Jumat, 24 April 2026
Beranda blog Halaman 10898

Merosot, Segini Jumlah Impor Mobil CBU di Kota Batam Sekarang

0

batampos.co.id – Impor mobil completely build up (CBU) di Kota Batam terus menurun. Hingga semester pertama 2019, jumlah impor mobil CBU hanya 227 unit.

“Angkanya turun jauh jika dibandingkan dengan tahun 2016 lalu, dimana jumlah impor mobil CBU mencapai 596 unit,” kata Kasubdit Humas BP Batam, Yudi Haripurdaja, Sabtu (28/9/2019).

Kata dia, penurunan sudah terjadi sejak 2016. Pada 2017, impor mobil CBU turun menjadi 330 unit. sementara di 2018, hanya sedikit mengalami kenaikan mencapai 335 unit.

Jumlah ratusan unit mobil CBU yang masuk pada beberapa tahun ini sangat jauh jika dibandingkan dengan impor CBU pada tahun 2012.

Dimana ada 1.429 pengajuan impor. Tahun 2013, ada 1.265 pengajuan impor. Tahun 2014 ada 1.077 pengajuan impor. Tahun 2015 ada 964 pengajuan impor dan pada tahun 2016 ada 596 pengajuan impor.

Sejak tahun 2012 hingga 2018, ada 23 importir yang ikut bermain dalam pasar mobil CBU.

Ilustrasi

Adapun ke-23 importir tersebut antara lain Ganda Nusantara Persada, TC Subaru, Toyota Astra Motor, Megah Jaya Perkasa, Centri Japri Auto, Indo Auto Trade, Eurasia Auto Dinamika, Arnada Pratama Indonesia, Jaya Auto Central dan Garuda Mataram Motor,.

Kemudian Ford Motor Indonesia, Duwin Motor Indonesia T Eight Gallery, Oriental Komobindo Bahtera, KIA Indonesia Motor, Wahana Varia Motorindo, Surya Sejahtera Otomotif, Inti Jaya Cemerlang dan Eurokars Motor Indonesia.

Namun, sejak 2012 hingga 2018, hanya Ganda Nusantara Persada, Toyota Astra Motor dan Eurasia Auto Dinamika yang masih rutin mengajukan kuota mobil impor, meskipun jumlahnya terus menurun.

Bahkan dari 23 importir yang aktif mengimpor mobil sejak tahun 2012, maka pada tahun 2018 hanya tinggal lima importir saja.

Pada tahun 2012, Ganda mengajukan kuota impor untuk 430 mobil CBU. Jumlahnya terus naik turun dalam rentang hingga 2016.

Pada tahun 2017, mereka hanya mengimpor 240 mobil CBU. Dan pada tahun ini, mereka hanya bisa mengimpor sekitar 30 unit mobil CBU.

Begitu juga dengan Toyota Astra. Pada tahun 2012, mereka mengimpor 300 unit mobil. Namun mulai tahun 2015 hingga 2018, Toyota hanya mengimpor mobil dibawah 50 unit.

Bahkan pada tahun 2018, hanya sekitar 10 unit. Lalu bagaimana dengan perusahaan lain. Banyak importir lain yang menyetop impor mobil CBU dan fokus mengalihkan bisnisnya ke sektor yang lain.

Namun ada juga yang tutup atau gulung tikar seperti Ford pada tahun 2016 silam.(leo)

Ditabrak Motor Dari Belakang, Ibu Ini Meninggal Dunia

0

batampos.co.id – Warinem, tewas ditabrak motor sepulang dari pasar di jalan desa yang tak jauh dari rumahnya, Senin (30/9/2019) pagi.

Wanita 56 tahun itu diketahui baru selesai belanja di pasar dan berjalan kaki menuju kediamannya.

Namun tiba-tiba, warga Desa Keboan Anom RT 03/RW 03, Kecamatan Gedangan itu ditabrak motor Honda dengan nopol W 6114 VK.

