batampos.co.id – Penganiayaan berujung kematian kembali terjadi di Sagulung. AD, seorang pria beristri tewas dianiaya sekelompok orang di Kaveling Baru, Sagulung, Minggu (22/9/2019) pagi.
Pria malang tersebut sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong.
Informasi yang didapat di lapangan, aksi penganiayaan ini diduga karena masalah asmara.
Korban sedang menjalin kasih dengan wanita lain di Sagulung. Pengeroyoknya diduga dari kubu keluarga kekasih barunya, yang tidak terima ternyata korban sudah berkeluarga.
ilustrasi
Pengeroyokan ini terjadi di daerah Sagulung. Sebelumnya, korban dijemput sekelompok pelaku dari tempat tinggalnya di Batuampar.
“Penganiayaan yang berujung kematian. Korban meninggal di rumah sakit,” ujar Kapolsek Sagulung AKP Riyanto, Senin (23/9/2019).
Kasus penganiayaan berat ini kata dia, diambil alih Satreskrim Polresta Barelang untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.
“Ada dua TKP (Tempat Kejadian Perkara), Batuampar dan Sagulung. Ini diambil alih oleh Polres,” ujar Riyanto.(eja)
Kompetisi Jurnalistik PT Perusahaan Gas Negara Tbk 2019 (KJPGN 2019), yang merupakan sebuah kegiatan tahunan PGN untuk meningkatkan kualitas produk jurnalistik di Indonesia, kembali digelar untuk yang ke enam kalinya. KJPGN 2019 akan mengompetisikan produk jurnalistik dari seluruh Indonesia selama periode Januari-Desember 2019.
Direktur SDM dan Umum PGN, Desima E. Siahaan mengatakan, konsistensi PGN dalam menyelenggarakan KJPGN 2019 merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendorong kualitas produk jurnalistik dan industri pers di Indonesia.
KJPGN 2019 akan mengangkat tema “Peran Strategis Subholding Gas Mempercepat Pengembangan Infrastruktur dan Memperluas Manfaat Gas Bumi ke Seluruh Wilayah Indonesia”.
Tahun ini, terdapat lima kategori yang dilombakan yang meliputi;
Kategori Hard News cetak,
Kategori Hard News Online,
Kategori Feature News,
Kategori Foto Cetak,
Kategori Foto Online.
PGN dengan status sebagai Subholding Gas diharapkan dapat mengemban tugas untuk menjadi bagian strategis pemerintah dalam menyukseskan pemanfaatan gas bumi domestik serta berperan nyata dalam mencapai target bauran energi nasional sebagai upaya menjaga ketahanan energi nasional.
Dengan semakin pesatnya pertumbuhan kebutuhan energi baik di sektor kelistrikan, industri, komersial, transportasi dan rumah tangga, melalui kompetisi ini diharapkan akan lahir jurnalis-jurnalis profesional yang handal dengan produk jurnalistik terbaik yang memberikan manfaat di bidang energi dan meningkatkan diskursus bidang energi yang secara konstruktif dan positif bagi masyarakat Indonesia.
“Saat ini, media massa berkembang dengan sangat cepat dengan ribuan konten diproduksi setiap hari. Melalui kompetisi seperti KJPGN 2019 yang menyediakan total hadiah mencapai Rp. 350 juta, kami berharap bisa ikut berperan serta membangun kualitas jurnalis dalam memproduksi konten-konten yang membangun untuk Indonesia yang kita cintai ini,” kata Desima dalam ramah tamah dengan wartawan di Jakarta, Senin (23/9).
Desima menambahkan, ditengah arus kebebasan dan kecepatan informasi saat ini, PGN sebagai bagian dari stakeholders media massa memiliki tanggungjawab untuk ikut memperkuat industri ini. Apalagi sebagai pilar demokrasi ke empat, media memiliki peran strategis sebagai alat pemersatu dan pemacu kemajuan bangsa.
