Jumat, 8 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10886

Mereposisi Koperasi, Menembus Pasar Luar Negeri

0

Di tangan para anggota dan pengurus Koperasi Rumah Bungkus Radja Isha, Batam, koperasi tak lagi hanya identik dengan simpanan wajib dan simpanan pokok saja. Tetapi koperasi telah menjelma menjadi kekuatan baru ekonomi kolaborasi dengan produk yang mampu menembus hingga ceruk-ceruk pasar luar negeri.

Suparman, Batam

BERDIRI pada tahun 2016, Koperasi Rumah Bungkus Radja Isha langsung membuat gebrakan yang tak biasa.

Bukan fokus pada simpan pinjam bagi anggota, koperasi yang berada di bawah naungan CV dengan nama yang sama itu justru lebih aktif mendampingi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pendampingan itu bentuknya beragam. Mulai dari memberikan ide pengembangan bisnis, akses pembiayaan, hingga memperbarui kemasan produk UMKM supaya lebih menarik dan higenis.

“Karena dari awal kami sudah mendapat bantun mesin cetak digital dan cutting sticker dari kementerian. Jadi kami melayani cetak kemasan produk sekaligus desainnya,” kata Ketua Koperasi Rumah Bungkus Radja Isha, Ramayanti Dewi, saat ditemui di kantornya di Ruko Pelangi Blok C Nomor 5, Jalan Raja M Saleh, Kota Batam, Rabu (30/10/2019) lalu.

Sejak awal berdiri, koperasi ini juga selektif dalam memilih anggota. Sehingga sejak berdiri hingga sekarang, jumlah anggota Koperasi Rumah Bungkus Radja Isha tak pernah lebih dari angka 25.

Rata-rata anggota yang direkrut merupakan pelaku usaha mikro yang selanjutnya akan didampingi agar usahanya berkembang lebih besar lagi.

Tahun 2017, Koperasi Rumah Bungkus Radja Isha mulai melebarkan sayap bisnisnya. Koperasi ini menjadi distributor produk obat herbal berbahan tripang yang diambil dari Pulau Bintan, Kepulauan Riau.

Selain itu, Koperasi Rumah Bungkus Radja Isha juga mengembangkan produk olahan ikan berupa bakso dan sosis.

Sejumlah karyawan mengemas keripik tempe Narata di Ruko Pelangi Blok C Nomor 5 Batam Center, Batam, Rabu (30/10/2019). Keripik Narata merupakan usaha milik salah satu anggota Koperasi Rumah Bungkus Radja Isha Batam yang sukses mengekspor produknya hingga ke China. Foto: Suparman/batampos.co.id

Dua produk terakhir ini bahkan sampai tembus ke pasar internasional. Beberapa pembelinya datang dari negeri jiran, seperti Malaysia dan Singapura.

“Pernah ada pesanan bakso ikan sampai 40 ribu toples ke Johor, Malaysia,” kata Dewi.

Selain membangun unit usaha sendiri, Koperasi Rumah Bungkus Radja Isha juga terus mendampingi para anggotanya agar usaha mereka berkembang.

Di antaranya usaha makanan ringan atau snack yang digeluti salah satu anggota Koperasi Rumah Bungkus Radja Isha, Rosmaini.

Dulunya, sebelum bergabung dengan Koperasi Rumah Bungkus Radja Isha, Rosmaini menjalani bisnis makanan ringan berupa keripik dari nangka, tempe, dan pisang. Usaha itu awalnya dikerjakan di dapur rumahnya.

Namun karena tempatnya yang tidak terlalu luas, produksi keripik dengan brand Narata dan Green Snack itu tidak terlalu banyak. Selain itu, pemasaran keripik Narata juga terbatas karena kemasannya yang kurang menarik.

“Selain itu dapurnya juga jadi terkesan kotor karena semua kegiatan dilakukan di situ,” katanya.

Akhirnya, usaha keripik Narata milik Rosmaini pindah ke lantai satu Ruko Pelangi di Jalan M Saleh, Kelurahan Belian, Kota Batam. Di lantai duanya menjadi kantor Koperasi Rumah Bungkus Radja Isha.

Di tempat barunya itu, usaha keripik Narata berkembang pesat. Selain jumlah produksinya yang meningkat, kemasan keripik Narata juga kian moderen karena menggunakan paper foil yang dicetak dan didesain di Koperasi Rumah Bungkus Radja Isha.

Alhasil, keripik Narata kian menguasai pasar. Bukan hanya pasar lokal, produk keripik Narata dan Green Snack juga diekspor hingga ke Beijing, China.

Menurut Dewi, suksesnya keripik Narata menembus pasar dunia tak lepas dari upaya pendampingan yang dilakukan pihak koperasi.

Sebab selain membantu memperbaiki tampilan kemasan, pihak koperasi juga membantu mengurus sertifikasi halal dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM-MUI), hingga mengurus labelisasi fakta nutrisi (nutrition facts) untuk dipajang di kemasan keripik.