“Korban ditabrak dari belakang,” terang Kanit Laka Lantas Polresta Sidoarjo, AKP Sugeng Sulistyono.

Korban saat mendapatkan perawatan oleh tim medis. Foto: Istimewa/Jawa Pos

Motor itu dikendarai Lilik Nurwati, 45, warga Jalan Pahlawan, Kecamatan Gedangan. Akibat tabrakan itu, korban terjatuh dan kepalanya membentur aspal. “Korban luka parah di bagian kepala,” tambahnya.

Mengetahui kejadian itu, warga langsung melarikan korban ke RS Siti Hajar. Namun nyawanya tak tertolong setelah sempat mendapat perawatan medis.

Polisi lantas menghubungi pihak keluarga korban dan jenasah dikembalikan untuk dilakukan pemakaman.

Sementara itu pengendara kendaraan yang terlibat kecelakaan juga sudah diamankan polisi untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Kasusnya ditangani unit laka lantas Polresta Sidoarjo,” pungkas Sugeng.(son/jay/jpg)

Segini Jumlah Prajurit TNI untuk Menjaga Pelantikan DPR dan Presiden Serta Wakil Presiden Terpilih

0

batampos.co.id – Prajurit TNI yang akan menjaga pelantikan anggota DPR, Presiden dan Wakil Presiden terpilih mencapai 8.500 orang.

Hal ini disampaikan Panglima TNI Marsekal, Hadi Tjahjanto, saat memimpin apel jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, serta DPR RI digelar di Lapangan Udara (Lanud) Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Senin (30/9).

Hadi menjelaskan, untuk pelantikan Presiden dan DPR akan ada penguatan pasukan untuk menjaga objek vital.

Penjagaan diberikan kepada gedung DPR/MPR RI dan Istana Negara. Selain itu, perimeter penjagaan diperluas juga.

“Kita perkuat penjagaan, kemarin kita kerahkan 3.000 saat ini kita kerahkan 6.000. Untuk apa? pertama kita untuk mempertebal di gedung DPR/MPR kemudian yang kedua menjaga Istana,” ujar Hadi.

Ilustrasi Prajurit TNI. Foto: Jawa Pos

Titik pengaman akan ditempatkan di sekitar fly over Ladogi, pintu utama DPR/MPR, dan Pejompongan untuk mencegah massa masuk ke area tol dalam kota.

“Perempatan Slipi kita perkuat arah dari Petamburan dan arah menuju Palmerah, karena di Palmerah ada stasiun kereta dan ada pintu menuju masjid ke DPR/MPR,” imbuh Hadi.

Area belakang gedung dewan juga akan diperketat penjagaannya. Yakni di sekitar Lapangan Tembak Senayan, menuju Hotel Mulia.

Termasuk penjagaan di area dalam gedung DPR/MPR juga diperketat. TNI bahkan menyiapkan satu unit helikopter untuk akses keluar masuk gedung.

“Di dalam sendiri dan untuk skenario berikutnya kita siapkan helikopter apabila diperlukan untuk masuk ke gedung DPR/MPR. Insya Allah semuanya bisa berjalan lancar,” pungkas Hadi.

Sebagai informasi, anggota DPR RI periode 2014-2019 hari ini akan mengakhiri masa bhaktinya.

Besok, akan dilakukan pelantikan untuk anggota dewan periode 2019-2024. Sedangkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih akan digelar pada 20 Oktober 2019.(jpg)

Plt Gubernur: Bermainlah untuk Mengukir Prestasi Terbaik

0

batampos.co.id – Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Kepri, Isdianto, menyambut baik turnamen-turnamen sepakbola yang diselenggarakan masyarakat.

Terlebih di pulau-pulau. Dari turnamen seperti ini, selain mengukir prestasi, juga memperkuat silaturahmi dengan sesama.

“Bermainlah untuk mengukir prestasi terbaik. Tapi jangan karena mengejar prestasi, silaturahmi diabaikan,” kata Isdianto saat membuka Turnamen Temiang Pesisir Cup 2019, di Tajurbiru, Kecamatan Temiang Pesisir, Kabupaten Lingga, Sabtu (28/9/2019) lalu.

