Jumat, 17 April 2026
Beranda blog Halaman 10901

Din Syamsuddin Sampaikan Urgensi Pengentasan Kemiskinan dan Optimis pada Gerakan Nasional #Indonesia Dermawan

0

Hingga Maret 2019, Badan Pusat Statistik (BPS) mengeluarkan publikasi bahwa lebih dari 25 juta jiwa di Indonesia masih hidup di bawah garis kemiskinan. Sikap kedermawanan dari berbagai pihak menjadi solusi permasalahan kemanusiaan dengan mengedepankan kepentingan bangsa dan negara.

Berbagai dampak akan timbul jika kemiskinan ini terus membelenggu. Upaya pengentasan kemiskinan tidak hanya peran satu pihak saja, namun juga seluruh elemen bangsa. Berbagai solusi perlu segera digulirkan, demi secepatnya mengentaskan kemiskinan. Sementara itu, terdapat delapan provinsi yang mengalami kenaikan tingkat kemiskinan. Delapan provinsi itu meliputi Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Barat dan Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara dan Tenggara, Maluku Utara, serta Papua.

Tokoh nasional Din Syamsuddin menyampaikan, lembaga-lembaga filantropi juga perlu menyediakan sebuah sistem agar permasalahan ini juga segera dapat diatasi.

“Jelas, kemiskinan memerlukan kepedulian sosial, solidaritas sosial, kedermawanan. Maka lembaga-lembaga filantropi seperti Aksi Cepat Tanggap (ACT) perlu memikirkan sebuah sistem yang tepat. Sehingga, sistem ini bisa memberdayakan perekonomian, dan akhirnya bisa menuntaskan kemiskinan umat, kemiskinan di masyarakat selama ini,” kata Din.

Din Syamsuddin menambahkan, kedermawanan itu adalah sebuah hal nyata yang sudah tertanam di dalam diri bangsa Indonesia seperti saat terjadi bencana alam.

“Memang kedermawanan itu nyata adanya. Pada saat terjadinya bencana alam atau bencana sosial, terlihat kegairahan, semangat dari berbagai elemen masyarakat mengulurkan tangan kedermawanan, memberikan bantuan bahkan datang langsung ke lokasi,” ungkap Din.

Cara kerja filantropi dapat dihasilkan dari semangat kedermawanan yang organik dengan kesadaran individu maupun kolektif.

#IndonesiaDermawan menjadi semangat dalam menghidupkan kembali kebersamaan dalam aksi-aksi kebaikan. Semangat kebersamaan ini yang akan terus dihidupkan melalui Gerakan Nasional yang digalakkan oleh ACT dengan mengajak seluruh bangsa untuk memberikan kontribusi terbaiknya.

Gerakan #IndonesiaDermawan adalah gerakan inklusif yang berusaha mengajak publik berkontribusi menyelesaikan permasalahan kemanusiaan di Indonesia dan dunia berupa advokasi dan implementasi nilai-nilai kedermawanan ke seluruh masyarakat.

Mayat Tanpa Kepala Hebohkan Warga Pulau Gelam

0

batampos.co.id – Nelayan pulau Gelam, Kecamatan Galang menemukan mayat dengan kondisi tubuh tak utuh lagi di pesisir pantai dekat pemukiman mereka, Rabu (11/9/2019) siang sekitar pukul 14.00 WIB.

Jenazah tanpa kepala, kaki dan tangan itu hingga kini belum diketahui identitas dan jenis kelaminnya.

Saat ditemukan jenazah tinggal tulang belulang saja. Kapolsek Galang, AKP Heri Sujati, mengatakan, anggota tubuh korban sudah tidak utuh lagi.

Kapolsek Galang, AKP Heri Sujati, bersama anggotanya menangkat kantong jenazah berisi mayat tanpa kepala. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id

“Tidak bisa dikenali termasuk jenis kelamin. Ini masih didalami di RS Bhayangkara. Kemungkinan laki-laki kalau dilihat dari bajunya,” kata Heri, Kamis (12/9/2019).

Jenazah korban kata dia, pertama kali ditemukan seorang nelayan. Temuan itu lanjutnya sempat menghebohkan warga.

