Selasa, 26 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10678

Karena Virus Korona, Tiongkok Wacanakan Larang Konsumsi Daging Anjing

0

batampos.co.id – Shenzhen melangkah cepat. Kota di Provinsi Guangdong itu kini membuat rancangan aturan yang melarang konsumsi anjing dan kucing. Senin (24/2) lalu, pemerintah pusat membuat kebijakan larangan memakan hewan liar untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 dan sejenisnya. Tetapi, aturan hukum yang membahas hal tersebut mungkin baru selesai beberapa bulan ke depan. Besar kemungkinan Shenzhen menerapkan lebih dulu sebelum kebijakan berlaku secara nasional.

Kebijakan lokal di Shenzhen itu kini sampai di tahap pemberian masukan dari masyarakat. Tahap itu akan berlangsung hingga 5 Maret. Tidak ditentukan batas akhir penyelesaian draf tersebut. The Guardian mengungkapkan bahwa pemerintah bakal menjatuhkan denda CNY 20 ribu hingga CNY 200 ribu (Rp 40,9 juta sampai Rp 409,8 juta) jika ada restoran yang menyajikan hewan-hewan yang masuk kategori terlarang.

Jika kebijakan tersebut diterapkan, binatang liar lain yang berpotensi menularkan penyakit mungkin juga akan dimasukkan. Misalnya, kura-kura, ular, burung, dan serangga. Pemerintah Shenzhen tidak secara terang-terangan menyatakan bahwa kebijakan tersebut dibuat demi mencegah penularan Covid-19. Tetapi, itu merupakan bentuk hubungan khusus antara manusia dan hewan peliharaan.

”Shenzhen mungkin bisa melakukannya karena merupakan kota yang progresif dalam banyak hal,” ujar Deborah Cao, profesor di Griffith University, Australia, sekaligus pakar perlindungan binatang di Tiongkok.

Daging anjing dan kucing sudah biasa dikonsumsi di Shenzhen dan beberapa kota lainnya di Tiongkok. Di Negeri Panda itu bahkan ada festival daging anjing yang digelar tahunan. Diperkirakan, 10–20 juta anjing dibunuh setiap tahun untuk dimakan.

Meski terlihat tinggi, sejatinya konsumsi daging anjing dan kucing sudah mulai berkurang. Generasi yang lebih muda tidak mau lagi memakan daging dua binatang tersebut karena menganggap mereka sebagai peliharaan. Taiwan pun melarang konsumsi anjing dan kucing sejak 2017.(jpg)

Sebelum Berangkat Ibadah Haji, Jamaah Diusulkan Jalani Karantina

0

batampos.co.id – Kerajaan Arab Saudi untuk sementara melarang masuk para jamaah umrah dari sejumlah negara, termasuk Indonesia. Larangan itu dilakukan guna menghindari penyebaran virus korona. Para jamaah yang hendak melaksanakan ibadah haji pun diusulkan untuk melakukan karantina sebelum berangkat ke Arab Saudi.

Hal ini dilakukan untuk meyakinkan pemerintah Arab Saudi bahwa para jamaah haji Indonesia terbebas dari virus korona. Sebab, jika tidak dilakukan, pemerintah Arab Saudi akan terus menerapkan kebijakan itu.

“Harus ada sebuah proses yang misalnya sebelum mereka berangkat (ke Arab Saudi) dipastikan misalnya kalau virus korona butuh waktu inkubasi 14 hari, maka 14 hari sebelumnya dipastikan adalah dikarantina,” kata Anggota DPR Komisi VIII Fraksi PKS Bukhori Yusuf di Upnormal Coffee, Jakarta, Minggu (1/3).

Diharapkan juga kepada pemerintah Indonesia untuk terus melobi pemerintah Arab terkait hal tersebut. Pemerintah Indonesia pun diminta untuk tidak mengabaikan nasib para jamaah yang akan melaksanakan ibadah haji ke tanah suci.

