batampos.co.id – Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, meminta pegawai di lingkungan Pemko Batam untuk hati-hati bermedia sosial.
Ia mengaku tidak ingin kesalahan bermedsos justru merugikan Batam secara umum.
“Saya kira ASN (aparatur sipil negara) adalah teladan bagi masyarakat. Oleh sebab itu, justru ASN dituntut untuk menjadi garda terdepan jika ada informasi yang diindikasikan mengganggu kamtibmas,” katanya, di ruang kerjanya, Senin (15/10/2019).
Ia juga meminta pegawai untuk tidak nyinyir apalagi terkait atasan. Menurut dia, semua SDM yang ada haruslah kompak demi Batam yang lebih baik.
Selain itu, kekompakan harus juga dibangun bersama masyarakat.
“Jangan pula ada pegawai komentari atasannya, ngomong ini-itu. Yang perlu kita pahami Batam sedang dalam era keemasan atau kebangkitan,” jelasnya.
“Kata kuncinya, kebersamaan, sinergi, kolaborasi dan sinkronisasi jika ingin bangun Batam,” imbuhnya lagi.
Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko Batam. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id
Ia mengatakan, masyarakat dapat melaporkan jika ada pegawai Pemko yang melakukan hal tidak patut di medsos. Dalam hal ini pihaknya akan menindak.
“Teguran lisan, tertulis, dilepas dari jabatan, dihentikan hormat dan tidak hormat. Tapi saya yakin tidak sampailah ke sana, yang paling penting menjaga,” ujarnya.
Di Tanjungpinang, Satreskrim Polres Tanjungpinang mengamankan seorang pelaku ujaran kebencian di media sosial bernama A di kawasan Batu 8 Tanjungpinang, pekan lalu.
Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali, menjelaskan, pelaku menulis ujaran yang bernada kebencian di akun media sosial miliknya.
Tulisan pelaku berkaitan dengan penusukan yang menimpa Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto.
Pelaku menulis “Ditusuk ya? Ada bayi dikampak, ada yang dibakar dan dibunuh di Wamena, tenang-tenang saja, kok ini heboh”.
Mengetahui tulisan bernada kebencian tersebut, kepolisian langsung melacak keberadaan pelaku, kemudian mengamankannya ke Mapolres Tanjungpinang untuk dimintai keterangan.
“Pelaku mengaku telah memposting tulisan itu,” jelas Ali.
Setelah diperiksa selama 24 jam, pelaku diperbolehkan pulang dan dikenai wajib lapor setiap hari.
“Proses hukum selanjutnya, tergantung hasil gelar perkara,” kata Ali.(iza/yus)
batampos.co.id – Pemenuhan angkutan umum laik di Batam belum sesuai harapan. Pasalnya, banyak ditemui angkutan umum yang tidak laik jalan.
Parahnya lagi, banyak angkutan umum tak laik itu kerap ugal-ugalan di jalan raya dan membahayakan pengendara lain maupun penumpang di dalamnya.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam telah melakukan rapat koordinasi dengan polisi, organda maupun pengusaha angkutan umum.
Rapat ini membuahkan hasil dalam waktu dekat akan ada razia dan angkutan yang melebihi usia operasional dan tidak laik jalan, akan ditindak.
”Yang melebihi usia operasional dan kami anggap tidak laik, kami panggil badan usahanya dan berikan surat pemberitahuan untuk menghitamkan pelat, kalau dihitamkan tak lagi jadi angkutan umum, tapi angkutan pribadi,” kata Kabid Lalu lintas Dishub Batam, Edward Purba, Selasa (15/10/2019) sore.
Dengan beralih jadi pelat hitam, otomatis kendaraan tersebut tak boleh lagi me-ngangkut penumpang dan jadi mobil pribadi.
Untuk diketahui, penanganan angkutan umum tidak laik jalan ini tak kunjung tuntas meski Kepala Dishub Batam telah berganti beberapa kali.
Angkutan umum dengan badan kendaraan terlihat rusak melintas di Jalan R Suprapto, Sagulung, beberapa waktu lalu. Dishub Batam akan menertibkan angkutan umum tak laik jalan. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.idBatam,
Tak heran, Batam tidak mendapat penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN), yang merupakan penghargaan bagi kota-kota yang mampu menata transportasi publiknya dengan baik.
Penghargaan ini terakhir diraih pada 2017 lalu. Soal ini, Edward berdalih Batam bukan tidak mampu.
Melainkan ada keterlambatan informasi yang didapat Dishub Batam sehingga tidak bisa ikut serta.
Bahkan, pihaknya bera-lasan Dishub sedang fokus ikut andil membangun Batam.
”Kami juga fokus ke pembangunan di kota dan infrastruktur, untuk WTN seperti terlupakan,” katanya.
Dalam hal ini, ia menyebutkan selain Batam, banyak daerah lain yang juga tidak ikut.