“Tersenggol sedikit, tersepak kaki, hal biasa dalam sepakbola. Jangan karena itu langsung kelahi,” kata dia lagi.

Turnamen ini digelar sempena hari jadi Kecamatan Temiang Pesisir yang pertama. Kesemarakan begitu menggelora dalam pesta pembukaan ini.

Selain dipadati penonton, juga ada persembahan tari kolosal anak-anak SD hingga SLTA. Dalam turnamen yang diselenggarakan hingga 29 Oktober ini, ada 64 kesebelasan dari berbagai wilayah di Lingga yang ikut.

Kepada kesebelasan yang ikut, Isdianto berpesan untuk menunjukkan permainan terbaik. Apalagi ini event yang pertama kali. Sportivitas yang tinggi, kata Isdianto harus dijunjung semua tim.

Pelaksana Tugas Gubernur Kepri, Isdianto, menghadiri turnamen sepakbola di Tajur Biru, Kabupaten Lingga, Sabtu (28/9/2019). Foto: Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos

“Nanti akan lahir bibit-bibit tangguh dari turnamen seperti ini,” kata Isdianto.

Dari turnamen di pulau-pulau, kata Isdianto, dirinya selalu merasakan banyak kebanggaan.

Termasuk perputaran ekonomi masyarakat setempat. Ada keuntungan untuk ibu-ibu yang berjualan di sekitar lapangan sepakbola.

Mereka belanja, sehingga roda ekonomi berputar dan bergulir.

Kekompakan masyarakat dalam menyambut turnamen ini, kata Isdianto akan semakin memperkuat silaturahmi.

Tak hanya orangtua, anak-anak juga cukup antusias. Soal ulang tahun, Isdianto pun mengingatkan usia Kepri yang tepat 17 tahun pada 24 September lalu.

Dalam usia ke-17 itu, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Semua pekerjaan rumah kalau diserahkan kepada gubernur atau bupati saja tak akan selesai.

Dengan silaturahim saling bahu membahu insyaallah seberat apapun pekerjaan akan ringan kalau dijinjing bersama-sama.

“Selalu saya katakan bisa kalau bersama. Mari menjadi bagian sapu lidi. Kalau 1.000 diikat akan punya kekuatan dahsyat. Bersama membangun kecamatan yang kita cintai supaya apa yang menjadi impian masyarakat insyaallah pasti akan lebih baik,” katanya.

Dalam pembukaan itu, Isdianto melakukan tendangan bola perdana. Kemudian diikuti Wakil Bupati Lingga M Nizar juga melakukan tendangan bola.

Tampak hadir pada kesempatan itu Kadispora Maifrizon, Karo Ekonomi Pembangunan Heri Andrianto.(wijaya)

Lihat Keseriusan Pemkab Lingga untuk Mendirikan Politeknik Pertanian

0

batampos.co.id – Keseriusan Bupati Lingga Alias Wello mendirikan Politeknik Pertanian di Bunda tanah Melayu ini bukan isapan jempol belaka.

Terbukti, pria yang akrab disapa Awe ini mengundang pakar Politeknik Negeri Padang untuk memberikan masukan sekaligus membantu dari segi administrasi, penyusunan kurikulum, serta hal-hal teknis lainnya.

“Bupati Lingga memang sudah menargetkan akan mendirikan Politeknik Pertanian untuk perkembangan pendidikan khususnya bagi putra daerah,” kata Asisten Ekonomi Kabupaten Lingga, Yusrizal yang memimpin rapat mewakili Bupati Lingga, belum lama ini.

Adapun pakar yang diundang membahas pendirian Politeknik Pertanian adalah Ir. Suhendrik Hanwar, M.Si. serta Ir.Henriyawan Adnan Moodto, M.Kom.