“Dulu ada flu unta dan flu burung. Terus ada keharusan suntik meningitis. Itu kan salah satu cara untuk kemudian melaksanakan itu,” terangnya.

Keberangkatan ibadah haji merupakan hak semua orang. Karena itu, pihak Arab Saudi diminta untuk tidak mengabaikan hal tersebut.

“Pemerintah Saudi tidak boleh mengabaikan hak jamaah, ibadah, materi mereka yang tertunda, hak tiket, hak oleh travel yang sudah di booking, harus bisa dijadwalkan ulang tanpa biaya baru karena ini adalah merupakan kondisi darurat dunia,” sambung Bukhari.

Menurutnya, Indonesia bakal merasakan kerugian yang cukup besar jika kebijakan tersebut tetap berlangsung. Sebab, saat ini, setiap tahunnya terdapat lebih dari 1 juta orang yang pergi dari Indonesia ke Arab untuk melakukan ibadah haji.

“Paling tidak sebulan ada uang beredar Rp 1 triliun, baik berdampak travel penyelenggara maupun juga akan ke Arab Saudi,” tutupnya.(jpg)

Hancurkan Rumah Bersejarah

0
ilustrasi

Salah itu biasa. Tapi, kesalahan yang dilakukan JR’s Demolition ini tak bisa ditebus dengan kata maaf saja. Perusahaan tersebut sudah menghancurkan rumah bersejarah yang berusia 97 tahun. Jeremy Wenninger, pemilik rumah, kaget bukan kepalang.

”Saya masih tidak percaya ini nyata,” ujarnya, sebagaimana dikutip CNN.

Bangunan tua yang dijuluki Pink House itu terletak di Dallas, Texas, AS. Rumah tersebut tidak ditinggali Wenninger dan hendak direnovasi. Tiba-tiba, seorang tetangga mene­lepon bahwa rumah yang dibuat perajin pada era perang dunia itu sudah lenyap.

Pemilik JR’s Demolition Bobby Lindamood mengungkapkan, selama 35 tahun perusahaannya berdiri, baru kali ini membuat kesalahan. Rumah yang seharusnya dihancurkan berada di jalan yang sama. Namun, saat itu hujan dan rumah Wenninger terlihat serupa dengan properti yang semestinya dihancurkan. Kini, rumah tersebut rata dengan tanah. (*/sha/c18/ayi)

Soerya: Maka Detik Ini juga Isdianto sudah Bukan Bagian dari PDIP

0

batampos.co.id – Ketua DPD PDIP Kepri, Soerya Respationo, mengungkapkan bahwa nama Plt Gubernur Kepri, Isdianto, sudah didaftarkan ke DPP PDIP sebagai calon wakil gubernur Kepri yang akan berpasangan dengan dirinya. Namun, Soerya tetap menghargai keinginan Isdianto yang menyatakan ingin maju sebagai calon gubernur, bukan sebagai calon wakil gubernur.

“Saya mengapresiasi kejujuran Pak Isdianto kepada masyarakat melalui media. Keinginannya pisah dengan saya karena tak ingin jadi bakal calon wakil gubernur Kepri, tapi ingin maju sebagai bakal calon gubernur Kepri,” ujar Soerya di kediamannya, Sabtu (1/3/2020) siang.

“Selain itu, pernyataan langsung Isdianto itu juga mematahkan pernyataan yang dikemukakan Ahars Sulaiman (ketua tim sukses Isdianto) ke media bahwa Isdianto ingin pisah dengan saya karena tak didaftarkan namanya di DPP PDIP,” sambungnya.

Soerya menyayangkan penyataan Ahars tersebut.

