Kamis, 21 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10570

Pembunuh Menangis Minta Keringan Hukuman

0

batampos.co.id – Terdakwa pembunuh Arnol yakni RM, JA, dan JF menangis minta keringanan dari tuntutan 12 tahun penjara.

Hal itu disampaikan ketiga terdakwa dalam pembelaan atau pledoi di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Senin (23/3/2020).

Terdakwa Rotlan misalnya, kepada majelis hakim menyesali perbuataanya. Ia mengaku masih punya tanggungan keluarga yang harus dibiayai.

”Saya menyesal sekali Pak Hakim, saya mohon keringanan hukuman,” kata RM sembari menangis.

Hal hampir senada diucapkan kedua terdakwa lainnya. Meski minta keringanan hukuman, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yan Elhas tetap pada tuntutannya.

Yakni menuntut terdakwa dihukum 12 tahun penjara karena terbukti melanggar pasal 170 KUHP ayat 3.

”Kami tetap pada tuntutan yang mulia,” ujar Yan kepada majelis hakim.

Atas duplik JPU, majelis hakim yang dipimpin hakim Jasael pun menunda sidang hingga
dua minggu ke depan, Senin (6/4/2020).

Dengan agendanya putusan. Diketahui, ketiga terdakwa nekat menganiaya korban
Arnol hingga tewas karena diduga memiliki hubungan dengan keluarga terdakwa.(she)

40 Angkot Disemprot Disinfektan

0

batampos.co.id – Tim Batam Baru ikut mengambil peran mencegah meluasnya wabah
corona (Covid-19).

Anggota tim Batam Baru bergerak me- nyemprotkan disinfektan pada kurang lebih 40 angkot di sekitaran Batuaji, Senin (23/3/2020).

“Kami tidak ingin membiarkan Pemerintah Kota Batam bekerja sendirian dalam melawan wabah Covid-19,” jelas ucap Ketua Tim Batam Baru, Gishen Zhangles.

“Kami percaya senjata untuk melawan Covid-19 adalah solidaritas dan kerja sama dari seluruh lapisan masyarakat, sehingga kami bertekad untuk ikut ambil bagian sesuai porsi kita masing-masing,” kata dia lagi.

Setiap harinya mayoritas pekerja di Batam menggunakan transportasi angkot menuju tempat kerjanya masing-masing.

Di tengah wabah Covid-19 ini, teman-teman pekerja tetap harus berangkat kerja. Berangkat dari kegelisahan tersebut, Tim Batam Baru berinisiatif untuk menyemprotkan disinfektan pada kurang lebih 40-an angkot.

Teman-teman sopir angkot kooperatif dengan kegiatan penyemprotan yang dilakukan Tim Batam Baru mereka memarkir angkotnya dan membiarkan Tim Batam Baru melakukan penyemprotan disinfektan.

“Kami yang setiap harinya harus beraktivitas di jalan dan kami tidak tahu siapa saja yang naik angkot kami. Kami cukup lega dan senang dengan langkah pencegahan seperti ini dari teman-teman Batam Baru,” ucap salah seorang sopir angkot.

Selain itu, sopir angkot juga berharap dapat diberi masker ataupun suplemen untuk meningkatkan antibodi dalam tahap pencegahan ini.(rng)

Presiden Putuskan Tidak Ada Ujian Nasional 2020

0

batampos.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya memutuskan meniadakan Ujian Nasional (UN) untuk tahun 2020. Sebelumnya sudah ada kesepakatan bahwa UN mulai dihapus pada 2021. Keputusan ini sebagai bagian dari sistem respons wabah virus Korona jenis baru atau COVID-19 yang salah satunya adalah mengutamakan keselamatan dan kesehatan rakyat.

“Seperti yang telah disampaikan bahwa sistem respons CoOVID-19 harus menyelamatkan kesehatan rakyat, daya tahan sosial, dan dunia usaha,” kata Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman dalam keterangannya, Selasa (24/3).

Fadjroel menyampaikan, peniadaan UN pada 2020 menjadi penerapan kebijakan pembatasan sosial atau social distancing untuk memotong rantai penyebaran virus Korona. Hal ini telah disampaikan Presiden Jokowi dalam rapat terbatas mengenai pembahasan Ujian Nasional melalui video conference.

“Ujian Nasional ditiadakan untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) atau setingkat Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau setingkat Madrasah Tsnawiyah (MTs), dan Sekolah Dasar (SD) atau setingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI),” beber Fadjroel.

Oleh karena itu, Fadjroel mengharapkan, kebijakan peniadaan UN perlu diikuti partisipasi aktif warga dalam menerapkan perilaku social distancing.

