Rabu, 22 April 2026
Beranda blog Halaman 10355

Kakek Ini Miliki 5,83 Kg Ganja

0

batampos.co.id – AH, seorang pria tua menjadi terdakwa kasus narkotika di Pengadilan Negeri Batam, Senin (13/4/2020).

Pria berusia 59 tahun ini didakwa memiliki narkoba jenis ganja seberat 5,83 kilogram (kg). Kemarin, jaksa penuntut umum (JPU) Frihesti membacakan surat dakwaan di depan majelis hakim dan kuasa hukum terdakwa di PN Batam.

Sedangkan terdakwa mendengarkan dari Lapas Barelang karena sidang berlangsung online.

Dalam surat dakwaan itu, dijelaskan jika pria yang sudah berstatus kakek-kakek ini tertangkap di jalan sekitaran Lubukbaja, pada bulan Januari lalu.

Saat itu, terdakwa mengendarai becak motor dan diberhentikan oleh saksi polisi. Saksi polisi mendapat laporan adanya seseorang yang kerap membawa ganja.

Ilustrasi. Foto: Jawa Pos

Berdasarkan informasi itu, maka dilakukan penangkapan terhadap terdakwa. Dan benar, saat dilakukan pengeledahan di kendaraan yang terdakwa bawa, ditemukan 5,83 kilogram ganja kering. Ganja itu sudah dibagi menjadi beberapa paket.

”Bahwa terdakwa menguasai narkotika jenis daun ganja kering dengan jumlah total 5.827,42 gram untuk dijual. Dari hasil penjualan ganja, terdakwa mendapatkan keuntungan Rp 500 ribu per kg,” ujar Frihesti.

Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dua saksi polisi yang dihadirkan ke persidangan juga memberi keterangan yang sama dengan surat dakwaan.

Keterangan saksi dibenarkan oleh terdakwa. Sidang pun ditunda hingga minggu depan dengan agenda mendengar keterangan terdakwa.(she)

Penumpang Bus Trans Batam Turun hingga 70 Persen

0

batampos.co.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam mengklaim ada penurunan jumlah penumpang secara signifikan setelah adanya pengurangan jumlah armada, ritase serta jumlah operasional Bus Trans Batam, menyusul merebaknya wabah virus Corona atau Covid 19.

Kepala Badan Layanan Umum (BLU) UPT Pelayanan Jasa Transportasi Dishub Batam,
Bambang Sucipto, mengatakan, penurunan jumlah penumpang Bus Trans Batam mencapai 70 persen dibanding rata-rata penumpang harian sebelum wabah virus Corona terjadi.

”Saat ini jumlah penumpang hanya sekitar 2.000 sampai 2.500 orang. Jika dibandingkan
dalam situasi normal, itu berkisar 6.500 sampai dengan 7.000 orang per harinya,”
kata Sucipto, Senin (13/4/2020).

Ia memperkirakan, jumlah penumpang akan terus turun seiring gencarnya imbauan
pemerintah untuk pembatasan kegiatan di luar rumah.

Suasana di dalam Bus Trans Batam. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Sucipto berharap, semakin banyak masyarakat yang membatasi kegiatan di luar rumah sesuai dari imbauan pemerintah.

Untuk warga Batam yang masih beraktivitas di luar rumah dan menggunakan jasa transportasi Bus Trans Batam, ia mengimbau agar menjaga kesehatan, memakai
masker, serta menerapkan social distancing atau saling menjaga jarak dengan penumpang lain.

”Kita juga mewajibkan semua penumpang Bus Trans Batam untuk memakai masker,” ucapnya.

Sucipto menambahkan, hampir semua koridor mengalami penurunan jumlah penumpang, selain koridor Sekupang-Jodoh dan Punggur.

”Hal ini diasumsikan karena masih nornanya jam operasional Pasar Jodoh dan masih stabilnya Pelabuhan Punggur,” tambahnya.

Selain itu, pengurangan jumlah penumpang Bus Trans Batam juga berdampak terhadap sisi pendapatan bus itu sendiri.

Sebagai perbandingan, di saat normal, pendapatan Bus Trans Batam berkisar Rp 30 juta sampai Rp 35 juta per hari. Setelah diterapkan pengurangan tersebut, rata-rata per hari hanya berkisar sekitar Rp 6 juta sampai dengan Rp 7 juta.