“Soalnya konsumen luar negeri itu sangat peduli dan teliti soal kebersihan dan kesehatan produk yang akan dibeli. Bahkan kebersihan dapur pun akan dicek sebelum memutuskan untuk order,” katanya.

Tahun 2018, aktivitas ekspor produk Koperasi Rumah Bungkus Radja Isha dan anggotanya mulai dikurangi. Meskipun sebenarnya permintaan tetap tinggi.

“Tapi tahun 2019 ini kami mau mulai menggarap lagi pasar luar negeri itu,” ujar Dewi.

Selain pasar luar negeri, kata Dewi, pihaknya juga akan fokus menggarap pasar di Indonesia bagian timur seperti Sulawesi dan Papua.

Menurut dia pasar di dua wilayah itu sangat potensial karena belum banyak yang masuk ke sana.

Kemudian, tahun ini juga, Koperasi Rumah Bungkus Radja Isha akan fokus pada kegiatan trading, printing dan cutting, pengembangan produk olahan ikan, serta pembiayaan UMKM.

“Pembiayaan ini khusus untuk anggota. Sistemnya berbasis syariah,” katanya.

Selain mengembangkan usaha keripik, anggota Koperasi Rumah Bungkus Radja Isha yang lainnya juga memiliki usahanya sendiri.

Salah satunya usaha jamu tradisional. Namun bukan sembarang jamu, jamu produk anggota Koperasi Rumah Bungkus Radja Isha ini mampu menembus hotel-hotel berbintang di Batam.

Menurut Dewi, di era saat ini koperasi memang ditantang untuk melakukan reposisi. Koperasi tidak lagi hanya menjadi lembaga simpan pinjam bagi anggotanya.

Melainkan harus menjadi sebuah wadah kolaborasi sejumlah pelaku ekonomi dan pelaku usaha untuk menjadi pondasi bisnis yang terjadi saat ini, yakni ekonomi kolaborasi.

“Simpanan wajib dan pokok tetap ada. Tapi koperasi di era saat ini harus lebih fokus menciptakan kekuatan ekonomi baru melalui unit-unit usaha, khususnya usaha para anggotanya,” kata Dewi.

Sehingga, sebagai salah satu pilar ekonomi Indonesia, koperasi akan terus memberikan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi bangsa.

Koperasi Berprestasi

Kiprah Koperasi Rumah Bungkus Radja Isha berbuah manis. Selain usaha para anggotanya terus berkembang, koperasi ini juga diganjar penghargaan sebagai koperasi berprestasi tahun 2019 oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KemenkopUKM).

“Salah satu pertimbangan mengapa koperasi kami dipilih sebagai koperasi berprestasi karena produk kami bisa tembus luar negeri itu,” kata Ketua Koperasi Rumah Bungkus Radja Isha, Ramayanti Dewi.

Selain itu, menurut Dewi pihaknya berhasil meraih penghargaan tersebut lantaran Koperasi Rumah Bungkus Radja Isha sangat total dan fokus dalam mendampingi dan membantu pengembangan usaha UMKM, terutama untuk para anggotanya.

Tak hanya soal kemasan produk dan ide pengembangan bisnis, Koperasi Rumah Bungkus Radja Isha juga serius dalam mendukung anggotanya untuk menjadi pengusaha berstandar nasional, bahkan dunia.

Ketua Koperasi Rumah Bungkus Radja Isha Batam, Ramayani Dewi, menunjukkan plakat dan piagam penghargaan Koperasi Berprestasi 2019 dari Kementerian Koperasi dan UKM. Foto: . Suparman/batampos.co.id

Seperti misalnya membantu pengurusan label halal dari LPPOM MUI, lebel fakta nutrisi, dan lain sebagainya.

“Pelaku UKM ini biasanya malas dengan urusan dokumen-dokumen seperti itu. Makanya kami terus mendampingi bahkan membantu pengurusannya,” katanya.

Tak hanya itu, Koperasi Rumah Bungkus Radja Isha juga membantu para anggotanya dalam melakukan pemasaran, baik di dalam maupun di luar negeri.

Juga membantu mencarikan supplier bahan baku produk, distributor, dan agen-agen baik di dalam maupun di luar negeri.

“Itulah arti ekonomi kolaborasi. Kami bangkit bersama dengan saling bekerja sama,” katanya.

Kontribusi Koperasi untuk Kesejahteraan Bangsa

Kontribusi koperasi bagi kesejahteraan ekonomi masyarakat begitu nyata dirasakan oleh Rosmaini.

Anggota Koperasi Rumah Bungkus Radja Isha ini mengaku usahanya berkembang pesat setelah mendapat pendampingan dan bantuan dari Koperasi Rumah Bungkus Radja Isha.

Wanita yang akrab disapa Bu Ros ini menceritakan, ia bergabung dengan Koperasi Rumah Bungkus Radja Isha sejak tahun 2017 lalu.

Sebelum menjadi anggota koperasi, ia memang sudah menggeluti usaha keripik aneka rasa dengan brand Green Snack dan Narata itu di rumahnya.

