Minggu, 3 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10849

Petani di Batam Diminta Produksi Cabai 2 Ton per Hari

0

batampos.co.id – Pemko Batam menargetkan petani lokal mampu memproduksi dua ton cabai merah setiap harinya, demi memenuhi 20 persen kebutuhan warga setempat.

“Produksi saat ini baru sekitar 500 kg per hari. Kami akan kejar hingga dua ton per hari,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Batam, Mardanis di Batam, Selasa, (5/11/2019).

Berdasarkan catatannya, kebutuhan cabai merah warga setempat mencapai 10 ton setiap hari.

Ia optimistis target produksi cabai merah mampu dicapai, karena saat ini saja, petani setempat sudah bisa memenuhi kebutuhan seluruh kebutuhan cabai hijau.

Petani binaan Dinas Ketahanan Pangan Batam, kata dia, berhasil memanen enam hingga tujuh ton cabai hijau setiap hari.

Pemko Batam membina 10 kelompok petani. Setiap kelompok terdiri dari tiga hingga 20 orang petani.

Cabai merupakan salah satu kebutuhan pokok yang harganya terus melonjak. Pemko Batam meminta kepada petani cabai merah untuk memproduksi cabai dua ton per hari. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Petani-petani itu menanam cabai di lahan sekitar 30 hektare di Barelang.

Dalam kesempatan itu ia mengatakan kebutuhan cabai merah warga setempat sebanyak 10 ton setiap harinya. Dan untuk memenuhi permintaan warga, cabai masih didatangkan dari daerah lain.

Baca Juga: Ibu Rumah Tangga Ini, Panen Cabai Keriting 1 Ton Per Hari

Padahal pasokan yang didatangkan daerah lain tidak menentu, dipengaruhi cuaca dan kelancaran distribusi sehingga harga cabai sering fluktuatif.

Akibat itu pula, harga cabai kerap menjadi penyumbang inflasi terbesar di kota itu.

Mardanis optimistis, bila petani lokal mampu memenuhi 20 persen kebutuhan cabai masyarakat, maka harga cabai dapat diintervensi, agar tidak terlalu meningkat pada waktu-waktu tertentu.

Sementara itu, Ketua Harian Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Batam, Jefridin ikut memanen cabai di Pulau Galang pada Minggu (3/11/2019).

Baca Juga: Dukung Pengembangan Cabai di Batam, Balitbang Pertanian Gelar Bimtek Inovasi Teknologi Pertanian

Ia mengatakan pemerintah terus berupaya mengendalikan harga cabai, salah satunya dengan meningkatkan produksi hingga mencapai swasembada.

Pemerintah, kata pria yang juga Sekretaris Daerah Kota Batam itu, tidak ingin harga cabai merah menembus Rp100.000 per kg.

“Cabai ini salah satu yang menjadi penyumbang inflasi di Batam. Kalau harga cabai bisa kita tekan, bisa membantu kita untuk mengendalikan inflasi di Batam,” kata dia.(antara)

Batam Medical Blockchain Hipnotis Tamu VIP GBA Singapura

0

batampos.co.id – Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Syahril Japarin, mengapresiasi pelaksanaan seminar Batam Medical Blockchain (BMB) yang diinisiasi oleh dClinic dan Deloitte Asia Tenggara bekerjsama dengan BP Batam di Kantor Deloitte, Singapura, Sabtu (2/11/2019) siang.

Dari rilis yang diberikan kepada batampos.co.id, seminar tersebut mendapat perhatian khusus dari para pengusaha Singapura dan pemerintah, baik Indonesia maupun Singapura.

Menurut Syahril, seminar BMB secara luas dipandang sebagai keberhasilan besar bagi inovasi industri kesehatan.

“Batam medical blockchain menawarkan ide, inovasi ataupun jalan keluar bagi pemerintah dan dunia usaha dalam inovasi bidang kesehatan dengan Healthcare Blockchain,” kata Syahril.

“Kita mendorong setiap orang untuk berinovasi bersama kami dan dClinic,” ujarnya lagi.