”Sampai saat ini untuk karyawan tenaga harian lepas yang sudah di rumahkan sekitar 40
persen,” pungkas Sucipto.(rng)

Akan Ada 1,3 Juta Pemudik, Enam Daerah Berpotensi Jadi Sebaran Baru Covid-19

0

batampos.co.id – Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Agus Taufik Mulyono mengatakan bahwa masih ada 1,3 juta warga yang ingin melakukan mudik lebaran. Dengan adanya rencana tersebut, tentunya bakal ada daerah baru yang berpotensi menjadi kawasan penularan Covid-19.

“Saat ini ada 1,3 juta yang dianggap masih ada potensi ingin mudik. Diprediksi 1,3 juta calon pemudik sisa dari Jabodetabek belum memutuskan memang mudik atau tidak mudik,” kata dia dalam Diskusi Online, Selasa (14/4).

Data tersebut berdasarkan hasil dari analisa bersama dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang mengatakan bahwa saat ini ada 2,6 juta orang luar daerah yang belum memutuskan pulang kampung, di mana di antaranya ada 1,3 juta yang berpotensi mudik.

“Kemenhub itu tercatat sudah 900 ribu orang sekarang ini sudah mudik, sisanya tinggal 2,6 juta yang belum pulang, setengahnya berpotensi mudik,” tambahnya.

Terdapat tiga kategori yang diklasifikasikan terkait mudik, mulai dari nekat mudik karena budaya tahunan, nekat mudik karena tidak ada pemasukan biaya hidup dan terakhir adalah nekat mudik karena permintaan dari orang tua maupun keluarga.

Menyangkut kawasan penyebarannya, yang terancam paling besar menjadi kawasan zona merah virus akibat mobilisasi mudik, antara lain Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebesar 41 persen, Jawa Timur 20 persen, Jawa Barat 13 persen dan Lampung serta Sumatera Selatan sebesar 8 persen.

“Nah, inilah nanti yang perlu dilihat dampaknya dari mudik, terutama di Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, dan Jawa Barat, karena daerah-daerah inilah nanti yang akan menjadi daerah dengan ODP-ODP baru, yang juga berpotensi menjadi daerah penularan wabah baru apabila mudik ini tidak bisa ditangani oleh pemerintah dan kita semua,” tutupnya.(jpg)

Satpol PP: Pasar Kaget yang Membandel Akan Ditindak

0

batampos.co.id – Pandemi Covid-19 ternyata tak menyurutkan niat para pedagang untuk tetap berjualan di pasar kaget.

Para pedagang tetap berjualan dengan alasan demi memenuhi kebutuhan hidup. Padahal, sudah ada imbauan pemerintah untuk menutup sementara aktivitas di pasar kaget.

Ridwan, salah seorang pedagang sayur-sayuran di pasar kaget Marlion, Batuaji mengaku, baru kemarin berjualan di pasar kaget.

Sebelumnya, ia sudah tidak membuka lapak lagi, karena sudah ada razia dan imbauan dari pemerintah setempat.

”Saya baru hari ini (kemarin) kembali berjualan. Kalau tidak jualan mau makan apa. Belum kalau ada bayar keperluan lainnya,” kata Ridwan, Senin (13/4/2020).

Hal senada juga dikatakan Iwan, pedagang ikan di pasar kaget tersebut. Sejak kewaspadaan Corona digalakkan pekan lalu, dirinya libur berjualan empat hari.

Ilustrasi Pasar kaget. Foto. Dalil Harahap/batampos.co.id

Namun, karena kebutuhan harian dan butuh uang sementara tabungan habis, akhirnya ia berjualan lagi.

”Mau makan apa kami kalau seperti ini. Kami berjualan juga karena terpaksa dan tidak
ada yang bisa dibelanjakan lagi,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Ketenteraman Masyarakat dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Kota Batam, Imam Tohari, mengatakan, hal semacam ini yang menjadi kendala.

Pasalnya, para pedagang tidak ada kesadaran akan bahaya penyebaran Covid-19, begitu juga dengan masyarakat yang berbelanja di pasar kaget.

”Kami dari Tim Gugus Tugas Covid-19 hampir setiap saat mengimbau agar masyarakat
menjauhi tempat-tempat keramaian, dan jika keluar rumah wajib pakai masker. Tapi masih saja yang bandel,” katanya, Senin (13/4/2020).

