Minggu, 3 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10850

Pelaku Usaha Wajib Paham Produk Halal

0

batampos.co.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Natuna, Wan Siswandi, membuka secara resmi pembinaan sadar halal bagi pengusaha Natuna di aula STAI Natuna, Sabtu (2/11) kemarin.

Pembinaan produk halal yang digelar MUI Natuna tersebut diikuti sekitar 60 pengusaha industri rumah tangga.

“Semua pengusaha di Natuna harus paham dan menggunakan produk halal,” tegas Wan Siswandi.

Wan Siswandi mengatakan, masyarakat di Natuna merupakan mayoritas beragama Islam. Sehingga produk apa pun yang diproduksi wajib mendapat sertifikat halal oleh MUI.

ilustrasi

Bahkan dalam sosialisasi tersebut Siswandi mengatakan janji politiknya kepada MUI, untuk memperhatikan usulan MUI Natuna agar setiap kegiatan dapat dibebankan pada APBD.

”Bagian Kesra perlu perhatikan, supaya kegiatan MUI ini tidak hanya jadi beban kementerian. Daerah bisa bantu, supaya kiprah MUI ini lebih baik kepada masyarakat,” ujarnya.

Ketua panitia pembinaan produk halal, Kartubi. menjelaska sosialisasi pembinaan sadar halal ini bertujuan untuk sosialisasikan kepada seluruh pengusaha industri di Natuna untuk mengunakan produk halal.

”Sesuai Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Penyelenggara Jaminan Produk Halal, jelas sudah diatur oleh pemerintah dan mengacu pada program kerja MUI Natuna tahun 2019 bekerja sama dengan MUI Kepri, Kemenag, LP POM Kepri, Dinas Kesehatan dan Disperindagkop Natuna,” ujarnya. (arn)

Juara Sejati Tak Punya Alasan Untuk Menyerah

0

Seorang juara sejati akan berjuang melalui apa pun “(Floyd Mayweather, Jr)

Hampir semua orang tahu Tiger Woods. Atau paling tidak, pernah mendengar namanya. Dia sangat fenomenal. Karena berhasil mencatatkan 82 kali juara di kejuaraan golf profesional.

Woods berhasil menyamai, bahkan mengungguli beberapa rekor yang ditorehkan Sam Snead. Sam Snead adalah pemain Golf top di dunia selama lebih dari empat dekade dan secara luas dianggap sebagai salah satu pemain terbesar sepanjang masa.

Tapi tak banyak orang tahu bagaimana perjuangan seorang Tiger Woods mencapai rekor tersebut. Tak semuanya berjalan mulus. Woods mempertaruhkan banyak hal, termasuk kesehatannya sendiri.

Tiger Woods mengalami banyak jatuh bangun. Terutama karena masalah cidera lutut dan punggung.

Salah satu yang dicatat sejarah adalah pada saat pertandingan final US Open Tournament tahun 2008. Tiger Woods harus bermain dengan ditopang satu kaki. Karena dia cedera lutut kiri yang seharusnya dilakukan operasi. Woods harus berjalan terpincang-pincang.

Dan berkali-kali tumbang setelah melakukan pukulan. Sebuah foto karya Jurnalis Amerika berhasil mengabadikan kondisi Woods saat itu. Dia meringis menahan sakit setiap kali memukul bola.

Anehnya, Woods tak pernah mengeluh sepanjang pertandingan. Ketika ditanya, dia menggelengkan kepala. Dia terus berjuang dengan rasa sakit, dan pada akhirnya memenangkan turnamen itu. Mengalahkan orang yang tengah berada dalam kondisi normal.

Setelah mengangkat piala US Open tinggi-tinggi, barulah Woods memberitahu publik bahwa lututnya menyiksa dia selama pertandingan. Bagaimana jika kita yang jadi Woods?
Mungkin kita akan banyak excuse. Waduh, lutut saya lagi sakit, tak bisa main. Atau alasan lain. Masuk akal memang. Tapi ternyata, itu tidak berlaku untuk Woods yang bermental juara. Juara tahu kalau itu sakit. Tapi juara sejati tak menggunakannya sebagai alasan. Justru kesakitan itu harus ditaklukan, supaya dia bisa tetap menjadi juara.