“Kalau dikatakan Isdianto tak didaftarkan namanya ke DPP PDIP, Isdianto tahu persis, kami juga punya foto-foto saat mendaftar paket pasangan saya dengan Isdianto ke DPP PDIP. Bahkan Isdianto juga turut hadir langsung saat mendaftar ke DPP PDIP. Jadi tak benar jika dikatakan nama Isdianto tak didaftarkan ke DPP PDIP,” ujarnya.

Soerya Respationo

Menurut Soerya, ia sangat menyayangkan pisahnya ia dengan Isdianto menimbulkan polemik atau kabar yang tidak sesuai fakta.

“Isdianto kalau di rumah saya me­ngatakan dekat dan bersaha­bat dengan saya, itu bagus. Saya juga senang bersahabat dengan Isdianto. Bahkan, Isdianto juga sering melontarkan pernyataan baik di forum resmi maupun tidak, bahwa kami yang mengantarkannya hingga duduk sebagai wakil gubernur Kepri mendampingi Nurdin Basirun,” terangnya.

Tapi, kata Soerya, substansinya bukan itu. Soerya mengaku selama ini Isdianto yang menggebu-gebu meminta agar tak ditinggalkan dalam Pilkada Kepri 2020 untuk berpasangan dengan Soerya sebagai calon wakil gubernur Kepri.

“Isdianto tak pernah ngomong ke media bahwa kami selalu mendaftarkan paket, yakni paket bakal calon gubernur dan bakal calon wakil gubernur setiap mendaftar ke parpol,” tegasnya.

Ditanya jika Isdianto minta tukar posisi sebagai calon gubernurnya dan ia wakilnya? Soerya dengan tegas tidak akan bersedia.

“Kenapa saya tak bersedia? Karena saya mengajukan dan mengisi formulir ke beberapa parpol adalah sebagai calon gubernur sepaket dan Isdianto sebagi bakal calon wakil gubernurnya, saya selalu daftar sepaket,” terangnya.

Maka, atas keinginannya maju sebagai bakal calon gubernur Kepri dan berpisah dengan Soerya, DPP PDIP menilai Isdianto telah melanggar AD/ART serta aturan partai. Yakni melanggar komitmen yang sudah dibuat bersama.

Isdianto. Foto: Cecep Mulyana/batampsoco.id

“Karena menurut aturan partai dan AD/ART termasuk pelanggaran berat, maka saya sampaikan kartu keanggotaan Isdianto dicabut atau dikembalikan. Maka detik ini juga Isdianto sudah bukan bagian dari PDIP,” tegasnya.

Kebut Komunikasi dengan Parpol

Setelah pernyataan Isdian­to yang ingin maju sendiri di luar PDIP sebagai calon gubernur Kepri, PDIP langsung bergerak mencari penggantinya sebagai pasangan yang cocok untuk mendampingi Soerya pada Pilkada Kepri mendatang.

Siapa saja nama-nama atau kandidat yang bakal digandeng Soerya untuk mendampinginya? Soerya mengatakan pihaknya sedang intens berkomunikasi dengan hampir semua parpol, seperti Gerindra, Demokrat, Hanura, PKB. Dalam waktu dekat rencananya dengan PKS serta Partai Nasdem.

“Semua yang saya komunikasikan itu memiliki peluang yang sama,” tegasnya.
Soerya mengaku sudah didesak oleh DPP PDIP agar segera mengajukan nama yang akan mendampinginya maju di Pilkada Kepri.

“Baru saya geber komunikasi dengan lintas parpol,” ujarnya. (gas)

Merebut Hati Pelanggan

0

Hidup ini sederhana, tapi kita ingin membuatnya menjadi rumit. (Confucius)

Kalau kita bicara soal Motor Gede (Moge) idaman, hal yang pertama kali terlintas dalam pikiran kita pastilah Harley Davidson. Meskipun kita tahu banyak moge lain yang tidak kalah hebatnya.

Motor ini begitu dicintai konsumennya. Bahkan, banyak fans fanatik yang berkumpul, dan membentuk komunitas yang tersebar di seluruh dunia. Sangat solid. Hal seperti ini tak banyak kita temukan pada produk-produk motor lainnya.