Pihaknya juga mengaku selalu mengimbau kepada seluruh pedagang pasar kaget untuk tidak berjualan.

Namun, dengan alasan untuk mencari makan, mereka nekat kembali berjualan. Menurutnya, mereka tak menyadari dampak dari virus ini.

”Semua sudah kita laporkan ke Ketua Tim Gugus terkait kondisi saat ini di lapangan.
Tinggal tunggu keputusan ketua tim,” jelasnya.

“Jika sudah zona merah, kemungkinan aktifitas mendatangkan orang banyak ini dihentikan dan kita tindak pasar kaget yang membandel,” tegas Imam lagi.

Pantauan di lapangan, pasar kaget di Marlion tersebut ramai dikunjungi masyarakat.  Bahkan, masih banyak masyarakat dan pedagang yang tidak mengindahkan imbauan pemerintah seperti memakai masker dan lain sebagainya.(rng)

Bapak Tiri Divonis Penjara 10 Tahun

0

batampos.co.id – Sikron alias Ron, divonis 10 tahun penjara oleh majelis hakim
Pengadilan Negeri (PN) Batam, Senin (13/4/2020). Pria ini terbukti mencabuli putri tirinya hingga puluhan kali dan mengakibatkan korban trauma.

Pencabulan yang dilakukan Ron terjadi sejak korban, sebut saja Mawar, duduk di bangku kelas 5 SD. Berawal saat korban tidur di samping terdakwa yang memang saat itu tinggal dalam sebuah kamar kos-kosan.

Korban yang terlelap diraba-raba tubuhnya. Kejadian itu terus berulang hingga korban duduk di bangku SMP.

Saat itu korban diam, karena selalu diancam oleh terdakwa. Namun akhirnya, korban melaporkan perilaku biadab sang ayah tiri kepada ibunya.

Dalam surat putusan, majelis hakim yang dipimpin hakim Taufik Nainggolan menjelaskan, perbuatan terdakwa tak ada alasan untuk dimaafkan.

Ilustrasi. Foto: Dokumentasi batampos.co.id

Apalagi, setelah mengetahui fakta di persidangan baik dari keterangan korban, saksi dan
terdakwa.

”Kami sependapat dengan jaksa penuntut umum, jika terdakwa terbukti melanggar pasal 82 ayat 2 tentang perlindungan anak,” ujar hakim Taufik dalam sidang online yang dilaksanakan tertutup di PN Batam.

Sebelum menjatuhkan vonis, hakim juga mempertimbangkan hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa.

Hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan. Sedangkan hal yang memberatkan terdakwa, perilakunya menyebabkan trauma pada anak dan merusak masa depan anak tiri.

Apalagi, perbuataan itu dilakukan berulang kali.

”Menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara terhadap terdakwa Sikron, dikurangi selama terdakwa ditahan,” terang Taufik.

Terdakwa yang mendengar putusan itu dari Lapas Barelang mengaku pikir-pikir. Sedangkan jaksa penuntut umum (JPU), Yan Elhas menerima, karena vonis sama dengan
tuntutan.(she)

Mudik Lebaran Harus Dilarang

0

batampos.co.id – Pemerintah hingga kini masih hanya memberikan imbauan kepada masyarakat terkait mudik lebaran 2020. Padahal, mobilitas transportasi menjadi media penyebaran virus Covid-19.

Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio mengingatkan pemerintah jika masyarakat sekedar dihimbau untuk tidak mudik lebaran tidak akan efektif menghindari pergerakan orang dari kota ke daerah.

“Kalau (sekedar) menghimbau mending lepas aja (untuk mudik). Orang Indonesia (kalau cuma) diimbau dan tidak ada sanksi ya bakal dilanggar. Ada sanksi aja (kadang) dilanggar. Jadi jangan sekali-kali kita mengimbau, ini (imbauan) kalau diibaratkan manusia itu banci, nggak jelas gendernya,” kata dia dalam Diskusi Online Mudik Lebaran di Masa Pandemik Covid-19, Selasa (14/4).

Dia mengharapkan pemerintah dapat segera mengambil kebijakan yang tegas dan tidak setengah-setengah dalam mencegah adanya penyebaran Covid-19. Pasalnya, jika tetap dilakukan, yang akan menanggung akibat dari banyaknya mobilitas transportasi saat mudik adalah pemerintah daerah (Pemda).

