Senin, 20 April 2026
Beranda blog Halaman 10900

Investor Tiongkok Bangun Pabrik Besi di Batam

0

batampos.co.id – Penanaman modal asing (PMA) terus tumbuh di Batam. Terbaru, PT Sempurna Wahyu Metalindo menanamkan modalnya sebesar Rp 300 miliar untuk membangun pabrik besi pertama di Ba­tam, tepatnya di Tanjunguncang.

Pabrik asal Tiongkok itu akan memproduksi besi ulir dan besi beton. Pabrik ini ditargetkan mulai produksi pada akhir 2019 ini dengan kapasitas produksi sekita 15 ribu ton besi ulir per bulan.

Direktur PT Sempurna Wahyu Metalindo, Kerry Wahyudi Gautama, mengatakan, dengan beroperasinya pabrik tersebut, maka kebutuhan besi di Batam bisa dipenuhi dari Batam sendiri.

Selama ini kebutuhan besi di Batam banyak tergantung pada pasokan dari Singapura dan Jakarta.

“Artinya harga besi juga akan jauh lebih murah karena produksi utama kami untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Batam dan Kepri pada umumnya,” ujar Kerry, Selasa (17/9/2019).

Menurut Kerry, kebutuhan besi di Batam per bulannya mencapai 7.000 ton per bulan.
Sementara pihaknya mampu memproduksi 15.000 ton per bulan.

Pembangunan pabrik besi PT Sempurna Wahyu Metalindo di Tanjunguncang, Batam, sudah hampir rampung, Selasa (17/9/2019). Foto: William Seipattiratu/batampos.co.id

“Nanti sisanya akan kami ekspor ke Singapura dan Malaysia,” katanya.

Kerry menjelaskan, investasi PT Sempurna Wahyu Metalindo akan dilakukan dalam dua tahap dengan besaran masing-masing Rp 150 miliar.

Dengan rincian, Rp 150 miliar untuk investasi pembuatan besi ulir dan Rp 150 miliar sisanya untuk tahap pembuatan besi siku dan H beam. Kerry melanjutkan, investasi ini akan menyerap sedikitnya 300 pekerja.

“Serta ada ribuan tenaga kerja untuk kegiatan penunjang di luar pabrik,” katanya.

Kerry mengaku sangat berterima kasih atas dukungan pemerintah daerah maupun pusat serta BP Batam atas beroperasinya pabrik tersebut berupa kemudahan perizinan dan lainnya.

“Pemko Batam dan BP Batam bahkan meminta kami untuk percepat operasional pabrik ini dan kami terus berupaya membantu pemerintah memasukkan investasi ke Batam,” ujarnya,

Saat ini sedang digesa pembuatan workshop untuk produksi yang telah mencapai 80 persen. Untuk teknologi, menurut Kerry, menggunakan mesin dari Tiongkok.

“Pabrik ini juga butuh dukungan daya listrik yang cukup besar sekitar 20 Megawatt,” katanya.

Sedangkan untuk kebutuhan bahan baku berupa besi scrap, Kerry mengklaim Batam termasuk salah satu daerah penghasil besi scrap terbesar.

Sehingga kebutuhan pabrik dipastikan tercukupi setiap bulannya. Kerry juga mengklaim PT Sempurna Wahyu Metalindo adalah pabrik besi pertama bahkan satu-satunya di Batam bahkan di Kepri untuk saat ini.

Menurutnya, dengan kehadiran pabrik ini, maka para pengusaha besi scrap di Batam tak perlu lagi menjual ke luar Batam guna menekan biaya.

“Karena kami siap menampung. Kalau harus jual keluar tetap butuh gudang yang besar, biaya lain-lain dan sebagainya,” jelasnya.

“Jadi pengepul pun bisa langsung jual ke pabrik tanpa harus menimbun berlama-lama,” katanya lagi. (*)

Komentar Kadisdik Provinsi Kepri Saat Kantornya Digeledah KPK

0

batampos.co.id – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan di tiga kantor organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Kepri di Tanjungpinang, Selasa (17/9/2019).

