Kamis, 7 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10729

Groot Watch, Kreasi Jam Tangan Berbahan Tulang dan Tanduk

0

batampos.co.id – Marwan Eka Fadillah, Muhammad Rizky Fitriawan, Andika Gustianto Putra, Dale Nugraha, dan Dhimas K. Panji adalah orang di balik keberadaan Groot Watch. Jam tangan itu unik karena bodinya terbuat dari tulang belulang. Mayoritas tulang sapi meski kadang ada tulang kerbau. Selain itu, ada tanduk kerbau atau domba.

”Awal-awal kami dapat tulang gratisan semua,” ujar Andika saat ditemui Kamis (19/12/2019) lalu.

Andika mengingat, usaha tersebut dimulai lima tahun silam. Mulanya mereka mendapatkan limbah tulang secara cuma-cuma. Setelah datang beberapa kali, baru tulang-tulang itu dihargai. Meski ya tetap tergolong murah. Setiap karung hanya Rp 25 ribu. Di samping berulang datang, pedagang akhirnya mematok harga karena yang dicari hanya tulang betis.

”Yang masih utuh. Itu bagian paling keras,” kata Andika. ”Ini contohnya,” sambung Marwan sambil menunjukkan sampel di tempat tinggalnya di bilangan Regol, Bandung.

Di rumah Marwan itu pula berdiri workshop. Di ruangan seluas 10 meter persegi tersebut tampak aneka alat. Mulai gergaji besi, gerinda, pisau, sampai papan garis. Di ruangan itu pula bertumpuk karung tulang sapi. Workshop tersebut menjadi tempat mereka mendesain.

Ide memproduksi jam tangan tulang maupun tanduk berawal dari hobi Marwan mengoleksi jam tangan unik. ”Bukan yang bermerek sebenarnya. Lebih ke jam tangan tak biasa. Misalnya jam tangan kayu atau yang penunjuk waktunya aneh,” ucap alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) itu.

Tertarik membuatnya, Marwan melakukan riset kurang lebih satu tahun bersama empat temannya. Di tengah perjalanan, muncul wacana membuat jam tangan dari tulang. Marwan yang memang sering datang ke acara almamater bertemu perajin tulang di salah satu pameran ITB. Mereka mengobrol hingga Marwan punya ide membuat jam dari tulang saja.

”Kalau saya buat jam tangan kayu yang sama (dengan koleksinya, red), susah bersaing. Saya minim modal dan relasi,” ungkap dia.

Maka, tulang yang selama ini diketahui bisa untuk aksesori sederhana dicoba jadi jam tangan. Merek Groot Watch yang dipilih bukan sekadar nama. ”Groot itu global root,” ucap Marwan.

Maknanya, mereka berniat membawa konten lokal ke ruang yang lebih luas. Setiap produk dilabeli nama-nama lokal. Ada Baduy, Dayak, Asmat, Madura, sampai Gantya. Sebelum jadi produk, Dayak yang paling awal dibuat melalui fase uji coba. Ukurannya lebih kecil dari bentuk final.

”Ini dari awal sudah empat tahun masih kuat,” kata Marwan seraya mengeluarkan dua jam tangan dari kotak kayu.

Dua jam tersebut sama-sama produk pertama Groot Watch. Tidak dijual. Sebab, yang dijual hanya buatan perajin tulang rekanan. Dari sedikit perajin tulang di Bandung, hanya satu yang saat ini bersedia bekerja untuk Groot Watch. Namanya Mamad. Usianya sudah 70 tahun. Tergolong sepuh untuk perajin yang bekerja bersama pemuda seumur Marwan dan rekan-rekannya. Itu pula yang membuat mereka resah. Sebab, tidak ada yang mau jadi penerus para perajin tersebut.

”Anak-anaknya lebih memilih kerja jadi buruh,” ujar Marwan.

Mamad merangkai satu per satu tulang yang sudah dibentuk menjadi komponen jam tangan. Tidak memakai perkakas khusus, dia memilih alat sederhana. Pernah suatu kali, Marwan dkk membawakan gerinda otomatis. Namun, perajin yang tinggal di daerah Ciwastra, Bandung, itu menolak. Alat-alat otomatis tersebut kini lebih sering digunakan pendiri Groot Watch untuk penyempurnaan produk.

Pembuatan jam dimulai dari pembersihan tulang, pembentukan komponen, perakitan, pengasapan, dan pemasangan mesin. Semua tulang digunakan tanpa bahan kimia maupun pengawet. Warna dan corak yang berbeda-beda muncul saat tulang atau tanduk diasapi.

”Warna alami, bukan cat. Kalau cat di tulang pasti luntur,” ungkap Andika.

Meski tanpa bahan pengawet, Marwan menjamin jam yang mereka buat tahan lama. Selain itu, sama sekali tidak berbau daging. Untuk saat ini semua jam tangan berupa analog. Mereka belum bisa membuat jam tangan digital karena mesin yang dipakai juga mesin analog.