”Banyak daerah juga yang tidak ikut, bukan tidak mau ikut. Kita fokus maksimalkan infrastruktur di kota,” kilah-nya.(iza)
batampos.co.id – Anggota DPRD Kota Batam, Aman, menuding data penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan untuk masyarakat miskin Kota Batam dianggap tidak valid. Banyak masyarakat miskin di kota ini yang tak tersentuh layanan ini.
”Kenapa saya katakan data tidak akurat? Sebab data masyarakat miskin di Kota Batam itu bicara by name by address dan itu belum valid secara keseluruhan,” ujar Aman, Selasa (15/10).
Alasan lain belum validnya data ini bisa dilihat dari masih banyaknya masyarakat Batam yang belum terdaftar atau mendapatkan bantuan BPJS Kesehatan dari pemerintah.
”Kita masih bisa lihat tetang-ga kanan kiri. Kemudian orang yang langsung mengadu kepada kita, yang tidak mendapatkan Kartu Indonesia Sehat,” ungkap Aman.
Diakuinya, kondisi ini harus menjadi PR bagi pemerintah Kota Batam untuk melakukan verifikasi data dengan turun langsung ke lapangan, karena tidak bisa hanya menggunakan data dari BPS.
”Kita mohon maaf jangan hanya menggunakan data dari BPS, data dari BPS itu sifatnya random (acak, red) juga,” ujarnya.
Politikus PKB itu mencontohkan saat petugas BPS mengambil data ke rumah-rumah warga, banyak rumah warga yang tertutup sehingga tak bisa didata. Berbeda jika melibatkan lurah.
Lurah selama ini melakukan pencacah. Apalagi melibatkan RT/RW, sehingga datanya lebih akurat. Aman juga menilai masyarakat Batam cenderung banyak yang rentan miskin. Apalagi belakangan ini banyak PHK. Contohnya PT UNISEM sudah melakukan PHK.
Begitupun perusahaan lainnya.
”Anggaplah mereka punya tabungan yang bisa dipakai enam bulan, tapi setelah itu jika tak dapat kerja, mereka jadi pengangguran lalu jatuh miskin,” ucapnya.
Menurut Aman, mendata warga yang mengalami kondisi tersebut sangat penting, sehingga pendistribusi PBI bisa tepat sasaran.
Untuk itu, ia meminta Pemko Batam memvalidasi data PBI BPJS Kesehatan secara berkala. Terkait jumlah penerima yang ditanggung oleh pemerintah, Aman menyebutkan 35 ribu lebih. Terkait data PBI di Kota Batam, Ombudsman Kepri, Lagat Siadari angkat bicara.
Menurutnya, program pemberian PBI Kesehatan bagi puluhan ribu masyarakat di Batam merupakan kebijakan publik yang dilakukan Pemko Batam menggunakan APBD. Penyaluran bantuan tersebut memang wajib hukumnya untuk dilakukan validasi minimal setiap tahunnya agar tepat sasaran.
”Mustahil kalau dalam setahunnya data masyarakat penerima PBI BPJS Kesehatan tak berubah. Pasti ada penerima bantuan yang sudah pindah atau pulang kampung, atau meninggal dunia. Ada juga perekonomiannya meningkat, sehingga tak lagi perlu diberikan bantuan itu. Bantuan bisa dialihkan ke masyarakat lainnya yang membutuhkan,” ujarnya.
Sementara soal rencana kenaikan iuran PBI BPJS Kesehatan, sekretaris Komisi IV DPRD Batam, Tumbur Sihaloho, menegaskan, dari Pemko Batam belum ada rencana membahas kenaikan tarif BPJS Kesehatan itu ke Komisi IV DPRD Batam.
Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmaryadi, menegaskan bahwa penganggaran premi atau iuran BPJS Kesehatan untuk 35 ribu warga Batam yang tertanggung PBI Pemko Batam masih sesuai dengan iuran lama.
”Kalau kenaikan iuran BPJS Kesehatan itu nanti tak akan bisa juga diberlakukan mendadak ke puluhan ribu warga Batam yang tertanggung PBI. Kan sistem dan mekanisme anggaran itu ada. Jadi kalau mendadak diberlakukan awal tahun, tak akan bisa dong di Batam,” ujar Didi.
Karena itu, lanjutnya, Dinkes Batam sudah menganggarkan iuran itu dari sekarang. ”Mung-kin kalau disosialisasikan dulu, tahun depan baru kami masukkan di anggaran, itu baru bisa. Mau tak mau kalau kita ikut undang-undang, Pemko Batam kan wajib ikut,” terangnya.
Ilustrasi / Dok. JPNN
Menurutnya, untuk itulah pihaknya akan mengusahakan dananya untuk membayar kenaikan iuran BPJS Kesehatan.