“PGN dapat terus berkembang dan terus menyebarluaskan manfaat energi baik gas bumi, salah satunya karena peran media massa. Inilah yang membuat kami akan terus mendukung penguatan institusi media di Indonesia untuk maju,” tambahnya. (*)
batampos.co.id – Peringatan keras bagi yang suka menyebar berita palsu alias hoaks. Jangan sembarangan menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya jika tidak ingin bernasib sama dengan N.
Ia adalah seorang ibu rumah tangga (IRT) yang akhirnya dijatuhi hukuman 6 bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam, Senin (23/92019).
Ia didakwa menyebar berita palsu dan dijerat dengan pasal Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Tak hanya pidana penjara, terdakwa juga diminta untuk membayar denda Rp 5 juta, jika tidak mampu maka diganti dengan sebulan bulan kurungan penjara.
”Terdakwa tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA),” ujar Hakim Ketua Taufik Nainggolan saat membacakan amar putusan terdakwa.
“Majelis hakim kemudian menjatuhkan hukuman 6 bulan penjara denda Rp 5 juta dan subsider 1 bulan kurungan,” jelasnya lagi.
Terdakwa N usai mendengarkan keputusan hakim yang memvonisnya penjara 6 bulan atas perkara penyebaran berita hoaks, Senin (23/9/2019). Foto: Yulianti/batampos.co.id
Hukuman terdakwa sendiri dikurangi 2 bulan dari tuntutan JPU 8 bulan penjara, denda Rp 5 juta subsider 3 bulan kurungan.
Diketahui, IRT itu dihukum lantaran meneruskan rekaman voice note (pesan suara) tentang adanya penembakan yang dilakukan pihak kepolisian di Gor Odessa Botania, pada April lalu.
Akibatnya, ia dilaporkan Ilham, salah seorang anggota polisi karena melanggar Pasal 45 A ayat (2) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Dalam rekaman yang dikirim ke grup WhatsApp KKSS Batam-Kepri, terdengar suara perempuan yang mengatakan ’barusan ada suara tembakan jadi saya mohon kawan-kawan relawan segera merapat ke Gor Odessa, Botania, juga kawan, bapak-bapak dari LPI dan FPI mohon segera ke Gor Odessa Botania ada satu kali tembakan dari kepolisian, dua kali tembakan dari kepolisian, saya pikir ini memang strategi dari mereka untuk buat kerusuhan supaya kami-kami yang di sini bubar, mohon-mohon kawan-kawan relawan kemari’.
Merasa rekaman itu palsu, Ilham bertindak. Akibat memberikan berita bohong yang membuat keonaran di kalangan masyarakat, terdakwa dilaporkan.
”Tujuan saya sebar rekaman itu untuk teman atau kerabat saya yang lewat di jalan itu agar berhati-hati, tapi ternyata itu hoaks,” kata terdakwa saat persidangan sebelumnya. (une)
batampos.co.id – Polda Kepri resmi menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Monumen Bahasa Melayu (MBM) di Pulau Penyengat, Tanjungpinang. Ketiganya masing-masing mantan Kepala Dinas Pendidikan Kepri Arifin Nasir, dan Yunus serta Muhammad Yasir dari pihak swasta. Dua nama terakhir langsung diamankan di Mapolda Kepri, Senin (23/9/2019).
Sementara Arifin Nasir hingga saat ini belum diamankan. Menurut informasi yang diperoleh Batam Pos, saat ini yang bersangkutan tengah menjalani perawatan di sebuah rumah sakit sehingga belum diamankan polisi.
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga membenarkan pihaknya telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus tersebut.
“Tapi baru dua yang diamankan,” kata Erlangga, Senin (23/9).
Hal senada diucapkan Kasubdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP I Made Dewa. Ia mengatakan, dua dari tiga tersangka tersebut diamankan saat berada di Tanjungpinang dan langsung dibawa ke Mapolda Kepri di Nongsa, Batam.
“Iya, barusan kami tangkap. Ini lagi di jalan (ke Mapolda Kepri),” ucapnya.
Dewa mengaku belum bisa berbicara banyak terkait penanganan perkara ini. Karena penyelidikan masih berjalan.