Selain operasi lutut, Woods juga harus menjalani serangkaian operasi punggung yang panjang. Itu berdampak terhadap kondisi fisiknya. Woods bahkan kesulitan untuk duduk setelah menjalani operasi punggung pada tahun 2017. Kondisi fisiknya ini membuat masa depannya sebagai pemain Golf profesional tak jelas. Woods hanya berharap bisa sembuh dan normal. Tak lagi berharap muluk-muluk untuk jadi pegolf profesional seperti dulu.

Tapi apa yang terjadi?

Orang kembali geleng-geleng kepala. Dasar mental juara. Setelah sembuh, Woods justru menggondol juara turnamen The Master 2019. The Master itu bukan kejuaraan biasa. Ini adalah salah satu dari empat kejuaraan golf profesional utama.

Itulah yang disebut juara sejati. Tak ada ruang mencari alasan untuk tidak juara. Justru dia selalu punya alasan untuk terus jadi juara. Kemampuan seorang juara justru diuji ketika dia mampu melewati masa-masa sulit, saat menerjang badai terhebat. Dan juara sejati ditunjukan dengan konsistensinya. Dia harus mampu mempertahankan juaranya secara berkesinambungan. Bukan sesekali jadi juara. Hari ini juara. Besok tidak.

ATB telah menjadi juara sejati di kelasnya. Predikat perusahaan air minum terbaik di indonesia sudah tidak terbantahkan. Bukan setahun dua tahun. Tapi konsisten selama hampir 10 tahun terakhir. ATB unggul dari semua parameter. Kualitas, kuantitas dan kontiniunitas.

Cakupan pelayanan ATB yang terbaik di Indonesia. Mencapai 99,7 persen. Dari sisi kebocoran juga merupakan yang terendah di Indonesia. Rata-rata kebocoran air di Batam pada tahun 2018 adalah 16,6 persen. Angka itu masih terus turun. Bahkan sempat menyentuh angka 12,9 persen di September 2019. Itu sudah cukup membuktikan ATB adalah perusahaan air yang fenomenal.

Lalu apakah ATB tak pernah mengalami masa-masa sulit?

Wah, banyak sekali masa sulit yang sudah kami alami.

Salah satunya ketika kami tak mendapatkan penyesuaian tarif selama hampir 10 tahun belakangan. Padahal, apa sih yang tak naik dalam kurun waktu itu? Selama periode 2010 hingga akhir 2018, akumulasi inflasi sudah 44,48 persen. BBM naik 46,67 persen. UMK juga naik 243 persen. Listrik naik. Yang lain-lain naik. Termasuk komponen yang mendukung produksi dan bisnis kami juga naik.

Sementara perusahaan utilitas lain sudah berkali-kali menyesuaikan tarif, ATB belum.

Tapi apa ATB menurunkan kualitasnya akibat tak ada penyesuaian tarif air bersih?

Apakah kami lantas mengorbankan pelanggan kami demi menghemat biaya?

Tentu saja tidak. Kami tak mengendorkan pelayanan kami, walaupun ada alasan untuk itu. Mental juara yang terbangun dalam kultur kerja ATB tak mengizinkan hal itu terjadi.

Lalu apa yang kami lakukan?

Dimasa-masa sulit itu, ATB justru melahirkan inovasi di bidang teknologi informasi. Kami beri nama Enterprised ATB Integrated System (EAIS). Sistem ini adalah yang pertama dan satu-satunya di Indonesia. Kami menjawab tantangan dengan inovasi teknologi. Berkat bantuan teknologi ini ATB mampu berkembang menjadi perusahaan yang semakin efisien dan profesional.

Apa dampaknya?

Tarif yang sudah hampir 10 tahun tak naik itu bisa kami atasi.

ATB juga menghadapi masa-masa sulit tahun 2015. Ketika sedang terjadi El Nino. Tampungan air di Dam Sei Harapan habis. ATB bisa saja menjadikan itu alasan untuk menurunkan kualitas layanan kepada pelanggan yang disuplai melalui Dam Sei Harapan. Tapi kami tidak melakukan itu. ATB kerja keras untuk tetap menjaga suplai kepada pelanggan. Berbagai skenario diimplementasikan.

Bagaimana hasilnya?