”Dari kami kan ada sekitar 35 ribu warga yang kami bayarkan kapitasi atau yang ditanggung Pemko Batam. Itu sudah kami kasih tahu bagian perencanaan untuk mengantisipasi kenaikan tarif BPJS Kesehatan tahun depan. Intinya Pemko Batam sudah siap dengan kenaikan tarif BPJS Kesehatan,” tegasnya.
Didi meminta kepada rumah sakit agar tetap memberikan pelayanan medis maksimal ke masyarakat. ”Jangan tarif BPJS Kesehatan sudah naik, ternya-ta pelayanan justru asal-asalan. Itu kami yang tidak mau,” ujarnya.
Persetujuan usulan kenaikan premi atau iuran BPJS Kesehatan merupakan rencana baru. Sementara pembahasan anggaran dari Dinkes Batam sudah lama dibahas. ”Jadi, mungkin berlakunya kenaikan tarif BPJS Kesehatan yang PBI itu baru bisa dilakukan 2021. Sebab tahun 2020 kami masukkan di dalam anggaran untuk tarif yang baru BPJS Kesehatan,” ujarnya.
Penerima PBI Bisa Diganti
Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) Batam, Hasyimah, menga-takan, setiap tahun melakukan pendataan ulang terhadap penerima bantuan baik dari pusat maupun daerah termasuk penerima bantuan iuran (PBI) yang dibayarkan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam. Saat ini, ada 57 ribu warga miskin yang sudah terdaftar di sistem yang dimiliki Kementerian Sosial (Kemensos).
Setiap tahun pemerintah mengeluarkan anggaran untuk mengakomodir mulai dari pendidikan, sembako, hingga jaminan kesehatan.
”Untuk kesehatan ada yang dari pusat tapi tidak bisa mengakomodir semua warga miskin Batam. Sehingga sisanya diakomodir melalui APBD,” kata Hasyimah, Selasa (15/10).
Sebanyak 35 ribu lebih warga miskin diakomodir dari APBD Batam setiap tahunnya. Penerima ini merupakan mereka yang sudah terdaftar dan dinyatakan miskin berdasarkan survei yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS).
”Datanya tidak sembarangan. Selain itu ada juga hasil pencacah yang turun ke lapangan setelah berkoordinasi dengan lurah setempat,” ujarnya.
Mereka yang sudah terdaftar tidak bisa diganti, kecuali pindah atau meninggal dunia. Jika hal ini terjadi maka akan dilakukan pergantian dengan warga miskin lainnya.
”Kami ada data cadangan juga. Jadi, orang miskin ini kan belum semua terkamodir. Jadi, nanti mereka yang akan menggantikan penerima yang sudah tak ada,” terang Hasyimah.
Untuk menghindari adanya penerima yang tidak sesuai dengan keadaan aslinya. Dinsos melibatkan pencacah serta lurah setempat. Pendataan orang miskin ini dilakukan dengan turun ke rumah-rumah warga.
”Jadi, tidak asal-asalan juga. Jangan sampai penerima bantuan ini pura-pura miskin. Harus sesuai kondisi mereka. Makanya pencacah turun untuk memastikan,” tambahnya.
Ia mengakui persoalan pengentasan warga miskin ini tidak mudah. Untuk itu, semua pihak harus dilibatkan. Mereka yang meningkat taraf hidupnya akan dikeluarkan dari penerima bantuan.
”Ini berdasarkan hasil pencacah tadi.Kalau memang sudah mampu untuk apa dibantu. Lebih baik diberikan kepada warga miskin lainnya,” imbuh mantan Kepala SDN 007 Batam ini. (gas /yui)
batampos.co.id – Rangkap jabatan yang dilakoni Wali Kota Batam, Muhammad Rudi yang kini juga Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, memunculkan berbagai harapan.
Salah satunya perihal peralihan aset dari BP Batam ke Pemko Batam.
”Saya yakin tahap kedua ketiga dan selanjutnya akan cepat selesai. Terutama tentang jalan yang kini tengah kami kembangkan,” kata Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, Selasa (15/10/2019).
Menurut dia, semua tengah berproses. Bahkan sebagian sudah ditindaklanjuti oleh BP Batam. Dalam hal ini, penyerahan aset tahap satu sudah tuntas.
”Sekarang sedang berproses tahap kedua,” katanya.
Kepala Badan Pengelolaan Aset dan Keuangan Daerah (BPKAD) Kota Batam, Abdul Malik, mengatakan, aset tahap kedua di antaranya terdiri dari rumah dinas, tanah dan ba-ngunan Engku Putri, Stadion Seiharapan, lanjutan kawasan TPA Punggur, Bumi Perkemahan hingga TPU Seitemiang sudah disetujui presiden.
”Suratnya keluar tanggal 8 Juli. Dalam surat disebutkan, tiga bulan pasca persetujuan hibah (Oktober), sudah harus dilakukan,” imbuhnya.