Sejak Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dikirimkan polisi ke kejaksaan 24 Juni lalu, polisi langsung bergerak cepat menangani kasus dugaan rasuah tersebut. Sesuai dengan nama-nama yang tertera dalam SPDP itu, penyidik Polda Kepri akhirnya menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini.
Dalam SPDP itu disebutkan, kerugian negara ditaksir sekitar Rp 2,2 miliar. Tak hanya taksiran kerugian saja, di SPDP itu juga disebutkan dugaan pelanggaran yakni pasal 2 dan pasal 3 Undang-Undang (UU) Tindak Pidana Korupsi.
Seperti diketahui, proyek Monumen Bahasa Melayu di Pulau Penyengat mulai dikerjakan dengan anggaran Pemprov Kepri pada 2014 lalu. Namun, sampai saat itu proyek tersebut tak kunjung selesai.
Sesuai rencana, monumen itu akan dibangun setinggi 62 meter di atas lahan seluas 40 meter persegi. Dengan anggaran sebesar Rp 12,5 miliar, monumen ini rencanya juga akan dilengkapi dengan taman tematik.
ilustrasi
Proyek ini dikerjakan oleh kontraktor PT Sumber Tenaga Baru. Namun, pembangunan monumen ini terhenti akibat adanya dugaan wan prestasi. Pekerjaan proyek tersebut resmi diputus kontrak pada tanggal 3 November 2014 lalu. Adapun pihak kontraktor sudah menerima uang pangkal sebesar Rp 2,2 miliar. Pada 2015, Pemprov Kepri kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1 miliar lebih untuk pembuatan pagar monumen.
LAM Minta Proyek Dilanjutkan
Ketua Lembaga Melayu (LAM) Provinsi Kepri Abdul Razak tetap menuntut Pemprov Kepri menuntaskan pembangunan Monumen Bahasa Melayu (MBM). Menu-rutnya, kehadiran monumen itu nanti akan menjadi simbol bahwa bahasa pemersatu bangsa, Bahasa Indonesia lahir di Pulau Penyengat, Tanjungpinang.
“Persoalan hukum biarkan terus berjalan. Namun yang perlu menjadi catatan MBM Penyengat harus dituntaskan,” ujar Abdul Razak, Senin (23/9) di Tanjungpinang.
Razak menegaskan, mengenai persoalan ini, pihaknya sudah menyampaikan kepada Plt Gubernur Kepri Isdianto. Dikatakannya, Plt Gubernur berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan tersebut, meskipun harus dilakukan desain ulang. Namun, pelaksanaan pembangunan tergantung pada kondisi anggaran daerah.
“Sekarang ini, keuangan Pemprov sedang terfokus pada proyek Gurindam 12, sehingga besar kemungkinan MBM Penyengat akan dilan-jutkan setelah mega proyek tersebut selesai,” jelas Razak.
Terpisah, Kepala Inspektorat Provinsi Kepri Mirza Bakhtiar mengatakan, status MBM Penyengat sampai saat ini adalah Konstruksi Dalam Pelaksanaan (KDP). Meskipun kegiatan pembangunan tersebut sudah diputus kontrak lantaran terjadi wan prestasi, menurutnya sistem akuntasi pemerintah (SAP) tetap mencatat MBM Penyengat adalah KDP.
Mantan pejabat Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tersebut menjelaskan, status KDP akan terus melekat sampai rampungnya pembangunan.
Diakuinya, pembangunan MBM Penye-ngat sudah terhenti beberapa tahun belakangan ini. Bangunan tersebut akan masuk dalam daftar aset, ketika sudah selesai.
“Meskipun terjadi dua kali penganggaran di APBD yang berbeda, jumlah yang dicatat semua dana yang keluar. Secara teknis pembangunan bisa dilanjutkan, meskipun dalam proses hukum. Yang penting kebutuhan anggaran dan rencana pembangunan lanjutannya pasti,” ujar Mirza, Senin (23/9). (ska)
Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengerahkah armada-armada kemanusiaan untuk
meredam dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah terdampak.