Ketika kota lain di Indonesia sudah kesulitan air, Batam tidak menghadapi masalah berarti. Padahal kota ini hanya hidup dari curah hujan yang ditampung di 5 Dam.

April 2019 sekali lagi Batam diuji dengan kesulitan air. ATB melakukan penggiliran terhadap pelanggan yang dilayani melalui Dam Sei Harapan. Sekali lagi, ATB berhasil melalui masa sulit tersebut.

Itu ujian-ujian yang dihadapi ATB. ATB menghadapi semuanya tanpa mengorbankan kualitas layanan. Ketika perusahaan lain masih berusaha membuktikan dirinya sebagai perusahaan yang terbaik, ATB sudah membuktikan dirinya sebagai juara sejati.

Bagaimana dengan perusahaan lain? Apa pilihan yang akan mereka buat ketika menghadapi tantangan dan masalah? Ketika ATB berhasil membuktikan diri sebagai juara sejati, mengapa yang lain tak bisa? Mari kita pikirkan.

Salam Kopi Benny. (*)

Ditabrak saat Jogging, Wanita Paruh Baya Kritis

0

batampos.co.id – Seorang wanita yang diperkirakan berusia paruh baya masih menjalani perawatan secara intensif di rumah sakit Malaysia lantaran mengalami luka pada bagian kepala dan patah pada bagian tangan kiri akibat ditabrak pengemudi mobil Nissan Juke yang belum diketahui identitasnya, Sabtu (2/11/2019) lalu.

Kasat Lantas Polresta Barelang AKP Muchlis Nadjar saat dikonfirmasi, kemarin siang menuturkan bahwa kejadian ini masih dalam penyelidikan Unit Laka Lantas Polresta Barelang dengan melakukan pemeriksaan terhadap saksi maupun keluarga korban.

“Sampai sekarang saya cek korbannya sedang proses penyembuhan. Sekarang lagi di rumah sakit di Malaysia. Identitas korban, sementara ini masih di rumah sakit Malaysia dan sedang dalam penyelidikan,” ujarnya.

Tidak hanya identitas korban, untuk identitas pengemudi Nissan Juke berwarna hitam tersebut juga belum bisa dibeberkan oleh Muchlis. Ia hanya memastikan bahwa saat ini pihaknya sudah mengamankan barang bukti satu unit mobil Nissan Juke.

Kasatlantas AKP Muchlis Nadjar.
foto: batampos.co.id / Chahaya Simanjuntak

Namun dari pantauan Batam Pos di Unit Laka Lantas Polresta Barelang kemarin siang, tidak terlihat mobil yang menabrak korban di kawasan Harbourbay kemarin.

Mengenai korban saat itu dipengaruhi oleh alkohol, obat-obatan terlarang maupun sedang mengantuk, Muchlis juga belum bisa membeberkannya karena masih didalami oleh Unit Laka Lantas Polresta Barelang.

“Itu kami dalami, personel kami di lapangan. Kejadiannya itu juga dalami, dia keluar jam berapa, mobil keluar jam berapa. Nanti kalau sudah dapat titik terangnya baru saya kasih kabar,” imbuhnya.

Sementara itu, kejadian laka lantas ini viral di media sosial setelah rekaman CCTv detik-detik terjadinya laka lantas itu tersebar luar. Dalam video CCTv tersebut terlihat korban sedang lari kecil di dalam kawasan Harbourbay. Saat lari itu, tiba-tiba satu unit mobil Nisaan Juke Hitam menghantam median jalan dan menghantam korban.

Usai menghantam korban, mobil tersebut masih melaju dan baru berhenti setelah menabrak sebuah pohon di tepi jalan dan mengalami rusak pada bagian depan. Usai berhenti setelah menabrak pohon, dua orang wanita keluar dari dalam mobil tersebut dan menghampiri korban yang sudah tergeletak di jalan. Korban kemudian dibawa oleh dibawa oleh warga di sekitar lokasi kejadian dengan menggunakan mobil. (gie)

KPK Tagih Pengungkapan Kasus Novel

0

batampos.co.id – Masa kerja tim teknis Polri dalam mengungkap pelaku penyerangan penyidik KPK Novel Baswedan sudah berlalu akhir bulan lalu. Namun, belum ada satu pun pelaku penyerangan yang diungkap. Sebaliknya Polri justru melontarkan pernyataan yang tidak substansial terkait dengan perkembangan penanganan perkara penyiraman air keras 11 April 2017 itu.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pihaknya masih terus berharap pelaku penyerangan penyidik senior lembaga antirasuah tersebut bisa segera ditemukan. Mengingat peristiwa penyerangan tersebut sudah bergulir lebih dari dua tahun. Dikhawatirkan semakin lama kasus itu tidak diungkap, bukti-bukti terkait dengan perkara tersebut juga semakin sulit ditemukan.