Gayung bersambut, ia mengaku posisi Muhammad Rudi yang juga Kepala BP Batam mempengaruhi percepatan penyerahan aset.
Ia menyebutkan, kelak aset-aset ini akan digunakan sesuai peruntukannya. Tanpa mengubah fungsi awalnya.
Dataran Engku Putri beserta bangunan gedung yang mengelilinginya saat difoto dari udara, Kamis (29/11/2019) lalu. Dataran Engku Putri jadi salah satu aset yang akan diserahkan BP Batam ke Pemko Batam. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id
”Sekarang sedang disiapkan BP Batam naskah hibahnya. Setelah resmi pencatatan aset di sana (BP Batam) dihapus, di sini (Pemko Batam) akan dicatat. Kalau rujukannya surat itu, Oktober ini harusnya selesai,” terangnya.
Adapun nilai aset yang akan diterima Pemko Batam pada tahap dua ini mencapai Rp 1.419.994.295.654 (Rp 1,4 triliun).
Jika dirinci, yakni nilai aset tanah sebanyak 7 persil mencapai Rp 807.166.893.320, aset berupa bangunan dengan total 25 persil Rp 612.789.584.334. Sedangkan aset berupa instalasi sebesar Rp 37.818.000.
”Ke depan operasionalnya melekat ke dinas terkait. Contoh TPA Punggur di Dinas Lingkungan Hidup. Rumah dinas di Bagian Umum. Taman Engku Putri tanggung jawab Disperkimtan (Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan),” katanya.
Sementara itu, yang tengah berproses juga yakni permintaan aset tahap tiga.
Pada tahap ini yakni permintaan seribu ruas jalan yang diminta dalam dua usulan, usulan pertama sebanyak 669 ruas sedangkan usulan kedua 331 ruas.
”Ini kami sering koordinasikan. Yang di depan mata itu tadi, yang tahap dua,” imbuhnya.
Sebelumnya disebutkan oleh Abdul Malik, permintaan tahap keempat yaitu Taman Kolam Batam Center, Taman Kolam Sekupang, pelantar pelabuhan antara pulau di Sekupang, kawasan wisata Dendang Melayu Jembatan 1, area lingkungan Masjid Agung Batam.
Kemudian, pelantar Pelabuhan Sagulung, Kantor Dinas Perhubungan, TPU Tanjungpiayu dan Sambau-Nongsa.
Lalu, permintaan tambahan lahan TPU Seitemiang, lahan Pasar Hang Tuah Batu Besar, lahan Pasar Seroja Sagulung, Pasar Tiban Kampung, dan Pasar Seiharapan.
Permintaan hibah tahap keempat itu diajukan Pemko Batam kepada BP Batam pada November 2018 lalu.
Sedangkan permintaan aset tahap kelima dan keenam diajukan pada Januari 2019.
Untuk tahap kelima, asetnya adalah tanah dan bangunan Kantor Pos Pemadam Kebakaran Seipanas, tanah dan bangunan Gedung Beringin Sekupang, tanah perumahan pegawai eks BKKBN di Sekupang.
Sedangkan tahap keenam diajukan juga pada Januari 2019, yakni TPU Islam Air Raja, TPU Islam Perigi Batu Tanjungriau, TPU Kampung Telagapunggur, dan TPU Budha, Islam, dan Kristen Kampung Sambau.
Selain itu, TPU anak Teluk Mata Ikan, TPU Islam Panglong Batubesar, TPU Kaveling Bagan Tanjungpiayu, TPU Kampung Tua Tanjungpiayu, TPU Kampung Tanjungpiayu Laut.
Lalu, TPU Islam dan Makam Tua Belian, TPU Dapur 12 dan sejumlah TPU lainnya. Total TPU yang diminta adalah 16 TPU yang tersebar di wilayah Kota Batam.(iza)
batampos.co.id – Perbaikan terowongan Pelita atau underpass Pelita section A dari arah Seipanas menuju Nagoya, telah usai.
Saat ini, perbaikan berlanjut ke jalur section B yakni dari arah Nagoya ke Seipanas.
Namun, meski jalur Seipanas-Nagoya telah selesai, penutupan dan pengalihan jalan masih berlangsung.
Sebab, jalur tersebut kini digunakan untuk pengalihan jalur lalu lintas bagi pengendara dari Nagoya ke Seipanas.
Sementara pengendara dari arah Seipanas-Nagoya, tetap harus memutar melewati Jalan Yos Sudarso.
Pantauan Batam Pos, macet panjang masih terus berlangsung dari arah Simpang Kuda ke Jalan Yos Sudarso.
Kemacetan kerap terjadi pada pagi, siang dan sore hari. Anto, salah satu pengendara kerap menghindari jalur tersebut karena tahu setiap hari pasti macet.
Apalagi, adanya perbaikan jalan membuat jalur tersebut semakin sempit dan rawan macet.
