Sabtu, 2 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10706

Jainal Ditemukan Tewas di Dalam Parit di Tiban

0

batampos.co.id – Jainal Siagian, ditemukan tewas di dalam parit Tiban Riau Bertuah, Sekupang. Jasad korban pertama kali ditemukan oleh Syaiful warga perumahan tersebut.

Kapolsek Sekupang, AKP Ulil Rahim, mengatakan, sekira pukul 07.00 WIB, saksi sedang menyiram tanaman sebelah rumahnya.

“Saat melihat ke arah parit, saksi melihat mayat laki laki dan melaporkan ke security perumahan,” ujarnya, Jumat (27/12/2019).

Penemuan itu kata dia, langsung dilaporkan ke Polsek Sekupang.

Jasad Jainal dimasukkan ke dalam kantong jenazah oleh personel kepolisian dan di bawa ke RS Bhayangkara Polda Kepri. Foto: Polsek Sekupang untuk batampos.co.id

“Setelah mendapatkan laporan itu kita langsung menuju ke TKP (Tempat Kejadian Perkara),” jelasnya.

Sementara itu lanjutnya, berdasarkan keterangan Tarzan Tambunan, keluarga korban, Jainal diketahui sudah tidak berada di rumah sejak Kamis (26/12/2019) sejak Pukul 22.00 WIB.

“Korban kata keluarganya sering sakit dan lupa ingatan,” paparnya.

Terkadang lanjutnya, korban diketahui kerap pergi dari rumah dan tidak mengetahui jalan pulang.(ali)

Ini Nama-nama Calon Komisaris dan Direksi Baru BUMD Kota Batam

0

batampos.co.id – Panitia Seleksi Komisaris dan Direksi PT Pembangunan Batam – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Batam telah mengusulkan nama calon komisaris dan direksi kepada Wali kota Batam Muhammad Rudi.

Ketua Pansel, Yusfa Hendri, mengatakan, untuk calon komisaris pihaknya mengajukan tiga pendaftar sekaligus. Sedangkan untuk calon direksi diusulkan lima orang dari tujuh orang yang mendaftar.

“Dua orang calon direksi yang tidak diusulkan yakni Herman Boedoyo yang asalnya Pekanbaru dan Jontro Simanjuntak,” kata Yusfa, Kamis (26/12/2019).

Ilustrasi

Nama-nama yang diusulkan yakni:

Calon Komisaris

  1. Pebrialin.
  2. Efryadi.
  3. Yazid.

Calon Direksi

  1. M Syahrial.
  2. Suyono Saputro
  3. Socrates.
  4. Mhd Fajri Nasution.
  5. Anasrudin.

“Rencananya wawancara oleh walikota sebagai pemegang saham pada Januari,” ucap Yusfa.

Setelah diwawancarai oleh Wali Kota, tidak lama setelah itu akan diadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang didalamnya akan ditetapkan masing-masing satu komisaris dan satu direksi.(iza)

3 Wilayah Ini Paling Banyak Dilalui Warga Batam Saat Mudik Natal Dari Pelabuhan Domestik Sekupang

0

batampos.co.id – Lonjakan penumpang di Pelabuhan Domestik Sekupang mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Yakni hingga 56,6 persen.

Kasatker Terminal Pelabuhan Domestik Sekupang, Suherman, mengatakan, dari data H min 6 kemarin, penumpang paling banyak menuju tiga daerah.

Yaitu Dumai, Selatpanjang dan Bengkalis.

“Penumpang pada H-6 kemarin diberangkatkan dengan tujuh kapal sekaligus,” Jumat (27/12/2019).

Pemudik memadati Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS). Pada mudik Natal dan Tahun baru penumpang dari PDS banyak menuju ke Dumai, Bengkalis, dan Selatpanjang. Foto: Yulitavia/batampos.co.id

Menurutnya, melonjaknya penumpang ke Dumai dan Bengkalis dikarenakan masih ditutupnya pelabuhan Buton.