“Semoga pelaku penyerangan itu bisa ditemukan segera,” kata Febri, Sabtu (3/11). Kasus penyerangan Novel terjadi saat KPK sedang menangani sejumlah kasus besar. Salah satunya kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Tepat di hari penyerangan tersebut, KPK juga melakukan pelarangan ke luar negeri terhadap Ketua DPR Setya Novanto kala itu.

Novel Baswedan memberikan keterangan pers usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di gedung KPK, Jakarta, Kamis (20/6/2019) lalu. KPK memfasilitasi penyidik Polda Metro Jaya didampingi oleh tim asistensi ahli atau tim gabungan yang sudah dibentuk oleh Kapolri untuk memeriksa penyidik senior KPK Novel Baswedan sebagai saksi terkait kasus penyiraman air keras. Foto: Miftahulhayat /JAWAPOS

Febri mengatakan, pihaknya berharap kerja sama KPK dan Polri bisa lebih kuat ke depan. Karena itu, KPK berharap Polri dapat segera mengungkap pelaku-pelaku penyerangan yang menimpa keluarga besar KPK. Tidak hanya Novel, tapi juga teror terhadap dua pimpinan KPK, Agus Rahardjo dan Laode M. Syarif pada Januari lalu.

Menurut dia, teror dan penyerangan terhadap pegawai dan pimpinan KPK harus dilihat secara komprehensif. Yakni serangan terhadap aparat penegak hukum yang sedang menjalankan tugasnya sebagai penegak hukum.

“Jadi, ini bukan sekadar kasus per kasus (teror) saja, tapi serangan terhadap penegak hukum yang sedang bekerja,” imbuhnya. (tyo)

Kepala VIII BP Batam: Lebih Baik Fasilitas FTZ Ditambah

0

batampos.co.id – Mantan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, tidak setuju dengan penetapan sejumlah kawasan ekonomi khusus (KEK) di Batam. Ia menyebut solusi yang lebih baik yakni menambah fasilitas yang ada di KEK ke dalam Free Trade Zone (FTZ).

”KEK itu banyak yang belum benar-benar berjalan di tempat lain. Bahkan KEK Galang-Batang saja yang lahannya greenfield (lahan yang bersih), belum selesai juga,” katanya, Sabtu (2/11) di Batam Centre.

Lukita ialah kepala VIII BP Batam. Ia menggantikan Hatanto.

Apalagi di Batam yang lahannya notabene banyak yang merupakan lahan brownfield (lahan yang belum bersih).

”Juga kondisi ekonomi Batam masih lemah. Ada risiko yang bisa dihitung dari menerapkan KEK nanti. Daripada ambil risiko, mengapa tak ditambahkan saja fasilitas KEK ke dalam FTZ,” ucapnya.

Upaya tersebut pernah dilakukannya saat menjabat sebagai Kepala BP Batam tahun lalu. Tapi tak terealisasi karena ia keburu diganti. Adapun persoalan lainnya yang akan terjadi yakni adanya dualisme Dewan Kawasan (DK).

”Saya bisa bayangkan ada dua organisasi yang mengepalai KEK dan FTZ,” imbuhnya.
DK yang mengepalai FTZ dike-tuai oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Sedang-kan DK yang mengepalai KEK, sesuai undang-undang yang berlaku akan diketuai oleh gubernur.

Persoalan lainnya yakni mobilitas barang dan jasa keluar dan masuk dari area KEK ke FTZ. Sistemnya berbeda tapi berada di lokasi yang sama. FTZ memiliki mekanisme sendiri, sedangkan mekanisme keluar masuk barang dan jasa KEK diatur oleh Bea Cukai dengan IT Inventory.