Penggeledahan dilakukan untuk memperkuat bukti kasus dugaan gratifikasi terkait jabatan yang melibatkan Gubernur Kepri nonaktif, Nurdin Basirun.

Ketiga kantor OPD yang digeledah secara bersamaan kemarin adalah Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP), Dinas Pariwisata (Dispar), dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, dari ketiga lokasi tersebut, telah diamankan sejumlah dokumen terkait anggaran di dinas masing-masing.

“Penggeledahan ini dilakukan dalam proses penyidikan dugaan penerimaan suap atau gratifikasi dengan tersangka NBU, Gubernur Kepri,” ujar Febri Diansyah, Selasa (17/9/2019).

Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Muhammad Dali, mengatakan, ia mengaku mendapat informasi kehadiran penyidik KPK ke kantor Disdik Kepri dari seorang pejabat di Disdik Kepri, Said.

Sehingga Dali langsung menuju kantornya usai mengikuti upacara peringatan Hari Perhubungan Nasional di kantor Gubernur Kepri, kemarin.

Penyidik KPK membawa koper yang berisikan dokumen-dokumen yang diambil dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP), Dinas Pariwisata, dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri. Foto: Yusnadi Nazar/batampos.co.id

“Pihak KPK menjelaskan, mereka akan melakukan penggeledahan untuk mendalami perkara Gubernur Kepri. Karena ini bagian proses penyidikan, tentu kami hormati itu,” ujar Dali.

Disebutkan Dali, penyidik KPK menggeledah sejumlah ruangan di kantornya. Mulai dari ruang kerjanya sendiri hingga ruangan Kasubag Keuangan Disdik Kepri.

Dari penggeledahan tersebut, penyidik menyita sejumlah dokumen. Antara lain dokumen laporan keuangan bulanan Disdik Kepri, yakni empat triwulan di periode 2018, dan dua triwulan di 2019 berjalan.

Dijelaskannya, dokumen yang disita tersebut akan dijadikan sebagai bukti di persidangan.

“Apabila nanti dijadikan sebagai alat bukti di pengadilan, maka dokumennya akan dikembalikan oleh pengadilan,” jelasnya.

“Jika tidak, KPK yang akan menyerahkan kembali ke Disdik Kepri,” kata dia lagi.

Mantan Kabid SMK Disdik Kepri itu mengakui, dirinya memang dilantik sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kepri di era Gubernur Nurdin, tepatnya pada Juli 2018.

Tentu dalam rentang waktu yang berjalan, ada keputusan-keputusan yang ditetapkan oleh Gubernur Nurdin di Disdik Kepri.

Baik itu dalam penunjukan Kuasa Pengguna Anggaran, Pelaksa-na Teknis Kegiatan, Pejabat Pembuat Komitmen, maupun Surat Keputusan kegiatan.

“Dalam rangka itulah mereka melakukan penggeledahan dan penyitaan sejumlah dokumen tersebut,” jelasnya lagi.(jpg)

Serang Polisi, Pelaku Curanmor Ditembak

0

batampos.co.id – Seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor TT, mendapatkan hadiah timah panas di kakinya karena mencoba melarikand iri saat akan ditangkap polisi.

TT diketahui mencuri sepeda motor korbannya saat terpakir di depan rumah. Sebelum mencuri sepeda motor incarannya, TT terlebih dahulu memantau lokasi.

Saat keadaan sepi, TT langsung membobol kunci kontak sepeda motor Kawasaki Ninja BP 6520 MO.

Kapolsek Bengkong AKP Yuhendri Januar, mengatakan, korban melaporkan kejadian tersebut pada Kamis (22/8/2019) lalu.

”Kemudian kami mendatangi lokasi kejadian dan melakukan pemeriksaan beberapa orang saksi dan mengumpulkan bukti,” ujarnya.