CEO dClinic, Dr Richard Satur, di hadapan para tamu VIP Government Blockchain Association (GBA) Singapura menguraikan model dan peluang kerjasama dClinic dan BP Batam perihal proyek tersebut.

Ia mengajak agar para pelaku kesehatan, konsumen, dan tim perawatan profesional dapat memanfaatkan BMB tersebut.

Direktur RSOB BP Batam, Sigit, memaparkan Batam Medical Blockchain (BMB) di Singapura. Foto: Dokumentasi BP Batam untuk batampos.co.id

“BMB ini sangat berpotensi membantu pemerintah Batam dan Indonesia melakukan penghematan besar pada anggaran perawatan kesehatan mereka yang terus bertambah,” katanya.

Baca Juga: dClinic Resmi Berinvestasi 140 Juta Dolar di Kota Batam

“Selain itu, BMB akan membantu masyarakat dan konsumen mendapatkan hasil perawatan kesehatan yang positif melalui keterlibatan berdasarkan data layanan kesehatan yang dapat dipercaya, dapat diandalkan, dan tersedia melalui BMB,” ujarnya lagi.

Ia meyakini sejak penandatanganan proyek Blockchain Healthcare dengan nilai US$ 140 juta di Batam pada Juli lalu, telah terjadi perkembangan yang signifikan.

Dalam seminar tersebut dClinic juga mengundang organisasi-organisasi Blockchain lainnya untuk melihat bagaimana mereka dapat berintegrasi ke dalam BMB Eco-System untuk membantu memberikan nilai lebih besar kepada masyarakat Indonesia dan Singapura, dan akhirnya ke wilayah ASEAN yang lebih luas.

Senada dengan Satur, Stephen Moo, Managing Director dClinic Indonesia, mendorong organisasi dan penyedia aplikasi layanan kesehatan untuk berintegrasi ke dalam BMB melalui API yang tersedia.

“Sistem dan Aplikasi Layanan Kesehatan aktif dan ekspansif yang diintegrasikan ke dalam BMB akan mengarah pada lebih banyak layanan kesehatan dan kebugaran yang berbasis bukti untuk wilayah ASEAN,” ujar Mr Moo.

Baca Juga: Inovasi RSBP Batam, Dari Aplikasi Khusus Hingga Mencari Pasien ke Luar Negeri

Presiden GBA Singapura, Andrew Koh dalam sesi panel menyatakan kemajuan yang dibuat oleh Rumah Sakit BP (RSBP) Batam jelas memajukan sistem blockchain di Batam.

“Batam sebagai pelopor Blockchain akan maju dan berdampak baik bagi Indonesia dan tentu ASEAN khususnya untuk bidang Wisata Medis dan Layanan Khusus lainnya seperti IVF,” ujarnya.

Deloitte Asia Tenggara menyediakan Tata Kelola dan PMO untuk Program BMB. dClinic sedang membangun BMB berdasarkan platform Private Healthcare Blockchain (PHB) miliknya.

BP Batam merupakan pendukung utama untuk proyek ini. RSBP Batam bermitra dengan dClinic untuk menyediakan mekanisme pengiriman bagi konsumen, organisasi perawatan kesehatan, tim klinis profesional dan perawatan untuk berinteraksi melalui BMB.

Sementara Pusat Data dan Sistem Informasi (PDSI) BP Batam memberikan dukungan kepada Deloitte Asia Tenggara dan dClinic untuk membantu menciptakan Infrastruktur Blockchain Batam.(*)

Sopir Taksi Online di Batam Dikira Penculik Anak, Ternyata…..

0

batampos.co.id – Suryanto, sopir taksi online di Tanjunguncang, Batuaji, Kota Batam, harus berurusan dengan polisi.

Pria 33 tahun ini dituduh sebagai pelaku penculikan anak oleh warga di komplek perumahan dan pasar Fanindo, Batuaji.

Suryanto ditangkap warga karena sering memberikan uang jajan kepada anak-anak yang bermain di sekitar pasar Fanindo dan diserahkan ke Mapolsek Batuaji, Senin (4/11/2019) sore.