“Ini jangan diimbau, atur saja larang, ini urusannya bebannya ada di daerah, mereka yang kewalahan, yang jelas-jelas saja (dalam membuat aturan),” tambahnya.

Apalagi pemerintah juga terlalu banyak mengeluarkan regulasi yang mana hal itu membuat bingung masyarakat, salah satunya terkait kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di mana di dalamnya juga terdapat imbauan dan pembatasan operasional transportasi.

“Kita dari kemarin bingung terus, udah kebanyakan aturan, kebanyakan definisi mending segera lakukan dan terapkan larangan,” tutupnya.(jpg)

39 ABK Kapal Kelud Positif Korona, Dirawat di RS Pulau Galang

0

batampos.co.id – Rumah Sakit Khusus Penyakit Menular Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau mulai menerima pasien kasus Covid-19. Sebanyak 39 orang saat ini tengah menjalani perawatan medis di sana.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I Laksamana Madya TNI Yudo Margono mengatakan, 39 orang ini sudah dinyatakan positif Covid-19. Seluruhnya berasal dari Kapal Kelud milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI).

“(Mereka) Pasien Positif Covid-19. Mereka ABK kapalnya milik PELNI,” kata Yudo saat dikonfirmasi, Selasa (14/4).

Sementara itu, Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT PELNI (Persero) Yahya Kuncoro mengatakan, pihaknya secara aktif melakukan peningkatan pengawasan terhadap kesehatan seluruh petugas kapal. ABK telah diinstruksikan untuk meningkatkan kewaspadaan serta menjalankan seluruh SOP Kesehatan sesuai dengan arahan dari Kementerian Kesehatan.

Selain itu, manajemen juga telah melengkapi seluruh petugas kapal dengan APD. Serta membekali multivitamin untuk meningkatkan imunitas para ABK.

“Sebagai Perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa transportasi publik, seluruh petugas kapal memiliki resiko yang tinggi karena setiap hari bertemu dan melakukan interaksi dengan banyak orang,” kata Yahya.

PELNI juga mewajibkan seluruh penumpangnya untuk menggunakan masker selama berada diatas kapal sejak 12 April 2020. Penumpang juga dicek suhu tubuh sebelum naik ke atas kapal.

PELNI pun melakukan penyemprotan disinfektan pada seluruh kapalnya secara berkala. Bagi penumpang dan ABK pun diharuskan menerapkan physical distancing sejauh 1 – 2 meter baik itu pada nomor bed maupun saat mengantri makan.

Begitu pula dengan hand sanitizer telah disediakan pada setiap dek penumpang, sabun cuci tangan di setiap toilet, pemberian masker bagi penumpang yang sakit di tengah perjalanan, serta memberikan himbauan mengenai kesehatan melalui pengeras suara setiap tiga jam.(jpg)

Armada Kemanusiaan ACT Dukung Kebutuhan Penanganan Covid-19 di Pulau Galang

0
batampos.co.id – Dukungan untuk berbagai elemen masyarakat yang terdampak langsung Covid-19 terus diberikan. Tak terkecuali bagi para tenaga medis, petugas keamanan, dan pasien  yang tengah dikarantina di Pulau Galang, Kota Batam, Kepulauan Riau.
Aksi Cepat Tanggap turut memenuhi kebutuhan mereka dengan mengirimkan armada Humanity Food Truck dan Double Cabin Rescue menuju Pulau Galang, Senin (13/4/2020).

Direktur Program ACT, Bambang Triyono, menyatakan, aksi ini merupakan bagian dari dukungan ACT terhadap upaya-upaya pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19.

“Seperti yang kita ketahui Pulau Galang telah dijadikan titik karantina bagi warga Indonesia yang saat ini berada di luar negeri dan ingin kembali ke Indonesia,” jelasnya.
“Pulau Galang digunakan sebagai pusat karantina Covid-19. Kehadiran Humanity Food Truck di sana, sebagai armada yang mendukung dan membersama semua tenaga-tenaga baik tim medis, relawan nonmedis, TNI dan semua yang membantu di tempat karantina tersebut, termasuk pasien yang dirawat, baik yang masih tahap observasi,” ujarnya lagi.
Dua armada yang digerakkan ke Pulau Galang akan menyuplai kebutuhan penanganan karantina Covid-19 selama 14 hari.
Armada humanity food truck milik ACT. Foto; ACT untuk batampos.co.id

Dalam kurun waktu tersebut, tim ACT akan membagikan makanan gratis, air, dan kebutuhan pokok lainnya yang diperlukan semasa pendampingan dengan target 1.000 penerima manfaat.