Mereka memberikan presentasi terkait makalah, reformasi kebijakan pembukaan program studi pada perguruan tinggi dan pendirian/perubahan perguruan tinggi swasta tahun 2019.

Rapat tersebut juga dihadiri Kadis Pendidikan, perwakilan OPD terkait, serta tenaga administrasi Politeknik Pertanian Lingga. Acara digelar di Gedung Daerah Dabo Singkep, Jumat (27/9/2019) pagi.

Salah seorang narasumber memberikan pemaparan terkait rencana pembangunan Politeknik Pertanian di Kabupaten Lingga. Foto: Wijaya Satria/batampos.co.id

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi, dijelaskan untuk mewujudkan keterjangkauan dan pemerataan yang berkeadilan dalam memperoleh pendidikan tinggi yang bermutu dan relevan dengan kepentingan masyarakat bagi kemajuan, kemandirian, dan kesejahteraan, diperlukan penataan pendidikan tinggi secara terencana, terarah dan berkelanjutan dengan memperhatikan aspek demografis dan geografis.

Undang-Undang ini dijabarkan lagi dengan terbitnya Permenristek Dikti Nomor 51 tahun 2018 tentang pendirian, perubahan, pembubaran perguruan tinggi negeri dan pendirian, perubahan, pencabutan izin perguruan tinggi swasta.

Berlandaskan aturan tersebut, menurut narasumber yang hadir, pendirian perguruan tinggi sangat sederhana karena hanya membutuhkan sumber daya manusia.

Mulai dari ketersediaan dosen, tenaga administrasi dan mahasiswa. Sedangkan untuk sarana prasarana mulai dari ketersediaan ruang kuliah, ruang dosen, kantor dan administrasi, serta perpustakaan, laboratorium dan tempat praktek.

Tentunya, keseluruhan syarat tersebut, mulai dari jumlah dosen, luas lahan dan luas gedung, luas kelas haruslah berdasarkan standar yang sudah ditetapkan.

“Syarat lainnya adalah penyusun kurikulum, karena sesungguhnya roh dan jantungnya Politeknik berada di sini,” ujar salah seorang narasumber yang hadir.(Wijaya)

Pak Gubernur, Tolong Dong Desa Segeram di Natuna

0

batampos.co.id – Dusun Segeram, Kelurahan Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat Natuna, hingga saat ini masih menjadi perkampungan terisolir.

kawasan yang dihuni 29 kepala keluarga (KK) itu minim infrastruktur dasar. Seperti listrik, telekomunikasi maupun pendidikan.

Hal itu menyebabkan utama kampung tua ini masih tertinggal dibanding desa lain di Natuna.

Perkampungan yang berada di aliran sungai Segeram dan melintasi Desa Kelarik tersebut tidak memiliki pelabuhan untuk sandar kapal motor yang representatif dibangun pemerintah.

Wakil Bupati Natuna ,Ngesti Yuni Suprati, mengakui, kondisi perkampungan Dusun Segeram masih memprihatinkan.

Dua siswa melintas di pelantar Kampung Segeram Natuna. Dusun ini masih tertinggal dan minim pelayanan infrastruktur dasar. Foto: Aulia Rahman/batampos.co.id

Dengan masyarakat yang mayoritas petani dan nelayan, kehidupan masyarakat pun masih tertinggal.

”Sampai sekarang dusun ini masih kekurangan pelayanan infrastruktur dasar, sangat jauh tertinggal, listrik minim, telekomunikasi juga minim, ditambah sarana pendidikan juga masih kurang,” kata Ngesti, Minggu (29/9/2019).

Ngesti mengatakan, perlu perhatian bersama untuk memperbaiki kondisi sosial dan ekonomi di Dusun Segeram.

Tentu kegiatan sosial kemanusiaan terus dilakukan agar bermanfaat.