Penangkapan Suryanto sempat warga Batam. Karena dirinya viral di berbagai media sosial dengan keterangan sebagai pelaku penculikan anak-anak.

Suryanto disebutkan hendak menculik belasan anak dengan mobil yang gunakannya. Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Dalimunthe, mengatakan, hasil penyelidikan sementara tuduhan kepada Suryanto tidak benar.

Kata dia, Suryanto tidak melakukan penculikan ataupun tindakan kriminal lainnya kepada anak-anak.

Suryanto lanjutnya, hanya sebatas menyenangkan anak-anak sebab loaksi mangkalnya mencari penumpang dekat dengan tempat main anak-anak.

Ilustrasi

“Tidak benar, yang viral-viral di medsos juga hoaks itu,” ujarnya.

Kapolsek menjelaskan, Suryanto, sudah diintrogasi dan anak-anak yang diberinya uang untuk jajan juga sudah dimintai keterangan.

“Dia hanya dekat saja dengan anak-anak karena mungkin penyayang anak-anak,” jelasnya.

Viralnya berita penculikan anak-anak itu bermula dari kecurigaan orangtua seorang anak yang melihat sang anak memegang uang Rp 15 ribu.

Orangtua anak itu menanyakan asal usul uang tersebut dan diketahui diberi oleh Suryanto.

Orangtua ini akhirnya mendatangi Suryanto dengan membawa warga lain sehingga heboh dengan informasi penculikan tadi.

“Orangtua anak-anak ini juga sudah kami panggil. Semua sudah clear, yang bersangkutan (Suryanto) memang tidak terbukti melakukan tindakan kriminal kepada anak-anak ini,” jelasnya.

“Tapi untuk kenyamanan bersama sementara dia kami arahakan untuk tidak lagi mangkal di pasar Fanindo. Dia itu sopir taksi online,” kata Dalimunthe lagi.

Suryanto sendiri mengaku heran dengan hebohnya pemberitaan bahwa dia ada penculik anak.

Dia berharap agar masyarakat tidak berprasangka buruk kepadanya sebab apa yang dilakukan murni karena keakraban dengan anak-anak.

Sebab kata dia, dirinya sering berjumpa dengan anak-anak tersebut.

“Tidak ada maksud lain. Mereka sering main di situ jadi sudah akrab gitu. Tanya saja anak-anak itu apa ada saya berbuat yang nggak-nggak,” ujarnya.(eja)

Ruas Jalan Bunga Raya Masih Bergelombang

0

batampos.co.id – Meski sudah dilebarkan dan diaspal, beberapa ruas Jalan Bunga Raya, Baloi, masih bergelombang.

Terutama ruas jalan menuju BCS Mall aspal masih bergelombang. Hal itu diduga karena cor-coran yang tidak rata.

Para pengendara roda duapun harus ekstra hati-hati ketika melintas di ruas jalan tersebut.

Ruas jalan tersebut juga kerap dilalui kendaraan berat, salah satunya seperti truk trailer.

Tidak hanya itu, ruas jalan tersebut juga masih menjadi langganan macet. Sugiono warga sekitar mengatakan, kemacetan kerap terjadi pada pagi dan sore hari.

Pengendara melintasi ruas Jalan Bunga Raya, Baloi. Meski sudah diaspal ulang ruas jalan tersebut masih bergelombang. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

“Kalau pagi itu dari jam tujuh sampai sembilan, kalau sore jam tiga sampai jam lima,” katanya, Selasa (5/11/2019).

Kata dia, saat pagi hari kemacetan tidak berlangsung lama. Namun saat sore hari kemacetan panjang kerap terjadi.

“Sore itukan jam pulang kerja, jadi macetnya bisa lama,” jelasnya.

Pantauan batampos.co.id di lokasi terlihat jelas aspal bergelombang. Selain itu cor-coran jalan banyak yang mengelupas.(nto)

37 Pelajar Belakangpadang Terima Bantuan Pendidikan

0

batampos.co.id – Manajemen bright PLN Batam terus berupaya membantu biaya pendidikan warga kurang mampu di wilayah hinterland.