Ia juga belum dapat memastikan apakah jenazah yang ditemukan merupakan korban pembunuhan atau faktor lainnya.

“Kami mengimbau apabila ada masyarakat yang kehilangan anggota keluarga ataupun kerabat segera berkoordinasi dengan Polsek Galang atau RS Bhayangkara,” jelasnya.(eja)

Warisan BJ Habibie Untuk Kota Batam (2)

0

batampos.co.id – Selain mengusung konsep Benelux di Eropa menjadi Sijori (Singapura-Johor-Riau), Habibie juga mengenalkan Teori Balon BJ Habibie dalam membangun ekonomi Batam.

Yakni sebuah teori yang menggambarkan kondisi perekonomian di sebuah kawasan sebagai suatu sistem balon yang dihubungkan oleh satu dengan yang lain.

Dalam hal ini, Habibie membagi Batam menjadi tiga zona balon, yak-ni Balon I Batam, Balon II Rempang, Balon III Galang.

Teori Balon pertama kali dipaparkan di hadapan Perdana Menteri Lee Kuan Yew, pada saat kunjungan resmi perdananya ke Batam, Maret 1979.

Teori Balon merupakan sebuah teori yang menggambarkan kondisi perekonomian di sebuah kawasan sebagai suatu sistem balon yang lain dengan katup/pentil.

Ketika Balon I semakin besar dan terkena tekanan, anginnya akan tertiup ke Balon II. dan begitu selanjutnya.

Jika tidak ada katup/pentil, angin itu tidak akan sampai ke balon lainnya. Teori ini menjadi acuan BJ Habibie membangun Batam.

Penerapan teori balon inilah yang membuka kesempatan bagi Singapura untuk mengembangkan Pulau Batam sebagai Balon II.

Balon II ini berfungsi sebagai pencegah agar tidak terjadi letusan pada Balon I ketika terdapat tekanan yang berlebihan.

Balon II dengan sendirinya dapat membesar tanpa menyebabkan Balon I kempes. Balon II akan terus membesar hingga mencapai tekanan kritis.

Pada saat itulah, udara yang berlebihan itu akan mengalir ke Balon III dan seterusnya, kepada balon yang lain.

Misalnya, Pulau Rempang, Pulau Galang, dan Pulau Galang Baru. Batam merupakan sebuah pulau yang terletak di gugusan Kepulauan Riau yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia serta berada di jalur pelayaran internasional yang strategis Selat Malaka.

Perencanaan Batam dibangun oleh Presiden pertama RI Soekarno setelah era konfrontasi, yang pada awalnya sebagai basis militer.

“Pada era konfrontasi Jenderal Soeharto diutus ke Batam,” kata Habibie saat bertemu dengan para pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Batam di Harris Hotel Batam, Jumat (28/4/2017) lalu.

Habibie bercerita, saat itu, Soeharto pertama kali ke Batam untuk memantau Selat Singapura.

“Batam kala itu masih berupa pulau kosong tak berpenghuni, hanya ada kancil, ular piton serta binatang lainnya,” ungkapnya.

Singkat cerita, Habibie kemudian diutus Presiden Soe-harto untuk menyusun lang­kah-langkah strategis dalam menata dan me­ngembangkan Batam. Habibie kala itu baru pulang dari Jerman.

“Saat dipanggil, saya tidak tahu Batam itu di mana,” ujar Habibie.
Habibie mengatakan, kala itu ada sekitar 6.000 orang masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir yang kebanyakan dari mereka adalah nelayan.

Batam kemudian menjadi wilayah industri yang diharapkan bisa berkontribusi pada perekonomian nasional.

Belakangan, Habibie pernah mengusulkan agar Batam jadi provinsi khusus ekonomi. Usulan itu, menurut dia, sudah disampaikan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Saya tidak tahu apakah Presiden Jokowi tahu,” katanya.

Pesan Terakhir untuk Batam

Setelah tak lagi menjadi ketua Otorita Batam, Habibie kerap berkunjung ke Batam. Kamis 27 April 2019 lalu menjadi kunjungan terakhirnya ke Batam sebelum akhirnya ia wafat pada Rabu (10/9) petang.