“Pelabuhan Buton masih rusak, jadi rata-rata penumpang ke Dumai dan Bengkalis,” jelasnya.

Petugas boarding management system (BMS) Pelabuhan Domestik Sekupang, Abdurahim, mengatakan, untuk Natal dan Tahun Baru rute yang paling dominan yaitu Dumai, Selatpanjang, Bengkalis.(nto)

5 Lokasi Pembalakan Liar yang Dilakukan Eksportir Arang Kayu Ilegal yang Ditangkap Bakamla RI

0

batampos.co.id – Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI mendapati eksportir yang membawa arang kayu ilegal dari Batam ke Singapura, kerap memanfaatkan masyarakat untuk melakukan pembalakan liar di kawasan hutan lindung dan lainnya di wilayah Provinsi Kepri.

Sekretaris Utama (Sestama) Bakamla RI, Laksamana Muda, S Irawan, saat memberikan keterangan pers mengenai penangkapan kapal dan Kapal Tug Boat-SM XVII beserta Tongkang Best Link-1818 yang membawa arang kayu ilegal. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Pembalakan liar di antaranya dilakukan di :

  1. Batam.
  2. Pulau Meranti.
  3. Tanjungpinang.
  4. Pulau Moro.
  5. Selat Panjang.(ali)

 

Bakamla Tangkap Kapal Pembawa Arang Kayu Ilegal yang Akan Dijual ke Singapura

0

batampos.co.id – Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI menangkap Kapal Tug Boat-SM XVII beserta Tongkang Best Link-1818 karena membawa kontainer berisikan arang kayu ilegal.

Penangkapan dilakukan saat kapal sedang mengangkut kontainer dari Batam ke Singapura.

Sekretaris Utama (Sestama) Bakamla RI, Laksamana Muda, S Irawan, mengatakan, kegiatan ilegal tersebut dilakukan oleh PT Anugerah Makmur Persada dengan eskportir berinisial Ah di Dapur 6 Sembulang Pulau Galang dan PT Fortindo dengan eksportir Ha di Jembatan 5 Pulau Galang.

“Diantara kontainer yang diangkut, terdapat tiga kontainer terindikasi berisikan arang dari Kayu Bakau Ilegal, tanpa dokumen yang sah atau dokumen palsu,” jelasnya saat memberikan keterangan pers, di Pelabuhan Batuampar, Jumat (27/12/2019).

Ia menjabarkan, modus Operandi yang dilakukan yaitu eksportir memanipulasi atau memalsukan dokumen seperti jenis dan nama barang eksport

Sekretaris Utama (Sestama) Bakamla RI, Laksamana Muda, S Irawan, saat memberikan keterangan pers mengenai penangkapan kapal dan Kapal Tug Boat-SM XVII beserta Tongkang Best Link-1818 yang membawa arang kayu ilegal. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Selain itu kata dia, eksportir selalu mengecilkan nilai barang dalam invoice, yaitu dengan merubah harga barang yang di ekspor.

“Kalau nilai barang ekspor dikecilkan, maka seolah-olah keuntungan ekspor pun menjadi kecil,” jelasnya.

Dengan kecurangan itu lanjutnya, pajak keuntungan ekspor yang harus dibayar eksportir juga kecil.

“Dengan demikian dapat dibuktikan bahwa eksportir tersebut terindikasi melakukan manipulasi pajak,” jelasnya.

Menurutnya, eksportir melanggar ketentuan Peraturan Perundang-undangan Pasal 108 Undang-undang No. 7 tahun 2014 tentang Perdagangan (Pemalsuan Dokumen) dan Pasal 112 Undang-undang No. 7 tahun 2014 tentang Perdagangan (Larangan Ekspor).(ali)

Pelajar, Internet dan Masa Depan

0

JIKA tak ada aral melintang, Sabtu besok (28/12), saya akan menjadi salah satu pemateri dalam dialog interaktif bersempena Muswil VI Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kepulauan Riau, di Dispora Kota Batam. Materinya, seputar dunia pendidikan dan kemajuan pendidikan Kota Batam. Yang tak biasa itu, acaranya dirangkai dengan Bedah Visibalon Wali Kota Batam. Wuih!