Setelah warga Tanjunguma, kini giliran 37 pelajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 02, 04, 05, dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Amanatul Umah Belakangpadang, yang mendapatkan batuan.

Bantuan diberikan secara Simbolis oleh Vice President of Public Relation bright PLN Batam, Samsul Bahri; Pengurus Melayu Raya Batam; Kapolsek Belakang Padang AKP Sulam; dan Lurah Sekanak, Amir Kasim.

“Bantuan ini yang pertama, insya Allah berkelanjutan,” kata Samsul Bahri di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 04 Belakangpadang, Senin (4/11/2019).

“Karena itu kami butuh data-data (pelajar penerima bantuan), kami akan terus memantau perkembangan mereka,” jelasnya lagi.

PLN, kata Samsul, akan membantu biaya pendidikan minimal hingga tamat Sekolah Dasar (SD).

“Kalau penerima bantuan saat ini duduk di kelas 3 berarti 3 tahun bantuannya, kalau kelas 5 berarti satu tahun dan seterusnya,” kata pria kelahiran Nongsa itu.

Vice President of Public Relation Bright PLN Batam, Samsul Bahri; pengurus Melayu Raya; dan jajaran Polsek Belakangpadang foto bersama pelajar penerima bantuan di lapangan SDN 04, Belakangpadang, Senin (4/11/2019). Foto: Dede Hadi/Batam Pos

Bantuan yang digelontorkan dari dana corporate social responsibility (CSR) bright PLN ini, lanjut Samsul, khusus untuk warga hinterland.

Dalam program ini ada sekitar 200 pelajar hinterland yang akan menerima bantuan. Mulai dari pelajar Tanjunguma, Belakangpadang, Pulau Kasu, dan Pulau Terong.

“Bantuan ini di luar dana BOS, kita bersinergi dengan pemerintah untuk mewujudkan Indonesia pintar, sekolah minimal 9 tahun,” paparnya.

Dalam pelaksanaan program CSR bright PLN Batan peduli pendidikan ini, pihaknya, beber Samsul, menggandeng pihak Melayu Raya.

“Mohon doa restu agar bright PLN Batam bisa lebih baik lagi,” jelasnya.

Kepala Sekolah SDN 04 Belakangpadang, Okra Syafrizal, berterima kasih kepada pihak PLN Batam dan Melayu Raya yang telah membantu biaya pendidikan warga kurang mampu di sekolahnya.

Ia berharap program tersebut terus bergulir dan bertambah dari waktu ke waktu.
Kapolsek Belakangpadang, AKP Sulam, mengapresiasi program pendidikan yang digulirkan PLN Batam di wilayah hinterland.

“Mudah-mudahan program peduli warga hinterland ini berjalan terus,” harap perwira dengan tiga balok di pundaknya ini.(hgt)

Sembako di Batam Cukup Hingga Januari 2020

0

batampos.co.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam memastikan kecukupan persediaan bahan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru 2020 mendatang.

”Persediaan tidak ada masalah, bahkan cukup sampai Januari (2020) mendatang,” kata Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau, Senin (4/11/2019).

Soal kegiatan berbagai cara dilakukan Pemko Batam, salah satunya kegiatan sembako murah yang belum lama ini rampung dilakukan.

Gustian mengatakan, selanjutnya bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) akan menggelar pasar murah.

”Nanti (pasar murah, red) keliling kegiatannya. Rencananya awal pertengahan Desember mendatang,” imbuhnya.

Sejumlah warga membeli sembako murah yang digelar Disperindag Kota Batam beberapa waktu lalu. Disperindag Kota Batam memastikan stok sembako cukup hingga Januari 2020. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin, mengatakan sembako murah dan pasar murah merupakan upaya Pemko Batam untuk mengendalikan harga.

Selain dua kegiatan ini, pihaknya juga mendorong Batam mandiri pangan dengan memanfaatkan lahan kosong warga.