Jajaran Polsek Bengkong memperlihatkan lima pencuri beserta sepeda motor hasil curiannya yang diambil dari berbagai wilayah di Kota Batam, saat ekspos di Mapolsek Bengkong, Selasa (17/9/2019). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.idBatam, Kreiminal

Dari hasil pengumpulan keterangan saksi dan bukti itu, kemudian diperoleh informasi dari masyarakat bahwa pelaku tengah berada di bawah jembatan penyebrangan orang SP Plaza, Sagulung, Selasa (3/9/2019).

Dari informasi tersebut, selanjutnya dilakukan pengejaran yang dipimpin oleh Kasubnit Buser Polresta Barelang, Ipda Hendar Giri Pratama.

Saat hendak diamankan, Trisno mencoba menyerang anggota buser Polresta Barelang untuk melarikan diri.

Tembakan peringatan sebanyak tiga kali ke udara rupanya tak membuat pelaku menyerah, sehingga polisi melakukan tembakan ke arah kaki pelaku.

”Setelah diamankan, kemudian kami lakukan pemeriksaan. Menurut keterangannya, dia sudah dua kali mencuri motor dan sebelumnya juga pernah ditahan atau residivis kasus curanmor,” kata Andri.

Pengakuan pelaku sepeda motor yang dicurinya akan dijual kembali secara utuh maupun dibongkar.

Atas perbuatannya, TT dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dan terancam penjara 7 tahun.(gie)

Penjambret di 26 Lokasi di Batam Ditangkap

0

batampos.co.id – Jajaran Polsek Bengkong mengamankan lima pencuri yang beraksi di berbagai wilayah di Kota Batam dalam dua pekan terakhir. Kelima, yakni, S, TT, AL, R, dan PN.

”Kelima pelaku yang diamankan ini merupakan pelaku pencurian sepeda motor, pencurian handphone dan pelaku spesialis jambret yang beraksi di puluhan lokasi,” ujar Kapolsek Bengkong AKP Yuhendri Januar, Selasa (18/9/2019).

Dijelaskan Yuhendri, untuk pelaku jambret dengan 26 lokasi di berbagai wilayah di Kota Batam tersebut yakni, AL dan R.

Dimana, AL merupakan residivis atas kasus yang sama dan sudah tiga kali keluar masuk penjara.

”Jambret di Batam Kota, Nongsa, Sekupang, Batuampar dan Bengkong. Barang bukti jambret ini ada kita amankan handphone hasil jambret,” tuturnya.

Jajaran Polsek Bengkong memperlihatkan lima pencuri beserta sepeda motor hasil curiannya yang diambil dari berbagai wilayah di Kota Batam, saat ekspos di Mapolsek Bengkong, Selasa (17/9/2019). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Tidak hanya jambret, AL dan R juga merupakan spesialis pencurian kendaraan bermotor. Keduanya melakukan aksi pencurian sepeda motor sebanyak lima kali termasuk di wilayah hukum Polsek Bengkong.

”Ini merupakan penjahat kambuhan, sudah beberapa kali keluar masuk penjara,” jelasnya.

“Setelah keluar main lagi, sampai keluar masuk penjara itu sebanyak tiga kali,” bebernya lagi.

Atas perbuatannya, AL dan R dijerat dengan Pasal 365 jo 363 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan yang ancaman hukumannya penjara 12 tahun.

”Tersangka beraksi karena ada kesempatan. Korban diintai terlebuh dahulu, kemudian dipepet sepeda motornya dan diambil barangnya,” ujarnya.

Sementara TT yang juga residivis atas kasus yang sama, beraksi dengan modus operandi berkeliling untuk mencari sepeda motor Kawasaki Ninja yang terparkir di depan rumah dan tidak terkunci ganda.(gie)

Kini SDN 008 Batuaji Miliki Gedung Sekolah Sendiri

0

batampos.co.id – Murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 008 Kecamatan Batuaji akan punya gedung sendiri setelah lima tahun terakhir menumpang belajar di SDN 002 Batuaji.