Komunitas ini tumbuh dan berkembang, karena rasa memiliki yang kuat terhadap Harley. Bahkan, ikatan emosional yang kental antara konsumen dan produk ini membuat perusahqaan turut andil memfasilitas kegiatan komunitas.

Gila kan?

Tak banyak perusahaan yang jadi bagian dari komunitasnya. Sehingga rasa memiliki konsumen terhadap produk yang dihasilkan oleh Harley jadi semakin kuat dan kokoh. Mereka jadi duta-duta Harley di seluruh dunia. Saking cintanya dengan HD mereka rela mendandani dengan berbagai asesoris yang ngejreng, seolah pingin tampil paling keren dengan HD nya.

Apa sih yang membuat Harley begitu dicintai konsumen? Mengapa produk yang satu ini bisa Merebut Hati Pelanggan?

Para konsumen Harley ini sangat bangga memiliki Moge besutannya. Bukan hanya karena penampilannya, tapi juga karena suaranya yang khas. Siapa saja akan sependapat, kalau suara Harley Davidson yang menggelegar itu syling, keren dan jantan.

Begitu motor Harley digeber, dengan mudah kita sudah langsung tahu tanpa harus melihatnya. Ini adalah salah satu alasan orang membeli Harley. Suaranya yang menggelegar itu telah menjadi simbol pesona status pria yang gagah, macho dan eksklusif.

Tapi belakangan, terjadi perubahan besar di industri otomotif. Penggunaan mesin listrik semakin marak.Termasuk untuk sepeda motor. Penggunaan Motor Listrik membuat sepeda motor tak lagi punya knalpot. Apalagi bersuara.

Pertanyaannya, bila Harley sudah keburu terkenal karena suaranya yang membuat penggunanya bangga, apakah animo orang membeli Harley masih tinggi ketika perusahaan ini menggunakan motor listrik? Anda yakin mau beli Harley yang tak punya suara?

Mampukah Harley merebut hati pelanggan dengan motor listriknya.

Jika Anda pencinta Harley, saya yakin anda tak akan rela kalau Harley Davidson kehilangan suara merdu yang selama ini telah menjadi ciri khasnya. Harley sendiri memang telah mengembangkan 1 motor baru dengan teknologi motor listrik. Harley Davidson “Livewire”. Namun apa yang terjadi dengan motor ini?

Ternyata, motor listrik Harley Davidson tidak terlalu diminati. Bahkan sepi pembeli. Karena motor ini tak menghasilkan suara yang gahar seperti Harley Davidson pada umumnya. Motor ini dianggap tak jantan, karena tak punya suara menggelegar.

Kalau konsumen Harley masih belum tertarik menggunakan motor listrik. Lalu kenapa Harley harus menggunakan motor listrik? Apalagi hanya karena dunia sedang menuju penggunaan motor listrik?

Memang perubahan itu sebuah keniscayaan. Tapi kalau memang belum saatnya, maka tidak perlu dipaksakan.

Bagaimana dengan Batam?

Selama 24 tahun, masyarakat sudah terbiasa dan kadung take it for granted bahwa tak ada masalah dengan air di Kota Batam. Anda bisa menikmati air kapan saja dengan kualitas yang Acceptable. Karena ATB dengan penuh komitmen menjaga kualitas, kuantitas dan kontinyuitas kepada pelanggan.

Seiring pertumbuhan kota Batam yang semakin padat, semakin maju, maka tuntutan terhadap kontinyuitas air semakin tinggi. Karena seiring dengan meningkatnya tingkat kemajuan ekonomi, maka tingkat kebutuhan akan air semakin tinggi pula.

Dulu, tuntutan mereka cukup sederhana. Yang penting ada air. Mau ngalir jam berapa, tak masalah. Tapi sekarang itu tidak lagi cukup.