“Pemerintah mengharapkan masyarakat kerja dari rumah, belajar dari rumah, dan ibadah di rumah,” tegas Fadjroel.(jpc)

Suspect Corona Sempat Kabur, Kini Diisolasi Bersama Suami dan Anak

0

batampos.co.id – Suspect corona berinisial CN, warga Marina, Tanjunguncang yang sempat kabur saat akan dipindahkan ke ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, Batuaji, Jumat (20/3) pekan lalu, kini diisolasi bersama suami dan anaknya di RS tersebut.

Kapolresta Barelang, AKBP Purwadi Wahyu Anggoro, mengatakan CN dijemput aparat kepolisian malam itu juga. Melalui pendekatan persuasif, CN dan suami serta anaknya bersedia dirawat di RSUD. Wanita berusia 27 tahun ini terdeteksi demam tinggi sebelum kabur. “Yang bersangkutan sekarang bersama suami dan anaknya sudah di rumah sakit,” ujar Purwadi, Seni (23/3) siang.

Purwadi menjelaskan, CN menolak diisolasi karena sedang mengasuh anaknya. Sambil mengasuh anaknya, CN juga berjualan di pasar malam kawasan Batuaji. “Dari siang dia berjualan bersama suaminya. Malam berjualan di pasar malam,” katanya.

Sementara itu, dua orang anggota Polda Kepri beserta keluarganya masuk dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP). Dari informasi didapat Batam Pos anggota Polda Kepri berinisial D dan keluarganya telah dipantau sejak 18 Maret. Sedangkan anggota Polda Kepri berini- sial A dan keluarganya telah dipantau sejak 13 Maret. Dikonfirmasi Kabid Humas Polda Kepri Kombes Harry Goldenhardt membenarkan.

“Iya, statusnya ODP,” katanya, kemarin (23/3).

Namun, Harry enggan merinci lebih lanjut kenapa dua anggota Polri dan keluarganya masuk kategori ODP. “Istrinya tenaga medis di RSUD Tanjungpinang. Alhamdulilah, dari pemantauan kami semuanya dalam keadan sehat,” ujarnya. (gie/eja/ska)

Ini Penjelasan Presiden Mengapa Indonesia Tidak Lakukan Lockdown

0

batampos.co.id – Jumlah kasus positif dan meninggal karena terinfeksi covi-19 terus bertambah. Hingga kini karantina wilayah (lockdown) belum menjadi opsi pemerintah.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun angkat bicara soal alasan belum diberlakukannya lockdown di wilayah terjangkit korona. Menurut eks gubernur DKI Jakarta itu, setiap negara memiliki karakter yang berbeda-beda. Tidak bisa disamakan satu negara lain dengan Indonesia.

“Ada yang bertanya kenapa kebijakan lockdown tidak kita lakukan? Perlu saya sampaikan setiap negara memiliki karakter, budaya, kedisplinan yang berbeda-beda. Oleh karena itu kita tidak memilih jalan tersebut,” ujar Presiden Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (24/3).

Eks wali Kota Solo itu mengklaim, tidak dilakukannya lockdown karena sudah memiliki analisis yang panjang. Maka dari itu, Indonesia tidak perlu melakukan karantina wilayah dalam menangani virus Korona. “Itu sudah saya pelajari saya memiliki analisa-analisa seperti itu dari semua negara,” katanya.

Daripada lockdown, pemerintah lebih memprioritaskan social distancing atau pembatasan interaksi sosial. Opsi itu diyakini dapat memutus mata rantai virus Korona.

“Jadi yang paling pas di negara kita physical distancing, menjaga jarak aman. Kalau itu bisa kita lakukan saya yakin kita bisa mencegah penyebaran Covid-19 ini,” ungkap Jokowi.

Oleh sebab itu, dalam memutus mata rantai virus korona diperlukan kedisiplinan yang kuat di level masyarakat. Jangan sampai orang yang sudah diisolasi malah tetap keluar rumah. Hal itu membuat orang lain ikut tertular.

“Saya baca sebuah berita, sudah diisolasi membantu tetangganya yang mau hajatan. Ada yang sudah diisiolasi masih belanja di pasar,” katanya.

Sebagaimana diketahui jumlah kasus positif terkena virus korona sampai saat ini mencapai 579, Kasus meninggal 49 orang. Sementara yang sembuh berjumlah 30 orang‎.(jpg)

Sensus Melebihi Target

0

batampos.co.id – Kecamatan Posek meraih predikat pertama dalam menyelesaikan sensus penduduk secara online.