”Motivasi dan semangat juga perlu diberikan kepada masyarakat di Segeram. Terutama para tenaga pendidik dan tenaga kesehatan,” ujarnya.(Aulia)

Lihat Para Mahasiswa di Kota Batam, Salat Gaib Bersama Polisi di Bawah Guyuran Hujan Deras

0

batampos.co.id – Di bawah guyuran hujan lebat aksi damai mahasiswa dari Universitas Ibnu Sina Kota Batam tetap berlangsung di depan gedung DPRD dan Kantor Wali Kota Batam, Senin (30/9/2019).

Selain menyampaikan aspirasinya terkait pemolakan RUU KUHP, mereka juga melaksanakan salat gaib bersama aparat kepolisian di depan kantor Wali Kota Batam.

Tujuannya untuk mengirimkan doa kepada mahasiswa Universitas Halu Oleo yang meninggal dunia saat melakukan demontrasi di Gedung DPRD Sulawesi Utara, Kendari beberapa waktu lalu.

Mahasiswa dari Universitas Ibnu Sina melaksanakan salat gaib bersama aparat kepolisian di depan kantro Wali Kota Batam. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id

Pantauan Batam Pos di lokasi, Kapolresta Barelang dan beberapa pejabat tinggi Polresta Barelang turut turun ke lokasi untuk mengawal aksi mahasiswa di DPRD Batam.

“Pada aksi damai ini, mahasiswa menyampaikan dengan simpatik. Kita akomodir semua aspirasi mereka,” kata Kapolresta Barelang, AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo, kepada batampos.co.id.

Kapolres menambahkan, tuntutan aksi damai ini sama hal nya dengan beberapa daerah di Indonesia terkait RUU KPK dan RUU KHUP, dan segera di tindak hukum perihal korban di Kendari.

“Mahasiswa demo dengan damai lalu melakukan shalat gaib untuk mendoakan korban yang jatuh beberapa waktu lalu,” tegasnya.(cr1)

ATB Berikan Tanda Apresiasi untuk Stakeholders

0

batampos.co.id – PT Adhya Tirta Batam (ATB) menggelar Malam Temu Ramah Pelanggan bertajuk ‘Kerja dan Hati yang Melayani’ di Ballroom Swiss-Belhotel Harbour Bay, Jumat (27/9/2019) lalu.

Sebagai perusahaan utilitas penyedia air bersih terbaik di Indonesia yang telah memberikan pelayanan di Pulau Batam selama 24 tahun, ATB terus berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanannya kepada pelanggannya.

Untuk itu, ATB selalu berinovasi dalam memberikan pelayanan maksimal sekaligus kepuasan kepada pelanggan dalam setiap kegiatan bisnisnya.

Kegiatan itu diwujudkan melalui ajang temu ramah, yang menjadi agenda rutin ATB setiap tahun sebagai bentuk apresiasi ATB kepada para pelanggan setianya.

Tahun ini, ATB memberikan tanda apresiasi kepada sejumlah pemangku kepentingan (stakeholders) yaitu pelanggan, mulai dari kelompok industri hingga domestik, instansi pemerintah, lembaga pendidikan, rumah sakit, mitra bisnis, dan insan media yang salah satunya adalah Batam Pos.

Presiden Direktur ATB, Benny Adrianto Antonius, mengatakan, ATB hingga kini terus mengedepankan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

”Sampai saat ini kita masih unggul di Indonesia sebagai penyuplai air terbaik,” jelasnya.

“Berbeda jika kita bandingkan dengan beberapa daerah seperti di Pulau Jawa yang merupakan daerah resapan airnya cukup tinggi, namun mereka masih dilanda kekeringan dan kebanjiran pada musim tertentu,” ujar Benny.

Sementara, lanjutnya, jika kita lihat kondisi kontur wilayah Batam, tidak ada sungai, danau pun tak punya, namun kita mampuh menyuplai kebutuhan air 1,3 juta warga Batam.

Engineering Director ATB Paul Bennet (kiri) memberikan penghargaan kepada Batam Pos yang diterima oleh Direktur Batam Pos Guntur Marchista Sunan pada acara temu ramah pelanggan yang digelar PT ATB di Swiss Bell Harbourbay, Jumat (27/9/2019). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

”Tahun ini, ATB menyoroti kondisi ketersediaan air baku di Batam yang sudah sangat kritis sebagai pesan utama yang dikemas dalam keseluruhan acara,” terangnya.