Semua armada disiapkan di Humanity Distribution Center (HDC) Gunung Sindur, Jawa Barat, untuk diberangkatkan. Sejumlah armada kemanusiaan tersebut antara lain Humanity Food Truck, Ambulance Pre-Hospital, Humanity Water Tank, dan 10 truk logistik yang memuat 100 ton bantuan logiatik tahap pertama. Selain itu, dalam waktu dekat ACT juga terus berikhtiar mengirimkan 1.000 ton bantuan pangan melalui Kapal Kemanusiaan.
Seratus ton bantuan logistik yang diberangkatkan melalui jalur darat hari ini di antaranya terdiri dari 20 ton beras, gula, air mineral, termasuk juga kebutuhan sanitasi dan obat-obatan.
Selain itu, 100 relawan terlatih juga akan diberangkatkan menuju Riau untuk membantu pemadaman api, pendistribusian bantuan maupun layanan kesehatan.
Presiden ACT Ibnu Khajar menyatakan awal September, ACT telah merilis suatu kampenye
dengan tema besar yaitu #IndonesiaDermawan. Tidak lama kemudian, sebuah permasalahan besar harus dihadapi masyarakat Indonesia, salah satunya bencana asap pekat di dua pulau terbesar Indonesia yaitu Sumatera dan Kalimantan. Kejadian ini menjadi momentum atas semangat dermawan yang digalakkan.
“Pengiriman bantuan pangan dan logistik dalam jumlah masif tidak terlepas dari dampak bencana kabut asap terhadap perekonomian warga dan aksi kami dalam #IndonesiaDermawan yang telah kami galakkan. Kondisi terkini, jarak pandang tidak lebih dari 20 meter, kami pun langsung mengirimkan bantuan kesehatan untuk para masyarakat terdampak. Relawan kami di lokasi melaporkan pula bahwa saat ini yang masih bertahan di dalam rumah ialah para warga rentan seperti lansia, para warga miskin yang tidak mempunyai biaya untuk menghindari asap, serta bayi,” jelas Ibnu.
Dengan kondisi yang ada, ACT meluncurkan pula gerakan #SayaPeduli dan
#BantuMerekaBernapas yang merupakan gerakan turunan dari #IndonesiaDermawan.
Gerakan ini merupakan bentuk konkret kepedulian ACT atas masyarakat yang menjadi korban bencana asap.
“Selain posko yang siap siaga, kami akan kirimkan pula air purifier di rumah-rumah yang
berlokasi dekat dengan asap. Kami akan menjemput masyarakat dan memberikan tempat yang layak untuk mereka, anak-anak difasilitasi untuk tetap sekolah, posko-posko ACT akan menjadi tempat untuk berkumpul masyarakat,” ungkap Ibnu.
Sejalan dengan Ibnu, Lukman Azis Kurniawan selaku Direktur Komunikasi ACT menambahkan, “Asap bukan hanya menganggu kesehatan warga, tetapi juga melemahkan ekonomi masyarakat di sana. Kabut asap mengganggu aktivitas masyarakat dalam mencari nafkah.
Alhasil, cukup banyak warga yang penghasilannya menurun dan berimbas pada sulitnya
memenuhi kebutuhan pokok. Ini yang mau kita bantu, melalui pemenuhan kebutuhan pangan,” terangnya.
Lukman menyampaikan, ratusan ton bantuan logistik yang dikirim hari ini akan didistribusikan secara bertahap ke jumlah wilayah terdampak. “Seratus ton pertama akan didistribusikan ke enam desa di empat kabupaten/kota di Riau yang terkena dampak langsung. Misalnya saja ada Kabupaten Pelalawan (lokasi dekat titik api), Kota Pekanbaru (menyasar permukiman miskin terdampak asap), Kabupaten Kampar (dekat titik api), dan Kabupaten Siak,” ungkap Lukman.