”Kalau pagi, siang saat jam makan dan sore pulang kerja, hindari jalur itu. Bisa lama terjebak macet,” ujarnya.
Kendaraan dari arah Nagoya menuju Seipanas dialihkan melewati sisi kanan terowongan Pelita, Selasa (15/10/2019). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id
Menurut dia, yang melintasi jalur tersebut tak hanya kendaraan roda dua dan empat, namun juga truk trailer yang bermuatan kontainer besar.
Jumlah, trailer yang melintas pun cukup banyak.
”Ngeri saja kalau sudah bersebelahan dengan kontainer. Apalagi saat macet. Rasa-rasa nak jatuh kontainer ke kendaraan,” ungkap Anto.
Sementara, Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Dendi Gustinandar, membenarkan jalur section A sudah selesai.
Saat ini, pengerjaan perbaikan underpass berlanjut ke section B.
”Pengalihan dan penutupan jalan tetap seperti biasa. Hanya saja, jalan untuk pengendara dari Nagoya ke Seipanas dialihkan ke jalur section A,” ujar Dendy.
Menurut dia, pengerjaan jalur tersebut diperkirakan berlangsung hingga akhir November.
Perbaikan ini dilakukan untuk mengembalikan kekuatan struktur underpass sesuai de-ngan usia infrastruktur yang sudah direncanakan.
”Harapan kami selesai dengan perkiraan akhir November. Satu jalur pengerjaan 1,5 bulan. Jadi, diharapkan masyarakat bisa bersabar,” pungkas Dendy.
Perbaikan Tahap Kedua Dimulai
Tahap pertama perbaikan Terowongan Pelita akan segera usai. Sekarang, tim dari kontraktor tengah melakukan proses akhir, baru kemudian berlanjut ke tahap selanjutnya.
”Proses injeksi gel sudah selesai. Dengan gel itu, maka dinding di terowongan tidak akan bisa lagi ditembus air sehingga menambah daya tahannya,” kata Kasubdit Pembangunan Jalan, Jembatan dan Transportasi Massal BP Batam, Boy Zasmita, Senin (14/10/2019).
Proses pengecatan juga sudah selesai. Sehingga tahap kedua akan dimulai dalam waktu dekat.
Mengenai tahap kedua ini, kemungkinan akan dimulai menjelang akhir Oktober.
Adapun bagian yang akan diperbaiki nanti adalah bagian jalan yang lalu lintasnya dari Nagoya menuju Seipanas.
Adapun proses perbaikannya sama dengan tahap pertama, yakni injeksi gel yang dalam bahasa teknisnya disebut dengan Hydro Structure Gel Injection. Baru kemudian dilakukan tahap pengecatan.
Prosesnya juga akan memakan waktu kurang lebih satu setengah bulan lamanya.
Proses pemeliharaannya membutuhkan waktu sekitar tiga bulan dengan anggaran bantuan dari APBN mencapai Rp 6,4 miliar.(leo,she)
batampos.co.id – Pelopor layanan transportasi on–demand di Indonesia, Gojek, meluncurkan kampanye #GakPakeLama pada Selasa (15/10/2019).
Melalui kampanye ini, Gojek mengenalkan tiga inovasi untuk layanan GoRide dan GoCar yaitu Panduan Titik Jemput Terdekat, Titik Jemput dengan Foto, serta fitur GoRide dan GoCar Instan.
Kampanye tersebut diluncurkan di Plaza Transit MRT Jakarta Lebak Bulus oleh Chief of Public Policy and Government Relations Gojek, Shinto Nugroho dan VP Transport Marketing Gojek, Monita Moerdani.
“Gojek senantiasa memberikan layanan yang paling nyaman, mudah dan cepat bagi para pelanggan,” ucap VP Transport Marketing Gojek, Monita Moerdani.
“Beragam inovasi kami hadirkan untuk memenuhi komitmen itu di antaranya melalui kampanye #GakPakeLama,” ujarnya lagi.
Ketiga fitur ini lanjutnya, dapat diakses di layar pemesanan pada aplikasi Gojek versi terbaru.
Panduan Titik Jemput Terdekat membantu pelanggan memesan layanan GoRide dan GoCar ketika berada di lokasi yang kurang familiar.
Panduan ini merekomendasikan titik penjemputan Gojek yang mudah ditemukan mitra driver.
Sehingga pelanggan tidak perlu mengetik alamat penjemputan secara manual.
VP Transport Marketing Gojek Monita Moerdani menjelaskan penggunaan fitur GoRide Instan kepada Dirut MRT dan Kepala Dishub Provinsi DKI Jakarta. Foto: Istimewa
Kemudian Titik Jemput dengan Foto, sekarang titik jemput untuk layanan GoRide dan GoCar di area keramaian seperti perkantoran, hotel dan pusat perbelanjaan sudah dilengkapi dengan foto.