Terus terang, tampil dalam dialog-dialog seperti itu sudah sering saya lakoni. Di televisi dan radio juga. Live juga sering. Tampil di depan umum, anggota dewan, pengusaha, penguasa, juga sudah sering. Tapi di depan pelajar, sudah sering juga, baik ketika saya ke sekolah mereka maupun ketika mereka berkunjung ke Graha Pena. Namun, dialog yang diembeli dengan bedah visi balon wako, nah ini yang bikin merinding! Hehe…

Lalu, apa yang harus saya sampaikan besok? Rasanya tak akan jauh dari masalah keseharian mereka. Tak usah jauh-jauh, kadang di lingkungan kita saja sudah banyak problematika pelajar itu kita temukan. Ya, mulai sulitnya mendapatkan slot untuk masuk ke SD, SMP, dan SMA, sampai kepada galaunya mereka apakah UN benar-benar akan dihapus atau diganti dengan sistem yang lebih seram? Itu semua problematika pelajar kita hari ini.

Yang tak kalah penting adalah masalah budi pekerti dan muatan lokal. Hari ini, misalnya, jika kita mau jujur, berapa banyak sih pelajar kita yang sudah kita bekali dengan pengetahuan tentang Hari Jadi Kota Batam? Apakah semua pelajar, terutama SD dan SMP serta SMA/SMK itu tahu tanggal lahir Kota Batam? Para orangtua saja masih banyak yang tahunya Batam itu baru “ditemukan” di Era BJ Habibie. Lalu, mengapa ultah Batam tanggal 18 Desember yang lalu sudah 190 tahun saja? Apa tarikh sejarahnya? Pasti tak semua pelajar mengetahuinya. Ini contoh kecil tentang muatan lokal di sekolah-sekolah.

Soal budi pekerti, bukan rahasia umum bahwa standar budi pekerti antara generasi zaman old dengan generasi zaman now sudah sangat berbeda. Di zaman old, berbicara menatap mata kedua orangtua saja, anak-anak tak akan berani. Kalau sekarang, tak usah cerita.

Banyak video dan foto viral di medsos di mana anak-anak yang durhaka kepada orangtuanya hanya karena tidak dipenuhi keinginannya. Entahlah, mungkin di zaman Malinkungdang karena medsos belum ada?

Tantangan yang tak kalah menganggu bagi keberlangsungan untuk mendapatkan pendidikan sebagaimana amanah UU Pendidikan Nasional buat pelajar kita adalah, masih sulitnya mendapatkan slot untuk masuk sekolah dari SD ke SMP, dari SMP ke SMA. Setiap tahun seolah jadi masalah wajib. Calon anak diri baru tumbuh bagaikan deret hitung, sementara slot sekolah yang tersedia bagaiman deret ukur. Keterbatsan anggaran pemerintah dan sulitnya mendapatkan lahan, menjadi alasan klasik bertahun-tahun. Ke depan, ini tidak boleh terjadi lagi, karena pemegang HPL lahan dan Pemko Batam sudah satu komandannya. Juga masalah anggaran, tidak boleh lagi jadi alasan, karena UU Pendidikan Nasional sudah mengamanahkan anggaran untuk pendidikan harus minimal 20 persen dari total APBD.

Problematika lainnya di kalangan pelajar kita juga adalah penetrasi internet. Banyak vendor yang menawarkan aneka layanan bak multiplatform. Mau makan saja, meskipun kadang sudah dimasakkan oleh ibunya atau pembantu, tetap saja mereka akan mencari menu lain di gadget mereka. Bisa bayar di tempat atau dikredit dari deposito. Belum lagi kerisauan kita tentang konten yang tak dapat dideteksi 24 jam. Ada juga yang kecanduan games hingga menimbulkan berbagai ekses negatif.