Diharapkan dengan adanya acara ini, isu keterbatasan air tidak hanya menjadi pemikiran ATB dan pemerintah saja, melainkan juga menjadi bahan pemikiran bersama sehingga dapat diantisipasi.

Benny bercerita bahwa kondisi pasokan air waduk saat ini mengalami penurunan jumlah.

”Waduk ATB terus mengalami pengeringan, diperkirakan 2020 mengalami defisit,” ucapnya.

Ia pun mengilustrasikan, bahwa cadangan air yang saat ini diolah ATB sudah mencapai titik yang relatif kritis.

Cadangan air baku di Batam saat ini adalah 3.850 liter/detik, dimana sekitar 3.500 liter/detik sudah dikelola. Artinya, cadangan air di Batam hanya tersisa 10 persen.

”Sudah hampir 25 tahun dari tahun 1995, tidak ada tambahan cadangan air baku yang bisa menjamin Batam bisa bertahan hingga 50 tahun lagi,” ujarnya.

“Anda tahu berapa perkiraan tambahan kebutuhan air Batam dalam 50 tahun mendatang? Setidaknya 5.000 liter/detik,” tegas Benny lagi.

Menurutnya, kondisi ini diperburuk lagi dengan kualitas Daerah Tangkapan Air (DTA) yang turun.

Terjadi alih fungsi lahan yang masif di DTA Pulau Batam, sehingga tinggal menunggu waktu hingga Batam menghadapi musibah besar.

Selain itu, setiap tahunnya selama hampir 2 tahun terakhir (2018-2019), kebutuhan air di Batam meningkat hampir 200 liter per detik.

”Artinya, kita akan mengalami potensi defisit air dalam dua tahun ke depan,” ungkapnya.

Dari 6 unit waduk ATB, Dam Duriangkang yang mampu menyuplai kebutuhan 80 persen kota Batam pun menurun.

Oleh karena itu, Benny mengimbau kepada pelanggan masyarakat dan domestik, agar dapat menggunakan air sebaik mungkin.

”Mari kita jaga tangkapan air dengan menjaga pohon dan berhemat agar kita dapat hidup lebih lama lagi untuk cucu dan anak kita,” imbau Benny.

Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus menambahkan, penghargaan yang diberikan di ajang Malam Temu Ramah Pelanggan ini memang diberikan ATB dalam bentuk plakat.

”Jangan dilihat dari bentuknya, akan tetapi sebagai bentuk kesadaran ATB, bahwa kesuksesan ATB saat ini tidak akan mungkin berjalan tanpa didukung pelanggan, stakeholder hingga insan media,” kata dia.

“Semua ini adalah aset, sehingga kami wajib membangun hubungan atau relasi dengan mereka semua,” ungkap Maria.(nji)

Terkait Sampah Impor, Ini yang Dilakukan Pemko Batam

0

batampos.co.id – Pemko Batam menunggu sikap Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terkait amnesti 5 persen tingkat kekotoran atas sampah plastik.

Apapun keputusan bersama di tingkat pusat, daerah akan menjalankan aturan tersebut.

”Sekarang yang punya wewenang KLHK nih. Kemarin, Pokja IV menyampaikan diberi kesempatan masih boleh sekian itu (lima persen kekotoran), ini yang dibawa ke KLHK. Nanti kalau boleh, ya jalan,” imbuh Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Minggu (29/9/2019).

Untuk diketahui, Rudi sempat menyampaikan bahwa dirinya tidak ingin Batam menjadi sasaran limbah B3 dari luar.

Sementara dalam beberapa kasus, material plastik yang diimpor kerap terkontaminasi limbah tersebut.

Dalam hal ini, Rudi beralasan, daerah dalam kapasitasnya sebagai kepala pemerintahan di daerah patuh pada keputusan pemerintah tingkat pusat.