Sehingga mempermudah pelanggan dalam menemukan titik jemput yang dipilih.
Terakhir yaitu GoRide dan GoCar Instan, merupakan layanan pemesanan on the spot yang dilengkapi solusi pengelolaan antrean.
Sehingga mengurangi waktu tunggu pelanggan dan mengurai kemacetan di area penjemputan yang ramai seperti terminal angkutan umum.
Bersamaan dengan peluncuran kampanye #GakPakeLama, Gojek juga menghadirkan fitur GoRide Instan di Plaza Transit MRT Jakarta Lebak Bulus yang ramai dilewati masyarakat.
“Peluncuran GoRide Instan merupakan bentuk sinergi Gojek dengan moda transportasi massa dan pemerintah, di mana Gojek menjadi penyedia layanan feeder transportation,” jelas Monita.
Atas inovasi ini, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengatakan, Pemprov DKI Jakarta, berkomitmen mempersembahkan Smart Mobility bagi masyarakat ibu kota.
Di antaranya melalui keberadaan transportasi umum yang terintegrasi.
“Kami mengapresiasi kolaborasi antara PT MRT Jakarta dan Gojek yang telah dapat mewujudkan kenyamanan, keamanan dan kemudahan bagi seluruh masyarakat Jakarta. Kini masyarakat dapat bertransportasi #GakPakeLama,” sebut Syafrin.
Sementara itu Direktur Utama MRT Jakarta, William Sabandar, mengatakan, MRT Jakarta setiap harinya melayani lebih dari 90 ribu penumpang.
Dari jumlah tersebut, sebagiannya pergi dan berangkat ke stasiun menggunakan moda transportasi lain, termasuk salah satunya transportasi online.
“Hadirnya layanan GoRide Instan dapat memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna MRTJ yang membutuhkan transportasi lanjutan,” jelasnya.
“Setelah peresmian hari ini saya berharap sinergi serupa bisa diimplementasikan di stasiun-stasiun yang lain,” ungkap William lagi.
Apresiasi juga datang dari selebritis Hannah Al Rashid. Dengan adanya kampanye ini, dia meyakini kualitas dan kecepatan layanan transportasi Gojek akan semakin terjamin.
“Bahkan, pelanggan GoRide berhak mendapatkan voucher diskon apabila dijemput lebih dari 3 menit dari estimasi waktu penjemputan yang tercantum di aplikasi,” tuturnya.
Sebelumnya, fitur GoRide Instan dan GoCar Instan sudah dapat digunakan di Bandara Soekarno-Hatta, Stasiun Depok Baru, dan Stasiun MRTJ Dukuh Atas/Stasiun Commuter Line Sudirman.
Di luar ibu kota, kedua fitur juga akan segera tersedia di beberapa titik di Kota Bandung, Surabaya, Semarang, Medan, dan Makassar.(luk)
batampos.co.id – Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menyatakan, Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Badan Pengusahaan (BP) Batam yang baru akan dikeluarkan pada Senin, 21 Oktober mendatang.
“Kalau sudah selesai dengan Menteri (Menpan-RB), maka Senin akan saya keluarkan. Ini (SOTK) menunggu asesmen selesai, supaya kerja tak pindah-pindah lagi,” kata Rudi, Selasa (15/10) di Gedung BP Batam.
Menurut Rudi, SOTK ini sangat penting. Karena, saat ia dilantik, jajaran deputi dirampingkan dari lima deputi menjadi hanya empat deputi.
Sehingga, ada divisi yang harus dipindahkan. Dan ada juga perubahan tugas, dimana kedeputian empat yang dulunya mengurus aset-aset lainnya sekarang diminta untuk mengelola unit-unit BP Batam yang menghasilkan profit.
“Tugas BP hari ini tak ada yang hilang. Tapi pejabat-pejabatnya diasesmen ulang,” ungkapnya.
Kantor BP Batam. Foto: Putut Ariyotejo/ batampos.co.id
Sedangkan Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto mengatakan SOTK baru sudah diproses oleh Kemenpan-RB.
“Targetnya minggu ini. Kalau Menpan sudah setuju baru dilantik Kepala BP dan disahkan dalam bentuk Perka (Peraturan Kepala) BP Batam,” ujarnya.
Ia tidak memberikan banyak bocoran seperti apa bentuk SOTK baru ini. Purwiyanto hanya menyebut bahwa ada penggantian pejabat karena ada sekitar 10 pejabat lama yang memasuki masa pensiun.
“Nanti bagian Humas dan Promosi tetap ada. Malah ditambah biar ada yang mengurusi website. Website kami tak maju, maka biar ada yang fokus untuk mengurusnya,” ungkapnya.(leo)
Saat ditanyakan sampai kapan harga tiket berada di ambang batas bawah? Bire mengatakan, kemungkinan sampai November.