Dalam kunjungan terakhir itu, Habibie menilai Batam sudah mengalami banyak perkembangan. Batam sudah lebih maju.

Hanya saja, ia menyayangkan masih banyak-nya perdebatan antarpemangku kebijakan di Batam. Menurut dia, situasi ini justru akan merugikan iklim investasi di Batam.

Kata Habibie, semua pihak, khususnya Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Pemko Batam, harus sama-sama memikirkan bagaimana Batam semakin maju.

Untuk itu, daripada sibuk berdebat, Habibie mengajak semua pihak memperbanyak peran dan sumbangsihnya untuk pembangunan Batam di semua sektor.(leo/ska)

Orang Pertama Itu Candra Ibrahim

0
ki-ka: Marganas Nainggolan, Candra Ibrahim, Zulhan dan Budi Mardiyanto

batampos.co.id – Direktur Utama Batam Pos sekaligus Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepri, Candra Ibrahim didampingi puluhan wartawan lintas media datang ke Kantor DPC PDIP Kota Batam mendaftar atau mengambil formulir pendaftaran bakal Cawako/Cawawako Batam.

Didampingi langsung oleh Wakil Komisaris Utama Batam Pos, Marganas Nainggolan dan Pemimpin Redaksi Batam Pos, M Iqbal, Candra Ibrahim yang mengenakan pakaian khas Melayu dan mengenakan tanjak, diterima langsung oleh ketua panitia penjaringan bakal Cawako/Cawawako Batam dari DPC PDIP Batam, Zulhan didampingi koordinator komunikasi politik penjaringan DPC PDIP Kota Batam, Budi Mardianto, Kamis (12/9) sore.

Candra Ibrahim merupakan kandidat bakal cawako/cawawako Kota Batam yang perdana atau pertama yang datang mendaftar dan mengambil formulir bakal cawako/cawawako Batam ke DPC PDIP Kota Batam.

“Kami disebut yang pertama tetnu ada sebabnya. Saya pribadi ingin memberikan sinyal kepada yang lainnya, kalau memang serius dan ingin maju pada Pilwako Batam, jangan ragu-ragu, makanya saya mencoba mendaftar perdana ke DPC PDIP Kota Batam. Mudah-mudahan dengan demikian, kami punya penilaian training siapa yang maju. Kami juga beradu cepat, makanya kami mencoba mendaftar di awal ke PDIP. Insya Allah semua persyaratan bisa kami penuhi dengan waktu yang diberikan selama tiga hari. Kami serius maju, makanya kami mencoba mendaftar terlebih dahulu,” ujar Candra Ibrahim.

Sementara koordinator komunikasi politik penjaringan DPC PDIP Kota Batam, Budi Mardianto sangat mengapresiasi kedatangan dan niatan Candra Ibrahim yang mendaftar sebagai bakal cawako/cawawako Batam dari PDIP.

“Terimakasih Pak Candra sudah mendaftar sebagai bakal cawako/cawawako Batam ke PDIP sebagai kandidat pendaftar yang perdana. Persyaratan dari DPC PDIP sendiri sangat normatif, kami tak memberlakukan persyaratan yang ribet. Kami sangat mendukung sekali upaya Pak Candra Ibrahim untuk mendaftar di awal, agar langkah ke depannya masyarakat akan tahu siapa sosok yang serius untuk maju sebagai bakal cawako/cawawako Batam, yang memiliki niatan baik dalam membangun Kota Batam lebih maju,” ujar Ketua Komisi I DPRD Batam ini.

Ditemui di dalam ruang pendaftaran, ketua panitia penjaringan bakal cawako/cawawako, Zulhan menyerahkan beberapa berkas pendaftaran yang nantinya harus diisi dan dilengkapi. Selanjutnya setelah dilengkapi, berkas pendaftaran tersebut harus dikembalikan paling lama dalam waktu tiga hari ke depan.