Hingga kini, ACT telah melakukan sejumlah penanganan untuk menanggulangi karhutla
maupun dampak kabut asap. Di sejumlah wilayah, ACT mengirimkan regu penyelamat untuk membantu pemadaman api, melakukan pemeriksaan kesehatan masyarakat terdampak asap, membagikan masker dan oksigen, serta edukasi menjaga kesehatan di wilayah terdampak asap. 5 posko penanganan kabut asap dan karhutla ACT terus bersiaga di 6 provinsi atau 12 kabupaten/kota.
“Kami mengajak kepada semua elemen masyarakat, untuk turut langsung bergerak
memberikan bantuan. Hal ini karena masih banyak bantuan yang diperlukan sebagai spirit dari #IndonesiaDermawan,” tutup Ibnu Khajar. (*)
batampos.co.id – “Saat kebakaran, pemilik rumah sedang mengantar anaknya pergi sekolah. Begitu pulang, korban kaget karena rumahnya sudah rata dengan tanah,” ungkap Kapolsek Kundur Kompol Endi Endarto.
batampos.co.id – Bagian dapur rumah milik Zulkarnain yang berada di Kelurahan Batu Hitam, Senin (23/9) terbakar. Beruntung petugas pemadam kebakaran segera tiba di lokasi, sehingga bagian depan rumah Zulkarnain bisa diselamatkan sebelum api membesar, sekitar pukul 12.50 WIB.
Menurut warga setempat api menyambar di bagian dapur. ”Apinya berasal dari dapur, tadi kami bakar ikan. Memang di sekitar dapur ada barang-barang mudah terbakar,” tutur Veta, anak korban.
Adanya kejadian ini Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti mengatakan, masyarakat harus lebih berhati-hati dan waspada terjadinya kebakaran. Mengingat cuaca saat ini masih musim kemarau, sehingga api bisa dengan cepat membesar. Terutama peningkatan kewaspadaan dilakukan pada daerah-daerah yang padat penduduk.
F. AULIA RAHMAN/BATAM POS Petugas kebakaran dan kepolisian masih melakukan pemeriksaan penyebab kebakaran di rumah Zulkarnain di Kelurahan Batu Hitam.
”Cuaca saat ini masih sa-ngat rawan, berhati-hati gunakan api. Lahan mudah terbakar, terutama barang-barang di rumah mudah terbakar,” imbaunya saat meninjau lokasi kebakaran.
Sebelumnya, kata Ngesti, rumah warga di Desa Cemaga, Kecamatan Bunguran Selatan ludes dilalap api. Apinya juga bersumber dari dapur, beruntung pemilik rumah, Usman bersama keluarganya selamat.
”Sepekan ini sudah dua rumah terbakar, masyarakat harus lebih berhati-hati. Cuaca yang masih kekeringan, sangat mudah memicu kebakaran,” ujarnya. (*)
batampos.co.id – Anggota DPRD Natuna Junaidi menga-takan, kabut asap yang masih mengepung Natuna saat ini, perlu perhatian semua pihak, terutama pemerintah daerah. Dikhawatirkan warga Natuna akan mengalami kondisi kesehatan yang rentan.
”Kualitas udara Natuna saat ini sudah tidak sehat, sudah lebih sepekan asapnya cukup pekat. Perlu perhatian khusus dari pemerintah daerah,” katanya, Senin (23/9).
Junaidi mengatakan, perhatian generasi ini dapat dilakukan dinas terkait seperti dinas pendidikan dan kesehatan untuk melakukan tindakan tepat dan tidak terkesan tutup mata dan diam.
”Dinas pendidikan harus ikut bagikan masker pelindung yang tepat untuk kabut asap kepada pelajar. Paling tidak mengurangi risiko rentan kesehatan,” ujarnya.
Menurut Junaidi, masker pelindung juga harus tepat. Karena kebanyakan masker yang dibagikan sebelumnya adalah masker tidak untuk melindungi pernapasan dari polusi asap, karena hanya masker biasa.
Kabut asap masih melanda Kabupaten Natuna. Terlihat jarak pandang terbatas di wilayah pantai Natuna, Senin (23/9).