Khusus mesin, mereka mengimpor. Memakai Miyota, mesin jam dari Jepang yang juga dipakai merek-merek terkenal lain seperti Alexandre Christie. Sebagai variasi jenis, saat ini Groot Watch tengah berkolaborasi dengan merek lokal Bandung lainnya untuk membuat jam tangan analog otomatis. Sehingga tidak perlu lagi baterai dan tahan seumur hidup.

Sepengetahuan Marwan, pembuat jam dari tulang ini langka. Karena itulah, dia berminat membangun workshop baru tempat orang belajar produksi jam tangan tulang dan tanduk. Mamad akan diminta mengajari para perajin muda yang berminat. Di tempat tersebut nanti konsumen juga bisa melihat langsung pembuatan jam tangan yang mereka kenakan.

Mereka ingin memberikan inspirasi kepada perajin lainnya bahwa ada peluang untuk membuat produk keren dari limbah tulang. Itu memang tujuan utama selain menjalankan hobi membuat desain. Disebut hobi karena Groot Watch memang belum menjadi mata pencaharian utama mereka. Masing-masing punya pekerjaan lain.

Empat tahun setelah produk pertama dijual, jumlah jam tangan yang dihasilkan Groot Watch masih sangat sedikit. Hanya sekitar 400 unit. Dari pemesanan sampai jadi, bisa dibutuhkan waktu tiga sampai tujuh hari. Sangat terbatas dan langka. Tidak heran jika konsumen mereka saat ini lebih banyak kolektor. Harga per item dipatok Rp 850 ribu hingga Rp 1,9 juta. (*/c9/ayi)

Janji Kapolri

0

batampos.co.id – Tertangkapnya dua terduga penyiram Novel justru menimbulkan sejumlah pertanyaan. Motif pelaku sama sekali belum terungkap, apakah inisiatif sendiri atau ada aktor intelektual dibaliknya. Bahkan, setelah Kapolri Jenderal Idham Aziz menginstruksikan untuk melakukan proses hukum yang transparan.

Idham Aziz menjelaskan, setelah tertangkapnya dua pelaku penyiraman terhadap Novel, ada keprihatinan yang dirasakan. Sebab, kedua pelaku ternyata anggota Polri.

”Maka penyelidikan dan penyidikan yang transparan,” terangnya.

Ke depan dalam persidangan akan terbuka juga. Namun, tetap harus mengedepankan asas praduga tidak bersalah.

”Dalam satu sisi ini saya apresiasi,” terangnya di kompleks PTIK-STIK, Kebayoran Baru kemarin.

Hingga saat ini, Polri belum membeberkan motif dari kedua pelaku. Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo mengatakan, untuk motif atau latar belakang kasus tersebut, petugas masih mendalami. Apakah penyiraman itu inisiatif sendiri atau ada seseorang yang menyuruh.

”Pendalaman dilakukan karena membutuhkan fakta,” paparnya.

Bila fakta itu mengarah kepada pelaku lainnya, maka tentunya Polri tidak masalah. Namun, kesesuaian pembuktian dan keterangan saksi merupakan keharusan.

”Kita bekerja dengan bukti bukan opini,” urainya.

Menurutnya, pengungkapan dua pelaku ini masih awalan. Kasus tersebut masih panjang hingga nantinya sampai ke meja hijau.

”Dalam persidangan semua akan dibuka,” papar jenderal berbintang tiga tersebut.

Ada sejumlah tanda tanya dalam kasus tersebut. Salah satunya, soal perbedaan informasi bahwa keduanya menyerahkan diri atau ditangkap. Dikonfirmasi soal itu, Listyo mengatakan bahwa hal tersebut soal teknis. Yang penting adalah Polri yakin tidak salah tangkap.

”Keduanya pelaku sesungguhnya,” paparnya.

Apakah kedua pelaku itu sama dengan sketsa yang sebelumnya dibuat Polri? Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Argo Yuwono menjawab bahwa sketsa itu didapatkan dari saksi. Bila saksi itu hanya melihat sekali saja, hasil sketsa tentunya hanya seperti itu.

”Nanti kita lihat seperti apa,” paparnya.

Dia meminta agar tidak berpresepsi dalam memandang kasus ini. Polri bekerja dengan fakta.

”Ya, ditunggu faktanya di pengadilan,” papar mantan Kabidhumas Polda Metro Jaya tersebut.

Terkait peran keduanya, Argo menjelaskan, RB merupakan penyiram asam sulfat ke wajah Novel Baswedan. Untuk RM berperan sebagai pengendara sepeda motornya.

”Itu keduanya, sopir dan penyiram,” tuturnya.

Bagian lain, Ketua Presidium Indonesian Police Watch Neta S. Pane menuturkan bahwa keduanya merupakan anggota Polri dari Brimob. Keduanya berpangkat Brigadir. ”Untuk motifnya saya menduga dendam,” paparnya.

Yang pasti, Neta meminta agar Polri lebih terbuka dalam menjelaskan kasus tersebut. Khususnya, soal perbedaan informasi apakah menyerahkan diri atau ditangkap. ”Tentunya harus dibuka,” jelasnya.