“Tapi skalanya kecil. Waktu itu karyawan saya cuma tiga. Tukang goreng satu, tukang packing satu, dan satu sopir,” kata Bu Ros saat ditemui di tempat usahanya di lantai 1 Ruko Pelangi Blok C Nomor 5, Jalan Raja M Saleh, Kota Batam, Rabu (30/10/2019) lalu..

Namun sejak bergabung dengan Koperasi Rumah Bungkus Radja Isha, Bu Ros kini mempekerjakan 11 karyawan. Sebab jumlah produksi keripik Bu Ros juga meningkat drastis.

“Produksinya naik sekitar 70 persen lah jika dibandingkan sebelumnya,” kata Bu Ros.

Saat ini anggota di Koperasi Rumah Bungkus Radja Isha sebanyak 25 orang. Semuanya merupakan pelaku usaha mikro dan kecil.

Jika masing-masing anggota mempekerjakan 10 karyawan saja, maka koperasi ini telah membantu menciptakan lapangan pekerjaan untuk 250 orang.

Bu Ros menceritakan, pendampingan dan bimbingan yang diberikan Koperasi Rumah Bungkus Radja Isha kepada anggotanya memang sangat total, termasuk kepada dirinya.

Awalnya, ia diajari bagaimana membuat kemasan produk yang menarik dan higenis. Bagaimana membuat kemasan produk supaya keripiknya bisa bertahan selama setahun meski tanpa bahan pengawet.

Pihak koperasi juga membantu dalam hal pemasaran produk. Sehingga keripik Narata dan Green Snack Bu Ros sampai tembus ke pasar Beijing, China.

Bahkan soal pasokan bahan baku produk pun dipikirkan oleh koperasi. Pernah Bu Ros kehabisan stok bahan baku keripik pisang. Lantaran suplier-nya yang selama ini memasok pisang kepadanya juga kehabisan barang.

“Akhirnya pihak koperasi mencarikan solusi dengan mencari lahan. Supaya kami bisa menanam sendiri pisang untuk bahan baku. Sehingga kami tidak khawatir suplai bahan baku akan tersendat lagi,” kata Bu Ros.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Suleman Nababan, mengatakan sebagai pilar ekonomi bangsa, koperasi memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat, terutama bagi para anggota koperasi dan keluarganya.

Di antara kontribusi nyata itu, kata Suleman, adalah terciptanya lapangan kerja dari kegiatan usaha kecil dan mikro (UKM) yang dijalankan koperasi.

Ia menyebut, saat ini di Batam ada 81 ribu usaha kecil dan mikro. Satu usaha mikro paling tidak mempekerjakan dua orang.

“Misalnya suami istri yang menjalankan usahanya sendiri. Kalau dua orang saja per UKM, sudah ada 162 ribu lapangan kerja yang tercipta,” kata Suleman, Kamis (31/10/2019).

Padahal, kata dia, ada beberapa usaha kecil dan mikro yang mempekerjakan karyawan hingga belasan orang.

Sehingga bisa dibayangkan berapa ratus ribu lapangan kerja yang tercipta dari UKM ini.

Suleman mengatakan, koperasi didirikan oleh orang-orang dengan kepentingan ekonomi yang sama.

Sehingga koperasi memang harus memiliki orientasi untuk menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat, terutama bagi para anggotanya.

Hal ini sejalan dengan dengan komitmen Presiden Joko Widodo untuk fokus membangun SDM dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional untuk kesejahteraan bangsa melalui penguatan UKM, termasuk di dalamnya koperasi.

Sehingga jika ada koperasi yang tidak serius menjalankan usahanya atau tidak aktif selama tiga tahun berturut-turut, diancam akan ditutup.

Tahun ini Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam menutup sebanyak 131 koperasi yang tidak aktif.

Sementara berdasarkan online data system (ODS) Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, jumlah koperasi aktif di Batam per Oktober 2019 mencapai 256 unit.(*)

Ansar Ahmad Daftar ke Golkar dan Gerindra untuk Pilgub Kepri 2019

0

batampos.co.id – Ketua DPD Golkar Kepri yang kini menjabat anggota DPR RI, Ansar Ahmad, men­daftar sebagai calon gubernur Kepri di Partai Golkar, Kamis (31/10).
Wakil Ketua Bidang Humas DPD Partai Golkar Kepri, Suyono, di Tanjungpinang, kemarin, mengatakan Ansar juga mendaftar sebagai Cagub Kepri di Partai NasDem dan Gerindra.

Suyono menegaskan, Partai Golkar memberi porsi yang sama kepada tokoh yang mendaftar di partai tersebut, termasuk kepada Ansar yang menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kepri.

“Tidak ada yang dianaktirikan, porsinya sama. Ada me­kanisme dalam proses penjaringan yang harus dilewati yakni survei elektabilitas dan popularitas dari DPP Partai Golkar,” ujarnya.

Selain Ansar, sejak beberapa hari lalu, sejumlah politikus dari internal partai juga mendaftar di Partai Golkar seperti Huzrin Hood, Ismeth Abdullah, Taba Iskandar, Raja Bachtiar, Raja Syahniar Usman, Fauzi Bahar, dan Berto Izaak Doko.