Padahal IT Inventory masih dianggap belum relevan oleh dunia industri. Lukita menganggap lebih baik memurnikan FTZ yang ada saat ini daripada menambah kebijakan baru. KEK di Indonesia masih banyak yang belum menunjukkan hasil, bahkan di lahan yang jelas statusnya sekalipun.

Persoalan yang ada saat ini yakni minimnya investasi masuk ke Indonesia karena kalah saing dengan negara tetangga seperti Vietnam, Thailand, Malaysia dan lainnya. Bahkan dengan insentif KEK sekalipun, investor-investor yang terimbas perang dagang tidak ada yang melirik Indonesia.

Lukita D Tuwo
foto: batampos.co.id / putut ariyotejo

”Bahkan, di China juga sedang mengembangkan FTZ-FTZ baru. Saya ada datanya. FTZ itu dikembangkan untuk memudahkan pemeriksaan barang masuk dan keluar. Kalau bisa memilih, pengusaha pasti lebih baik mahal tapi cepat, daripada murah tapi tak pasti. Tapi semuanya butuh proses,” ujarnya.

Di sisi lain, penerapan KEK merupakan agenda utama Rudi sebagai Kepala BP Batam yang baru. Dalam empat bulan, ia diberi target oleh DK untuk menetapkan dua KEK di Bandara Hang Nadim dan Nongsa Digital Park.

Kemudahan usaha dan insentif yang lebih banyak. Itulah alasan utama mengapa pemerintah pusat melalui Badan Pengusahaan (BP) Batam terus memperjuangkan penetapan KEK di Batam. Jika dibandingkan FTZ, KEK dinilai lebih efektif untuk mengerek pertumbuhan ekonomi Batam.

Rudi mengaku punya strategi sendiri. Ia menyebut, untuk tahap awal KEK bisa diterapkan di kawasan yang merupakan milik pemerintah. Misalnya kawasan bandara. Sehingga jika kelak berhasil, para pengusaha yang masih ragu itu akan melihatnya sendiri.

”Maka kita beri contoh, yang milik pemerintah seperti pelabuhan dan airport,” imbuhnya.
Rudi mengaku mendapat pesan secara khusus dari Presiden Joko Widodo soal penetapan KEK. Ia diminta menggesa penetapan KEK Bandara Hang Nadim dan KEK Nongsa Digital Park (NDP) di Nongsa, Batam. Selanjutnya, segera disiapkan penetapan KEK Kesehatan dan KEK di kawasan Pelabuhan Batuampar.

”Jika prosesnya lancar, maka dua bulan ke depan sudah bisa jalan. Mudah-mudahan awal November selesai,” katanya. (leo)

Mahathir Tolak Kompensasi USD 2 Miliar Dari Goldman Sachs Terkait Skandal 1 MDB

0

PERDANA Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menolak kompensasi sebesar 2 miliar dolar Amerika Serikat (AS) yang ditawarkan Goldman Sachs terkait skandal 1 Malaysia Development Berhad (1MDB). Nilai dana kompensasi ini lebih rendah dari yang mere-ka ajukan, yakni sebesar 7,5 miliar Dolar AS.

Malaysia, di bawah pemerintahan Mahathir menuduh Goldman beserta 17 direktur, serta mantan direkturnya menyesatkan investor atas penjualan obligasi senilai 6,5 miliar dolar AS. Dimana, Bank AS membantu mengumpulkannya untuk dana kekayaan 1MDB.

”Goldman Sachs menawarkan kompensasi sebesar 2 miliar dolar AS. Itu sangat rendah sekali. Kami tak puas sehingga harus berbicara dengan mereka kembali,” ujar Mahathir seperti dilansir dari Channel News Asia, Sabtu (2/11).

Terkait penolakan dari Malaysia tersebut, Goldman belum memberikan keterangan secara resmi. Mereka memilih diam. Sebelumnya, Goldman me-ngungkapkan, pihaknya tengah berdiskusi dengan pihak berwenang tentang resolusi investigasi terkait 1MDB. Otoritas Amerika Serikat menga-takan, sekitar 4,5 miliar dolar AS disedot dari 1MDB.