Sementara Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, menuturkan, masih gelapnya motif penyiraman dan justru terkesan hanya dibuka di pengadilan tentunya membuat semua bertanya. ”Kenapa begitu, apakah memang ada yang ditutupi,” ujarnya.

Pelaku penyiraman air keras ke Penyidik KPK Novel Baswedan dibawa petugas untuk dipindahkan ke Bareskrim Mabes Polri dari Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (28/12). Polisi berhasil mengamankan dua pelaku yang merupakan anggota Polri aktif dengan insial RM dan RB.
Foto: MIFTAHULHAYAT/JAWA POS

Kondisi itu justru bisa membuat semua berpikir soal kemungkinan kedua terduga pelaku ternyata memiliki alibi. Bila keduanya memiliki alibi dan dalam sidang hingga diputus bebas.

”Maka, kasus Novel ini belum juga terungkap. Jadi terasa adanya mengulur waktu,” terangnya.

Karena itu, dia mendesak agar motif dari pelaku segera diungkap dan siapapun yang terlibat dalam penyiraman kasus tersebut segera ditangkap.

”Ini juga untuk kebaikan Polri, jangan sampai dipandang hanya mengorbankan atau kecurigaan lainnya,” urainya.

Resmi Ditahan, Tersangka Penyiraman Teriaki Novel Penghianat

Dua orang tersangka penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan digiring anggota Ditreskrimum Polda Metro Jaya menuju Bareskrim Polri, kemarin sore (28/12). Rencananya RB dan RM akan menjalani penahanan selama 20 hari ke depan.

Tidak ada tanda penyesalan dari kedua tersangka saat dibawa menuju mobil tahanan Polda Metro Jaya. Bahkan satu tersangka, RB sempat berteriak jika Novel merupakan seorang penghianat.

”Tolong dicatat saya enggak suka sama Novel karena dia penghianat,” ucap RB kemudian masuk ke mobil.

Entah apa maksud dari kata-kata RB. Sebab dia tidak menjelaskan secara rinci alasan dia mengatakan jika Novel merupakan penghianat. Karopenmas Polri Brigjen Pol Argo Yuwono mengatakan, pihaknya sudah rampung memeriksa dua tersangka tersebut.

”Tadi temen temen udah ngeliat sendiri ya bahwa pada jam 14.26 ini di jam saya ya, jadi pelaku yang diduga melakukan penyiraman terhadap saudara Novel hari ini setelah dilakukan pemeriksaan dibawa ke Bareskrim Polri,” jelas dia.

Dibawanya dua orang tersangka ke Bareskrim Polri juga berbarengan dengan masa penahanan yang bersangkutan sebagai tersangka selama 20 hari ke depan.

”Mulai hari ini juga bahwa tersangka sudah dilakukan penahanan. Kita tahan 20 hari ke depan,” ucap Argo.

Penahanan kepada kedua tersangka itu sebut dia, juga dilakukan dengan proses penyelidikan yang terus berlanjut. Argo sendiri berharap kasus ini segera tuntas.

”Tentunya juga nanti masih melalui proses-proses penyidikan yang lain. Nanti penyidik akan segera menyelesaikan dari pada kasus ini,” terang mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini.

Sayangnya Argo belum menjelaskan hasil pemeriksaan yang dilakukan pihaknya selama lebih dari 24 jam itu. Semua motif yang dilakukan kedua tersangka melakukan penyiraman air keras, kata dia, baru dapat diketahui pada proses persidangan.

”Ya tentunya, ya semuanya motif ditanyakan baik itu mengenai masalah, motif pun ditanyakan, kronologisnya ditanyakan semuanya ya. Tapi ini polisi itu bukannya untuk menghakimi bukan, tapi membuktikan. Makanya hasil dari pada pembuktian ini akan digunakan di sidang pengadilan,” kata dia.

Dia juga tidak menjawab tentang pangkat dan satuan dua orang tersangka itu. Termasuk adakah peran oknum polisi lainnya dalam penyiraman air keras ke Novel.

”Tadi sudah dijelaskan Kabareskrim dan bapak Kapolri bahwa kita akan memproses kasus ini. Memang seandainya nanti ada fakta hukum ya memang ada keterlibatan orang lain ya akan kita proses ya. Kita enggak pandang bulu lah kita proses ini,” ucap dia.

Tersangka RB yang sempat mengumpat tentang Novel merupakan pelaku penyiraman, sedangkan RM merupakan yang membawa kendaraan.

”Yang siram RB,” sebutnya.

Sebelumnya diberitakan, lebih dari dua tahun mangkrak, Kepolisian akhirnya berhasil mengamankan dua tersangka kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Dua orang anggota Polri aktif berinisial RM dan RB akhirnya diamankan Kamis malam (26/12), di kawasan Cimanggis, Kota Depok karena diduga merupakan pelaku.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit mengatakan, keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

”Dari tim teknis telah menemukan informasi yang signifikan dan info tersebut kita dalami. Tadi malam kami tim teknis bekerja sama dengan Kakor Brimob telah mengamankan pelaku yang diduga melakukan penyiraman saudara NB. Jadi, pelaku ada dua orang inisial RM dan RB. Polri aktif,” beber dia di Mapolda Metro Jaya, kemarin.