Selain itu, bantuan sekunder berupa penyemprotan disinfektan juga akan disiapkan demi memaksimalkan bantuan di lokasi tersebut.

Aksi ini menjadi tahap awal dalam program utama “Bersama Selamatkan Bangsa” yang akan diluncurkan beberapa hari ke depan.

Bersama Selamatkan Bangsa merupakan gerakan untuk semakin memasifkan program Operasi Pangan Gratis yang telah dilakukan sebelumnya.
Rencananya, kolaborasi akan dilakukan dengan sekitar 10.000 warung kuliner UMKM (warteg dan jejaringnya) yang sebelumnya baru berjumlah 1.000 warung. Selain itu, akan dimaksimalkan pula pendistribusian 1.000.000 paket makanan siap santap.

Dari segi pemenuhan kebutuhan penunjang kerja pejuang medis, ACT akan bekerja sama dengan 1.000 UMKM untuk memproduksi masker dan cairan disinfektan selama masa pandemi ini.

Hingga Senin (13/4/2020), jumlah total pasien positif Covid-19 tercatat sebanyak 4.557 orang dengan korban yang meninggal sebanyak 399, dan yang sembuh 380 orang.

Tidak tinggal diam, ACT akan terus berkolaborasi memberikan bantuan berupa operasi pangan gratis, dukungan bagi tenaga medis, pemeriksaan kesehatan keliling, pemberian paket sanitasi, dan program-program lainnya. Untuk itu, mari Bersama Selamatkan Bangsa.(*)

DPR Mendapat Kritik Karena Tetap Bahas RUU Cipta Kerja

0

batampos.co.id – Ombudsman RI mengkritik sikap DPR yang ngotot membahas RUU Cipta Kerja di tengah bangsa sedang berjuang melawan pandemi covid-19. Padahal setiap hari jumlah pasien dan korban virus korona itu terus bertambah.

Komisioner Ombudsman RI Ahmad Alamsyah Saragih mengatakan, sangat tidak etis jika anggota DPR terus ngotot untuk membahas Omnibus Law. Padahal Omnibus Law akan membawa dampak bagi nasib banyak masyarakat Indonesia.

“Harusnya partisipasi masyarakat dalam pembahasan Omnibus Law dilibatkan secara optimal. Di saat pendemi masih terjadi mereka justru ngotot terus membahas Omnibus Law. Ini sangat aneh. Negara ini bukan hanya milik pemerintah dan anggota DPR saja. Adanya pemaksaan pembahasan Omnibus Law yang dilakukan oleh anggota DPR saya nilai kurang beradab,” terang Alamsyah dilansir JawaPos.com, Selasa (14/4).

Kritikan Alamsyah itu terkait agenda Badan Legislasi (Baleg) DPR yang menjadwalkan Rapat Kerja dengan pemerintah hari ini, Selasa (14/4)di Ruang Rapat Pansus C, Gedung Nusantara II, Lantai 3. Agenda itu berdasar pada surat yang dikirim Setjen DPR pada Senin (13/4) yang mengundang 11 menteri Kabinet Kabinet Indonesia Maju.

Menurut Alamsyah, pembahasan Omnibus Law saat ini tidak memiliki urgensi sama sekali. Apalagi jika dalil yang dipergunakan adalah untuk meningkatkan investasi di Indonesia. Tiongkok yang biasa digadang-gadang sebagai investor strategis di Indonesia saat ini ekonominya juga tengah mengalami kontraksi. “Mustahil mendatangkan investasi dari Negeri Tirai Bambu tersebut,” kata Alamsyah.

“Harusnya DPR dan pemerintah memikirkan urusan yang lebih penting dari pada membahas Omnibus Law. Menyelamatkan nyawa masyarakat Indonesia jauh lebih penting dan mulia dibandingkan membahas Omnibus Law,” imbuhnya.

Alamsyah meminta pemerintah fokus untuk mencari dana untuk tanggap darurat dan menanggulangi dampak sosial akibat pendemi Covid-19. DPR diharapkan fokus untuk mengawasi pelaksanaan dan penyaluran dana tanggap darurat yang dibuat oleh pemerintah.