”Kami di bawah ini hanya melaksanakan saja. Perintah dari atas laksanakan, ya laksanakan,” jelasnya.

“Namanya pemerintah harus hierarki, enggak boleh ada perlawanan itu, bukan pemerintah namanya kalau begitu,” imbuh Rudi lagi.

Proses reekspos limbah plastik yang masuk ke Kota Batam, beberapa waktu lalu. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Akan tetapi, ia mengaku jika ada yang mengganjal atas aturan tersebut dan meberikan dampak negatif bagi Batam, pihaknya akan melaporkan ke pusat.

”Tapi kalau hasil kajian tidak baik, ada efek bagi masyarakat, kami akan bikin laporkan bahwa limbah ini masuk, akibatnya ini loh,” pintanya.

Menurut dia, apapun aturan yang kini berlaku, itulah yang akan dijalankan oleh pemerintah di daerah.

”Kita semua ada aturan, apa aturan yang ada kami laksanakan,” tambah dia.

Kini Permendag Nomor 31 tahun 2016 tentang Ketentuan Impor limbah Non B3 sedang proses revisi.

Sembari menunggu revisi, Kelompok Kerja (Pokja) IV Satuan Tugas Percepatan dan Efektivitas Pelaksanaan Kebijakan Ekonomi yang memberikan rekomendasi amnesti agar scrab plastik dapat keluar dari pelabuhan dengan ketentuan kadar pengotor 5 persen.

”Untuk reekspor, kami sedang menunggu resminya karena ada surat dari Pokja IV terkait amnesti 5 persen,” ucap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam Herman Rozie, Jumat (27/9/2019).

Herman mengatakan, kini pihaknya menunggu tindak lanjut keputusan tersebut. Menurut dia, Pemko Batam perlu mendapat kejelasan ini terlebih dahulu.

”Sesuai perintah Pokja IV tingkat pengotor 5 persen, kalau di atas baru direekspor. Nah, ini yang kami tunggu bagaimana kelanjutannya,” imbuhnya.

Pekan depan akan ada rapat yang difaslitasi oleh KLHK terkait maraknya impor limbah non B3 ke wilayah NKRI yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kepala Biro Hukum Persidangan dan Hubungan Masyarakat Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, I Ketut Hadi Priatna saat dikonfirmasi mengaku tidak bisa memberikan komentar terkait amnesti atas scrab plastik yang tertahan di pelabuhan.

”Biasanya langsung Pokja IV,” katanya. (iza).

Begini Cara Meminta Surat Rujukan Pindah Rumah Sakit Bagi Peserta BPJS Kesehatan

0

batampos.co.id – Peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dapat mengajukan perpindahan rujukan apabila tidak mendapatkan pelayanan di rumah sakit yang dituju.

Humas BPJS Kesehatan Cabang Batam, Maya Satriani, mengatakan, jika saat mendaftar dan ternyata jadwal dokter selalu penuh, maka peserta dapat memilih untuk mengganti tujuan ke rumah sakit lain yang tersedia dokter sesuai keluhan peserta.

Caranya dengan membawa kembali rujukan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Petugas BPJS Kesehatan memberikan penjelasana kepada salah seorang warga saat melakukan pengurusan JKN-KIS di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Batam, Selasa (21/8). F Cecep Mulyana/Batam Pos

”Bisa kembali minta rujukan ke FKTP dengan membawa rujukan yang belum digunakan. Nanti akan dirujuk kembali ke faskes lanjutan, yakni rumah sakit lain,” ujar Maya.

Dijelaskan Maya, FKTP 1 nantinya akan kembali merujuk ke RS tipe C yang sesuai dengan keluhan peserta.

Namun, kalau misalnya RS tipe C kembali penuh atau kendala lainnya, baru dirujuk ke RS tipe B.

”Kalau misal di RS tipe C masih ada harus ke tipe C dulu, tapi kalau memang sudah penuh, baru ke tipe B,” jelas Maya.(she)