Padahal kecamatan ini, memiliki banyak pulau dengan jarak satu pulau dengan pulau yang lain cukup jauh.

“Saya merasa senang terhadap kepedulian perangkat desa yang sudah membantu lancarnya pengumpulan data tersebut,” kata Camat Posek, Suratman, saat ditemui di Dabo Singkep, Senin (23/3/2020) pagi.

Terlebih, kondisi jaringan internet yang masih sangat minim di wilayah tersebut. Hal ini menjadi salah satu kendala.

Walau demikian, Sutar, panggilan akrabnya, mengaku kagum dengan kinerja seluruh perangkat kecamatan dan perangkat desa yang sangat aktif dalam menyukseskan sensus tersebut.

Seorang warga sedang melihat laman sensus.bps.go.id tentang sensus penduduk online, Selasa (3/3/2020). Foto: batampos.co.id/Cecep Mulyana

Dari jumlah Kepala Keluarga (KK) sebanyak 1.088, dengan target yang diberikan sebesar 142 KK. Dengan kinerja yang baik Kecamatan Posek dapat melakukan sensus terhadap 269 KK.

Dengan kata lain Kecamatan Posek berhasil menyelesaikan tugas hingga 189,46 persen di atas target yang telah ditetapkan.

Begitu juga dengan sensus penduduk yang dilakukan Kecamatan Posek, dari jumlah penduduk sebanyak 3.364 jiwa, mereka telah melakukan sensus penduduk secara online kepada 825 warga.

Padahal, mereka mendapat target sebanyak 438 penduduk.

“Dengan kinerja seperti ini, kami berharap dapat membantu kelancaran dalam hal pembangunan yang dilakukan Pemkab Lingga,” katanya.

Kecamatan Posek adalah salah satu kecamtan yang tergolong baru di Kabupaten Lingga. Mereka membawahi tiga desa dengan delapan pulau.(wsa)

3.782 Botol Miras Dimusnahkan

0

batampos.co.id – Kejaksaan Negeri Batam memusnahkan barang bukti minuman keras di PT Desa Air Cargo, Kabil, Senin (23/3/2020).

Ratusan botol minuman keras itu sitaan dari dua kasus yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (incraht).

Kajari Batam, Dedie Tri Hariyadi, menjelaskan, pemusnahan barang bukti dilakukan sesuai amar putusan Pengadilan Negeri (PN) Batam dan Pengadilan Tipikor Tanjung-
pinang.

Dimana putusan PN Batam atas nama terdakwa Nini yang telah membayar uang pengganti atau denda Rp 150 juta karena perbuatannya.

Kasus kedua atas nama Efendi, PNS yang tertangkap tangan Polresta Barelang
karena minuman keras dan membayar denda Rp 50 juta.

”Ini bentuk penegakan hukum terakhir sesuai amar putusan pengadilan atas kasus
OTT dan Kepabeanan, sesuai dasar eksekusi perkara yang telah incraht,” jelas Dedie ke-
pada awak media.

Menurut dia, barang bukti yang diamankan dari dua terdakwa berjumlah 3.782 botol minuman keras dengan berbagai merek.

Dengan nilai total harga minuman keras diperkirakan lebih dari Rp 2 miliar.

”Pemusnahan beberapa tahap, tahap awal ratusan botol miras yang dimusnahkan dengan cara dipres, bekas dari air miras itu kemudian diproses untuk diseterilisasikan,”ujarnya.(she)

Cegah Penyebaran Virus Korona, Satgas Sisir Belakangpadang dan Sagulung

0

batampos.co.id – Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 tak hanya bergerak di perkotaan, tapi juga di hinterland. Salah satunya di Kecamatan Belakangpadang. Tim menyasar permukiman rumah warga, terutama mereka yang baru kembali dari daerah dan negara terjangkit.

Camat Belakangpadang, Yudi Admajianto, mengatakan tim mendatangi rumah warga dan mengecek suhu tubuh serta kondisi warga. Selain warga lokal, tim juga menyasar rumah warga yang menikah dengan warga negara lain. “Ada 11 keluarga yang terdaftar memiliki keluarga campuran dengan negara lain. Ini sudah dicek dan diberikan sosialisasi mengenai Covid-19,” kata dia, Senin (23/3).

Yudi juga menyebutkan, tim yang terdiri dari kepolisian dan TNI juga gencar menggelar sosialisasi. Baik di darat maupun laut. Sebab di Belakangpadang banyak pulau-pulau, sehingga tim menggunakan transportasi laut menyebarkan informasi tentang Covid-19.