”Hari minggu kemarin saya turun langsung ke Setokok melihat aktivitas panen cabai merah di sana. Hasil panennya bagus, alhamdulillah,” ujar dia.

Ia mengatakan,cabai merupakan salah satu komoditas yang kerap menyumbang inflasi.

Dengan kegiatan yang kini didorong pemerintah ini, ia berharap setidaknya ikut memenuhi kebutuhan cabai di Batam.

”Kami punya rencana hasil cabai Batam dapat memberi sumbangsih 20 persen kebutuhan, 80 persen tetap didatangkan dari daerah lain. Kebutuhan cabai kita sehari kan 10 ton,” sebutnya.(iza)

Anniversary ke 12, Winner Group Berikan Penghargaan Kepada Mitra Kerja

0

batampos.co.idWinner Group (WG ) menggelar acara Anniversary ke 12 tahun dengan tajuk “Winner Group Menuju Nasional” yang di gelar di Breeze The Samaya Seminyak Bali, Kamis (10/10/2019).

Sebelumnya Winner Group mengadakan “Winner Group Trip Adventure 2019” di mulai dari Jewel Changi Singapore lalu dilanjutkan ke pulau Dewata Bali untuk mendukung program pemerintah “Wonderful Indonesia” dengan serangkaian perjalanan menarik bersama team Direksi, Management serta Property Consultannya.

Perjalanan dimulai dari mengelilingi tempat wisata di Bali, diantaranya icon bali Garuda Wisnu Kencana, Uluwatu, Tanah Lot, Bedugul, Jati Luwih, Nusa Penida, Sanur dan Ubud.

“Memasuki usia 12 tahun, WG menjadi salah satu pengembang properti terbesar di Batam yang turut membangun dan mengembangkan dunia properti di Batam,” ujar Direktur Winner Group, Yusmen Liu, melalui rilis yang dikirimkannya ke batampos.co.id.

“Kami menyadari tanpa dukungan setia dari seluruh mitra kerja, langkah kami sebagai pengembang properti tidak akan mulus,” katanya lagi.

Karenanya, kata dia, pihaknya secara khusus merancang acara Anniversary ke 12 sebagai ucapan terima kasih kepada para mitra kerja setia WG.

Winner Group melakukan tour to Bali dengan para Mitra Kerjanya. Hal itu dilakukan untuk memperingati hari jadi Winner Group ke 12. Foto: Winner Group untuk batampos.co.id

Diakuinya, selama enam hari itu yaitu 6 hingga 11 Oktober 2019 lalu, para mitra kerja setia, disuguhkan beragam acara menarik.

“Puncaknya tanggal 10 oktober 2019 Anniversary ke 12 tahun WG menyerahkan penghargaan Mitra kerja yang memiliki dedikasi dan etos kerja dalam bentuk Kepingan Logam Mulia exclusive berlogo Winner Group,” tambah Yusmen.

Yusmen menambahkan, guna memperluas layanan pengembangannya Winner Group kepada dunia properti indonesia, pada kesempatan itu juga dilakukan Pencanangan “Winner Group Menuju Nasional”.

Program itu akan dimulai 2019 dari Kota bBgor tepatnya di jantung Kota Cibinong. Tahun depan akan dilakukan ekspansi ke Bali, Jabodetabek dan Bandung.

“Semoga melalui acara ini, tak hanya menjadikan mitra kerja semakin loyal,” harapnya.

Serta mampu menciptakan inovasi baru, bahwa Winner Group menjadi salah satu pengembang properti terdepan terpercaya di Indonesia.

“Dedikasi terhadap pengembangan properti milik Winner Group selalu kami jaga. Kami yakin pengalaman panjang kami di industri properti telah menempa daya tahan dan mengasah ketangguhan kami dalam menghadapi situasi apapun,” jelas Yusmen.(rng)

Lagi, Warga Batam Tertipu Belanja Online

0

batampos.co.id – Penipuan dengan modus jual beli online kembali memakan korban. Apes kali ini dialami Dian, warga Batuaji, Kota Batam.