Saat ini ada sekitar 0,5 persen pelanggan yang belum menerima air 24 jam. Jumlahnya kira-kira 1.500 pelanggan yang tersebar di berbagai daerah. Terutama mereka yang tinggal di lokasi-lokasi yang relatif jauh dari pengolahan, atau tinggal di lokasi yang tinggi. Para konsumen ini menuntut agar mereka juga mendapatkan layanan air 24 jam, dengan tekanan yang cukup dan kualitas yang baik.

Meningkatknya tuntutan akan layanan yang lebih nyaman ini tentu harus direspon cepat. Makanya kami tak pernah mau diam. Selalu berusaha untuk memenuhi harapan pelanggan, sehingga mereka bisa menerima layanan sesuai kebutuhan mereka.

Salah satu dampak yang baru-baru ini dinikmati pelanggan adalah yang kami lakukan di Bengkong Laut. Masyarakat di sana telah bisa menikmati aliran air 20 jam. Padahal, dulu mereka hanya menikmati aliran air selama 7 jam saja

Apakah baru belakangan ini kami melakukan upaya sedemikian serius?

Tentu tidak. Kami telah bekerja keras selama lebih dari 24 tahun demi pelayanan air berkualitas. Kami berupaya menekan angka kebocoran hingga 14 persen. Agar sumber air yang terbatas di Pulau Batam bisa digunakan lebih lama lagi.

Upaya-upaya kami selama 24 tahun untuk memenuhi ekspektasi pelanggan ternyata berbuah manis. ATB dan pelanggannya punya hubungan emosional yang kuat. Rasa memiliki tumbuh di hati pelanggan. Mereka menganggap kami adalah aset tak terpisahkan dari kota Batam.

Tapi tahun 2020 ini adalah tahun pengakhiran buat ATB. Apa kata konsumen ATB terkait hal tersebut?

Sebuah grup riset pasar dan informasi pasar global yang berkantor di 80 negara, “Kantar TNS” pernah melakukan sebuah riset di Batam pada tahun 2018. Hasil riset ini menunjukan, 92 persen pelanggan memiliki rasa memiliki yang tingi terhadap ATB.

Mereka punya kekhawatiran, apa yang terjadi ketika ATB sudah tak lagi melayani kebutuhan air mereka. ATB memang belum sempurna, tapi layanan yang diberikan ATB tak pernah menimbulkan banyak masalah, sehingga bisa memuaskan kebutuhan pelanggan tehadap air bersih.

Tentu saja pelanggan akan resah, ketika pemerintah tak bisa memberikan sebuah garansi. Bahwa pengelolaan air pasca 2020 masih akan sama, atau bahkan lebih baik dari yang selama ini dilakukan oleh ATB. Satu hal yang perlu disadari Batam adalah kota industry. Masihkah akan tetap menjadi kota Industri ketika tidak ada jaminan bahwa air akan tetap baik?

Ini bukan semata-mata masalah ATB masih akan ada di Batam atau tidak. Tapi konsumen sadar, bahwa kenyamanan menikmati air bisa terganggu bilamana operator selanjutnya tidak lebih baik dari ATB. Apalagi dengan ketersediaan sumber daya air yang saat ini sangat terbatas.

Jadi, haruskah kita mengambil pilihan yang sulit, ketika ada yang mudah? Mampukah mereka merebut hati pelanggan?

Mari kita pikirkan. Salam Kopi Benny. (*)

Singapura Mencatat Ada Jejak Corona (Covid 19) di Batam

0

batampos.co.id – Pemerintah Singapura merilis 4 kasus baru Covid 19 yang terjadi di Singapura per 1 Maret 2020 ini.

Tidak ada satupun diantara keempat kasus ini yang WNI.

Keempat kasus ini diberi nomor kasus 103, 104, 105 dan 106.

Menariknya, pada kasus 103 dan 104 ada jejak Covid 19 di Kota Batam.