“Alhamdulillah, sejauh ini masyarakat pulau sangat kooperatif. Mereka melaporkan sendiri jika ada warga yang baru kembali dari daerah atau negara terjangkit. Termasuk warga yang baru kembali dari Batam akan dicek suhu tubuhnya,” terang mantan Kabag Humas Pemko Batam ini.

Namun, keterbatasan alat pelindung diri, tim satgas berinisiatif menggunakan alat seadanya. Hal ini untuk antisipasi jika saat penyisiran ada ditemukan pasien yang mengarah pada Covid-19. “Tim satgas buat dari plastik, yang terpenting bisa melindungi diri saat turun ke lapangan,” ujarnya.

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam melakukan penyisiran
ke sejumlah rumah warga untuk mendata orang yang sedang mengalami gejala sakit
mengarah Covid-19, baik di wilayah mainland maupun di hinterland, Senin (23/3). (istimewa)

Di Kecamatan Sagulung, tim juga mendatangi permukiman warga untuk mencari tahu, mendata, serta memeriksa warga yang memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri dalam kurun waktu 14 hari ke belakangan ini. Hasilnya sudah 76 rumah yang didata karena penghuninya memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri.

“Inilah yang dikerjakan oleh Satgas Covid-19 ini. Semua harus bergerak ke lingkungan perumahan masing-masing. Camat, kelurahan sampai RT/RW semua gerak untuk memantau masyarakat di lingkungannya masing-masing,” ujar Camat Sagulung, Reza Khadafi, Senin (23/3).

Meskipun sudah cukup banyak rumah yang diawasi, orang yang harus menjalani perawatan dan penanganan sesuai dengan protokol WHO, baru sekitar 25 orang yang dievakuasi Satgas, Minggu (22/3) sore. Mereka ini yang pernah berhubungan atau kontak fisik dengan korban pasien positif corona pertama yang meninggal di Batam.

“Selain itu, belum ada lagi. Masih sebatas pengawasan biasa karena pernah pergi ke luar negeri,” kata Reza.

Di wilayah Marina dan Basecamp, pihak kelurahan bersama petugas kesehatan dari Puskesmas juga mendata 20 rumah yang penghuninya memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri. Statusnya sama meskipun belum disebut sebagai suspect tapi mereka OPD. “Iya, ada sekitar 20-an rumah. Penghuninya sudah didata dan akan terus dipantau kondisinya,” ujar Lurah Tanjungriau, Agus Sofyan.(yui/eja/iza/cr1)

Guru Besar UI dan UGM Meninggal Karena COVID-19

0

batampos.co.id – Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gajah Mada (UGM) sedang berduka. Sebab, kedua kampus ini kehilangan dua tokoh terhebat mereka. Pada Senin (23/3), Guru Besar Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Prof. Dr. dr. Bambang Sutrisna, MHSc. dinyatakan meninggal dunia. Dan pagi ini, Selasa (24/3) Guru Besar Universitas Gajah Mada Prof. dr. Iwan Dwiprahasto, M.Med.Sc., Ph.D. juga meninggal dunia.

“UI tengah berduka mendalam atas kepergian Prof Dr dr Bambang Sutrisna, MHSc. Beliau benar adalah Guru Besar bidang epidemiology FKM UI,” kata Media Relation Kampus UI, Egia Tarigan dikutip dari JawaPos.com, Selasa (24/3).

Sementara itu, Guru Besar UGM Prof Iwan juga tutup usia. Dalam kabar yang beredar di kalangan sivitas akademika UGM. Prof Iwan Dwiprahasto bin Oetomo Moestidjo tutup usia dalam usia 58 tahun pada Selasa 24 Maret 2020 pukul 00.04 WIB di RS Sardjito Yogyakarta.

Almarhum dimakamkan di Pemakaman Sawit Sari UGM. Jenazah diberangkatkan dari RSUP Dr Sardjito langsung menuju pemakaman Sawit Sari. Dan dari Instagram UGM terekam secara LIVE prosesi pemakaman Prof. Iwan. JawaPos.com sudah berusaha menghubungi sejumlah pihak sivitas akademika UGM namun belum mendapatkan jawaban atas kabar duka itu.

Dibayangi Kabar COVID-19

Kedua guru besar dikabarkan meninggal karena terinfeksi COVID-19. Hal ini dibenarkan rekan sejawat yang juga sahabat keduanya.

“Benar (Prof Bambang) tertular (COVID-19) dari pasiennya,” ujar salah satu rekan almarhum yang tidak disebutkan namanya.

Guru Besar FKM UI Prof Bambang meninggal di RS Persahabatan. Namun JawaPos.com, sudah berusaha menghubungi pihak RS Persahabatan tapi tidak mendapatkan jawaban.