Namun, di penghujung November saat masa peak season, harga tiket bakal kembali naik dan akan terus naik ke level atas menjelang maupun sesudah Natal dan Tahun Baru.
”Perkiraanya begitu,” ucapnya.
Bire mengungkapkan, bila pemesanan tiket dilakukan jauh-jauh hari, maka harganya lebih murah di bandingkan memesan tiket mendekati Natal dan Tahun Baru.
Memasuki masa low season atau musim sepi penumpang Lion Air Group melakukan penurunan harga tiket. Penurunan tersebut diprediksi hingga November mendatang. Foto: Dokumentasi batampos.co.id
Ia menyebutkan, harga tiket saat ini untuk rute Batam ke Medan sekitar Rp 800 ribuan. Tetapi pada Desember sudah merangkak naik di rentang Rp 900 ribu hingga Rp 1,1 juta.
Hal yang sama terjadi di rute Batam ke Jakarta. Saat ini harganya sekitar Rp 800 ribuan. Namun, di Desember nanti, akan merangkak naik di kisaran Rp 900 ribu hingga 1,1 juta.
Sementara tiket Batam ke Surabaya di Oktober dan November sekitar Rp 1,1 juta. Namun, mulai naik di Desember atau mendekati Natal ke angka Rp 1,4 juta.
Dari data yang dimiliki Batam Pos, Lion Air Grup tercatat memiliki jangkauan dan rute penerbangan terbanyak di Bandara Hang Nadim ke berbagai wilayah di Indonesia.
Saat ini, Lion Air menjalankan 23 rute penerbangan dari Batam tujuan beberapa daerah di Pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan satu penerbangan internasional ke Subang, Malaysia.
Setiap rutenya, Lion Air mendapatkan kuota penerbangan lebih dari satu. Dalam sehari, Lion Air menjalani sekitar 64 penerbangan.
Hampir sebagian besar penerbangan di Hang Nadim, didominasi maskapai berlogo singa tersebut.
Sehubungan operasional dan layanan penerbangan pada dua kuartal 2019, Lion Air Group telah merilis kinerja tingkat ketepatan waktu (on time performance/OTP) rata-rata 83,23 persen, Wings Air di angka 75,93 persen, dan Batik Air 91,34 persen.
OTP Lion Air Group merupakan data akurat ketepatan pesawat saat keberangkatan dan kedatangan dalam waktu kurang 15 menit dari jadwal ditentukan.
Penghitungan sesuai laporan Integrated Operation Control Center (IOCC) Lion Air Group secara tepat waktu dan bersamaan (real time).
Masih terkait jumlah rute, Maskapai Citilink melayani 8 rute dengan 12 penerbangan seharinya.
Garuda Indonesia saat ini hanya menjalani satu rute saja yakni Batam-Jakarta, dengan jumlah penerbangan tiga kali sehari.
Sedangkan rute ke Padang, Pekanbaru, dan Palembang yang biasa dijalani Garuda, untuk sementara waktu tak beroperasi.
Kemudian maskapai Sriwijaya (Nam Air) dua rute dengan frekuensi tiga penerbangan.(ska)
batampos.co.id – Museum Batam akan dilengkapi Baking dan pusaka Tumenggung Abdul Jamal.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemko Batam Ardiwinata, mengatakan, Baking adalah tempat penyimpanan pakaian adat melayu zaman dulu.
Di mana usia Baking yang akan dipajang di Museum Batam sudah berumur ratusan tahun.
“Baking ini adalah tempat menyimpan baju pengantin Melayu dan diberi pewangi biar harum,” jelasnya, Selasa (15/10/2019).
Kata dia, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui apa itu baking. Sehingga sangat layak untuk dijadikan salah satu koleksi di Museum Batam.
“Makanya kita akan kenalkan di sana,” katanya.
Selain itu lanjutnya, barang-barang pusaka Temenggung Abdul Jamal juga akan diupayakan untuk dipajang di museum.
Kini pusaka tersebut masih berada di Kecamatan Bulang. Pusaka Temenggung Abdul Jamal terdiri dari kelapa laut, tombak, dan keris.
Gedung astaka yang berada di alun-alun Engku Putri. Bangunan iniakan dialihfungsikan menjadi museum. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id
“Jadi kita akan berdialog dan berdiskusi dengan pihak keluarga agar barang-barang tersebut bisa kita bawa ke museum,” paparnya.
“Jadi pengunjung bisa mengetahui dan lebih dekat dengan Temenggung Abdul Jamal,” katanya lagi.
Ia mengatakan, selama ini Temenggung Abdul Jamal diketahui masyarakat Batam adalah nama stadion sepakbola di daerah Muka Kuning.
Hingga saat ini kata dia, banyak yang tidak tahu ketokohan salah satu penguasa daerah Batam saat kerajaan Riau Lingga tersebut.