Usai menerima formulir pendaftaran, Candra Ibrahim membubuhkan tanda tangan di berkas pengambilan formulir yang diserahkan oleh Budi Mardianto didampingi Zulhan, langsung ke Candra Ibrahim.

DPC PDIP Kota Batam sendiri resmi membuka pendaftaran bakal cawako/cawawako Batam untuk pilwako Batam tahun 2020 mendatang mulai 12 September hingga 23 September mendatang.. (gas)

Kata Para Tokoh di Batam Tentang BJ Habibie (1)

0

batampos.co.id – Banyak kenangan ketika beberapa kali saya meliput Ketua Otorita Batam Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie di Batam. Paling tidak di era 90-an.

Suatu ketika, dalam tugas peliputan Presiden ke-3 Republik Indonesia itu di Bandara Hang Nadim di Batam, saya bersama wartawan Kompas mendiang, Abun Sanda, dan wartawan Tempo, Bambang Setyadi, melontarkan pertanyaan mendadak, ketika beliau bersama rombongan berjalan di Apron Bandara Hang Nadim ke arah pesawat nonkomersil yang akan membawanya.

Pada saat berjalan menapaki jarak ke pesawat dari ruang VVIP, kami bertiga mendekatinya lalu mengajukan pertanyaan.

Beliaupun masih menyisakan waktu untuk menjawab di sisi wak­tu yang me­pet, di tengah suara bising me­sin pesawat yang standby untuk take off.

Dengan gayanya yang khas dan tatapan bola mata melotot tajam, beliau langsung menjawab cepat kebenaran ekspor dari Batam yang kami tanyakan.

Mungkin karena tidak hafal angka ekspor dari Batam, dengan suara khas dan tegas beliau meminta data tentang ekspor yang baru dirilis dalam pidatonya beberapa saat sebelumnya di Gedung Otorita Batam (sekarang gedung BP Batam) di Batam Center.

Presiden ke 3 Republik Indonesia BJ Habibie. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Anda bilang barang yang ke luar dari Batam bukan ekspor?” ujarnya dengan suara agak serak.

Dalam posisi doorstop, di tengah deru mesin pesawat di kejauhan 25 meter, ditemani sekitar lima stafnya, tanya jawab antara beliau dengan kami semakin seru.

Ya, itu tadi, mengenai definisi ekspor atas barang rakitan elektronik yang akan direekspor.
Bukan hanya materi wawancara reekspor itu yang kami ajukan ke mantan Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) itu.

Juga masalah keamanan Batam yang semakin hari kualitas kriminalitasnya semakin tinggi.

Ada dua kasus pembunuhan terbaru ketika itu. Keduanya warga Singapura dalam interval waktu yang berlainan.

BJ Habibie memang sangat peduli soal faktor keamanan di Batam. Begitu pertanyaan angka kriminalitas itu kami ajukan, masih dalam posisi yang sama, tiba-tiba almarhumah Ainun Habibie yang dari tadi sudah duluan masuk ke pesawat, turun kembali ke apron.

Dengan derap langkah agak cepat, Ibu Ainun mendekat ke BJ Habibie dan spontan menarik lengan suami tercintanya itu sambil mengajak, “Ayo, Pak, pesawat sudah menunggu.”

Memang Ainun dan BJ Habibie seperti biasanya, setiap kali ke Batam selalu bersama rombongan dari bermacam institusi negara.

Ajakan Ibu Ainun tadi tak sertamerta diiyakan. BJ Habibie masih asyik menjawab kami.

Mantan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) itu pun langsung memanggil Kapolda Riau (ketika itu Batam masuk wilayah hukum Polda Riau) yang tengah dalam posisi berbaris bersama unsur Muspida Batam, di kejauhan sekitar 50 meter.

Begitu berdialog sebentar, diapun langsung menghubungi Kapolri by phone dan meminta agar Kapolres Batam (saat itu) diganti dengan Kapolres terbaik se-Indonesia, untuk bisa menjamin aspek keamanan di Batam.

Sejurus kemudian, Habibie pun memasuki pesawat buatan Nurtanio N21 itu untuk bertolak ke Jakarta.