Di laman itu disebut kasus 103 penderitanya ialah seorang perempuan berusia 37 tahun warga Singapura.

Wanita yang tak disebut namanya itu dituliskan tak memiliki riwayat pergi ke China, Daegu ataupun Cheongdo tetapi pernah ke Batam.

Kementerian Kesehatan Singapura mencatat Perempuan kasus 103 ke Batam pada 21 Februari hingga 23 Februari 2020.

Keluarga 103 pun telah terjangkit lebih dulu, diberi kode kasus 93. 103 pun memiliki hubungan dengan kasus 101.

Pada kasus 104 pun disebut penderita tidak pernah ke tiga tempat yang seperti disebut pada kasus 103. Penderita 104 ini perempuan juga berusia 25 tahun, warga Myanmar.

Ia ialah asisten rumah tangga perempuan pada kasus 103. (ptt)

Pengawasan di Pelabuhan Batam makin Diperketat

0

batampos.co.id – Seiring dengan dinaikkannya level kewaspadaan penularan dan penyebaran virus corona menjadi maksimum oleh WHO, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kota Batam semakin meningkatkan pengawasan di pintu-pintu masuk dari luar negeri ke Batam. Metode pengawasan selama ini dilakukan KKP juga diubah.

Kepala Bidang Pengendalian Karantina dan Survilance Epidemiologi KKP Batam, Romer Simanungkalit, mengatakan, selama ini pengawasan dilakukan dengan thermal scanner, terhadap rombongan yang datang dari luar negeri.

“Namun kini, kami sistemnya berbeda,” katanya, Sabtu (29/2).

Ia mengatakan, pengawasannya dilakukan lebih teliti dan cermat. Penumpang yang datang dari luar negeri, dipersilakan maju satu per satu menuju ke depan alat Thermal Scanner. Selain melakukan pemeriksaan dengan thermal scanner. Petugas KKP juga akan melakukan pemeriksaan secara visual.

“Kami amati dan cermati kondisi penumpang yang datang. Istilahnya biarlah lambat atas selamat,” ungkapnya.

Ilustrasi thermal scanner untuk mendeteksi virus Corona pada tubuh manusia. (Dok. JawaPos.com)

Dengan lebih mencermati setiap penumpang yang masuk, Romer berharap pengawasan atas masuknya virus corona bisa terdeteksi lebih dini.

Ia mengatakan, saat ini seluruh pelabuhan dan bandara yang menjadi pintu masuk ke Batam dari luar negeri, sudah dipasang alat thermal scanner. Pelabuhan Nongsa Pura, yang sebelumnya belum ada thermal scanner-nya, kni, sudah terpasang secara permanen.

“Sebelumnya disana dilakukan pemeriksaan secara manual,” ucapnya.

Ke depan, KKP akan terus bekerja siang dan malam, mengawasi setiap orang yang masuk ke Batam dari luar negeri. “Kami pastikan KKP akan melakukan pengawasan detail, untuk menjamin tidak ada yang terlewat dari pengamatan kami,” ungkapnya.

Kepada masyarakat, Romer berharap tetap menjaga kesehatan. Selalu mencuci tangan dalam setiap kesempatan. Bagi yang sedang batuk atau flu, Romer menghimbau agar menggunakan masker.

“Lalu juga jangan termakan isu hoaks yang beredar,” ucapnya.

Hingga kini, kata Romer, belum ada pemetaan menyatakan daerah dengan kode kuning, hijau, atau merah. “Beredar informasi seperti itu, saya pastikan itu adalah hoaks,” katanya. (fam/c10/ayi)

BPOM Amankan Pangan Ilegal Rp 100 Juta

0

batampos.co.id – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kepri menggrebek satu gudang di kawasan Batuampar, Kamis (27/2/2020) lalu. Ditemukan 10 item barang yang diduga tidak memiliki izin edar.