Listyo masih enggan mengungkapkan penanganan itu lebih gamblang. Namun, Listyo memastikan bahwa tersangka diamankan bukan menyerahkan diri. ”Kami amankan ya, dan dibawa ke Polda Metro Jaya,” jelas dia. (idr/bry)

Pollux Meisterstadt Lakukan Serah Terima Apartemen kepada Customer

0
Bapak Andreas Timothy SH., M.Kn. menerima unit Apartemennya secara simbolis yang diserahkan oleh Bapak Richie Laseduw selaku General Manager Sales & Marketing Pollux Habibie International

Pollux Habibie International pengembang Mega Project Pollux Meisterstadt Batam, kembali membuktikan komitmennya dengan lakukan serah terima kunci apartemen kepada pembelinya. Serah terima tersebut berlangsung secara bertahap sesuai dengan jadwal yang dijanjikan kepada konsumen.

Serah terima yang dilakukan saat ini berlangsung untuk konsumen pemilik apartemen tower A1, yang tercatat sudah terjual habis. Namun di tower A2, A3, A5 ada beberapa unit yang masih tersedia. Selain penyelesaian pembangunan tower apartemen A2, A3 dan A5, pembangunan fasilitas penunjang pun terus digenjot, seperti mall, shophouses, gym, sport courts, pool dan lain lain.

Acara tersebut berlangsung pada hari Jumat 27 Desember 2019, bertempat di lokasi proyek Meisterstadt Batam, tepatnya di unit Tower Auslesen (A1). Serah terima dihadiri oleh Bpk. Richie Laseduw selaku General Manager Sales & Marketing Pollux Habibie International.

Bapak Andreas Timothy SH., M.Kn. menerima unit Apartemennya secara simbolis yang diserahkan oleh Bapak Richie Laseduw selaku General Manager Sales & Marketing Pollux Habibie International

Bapak Richie Laseduw, mengatakan “Dengan dilakukannya serah terima, saya berharap dapat membuktikan komitmen kami dalam memberikan hunian yang berkelas dunia namun dengan harga yang terjangkau, sehingga dapat dirasakan oleh masyarakat Indonesia”.

Acara serah terima ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen kepada kami, sehingga visi misi dari Pollux Habibie International dapat terwujud dan membuat kota Batam menjadi salah satu kota besar dan maju.

“Secara keseluruhan pembangunan Phase 1 Pollux Meisterstadt bisa dibilang hampir selesai, dengan demikian kami berharap dapat mendorong perekonomian Batam sehingga dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat Batam” menurut penuturan Bapak Richie Laseduw

Pollux Meisterstadt

Pollux Meisterstadt merupakan proyek hasil kerjasama berkelanjutan antara PT. Pollux Properti Indonesia TBK dengan keluarga Prof. Dr-Ing H. Bacharuddin Jusuf Habibie. Pollux Maisterstadt merupakan kawasan yang terintegrasi dengan berbagai fasilitas lengkap seperti rumah sakit, perkantoran, mall, apartemen, hotel, serta universitas. Pollux Meisterstadt dibangun di atas lahan seluas 9 hektar dan mencakup 11 tower. Proyek yang berlokasi di Batam Center ini mempunyai nilai investasi yang paling baik di Batam.

Tower Auslesen (A1) pertama dari kanan, merupakan tower yang unitnya sudah di serah terima kepada konsumen

Pollux Meisterstadt terletak di lokasi yang strategis karena berdekatan dengan Singapura dimana negara tersebut merupakan jalur perdagangan dunia. Batam juga telah menjadi destinasi ke-3 yang paling banyak di kunjungi oleh wisatawan di Indonesia setelah Jakarta dan Bali. Letak kota Batam yang strategis ini banyak memikat baik wisatawan domestik dan asing untuk berkunjung sepanjang tahun. Selain itu, Batam sebagai kota industri yang strategis di Asia Tenggara juga mendorong banyak investasi, baik domestik maupun mancanegara. Hal ini juga menyebabkan peningkatan besar akan permintaan (demand) hunian berkualitas.

PT. Pollux Properti Indonesia TBK

PT Pollux Properti Indonesia TBK Dan PT Pollux Investasi International TBK. Adalah anak usaha dari Pollux Grup International, merupakan salah satu pengembang properti berskala international yang telah sukses melakukan ekspansi ke sejumlah negara-negara di Asia Tenggara. Kepercayaan yang telah berhasil dibangun oleh Pollux Properties terlihat dari besarnya investor menanam investasi di setiap proyek yang dibangun, serta penghargaan yang berhasil di raih yaitu sebagai salah satu pengembang properti terbaik di Indonesia versi BCI Asia pada tahun 2015, 2017, dan 2018. Dimana penghargaan tersebut adalah penghargaan yang diberikan kepada pengembang yang memiliki kinerja bisnis yang baik, dilihat dari sisi ekspansi bisnis, pengembangan “green property”, dan nilai agregat bisnis.