Mahathir Mohammad
foto: onlinetoday

Mahathir mengatakan, ia atas nama Malaysia, tidak akan pernah bernegosiasi dengan buronan, pengusaha Jho Low yang juga dituduh memainkan peran sentral dalam penggelapan dana. Meski Low membantah melakukan kesa-lahan, dan tidak ingin pengadilan di Malaysia selama Mahathir berkuasa.

Departemen Kehakiman AS mengatakan, telah mencapai kesepakatan untuk memulihkan dana 2 miliar dolar AS yang diduga diambil dari 1MDB dari Low. Kesepakatan itu tidak termasuk pengakuan bersalah dan tidak terikat pada tindakan hukum terhadap Low. Mahathir mengatakan, Malaysia akan mengajukan klaim atas aset Low yang hangus tersebut.

”DoJ telah mengindikasikan jika Malaysia dapat membuktikan klaim kepemilikan, maka kita akan memperoleh kembali uang yang seharusnya milik Malaysia,” tegas Mahathir.
Kasus ini sendiri merupakan lanjutan dari skandal mega korupsi 1 MDB yang juga melibatkan mantan perdana Menteri Malaysia, Najib Rajak. (***)

Curi Tas Chanel Majikan, TKI Dipenjara

0

batampos.co.id – Onita, buruh migran asal Indonesia (TKI) dipenjara enam bulan setelah ketahuan mencuri tas Chanel seharga Rp 84 juta milik sang majikan. Pengadilan Singapura menjatuhi hukuman kepada perempuan 28 tahun tersebut, Kamis (24/10) lalu.

Dalam persidangan terungkap, Onita mencuri tas Chanel berwarna pink tersebut saat membersihkan kamar majikannya pada Februari lalu. Kala itu, ia melihat sebuah tas pink seharga 6 ribu dolar Singapura atau sekitar Rp 84 juta di rak kamar majikannya. Ia lantas mengambil tas tersebut dan menyimpannya di kamarnya.

Tak berhenti di situ saja. Mei lalu, Onita juga membersihkan kembali ruangan majikannya. Lalu mencuri kembali. Kali ini, ia mengambil tas hitam bermerek Chanel seharga 8.500 dolar AS atau sekitar Rp 119 juta beserta sarung penutup debunya dari lemari pakaian.

Untuk menutupi jejaknya, tas hitam tersebut ia sembunyikan di kamarnya dengan membuka sarung penutup debu. Lalu kemudian, tas pink ia kembalikan, memasukkannya ke sarung penutup debu Chanel, lalu mengembalikannya ke kamar majikan.

Pada 16 Agustus, majikan menyadari bahwa tas Chanel hitamnya hilang setelah memeriksa tas yang ada di sarung penutup tersebut sudah berubah menjadi tas Chanel pink.
Saat itu, sang majikan yang berusia 40 tahun tersebut mengemukakan bahwa ia telah kehilangan tas kepada Onita dan memintanya membantu mencarikan. Tak juga ketemu, majikan mengungkapkan akan melaporkan kehilangan ini kepada polisi.

ilustrasi
foto: glitzmedia.co

”Saat putus asa, tas mahalnya tak juga ketemu, korban mengemukakan akan melaporkannya kepada polisi. Sang pembantu panik, lalu mengakui bahwa ia telah mengambil tas Chanel hitam tersebut lalu mengembalikannya kepada sang majikan,” ujar Jaksa Penuntut Umum, Mohd Nasri Haron saat membacakan putusannya seperti dilansir dari Channel News Asia, kemarin.

Sang majikan pun makin penasaran. Ia mencari tahu Facebook Onita. Pada 24 Agustus, lewat foto di Facebook, Onita ketahuan juga memakai tas Chanel pink miliknya. Majikan Onita mengenali tas itu dan melaporkannya kepada polisi malam itu juga.

Dari pengembangan kepolisian Singapura, selain tas Chanel, Onita juga mencuri dompet Louis Vuitton seharga 1.000 dolar Singapura serta uang tunai sebesar 800 dolar Singapura.

Dalam tuntutannya, Jaksa penuntut umum mengajukan hukuman maksimal 8 bulan penjara. Namun, karena hasil curian tersebut sudah dikembalikan kepada pemiliknya, maka Onita hanya mendapat vonis hukuman penjara selama 6 bulan dan juga diwajibkan membayar denda.