Ya, internet memang bagai dua sisi mata pisau. Karena, hari ini pun banyak sekali anak-anak muda yang terbantu dan menjadi kaya oleh internet. Banyak yang awalnya hanya hobi eksis, akhirnya mampu meraup uang yang banyak dari internet. Maka, bermunculanlah banyak start-up baru di kota-kota besar. Namun sayang, hal itu baru terbatas di kota besar. Di kota-kota kecil atau perdesaan yang koneksi internetnya masih lola (loading-nya lama), belum dapat berkembang seperti teman-teman mereka di kota besar. Demikian pula untuk mutu pendidikan berbasis komputer, anak-anak desa belum seberuntung kawan-kawannya di kota besar.

Namun, itu baru sekelumit cerita soal mata pisau internet dan dunia digital yang sudah dan sedang dihadapi pelajar kita hari ini. Belum lagi jika kelak ketika revolusi industri benar-benar sudah 4,0 atau bahkan bersiap lepas landas ke 5,0. Tak terbayangkan apa jadinya anak-anak pelajar kita kelak jika mereka tidak dipersiapkan sejak dini. Buat saya, biarlah pelajar itu mengalir dengan dirinya, yang penting masih bisa diikuti alirannya dan ke arah yang baik. Sebab, bukankah kita tidak pernah tahu, apakah mereka kelak akan besar dari tangannya ataukah kakinya? Begitu kata pepatah Arab. (*)

ATB, Dukung Kegiatan Masyarakat Batam

0

PT Adhya Tirta Batam (ATB) telah melayani kebutuhan air bersih di Pulau Batam selama lebih dari dua dekade. Memasuki era emas 25 tahun, komitmen ATB dalam memberikan pelayanan prima secara profesional yang berorientasi pada pengembangan penerapan teknologi terkini semakin kuat.

Sederet pencapaian dan penghargaan atas kinerja ATB menunjukkan kredibilitas serta reputasi ATB dalam mengelola air bersih. Sebagai satu-satunya perusahaan yang dipercaya pemerintah untuk mengelola dan mendistribusikan air bersih di Batam, ATB menjamin konsistensi mutu kualitas produk jasa dan layanannya.

Merujuk pada seluruh pencapaian dan kinerja ATB, memang sepantasnya ATB menjadi benchmark bagi perusahaan air di Indonesia. ATB menjadi acuan standar nasional bahkan skala internasional untuk studi bidang industri pengelolaan air. Maestro dalam hal inovasi teknologi dan beragam pilihan layanan pelanggan, ATB memang tidak tergantikan dalam mendukung kemajuan pengelolaan air se-Indonesia.

Tim ATB menyerahkan bantuan untuk pembangunan Masjid di perumahan Marina Green.

Tidak hanya mengembangkan bisnis dan operasionalnya, ATB juga menunjukkan kontribusinya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui beragam program Corporate Social Responsibility (CSR).

Program CSR yang dimiliki ATB diantaranya ATB Peduli Lingkungan, ATB Peduli Olahraga, ATB Peduli Pendidikan, ATB Peduli Sosial Kemanusiaan dan ATB Peduli Kesehatan. Meski berstatus perusahaan swasta dan menjalankan roda bisnis pengelolaan air, terbukti ATB tidak mementingkan laba semata.

Selain itu, ATB juga memiliki program sponsorship untuk mendukung kegiatan masyarakat Batam. Sepanjang tahun 2019, ATB telah mengucurkan dana ratusan juta rupiah untuk mendukung kegiatan masyarakat Batam. Proposal kegiatan yang masuk ke ATB diseleksi berdasarkan prosedur perusahaan yang berlaku untuk selanjutnya diberikan dukungan berupa dana maupun barang.

Dalam melaksanakan aktivitas sponsorship, ATB memprioritaskan kegiatan masyarakat yang memiliki manfaat lebih untuk kelestarian lingkungan, pembangunan dan revitalisasi sarana umum/ibadah, pendidikan, teknologi, seni budaya, kesehatan dan sosial kemanusiaan. Hal ini selaras dengan implementasi nilai-nilai inti perusahaan dalam mewujudkan visi menjadi perusahaan air terpercaya di Indonesia.