“Ada lima kader internal Golkar yang mendaftar di Golkar seperti Ismeth Abdullah, Raja Syahniar, Taba Iskandar, Raja Bachtiar, dan Ansar Ahmad. Ini menunjukkan Golkar memiliki kader potensial,” ujarnya.

Suyono tidak menampik Ansar memberi sinyal kuat untuk menjadi kandidat Pilkada Kepri 2020. Apalagi Ansar mendapat dukungan yang cukup besar dari internal maupun eksternal partai, meski baru bersifat informal.

“Politikus seperti Ansar tentu sudah matang. Tidak ada istilah dalam dirinya trauma politik sehingga tidak berani mencalonkan diri pada pilkada,” kata Suyono saat ditanya apakah

Ansar tidak trauma terhadap kekalahan sebagai cawagub mendampingi Soerya Respationo pada Pilkada Kepri 2015.

F. Nikolas Panama/antara
PERWAKILAN dari Ansar Ahmad mengambil formulir pendaftaran calon gubernur Kepri di kantor DPD Gerindra Kepri di Tanjungpinang, Kamis (31/10).

Sekretaris DPD Partai Gerindra Kepri Onward Siahaan membenarkan bahwa Ansar Ahmad telah mendaftar ke partainya, selain ke Golkar dan Nasdem.

“Kami membuka pintu selebar-lebarnya untuk Pak Ansar. Tentu ini sebuah penghargaan besar bagi kami ketika beliau ingin mendapat dukungan dari kami,” kata Onward, kemarin.

Onward yang juga ketua Fraksi Gerindra DPRD Kepri memuji Ansar Ahmad. Menurut dia, Ansar memiliki pengaruh terhadap pembangunan di Kepri.

Kepemimpinan Ansar sudah teruji ketika menjabat sebagai Bupati Bintan selama dua periode. Infrastruktur yang dibangun di Bintan merupakan karya pemerintah dan masyarakat Bintan ketika Ansar menjabat sebagai bupati.

Pada Pemilu Legislatif 2019, Ansar juga sudah membuktikan bahwa dirinya didukung oleh mayoritas pemilih dibanding calon anggota DPR lainnya. Suara yang diperoleh Ansar tertinggi di Kepri.

Selain itu, Ansar yang juga Ketua DPD Golkar Kepri berhasil mendorong istrinya, Dewi Kumalasari, memperoleh suara tertinggi kedua sebagai anggota DPRD Kepri daerah pemilihan Bintan-Lingga. Bahkan suara yang diperoleh berhasil menaikkan satu caleg lainnya di partai berlambang Pohon Beringin itu.

“Pak Ansar sudah teruji, disukai masyarakat, dan berpengalaman di pemerintahan. Beliau memulai karier sebagai ASN, kemudian terjun ke dunia politik sehingga kami tidak meragukan pengalamannya,” tuturnya.

Terkait isu Ansar tersandera kasus sehingga tidak berani mencalonkan diri sebagai cagub maupun cawagub, Onward mengatakan, isu itu hanya sebagai bentuk ketakutan yang sampai sekarang tidak terbukti. Kenyataannya, Ansar bisa mendapatkan SKCK karena tidak cacat secara hukum.

“Lihat saja, Ansar melaju hingga menjabat sebagai anggota DPR tanpa masalah. Saya rasa isu itu tidak perlu dikembangkan untuk mewujudkan pilkada yang santun, dan mengandalkan ide, gagasan sebagai landasan dalam menciptakan pilkada yang sehat dan damai,” katanya. (*/Antara)

Kabar Terbaru, Ada Kos-kosan di Pasar Induk Jodoh

0

batampos.co.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam dibantu Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Batam melanjutkan kegiatan penertiban di area Pasar Induk, Jodoh, Kamis (31/10/2019).

Tim mendapati di bangunan utama pasar tidak hanya ada kegiatan niaga, namun juga kos-kosan hingga pasangan tidak terikat pernikahan.

Untuk itu, Disperindag bersama Satpol PP menurunkan satu beko lagi untuk merobohkan tangga akses ke lantai atas. Juga memaku semua pintu masuk ke dalam pasar tersebut.

”Pintu-pintu akses masuk kami paku. Sembari tim bantu-bantu pedagang memindahkan barang mereka,” kata Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau, di Pasar Induk, kemarin.

Ia mengatakan, kawasan Pasar Induk ini akan dipagar keliling. Juga memasang imbauan tidak boleh menempati pasar tersebut.

”Setelah pembersihan ini, semua akses ditutup dan kami pagar supaya tidak ada aktivitas lagi. Ini sembari menunggu perobohan bangunan utama,” imbuhnya.

Personel Satpol PP melihat para pedagang yang membersihkan puing-puing kiosnya yang dirobohkan tim terpadu pada Rabu (30/10/2019). Foto: Azis Maulana/batampos.co.id

Gustian menambahkan, pekan depan pihaknya akan menghadap ke pemerintah pusat, dalam hal ini ke Kementerian Perindustrian dan Perdagang (Kemendag) untuk membicarakan lanjutan pasar ini.

