tetap menerapkan standar kesehatan.

“Kita yakinkan produktivitas kita kembalikan, namun tidak kemudian menimbulkan lonjakan kasus baru Covid-19. Masalah ini sangat kompleks yang akan melibatkan banyak hal dan menghabiskan banyak sumber daya. Tidak ada ruang untuk kita menjadi ketakutan, tapi tidak ada ruang untuk gegabah menghadapinya,” pungkas Yuri.(jpg)

Tempat Ibadah di Batam Dibuka, Aktivitas Lainnya Menyusul

0

batampos.co.id – Pemko Batam mulai melakuan uji coba new normal dengan pembukaan rumah ibadah yang ditandai dengan salat Zuhur berjemaah di Masjid Agung Batam Center, Selasa (26/5). Uji coba ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat menetapkan Kepri sebagai pilot project new normal dalam menanggulangi wabah Corona Virus Disease-19 (Covid-19).

Di Batam penerapan new normal secara resmi akan diterapkan 15 Juni mendatang setelah Pemko Batam selesai menerapkan pembatasan aktivitas masyarakat (PAM) yang berlangsung mulai 7 Mei-14 Juni 2020.

“Kebijakan ini merupakan salah satu langkah Pemprov Kepri dalam menyambut era new normal yang dicanangkan pemerintah pusat. Kepri masuk dalam pilot project penerapan new normal dari pemerintah pusat bersama Yogyakarta dan Bali,” ujar Plt Gubernur Kepri, Isdianto, di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Selasa (26/5).

Langkah ini, kata Isdianto, akhirnya diterima karena khawatir tingkat kejenuhan masyarakat akan terus meningkat apabila pembatasan tempat ibadah terus dilakukan. Selain itu, pemerintah juga merasa yakin, warga sudah sadar akan bahaya virus Covid-19, sehingga mampu melindungi dirinya sendiri ketika new normal diterapkan.

“Ini alasannya, kenapa kita berani. Masyarakat kita sudah bisa melindungi diri masing-masing,” jelas Isdianto.

Dia menyebutkan, setelah pelonggaran tempat ibadah, secara bertahap pihaknya juga akan mulai melonggarkan aktivitas di tempat umum lainnya. (*/jpg)