“Kegiatan sponsorship ini selain bertujuan untuk mendukung program kegiatan positif masyarakat Batam, juga sebagai salah satu upaya untuk bersentuhan langsung dengan masyarakat yang notabene adalah pelanggan air bersih ATB,” jelas Maria Jacobus, Head of Corporate Secretary ATB, saat ditemui di Kantor Pelayanan Pelanggan ATB Sukajadi pada Senin (23/12).

Tidak sampai disitu saja, ATB juga akan menggelar perhelatan Kenduri Akhir Tahun “ATB Dendang Pesisir” yang merupakan rangkaian kegiatan ATB bersama Pemerintah Kota Batam dan BP Batam. Kenduri Akhir Tahun ini dipersembahkan khusus untuk seluruh masyarakat Batam dan juga wisatawan yang berencana menghabiskan malam pergantian tahun di Kota Batam.

Memasuki usia 25 tahun pada tahun 2020 mendatang, ATB bersinergi bersama pemerintah dan masyarakat menuju era emas memberikan pelayanan terbaik dari Batam untuk Indonesia. ATB Dendang Pesisir diharapkan mampu memberikan hiburan positif bagi masyarakat Batam dalam menyongsong tahun baru dengan semangat menjaga suasana kondusif, kelestarian budaya dan lingkungan sesuai slogan Batam Milik Kita. (Dona Adriani/Corporate Secretary).

Natuna Dilayani 4G LTE oleh Telkomsel

0
Telkomsel melayani jaringan 4G secara keseluruhan di ibu kota kecamatan Kabupaten kepulauan Natuna.

Menutup tahun 2019 Telkomsel mempertegas komitmen dalam memberikan layanan bagi masyarakat di Kabupaten Natuna dengan menghadirkan mobile broadband yang berkualitas setara dengan kota besar lainnya yang telah menggelar layanan 4G LTE.

Pembangunan secara agresif telah dilakukan dengan melebarkan jangkauan layanan 4G LTE ke berbagai wilayah ibu kota kecamatan (IKC) hingga kini sinyal 4G LTE Telkomsel sudah hadir di Midai yang menjadi kecamatan terakhir tercover oleh sinyal 4G LTE Telkomsel di kabupaten Natuna. Kini layanan 4G LTE Telkomsel telah hadir dan dapat dirasakan oleh masyarakat diseluruh Ibu Kota Kecamatan Natuna yang berjumlah sebanyak 15 IKC, termasuk Ranai yang telah terlayani 4G LTE sejak awal tahun 2017.

Komitmen Telkomsel menggelar pembangunan di Natuna dalam melayani masyarakat, terapresiasi dengan diterimanya penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Natuna yang diserahkan langsung oleh Bupati Natuna Drs. H. Abdul Hamid Rizal, M.Si pada perayaan HUT 20 tahun Kabupaten Natuna. Penghargaan ini diberikan sebagai komitmen atas konsistensi Tekomsel menghadirkan jaringan berkualitas di Kepulaun Natuna.

General Manager Network Operation and Quality Management Sumbagteng – Alvo Ismail mengatakan, “Kami harap hadirnya layanan 4G LTE di seluruh Ibu Kota Kecamatan Natuna akan mendukung pembangunan wilayah ini, sehingga sejajar dengan kota besar lainnya, di mana salah satu indikatornya adalah penerapan teknologi terkini. Kami pun percaya layanan ini akan memberikan dampak yang positif kepada masyarakat, khususnya dalam mencari dan bertukar informasi dengan lebih cepat”.