Wanita berambut pirang ini harus kehilangan Rp 9 juta setelah diperdaya oleh pelaku penipu jual beli online di media sosial.

Dian tergiur dengan tawaran harga jual ponsel merk I phone terbaru yang diposting pelaku ke media sosial.

Ponsel yang harga normalnya belasan juta rupiah dijual pelaku hanya Rp 9 juta. Korban terpikat sehingga diperdaya pelaku. Korban diminta transfer uang pembelian ponsel tersebut melalui rekening Bank CIMB Niaga.

Korbanpun menuruti permintaan pelaku. Namun setelah menunggu beberapa hari barang dinanti tak kunjung datang.

Ilustrasi Ponsel. Foto: Yusuf Hidayat/ batampos.co.id

Belakangan pelaku malah minta tambahan uang sebesar Rp 4 juta untuk memuluskan proses pengiriman ponsel yang dipesan korban.

“Katanya barang ditahan BC (Bea dan Cukai) karena barang BM (black market),” ujarnya, saat mengadu ke Mapolsek Batuaji, Selasa (5/11/2019).

“Saya diminta kirim uang lagi Rp 4 juta. Saya curiga sehingga tanya ke kawan-kawan dan ternyata ini penipuan,” kata Dian lagi.

Tidak terima dengan kejadian itu, korban mengadu ke Mapolsek Batuaji dengan harapan rekening pelaku dibekukan pihak bank agar tidak ada korban lagi dikemudian hari.

Menanggapi hal itu, Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Dalimunthe, mengingatkan masyarakat untuk lebih jelih dan teliti sebelum melakukan transaksi jual beli online.

Kata dia, modus seperti ini sudah lama dipergunakan para pelaku penipuan online dan sulit dilacak.

Kesadaran masyarakatlah yang bisa mencegah aksi penipuan-penipuan seperti ini.

“Sudah sering kali kami peringatkan. Hati-hati dengan transaksi jual beli online. Apalagi tawaran harga yang miring,” ujar Dalimunthe.(eja)

Hilang Saat Mencari Kerang, Begini Kondisi Derven Saat Ditemukan

0

batampos.co.id – Derven Elson yang tenggelam saat mencari kerang di Tanjungpinggir, Sekupang, ditemukan tim Search Anda Rescue (SAR) gabungan, Selasa (5/11/2019).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang/Kepala Basarnas Tanjungpinang, Mu’min Maulana, mengatakan, korban hilang sejak Jumat (1/11/2019).

Korban kata dia, bersama empat temannya berenang sambil mencari kerang di perairan Tanjungpinggir, Sekupang.

Tim SAR memasukan jasad Derven ke dalam kantong jenazah. Derven diketahui tenggelam saat mencari kerang di Tanjungpinggir, Sekupang. Foto: SAR Tanjungpinang untuk batampso.co.id

“Saat itu diketahui korban mengalami keram dan langsung tenggelam,” katanya, Selasa (5/11/2019).

Mu’min menjelaskan, setelah ditemukan korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara.

“Korban kita temukan 300 meter dari lokasi kejadian,” jelasnya.

Saat ditemukan, tubuh pria 29 tahun itu sudah membengkak.(ali)

Pengendara Roda Dua Dominasi Pelanggaran Berlalulintas

0

batampos.co.id – Operasi Zebra Seligi 2019 memasuki hari-hari terakhir. Senin (4/11/2019), Satlantas Polresta Barelang melaksanakan razia di Jalan Ahmad Yani atau tepatnya di depan Stadion Temenggung Abdul Jamal.

Hari terakhir Operasi Zebra itu, melibatkan banyak personel dari Satlantas Polresta Barelang, dibantu Provost, Dispenda, Polisi Militer (PM), Dinas Pehubungan (Dishub) Kota Batam, dan Jasa Raharja.

”Kegiatan hari ini (kemarin, red) masih dalam rangka Operasi Zebra bersama beberapa instansi,” ujar Kasat Lantas Polresta Barelang, AKP Muchlis Nadjar.