Pada prinsipnya, Kemendag telah berkomitmen untuk membantu pembiayaan pembangunan pasar ini.

”Tadi Pak Wakil (Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad) telah bicara dengan Dirjen Perlindungan Konsumen & Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan, Veri Anggrijono. Pak Dirjen juga akan bantu mendampingi kita bertemu Mendag,” ujarnya.

Ia mengatakan, usulan ke pusat terkait pembangunan pasar ini sudah bergulir selama dua tahun dan pemerintah pusat mendukung.

Soal Detail Engineering Desaign (DED), Gustian mengatakan, sudah selesai.

”Dengan demikian, kami yakin tahun depan sudah mulai bangun pasarnya,” imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua Tim Terpadu Kota Batam, Yusfa Hendri, menilai, setelah penertiban tersebut akan ada kegiatan perhitungan aset bangunan pasar induk. Selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan perobohan bangunan lama pasar sehingga bakal dibangun kembali.(iza,zis)

BP Batam Rampungkan Empat Proyek Pembangunan Jalan

0

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam merampungkan pembangunan empat ruas jalan dari tujuh proyek pembangunan dan peningkatan ruas jalan di Kota Batam pada tahun anggaran 2019.

Dari rilis yang diterima batampos.co.id, Direktur Pembangunan Prasarana dan Sarana, Purnomo Andiantono, mengatakan, ruas jalan yang telah selesai dikerjakan meliputi jalan kawasan Industri Tanjunguncang Tahap 2 sepanjang 945 meter.

Kemudian jalan Kawasan Industri Sei Lekop Tahap 2 sepanjang 582 meter, Jalan Kawasan Industri Pelabuhan Sagulung Tanjunguncang sepanjang 621 meter dan Jalan Kawasan Industri Sintai Tanjung Uncang sepanjang 1,569 meter.

“Empat jalan tersebut telah selesai pengerjaan pada awal Oktober lalu,” katanya, Kamis (31/10/2019).

“Pengerjaan proyek semua on schedule agar segera dimanfaatkan untuk kelancaran aktivitas dan kegiatan industri di Batam,” ujarnya lagi.

Para pekerja merapikan aspal di ruas jalan di kawasan industri Kabil. Foto: Dokumentasi BP Batam untuk batampos.co.id

Andiantono mengatakan, progres dua proyek pembangunan jalan lainnya, yaitu jalan kolektor Kawasan Industri Kabil sepanjang 985 meter, jalur ke-2 Jalan Kawasan Industri Batam Center tepatnya di depan Tunas Industri Park 2 sepanjang 1,595 meter sudah mencapai 95 persen.

“Pengerjaannya ditargetkan akan selesai pada akhir November 2019 mendatang,” jelasnya.

Kata dia, volume kendaraan di jalan kolektor di kawasan industri Kabil dari PT Musimas ke Jl. Hang Kesturi dan jalan di kawasan industri tunas Batam Centre sangat banyak.

“Pengerjaan hingga saat ini lancar dan selesai akhir November,” ujarnya.

Sementara pembangunan jalan kolektor dan jembatan di Kawasan Industri Sekupang sepanjang 1,425 meter masih dalam proses penetapan pemenang lelang.

Proyek itu kata dia, akan menggunakan sistem multiyear. Sedangkan perbaikan underpass Pelita Tahap I hingga saat ini juga masih dalam proses perbaikan.

“Perbaikan underpass Pelita dilakukan dengan injeksi beton untuk menutup celah-celah atau rembesan,” tuturnya.

Para pekerja memperbaiki terowongan Pelita dengan injeksi beton untuk menutup celah-celah atau rembesan. Foto: Dokumentasi BP Batam untuk batampos.co.id

Selanjutnya kata dia ada pengerjaan hidrostruktural gel yang disuntikkan dari bawah beton underpass untuk melapisi beton agar air tidak masuk.

“Itu produk dari Jerman, dan diperkirakan selesai pada akhir November,” jelas Andi.

Di 2019 BP Batam mengalokasikan anggaran Rp 49,3 miliar untuk peningkatan dan pembangunan proyek strategis.

Pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan di Batam diharapkan dapat menjadikan daya saing Batam sebagai tujuan investasi.(*)

Karena Uang Rokok, Dua Pemuda Ini Terancam 20 Tahun Penjara

0

batampos.co.id – Hanya karena diiming-iming akan diberi uang rokok, Em dan Ef terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Keduanya nekat menyembunyikan narkoba jenis sabu seberat 160,70 gram yang merupakan milik Iskandar (DPO).

“Kami hanya dijanjikan uang rokok saja,” ujar keduanya saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (31/10/2019).

Menurut mereka, barang haram itu diambil Iskandar di Kampung Aceh sekitar pukul 02.20 WIB. Saat itu keduanya ikut mengantar dan menunggu Iskandar, hingga sabu itu diserahkan kepada keduanya.