“Lebih mulia dan terhormat jika DPR mengawasi jalannya Perpu 1 tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Covid-19,” kata dia.

Terpisah, Wakil Ketua Baleg DPR Achmad Baidowi ketika dikonfirmasi membenarkan jadwal tersebut. Agendanya adalah rapat kerja yang berupa pemaparan pemerintah. Rapatnya berlangsung secara fisik dan virtual.

“Ini baru rapat perdana. Lalu fraksi-fraksi menanggapi terhadap pemaparan dari pemerintah,” kata Achmad Baidowi kepada JawaPos.com, Selasa (14/4).

“Tentu yang kami tanya keseriuan pemerintah membahas RUU Ciptaker di tengah situasi seperti sekarang ini. Terbuka bisa melalui TV Parlemen atau medsos DPR,” tandas pria yang biasa disapa Awiek tersebut.(jpg)

Prioritaskan Corona, Pembangunan Tiga Gedung SMP Baru di Batam Ditunda

0

batampos.co.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Batam berencana menunda pengerjaan proyek fisik yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) tahun 2020 ini.

Alasannya, memperhitungkan kemampuan APBD yang ikut terdampak Covid-19.

”Melihat keadaan saat ini, memang tidak semua proyek fisik yang kami rencanakan bisa direalisasikan. Kami masih menghitung dan memetakan proyek mana yang bisa ter-cover dan terpaksa ditunda pengerjaannya tahun ini,” kata Kepala Dis-
dik Batam, Hendri Arulan, Senin (13/4/2020).

Ia menjelaskan, pembangunan proyek fisik bersumber dari pendapatan asli daerah Kota Batam. Namun, karena adanya pandemi Covid-19, pemerintah mengutamakan penyelesaian virus corona lebih diprioritaskan.

”Sementara ini kami tahan dulu, hingga kondisi membaik. Karena memang keadaan tengah sulit. Jadi proyek fisik belum bisa dimulai hingga saat ini,” sebutnya.

Hendri menyebutkan, proyek fisik yang membutuhkan biaya cukup besar yaitu pembangunan tiga sekolah menengah pertama (SMP) negeri yang didirikan pasca penerimaan peserta didik baru (PPDB) Juni 2019 lalu.

Pembangunan gedung SMPN 53 Batuaji beberapa waktu lalu. Tahun ini Dinas Pendidikan Kota Batam menunda pembangunan tiga gedung SMP dikarenakan anggaran APBD diprioritaskan untuk menanganan Covid-1. Foto:Dalil Harahap/batampos.co.id

Tiga unit sekolah baru (USB) tersebut yaitu SMPN 60, 61 dan 62 Batam. Selain USB, pihaknya juga merencanakan penambahan ruang kelas baru (RKB) di sejumlah sekolah.

Penambahan ini guna menampung siswa yang saat ini melebihi kapasitas karena tidak adanya ruangan.

”Ada juga revitalisasi dan usulan lainnya yang sudah masuk rencana dikerjakan
tahun ini. Kami harus melihat keadaan saat ini. Karena tidak mungkin dipaksakan dibangun sedangkan uangnya tidak ada,” ucapnya.

Untuk itu, siswa dan guru diharapkan bersabar, jika belum bisa memiliki gedung sendiri tahun ini. Lanjutnya, jika keadaan membaik dan anggaran cukup, pihaknya pasti memprioritaskan pembangunan sekolah untuk disegerakan.

”Beberapa waktu lalu, pembangunan sekolah ini masih jadi prioritas. Namun, karena
pandemi keadaan semakin sulit, sehingga kami belum bisa memulai proses rencana pembangunan tersebut,” jelasnya.

“Mudah-mudahan kondisi cepat pulih, sehingga pembangunan Kota Batam tetap bisa berlanjut termasuk USB,” harapnya.

Saat ini, siswa yang tidak memiliki gedung sendiri masih menumpang belajar di sekolah terdekat. Karena pandemi, siswa diliburkan, sehingga belajar di rumah.

Kondisi ini jauh lebih nyaman dari pada mereka harus belajar dua sif, karena harus berbagi ruangan dengan sekolah yang mereka tumpangi.

”Belajar dari rumah kan diperpanjang. Jadi mereka tidak ke sekolah sementara ini,”
tutupnya.(yui)