Pembangunan sekolah saat ini masih dalam tahap penyelesaian dan rencananya akan selesai pada Desember mendatang.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam membangun gedung sekolah dalam masa kontrak 150 hari kerja dengan biaya Rp 2,8 miliar.

”Sebab tahun depan sudah diperuntukkan proses belajar mengajar,” kata Komite SDN 08 Batuaji, Sumarjono, Selasa (17/9/2019).

Pembangunan gedung tersebut memang dikerjakan secara bertahap. Nantinya, bangunan itu berupa satu gedung dua lantai.

Rinciannya, lantai satu diperuntukkan untuk ruang guru dan tiga kelas ruang belajar. Sedangkan lantai dua untuk ruang belajar. Total luas lahan mencapai 4 ribu meter persegi.

”Pengerjaan terus kita kejar dalam waktu kurang tiga bulan ini, dan lahan memang sudah mencukupi,” imbuhnya.

Tiang untuk pembangunan gedung SDN 008 Batuaji sudah berdiri, Selasa (17/8/2019). Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Ia menambahkan, pembangunan sekolah sempat terkendala oleh warga setempat yang meminta agar kontraktor membangun saluran drainase.

Namun, permintaan tersebut tak bisa dipenuhi, karena sudah sesuai dengan yang diproyeksikan Dinas Pendidikan.

Pihak pengembang juga hanya menyanggupi pembuatan pagar pembatas antara gedung dan rumah warga.

”Kita sudah diskusi melibatkan Dinas Pendidikan dan warga, guna mengukur jarak rumah dan gedung,” jelasnya.

“Dan memang lahan yang ditimbun berdekatan bangunan belakang perumahan, dan warga sudah sepakat akan dibuat pagar pembatas di area sekolah,” terangnya lagi.

Diketahui, murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 008 Batuaji, masih harus menumpang di gedung milik SDN 002 Batuaji dalam menjalankan aktivitas belajar mengajar.

Sebab, rencananya baru tahun ajaran baru nanti mereka memiliki gedung sendiri karena baru tahun ini akan dibangun.(cr1)

Asap Kiriman Ganggu Penerbangan di Kota Batam

0

batampos.co.id – Dua penerbangan pesawat tujuan Anambas dan Bengkulu batal berangkat dari Bandara Hang Nadim Batam, Selasa (17/9/2019).

Sedangkan 5 rute penerbangan lainnya harus mengalami delay atau ditunda berangkat karena faktor cuaca, utamanya kabut asap.

Seorang penumpang pesawat tujuan Anambas, Edi Supritna, mengaku kecewa karena batal berangkat ke Anambas.

Padahal, ia sudah mempersiapkan segala sesuatunya sehari sebelum berangkat.

”Nyampe bandara pun tadi lebih awal, jadwal berangkat pukul 12.30 WIB,” katanya.

“Setelah delay dua jam, kemudian ada pengumuman pembatalan keberangkatan habis salat Asar,” kata Edi lagi.

Meski kecewa, Edi tak bisa berbuat banyak. Sebab, alasan pembatalan karena cuaca di daerah tujuan sedang tidak bagus.

Jarak pandang terlalu pendek untuk penerbangan dan pendaratan pesawat.

”Kalau untuk alasan keselamatan, ya sudahlah. Padahal kami ada acara di sana,” ujar Edi lagi.

Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Batam, Suwarso, mengatakan, pembatalan keberangkatan penerbangan karena faktor cuaca.

Asap membuat jarak pandang kurang dari 1.000 meter untuk daerah Anambas dan Bengkulu.