Dalam memperkuat posisi Pollux Properties Indonesia sebagai pengembang ternama di Indonesia, Pollux Properti telah resmi menjadi menjadi perusahaan yang go public dan mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Jakarta Indonesia pada tanggal 11 Juli 2018 dengan kode saham “POLL”. Saat ini, Pollux Properti merupakan salah satu dari 10 pengembang properti terbesar dengan nilai market cap lebih dari RP 15 Trilliun hingga 31 Desember 2018.

Beberapa portofolio yang sedang dikembangkan PT. Pollux Properti Indonesia TBK. Antara lain : Perkantoran World Capital Tower di Mega Kuningan Jakarta, Superblok Meisterstadt di Batam, kondotel mewah Amarsvati di Lombok, Chadstone di Cikarang, CBD Pollux Technopolis di Karawang, Gangnam District di Bekasi serta proyek terbaru apartmen mewah Pollux Skysuites di Mega Kuningan Jakarta. (*)

Pembangunan Jembatan Batam-Bintan Butuh Tempo 3 Tahun, Perlu Dana Rp 7,3 Triliun

0

batmpos.co.id – Pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin) mulai ada titik terang. Hal ini ditandai dengan kedatangan Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Ridwan Jamaluddin, ke Batam dan Bintan. Ia mengecek titik-titik yang akan dijadikan tempat tapak jembatan tersebut.

Ridwan mengatakan bahwa Jembatan Babin akan menelan biaya Rp 7,3 triliun. Detail Engineering Design (DED)-nya sudah selesai. Kini prosesnya sedang dikirimkan Kementerian PUPR untuk dinilai oleh Komite Keselamatan Jembatan dan Jalan.

”Setelah itu, tunggu keputusan presiden. Jadi, saat ini tinggal menunggu jawaban dari Menteri PUPR,” katanya, Sabtu (28/12/2019).

Ridwan membenarkan kedatangannya ke Batam untuk melihat dan memastikan titik-titik pembangunan serta tapak jembatan. Ada beberapa tempat tapak jembatan ditinjau Ridwan, mulai dari ujung jembatan di kawasan Punggur, lalu di Pulau Tanjungsauh, dan Pulau Buau, yang berada di depan Pulau Bintan.

”Saya ke sini melihat kondisi lapangan dan status perencanannya,” ungkapnya. Ia ditemani Plt Gubernur Kepri Isdianto dan sejumlah pejabat lainnya.

Ridwan menjelaskan, dari penuturan yang didapatnya dari pejabat daerah, status lahan baik di Batam, Pulau Tanjungsauh, Pulau Buau, dan Pulau Bintan, sudah disiapkan.
Saat ini, lanjutnya, yang perlu dipastikan adalah ketinggian jembatan.

”Ketinggian jembatan perlu diperhatikan, agar tidak mengganggu lalu lintas kapal-kapal yang melintas,” ucapnya.

Jembatan Batam-Bintan memiliki tiga tipe. Jembatan dari Pulau Batam ke Pulau Tanjungsauh yang berjarak 2,17 kilometer, menggunakan struktur jembatan box girder.
Lalu dari Pulau Tanjungsauh ke Pulau Buau sepanjang 3,9 kilometer menggunakan tipe struktur jembatan box grider dan cale stayed. Lalu dari Pulau Buau ke Pulau Bintan sepanjang 0,9 kilometer menggunakan tipe struktur box grider.

Plt Gubernur Kepri, Isdianto, menunjukkan titik tapak Jembatan Batam-Bintan kepada Ridwan Jamaluddin, Deputi Kordinasi dan Infrastruktur Kemenko Maritim dan Investasi di Kabil, Nongsa, Sabtu (28/12/2019).
F. batampos.co.id / Dalil Harahap

Ridwan juga membenarkan butuh dana Rp 7,3 triliun. Sebab, tidak hanya membangun jembatan, tapi juga membuka akses jalan di Buau sepanjang 3,4 kilometer, Batam sepanjang 1,54 kilometer, Tanjungsauh 3,42 kilometer, dan Bintan 0,5 meter.
Ridwan mengatakan, keberadaan Jembatan Batam-Bintan dapat memacu percepatan ekonomi kedua wilayah yakni Batam dan Bintan. Dengan kekuatan industri dan pariwisata, ia meyakini akan menjadi ekosistem yang lebih baik bagi para penanam modal.

”Pembangunan ini masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN),” katanya.

Rapat pembangunan jembatan ini sendiri sudah beberapa kali dilakukan.

”Rapat sudah, makanya saya diminta melihat langsung kondisi lapangannya seperti apa,” ucapnya.

Bagaimana dengan pembiayaan pembangunan? Ridwan mengatakan masih mengkaji mekanisme pembiayaan. Ada beberapa skema investasi disiapkan. Tidak menutup kemungkinan masuknya swasta asing maupun swasta dalam negeri, untuk membangun Jembatan Batam-Bintan tersebut.

”Investor luar berminat masuk, itu hal baik. Kami membuka peluang bagi swasta asing dengan sistem KPBU (kerja sama pemerintah dan badan usaha),” ujarnya.