Deretan para pejabat yang sedang sikap berdiri di apron keberangkatan VVIP, menjadi gusar. Baik Wali Kota Batam Abdul Azis, Kepala Satuan Pelaksana (Kasatkak) Otorita Batam Sudjatmiko, Kapolres dan yang lain menjadi gusar seketika tak tentu arah.

Mereka tidak tahu persis apa materi yang dibahas wartawan dengan BJ Habibie karena posisi mereka agak berjauhan dengan posisi doorstop wawancara itu.

Begitu cepat tindakan yang diputuskan Habibie saat itu demi kemajuan Batam sebagai kawasan ekonomi strategis yang dimimpikan akan terbesar di Asia Pasifik.

Dua hari kemudian Kapolres Batam pun diganti dengan Kapolres baru.
Habibie memang bisa dikatakan super kuat saat itu. Memerintah Kapolri pun beliau tak segan.

Begitulah BJ Habibie, selain memiliki power pada saat itu, beliau pun super sibuk meng-urus negara. Karena kesibukannya, kadang hanya beberapa jam saja di Batam.

Banyak dokumen yang harus diteken. Karena itulah tak jarang pundak stafnya pun menjadi meja kerja untuk sementara.

Itulah sekelumit kenangan seorang wartawan mengejar Habibie sampai ke apron lapangan udara di Bandara Hang Nadim Batam, yang dia bangun itu.
Bandara yang jauh hari beliau mimpikan menjadi hub di Asia Pasifik.(*)

Marganas

Sukseskan Progam KB, Pinti Batam Dukung BKKBN

0

batampos.co.id – Perhimpunan Perempuan Tionghoa Indonesia (PINTI) Batam dan Kep-ri turut ambil bagian untuk menyukseskan program Keluarga Berencana (KB) yang gencar disosialisasikan pemerintah.

Bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), organisasi kaum ibu-ibu itu mengadakan layanan KB dan pap smear gratis kepada ratusan ibu-ibu di Kelurahan Teluktering, Batam Kota, Rabu (11/9/2019).

Layanan gratis untuk mendukung program kesejahte-raan masyarakat ini berlangsung di kantor Kelurahan Teluktering dan dilayani belasan petugas BKKBN Batam.

Pengurus dan puluhan anggota Pinti Batam dan Kepri juga hadir melayani ibu-ibu yang datang.

Mereka bertindak sebagai fasilitator kepada warga yang akan mengikuti KB atau pap smear.

PINTI Batam dan Kepri bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) saat melakukan pelayanan KB dan pap smear gratis di Kelurahan Teluktering, Batam Kota, Rabu (11/9/2019). Foto: BKKBN untuk Batam Pos

”Pelayanan tetap oleh BKKBN dan paramedis puskesmas setempat, kami Pinti sebagai fasilitator dan mendukung sebagai mitra kerja,” jelas ketua panitia pelaksana acara Mei Salim dari Pinti Kepri.

“Kami yang data dan survei di lapangan, banyak masyarakat di sini yang belum KB, makanya kami ajak (BKKBN) ke sini,” ujarnya lagi.

Pantauan di lapangan, layanan KB dan pap smear gratis ini disambut antusias ibu-ibu setempat.

Sejak pelayanan dibuka pukul 09.00 WIB, puluhan ibu-ibu langsung memenuhi ruangan pelayanan yang disediakan.

Mereka tampak semangat untuk menyukseskan program keluarga berencana tersebut.

”Sudah lama saya mau KB tapi bingung mau ke mana. Alhamdulilah, hari ini ada pelayanan di sini, jadi saya datang lebih awal biar duluan dilayani,” ujar Fina, warga setempat.(eja)

Nuryanto Terpilih Kembali Menjadi Ketua DPRD Kota Batam

0

batampos.co.id – DPRD kota Batam menetapkan pimpinan definitif, Kamis (12/9/2019). Ada empat pimpinan yang diumumkan dalam sidang paripurna dengan agenda pengumuman dan penetapan calon pimpinan definitif DPRD kota Batam masa jabatan 2019-2024 tersebut.