“Jadi akan lebih dikenal dengan pusaka yang dimiliki beliau. Mudah-mudahan keluarga bisa setuju,” tuturnya.
Selain itu, sudah ada ratusan keping keramik dari zaman Dinasti Ming.
Kata dia, ratusan keramik tersebut diserahkan Kejaksaan Negeri Kota Batam dan TNI AL ke Pemko Batam beberapa waktu lalu.
Di museum akan dipajang juga foto-foto perjalanan Kota Batam dari zaman dulu mulai sejak bergabung ke Riau, Otorita Batam, hingga ke BP Batam dan menjadi kota Otonom.
Termasuk foto-foto sejumlah tokoh penting yang berperan dalam pembangunan Batam sejak dulu.
“Saya lagi mengupayakan surat-surat penting dan berharga di zaman dulu. Ini juga bisa menjadi sejarah perjalanan Kota Batam dari zaman dulu,” katanya.
Sementara itu, anggota komisi II DPRD Kota Batam, Mulia Rindo mengatakan, sejarah Batam memang sudah selayaknya dipajang dalam sebuah museum.
Banyak warga Batam yang belum tahu mengenai sejarah terbentuknya Batam.
“Kalau saya pribadi sangat mendukung. Ada beberapa tokoh Melayu yang belum diketahui banyak pihak seperti Nong Isa, Temenggung Abdul Jamal dan tokoh lainnya. Kita memang harus melestarikannya,” katanya.(ian)
batampos.co.id – Aksi Kirab Kota Taruna-Taruni Akademi Angkatan Laut (AAL) tingkat III Angkatan 66 berhasil memukau warga Kota Batam. Mereka menampilkan drumband khas TNI AL, Genderang Suling Gita Jala Taruna ALL, yang menunjukkan kegagahan serta kekompakan.
Rute Kirab Kota dimulai dari depan Grand Mall Batam, Windsor dan berakhir di depan Graha Sulaiman, Nagoya. Sepanjang jalan, para taruna-taruni tak henti menampilkan aksi yang sangat antraktif dan menghibur. Lagu yang dimainkan tak hanya dari Indonesia, namun juga musik yang tengah viral saat ini, di antaranya Senorita yang dipopulerkan Shawn Mendes ft Camila Cabello.
Postur mereka yang tegap dan lihai memainkan alat musik mengundang decak kagum penonton. Apalagi saat mayoretnya memainkan tongkatnya dengan lincah. Chintya, warga Batam Center, sengaja menyempatkan waktu untuk melihat kirab kota TNI AAL. Ia yang penasaran, membo-yong dua anaknya yang baru saja pulang sekolah.
”Yang penasaran anak saya, dari pagi minta lihat drumband. Anak tahu dari teman di sekolah, makanya pas pulang sekolah langsung ke sini,” jelas wanita 40 tahun itu.
Menurutnya, pertunjukan dari taruna-taruni sangat antraktif dan memukau. Karenanya ia menyayangkan atraksi itu hanya sebentar.
”Walau sebentar, penampilan mereka luar biasa. Makanya selesainya terasa cepat,” katanya.
F. Cecep Mulyana/Batam Pos Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) melakukan kirab, Selasa (15/10). Kirab yang dilaksanakan dari Depan Grand Mall Batam dan berakhir di depan Graha Sulaiman Nagoya tersebut berhasil memukau warga Kota Batam.
Asisten III Pemko Batam, Zaref Riadi, mengapresiasi Kirab Kota tersebut. Baginya, menyaksikan penampilan tersebut membuat ia lupa umur.
”Saya jadi lupa kalau sudah tua, serasa masih muda lihat mereka,” ujar Zaref sambil bercanda.
Menurut dia, Kirab Kota bisa menjadi aspirasi bagi kaum muda di mana saja, khususnya Batam. Apalagi drumband adalah aktivitas positif generasi muda.
”Kami selalu mendorong generasi muda menjauhi aktivitas negatif, marching band salah satunya,” imbuh Zaref.
Di tempat terpisah, Asisten Potensial Maritim Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Aspotmar Danlantamal) IV, Kolonel Laut (P) Arief Meidyanto, bangga setelah melihat penampilan taruna-taruni dalam Kirab Kota. Apalagi setelah mendapat respons luar biasa masyarakat.
”Masyarakat sangat antusias, mudah-mudahan ini bisa menjadi inspirasi mereka,” ujar Arief.
Selain sebagai hiburan untuk masyarakat, Kirab Kota dilaksanakan sebagai bentuk promosi TNI AL, serta misi TNI agar bisa lebih dekat dengan masyarakat.
”Ada 80 lebih taruna-taruni yang tampil. Mudah-mudahan dengan ini, pemuda-pemudi bisa tertarik bergabung dengan TNI AL. Di Kepri sendiri, peminat TNI AL cukup banyak,” pungkas Arief. (she)