”Ditambah saat ini Natuna belum ada turun hujan, kabut asap tetap bertahan. Udaranya masih pengap dan terasa panas,” ujarnya.
Junaidi mengatakan, DPRD sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikpora) Natuna agar segera menindaklanjuti surat edaran dari Plt. Gubernur Kepri Isdianto, tentang meminta agar seluruh sekolah mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP dan SMA sederajat, agar meliburkan kegiatan belajar mengajar di sekolah, apabila kondisi kabut asap telah menunjukkan indikator tidak sehat atau berbahaya.
”Dinas pendidikan harus segera mengambil sikap pada surat edaran dari Plt Gubernur. Karena kondisi kabut asap masih pada tahap membahayakan,” katanya. (arn)
batampos.co.id – “Hari Ini Tidak Ada Lowongan”. Tulisan ini terpampang jelas dipintu gerbang PT Panasonic yang berada di Batam Centre atau yang lebih akrab disebut Panasonic Simcom.
Namun hal itu tidak membuat para pencari kerja putus asa. Setiap hari mereka menyemuti pintu gerbang perusahaan tersebut. Harapannya cuma satu, mendapatkan pekerjaan.
Salah seorang pencari kerja di PT Panasonic, Iyen, mengatakan, sudah membaca tulisan tidak ada lowongan pekerjaan yang ditempelkan di pintu gerbang perusahaan.
Tetapi dirinya tetap berharap besar kepada perusahaan elektronik itu.
“Saya ke sini diajak temen,” ujarnya saat ditanyai batampos.co.id, Senin (23/9/2019).
Iyen menjelaskan, sebelumnya ia bekerja di salah satu perusahaan di Batamindo. Namun dikarenakan usia, kontraknya tidak diperpanjang perusahaan.
Puluhan pencaker memadati bagian depan PT PAnasonic Batam Centre. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id
“Usia saya 23 tahun dan itu usia maksimal di perusahaan saya yang lama,” paparnya.
Iyen mengaku hampir setiap hari dirinya berkeliling dengan rekannya untuk mencari pekerjaan.
Tetapi hingga pertengahan September ini, belum ada satupun perusahaan yang memanggilnya untuk wawancara kerja.
Security PT Panasonic, Edison, menjelaskan, hampir setiap hari para pencari kerja datang ke perusahaan tersebut.
PT Panasonic Batam Centre ini selalu menjadi incaran para pencari kerja di Kota Batam. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id
Edison juga heran apa yang menjadi alasan mereka tetap mendatangi PT Panasonic itu meski spanduk besar bertuliskan ‘Tidak Ada Lowongan’ sudah dipasang di pintu gerbang.
“Mereka (pencaker) rela duduk sampai siang,” jelasnya.
Kata dia, untuk mengetahui perusahaan tersebut membuka lowongan pekerjaan sangat mudah.
“Tanda kalau ada lowongan itu spanduk itu digulung,” paparnya.(nto)
Sheila Pereira sangat suka lari maraton. Saking sukanya, dia langsung mendaftar begitu membaca pengumuman lomba maraton di internet. Di situs yang dia buka, disebutkan lokasi lomba ada di Worcester.
Celakanya, Pereira tidak sadar bahwa Worcester yang dimaksud itu adalah sebuah kota di Inggris. Bukan Worcester yang dekat dengan rumahnya di Amerika.
Setelah menyadari kesalahannya, perempuan 42 tahun tersebut tidak menyerah. Pada hari pelaksanaan, dia tetap berlari maraton dari Worcester ke Shrewsbury, AS. Pereira lantas mengirimkan e-mail ke panitia disertai bukti foto dan GPS.
Dalam e-mail-nya, dia mengaku berhasil menyelesaikan lari jarak 21 kilometer selama 2 jam 5 menit. Sebagai balasan, panitia mengirimkan medali, baju, dan undangan lomba tahun depan. Tapi tetap di Worcester, Inggris. (bil/c9/oni)