“Katanya kalian pegang aja dan pulang aja ke Simpang Kara” kata terdakwa Em menirukan ucapan Iskandar.

Pada saat perjalanan pulang ke Batamcenter, Iskandar dan kedua terdakwa berpisah.

Saat melintasi ruas jalan raya di depan Central Sukajadi berpapasan dengan personel kepolisian yang sedang patroli.

Ilustrasi narkoba jenis sabu. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Polisi menyuruh berhenti lalu kami digeledah,” ucapnya.

Hasilnya, polisi menemukan barang haram yang mereka sembunyikan di kotak rokok.

Keduanya lantas dibawa ke Satuan Resnarkoba Polresta Barelang.

Atas perbuatannya, keduanya diganjar pasal berlapis yakni Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) dan pasal 131 jo pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Untuk ancaman hukuman kedua terdakwa diancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Sementara itu, Majelis Hakim menutup perisidangan dan menjadwalkan persidangan lanjutan pada pekan depan dengan acara tuntutan terdakwa.(une)

Trabas Seri II Digelar di Batam

0

batampos.co.id – Manager Event Organizer (EO) Batam Pos, Herman Ma­ngundap, mengatakan Trabas Adventure tahun 2019 atau Seri II akan digelar di Ba­tam pada akhir Novem­ber mendatang.

Menurut Herman, pihaknya akan menyajikan rute yang lebih menantang adrenalin bagi pencinta trabas yang ikut pada kegiatan itu nanti.

“Kami berupaya untuk menjadikan event Trabas Adventure ini menjadi annual event. Karena EO Batam Pos sudah menggagas kegiatan perdana pada tahun lalu di Pulau Bintan,” ujar Herman Mangundap, Kamis (31/10).

Disebutkan Herman, saat ini, pihaknya tengah melakukan survei lapangan untuk menentukan trek yang akan dilalui bagi para riders nantinya. Kata dia, salah satu rute yang akan menjadi medan untuk me-nguji adrenalin para peserta adalah kawasan hutan Duriangkang. Masih kata Herman, pihaknya akan memilih jalur yang tidak mengganggu jalur sepeda.

“Kami akan update kembali mengenai perkembangan kegiatan ini nanti. Memang ini bukan ajang mengejar prestasi, tetapi sifatnya fun yang disajikan khusus bagi pencinta trabas di Batam dan Kepri umumnya. Sehingga bisa menjadi media promosi wisata ke dunia luar tentunya,” jelas Herman.

Event Trabas Seri II ini mendapat apresiasi dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kepri. Kepala Dispora Kepri, Maifrizon, mengatakan pihaknya menyambut baik rencana kegiatan tersebut. Ia mengharapkan Trabas Adventure tahun ini memberikan tantangan tersendiri bagi pencinta trabas.

“Kami berharap melalui event ini dapat memperkenalkan Kepri khususnya Batam, Tanjungpinang, dan Bintan ke dunia internasional. Bahkan Pulau Bintan punya spot yang menantang bagi pencinta trabas,” ujar Maifrizon di Tanjungpinang, Rabu (30/10) lalu.

Selain itu, ia mengharapkan kegiatan itu nanti tidak hanya diikuti oleh peserta lokal. Namun, juga peserta dari luar negeri. Apalagi mengingat Pulau Batam merupakan daerah yang berbatasan dengan Singapura dan Malaysia. Menurutnya, meskipun kegiatan itu nanti bukan ajang mengejar prestasi, namun harus menjadi media promosi untuk memperkenalkan Batam yang memiliki medan yang menantang bagi penyuka olahraga tersebut.

Masih kata Maifrizon, untuk memberikan kepuasan bagi para riders yang ambil bagian nanti, pihak penyelenggara hendaknya benar-benar mempersiapkan jalur yang benar-benar menantang. Apabila memungkinkan, melewati rute-rute perkampungan. Sehingga juga bisa memperkenalkan kuliner-kuliner khas Melayu. Atas dasar itu, Maifrizon berharap, Pemko Batam ikut berperan serta pada event besar yang akan digelar Batam Pos ini nanti.

“Semoga ini menjadi event tahunan Batam Pos. Dan memberikan efek positif bagi Kepri, khususnya Kota Batam. Kami akan berupaya untuk memberikan dukungan optimal. Sehingga kegiatan ini berjalan dengan baik,” tutup Maifrizon. (jpg)

Dalil Harahap, Wartawan Batam Pos, Juara

0

batampos.co.id – Wartawan Batam Pos kembali mengukir prestasi. Kali ini prestasi diraih Dalil Harahap yang menjadi juara pertama dalam Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) Marketing Operation Region (MOR) 1 tahun 2019 untuk kategori Foto Esai.

Dalam karyanya yang bertajuk Menyebarkan Energi Murah ke Warga Pulau, fotografer yang akrab disapa Ali ini menyajikan esai foto yang menggambarkan upaya Pertamina dalam mendistribusikan gas subsidi ukuran 3 kilogram hingga ke salah satu pulau terpencil di Batam, yak­ni Pulau Buluh, Kecamatan Bulang, Kota Batam.