Kedatangan Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur, disambut baik Plt Gubernur Kepri, Isdianto. Ia mengatakan, realisasi pembangunan ini, sesuai dengan janji Presiden Jokowi di kala kampanye di Kepri.

”Kedatangan deputi ini ke sini, bentuk keseriusan pemerintah mewujudkan Jembatan Batam-Bintan,” ungkapnya.

Ia berharap jembatan ini secepatnya dibangun. Sehingga bisa menghubungkan dua pulau besar di Kepri.

”Kami yakin, terhubungnya Kota Industri dan Pariwisata, memberikan dampak luar biasa ke pertumbuhan ekonomi kedua pulau,” tuturnya.

Beberapa kesiapan sudah dibuat pemerintah daerah. Isdianto mengaku sudah menyiapkan lahan.

”Semuanya sudah siap. Hambatannya cuma di masalah pendanaan. Makanya kami serahkan ke pusat, karena provinsi tidak akan mampu membangun ini. Makanya tiap hari, kami ingatkan dan kejar terus,” katanya.

Pembangunan Jembatan Batam-Bintan direncanakan akan memakan waktu 3 tahun.

”Kami berharap secepatnya dibangun,” pungkasnya. (ska)

7.294 Perusahaan Beroperasi di Batam

0

batampos.co.id – Usia produktif menjadi penyumbang terbanyak pencari kerja (Pencaker) di Kota Batam. Berdasarkan Data Dinas Tenaga Kerja usia 20-29 tahun paling banyak yaitu mencapai 26 ribu lebih. dari total 40 ribu AK1 yang dikeluarkan.

“Hampir 50 persen dari AK1 yang masuk itu produktif semua. Baik laki-laki maupun perempuan berimbang,” kata Kepala Disnaker Batam, Rudi Sakyakirti, Sabtu (28/12/2019).

Ia menyebutkan serbuan pencaker paling banyak itu terjadi di Bulan Juli yakni mencapai 1.053 pencaker. Hal ini dikarenakan dua momen besar. Perrtama karena pasca lebaran dan kedua karena anak SMA sederajat baru menyelesaikan sekolah mereka.

“Paling ramai setiap tahunnya. Wajah-wajah baru tamat masuk untuk mencari pekerjaan,” jelasnya.

ilustrasi
foto: batampos.co.id / dalil harahap

Kelompok umur selanjutnya yang banyak mendaftar adalah usia 15-19 tahun. Disusul usia 30-44 tahun yang jumlahnya tidak banyak hanya 270 orang.

Rudi menjelaskan persaingan kerja di Batam cukup tinggi. Sebab lowongan yang tersedia tidak pernah melebihi jumlah pencaker yang ada. Hal ini disebabkan karena industri belum tumbuh maksimal.

Kendati demikian, tahun 2020 mendatang, diperkirakan akan kenaikan untuk perkembangan industri terutama itu offshore. Sedangkan untuk galangan mulai ada proyek meskipun tidak banyak.

“Bisa jadi gairah industri ada kemajuan. Untuk itu kebutuhan pencari kerja juga akan meningkat di tahun depan,” sebutnya.

Rudi menyebutkan sektor industri masih yang paling ramai. Hingga kini terdapat sedikitnya 2.368 perusahaan yang bergerak di bidang tersebut. Di susul bidang perhotelan dan perdagangan sebanyak 1.813 perusahaan, bidang jasa 1.251 perusahaan. Selanjutnya bidang keuangan dan asuransi sebanyak 548 perusahaan, bangunan 942 perusahaan dan berbagai perusahaan lainnya.

“Total ada 7.294 perusahaan yang aktif saat ini. Inilah yang diperebutkan hampir 40 ribu pencaker setiap tahunnya. Kemampuan mereka hanya untuk mengisi lowongan operator. Kalau di atasnya belum banyak,” terang Rudi. (yui)

ASN Jadi Tersangka Karena Menabrak Tujuh Pesepeda

0
batampos.co.id – TP, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) ditetapkan sebagai tersangka usai minibus yang dikendarainya menabrak tujuh pengendara sepeda di Jalan Jendral Sudirman, Jakara Selatan, Sabtu (28/12/2019).
“Tersangka ada pada pengendara Toyota New Avanza yang dikemudikan pria berinisial TP yang pekerjaannya ASN,” kata Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Dari Siregar di Jakarta.
Polisi telah menyita sejumlah barang bukti kejadian seperti SIM A milik TP, STNK Toyota Avanza, satu unit kendaraan Toyota New Avanza dan tujuh unit sepeda.
Kecelakaan berlangsung di Jalan Jendral Sudirman arah selatan tepatnya depan Gedung Summitmas Jakarta Selatan sekitar pukul 06.10 WIB.
Petugas lalu lintas mendatangi tempat kejadian kecelakaan minibus dan tujuh pesepeda di Jalan Sudirman Jakarta Selatan, Sabtu (28/12/2019). Foto: ANTARA
Pada saat itu kendaraan yang dikemudikan TP melaju dari arah utara ke Selatan.
Sesampainya depan Gedung Summitmas menabrak rombongan pesepeda hingga mengalami luka dan dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Ketujuh korban di antaranya berinisial MRP jenis kelamin pria mengalami luka pada kepala bagian belakang robek.