“Benar, itu anggota BPOM yang turun mengecek kebenaran informasi yang disampaikan masyarakat ke kami,” kata Kepala BPOM Kepri, Yosef Dwi Irwan kepada wartawan koran ini, Sabtu (29/2).

Ia menyebutkan beberapa barang yang diamankan itu, di antaranya susu, margarin, permen, tepung, penyedap rasa, dan saos.

“Semua barang tersebut berada dalam penga-wasan kami.”

Yosef menambahkan, selain tak memiliki izin edar, ada juga barang yang seharusnya untuk ekspor tetapi tak kunjung diekspor.

“Dari izinnya untuk beredar di luar negeri, tapi ada kami temukan dan tetap ada di sini,” ucapnya.

Diperkirakan nilai barang yang diamankan itu sekitar Rp 100 juta. Belum ada satu tersangka atas temuan barang tersebut. “Masih kami selidiki lebih lanjut, jadi belum ada (tersangka),” katanya.

Yosef membantah kabar yang menyatakan BPOM Kepri melakukan penggerebekan gudang beras. Ia mengaku di gudang tersebut memang ditemukan beras. “Memang ada, tapi kami hanya amankan produk pangannya saja. Untuk beras tidak ada kami ganggu, karena bukan kewenangan kami,” tuturnya.

BPOM Kepri akan terus melakukan penindakan jika menemukan indikasi ada obat dan makanan ilegal di Kepri. Ia meminta masya-rakat Kepri menjadi konsumen yang bijak.

“Konsumsilah barang yang terjamin mutunya,” pungkasnya. (ska)

Curhat Pilu Pramugari Malaysia, Dipecat karena Kelebihan Berat Badan 700 Gram

0

INA Meliesa Hassim tak pernah menyangka bahwa kelebihan berat badan 700 gram menjadi momok mena-kutkan bagi karirnya sebagai seorang pramugari. Akibat kelebihan berat badan yang kurang dari satu kilogram tersebut, ia dipecat dari maskapai tempat ia bekerja, Malaysia Airlines.

”Tak ada pertimbangan perusahaan atas lama kerja. Langsung main pecat,” ungkapnya seperti dilansir dari Channel News Asia, Selasa (25/2) lalu.

Menurutnya, pemecatan di 10 April 2017 lalu itu tak adil. Mengingat, dia sudah 25 tahun mengabdikan diri di perusahaan tersebut. Kala itu, Ina memiliki tinggi 160 cm dan berat 61,7 kg.

ilustrasi

Dia mengisahkan, kala itu ada aturan baru perusahaan, yang menyebutkan bahwa berat badan pramugari tak boleh lebih dari batas 61 kilogram. Dia pun harus berjuang menurunkan berat badannya. Namun selama 18 bulan, Ina Meliesa tidak dapat memenuhi persyaratan berat badannya, dan karena alasan itu, maskapai memecatnya.

Tak terima atas pemecatan itu, Ina menggugat Malaysia Airlines. Kala itu, ia mendapat dukungan dari Nufam atau Persatunan Nasional Petugas Penerbangan Malaysia. Prosesnya di Pengadilan Industri cukup lama, hingga akhirnya Rabu (12/2) lalu, Pengadilan Industri Malaysia memutuskan memenangkan Malaysia Airlines dan Ina harus menanggung kekalahan karena pemecatan yang tidak adil berdasarkan hukum pengangguran Malaysia.Ia pun membagikan kisahnya ini, dan menjadi viral ke seluruh dunia.

Setelah viral, Ketua Pengadilan Industri Kerajaan Malaysia, Syed Noh Said Nazir, mengatakan bahwa maskapai penerbangan telah memberikan kesempatan kepada Ina untuk mengurangi berat badan sesuai dengan keseimbangan probabilitas perusahaan.
Sementara itu, dilansir dari The Independent, berat badan Ina tak mengalami penurunan karena bagian indeks massa tubuhnya tidak berada dalam kisaran berat badan yang sehat.