Karya itu dimuat di laman batampos.co.id

Dalam 10 foto yang ditampilkan, Ali menampilkan perjalanan gas elpiji 3 kilogram dari Batam hingga ke Pulau Buluh. Diawali dengan foto truk Pertamina yang mengangkut ratusan tabung gasi elpiji 3 kilogram, proses pembongkaran di pelabuhan, hingga proses memindahkan tabung-tabung tersebut ke sebuah kapal kayu.

Kemudian, Ali juga menyajikan foto saat tabung gas elpiji itu diangkut oleh kapal kayu menuju Pulau Buluh. Foto Ali kemudian diakhiri dengan gambaran bagaimana gas elpiji itu tiba di Pulau Buluh hingga digunakan untuk memasak oleh warga Pulau Buluh.

Cek foto karya Dalil di sini.

“Kelihatannya simpel. Tapi perjuangan saya mendapatkan foto itu butuh waktu hingga sehari penuh,” kata Ali saat diwawancarai, tadi malam.

Ali mengaku bangga dengan predikat juara itu. Ia mengaku lebih semangat lagi untuk membuat karya foto jurnalistik yang lebih berkualitas.

“Saya juga berterima kasih kepada Batam Pos atas bimbingan dan ilmu yang diberikan selama ini,” ujar pria dua anak itu.

 

Manager Communication & CSR MOR I, M Roby Hervindo, mengatakan AJP MOR I 2019 diikuti sejumlah jurnalis di wilayah Pertamina MOR I, yakni Kepri, Sumbar, Sumut, Riau, dan Aceh. Sementara dewan juri berasal dari kalangan profesional, di antaranya dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) hingga akademisi atau dosen.

“Tidak ada juri internal dari Pertamina,” kata Roby dalam sambutannya pada malam penganugerahan AJP MOR I di Padang, Sumatera Barat, Kamis (31/10) malam.

Roby mengatakan, AJP rutin digelar sebagai salah satu sarana edukasi kepada masyarakat. Selain itu, melalui lomba ini pihaknya berharap akan terus tercipta karya-karya jurnalistik yang bebas berita bohong alias hoax.

“Jadi, masyarakat akan tahu, mana yang hoax mana yang enggak,” katanya.
Adapun tema besar yang diambil dalam AJP MOR I kali ini adalah Move On. Ini merupakan gerakan Pertamina untuk mendorong transformasi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) subsidi ke nonsubsidi, dan migrasi dari BBM nonramah lingkungan ke BBM yang ramah lingkungan.

Mengakhiri sambutannya, Roby mengingatkan masih ada AJP tingkat nasional. Dengan tema yang sama, AJP nasional akan ditutup pada 15 November mendatang. (une)

PT Pelni Belum Jual Tiket Kelud Untuk Mudik Natal, Ini Alasannya

0

batampos.co.id – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) cabang Batam masih menjadi angkutan alternatif untuk angkutan natal dan tahun baru.

Hal ini disampaikan Kepala Operasional PT Pelni cabang Batam, Dicky Dermawandi, Kamis (31/10/2019).

Menurutnya, meskipun jadwal angkutan natal dan tahun baru belum dikeluarkan, antusias calon penumpang sudah mulai terlihat.

Saat ini lanjutnya sudah banyak masyarakat yang bertanya mengenai tiket dan jadwal KM Kelud dari Batam menuju Belawan.

“Kami masih menunggu dari pusat soal jadwal. Jadi belum ada yang bisa diposting. Termasuk soal tiket dan jadwal maupun ektra kapal,” jelasnya.

Calon penumpang Kapal Pelni, KM Kelud tujuan Batam-Belawan menaiki kapal di Pelabuhan Batuampar, beberapa waktu lalu. Hingga saat ini PT Pelni belum melakukan penjualan tiket unutk mudik natal dan tahun baru. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Saat ini KM Kelud kata dia, masih dalam tahap docking di Lampung.

Kapal dijadwalkan akan kembali menyinggahi Batam, 8 November 2019 mendatang.

Perawatan kapal ini bertujuan untuk menghadapi arus mudik natal dan tahun baru Desember nanti.

“Teknis angkutan natal masih menunggu. Apakah ada penambahan jadwal hingga kapal. Tunggu KM Kelud selesai menjalani perawatan dulu,” sebutnya.

Dicky menambahkan, hingga kini belum ada perubahan harga tiket dari sebelumnya.

Begitu juga dengan pelabuhan yang akan digunakan untuk mengangkut calon penumpang.

“Masih di Batuampar. Kemarin memang ada yang bilang mau dipindah kembali ke Sekupang. Itu terserah BP Batam. Kalau kami operator terserah saja,” tambahnya.

Menurutnya, kondisi pelabuhan Sekupang juga belum memadai untuk dijadikan pelabuhan penumpang.

Selain alur yang dangkal, kondisi pelabuhan juga masih jauh dari kata layak.