Pria berinisial LM pekerjaan swasta, mengalami luka di badan dan tangan, pria berinisial HIS mengalami luka di pinggang berupa memar.
“Serta empat pria pelajar masing-masin berinisial HF, RZ, GR, dan KA seluruhnya menderita luka,” katanya.(antara)

Pengendara Motor Tertimpa Papan Reklame

0

batampos.co.id – Nahas menimpa, Rudianto. Warga Jati Sampurna RT 02/07 kelurahan Jati Raden, Kecamatan Jati Sampurna Bekasi, Jawa Barat, itu tertimpa papan reklame saat berteduh di lampu lalu lintas Jalan Daan Mogot km 13, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (28/12/2019).

Kapolsek Cengkareng, Kompol Khoiri, menjelaskan, peristiwa bermula saat korban menggunakan sepeda motornya melaju dari arah Grogol menuju Kalideres.

Sesampai di lampu lalu lintas Cengkareng, hujan deras turun. Korban pun berhenti di lokasi kejadian dengan niat berteduh.

Warga mengangkat papan reklame yang roboh dan menimpa seorang pemotor bernama Rudianto di Jalan Daan Mogot km 13. Foto: Istimewa/Jawa Pos

“Tiba-tiba papan reklame yang berada di pinggir dekat lampu merah roboh dan menimpa korban,” terangnya.

Saat ini kata dia, korban sudah bawa ke RSUD Cengkareng guna mendapat perawatan akibat luka yang dideritanya.

Polisi masih memeriksa lebih lanjut penyebab robohnya papan reklame tersebut.(jpg)

Rute Baru Shenzen ke Batam

0

batampos.co.id – Batik Air akan menjalani rute carter selama satu tahun penuh dari Shenzen dan Xian, China. Penerbangan pertama rute ini dari Shenzen ke Batam, dengan membawa 140 orang penumpang. Rencananya, rute ini akan melayani tiga penerbangan dari sepekan .

Rute Batam menuju Shenzen ini berangkat setiap Senin, Rabu dan Jumat setiap pukul 19.45. Lalu rute Shenzen ke Batam dilayani setiap Selasa, Kamis, Sabtu.

“Sementara carter,” kata Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim, Suwarso, Sabtu (28/12).

Ia mengatakan 3 bulan awak akan dilakukan evaluasi terhadap rute ini. Apabila memang animo masyarakat tinggi, tidak menutup kemungkinan akan menjadi rute reguler atau tetap.

“Makanya akan di evaluasi dulu dalam beberapa bulan ini. Semoga saja bisa berubah menjadi tetap,” ungkapnya.

Rute carter ini, kata Suwarso dapat meningkatkan pariwisata Kepri, khususnya Batam. Karena para penumpang yang dibawa memang adalah wisatawan yang digaet dari beberapa provinsi di China.

“Adanya rute ini, tentu meningkatkan pariwisata di Batam,” ucapnya.

Chief Executive Officer (CEO) Batik Air, Capt. Achmad Luthfie Batik Air sangat bangga memperkenalkan Shenzhen sebagai kota tujuan baru internasional. Dengan demikian, menempatkan kota ini sebagai kota keempat yang dilayani Batik Air di daratan China setelah Guilin, Kunming dan Nanning.

Ia mengatakan penerbangan internasional akan terus dikembangkan, Batik Air optimis jika pasar internasional akan terus tumbuhi, sehingga frekuensi penerbangan dapat ditingkatkan. Ia menilai Batam serta Kepulauan Riau memiliki posisi strategis, berbatasan langsung dengan selat Singapura dan selat Malaka serta menghadap Laut China Selatan. Dan menawarkan beragam objek mempesona seperti pantai, alam, religi, kuliner hingga wisata belanja.

“Rute Shenzhen ke Batam memberikan alternatif tujuan baru setelah kota lain di tanah air,” ungkapnya.

Setelah para tamu selesai menjelajah Kepulauan Riau, kata Lutfie mereka bisa melanjutkan perjalanan melalui Bandar Udara Internasional Hang Nadim menuju berbagai destinasi terutama 10 Bali Baru dan 5 Super Prioritas, antara lain Jakarta, Tanjung Pandan, Silangit, Yogyakarta, Malang, Lombok, Labuan Bajo, Manado, Ternate, Denpasar.

“Dan kota-kota lainnya bersama Batik Air dan anggota Lion Air Grup,” pungkasnya. (ska)

Warga Dilarang ke Senoa Selama Gelombang Tinggi

0
foto: dinas pariwisata kepri

batampos.co.id – Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Basarnas Natuna, Mexianus Bekabel, mengimbau seluruh pengunjung pada perayaan Natal dan Thun Baru (Nataru) untuk tidak berwisata di Pulau Senoa.

Imbauan tersebut setelah pihaknya melakukan pemantauan situasi di sejumlah tempat wisata, Kamis (26/12). Menurut Mexi, saat ini ketinggian gelombang sekitar pesisir laut Natuna masih mencapai 1-2 meter.