“Dalam kegiatan ini, untuk pajak yang mati akan diserahkan ke Dispenda, masalah KIR ke Dishub, dan kita pada kelengkapan kendaraan,” kata dia.

Dijelaskannya, dalam razia itu pihaknya menilang barang bukti kendaraan roda dua sebanyak 45 unit, Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) 65 lembar, dan 33 lembar Surat Izin Mengemudi (SIM).

”Paling banyak pelanggaran itu pengendara roda dua yang tidak melengkapi administrasi,” ujarnya.

“Pengendara langsung kita tilang dengan menahan barang bukti kendara-an, STNK maupun SIM,” sebutnya lagi.

Selain melakukan penilangan terhadap pengendara yang tidak melengkapi dokumen, pihaknya juga memberikan bunga kepada pengendara yang lengkap administrasi maupun kelengkapan kendaraan.

Anggota PM dan Satlantas Polresta Barelang mengecek kelengkapan dokumen pengendara dan memberikan bunga saat razia gabungan di depan Stadion Temenggung Abdul Jamal, Mukakuning, Senin (4/11/2019). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

”Pemberian bunga ini sebagai bentuk ucapan terima kasih. Total ada 250 bunga yang kami berikan kepada pengemudi yang tertib administrasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, Operasi Zebra ini akan berlangsung hingga hari ini, Selasa (5/11/2019).

Dalam Operasi ini, ada delapan sasaran yakni, kelengkapan administrasi pengemudi dan kendaraan bermotor, penggunaan helm SNI, kendaraan yang melawan arus lalu lintas, serta penggunaan sabuk pengaman.

Kemudian pengemudi dalam pengaruh alkohol dan obat obatan terlarang, menggunakan ponsel saat mengemudi, melampaui batas kecepatan, serta pengemudi di bawah umur.

Selain itu, tidak terkecuali untuk mobil angkutan barang yang bermuatan melebihi kapasitas, melawan arus, Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), plat motor, dan pelanggaran lainnya.

Kemudian pengemudi di bawah umur yang belum memiliki SIM, tidak menggunakan helm, menggunanakan narkoba atau mabuk dan mengemudi melebihi kecepatan.

Hal ini dilakukan pihak kepolisian dalam rangka menekan angka kecelakaan lalu lintas.
Selain di kawasan Stadion Temenggung Abdul Jamal, razia juga digelar di depan Edukids Batam Center, yang dikomandoi Direktorat Lalu Lintas Polda Kepri.

Ada delapan jenis pelanggaran yang menjadi sasaran polisi dalam operasi yang dimulai pukul 08.00 WIB sampai 10.00 WIB itu.

PS Kasubdit Gakum Ditlantas Polda Kepri, Kompol Oji Fahroji, menyebutkan, Operasi Seligi 2019 ini juga menyasar delapan sasaran.

”Delapan sasaran ini menjadi prioritas kami,” kata mantan Kapolsek Sekupang itu.

Ia menambahkan, sasaran utama lainnya dalam razia kali ini adalah kendaraan pelat merah atau milik pemerintah.

Bahkan, kata Oji, selama operasi, sedikitnya empat kendaraan operasional milik BP Batam dan Pemko Batam turut diamankan ke Polda Kepri.

”Pelat merah gak bayar pajak kan malu. Kendaraan pelat merah yang tak bisa menunjukkan surat-suratnya kita lakukan penindakan. Baru bisa keluar setelah mereka lengkapi surat-suratnya,” tegas Oji.

Selain itu, mobil truk Pertamina yang menggunakan sirine juga tak luput dari penindakan razia.

Ditegaskan Oji, peruntukan sirine harus ada dasar hukum prinsip yang jelas dan tentunya harus dilengkapi.

”Dan peruntukannya juga harus jelas. Digunakan buat apa,” tegasnya.

Pantauan di lapangan sejumlah kendaraan roda empat dan roda dua diperika keleng-kapannya.

Tak sedikit warga yang tidak memiliki surat-surat kendaraan diberikan penindakan.

Dalam razia gabungan kali ini petugas Direktorat Lalu Lintas turunkan 30 orang personel. (gie/rng/mib)