Sedangkan Prof Iwan tidak praktik dan juga tidak punya catatan pulang dari luar negeri baru-baru ini. Dalam LIVE Instagram UGM, Pemakaman dilakukan sesuai protap persemayaman jenazah COVID-19 di mana semua memakai masker dan dilakukan dengan jarak yang sesuai.

“Hari ini satu lagi guru besar meninggal karena COVID-19. Prof Iwan,” kata salah satu rekan yang tidak disebutkan namanya.

Sedangkan, Guru Besar FKM UI Hasbullah Thabrany memiliki kenangan atas dua rekannya sesama almarhum guru besar tersebut. Menurutnya, keduanya punya dedikasi sebagai tokoh kunci yang penting dalam dunia kesehatan di tanah air.

“Hari ini satu lagi Guru Besar wafat. Prof Iwan Prahasto. Prof Iwan adalah tokoh kunci dalam formularium nasional Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sedangkan Prof Bambang Ahli epidemiologi yang konsisten dan tidak mengenal lelah mengembangkan ilmunya,” kata Prof Hasbullah.

Menurut Prof Hasbullah, Prof Iwan orang yang konsisten dan tegas untuk menentukan mana obat yang boleh dan yang tidak boleh masuk fornas. Sosoknya tidak bisa diajak kompromi.

“Kita kehilangan tokoh besar dalam health care kita,” tegasnya.(jpc)

Penggiliran Di Depan Mata, Ratusan Industri Terdampak

0

batampos.co.id – Kondisi air di waduk Duriangkang sudah mencapai minus 3,38 meter dari permukaan bangunan pelimpah.

Jika level air turun 2 centimeter lagi, maka Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tanjungpiayu akan berhenti beroperasi dan berdampak pada ratusan industri.

“Jika sudah menyentuh level minus 3,4 dari permukaan bangunan pelimpah, maka pipa Intake IPA Tanjungpiayu sudah menyentuh dasar waduk. Jadi tak mungkin lagi beroperasi,” ujar Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus.

Dengan tumbangnya IPA Tanjungpiayu, maka Batam telah kehilangan produksi air bersih sebesar 225 liter perdetik yang selama ini melayani sekitar 21 ribu pelanggan di wilayah Tanjungpiayu dan sekitarnya.

Jika BP Batam memerintahkan untuk melakukan penggiliran, ATB telah siap dengan skema yang paling minim dampak bagi pelanggan.

“Pada prinsipnya, kami akan mengikuti arahan pemerintah. Dan kami sudah siapkan skema dengan memperhitungkan dampak–dampak yang muncul,” jelasnya.

Intake IPA Tanjungpiayu telah turun lebih dari 3 meter akibat menyusutnya level air di waduk Duriangkang. Saat elevasi air mendapai minus 3,4 dari permukaan bangunan pelimpah, IPA ini akan berhentu beroperasi, dan Batam kehilangan produksi air bersih sebesar 225 liter perdetik. Foto: ATB untuk batampos.co.id

Penggiliran akan dilakukan dengan skenario 4 hari Off , 3 hari On untuk wilayah Tanjung Piayu dan 3 hari off, 4 hari on untuk wilayah Batam Center.

Dampaknya, Suplai air kepada 21.642 pelanggan piayu akan mati total di hari Minggu hingga Rabu dan kembali mengalir di hari Kamis hingga sabtu.

Lalu ada  32.285  pelanggan Batam center  akan mengecil atau mati total di hari Kamis hingga Sabtu dan kembali mengalir normal di hari Minggu hingga Rabu.

“Ada sekitar 577 industri yang akan terdampak,” paparnya.

Kondisi ini tidak bisa dihindari, karena kondisi air baku yang semakin terbatas.

Satu-satunya harapan agar Batam terhindar dari kondisi ini adalah turunnya hujan dengan intensitas yang memadai. ATB mendukung segala upaya yang dilakukan BP Batam agar hujan segera turun.

“Mari kita bantu upaya pemerintah melalui doa-doa kita, agar hujan segera turun. Tingkatkan toleransi dalam menggunakan air. Jangan berlebihan menampung air, kita harus peduli dengan sesama yang membutuhkan air bersih,” ajaknya.

ATB juga mengimbau pelanggan untuk lebih bijaksana di musim kemarau ini, dengan menggunakan air bersih untuk aktifitas yang penting saja. Budaya 3R (Reuse, Reduce, Recycle) sudah harus menjadi budaya bersama. Penggiliran tak terhindari mari budayakan toleransi untuk berbagi.(*)