Nuryanto

Nuryanto dari PDI Perjuangan ditetapkan sebagai Ketua DPRD. Sedangkan tiga wakilnya adalah Muhammad Jamaludin dari Partai Nasdem, Ruslan M. Ali Wasyim dari Golkar dan Iman Sutiawan dari Partai gerindra.

Penetapan pimpinan DPRD defenitif dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Batam sementara Putra Yustisi Respaty.(rng)

B.J. Habibie, Dibalik Kelahiran Telkomsel

0

Tahukah Anda, almarhum BJ Habibie ialah sosok penting dalam sejarah cikal bakal berdirinya Telkomsel di awal tahun 1990-an, yang menjadikannya sebagai salah satu Founding Fathers Telkomsel.

Direktur Utama Telkomsel, Emma Sri Martini mengatakan, “Pak Habibie merupakan sosok yang penting bagi kami, beliau memiliki hubungan sejarah erat dalam proses beroperasinya teknologi selular Global System for Mobile Communications (GSM) di Indonesia serta beroperasinya layanan Telkomsel pertama kali di Pulau Batam.”

Sejarah hadirnya teknologi GSM di Indonesia hingga berdirinya PT Telekomunikasi Selular tidak dapat dipisahkan dari peran penting almarhum Bapak Habibie. Pada tanggal 14 Juli 1993, sejumlah direksi PT Telkom menghadap beliau yang saat itu menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Republik Indonesia. Di atas sehelai kertas, beliau menuliskan persetujuan dan penerapan GSM sebagai standar teknologi seluler Indonesia. Tulisan ini yang kemudian menjadi referensi dari sebuah langkah besar migrasi teknologi dan pengembangan industri seluler analog ke digital di Indonesia.

Momen di saat Almarhum B.J. Habibie (tengah) mencoba sambungan telepon menggunakan GSM Telkom didampingi Direktur Utama Telkom Setyanto (paling kanan) dan Kepala Proyek Sistem Telekomunikasi Kendaraan Bergerak TelkomGaruda Sugardo (paling kiri) saat itu, pada acara Peresmian Telkomsel GSM di Pulau Batam pada tanggal 2 September 1994. Bapak Habibiemelakukan hubungan telepon dari GSM Telkomsel perdana, dari Batam ke Jakarta dan London.

Empat belas bulan kemudian, tepatnya pada tanggal 2 September 1994, Bapak Habibie meresmikan pengoperasian Telkomsel GSM di Pulau Batam. Pada saat itu, Telkomsel merupakan nama produk dari PT Telkom. Sebagai Menristek, beliau melakukan percobaan teknologi GSM dengan melakukan hubungan telepon dari GSM Telkomsel perdana, dari Batam ke Jakarta dan London. Berangkat dari dua momen penting tersebut, Telkomsel GSM kemudian dipersiapkan dan dikembangkan menjadi sebuah operator seluler, hingga akhirnya pada 26 Mei 1995, lahirlah PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel).

Sejak peristiwa bersejarah di Batam, sosok B.J. Habibie sejatinya merupakan pelanggan pertama Telkomsel. Namun sebagai bentuk penghormatan yang terdalam atas kontribusi beliau, Telkomsel kemudian memberikan penghargaan kepada Bapak Habibie sebagai pelanggan Telkomsel ke-100 juta pada perayaan pencapaian Telkomsel di tahun 2011.

Bapak Habibie juga pernah menyampaikan sebuah pesan berharga bagi keluarga besar Telkomsel.

Telkomsel adalah anak dan cucu ideologis-intelektual saya. Teruslah memberikan yang terbaik untuk bangsa”, pesan almarhum pada hari jadi Telkomsel yang ke-21 pada tanggal 26 Mei 2016.

“Semangat Pak Habibie akan selalu melekat dalam perkembangan dan pertumbuhan Telkomsel. Kami akan meneruskan cita-cita dan kontribusi Pak Habibie untuk mengembangkan pemanfaatan teknologi untuk kemajuan anak bangsa. Selamat jalan, Pak Habibie”, tutup Emma. (*)

Rumah Zakat Bersama Pegadaian Syariah Beri Layanan Kesehatan Gratis 

0

batampos.co.id – Rumah Zakat Sinergi Bersama Pegadaian Syariah Carina Batuaji mengadakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di Artha Guna Lestari RW. 012 Kel. Sei Langkai Kecamatan Sagulung, Rabu (11/9/2019).