Kabut asap terlihat menyelimuti kawasan Batam Center, Selasa (17/9)/2019. Akibat kabut asap beberapa ruter penerbangan dari Kota Batam terpaksa dibatalkan. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Untuk rute Anambas kata dia, yang seharusnya berangkat 12.30 WIB, dibatalkan berangkat pukul 15.30 WIB.

Sedangkan rute Bengkulu dibatalkan berangkat pukul 17.00 WIB. ”Untuk Letung (Anambas) sudah dua hari batal berangkat. Jarak pandang di sana kurang dari 600 meter. Sedangkan Bengkulu baru hari ini,” ujar Suwarso kepada Batam Pos.

Sementara untuk penerbangan yang tertunda lainnya yakni tujuan Pontianak, Surabaya, Natuna, Jambi, dan Pekanbaru.

Rata-rata penerbangan tertunda satu hingga tiga jam karena alasan cuaca atau kabut asap juga.

”Demi faktor keamanan, penerbangan ditunda. Tak mungkin dipaksa berangkat dengan cuaca yang seperti itu,” jelasnya.

“Untuk rute Pontianak dan Pekanbaru juga sudah beberapa hari delay,” ujarnya lagi.

Dijelaskan Suwarso, meski kabut asap menyelimuti Batam, penerbangan untuk Batam sebenarnya tak terganggu.

Hanya saja yang membuat batal dan delay keberangkatan karena cuaca di daerah tujuan.

”Jarak pandang di Hang Nadim Batam sudah 9.000 meter, artinya tak ada gangguan sama sekali,” katanya.

“Apalagi Hang Nadim Batam memiliki panjang landasan 4.025 meter,” ujarnya lagi. 0

Di tempat berbeda, Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Hang Nadim Batam, Suratman, mengatakan, kiriman asap dari daerah lain di Kepri maupun dari Sumatera ke Batam masih terjadi hingga kemarin.

Jarak pandang untuk wilayah Batam juga sudah sempat di atas 9 kilometer.

”Siang tadi sudah 9 kilometer, namun sore ini sudah turun lagi jadi 7 kilometer,” paparnya.

“Jarak pandang siang dibantu karena adanya matahari,” imbuh Suratman.

Suratman menyatakan, kebakaran hutan masih terjadi di Natuna. Hal itu berakibat kabut asap di daerah Natuna hingga Anambas.(she)

26 September 2019, Pasar Induk Harus Kosong

0

batampos.co.id – Pemko Batam meminta pedagang mengosongkan pasar induk. Permintaan ini terkait rencana revitalisasi pasar tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kota Batam, Gustian Riau, menyebutkan, pihaknya telah melayangkan surat imbauan bongkar pada Kamis (12/9/2019) lalu kepada para pedagang.

Dalam surat tersebut lanjutnya disebutkan batas waktu pengosongan hingga Kamis (26/9/2019) mendatang.

“Kalau tidak sampai tanggal itu tidak dikosongkan, Pemko bersama tim terpadu akan melakukan pembongkaran,” ucapnya, Selasa (17/9/2019).

Pemko Batam meminta para pedagang di Pasar Induk Kota Batam diminta untuk mengosongkan lapak mereka paling lambat, Kamis (26/9/2019) mendatang. Foto; Cecep Mulyana/batampos.co.id

Ia menyampaikan, surat tertanggal 12 September 2019 telah melewati tahapan surat peringatan, dari peringatan pertama hingga ketiga.

Untuk itu ia berharap para pedagang mengindahkan imbauan pemerintah terkait pengosongan pasar.

“Jadi sudah mengeluarkan surat peringatan 1,2,3 dan surat pemberitahuan,” imbuhnya.

Sejatinya, lanjut dia, pemerintah bekerja sama dengan pihak swasta telah menyiapkan tempat sementara sembari menunggu revitalisasi pasar.

Lokasinya tidak jauh dari Pasar Induk Jodoh.

“Tempat yang tersedia di dalam (lokasi sementara) banyak, dari tempat lain juga muat kalau dipindahkan ke tempat yang kami sediakan,” ucap dia.