Hakim mengatakan, motif di balik menempatkan tas pink ke dalam penutup debu adalah tipu daya pelaku.

”Kami tidak memaafkan tindakannya, tetapi ini masih harus dibedakan dari pelaku lain yang tidak mengembalikan barang,” ujarnya. (*)

Andi Takdir Ditemukan di Makassar

0

batampos.co.id – Andi Takdir alias Teddy, bocah enam tahun yang sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya dua hari lalu ternyata ada di Makassar, Sulawesi Selatan.

Andi Wiwik, orangtua angkat sang bocah (sebelumnya disebutkan ibu kandung Takdir) mengatakan, Teddy, sapaan akrab Andi Takdir, ternyata dibawa kakak kandungnya, Andi Taskira, 18, tanpa sepengetahuannya.

”Iya, Teddy telah ditemukan. Saat ini berada di Makassar, Sulawesi Selatan. Dia dibawa kakak kandungnya yang juga keponakan saya juga,” ujar Wiwik, Sabtu (2/11).
Perempuan berdarah Bugis ini menceritakan, ia adalah adik dari ibu kandungnya Takdir atau Teddy, tepatnya bibi Teddy.

”Umur 7 hari saya sudah asuh Teddy atas persetujuan ibunya saat masih sama-sama di Makassar,” jelasnya.

Wiwik memilih mengadopsi Teddy karena melihat kondisi kehidupan keluarganya yang memprihatinkan saat itu. Apalagi Teddy sudah ditinggal mati ayahnya saat ia masih berumur 4 bulan dalam kandungan ibunya.

Andi Takdir
Foto: Eja/batampos.co.id

Selama di Makassar, Wiwik mengatakan hubungannya dengan keluarga kandung Teddy baik-baik saja. Kemudian terpisah jauh karena Wiwik dan keluarganya pindah ke Batam, dua tahun lalu. Meski begitu komunikasinya dengan keluarga Teddy masih lancar.

Berita sebelumnya: Murid SD di Sagulung Hilang, Ada yang Melihatnya?

”Pindah ke Batam, kami bawa Teddy. Orangtuanya mengetahui Teddy kami bawa. Komunikasi juga selalu lancar selama ini antara saya dan ibunya Teddy,” terangnya.

Itu sebabnya ia tak menyangka Teddy dibawa diam-diam tanpa sepengetahuannya. ”Jika saja membicarakan dengannya, maka tidak akan timbul perasaan cemas berlarut-larut seperti ini,” ujarnya.

Meski begitu, ia sedikit lega, karena Teddy bersama ibu kandungnya di Makassar. Hal itu ia ketahui setelah dikabarkan saudaranya di kampung.

Sebelum membawa pulang Teddy, sang kakak, Andi Taskira, sempat tinggal bersama Wiwik di Batam sekitar satu bulan lebih untuk mencari kerja.

”Bulan September lalu tinggal sama saya. Selepas itu, dia balik kampung, lalu dua minggu belakangan ini ada di Batam. Kemudian balik kampung sambil membawa Teddy diam-diam,” ungkap Wiwik. (zis)

Kunjungan Wisman Melorot

0

batampos.co.id – Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Kepri pada September turun di banding Agustus, sebesar 13 persen. Dari 265.718 kunjungan pada Agustus, turun menjadi 231.753 kunjungan di September.

”Penurunannya sebesar 184.077 kunjungan,” ungkap Rahmad Iswanto, Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik Kepri, Sabtu (2/11/2019).

Bintan yang turun dari 55.640 kunjungan menjadi 50.237 kunjungan.

Tanjungpinang dari 15.668 kunjungan menjadi 12.811 kunjungan.

Karimun dari 10.333 kunjungan menjadi 8.412 kunjungan.

Jumlah kunjungan wisman berdasarkan asal negara juga otomatis ikut mengalami penurunan. Contohnya kunjungan wisman Singapura yang pada Agustus mencapai 129.333 kunjungan, turun menjadi 116.428 kunjungan, atau turun sekitar 10 persen.