Layanan kesehatan gratis dimulai pada pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Ada sekitar 125 masyarakat yang mendapatkan pelayanan kesehatan gratis.

Branch Manager Rumah Zakat Kepri, Muhammad Isa, mengatakan, layanan kesehatan gratis itu merupakan hasil kerjasama pihaknya dengan Pegadaian Syariah untuk menyalurkan program kesehatan kepada masyarakat yang tidak mampu.

“Semoga Rumah Zakat dapat memberikan pelayanan terbaik kepada Penerima Manfaat” ujarnya.

Rumah Zakat Sinergi Bersama Pegadaian Syariah Carina Batuaji mengadakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di Artha Guna Lestari di Sagulung. Foto: Rumah Zakat untuk batampos.co.id

Manager Marketing Pengadaian Syariah, Baim, berharap Rumah Zakat dan Pegadaian Syariah bisa saling sinergi untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

Pemeriksaan kesehatan gratis, berjalan lancar dan dipimpin dua orang dokter, dua orang paramedis, dua orang depo obat, seorang rekam medik serta 3 relawan Rumah Zakat yang telah bertugas dalam layanan kesehatan kali ini.

Antusiasme warga untuk menjalani pemeriksaan sangat besar. RW setempat, Dewi Handayani, mengatakan, warga Artha Guna mengucapkan banyak terima kasih kepada Rumah Zakat dan Pengadain Syariah.(*)

Perjalanan Cinta Habibie – Ainun Direkam dalam Prangko

0

batampos.co.id – Mendiang Presiden ke-3 Republik Indonesia (RI) Bacharuddin Jusuf Habibie sempat memesan prangko prisma berisi foto perjalanan cintanya dengan sang istri, Hasri Ainun Habibie, sebelum wafat.

Seharusnya prangko perjalanan cinta itu diserahkan pada Kamis (12/9) ini.

“Hari ini, PT Pos Indonesia harusnya menyerahkan prangko pesenan Bapak Habibie. Prangko prisma yang berisi perjalanan delapan windu Bapak Habibie dan Ibu Ainun dalam bentuk prangko prisma,” kata Kepala Regional 4 PT Pos Indonesia Onni Hadiono di rumah duka, Jalan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (12/9).

Onni menyampaikan, Bapak Demokrasi Indonesia itu telah memesan 100 ribu keping prangko prisma yang berisi 5.000 foto perjalanan cinta Habibie dan Ainun selama delapan windu. Namun, prangko itu tak sempat diberikan langsung kepada sang perancang pesawat N-250 itu.

Prangko prisma perjalanan cinta delapan windu Habibie dan Ainun, Jalan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (12/9). (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)

“Jadi, beliau pesan pada kami ada 100 ribu keping, yang mengabadikan perjalanan cinta beliau selama delapan windu. Ada 5.000 foto. Nanti sebenarnya ada delapan seri tapi baru jadi satu seri dan hari ini sebenarnya kami janji untuk menyerahkan kepada beliau, cuma ya turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya Pak Habibie,” terang Onni.

Onni menyebut, ide pembuatan prangko itu muncul pada dua tahun lalu. Selain mengabadikan cinta Habibie dan Ainun dalam bentuk film, pihak keluarga ingin ada dalam bentuk prangko.

“Jadi, dari pihak keluarga Pak Habibie disamping mengabadikan cinta beliau ke Bu Ainun dalam bentuk film, tapi juga ada dalam bentuk prangko prisma seperti ini,” ucap Onni.

Oleh karenanya, PT Pos Indonesia akan menyerahkan prangko prisma perjalanan cinta Habibie dan Ainun kepada pihak keluarga “Jadi, mungkin nanti bisa berhubungan dengan keluarga, keluarga Pak Habibie mungkin dari Pak Thareq karena yang pesan Pak Habibie,” tukasnya. (*)