“Kasihan juga penumpangnya, ruang tunggunya seperti itu. Kalau alur tidak dikeruk juga kapal bisa kandas,” imbuh Dicky.

Ia mengungkapkan jadwal kapal serta harga tiket akan diinformasikan paling lambat satu bulan jelang mudik natal dan tahun baru.

Booking belum bisa sekarang. Karena kapal juga belum ada,” jelasnya.

Nantilah mendekati mudik calon penumpang baru bisa memesan,” ucapnya.(yui)

Istri Wali Kota Batam Daftar Calon Wali Kota Batam

0

batampos.co.id – Istri wali kota Batam, Marlin, mengambil formulir pendaftaran ke DPW Partai Nasional Demokrat (NasDem) sebagai bakal calon (Balon) wali kota Batam pada Pilkada 2020 mendatang, Jumat (1/11/2019).

Tidak hanya Marlin, tim suaminya yang merupakan petahana, Muhammad Rudi juga akan menyambangi DPW Nasdem untuk mengambil dua formulir pendaftaran sekaligus.

Yaitu sebagai bakal Calon Gubernur Kepri dan Wali Kota Batam. Hal itu dibenarkan Ketua penjaringan Pilkada Kepri dan Batam DPW Partai Nasdem Kepri, Wan El Kenz.

Kata dia, tim istri wali kota Batam terlebih dahulu akan datang
mengambil formulir usai jumatan.

Bendera Partai NasDem. Foto: Jawa Pos

Sementara Wali Kota Batam, Rudi melalui akan datang pada sore hari mengambil formulir pendaftaran bakal calon Gubernur Kepri sekaligus bakal calon wali kota Batam.

“Benar Pak Walikota Batam, M Rudi melalui timnya akan mengambil formulir pendaftaran pada sore hari. Sedangkan Hj Marlin, istri Pak Rudi juga mengambil formulir pendaftaran yang diwakili timnya,” ujar Kenz, Jumat (1/11/2019).

Kenz menyatakan, informasi yang didapatkannya Marlin akan mendaftar sebagai bakal calon wali kota Batam.

“Itu kabar yang kami dapat sementara. Untuk pastinya baru bisa kami ketahui siang ini,” ujarnya.

Di waktu yang sama kandidat lain juga akan mengambil formulir pendaftaran melalui DPW Nasdem Kepri, yaitu mantan anggota DPRD Batam periode 2009-2014, Riki Syolihin serta Johanes Tarigan.

DPW Partai NasDem melakukan penjaringan bakal calon wali kota Batam maupun bakal calon Gubernur Kepri 2020, dimulai
pada Senin (21/10/2019) lalu hingga Rabu (6/11/2019) mendatang.(gas)

Lintasan Sepeda Dibangun di Sekitar Masjid Sultan 

0

batampos.co.id – Tahun 2020 mendatang, Dishub Batam merencanakan pembangunan jalur sepeda di sekitar Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Batuaji.

Bahkan anggaran pembangunannya sudah masuk dalam RAPBD 2020 sebesar Rp 237.500.000. Nantinya jalur sepeda ini bisa digunakan warga untuk pilihan tempat bersepeda.

“Kita masih baru merencanakan dan memang sudah kita masukkan di anggaran. Tapi kita masih akan ke lapangan untuk mensurveinya,” kata kepala bidang sarana dan prasarana Dishub Batam, Sutikno, Kamis (31/10/2019).

Sutikno mengatakan, panjang dari lintasan sepeda ini belum diketahui. Apakah nantinya akan mengelilingi masjid atau ada jalur lain di sekitar masjid.

Pengunjung berfoto dengan latar Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah di Tanjunguncang, Batuaji, beberapa waktu lalu. Pemko Batam berencana akan membangun lintasan sepeda di sekitar area tersebut. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

“Jadi apakah nanti akan sampai ke rusun atau tidak, masih belum tahu. Kita masih akan kaji terkait ini,” tambahnya.

Menurutnya lintasan sepeda ini penting di sekitar masjid karena memang masjid tersebut juga dijadikan sebagai objek wisata religi bagi warga.

Di mana dengan adanya lintasan itu akan semakin banyak warga yang datang ke sana.

“Ini juga untuk memperindah masjid. Jadi di sekitar masjid bisa berolah raga. Ya kita lihat sajalah, ini kan belum ada kepastiannya,” ujarnya.

Sementara ketua komisi III DPRD Kota Batam, Werton Panggabean mengatakan, lintasan sepeda di Batuaji memang perlu.

Termasuk taman di ruang terbuka hijau juga. Ia berharap nantinya lintasan sepeda ini bisa menjadi salah satu pilihan warga untuk menajdi tempat berolahraga.

“Jadi bagi saudara yang beragama muslim selain berwisata religi di masjid juga bisa bersepeda,” jelasnya.

“Atau bisa bersepeda dan sekalian sholat di sana. Dan menutur saya, sarana-sarana seperti ini perlu diperbanyak di Batam,” katanya lagi.(ian)