”Cuaca dan tinggi gelombang di pesisir masih mencapai 2 meter,” imbaunya.

Hasil pelaksanaan patroli yang dilakukan pihaknya, pengunjung di tempat wisata tidak signifikan dan relatif kondusif.

”Kami ingatkan masyarakat yang berwisata di pantai. Tetap utamakan keselamatan, karena masih musim angin utara. Terutama orangtua yang membawa anak, dapat memantau aktivitas anak,” ujarnya.

Maxi mengatakan, selama masa libur ini pihak terus melakukan patroli dan memantau sejumlah tempat keramaian masyarakat yang menjadi tujuan wisata yang dinilai rawan kecelakaan. Seperti Pantai Tanjung, Pulau Senoa, dan Pantai Batu Kasah.(arn)

Realisasi Pajak Kendaraan Bermotor Capai Rp 403,5 Miliar

0

batampos.co.id – Realisasi penerimaan pajak kendaraan bermotor di Provinsi Kepri, hingga jelang akhir tahun 2019 mencapai Rp 403,5 miliar atau 100,83 persen dari target sebesar Rp 400,2 miliar.

Sedangkan untuk realisasi bea balik nama kendaraan bermotor juga naik signifikan. Yakni Rp 318,5 miliar dari target sebesar Rp 310,6 miliar. Naik Rp 48,02 miliar atau 117,75 persen.

“Iya, hingga 26 Desember 2019, total pajak kendaraan bemotor diangka Rp 403,5 miliar, naik sebesar Rp 3,3 miliar dari target,” kata Anjar Wijaya, kepala Bidang Pendapatan Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kepri, Jumat (27/12).

“Sedangkan bea balik kendaraan bermotor realisasinya mencapai 117,75 persen atau naik Rp 48,02 miliar,” kata dia lagi.

Anjar menjelaskan, bila dibandingkan dengan realisasi 2018, penerimaan kendaraan bermotor di Kepri sebesar Rp 421,9 miliar atau lebih besar dibandingkan 2019.

Hal ini disebabkan adanya program Pemutihan berupa penghapusan sanksi administrasi, BBN KB 2, dan keringanan pokok pajak sebesar 50 persen.

Warga memadati kantor pelayanan Samsat Batam untuk melakukan pengurusan pajak surat kendaraan bermotor. Realisasi penerimaan pajak kendaraan bermotor di Provinsi Kepri, hingga jelang akhir tahun 2019 mencapai Rp 403,5 miliar atau 100,83 persen dari target sebesar Rp 400,2 miliar. Foto Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Di tahun 2018 realisasi tinggi karena ada program pemutihan selama 4 bulan, mulai dari Mei sampai September 2018,” jelasnya.

“Tapi di 2019 ada proses penyesuaian NJKB. Namun begitu realisasi tetap mencapai target yang sudah ditetapkan di dalam APBD,” tuturnya lagi.

Sedangkan untuk bea balik kendaraan bermotor malah naik signifikan dari tahun sebelumnya. Pada 2018 nilainya Rp 256,1 miliar menjadi Rp 318,5 miliar di 2019.

Terkait realisasi bea balik nama kendaraan tinggi dan melebihi target, Anjar menjawab hal ini disebabkan daya beli masyarakat Kepri yang sudah membaik.

Sebab, bea balik nama kendaraan bermotor tersebut dikarenakan pembelian kendaraan bermotor baru ataupun jual beli kendaraan bekas atau seken.

“Tinggi karena daya beli saat ini meningkat,” ucapnya.

Naiknya penerimaan pajak kendaraan bermotor dan bea balik kenadaraan di Kepri, lanjut Anjar, tak lepas dari Peraturan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 22 Tahun 2019 tentang Penghitungan Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor (PPKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor BPNKB.

Hal ini terbukti mampu merangsang dan meningkatkan animo masyarakat Kepri untuk membayar pajak kendaraan.

Dijelaskan Anjar, mengenai penyesuaian pajak kendaraan bermotor, dikelompokkan berdasarkan tahun pembuatan dan persentasenya.

Untuk tahun 2012 sampai 2014, pemerintah melalui BP2RD Kepri memberikan potongan atau keringanan pajak sebesar 10 persen.

Sementara kendaraan untuk tahun 2008 sampai 2011, pemerintah memberikan keringanan sebesar 20 persen.

Begitu juga kendaraan untuk tahun 2004 sampai 2007, pemerintah memberi keringanan pajak sebesar 30 persen.

Sedangkan kendaraan untuk tahun 2000 sampai 2003 pemerintah memberikan keringanan Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) sebesar 40 persen.

Untuk kendaraan tahun 1999 ke bawah, pemerintah memberikan kompensasi potongan 50 persen.

“Realiasi 2019 mencapai target karena hasil kerja UPT PPD BP2RD yang gencar melakukan sosialisasi dan penagihan aktif. Kami mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada masyarakat yang sudah memenuhi kewajiban pajaknya ditahun 2019,” pungkasnya.(rng)