Sejumlah turis berjalan di jembatan penyeberangan dari Mega Mall menuju Pelabuhan Internasional Batam Center
Foto: batampos.co.id / Cecep Mulyana

”Kunjungan turis Tiongkok juga turun dari 26.767 menjadi 21.854. Turis asal Malaysia juga turun dari 28.980 menjadi 24.877 kunjungan,” sebutnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Batam, Ardiwinata, mengatakan upaya yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk meningkatkan kunjungan wisman di penghujung tahun yakni mempromosikan enam objek destinasi wisata baru.

”Keenam objek pariwisata tersebut yakni, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, kawasan Tanjungriau, Museum Batam, Jembatan 1 Barelang, Dendang Melayu, dan Pulau Puteri,” paparnya.

Ia mengungkapkan, keuntungan yang diperoleh dari mempromosikan enam objek wisata ini adalah peningkatan ekonomi bagi masyarakat sekitar dan Pemko Batam sendiri.

”Nanti lokasi-lokasi tersebut akan dikelola dan ditata agar nyaman untuk wisatawan. Untuk Kampung Tua Tanjungriau karena sudah terkenal dengan kulinernya akan dikembangkan lagi,” pungkasnya. (leo)

SMN Titip Pesan ke Prabowo Soal Perbatasan

0

batampos.co.id – Ketua Umum KAHMI Kepri, Surya Makmur Nasution (SMN) menitip pesan kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk menjaga dan memperkokoh kedaulatan negara di perbatasan.

”Kita tahu Kepri dan Batam khususnya, berada di perbatasan. Matra udara, matra laut dan matra darat harus menjadi perhatian serius agar tidak dikuasai oleh negara asing,” ujar SMN panggilan akrab Surya Makmur Nasution, ketika berdiskusi pada acara ngopi bareng dengan Dahnil Anzar Simanjuntak, juru bicara Prabowo Subianto, Sabtu (2/11/2019) di Begawan Kupie Batam.

Menurut SMN, Presiden Jokowi sebelum dilantik sebagai presiden kedua kalinya, telah membicarakan soal flight information region (FIR) yang dikendalikan Singapura. Sejak 1946, Singapura menguasai udara dengan mengendalikan ATC (air traffic control) pesawat yang akan take off dan landing di Batam.

Sementara di matra laut, jelas SMN, wilayah perairan Batam atau Kepri belum menjadi transhipment bagi kapal-kapal logistik yang berdagang antarnegara.


SURYA Makmur Nasution (kanan) menyerahkan cendera mata berupa buku kepada Dahnil Anzar Simanjuntak selaku jubir Prabowo Subianto saat menghadiri diskusi pada acara ngopi bareng bersama Dahnil Anzar Simanjuntak di Begawan Kupie, Batam Center, Sabtu (2/11) siang.
f. Istimewa

”Secara ekonomi Selat Malaka itu sebagian besar perdagangannya dikuasai Singapura dan Malaysia. Batam masih menjadi penonton, hanya sebagian kecil yang mampir. Kita menginginkan Batam menjadi kekuatan ekonomi baru di kawasan,” terang mantan Wakil Ketua Komisi III DPRD Kepri (2014-2019).

Di sisi lain, untuk wilayah darat, kepastian hukum berinvestasi belum konsisten. Saat ini kebijakan pemerintah menjadikan wali kota sebagai ex officio BP Kawasan, belum terlihat seperti apa kebijakannya.

Menjawab hal tersebut, Dahnil mengatakan, menjaga kedaulatan dan kepenti-ngan bangsa menjadi komitmen Prabowo Subianto sebagai Menhan.

”Pak Prabowo menerima tawaran sebagai Menhan sebagai komitmen dan sikap kenegarawanannya untuk memastikan kedaulatan dan kepentingan bangsa di NKRI,” jelasnya.

Menurut Dahnil, banyak yang bertanya kenapa Prabowo menerima tawaran Menhan setelah ikut kontestasi sebagai Capres, itu tidak lain karena untuk kepentingan bangsa dan negara.

”Pak Prabowo itu TNI sejati. Dari dulu hingga kini perhatiannya terhadap pertahanan negara menjadi keniscayaan. Jadi, beliau menerima Menhan bukan karena soal jabatan atau kekuasaan,” jelas Dahnil yang disebut-sebut akan diangkat sebagai Staf Khusus Menhan. (gas)