Menurut dia, setelah pasar induk bebas dari pedagang, tahapan revitalisasi akan dimulai.

“Kita akan segera dibangun dan anggaran Rp 200 miliar dari pusat,” jelasnya.

Kata dia, Detail Engenering Disign (DED) pasar induk juga sudah dianggarkan dan pada 2020 mendatang akan dimulai pembangunan.

“Nanti ada lima lantai dan di atasnya mushola,” paparnya.(iza)

Dinas Sosial Kota Batam Kesulitan Tertibkan Lokalisasi

0

batampos.co.id – Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) kesulitan menertibkan beberapa tempat yang diduga sebagai lokalisasi yang ada di Kota Batam.

“Saat ini kami hanya mengurus yang ada di pusat rehabilitasi saja. Kalau di luar itu kami tidak tahu,” kata Kepala Dinsos Batam, Hasyimah, Selasa (17/9/2019).

Saat terdapat kurang lebih 50 penghuni di pusat rehabilitasi non panti yang mendapatkan pembinaan termasuk pengecekan kesehatan seperti HIV/AIDS.

“Itu yang ada di Teluk Pandan. Yang menjadi binaan Dinsos,” imbuhnya.

Mengenai penutupan panti, Hasyimah mengatakan itu merupakan kebijakan pimpinan.

Menurutnya panti rehabilitasi berbeda dengan lokalisasi yang sekarang tengah ramai diperbincangkan.

“Ya kalau daerah lain menutup ya wajar saja karena memang itu lokalisasi,” jelasnya.

Ilustrasi

“Kalau yang kita bina ini kan panti. Jadi kami tak bisa tutup kecuali ada perintah,” terangnya lagi.

Begitu juga dengan memulangkan penghuni panti ke daerah asalnya seperti yang dilakukan daerah lain.

Penghuni panti merupakan orang yang sudah lama menetap di lokasi tersebut.

“Sebenarnya sudah ada yang kembali ke daerah mereka, namun yang sudah lama tinggal bagaimana kita mau memulangkan,” sebutnya.

Mantan Kepala SDN 007 Sekupang itu menuturkan, beberapa waktu lalu bahkan ada eks pekerja di lokasisasi dari daerah lain ingin masuk ke panti.

Namun pihaknya menolak karena tidak ingin menambah penghuni panti.

“Karena lokasi mereka ditutup jadi mereka ingin dipindahkan ke panti yang kami bina. Ya, kami tidak maulah,” tutupnya.(yui)

Taman Aspirasi Kini Menjadi Tempat Tinggal Tunawisma

0

batampos.co.id – Taman Aspirasi, Batam Centre awalnya diperuntukkan bagi warga yang ingin melakukan aksi, menyalurkan aspirasi, seperti unjuk rasa dan sebagainya.

Taman yang berada persis diantara pusat gedung pemerintah di Batam Center itu bahkan sempat dijadikan tempat penampungan imigran dari beberapa negara.

Setelah tidak lagi menjadi penampungan para imigran, kondisi Taman Aspirasi kian memprihatinkan.

Pasalnya tempat yang seharusnya digunakan untuk bersantai, kini justru diambil alih para tunawisma.

Lokasi Taman Aspirasi yang berada di Jalan Engku Putri Batam Centre. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Miris, itulah kesan pertama saat batampos.co.id menyambangi lokasi tersebut, Senin (16/9/2019).

Meski tampak asri, namun di beberapa sudut taman terlihat lembaran-lembaran baju dan celana yang dibiarkan mengantung.

Baca Juga: Ada Harus Tahu, Taman Rusa Sekupang Dulunya Jogging Track

Pakaian itu adalah milik para tunawisma. Anggota Satuan Tugas Pertamanan, Ayang, menuturkan Taman Aspirasi dulunya bersih dan rapi.