Maka, untuk mempertahankan citranya sebagai maskapai premium, Malaysia Airlines memberlakukan aturan manajemen berat badan untuk anggota kru pada tahun 2015. (cha)

547 Aset Pemko Belum Bersertifikat

0

batampos.co.id – Sebanyak 748 persil aset tercatat milik Pemko Batam. Dari data ini sebagian besar belum bersertifikat yakni 547 persil. Artinya baru 201 persil yang sudah bersertifikat.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan, pihaknya akan terus melengkapi aspek legalitas aset-aset tersebut. Untuk diketahui, perihal legalitas ini juga disoroti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar diselesaikan.

”Kami akan selesaikan. Sekarang terus berproses,” kata Walikota Batam, Selasa (25/2/2020).

Tim Pemko Batam terus melakukan proses legalitas 547 persil yang belum bersertifikat tersebut. Jika dirinci, 226 persil sejatinya sudah mendapat PL dan kini diajukan proses penerbitan sertifikat.

Sedangkan 46 persil hibah dari pengembang atau masyarakat dalam bentuk fasum fasos baru surat keterangan hibah dari pengembang. Sedangkan, 275 lainnya belum memiliki dokumen sama sekali. Tim kini sedang mengajukan ke BP Batam untuk diterbitkan PL-nya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan monitoring dan evaluasi (monev) atas capaian program koordinasi supervisi pencegahan terintegrasi (korsupgah) 2019 di Provinsi Kepulauan Riau. Dalam evaluasi tersebut, KPK mencatat masih adanya sejumlah persoalan terkait pengelolaan aset daerah.

Beberapa permasalahan aset pemerintah daerah di Kepri antara lain terkait konflik kepemilikan aset antar pemda, BP Batam, dan BUMN.

Kantor Pemko Batam
Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Selain itu, aspek legalitas juga sangat penting. KPK menemukan aset-aset yang bersumber dari hibah eks BUMN, perusahaan, instansi vertikal atau dari belanja pemda, tidak memiliki bukti kepemilikan,” kata Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar dalam arahannya di Kantor Wali Kota Batam, Kepri, Senin 24 Februari 2020.

Kondisi tersebut, tambah Lili, meningkatkan potensi penguasaan aset berupa tanah, properti maupun kendaraan dinas oleh pihak ketiga baik perorangan, yayasan ataupun perusahaan. KPK, lanjutnya, juga menemukan pelaksanaan pinjam pakai BMD atau aset pemda yang tidak sesuai dengan ketentuan.

Menyikapi sejumlah persoalan tersebut, KPK mendorong seluruh pemda di Kepri untuk serius menanganinya.

“KPK akan mengawal secara cermat dan memastikan bahwa komitmen pembenahan tata kelola pemerintahan daerah se-provinsi Kepri dilakukan secara transparan, akuntabel, dan berkelanjutan serta bebas dari intervensi yang tidak sah dari pihak manapun,” tegas Lili.

Sejumlah rencana aksi telah ditetapkan dan sudah dilakukan sejak 2019 yang akan dilanjutkan tahun ini. Di antaranya KPK akan memfasilitasi pertemuan antara pihak yang berkonflik dalam kepemilikan aset. KPK juga akan melakukan koordinasi dengan Kementerian terkait regulasi dan pencatatan aset yang berasal dari hibah.

Selain itu, KPK juga mendorong pemda untuk melakukan penarikan aset yang dikuasai oleh pihak ketiga melalui cara-cara persuasif maupun dengan bekerja sama kepada Asdatun Kejaksaan melalui proses hukum perdata dan pidana. Terkait perjanjian pinjam pakai aset BMD, KPK meminta pemda agar mengacu pada aturan yang berlaku dengan menertibkan administrasi pinjam pakai terutama yang sudah habis masa berlakunya. (iza)