Secara umum, kendala utama yang dialami oleh daerah terdepan Indonesia ini ialah masalah transportasi. Akibatnya, berbagai sektor mengalami pertumbuhan yang lambat dibandingkan daerah yang memiliki akses transportasi yang baik. Tetapi, hal itu dapat diminimalisir dengan hadirnya teknologi telekomunikasi sebagaimana kehadiran Telkomsel di daerah-daerah terdepan termasuk Kabupaten Natuna. Ujar Alvo

Untuk Kabupaten Natuna, Telkomsel menggelar lebih dari 105 BTS yang didalamnya termasuk BTS 2G, 3G, 4G hingga 4,5G. Jumlah ini merupakan BTS terbanyak yang dihadirkan Telkomsel dibanding dengan operator lainnya yang belum menjangkau secara keseluruhan di Kabuten Natuna, dimana Telkomsel juga merupakan operator pertama yang hadir lebih dulu melayani masyarakat di Natuna. (*)

Dh Jual Motor Rp 800 Ribu, Ternyata….

0

batampos.co.id – Jajaran Polsek Sekupang meringkus tiga pencuri kendaraan bermotor (curanmor) yang kerap beraksi di kawasan perumahan dan rumah toko (ruko).

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan tujuh unit sepeda motor. Motor-motor curian tersebut dijual dengan harga sangat murah. Mulai dari Rp 800 ribu hingga Rp 1,5 juta.

Ketiga pelaku adalah Dh, 31, Ind, 27, dan Sya, 29. Pelaku diketahui hanya membutuhkan dua menit untuk membobol kunci motor menggunakan kunci T dan Y.

Kapolresta Barelang, AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo, mengatakan, penangkapan ketiga pelaku berdasarkan informasi warga dan laporan kehilangan motor di Perumahan Putri Fortuna dan Ruko Ali Baba, Sekupang.

“Kita langsung melakukan penyelidikan. Bahkan diketahui para pelaku sering membawa motor yang berbeda-beda setiap hari,” kata Prasetyo yang dampingi Kapolsek Sekupang, AKP Ulil Rahim, Rabu (25/12/2019).

Kapolresta Barelang, AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo, menanyakan kepada salah seorang tersangka kasus pencurian kendaraan bermotor di Mapolsek Sekupang, Rabu (25/12/2019). Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Prasetyo menjelaskan, pelaku ini sengaja mengincar motor yang terparkir tanpa menutup kunci kontak.

Kemudian, membawa kabur sepeda motor dan disembunyikan di kediamannya.

“Untuk kasus ini, masih kami lakukan pengembangan. Karena dugaan masih ada TKP lainnya,” kata Prasetyo.

Dia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati memarkirkan kendaraan.

Karena diduga, masih banyak pencuri motor yang berkeliaran.

“Namun kami siap memberikan keamanan di wilayah Batam ini,” tegas Prasetyo.

Sementara itu, dari pengakuan Dh, ia sudah mencuri sebanyak dua kali. Hasil curiannya tersebut dijual dengan harga Rp 800 ribu hingga Rp 1,5 juta.

“Kalau ada yang mau beli, saya jual. Tapi biasanya dipakai sehari-hari,” katanya.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.(opi)

Jasad Bayi di TPA Punggur Dibawa Dari Kawasan Batam Centre

0

batampos.co.id – Jasad bayi yang ditemukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Punggur diketahui di bawa Truk sampah nomor TP 15 dari kawasan Pasir Putih, Batam Centre.

Sopir truk sampah TP 15, Jhonson Saragih, mengatakan, tumpukan sampah itu ia angkut dari bak TPS yang berada di kawasan Pasir Putih, Batam Center.

Kata dia, bak tersebut diletakkan pada Senin (23/12/2019) siang.

Jasad bayi yang ditemukan di TPA Punggur, Kamis (26/12/2019). Jasad bayi itu diketahui dibawa dari kawasan Batam Centre. Foto: Yofi Yuhendri /batampos.co.id

“Saat diletakkan baknya masih kosong. Kalau sudah penuh, baru langsung diangkut ke sini (TPA),” kata Jhonson.

Dia menjelaskan, bak sampah itu diangkut pada Kamis (26/12/2019) pukul 13.00 WIB.

Ia mengaku tidakcuriga saat mengangkut bak sampah tersebut.

“Sampahnya langsung diangkut, tidak dipisah-pisah lagi,” ujarnya.(opi)