Ayang mengaku dirinya ditugaskan untuk membesihkan Taman Aspirasi sejak 2016 silam.

Bagian dalam Taman Aspirasi yang berada tidak jauh dari Kantor Wali Kota Batam. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Atau setelah para imigran dipindahkan ke Hotel Kolekta, Lubukbaja.

Kondisi yang bersih dan asri, kata dia kerap dimanfaatkan sebagai lokasi bersantai oleh masyarakat seusai mengurus parpor di kantor imigrasi.

“Dulu itu banyak yang ke sini orang-orang yang mau buat paspor dari jam delapan pagi sampai jam tiga sore selalu penuh,” katanya.

Baca Juga: Ngebutnya Internet di Taman Tuah Melayu

Namun diawal 2018, para tunawisma mulai berdatangan dan menghuni Taman Aspirasi.

“Seperti yang kita lihat sekarang banyak baju dan jemuran yang diletakan di bangku taman, membuat taman ini kumuh,” paparnya.

Kata dia, saat siang hari para tunawisma tidak berada di sekitar taman. Setahu dirinya, para tunawisma itu bekerja sebagai penjual koran dan pengamen.

Celana dan pakaian milik tunawisma yang dijemur di Taman Aspirasi. Foto: Dhiyanto/batampso.co.id

Namun saat malam hari, keadaan berubah. Para tunawisma memadati setiap sudut taman. Ia memperkirakan ada puluhan tuna wisma yang mendiami Taman Aspirasi saat malam hari.

Personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang bertugas di gedung DPRD, yang enggan namanya disebutkan, mengatakan, pihaknya sudah pernah membawa para tuna wisma tersebut ke Dinas Sosial.

Namun, setelah di data dan dilapas, para tuna wisma itu kembali memenuhi Taman Aspirasi.

“Banyak orang baru yang tinggal di taman itu,” ujarnya.

Kata dia, banyaknya tuna wisma di Taman Aspirasi sudah dilaporkan ke kantornya.

Tetapi hingga saat ini belum ada perintah dari atasannya untuk kembali membersihkan Taman Aspirasi dari tuna wisma.(nto)

KPPAD Berikan Pembekalan dan Psikotes Mental Kepada Guru

0

batampos.co.id – Pihak sekolah swasta yang salah satu gurunya diduga melakukan tindakan asusila kepada siswa perempuannya, melakukan pembekalan dan psikotes mental terhadap 30 guru dan ustaz.

Pembekalan dilaksanakan pihak sekolah bekerjasama dengan dengan Komisi Perlidungan Perempuan dan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepri.

Ketua KPPAD Provinsi Kepri, Eri Syahrial, mengatakan, program tersebut diberinama pembekalan mental menuju guru ramah anak.

Anggota Sat Reskrim Polresta Barelang membawa Sy (bertopi) yang diduga mencabuli enam muridnya di salah satu sekolah swasta di Kota Batam, usai tiba dari Tanjungbalai Karimun, Jumat ( 6/9/2019) lalu. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Ini untuk mengantisipasi agar tak lagi terulang kejadian serupa yang dilakukan oleh oknum guru kepada murid perempuannya,” ujarnya, Selasa (17/9/2019).

Baca Juga: Oknum Guru Cabul Mengaku Terpengaruh Film Dewasa

Selain menggelar psikotes dan pembekalan mental ke puluhan guru, pihak sekolah kata dia, juga memasang kamera pengawas atau CCTv di tiap sudut ruang kelas maupun ruang guru di SD maupun SMP.

Pemasangan itu lanjutnya, agar aktivitas antara murid dengan guru bisa terpantau.

Baca Juga: 6 Siswa Perempuan Jadi Korban Oknum Guru Cabul

Sehingga dapat menghindari adanya kejadian yang tak senonoh yang dilakukan oleh oknum guru kepada siswanya.

“Istilahnya agar pengontrolan langsung bisa terpantau,” terang Eri lagi.(gas)